cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 20 Documents clear
ANALISIS KEKERASAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA SS400 MENGGUNAKAN METODE PACK CARBURIZING MEDIA ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI KONSENTRASI SERBUK CANGKANG KEONG MAS SEBAGAI KATALISATOR HADI, NACHLAH; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cangkul merupakan alat pertanian yang digunakan dalam proses pengolahan tanah. Bereedarnya cangkul China di pasaran membuat pande besi cangkul Indonesia kalah bersaing dengan produk China dari segi kualitas kekerasan mata cangkul. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kualiatas kekerasan permukaan bahan pembuatan cangkul yaitu, SS400 dengan menggunakan metode pack carburizing. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni eksperimen kualitatif dan eksperimen kuanitatif dengan proses pack carburizing material baja SS400 dimasukkan ke dalam kontainer yang sudah terisi campuran serbuk arang tempurung kelapa dan serbuk arang cangkang keong mas dengan konsentrasi serbuk arang cangkang keong mas 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari 300 gram, kemudian bejana ditutup dipanasakan menggunakan muffle furnace dengan temperatur 9500C, holding time 60 menit dan quenching dengan media air. Pengujian yang digunakan uji kekerasan berskala vickers dan uji struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pack carburizing dengan variasi konsentrasi serbuk arang cangkang keong mas 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% berpengaruh terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro baja SS400. Nilai kekerasan yang tertinggi dari hasil penelitian ini adalah variasi 40% serbuk arang cangkang keong mas dan 60% serbuk arang tempurung kelapa sebesar 906,7 HV. Hasil pengujian struktur mikro terbentuk fasa martensit dan fasa perlit pada permukaan material baja SS400. Kata kunci : baja SS400, pack carburizing , serbuk arang cangkang keong mas, variasi konsentrasi, kekerasan, struktur mikro. Abstract Hoe is an agricultural tool used in the process of tillage. The circulating of Chinese hoe the market has made Indonesian hoe iron pellers unable to compete with Chinese products in terms of the quality of hoe defense. Therefore a study was conducted with the aim of iproving the surface defenses of the hoe making material, SS400 by using the carburizing method. The method used in this study is a qualitative and quanitative reserch using SS400 steel carburizing material package put into a container that has been filled with a mixture of coconut shell charcoal powder and shell snail charcoal powder with mas of 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% of 300 grams, then the container is closed and heated using muffle furnace with a temperatur of 9500 C, holding time 60 minutes and quenching with water. The testing used test hardess testing vickers and microstructure. The results of this study indicate that the pack carburizing process with a variation mas shell snail charcoal powder 10%, 20%, 30%, 40$, and 50% effect on hardness and microstructure of steel SS400 the value of the highest violence from the results of this research is a variation mas 40% shell snail charcoal powder and 60% of coconut shell charcoalpowder 906.7 HV. The results of the testing phase martensit formed microstructure and material surface steel perlit SS400. Keywords : Steel SS400, pack carburizing, charcoal powder of snail shell, , hardness, microstructure.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADA PEMBUATAN PIPA TIMAH (SN) DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING DWI TYASTANDO, RONALDO; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan berjalannya waktu metode pengecoran cukup berkembang salah satunya metode pengecoran dengan centrifugal casting, pada metode tradisional terjadi porositas atau cacat ruang dan nilai kekerasan yang menurun akibat pembekuan yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap kekerasan dan porositas pembuatan pipa timah menggunakan mesin centrifugal casting. Pengecoran dalam penelitian ini menggunakan metode centrifugal casting dan memberikan variasi temperature tuang yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran dengan suhu 235°C, 255°C, 275°C.. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah timah (Sn). Pengujian pada penelitian ini yaitu pengujian kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi temperatur tuang terhadap kekerasan hasil coran. Pada hasil pengujian kekerasan pada temperatur tuang 235°C memiliki nilai kekerasan tertinggi yaitu sebesar 61,2 HRB, pada temperatur tuang 255°C nilai kekerasan semakin menurun yaitu 54,9 HRB dan pada temperatur tuang 275°C terdapat nilai kekerasan terendah sebesar 43,3HRB. Kata kunci: Timah (Sn), Centrifugal Casting, Temperatur Tuang, Kekerasan Abstract As time goes by casting methods sufficiently developed one foundry with centrifugal casting method, the traditional method of porosity or defects occur space and hardness value decreased due to freezing of time. The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the hardness and porosity cast lead pipe manufacture using centrifugal casting machine. The casting in this study using a centrifugal casting method and provide castings temperature variations that can affect the mechanical properties of casting product with a temperature of 235° C, 255 ° C, 275 ° C.. This research is an experimental research. The material used in this study is a tin (Sn). Testing in this study is testing hardness. The results showed that there was a significant effect on temperature variations casting product castings to violence. In the hardness test results at a temperature of 235 ° C castings have the highest hardness value that is equal to 61.2 HRB, at a temperature of 255 ° C pour decreasing hardness value is 54.9 HRB and at a temperature of 275 ° C castings are the lowest hardness value of 43.3HRB. Keywords: Tin (Sn), Centrifugal Casting, Casting Temperature, Hardness.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN CENTRIFUGAL CASTING PADA PROSES PENGECORAN TIMAH TERHADAP POROSITAS JAMAL ABDUH, MUHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah pengecoran dimulai ketika manusia mengetahui mencairkan logam dan membuat cetakan, dengan berjalannya waktu dan kemajuan teknologi maka metode pengecoran logam mulai berkembang, salah satunya yaitu metode centrifugal casting. Pengecoran pembuatan pipa berbahan timah paduan (Sn) dengan menggunakan metode centrifugal casting pada variasi kecepatan putar. Tujuan dari variasi kecepatan putar adalah dan meniminalisir porositas pada material, variasi kecepatan yang digunakan adalah 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm. Pada proses pengecoran material timah paduan (Sn) dipanaskan hingga 231?C sampai mencair. Kemudian cairan timah dituangkan kedalam cetakan centrifugal casting dan mengatur variasi kecepatan putar. Sebagai pendukung maka dilakukan uji porositas, dan dye penetrant. Hasil dari porositas penelitian pengaruh dari variasi kecepatan putar 500 rpm ,1000 rpm, 1500 rpm berturut-turut sebesar 5,6%, 3,7%, dan 2,5% dan pada dye penetrant. Variasi kecepatan putar yang optimum untuk meminimalisir porositas dan dye penetrant adalah 1500 rpm dengan 2,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin cepat kecepatan putar centrifugal casting maka dapat meminimalkan porositas material.
ANALISA KEKAUATAN TARIK DAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KELAPA DAN TEBU DENGAN PERENDAMAN NAOH DAN MENGGUNAKAN RESIN POLYESTER Heru Rahmanto, Mochammad; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide penelitian ini berawal dari kondisi di industri maritim yang memproduksi kapal-kapal berbahan non-logam yang dibangun di galangan kapal besar, dimana kapal non-logam tersebut kurang berkembang dengan baik karena cara pembuatannya masih tradisional. Penelitian ini menggunakan bahan serat sabut kelapa dan tebu sebagai serat penguat komposit dengan perendaman NaOH 5%. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan bahan alternatif baru untuk produksi kapal. Proses pembuatan spesimen komposit menggunakan metode hand lay-up dengan fraksi volume berbeda dengan susunan serat discontinus. Volume fraksi volume yang digunakan adalah 40% serat dan 60% resin sebagai perbandingannya. Hasil analisa menunjukan bahwa perendaman NaOH 5% mempengaruhi kekuatan tarik dan kekuatan impact komposit. Kekuatan tarik tertinggi terjadi pada jenis variasi dengan perlakuan NaOH pada fraksi volume serat tebu 30% dan kelapa 10% dengan nilai 11,73 kg/mm2, sedangkan kekuatan impact tertinggi terjadi pada jenis variasi tanpa perlakuan NaOH pada fraksi volume serat tebu 20% dan kelapa 20% dengan nilai 0,4766 J/mm2. Hasil analisa data diperoleh dari pengaruh NaOH pada spesimen uji kekuatan impak mengalami penurunan nilai kekuatan impact di semua variasi fraksi volume yang diteliti. Sedangkan pengaruh NaOH pada spesimen tarik mengalami peningkatan kekuatan tarik, kecuali pada spesimen dengan fraksi volume serat kelapa 30% dan tebu 10%. Perlakuan NaOH juga meningkatkan nilai modulus elastisitas seluruh variasi spesimen, kecuali pada spesimen dengan fraksi volume serat kelapa 10% dan tebu 30%.Kata kunci : komposit, serat kelapa, serat tebu, NaOH, ASTM, uji tarik, uji impak.
ANALISIS KEKERASAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA SS400 PADA METODE PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN MEDIA ARANG TONGKOL JAGUNG DENGAN VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN Abdul Azis, Muhammad; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah mengimpor cangkul dari China untuk memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri. Dengan beredarnya cangkul China di pasaran membuat produk cangkul dalam negeri kalah bersaing dari segi kualitas kekerasannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kualitas kekerasan permukaan bahan pembuat cangkul, yaitu material baja SS400 dengan menggunakan metode pack carburizing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur pemanasan 8500C, 9000C, dan 9500C pada metode pack carburizing menggunakan media arang tongkol jagung terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro baja SS400. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni eksperimen pack carburizing material baja SS400 dimasukkan ke dalam kontainer yang sudah terisi campuran arang tongkol jagung 155 gram ditambah kalsium karbonat (CaCo3) sebanyak 30 gram, kemudian kontainer ditutup dan dipanaskan menggunakan muffle furnace dengan temperatur 8500C, 9000C, dan 9500C, holding time 90 menit dan quenching media air. Penelitian menggunakan uji kekerasan berskala vickers dan uji struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pack carburizing dengan variasi temperatur pemanasan 8500C, 9000C, dan 9500C berpengaruh terhadap kekerasan dan struktur mikro baja SS400. Nilai kekerasan tertinggi dari hasil penelitian ini adalah variasi temperatur pemanasan 950?C sebesar 808,1 HV. Hasil pengujian struktur mikro terbentuk fasa martensit dan perlit pada permukaan material baja SS400. Kata kunci : baja SS400, pack carburizing , tongkol jagung, variasi temperatur pemanasan, kekerasan, struktur mikro. Abstract The government imported from China to make ends meet of domestic hoe. With the release of Chinese hoe in the market, hoe domestically made products less competitive in terms of quality hardness. Therefore do research with the aim of improving the quality of the surface hardness of the hoe making materials, namely steel material SS400 by using the method pack carburizing. This study conducted to know influence of temperature variation warming 8500C, 9000C, and 9500C in pack carburizing method using corn cob charcoal media against the surface hardness and microstructure of steel SS400. The method is experimental pack carburizing steel SS400 material put in a container already filled mix charcoal plus 155 grams of corn cobs calcium carbonate (CaCO3) as much as 30 grams, then the container is closed and using a muffle furnace heated to a temperature 8500C, 9000C, and 9500C, Holding time 90 minutes and quenching with water media. The test used in this study using vickers hardness test scale and micro structure test. These results indicate that the pack carburizing process with variations in heating temperature 8500C, 9000C, and 9500C affect hardness and microstructure of steel SS400, the hardness Value of the highest of the results of this study are the variation of the heating temperature 950?C of 808,1 HV. The results of testing the micro structure of the formed phase martensite and pearlite on the surface of the steel material SS400. Keywords : Steel SS400, pack carburizing, corn cobs, variations in heating temperature, hardness, microstructure
PENGARUH SUSUNAN KOMPOSIT MATRIKS SERAT ALAM (KELAPA DAN TEBU) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT ZAINUR RAMADHANI, MUHAMMAD; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa yang utama di dunia dan berada di daerah tropis pada kondisi wilayah yang mendukung. Jenis serat alam merupakan bahan alternatif komposit, karena keberadaannya berlimpah dan murah serta tergolong sebagai limbah. Salah satu serat alam yang saat ini banyak dikembangkan yaitu serat kelapa dan tebu. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh susunan serat komposit matrik. Metode awal pembuatan komposit berpenguat serat alam (kelapa dan tebu) ini menggunakan cetakan kaca. Serat yang akan dibuat komposit dilakukan perlakuan alkali dengan menggunakan NaOH 5%. Dengan menggunakan resin merk polyester yukalac BQTN157 dan katalis metyl ethyl keton peroxide atau disebut MEKPO. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up, dengan menyusun serat kelapa dan tebu dengan sudut kemiringan (30°,45°,60°) sebagai variabelnya. Adapun proses pengujian tarik menggunakan standart ASTM D3039-07 dan pengujian impact menggunakan ASTM D5942-96 dilakukan di Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh susunan pada komposit berpenguat serat kelapa dan tebu, Dapat disimpulkan bahwa hasil dari uji tarik dan impact ini bisa diambil sebagai spesimen terbaik dengan susunan serat tebu 90° dan kelapa 60° yang memiliki kekuatan impact nilai rata-rata sebesar 0,4693 J/mm2 dan pada variasi susunan serat kelapa 90° dan tebu 45° yang memiliki kekuatan tarik yaitu sebesar 10,43kg/mm2 dengan nilai modulus elastisitas yaitu sebesar 819,3 kg/mm2. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komposit berpenguat serat kulit batang kelapa-serat tebu dengan matrik poliester dapat digunakan sebagai konstruksi kapal non-metal.Kata kunci : komposit, serat kelapa, serat tebu, uji tarik, uji impact.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADA PEMBUATAN PIPA ALUMINIUM DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING SAMSODIN, MOH; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Akibat banyaknya pengunaan aluminium juga menimbulkan masalah terhadap banyaknya limbah aluminium yang dampaknya berbahaya untuk lingkungan. Sehingga perlu dilakukan daur ulang dari limbah aluminium. Salah satu cara untuk mendaur ulang limbah aluminium adalah dengan pengecoran sentrifugal atau centrifugal casting. Centrifugal casting cocok digunakan untuk pengecoran pipa. Pembuatan pipa berbahan aluminium komersial dengan memvariasikan temperatur tuang menggunakan mesin centrifugal casting. Tujuan dari variasi temperatur tuang untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap kekerasan pada proses centrifugal casting. Variasi yang digunakan 680?C, 700?C, 720?C. Proses centrifugal casting yaitu dengan memanaskan aluminium dalam tungku hingga mencair pada temperatur yang diinginkan, kemudian cairan aluminium dimasukkan ke dalam cetakan centrifugal casting, dan tunggu hingga aluminium membeu selama 2 menit. Setelah mendapatkan hasil coran dilakukan pengujian kekerasan untuk mengetahui berpengaruh atau tidaknya variasi temperatur tuang. Hasil uji kekerasan yang didapat seiring naiknya temperatur tuang nilai kekerasan semakin menurun, pada temperatur tuang 680?C, 700?C, 720?C dengan nilai kekerasan 77,4 HRB, 75,3 HRB, 71,23 HRB. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini semakin tinggi temperatur tuang semakin rendah nilai kekerasan.Kata kunci : centrifugal casting, temperatur tuang, aluminium paduan, uji kekerasan.
KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL DENGAN BILAH BERALUR DALAM TIPE SEMI TERTUTUP CAHYA VERGIANSYAH, RIZKY; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impeller merupakan salah satu bagian terpenting dari pompa sentrifugal yang dapat mempengaruhi performa pompa. Hal yang perlu dilihat dari performa pompa adalah nilai efisiensi, NPSH, Head dan kebisingan dari pompa. Penambahan riblet dengan memberikan alur dalam pada sudu impeller dapat meningkatkan performa dari pompa tetapi untuk lebih mengetahui performa pompa sentrifuggal dengan cara memvariasi kecepatan motor dan temperatur air. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi bentuk alur dalam pada impeller, variasi kecepatan dan variasi temperatur air. Dalam variasi alur dalam menggunakan impeller jumlah sudu 8 tanpa alur, sudu 8 dengan riblet beralur dalam lurus dan riblet beralur dalam sinusoidal riblet width (w) = 2 mm, Spacing (s) = 3,4 mm, Height (h) = 1,7 mm. Variasi kecepatan putar motor yaitu 1500, 2000 dan 2500 rpm sedangkan variasi temperatur air 30°C. Dalam penelitian ini penambahan alur dalam pada impeller memberi dampak positif pada kapasitas, head, npsh dan juga efisiesi pompa. Untuk impeller dengan alur dalam sinusoidal mendapatkan nilai kapasitas, head, npsh dan juga efisiesi pompa tertinggi yaitu 54 LPM, 13,04 m dan efisiensi pompa 49,38 % berada pada suhu 30°C dan kecepatan 2500 RPM sedangkan nilai npsh 9,99 m pada suhu 30°C dan kecepatan 1500 RPM. Pada impeller alur dalam lurus menghasilkan efisiensi pompa 47,04%, nilai head 12,42 m pada suhu 30°C kecepatan 2500 RPM dan sedangkan nilai npsh 9,73 m pada suhu 30°C dan kecepatan 1500 RPM. Dan nilai kebisingan yang paling rendah adalah 65,7 dB berada pada kecepatan 1500 RPM di semua impeller Kata Kunci : pompa sentrifugal, riblet, npsh, efisiensi
PENGARUH VARIASI BENTUK EXHAUST MANIFOLD PADA DIESEL PARTICULATE TRAP BERBAHAN DASAR KUNINGAN DAN WIRE MESH STAINLESS STEEL TERHADAP PERFORMA MESIN DIESEL 4 LANGKAH FAIQOTIN NISA, IHDAA; , WARJU
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin diesel merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai mesin penggerak utama di beberapa alat transportasi. Kelebihan mesin penggerak diesel seperti efisiensi pembakaran yang lebih tinggi. Sedangkan kelemahannya yaitu tingkat kepekatan asap dari mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin. Salah satu teknologi untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin diesel adalah diesel particulate trap (DPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi exhaust manifold pada DPT berbahan dasar kuningan dan wire mesh stainless steel terhadap performa mesin diesel 4 langkah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian yang digunakan adalah mesin Isuzu Panther tahun 2005. Variabel bebas yaitu knalpot standar dan knalpot eksperimen (1 exhaust manifold dan 4 exhaust manifold). Variabel terikat yaitu performa mesin (torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar). Standar pengukuran performa mesin adalah SAE J1349. Standar pengukuran konsumsi bahan bakar adalah SNI 7554:2010. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan DPT kuningan dan wire mesh stainless steel dapat meningkatkan performa mesin (torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar) pada mesin Isuzu Panther tahun 2005. Dibandingkan dengan knalpot standar, DPT dengan variasi 1 exhaust manifold dapat meningkatkan torsi sebesar 7,65%, dan untuk variasi 4 exhaust manifold sebesar 11,01%. DPT dengan variasi 1 exhaust manifold dapat meningkatkan daya sebesar 11,15%, dan untuk variasi 4 exhaust manifold sebesar 14,47%. DPT kuningan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dengan presentase reduksi rata-rata sebesar 13,09% untuk variasi 1 exhaust manifold dan 18,14% untuk variasi 4 exhaust manifold. Kata Kunci: Diesel particulate trap, kuningan, wire mesh, performa mesin
PENGARUH BUKAAN KATUP AIR DAN VARIASI DIAMETER NOZZLE PADA REACTOR TRAPPING GASIFIKASI BIOMASSA CANGKANG SAWIT TERHADAP KUALITAS NYALA API FARRASIANDI HUDA W, MUHAMMAD; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era sekarang bahan bakar minyak merupakan salah satu energi yang dekat dengan masyarakat. Namun makin hari minyak bumi semakin menipis seiring banyaknya permintaan dan tak menutup kemungkinan akan habis. Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan bahan bakar alternatif yang lebih efisien dan dapat diperbarui sehingga dapat digunakan terus menerus. Potensi dalam mengaplikasikan biomassa di Indonesia juga cukup besar. Cangkang kelapa sawit adalah salah satu bahan baku biomassa yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental deskriptif kuantitatif dan kualitatif bertujuan untuk mengetahui pengaruh bukaan katup air dan variasi diameter nozzle terhadap kualitas nyala api yag ditinjau dari tinggi nyala api, temperatur nyala api, lama nyala api, dan warna nyala api. Obyek yang digunakan adalah gasifier tipe updraft. Variasi dilakukan dengan cara mengatur bukaan katup sebesar 70, 80, 90 pada tiap - tiap ukuran diamter nozzle sebesar 0,3 mm, 0,4 mm, 0,5 mm. Kemudian diamati bagaimana hasil kuantitatif dari tinggi nyala api, temperatur nyala api, lama nyala api, dan kualitatif warna nyala api. Hasil dari penelitian gasifikasi biomassa cangkang sawit didapatkan bahwa diameter nozzle 0,3 mm dan bukaan sudut katup 90 merupakan diameter lubang dan bukaan katup terbaik dengan temperatur api 383, lama nyala 12 menit, hasil kualitatif warna api didominasi dengan biru, sedangkan nyala api tertinggi dihasilkan dengan diameter nozzle 0,5mm dengan bukaan katup 70 yaitu sebesar 36cm. Kata kunci : nozzle, katup, cangkang sawit, biomassa

Page 1 of 2 | Total Record : 20