cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSENTRASI SISWA DENGAN HASIL KETEPATAN JUMPING SMASH BULUTANGKIS STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS DI SMP NEGERI 2 SIDOARJO Nursyaifudin Zuhri, Farid; , NURHASAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabang olahraga bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang ada di Indonesia dan perkembangan olahraga bulutangkis ini sangat membanggakan. Bulutangkis adalah olahraga raket untuk dua atau empat orang, dengan struktur temporal yang dicirikan oleh tindakan durasi pendek dan intensitas tinggi. Jumping Smash merupakan salah satu teknik penting dalam permainan bulutangkis karena untuk mendapatkan poin harus melakukan jumping smash ke area lawan. Pada saat melakukan Jumping Smash siswa fokus berkonsentrasi agar bisa lebih maksimal dalam mendapatkan poin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil ketepatan jumping smash bulutangkis serta mengetahui seberapa besar sumbangan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil jumping smash bulutangkis. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan desain yang digunakan adalah korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Grid Concentration Test untuk mengukur tingkat konsentrasi siswa dan tes ketepatan jumping smash menggunakan instrumen test jumping smash james poole. Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel sebanyak 20 siswa menunjukkan bahwa, rata ? rata status konsentrasi siswa adalah 13,60 dan hasil jumping smash bulutangkis adalah 23,25. Berdasarkan analisis spearman menunjukkan bahwa, tingkat konsentrasi siswa dengan hasil jumping smash bulutangkis memiliki nilai sig. (0,786 > 0,447), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil ketepatan jumping smash bulutangkis pada peserta ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Sidoarjo. Kata kunci : konsentrasi Siswa, Jumping Smash Bulutangkis Abstract Badminton is one of the most popular sports in Indonesia. Furthermore, the development and achievement are also quite amazing. Badminton is included in racquet sport which is commonly played by two to four people with a temporal structure characterized by short duration and high-intensity actions. Jumping smash is one of the most important techniques in badminton. it is essential to do jumping smash to the opponent?s area to gain points. The students need to fully concentrate while executing jumping smash. thus, they can successfully gain more points. The purpose of this study was to find out the correlation between the students? concentration level and their jumping smash accuracy in badminton. This study belongs to a non-experimental study that had been conducted by using a correlational research design. There were two research instruments used by the researcher in conducting this study. First, Grid Concentration Test Questionnaire was used to measure the students? concentration. The second, The students? jumping test accuracy was measured by Jumping Smash James Poole. It showed that the students? concentration status mean was 13.60 and their score of the jumping smash was 23.25. Based on the Spearman analysis, it was indicated that the significant value of the correlation between the students? concentration level and their jumping smash score was 0.786 > 0.447 which means that Ha was accepted and Ho was rejected. Regarding the result, it can be concluded that there is a significant relationship between the concentration level and the jumping smash accuracy of the students joining the badminton extracurricular in Junior High School 2 Sidoarjo. Keywords: Students? concentration, Badminton, Jumping Smash
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASING BAWAH BOLAVOLI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 PRAMBON NGANJUK VIJAY KUMAR, IVAN; INDAHWATI, NANIK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu wadah yang dapat membantu siswa untuk dapat berkembang secara menyeluruh. Dalam proses pembelajaran pasing bawah bolavoli guru sepenuhnya mengambil peran penuh dalam proses pembelajaran. Pembelajaran modifikasi permainan dapat dijadikan sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan hasil belajar khususnya materi pasing bawah bolavoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran metode modifikasi permainan terhadap hasil belajar pasing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMPN 2 Prambon Nganjuk dan jika ada, seberapa besar pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar pasing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMPN 2 Prambon Nganjuk. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Prambon Nganjuk tahun ajaran 2017-2018 yang terdiri dari 9 kelas. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII-9 dengan jumlah 30 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-8 dengan jumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar pasing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMPN 2 Prambon Nganjuk. Dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test keterampilan 0,044 ? 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Modifikasi Permainan, Pasing Bawah Bolavoli Abstract Physical Education is a platfrom for student to grow well. In a underhand pass learning procces, teacher is totally in charge. Modification game learning method could be an effective way to improve the learning result, especially learning material regarding underhand pass volleyball. This research aims to know the impact of the game modification learning method to the student VIII Junior High School 2 Prambon Nganjuk underhand pass learning result. This research used quasi-experiment with quantitative approach. The research design was Randomized Group Pretest Posttest Design. Population in this research is all students included 9 classes of VIII grade Junior High School 2 Prambon Nganjuk. The sample in this research were 30 students of VIII-9 as an experiment group and 30 students of VIII-8 as control group. Lased on the data analysis, it can be concluded there is an impact of game modification in learning result. It can be proven from pre-test and post-test skill 0,044 ? 0,05 that shows H0 is accepted while Ha is rejected.Key Terms: Game modification, Under pass volleyball
SURVEI TINGKAT STATUS GIZI PADA SISWA KELAS 1 SD SE-KECAMATAN JAMBANGAN KOTA SURABAYA OKTAWIYANTO, JATI; SRI WAHJUNI, ENDANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gizi merupakan suatu proses organisme dari makanan yang dikonsumsi untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, fungsi normal organ-organ tubuh, serta menghasilkan energi. Penentuan survei status gizi di Indonesia berdasarkan keputusan menteri kesehatan tahun 2010 menggunakan Indeks Masa Tubuh/Umur (IMT/U), dengan begitu pengukuran tingkat status gizi ini difokuskan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan anak yang nantinya dihitung menggunakan rumus IMT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat status gizi siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambangan kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambagan kota Surabaya yang berjumlah 360 dari 7 sekolah dasar (SD). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan dan umur sebagai alat untuk pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan standar deviasi dan perhitungan rata-rata (mean). Hasil penelitian ini berupa: (1) Rata-rata tinggi badan siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambangan kota Surabaya sebesar 120,2 cm dengan standar deviasi sebesar 6,5. (2) Rata-rata berat badan siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambangan kota Surabaya sebesar 23,3kg dengan standar deviasi sebesar 6,5. (3) Rata-rata IMT siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambangan kota Surabaya sebesar 15,9 dengan standar deviasi sebesar 3,4. (4) Persentase status gizi siswa kelas 1 SD se-Kecamatan Jambangan kota Surabaya dengan kategori gizi sangat kurus sebanyak 4% (15 siswa); kategori gizi kurus sebanyak 8% (29 siswa); kategori gizi normal sebanyak 66% (237 siswa); kategori gizi gemuk sebanyak 7% (24 siswa) dan kategori gizi obesitas sebanyak 15% (55 siswa). Kata Kunci : Kelas 1 SD, Status gizi. Abstract Nutrition is a food-organisms which is needed by human to maintain life, normalize body functions, and produce energy. Nutritional status can be determined by Body/Age Index (BMI/U). Thus, level of nutritional status measurement focuses on measuring the childs height and weight by BMI formula. The purpose of this study is to find the nutritional status level of first grader elementary school students in Jambangan sub-district in Surabaya. The population of this study were 360 students of first grader elementary school students from 7 different elementary schools in Jambangan sub-district, Surabaya. Descriptive quantitative method was used in this study. The data collection techniques in this study were height, body weight and age measurements. The data analysis techniques in this study were the standard deviation calculation and mean. This study found that (1) the average height of first grader elementary school students in the Jambangan sub-district of Surabaya was 120.2 cm with a standard deviation 6.5; (2) the average body weight of first grader elementary school students in the Jambangan sub-district of Surabaya was 23.3 kg with a standard deviation 6.5; (3) the average BMI of first grader elementary school students in the Jambangan sub-district of Surabaya is 15.9 with a standard deviation 3.4; (4) the percentages of nutritional status level of the first grader elementary school students in Jambangan sub-district, Surabaya city are 8% (29 students) for too underweight nutrition category, 4% (15 students) for underweight nutrition category, 66% (237 students) for normal nutrition category, 7% (24 students) for overweight nutrition category, and 15% (55 students) for obese nutrition category. Keywords: First grader, Nutritional status level.
PERBANDINGAN PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA SEKOLAH SWASTA DI DAERAH KOTA DAN PELOSOK KABUPATEN JEMBER SETYO SARWIYONO, ALAMSYAH; DOLORES HASIANE NASUTI, JUANITA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan pendidikan adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang bertujuan mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik bagi kehidupan diri sendiri dan masyarakat. Dengan demikian perlu adanya pembinaan perilaku hidup sehat manusia itu sendiri, khususnya siswa sekolah swasta di daerah kota (SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan) dan siswa sekolah swasta di daerah pelosok (SMP PGRI 1 Tempurejo) kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku hidup sehat siswa di SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan dan SMP PGRI 1 Tempurejo kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif non-eksperimen dengan menggunakan desain komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sekolah swasta di daerah kota dan sekolah swasta di daerah pelosok dengan jumlah 25 sekolah swasta di daerah kota dan 12 sekolah di daerah pelosok. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggabungkan antara stratifid random sampling dan cluster rundom sampling yang dimana setiap daerah dapat memilih secara acak sekolah yang akan diteliti serta tiap sekolah diwajibkan mengambil data secara strata dari kelas 7,8 dan 9 masing-masing 1 kelas. Sedangkan untuk analisis data menggunakan chi-square (uji normalitas). Berdasarkan hasil penelitian, gambaran perilaku hidup sehat siswa sekolah swasta di daerah kota (SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan) yang masuk dalam kategori sangat kurang 3 siswa (3,57%), kategori kurang 59 siswa (70,23%) kategori cukup 22 siswa (26,19%) sedangkan gambaran perilaku hidup sehat siswa sekolah swasta di daerah pelosok (SMP PGRI 1 Tempurejo) yang masuk dalam kategori sangat kurang 2 siswa (3,70%), kategori kurang 31 siswa (54,40%), dan kategori cukup 21 siswa (38,88%). Sedangkan nilai signifikan variabel adalah 0,000 dan lebih kecil dari alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat siswa sekolah swasta di daerah pelosok (SMP PGRI 1 Tempurejo) lebih baik dari pada siswa sekolah swasta di daerah kota (SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan). Kata Kunci: kesehatan, perilaku, siswa sekolah menengah pertama Abstract Education is a teaching and learning process which aims to change someones behavior to be better for themselves and society. There is a need to build healthy behavior, especially private schools student in the urban area (Muhammadiyah 6 Wuluhan Middle School) and rural area (PGRI 1 Tempurejo junior high school) in Jember. The purpose of research is achieving a healthy life behaviors. This was a non-experimental comparative study by using comparative design. The population in this study are 25 private schools in urban areas and 12 private schools in rural area. The multistage random sampling technique was conducted by combining stratified random sampling and cluster random sampling. Totally, there were 138 samples from rural and urban area were in this study. The data was analysis by chi-square (normality test). In the urban area, there are 3 students in the very less category, 59 students in the less category, and 22 students in enough category. Meanwhile in rural area, there are 2 students in the very less category, 31 students in less category, and 21 students in enough category. The significant value of the variable is 0,000 and it is smaller than alpha 0.05. Based on the results of the study and discussion, it can be concluded that the healthy life behavior of Tempurejo 1 PGRI junior high school students is better than Muhammadiyah 6 Wuluhan Middle School. Keywords: health, behavior, healthy living behavior, junior high school students
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE PANJANG FOREHAND PADA BULUTANGKIS WAHYU ASPRILA, BRENDA; , NURHASAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media audio visual (video) merupakan salah satu metode pengajaran yang dapat digunakan di materi yang akan disampaikan,contohnya materi servis panjang dalam pengajaran bulutangkis. Mengunakan media audio visual (video) kegiatan belajar lebih menarik, kalau hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja , tetapi juga melakukan aktivitas lain seperti melihat, mencoba, mempraktekan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan pengembangan menggunakan media pandang dengar di pembelajaran service panjang forehand pada bulutangkis pada siswa kelas XI IPA 1 SMAN 12 Surabaya. Semua siswa kelas XI IPA 1 SMAN 12 adalah yang di buat penelitian. Di penelitian mengunakan cara cluster random sampling yang diacak tujuh kelas dan terpilihlah salah satunya yaitu kelas XI IPA 1 yang berjumlah 36 siswa siswi. Penelitian ini mengunakan penelitian ekperimen semu, dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini memakai One Group Pretest Posttest Design. Perlakuan yang diterapkan yaitu pengajaran service panjang forehand bulutangkis selama 2x pertemuan. Cara pengumpulan data menggunakan tes service panjang forehand yang dilakukan 2 kali yaitu saat tes awal (pretes) dan tes akhir (postest). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest 21,69 sedangkan posttest 25,50. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna atau terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media audiovisual (video) terhadap hasil belajar service panjang forehand bulutangkis pada siswa kelas XI IPA 1 SMAN 12 Surabaya. Peningkatan yang dihasilkan dari penerapan media audiovisual (video) terhadap hasil belajar service panjang forehand bulutangkis sebesar 17,5 %. Kata Kunci : Service forehand, bulutangkis, media, audio visual Abstract Audiovisual or video is a media which can be used to deliver the materials in the teaching and learning process. In physical education, one of the materials that can be delivered through audiovisual media is long forehand serve in badminton. The utilization of video in the teaching-learning process enables the students not only to listen teachers explanations, but also to do the other learning activities such as observing, executing, and demonstrating. This study aimed to find out the effect of audiovisual media utilization toward students? long forehand badminton serve learning outcomes. The population of this study was the students of XI Science 1 in SMAN 12 Surabaya. The sample was determined by cluster random sampling technique. The researcher randomly chosen 36 students from XI Science 1 as research samples. This study is a quasi-experimental study which was conducted by using the quantitative approach. Moreover, One Group Pre-test Post-test Design was chosen as the research design and the long forehand badminton serves learning was conducted as a treatment in two meetings. In addition, the data were collected through long forehand badminton service pre-test and post-test. The results of this study showed that the average result of the pre-test was 21.69 while the post-test was 25.50. Moreover, the paired t-test value was 0,000. It means there is a significant effect from the treatment toward the results. The long forehand badminton serve learning outcomes improvement average is 17.5%. Keywords: Service forehand, badminton, media, audio visual
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN DALAM MATA PELAJARAN PJOK TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS ZULQARNAIN, DWIKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan sehari-hari semua manusia membutuhkan sesuatu untuk dipelajari, dengan kata lain manusia membutuhkan pengetahuan. Pengetahuan adalah salah satu aspek terpenting untuk bertahan hidup di masyarakat. dan salah satunya pendidika jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) pengetahuan olahraga memiliki beberapa proses yang dapat dipelajari melalui aktifitas fisik. Alasan utama peneliti menggunakan masalah ini adalah perilaku jujur siswa, disiplin, kerja tim, dan kepercayaan diri. Hasil dari badan koordinasi keluarga berencana (BKKBN) menunjukkan bahwa 51% wanita pelajar di jabodetabek sudah pernah melakukan seks pra-nikah, sedangkan hasil surve di Surabaya menunjukkan bahwa presentase remaja perempuan yang masih lajang sudah hilang kegadisannya mencapai 54% medan 52% bandung 47% dan Yogyakarta 37%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan dan seberapa besar hubungan itu terhadap perilaku seks bebas di SMA Negeri 1 Driyorejo gresik, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan populasi dan sampel, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi pearson dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Dari hasil kuisioner persentase pengetahuan siswa tentang kesehatan kategori sangat baik sebanyak 20% (13 siswa) kategori baik sebanyak 29% (18 siswa) kategori sedang 35% (22 siswa) kategori cukup 6% (4 siswa) kategori kurang 10% (5 siswa). Dari hasil uji korelasi untuk pengetahuan kesehatan dalam mata pelajaran PJOK terhadap perilaku seks bebas mendapatkan nilai signifikasi sebesar 0.764 > 0.05. dengan kata lain bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara dua variabel.tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi misalkan kurangnya pengawasan diluar rumah,kurangnya Pendidikan agama, dan banyaknya acara dimedia elektronik atau media sosial yang kurang mendidik serta faktor eksternal lainnya. Kata Kunci : Pendidikan Olahraga, Perilaku Seks Bebas, Pendidikan Seks Abstract Everyone needs something to learn in their life. In other word, they need knowledge. Knowledge is one of the most important aspects to survive in society. One of the knowledge is about human body, physical education (PE). The knowledge of sports have some process that can be learn through physical activities and sports including reproduction organs. The main reason researcher using this problems as the title is to develop students honest behavior, discipline, team work and confidence. The result from Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) shows that 51% female students in jabodetabek already had sex before marriage. Meanwhile, the result of survey that shows female students who are still single but had already lost her virginity are much about 54%, medan 52%, bandung 47, and yogyakarta 37%. The purpose of this study are to find out the relationship between health knowledge and how big the relationship between medical knowledge and behavior in SMA 1 Driyorejo Gresik. This study was conducted by using class XI students at SMA Negeri Driyorejo as reserch sample. This study used pearson correlation with data collection by questionnaires. From the results of the questionnaire, the percentage of students? knowledge about heath is very good as 20% (13 students), in the good category as much as 29% (18 students), medium category 35% (22 students), in yhe category enough 6% (4 students), and in the category of less than 10% (5 studentss). In other word, that there is no meaning relationship between the two variabel but there other factors that influence the lack of supervision outside the house, lack of religious education, and the number of program in electronic media or social media that are less educative, and other external facts.Keywords: Physical Education, sexual behavior, sex education
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMAN 4 SIDOARJO DAN SMAN 1 GEDANGAN FEBRIANTO BW, YOHANES; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga sangat penting bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang sehat dan bugar. Dalam lingkungan sekolah, kesehatan dan kebugaran siswa dicapai melalui kegiatan olahraga yang diaplikasikan ke dalam ekstrakurikuler Taekwondo. Penelitian ini berupaya mengetahui (1) berapa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 sidoarjo, (2) berapa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 1 Gedangan, (3) Perbedaan mana yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan di SMAN 1 Gedangan. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dianalisa secara statistik untuk menguji hipotesis uji-t (beda antar kelompok). Dari hasil perhitungan uji-t menunjukkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,049 > 0,05, maka dapat disimpulkan hipotesis tidak diterima. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Gedangan. Hal tersebut dikarenakan kesamaan yaitu, ekstrakurikuler di kedua sekolah tersebut memiliki jadwal latihan yang sama dengan satu minggu dua kali pertemuan dan durasi latihan dua jam. Maka siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Gedangan sama-sama memiliki aktivitas gerak yang relatif sama, dan berada dalam rentang umur yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan kebugaran jasmani. Kata kunci : Kebugaran Jasmani,Ekstrakurikuler,Taekwondo Abstract Sport is incredibly necessary for humans to attain a healthy and a fitness life. Within the school atmosphere, students? health and fitness are achieved through sports activities that are applied to Taekwondo self-defense as an extracurricular. This study seeks to find out (1) what physical fitness level of Taekwondo extracurricular students at Senior High School 4 Sidoarjo, (2) what physical fitness level of Taekwondo extracurricular students at Senior High School 1 Gedangan, and (3) the difference which is better between physical fitness students who participate Taekwondo at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan as extracurricular activity. The research type is non-experimental research with a quantitative approach. Hypotheses were analyzed statistically to test the t-test hypothesis (the difference between groups). From the results of the t-test calculation, it shows the Sig (2-tailed) value is 0.49 (> 0.05), it can be concluded hypothesis is not accepted. In other words, there is no significant difference in the level of physical fitness between students who take Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan. This is because similarities, namely, extracurricular activities in both schools have the same training schedule with one week two meetings and two hours of training duration. Then students who take Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan both have relatively similar motion activities and are in the same age range. So, there is no difference in physical fitness. Furthermore the extracurricular activities in each schools have an equivalent training schedule with two meetings or exercises in one week and two hours of coaching length. In conclusion, there?s no distinction in level of physical fitness among students who join Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan. Keywords : Physical Fitness, Extracurricular, Taekwondo
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMP NEGERI DI KECAMATAN PORONG WOROZAQ BANGUN ASYARY, MEILANA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan memiliki peranan penting bagi proses perkembangan manusia. Dalam ranah pendidikan di sekolah, pendidikan merupakan proses belajar mengajar antara pendidik atau guru dengan peserta didik atau murid yang di dalamnya terdapat aktivitas belajar baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah sarana bagi siswa yang ingin mengembangkan atau meningkatkan kemampuan bakat yang dimiliki, sehingga siswa bebas memilih ekstrakurikuler apapun yang diminati yang telah disediakan atau dilaksanakan oleh pihak sekolah, salah satunya dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dukungan orang tua terhadap siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri di Kecamatan Porong. 2) Mengetahui besarnya hubungan dukungan orang tua terhadap siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri di Kecamatan Porong. Sasaran penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri di Kecamatan Porong dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 41 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif dan korelasional. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket dukungan orang tua dan minat siswa yang diadaptasi dari Purwanto (2008: 82-83) . Hasil analisa statistik didapatkan nilai nilai rhitung 0,216 ? rtabel 0,3008 dengan Sig = 0,174 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak ada hubungan dukungan orang tua terhadap siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri di Kecamatan Porong. Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, MinatSiswa, Ekstrakurikuler Bola Voli. ABSTRACT Education has an important role in human development. School education is a teaching and learning process between educator or teacher with students, which there are learning activities both intracurricular and extracurricular. Extracurricular means an activity for students who want to develop or enhance their talents in out of school time.So they are free to choose any extracurricular that they are interested in.All extracurricular activity are provided or carried out by the school, one of them is volleyball extracurricular. The purpose of this study are (1) to determine whether there is any relationship between parents support for students participation in volleyball extracurricular activities at the State High Junior School in PorongSubdistrict and 2) Knowing the magnitude of the relationship between parents support to students participation in volleyball extracurricular activities at the State High Junior School in PorongSubdistrict. The population of this study wereall student of State High Junior School in PorongSubdistrict and the number of samples were 41 students. The data analysis used descriptive and correlational quantitative statistical methods. While the data retrieval process was carried out using parental support questionnaires and student interests that were adapted from Purwanto (2008: 82-83). The results of the statistical analysis showed that the value ofrcount 0,216 ? rtable 0,3008 with Sig = 0,174 ? ? = 0 , which means that H0 was accepted and Ha was rejected.So there was no relationship of parental support for students in volleyball extracurricular activities in State High Junior School in PorongSubdistrict. Keywords: Parental Support, Student Interest, Extracurricular of Volleyball.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLAVOLI TONY HENDRIAWAN, ADE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam masyarakat didalam pembelajaran terdapat beberapa metode. Metode ceramah yang dilaksanakan guru sebelumnya kurang bisa diterima oleh siswa dengan baik maka dalam penelitian ini akan menerapkan pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya guna meningkatkan hasil belajar passing atas bolavoli pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Srengat. Adanya pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat, dan besarnya pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat.Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat sebanyak 30 siswa. Jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif . Berdasarkan pada uji T yaitu nilai signifikan pengetahuan pre test dan post test mempunyai nilai Thitung sebesar -6.688 > Ttabel 1,699 dengan sig = 0,000 < ? = 0,05 dan aspek ketrampilan pre test dan post test mempunyai nilai Thitung sebesar -3.808 < Ttabel 1,699 dengan sig = 0,001 < ? = 0,05 yang sesuai dengan kriteria pengujian. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam prosentase peningkatan dibuktikan dengan hasil presentase aspek pengetahuan sebesar 14,22 % sedangkan aspek keterampilan sebesar 16,44%. Kata kunci : Metode pembelajaran tutor sebaya, passing atas bolavoli Abstract Education is one of the important activities in the society. Within the teaching and learning process itself, there are several methods. Lecturing method which is used to be applied by the teacher is not able to be accepted by the students well. Thus, this research applied peer tutor in teaching and learning process in order to improve the volleyball overhead pass learning result of 7 grade students in Srengat 2 State Junior High School. The influence of peer tutor method to the volleyball overhead pass learning result of 7A class in Srengat 2 State Junior High School and the magnitude of peer tutor method?s influence to the volleyball overhead pass learning result of 7A class in Srengat 2 State Junior High School were under investigated. The subject of this research were 30 learners of 7A class in Srengat 2 State Junior High School. The type of this research was quasi-research with quantitative approach. Based on the T test, it was found that the knowledge significant score of pretest and posttest had the Tvalue as much as -6.688 > Ttable 1,699 with sig = 0,000 < ? = 0,05 and skill aspect?s pretest and posttest had Tvalue as much as -3.808 < Ttabel 1,699 with sig = 0,001 < ? = 0,05 which was suitable with the testing criteria. This result shows that there are significant influence in the improvement percentage which was proven by the knowledge percentage result as much as 14,22 % while the skill aspect?s percentage result as much as 16,44%. Keywords: peer tutor learning method, volleyball overhead pass
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DENGAN PERILAKU DISIPLIN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DILA PRATIWI, GALLUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran pendidikan, jasmani, olahraga dan kesehatan memegang peranan penting dalam perilaku disiplin siswa. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa dalam pembelajaran pendidikan, jasmani, olahraga dan kesehatan yang pertama faktor internal seperti minat dan emosi, yang kedua faktor eksternal yaitu sanksi dan situasi. Tujuan penelitian ini pun untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal yang diterapkan guru dengan perilaku disiplin siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada siswa IX SMP Negeri 29 Surabaya. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX dengan jumlah populasi 400 siswa. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 38 siswa kelas IX-A dan 30 siswa kelas IX-C dengan jumlah semua sampel 68 siswa. Metode dalam menganalisa data ini menggunakan metode statistik kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket komunikasi interpersonal guru dan instrumen angket disiplin siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Hasil dalam penelitian ini yang berjudul hubungan komunikasi interpersonal guru dengan perilaku disiplin siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terdapat hubungan sebesar 35,9% terhadap siswa kelas IX-A dan IX-C SMP Negeri 29 Surabaya. Dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25 yaitu nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel (0.359>0.239). Kata kunci : Komunikasi Interpersonal Guru, Perilaku Disiplin Siswa. Abstract Physical education plays an important role in student?s discipline behavior. There are two factors affecting the student?s discipline behavior in physical education. First, internal factors which includes interests and emotions. Second, external factors such as consequence, and situation. The purpose of this study was to find out the relationship between teacher?s interpersonal communications and the students discipline behavior in learning physical education in ninth grader students of state junior high school 29 Surabaya. The population of this study were 400 students from ninth graders students of state junior high school 29 Surabaya. Totally, there were 68 research samples which were selected form 38 students of IX-A and 30 students of IX-C. Beside, this study used experimental quantitative research as a design. Thus, the research instruments were questionnaires about the teacher?s interpersonal communication and questionnaires which comprises the students? discipline in learning physical education. The result of this study entitled ?the relationship between teacher interpersonal communication and students discipline behavior in learning physical education? showed that there was a relationship with percentage 35, 9% towards students of IX-A and IX-C of SMP Negeri 29 Surabaya. From the calculation results using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 25, it was proven that the calculated r value is greater than the r table value (0.359> 0.239).Key words: Teacher?s Interpersonal Communication, Students? Discipline Behavior.

Page 3 of 11 | Total Record : 108