cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
PENGARUH POSISI PELETAKAN KATUP BUANG TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM Muhajir Safaruddin, Ah.; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir merupakan salah satu faktor kebutuhan pokok yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Air juga sebagai sumber kehidupan yang sangat di butuhkan baik diperkotaan maupun di perdesaan khususnya masyarakat yang belum terjangkau listrik dan kesulitan dalam memperoleh air bersih dan memperoleh air bersih harus menempuh perjalanan yang jauh.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistika deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam table dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi peletakan katup buang terhadap kinerja pompa hidram. Pompa hidram yang digunakan pada penelitian ini memiliki diameter pipa inlet 1 inchi, dengan sudut 45º dan panjang 4 m dan diameter pipa discharge 0,5 inchi, panjang 4 m dengan menggunakan volume tabung udara 0,0028 m3, sedangkan variasi posisi peletakan katup buang adalah 5 cm, 10 cm , 20 cm. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada perancangan pompa hidram didapatkan hasil yang paling optimal adalah pada jarak 10 cm dengan ketinggian inlet 1,75 meter, volume tabung udara 0,0028 m3 dan ketinggian discharge 4 m. Dengan kapasitas discharge sebesar 1,41 liter/menit, efisiensi pompa 38,17%. Sedangkan efisien terendah yaitu pada jarak 20 cm, dengan nilai efisiensi sebesar 34,07% dan kapasitas discharge 1,39 liter/menit. Kata Kunci : Pompa Hidram, peletakan katup Buang, Kapasitas discharge, Efisiensi.AbstractWater is one of the most important and inseparable inseparable in human life also other living things. Water is also a source of life that is needed both in cities and rural areas. Especially, people who have not been reached by electricity and difficulties in obtaining clean water with long distances. The research is using experimental method. The data analysis technique this study use quantitative descriptive statistical, which graphically describes the results of research in tables and graphs. The research was conducted to determine the effect of the position the exhaust valve on the performance hydraulic pump. Hydram pump used this research has a diameter of 1 inch inlet pipe, with an angle of 45º and a length of 4 m and a discharge pipe diameter of 0.5 inches, a length of 4 m using the air tube volume 0.0028 m3, while the variation of the position of the exhaust valve is 5 cm, 10 cm, 20 cm. The results of this research indicate that the design of the hydraulic pump most optimal results is at a distance of 10 cm with an inlet height of 1.75 meters, air tube volume 0.0028 m3 and discharge height of 4 m. With a discharge capacity of 1.41 liters / minute, pump efficiency is 38.17%. While the lowest efficient is at a distance of 20 cm, with an efficiency value of 34.07% and a discharge capacity of 1.39 liters / minuteKeywords: Hydram pump, laying of discharge valve, discharge capacity, efficiency.
STUDI EKSPERIMEN KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN BAJA KARBON PEGAS DAUN AISI 1095 PADA MOBIL KIJANG KAPSUL 7K-EFI TAHUN 2000 DENGAN PERLAKUAN PANAS TEMPERING ADITAMA, RESKY; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI EKSPERIMEN KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN BAJA KARBON PEGAS DAUN AISI 1095 PADA MOBIL KIJANG KAPSUL 7K-EFI TAHUN 2000 DENGAN PERLAKUAN PANAS TEMPERINGResky AditamaS1 Teknik Mesin Manufaktur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaE-mail : reskyaditama@mhs.unesa.ac.idArya Mahendra SaktiJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaE-mail: aryamahendra@unesa.ac.idAbstrakSistem suspensi berfungsi untuk meredam getaran, dan meredam guncangan yang diterima kendaraan saat di jalan. Pada pengaplikasian baja pegas pada mobil kijang kapsul 7K-EFI tahun 2000 sering dijumpai beberapa masalah, misalnya patah pada salah satu lapisan baja pegas akibat sering menerima beban karena jalan yang bergelombang atau berlubang, elastisitas pegas dapat menurun setelah digunakan karena pegas terus menurus menerima gaya tarik saat menerima beban dan kembali ke bentuk semula, pegas akan menjadi panas mengakibatkan struktur pegas akan berubah dan pegas akan mengalami deformasi, pegas akan menjadi lebih keras dan elastisitas pegas akan menurun, lama kelamaan pegas akan mencapai titik lelah akibat umur lelah pegas yang sudah terlampaui, dan pegas akan mengalami putus. Perlakuan panas tempering bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan dan keuletan baja. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu tempering 420°C, 540°C, dan 660°C. Benda kerja yang digunakan pada proses tempering adalah baja pegas baru mobil kijang kapsul AISI 1095. Sesudah proses pemanasan dilakukan tahap selajutnya, benda kerja akan dilakukan pengujian kekuatan tarik, dan kekerasan. Hasil pengujian kekuatan tarik dan kekerasan semakin tinggi proses pemanasan tempering maka kekuatan tarik dan kekerasan semakin menurun namun keuletan baja akan meningkat. Penurunan kekuatan tarik optimal terjadi pada temperatur 660?C sebesar 657,08 Mpa, keuletan baja meningkat optimal pada temperatur 660?C sebesar 8,94%. Kekerasan mengalami penurunan paling tinggi terjadi pada temperature 660?C sebesar 34,95 HRC, menurun sebesar 31,6% dari kekerasan raw material sebesar 51,17 HRC.Kata kunci: Tempering, AISI 1095, Pegas Daun, Kekuatan Tarik, KekerasanAbstractThe suspension system serves to reduce vibration, and reduce the shock that the vehicle receives when on the road. In the application of spring steel to the 7K-EFI capsule kijang car in 2000 there were several problems, such as breaking on one spring steel layer due to frequent loads due to bumpy or perforated roads, spring elasticity can decrease after use because the spring continues to receive the pull force when receiving the load and returning to its original form, the spring will become hot causing the spring structure to change and the spring will deform, the spring will become harder and the elasticity of the spring will decrease, over time the spring will reach fatigue due to the tiredness of the spring that has been exceeded, and the spring will break. Tempering heat treatment aims to improve the toughness and tenacity of steel. This research was carried out by varying the tempering temperature of 420 ° C, 540 ° C, and 660 ° C. The workpiece used in the tempering process is the new spring steel capsule kijang AISI 1095. After the heating process is carried out the next step, the workpiece will be tested for tensile strength, and hardness. The test results of tensile strength and hardness the higher the tempering heating process, the tensile strength and hardness decreases but the steel tenacity will increase. The optimal reduction in tensile strength occurred at 660?C at 657.08 Mpa, the steel tenacity increased optimally at 660?C at 8.94%. Hardness experienced the highest decline occurred at 660?C of 34.95 HRC, a decrease of 31.6% from raw material hardness of 51.17 HRC.Keywords: Tempering, AISI 1095, Leaf Spring, Tensile Strength, Hardness
STUDI EKSPERIMEN PENAMBAHAN TEMPERATUR PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKASARAN DAN KEKERASAN PERMUKAAN JAUHARI, FAJAR; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hot turning adalah metode pemesinan yang dilakukan pada peralatan mesin konvensional di mana benda kerja dipanaskan sebelum operasi pemotongan dilakukan dan dengan demikian mengurangi kekuatan gesernya. Pelunakan benda kerja adalah metode yang lebih efektif daripada memperkuat alat pemotong dalam mesin konvensional. Dampak dari proses penambahan temperatur juga akan mempengaruhi sifat material, bahwa fase atau struktur dari logam berubah dengan kenaikan temperatur yang dengan sendirinya mempunyai konsekuensi terhadap sifat-sifat mekanisnya seperti : tarik, tekan, geser, puntir, lengkung dan tekuk, termasuk juga kekerasan pada material. Proses hot turning dilakukan pada temperatur 300-320°C menggunakan AISI 4140 dengan kekerasan 44 HRC. Hasil pengujian kekasaran permukaan menunjukkan bahwa proses hot turning menghasilkan penurunan kekasaran dari teoritisnya yaitu 3,401 µm. Hasil pengujian kekerasan permukaan terlihat bahwa proses hot turning menghasilkan penurunan kekerasan sebesar 42,4 HRC. Kata kunci : Hot Turning, Baja AISI 4140, Kekasaran Permukaan dan Kekerasan Permukaan. Abstract Hot turning is a machining method carried out on conventional machine tools where the workpiece is heated before the cutting operation is carried out and thus reduces its shear strength. Softening workpieces is a more effective method than strengthening cutting tools in conventional machines. The impact of the process of adding temperature will also affect material properties, that the phase or structure of the metal changes with increasing temperature which in itself has consequences for mechanical properties such as: tensile, pressing, shearing, twisting, bending and bending, including hardness in the material . The hot turning process is carried out at temperatures of 300-320 ° C using AISI 4140 with a hardness of 44 HRC. The results of surface roughness testing showed that the hot turning process resulted in a decrease in roughness from the theoretical level of 3.401 µm. The results of the surface hardness test showed that the hot turning process resulted in a decrease in hardness of 42.4 HRC. Keywords : Hot Turning, AISI 4140 Steel, Surface Roughness and Surface Hardness..
PENGARUH MEDIA PENDINGIN PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKERASAN DAN KEAKURASIAN DIMENSI , RAVIANTO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pemesinan selalu tidak terlepas dengan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi suatu produk. Salah satu dari mesin produksi yang umum digunakan di industri adalah mesin bubut ada beberapa metode yang digunakan untuk membubut benda kerja salah satunya adalah proses hot turning. Proses hot turning akan berpengaruh terhadap tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Jenis media pendingin akan mempengaruhi tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Sehingga perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi media pendingin proses hot turning terhadap tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan baja AISI 4140. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin pada proses hot turning menggunakan LPG Heating System terhadap kekerasan dan akurasi dimensi baja AISI 4140. Manfaat dalam penelitian ini dapat dijadikan refrensi sebagai acuan untuk melakukan proses pemesinan dengan metode hot turning, khususnya mesin bubut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen, menggunakan baja AISI 4140, dengan ukuran diameter 22 mm dan Panjang 150 mm yang berjumlah 9 buah benda kerja. Proses hot turning menggunkan mesin bubut konvensioanal dan pembubutan rata muka. Variabel bebas pada penelitian antara lain, air, air garam dan temperatur 740-7600C. Sedangkan variabel terikatnya adalah kekerasan dan keakurasian dimensi. Kemudian dari 9 benda kerja tersebut masing-masing benda kerja ditentukan 3 titik untuk dilakukan uji kekerasan permukaan dan 3 titik untuk dilakukan uji keakurasian dimensi permukaan. Dari hasil nilai kekerasan proses hot turning tanpa perlakuan sebesar 45,45 HRC. Sedangkan nilai kekerasan benda kerja paling tinggi ialah media pendingin air garam dengan kekerasan sebesar 59,79 HRC dengan kenaikan 29,81% dan kekerasan paling kecil diperoleh oleh media pendingin air dengan kekerasan sebesar 57,80 HRC dengan kenaikan 27,17%. Sedangkan media air garam menghasilkan perubahan akurasi dimensi yang paling besar dengan penyimpangan 0.11 mm bila dibandingkan dengan air. Kata kunci : Hot Turning, Variasi Media Pendingin,Kekerasan, dan Akurasi Dimensi. Abstract The machining process is always inseparable from the tools used to produce a product. One of the production machines commonly used in industry is a lathe, there are several methods used to turn workpieces one of which is a hot turning process. The hot turning process will affect the level of hardness and the dimensional accuracy of the workpiece surface. The type of cooling media will affect the level of hardness and the dimensional accuracy of the workpiece surface. So it is necessary to examine how the effect of cooling media variations on hot turning process on the level of hardness and surface dimensions accuracy of AISI 4140 steel. The purpose of this study was to determine the effect of cooling media on the hot turning process using LPG Heating System for hardness and dimensional accuracy of AISI 4140 steel. this research can be used as a reference as a reference for the machining process with the hot turning method, specifically a lathe. The research method used was the experimental method, using AISI 4140 steel, with a diameter of 22 mm and a length of 150 mm which amounted to 9 pieces of workpiece. The hot turning process uses conventional lathes and flat turning. The independent variables in the study included water, salt water and temperature 740-7600C. While the dependent variables are dimensional violence and accuracy. Then from the 9 workpieces, each workpiece is determined by 3 points for surface hardness testing and 3 points for surface dimension accuracy tests. From the results of the hardness value of the untreated hot turning process is 45.45 HRC. While the highest value of workpiece hardness is salt water cooling media with a hardness of 59.79 HRC with an increase of 29.81% and the smallest hardness obtained by water cooling media with a hardness of 57.80 HRC with an increase of 27.17%. Whereas salt water media produces the greatest change in dimensional accuracy with a deviation of 0.11 mm when compared to water. Keywords : Hot Turning, Cooling Media Variation, Hardness, and Dimensional Accuracy.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN CENTRIFUGAL CASTING PADA PROSES PENGECORAN ALUMINIUM TERHADAP KEKERASAN DAN POROSITAS RENDIANA PUTRA, LEO; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembuatan pipa metode tradisional masih menggunakan proses bending dan pengelasan untuk membuat sebuah pipa dan pembuatan platnya menggunakan pengecoran tuang sehingga sering terjadinya porositas dan kekerasan yang menurun akibat dari pembekuan yang terlalu lama. Solusinya yaitu membuat pengecoran dengan metode centrifugal casting karena memiliki keunggulan proses pembekuan yang bisa diatur kecepatannya, dapat memproduksi pipa tanpa sambungan, dan Menghasilkan produk coran yang relatif bebas dari gas dan porosity . Proses pengecoran dilakukan dengan mengatur kecepatan putar motor menggunakan variasi kecepatan 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm dengan menggunakan aluminium paduan sebagai bahan utamanya selanjutnya dilebur dengan suhu 600°C hingga mencair dan dituangkan kedalam mesin centrifugal casting. Sebagai pendukung dilakukan uji kekerasan Rockwell, uji porositas, uji Dye penetran, dan uji kebocoran. Hasil penelitian dari pengaruh variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm berturut-turut sebesar 27,4 HRB, 34,7 HRB, dan 62,7 HRB. Porositas pada variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm yaitu berturut-turut sebesar 4,3%, 3,4%, dan 2,1%. Pada pengujian dye penetran dapat dilihat semakin cepat putaran mesin maka semakin sedikit porositas pada bagian diameter luar pipa. Pada pengujian kebocoran dengan variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm tidak ditemukan kebocoran pada pipa tersebut. Simpulan dari penelitian ini bahwa kecepatan putar mesin centrifugal casting mempengaruhi kekerasan dan porositas. Kecepatan putar mesin yang optimum untuk meningkatkan kekerasan terdapat pada kecepatan 1500 rpm dengan kekerasan sebesar 62,7 HRB dan kecepatan putar mesin yang optimum untuk meminimalisir porositas terdapat pada kecepatan 1500 rpm dengan porositas sebesar 2,1%. Saran pada saat pengecoran menggunakan pemanas untuk memanaskan cetakan agar cairan logam aluminium dapat membeku secara merata hingga ujung cetakan. Kata kunci : centrifugal casting, Aluminium paduan, ASTM E 18
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KULIT BATANG KERSEN DENGAN SERAT KARBON TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID DENGAN MATRIK POLIESTER Erlangga, Dimas; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan komposit pada masa ini mengalami peningkatan dikarenakan kebutuhan akan bahan material yang memiliki kekuatan serta harga yang ekonomis, selain itu material jenis komposit memiliki sifat ramah lingkungan, tahan terhadap korosi sehingga lebih diunggulkan dibandingkan material jenis logam.. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, dan mekanisme kegagalan komposit dengan matrik poliester. Penelitian ini akan diaplikasikan pada panel panjat tebing sebagai material yang ramah lingkungan dan mendukung serat alam sebagai bahan komposit. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil pengujian tarik kekuatan rata-rata pada variasi fraksi volume 0% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 95% matrik adalah 61,1 MPa, 5% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 90% matrik adalah 62,6 MPa, 10% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dan 85% matrik adalah 63,7 MPa, 15% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 80% matrik adalah 67 MPa, dan 20% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dan 75% matrik adalah 69,2MPa. Kata Kunci: komposit, serat kulit batang kersen, serat karbon, poliester, fraksi volume, dan uji tarik.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.

Page 1 of 3 | Total Record : 25