cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 14 Documents clear
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR DAN FRAKSI VOLUME TERHADAP PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI NANOFLUIDA AIR – AL2O3 PADA SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER RIZKY AGISTA, DIAZ; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan shell and tube heat exchanger semakin meningkat terutama di bidang industri dan teknologi. Fluida kerja yang digunakan saat ini masih merupakan fluida konvensional yang masih memiliki sifat konduktivitas termal yang rendah. Nanofluida adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan konduktivitas termal tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan fraksi volume terhadap laju perpindahan panas dan efektivitas pada shell and tube heat exchanger. Bahan yang digunakan adalah Al2O3 dengan perbedaan fraksi volume 1%, 3%, dan 5% pada fluida dingin serta perbedaan temperatur 70?C, 80?C, dan 90?C pada fluida panas. Hasil penelitian pengaruh temperature dan fraksi volume terhadap perpindahan kalor konveksi pada shell and tube heat exchanger diperoleh efektivitas tertinggi pada keadaan temperatur 90°C serta campuran fraksi volume nanofluida sebesar 5%, yaitu sebesar 46% dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 9658,489126 watt. Sedangkan untuk efektivitas terendah didapatkan pada keadaan temperatur 70°C tanpa campuran fraksi volume nanofluida, yaitu sebesar 11,75% dengan laju perpindahan panas sebesar 5511,669826 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan fraksi volume nanofluida, maka akan meningkatkan laju perpindahan panas konveksi serta efektivitas dari shell and tube heat exchanger.Kata kunci: shell and tube heat exchanger, nanofluida, fraksi volume, alumunium oksida
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR DAN FRAKSI VOLUME TERHADAP PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI NANOFLUIDA AIR – AL2O3 PADA SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER RIZKY AGISTA, DIAZ; MADE ARSANA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan shell and tube heat exchanger semakin meningkat terutama di bidang industri dan teknologi. Fluida kerja yang digunakan saat ini masih merupakan fluida konvensional yang masih memiliki sifat konduktivitas termal yang rendah. Nanofluida adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan konduktivitas termal tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan fraksi volume terhadap laju perpindahan panas dan efektivitas pada shell and tube heat exchanger. Bahan yang digunakan adalah Al2O3 dengan perbedaan fraksi volume 1%, 3%, dan 5% pada fluida dingin serta perbedaan temperatur 70?C, 80?C, dan 90?C pada fluida panas. Hasil penelitian pengaruh temperature dan fraksi volume terhadap perpindahan kalor konveksi pada shell and tube heat exchanger diperoleh efektivitas tertinggi pada keadaan temperatur 90°C serta campuran fraksi volume nanofluida sebesar 5%, yaitu sebesar 46% dengan laju perpindahan panas yang terjadi sebesar 9658,489126 watt. Sedangkan untuk efektivitas terendah didapatkan pada keadaan temperatur 70°C tanpa campuran fraksi volume nanofluida, yaitu sebesar 11,75% dengan laju perpindahan panas sebesar 5511,669826 watt. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan fraksi volume nanofluida, maka akan meningkatkan laju perpindahan panas konveksi serta efektivitas dari shell and tube heat exchanger.Kata kunci: shell and tube heat exchanger, nanofluida, fraksi volume, alumunium oksida
APLIKASI QUENCHING-TEMPERING HEAT TREATMENT UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN TARIK MARINE PLAT BKI GRADE A PADA MATERIAL LAMBUNG KAPAL NIAGA DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN PRADIPTA BUANA, HABIB; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine plat BKI Grade A merupakan material konstruksi lambung kapal niaga, karena lambung berfungsi untuk menopang beban dari muatan kapal dan juga menerima beban berupa gelombang dari laut, dibutuhkan kekuatan Tarik yang tinggi supaya tidak terjadi defleksi dan kebocoran pada lambung kapal. Dalam penelitian ini perlakuan panas Quenching-Tempering diberikan pada marine plat BKI grade A yang didapat dari PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Untuk mendapatkan kekuatan Tarik yang tinggi, material di austenisasi pada temperatur 9000C selama 15 menit lalu diikuti dengan Quenching menggunakan media air. Tempering dilakukan pada temperatur 2000C selama 20 menit degan media pendingin air, oli, dan air garam. Dilakukan pengujian Tarik untuk mengetahui kekuatan Tarik pada material marine plat BKI grade A sebelum dan sesudah diberi perlakuan panas Quenching-Tempering. Dari hasil penelitian didapatkan kekuatan tarik Marine Plat BKI grade A yang diberikan proses quenchin-tempering dengan variasi media pendingin menghasilkan kekuatan tarik berbeda jika dibandingkan dengan raw material. Kekuatan tarik rata-rata tertinggi dihasilkan oleh spesimen dengan media pendingin air yaitu sebesar 568 N/mm². Hasil batas luluh rata-rata tertinggi juga dimiliki oleh spesimen dengan media pendingin air yaitu sebesar 367 N/mm². Sedangkan nilai Elogansi tertinggi dihasilkan oleh spesimen dengan media pendingin oli yaitu sebesar 31%. Hasil kekuatan tarik raw material sendiri adalah 438 N/mm², batas luluh 291 N/mm² dan elogansi sebesar 28%. Kata Kunci: Quenching,Tempering,Uji Tarik, Lambung Kapal
PENERAPAN PERLAKUAN PANAS QUENCHING-TEMPERING DENGAN VARIASI SUHU PADA MATERIAL MARINE PLAT BKI GRADE A DI LAMBUNG KAPAL NIAGA ADI PRANATA, ANGGA; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine plat merupakan material konstruksi lambung kapal niaga, karena lambung berfungsi untuk menopang beban dari muatan kapal dan juga menerima beban berupa gelombang dari laut, dibutuhkan ketangguhan yang tinggi supaya tidak terjadi defleksi dan kebocoran pada lambung kapal. Dalam penelitian ini perlakuan panas Quenching-Tempering diberikan pada marine plat BKI grade A yang didapat dari PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Untuk mendapatkan ketangguhan yang tinggi, material di austenisasi pada temperatur 900C selama 15 menit lalu diikuti dengan Quenching menggunakan media air. Tempering di lakukan pada temperatur 150C, 200C dan 250C selama 20 menit degan media pendingin udara. Dilakukan pengujian impact dengan metode Charpy untuk mengetahui ketangguhan pada material marine plat BKI grade A sebelum dan sesudah diberi perlakuan panas Quenching-Tempering. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan energi impact pada kondisi normal sebesar 189.76 J dengan kondisi patah campuran, sementara untuk hasil uji impact tertinggi pada variasi suhu 250c dengan nilai sebesar 255.71 J dengan kondisi patahan fibrous fractur (ulet).
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KULIT KERSEN TERHADAP KEKUATAN TEKUK DAN TARIK KOMPOSIT DENGAN MATRIK EPOKSI TRI WAHYUDI, DEFI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material pembentuknya melalui campuran yang tidak homogen. Komposit memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, perakitan lebih cepat, dan mampu bersaing dengan logam dengan tidak kehilangan karakteristik dan kekuatan mekanismenya. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan material komposit dengan sifat yang lebih spesifik, salah satunya adalah penggunaan serat alam sebagai bahan baku penguat pada komposit. Penelitian ini menggunakan serat kulit kersen dengan matrik epoksi dan diaplikasikan pada busur panah sebagai bahan baru komposit alam yang ramah lingkungan dan mendukung gagasan pemanfaatan serat kersen menjadi produk yang memiliki ekonomi dan teknologi tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi fraksi volume serat yaitu 40%, 50%, 60%,dan 70%. Dalam penelitian ini spesimen uji tarik menggunakan standar ASTM D 638, sedangkan untuk uji bending menggunakan standar ASTM D 790. Untuk mengetahui sifat fisik dilakukan eksperimen perhitungan densitas dan pengukuran diameter serat.Dari penelitian ini nilai kekuatan tarik tetinggi pada fraksi volume 70% sebesar 70,30 MPa, dan nilai kekuatan bending tertinggi pada fraksi volume 70% sebesar 63,3 MPa. Hasil pengujian melihatkan bahwa material komposit serat kersen mengalami kenaikan kekuatan seiring bertambahnya fraksi volume serat.
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERAHADAP KEKERASAN MATERIAL BAJA S45C UNTUK APLIKASI POROS RODA SEPEDA MOTOR CATUR PRASETYO, HATTA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja S45C merupkan jenis baja ?Medium Carbon Steel? (0.3-0.5% C). Dengan kandungan karbon medium ini memungkinkan baja ini untuk ditingkatkan lagi sifat mekaniknya. Usaha menjaga agar logam lebih tahan gesekan atau tekanan adalah dengan cara memberi perlakuan panas pada baja, hal ini memegang peran penting dalam upaya meningkatkan kekerasan serta kekuatan baja sesuai kebutuhan. Dilihat dari fungsinya, baja karbon medium ini diklasifikasikan sebagai machinery steel baja yang biasa dipakai dalam komponen/sparepart seperti: roda gigi, coupling, pulley, axles, piston, rails (rel kereta api). Dalam penelitian ini dilakukan Perlakuan panas pada baja S45C dibutuhkan guna meningkatkan sifat mekanis untuk aplikasi poros roda sepeda motor. Baja S45C di panaskan pada suhu masing-masing 700ºC, 800ºC, 900ºC kemudian di quenching dengan air garam dan oli, Untuk membuktikanya, dilakukan pengujian kekerasan rockwell setelah dilakukan perlakuan panas. Hasil dari baja S45C yang telah diberi perlakuan panas kemudian dibandingkan kualitasnya dengan produk honda genuine part. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kekerasan material baja S45C hasil proses heat treatment yang memiliki nilai kekerasan yang terbaik untuk aplikasi poros roda sepeda motor yakni dengan pemanasan pada temperatur 700ºC dengan pendinginan cepat atau quenching oli dengan kekerasan sebesar 30,46 HRc Kata Kunci: Baja S45C, Poros, Proses Perlakuan panas, Temperatur hardening, Media pendingin, Uji Kekerasan Abstract Steel S45C is a type of steel "Medium Carbon Steel" (0.3-0.5% C). With this medium carbon content, this steel allows the mechanical properties to be improved. The effort to keep the metal more resistant to friction or pressure is by giving heat treatment to steel, this plays an important role in efforts to increase the hardness and strength of steel as needed. Judging from its function, medium carbon steel is classified as steel steel machinery commonly used in components / spare parts such as: gears, couplings, pulleys, axles, pistons, rails. In this study carried out heat treatment on S45C steel is needed to improve the mechanical properties for motorcycle wheel axle applications. S45C steel is heated at temperatures of 700ºC, 800ºC, 900ºC and then quenched with salt and oil water. To prove it, rockwell hardness was tested after heat treatment. The results of S45C steel that have been given heat treatment are then compared to the quality of Honda Genuine Part products. The results showed that the value of the hardness of the steel material S45C results from the heat treatment process which has the best strength value for the application of motorcycle wheel axle by heating at a temperature of 700ºC with rapid cooling or quenching oil with a hardness of 30.46 HRc, Keywords: S45C Steel, Shaft, Heat Treatment Process, Hardening Temperature, Cooling Media, Hardness Test and
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ANYAM DAN SERAT E-GLASS ACAK BERMATRIK EPOXY TERHADAP KEKUATAN BENDING SUBEKTI, FAJAR; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerusakan pada pipa air yang terbuat dari logam pada banyak kasus terjadi karena terjadinya korosi dan beban yang terjadi pada pipa karena massa pipa itu sendiri maupun faktor dari luar. Material sebagai bahan pembuat pipa air yang tahan terhadap korosi dan memiliki sifat mekanis yang baik diperlukan sebagai bahan alternatif pembuatan pipa air. Komposit merupakan alternatif material yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat pipa air karena memiliki sifat tahan korosi dan sifat mekanik yang baik. Jenis komposit hybrid dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuat pipa karena memiliki ketahanan terhadap korosi dan sifat mekanik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy terhadap kekuatan bending. Dengan perbandingan serat bambu dan serat E-glass sama. Variasi fraksi volume serat komposit hybrid 20%, 30%, 40% ,50%, dan 60%. Kemudian dibuat sampel komposit hybrid. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian bending untuk mengetahui kekuatan bending komposit hybrid. Pengujian bending dilakukan pada alat uji Universal Testing Machine (UTM) dengan standar pengujian bending ASTM D 7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy menunjukkan kecenderungan peningkatan kekuatan seiring dengan peningkaran fraksi volume serat dan kekuatan yang optimal pada fraksi volume serat 60% dengan nilai kekuatan bending 62,051 MPa. Pengamatan secara makroskopis menunjukkan fibre pullout yang sedikit dan merata pada bidang patahan serat E-Glass dan serat bambu. Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending. Abstract Damage to water pipes made of metal in many cases occurs due to corrosion and the load that occurs on the pipe due to the mass of the pipe itself and external factors. Material as a material for making water pipes that are resistant to corrosion and has good mechanical properties is needed as an alternative material for making water pipes. Composite is an alternative material that can be used as a water pipe maker because it has corrosion resistance properties and good mechanical properties. Hybrid composite types can be used as alternative pipe makers because they have corrosion resistance and good mechanical properties. This study aims to determine the effect of hybrid composite fiber volume fraction with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix on bending strength. With the comparison of bamboo fiber and E-glass fiber the same. Variation of hybrid composite fiber volume fraction 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. Then a hybrid composite sample is made. The test is bending testing to determine the bending strength. Bending testing is carried out on Universal Testing Machine (UTM) test equipment with standard ASTM D 7264 bending testing. The results showed that hybrid composites with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix showed a tendency to increase strength along with the increase in fiber volume fraction and optimal strength in 60% fiber volume fraction with 62,051 MPa bending strength. Macroscopic observation shows that the pullout fibers are little and evenly distributed in the fracture fields of E-Glass fibers and bamboo fibers. Keywords: Hybrid Composite, E-Glass Fibre, Bamboo Fibre, Volume Fraction, Bending Strength.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HIBRID BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT IJUK (ACAK-ANYAM-ACAK) TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MATRIK POLYESTER SAKTI LAVIYANDA, OKTA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit hibrid yang merupakan gabungan dari beberapa lapisan penguat serat berbeda yang disusun dengan jumlah dan urutan tertentu dan diikat dengan matrik polimer, dimana sifat mekanis dari masing?masing serat berbeda. Dalam penelitian ini digunakan matriks polyester BQTN 157, serat pohon aren (ijuk), serat E-Glass dan katalis methil ethyl keton peroxide. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hibrid berpenguat serat E-Glass acak dan serat ijuk anyam susunan lamina acak-anyam-acak terhadap kekuatan tarik bermatrik poliester. Bahan komposit hibrid dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Pengujian tarik komposit menggunakan standart ASTM D638. Pengamatan visual dengan foto makro dilakukan untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat beban pengujan tarik dan pengujian geser. Hasil penelitian komposit hibrid berpenguat serat ijuk dan serat E-Glass acak-anyam-acak dengan resin polyester menggunakan fraksi volume serat 10:35, 15:30, 22.5:22.5, 30:15, dan 35:10 (% volume). Pada fraksi volume serat 10:35 memperoleh kekuatan tarik tertinggi yaitu 129.02 MPa, sedangkan pada fraksi volume 35:10 menghasilkan kekuatan tarik terendah yaitu 77.48 MPa. Kata kunci : Komposit Hibrid, Fraksi Volume, E-Glass, Ijuk, Kekuatan Tarik, Poliester.
RASIO UKURAN PARTIKEL DAN TEMPERATUR PEMANASAN BATU KAPUR UNTUK MENINGKATKAN KADAR BIOETHANOL DARI TETES TEBU PRASNADY, ANJAR; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya peningkatan kadar ethanol menggunakan distilasi single state pada umumnya menggunakan garam dan silika gel mendapatkan hasil kadar ethanol maksimum 96%. Hasil tersebut tidak memenuhi standar bioethanol dari Dirjen EBTKE No. 722 K/10/DJE/2013. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan lain menggunakan batu kapur. Penelitian pengembangan ini menggunakan batu kapur dengan variasi ukuran partikel mesh 20, 40, 60, 80 dan 100 serta temperatur pemanasan 110°C dan 120°C. Proses pemanasan dilakukan selama 30 menit. Pada proses distilasi massa batu kapur 7 gram. Uji karakteristik dilakukan pada bioethanol yang dihasilkan dengan kadar tertinggi sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ethanol terbaik didapat sebesar 99,71% pada ukuran mesh 80 dan temperatur pemanasan 120°C. Karakteristik bioethanol tetes tebu sudah memenuhi standar. Kata Kunci: bioethanol, batu kapur, standar bioethanol
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ACAK DAN E-GLASS ANYAM DENGAN RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING RIYANTO, ADETYA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid bambu acak dan serat e-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan bending. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat e-glass anyam, bambu acak, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat selang-seling dimana bagian luar serat bambu. Variasi fraksi volume 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian bending menggunakan standar ASTM D790-02. Komposit diamati secara visual untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian bending. Pada pengujian bending diperoleh kekuatan bending rata-rata tertinggi pada fraksi volume serat 40% yaitu sebesar 102 MPa, sedangkan untuk kekuatan bending rata-rata terendah diperoleh pada fraksi volume serat 20% yaitu sebesar 39 MPa. Mekanisme kegagalan yang terjadi dari hasil pengujian bending secara makro menunjukakan hasil terbaik pada fraksi volume serat 40%.Pada fraksi volume 40% ikatan interface cukup baik hanya sedikit serat yang mengalami fiber pull out dan matrik crack juga berkurang menandakan ikatan interfacial sangat baik.Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending.

Page 1 of 2 | Total Record : 14