cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PENERAPAN DIMENSI KEPELATIHAN OLAHRAGA PENCAK SILAT MODEL JURUS SUROBOYO MAJU SIMPPATIK SIAP GERAK DI IPSI KABUPATEN MAGETAN SETYA PRASANTO, PERDANA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia. Sebagai suatu bela diri, pencak silat memiliki aspek sikap berani dalam kebenaran, tanggap, cermat tangguh dan ulet serta tabah terhadap cobaan dan tidak sombong yang harus ada di dalam kepribadian seorang pesilat. Kepribadian tersebut tumbuh dengan adanya pola kepelatihan pencak silat yang tepat. Menurut Purbodjati (2014: 26) dimensi kepelatihan olahraga pencak silat adalah ukuran yang mendeskripsikan seberapa luas indikator penentu yang efektif dalam kepelatihan olahraga pencak silat. Penerapan dimensi kepelatihan pencak silat yang baik bisa membawa manfaat bagi atlet pencak silat. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dimensi kepelatihan olahraga pencak silat Model Jurus Suroboyo Maju SIMPPATIK Siap Gerak yang diterapkan pada program kepelatihan di IPSI Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa angket yang diberikan responden yang terdiri atas atlet dan pelatih di IPSI Kabupaten Magetan. Setelah diperoleh data dari angket, dilanjutkan dengan perhitungan prosentase dan analisis menggunakan skala likert. Pencak silat is a sport that come from Indonesia. Such a self-defense sport, pencak silat has some aspects, including brave on truth, perceptive, formidable, careful, ductile, mettlesome of facing problem, andnot arrogant that must exist in athlete’s behaviour. With a good coaching, that behaviour will be owned by athlete. According to Purbodjati (2014: 26) pencak silat’s coaching dimension is a measurement which describe how comprehensive the determinants indicator that effective in pencak silat’s coaching. The implementation of a good pencak silat’s coaching will be useful for athlete. The purpose of this research is to know what kind of Model Jurus Suroboyo Maju SIMPPATIK Siap Gerak’s coaching dimension that implementation in IPSI Magetan Region. This research use qualitative descriptive method. The survey technique is given questionnaire to respondent. The respondent are athlete and coach of IPSI Magetan. After got data from questionnaire, then calculate the percentage and analysis the percentage by likert scale.
ANALISIS KAPASITAS VO2MAX ATLET GANTOLLE (STUDI PADA TIM PUSLATDA JAWA TIMUR CABANG OLAHRAGA GANTOLLE) FAHMA SETIAWAN, FARIZ
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   ANALISIS KAPASITAS VO2MAX ATLET GANTOLLE (Studi Pada Tim Puslatda Jawa Timur Cabang Olahraga Gantolle)   Olahraga Gantolleadalah olahraga Dirgantara yang membutuhkan daya tahan, tekhnik dan mental. Daya tahan merupakan salah satu syarat dalam melakukan olahraga ini yang diindikasikan dengan kapasitas VO2Max. Semakin baik daya tahan atlet semakin baik dan mudah seorang atlet melakukan latihan. Daya tahan aerobik sering pula disebut sebagai daya tahan sirkulasi-respirator atau daya tahan kardiovaskuler. Daya tahan aerobik sering pula digambarkan sebagai ambilan oksigen maksimum yang dilakukan oleh tubuh atau yang disingkat dengan VO2Max. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas VO2Max atlet Gantolle pada tim Puslatda Jawa Timur. Pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yang merupakan jenis penelitian dengan tujuan untuk menyelidiki keadaan, kondisi yang hasilnya dipaparkan dalam laporan penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 atlet Puslatda cabang olahraga Gantolle. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan tes MFT (Multistage Fitness Test). Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan didapat nilai rata – rata untuk VO2Max atlet Pustlatda cabang olahraga Gantolle sebesar 44,7ml/kb.BB/men dan bisa dikategorikan “Baik”. Dengan rincian 7 atlet (58,3%) termasuk dalam katogori Baik, 5 atlet (41,7%) termasuk kategori Sedang. Kata kunci : VO2Max, Daya Tahan Aerobik, Gantolle. ABSTRACT   VO2MAX CAPACITY ANALYSIS HANG GLIDING ATHLETES (Study of East Java Puslatda team of Hang Gliding Sport Branch) Aerospace hang gliding sport is a sport that requires endurance, technique and mental. Durability is one of the conditions of doing this sport which is indicated with a capacity VO2Max. The better the athlete, the better durability and easy an athlete doing exercises. Aerobic endurance is often referred to as resistance-circulation respirators or cardiovascular endurance. Aerobic endurance often described as maximum oxygen uptake were carried out by the body or abbreviated with VO2Max. This study aims to determine how much capacity VO2Max of hang gliding athletes on the team Puslatda East Java. In this study, using a qualitative descriptive study, which is a type of research with the aim to investigate the circumstances, conditions the results presented in the research report. The population in this study was 12 hang gliding sport athletes Puslatda. Data collection was performed by conducting tests MFT (Multistage Fitness Test). The conclusion is based on calculations that have been done obtained value - average for VO2Max Pustlatda hang gliding sport athletes 44.7 and could be categorized as "good". With details of 7 athletes (58.3%) included in categorized Good, 5 athletes (41.7%) including the Medium category. Keywords: VO2Max, Endurance Aerobics, Hang Gliding.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILLS ICKY SHUFFLE TERHADAP KELINCAHAN ASSYABANI, KHOIRUZZAMAN
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH LATIHAN LADDER DRILLS ICKY SHUFFLE TERHADAP KELINCAHAN Nama: Khoiruzzaman Assya’bani NIM: 12060484219 Program Studi: S-1 Jurusan: Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Drs. Achmad Widodo M.kes Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan Ladder drills icky shufle terhadap kelincahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pre test dan post test. Sampel penelitian sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kelincahan pada pre test sebesar 4,840 dan pada post test sebesar 3,105. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh tabellebih besar dari hitung (5,991>4,228) dan post test (5,991>3,317), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan Ladder drills icky shufle diperoleh thitung -20,8445 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 14 adalah 2,093. Karena thitung lebih besar dari ttabel (-20,8445< 2,977), maka Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan kelincahan sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan Ladder drills icky shufle. Kata Kunci : latihan, Ladder drills icky shufle, Kelincahan.
PERSEPSI PARA LANSIA USIA 60-74 TAHUNTERHADAP MASASEEKSTREMITASBAWAH ADIGUNA, TAUFIK
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPERSEPSI PARA LANSIA USIA 60-74 TAHUNTERHADAP MASASEEKSTREMITASBAWAHNama: Taufik AdigunaNIM: 12060484017Program Studi: S-1Jurusan: Pendidikan Kesehatan dan RekreasiFakultas: Ilmu KeolahragaanNama Lembaga: Universitas Negeri SurabayaPembimbing: Dr. Achmad Widodo, M.Kes.Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Manusiatidak secara tiba-tiba menjadi tua, tetapi berkembang dari bayi, anak-anak, dewasa dan akhirnya menjadi tua. Salah satu penyakit yang seringdikeluhkan para lansia adalah penyakit sendi terutamaosteoarthritis.osteoarthritisadalah nyeri pada persendian yang membuat penderitaseringkali takut untuk bergerak sehinngga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas.Penanganan nyeri sendi yang dapatdilakukan diantaranya dengan menggunakan terapi farmakologis (obat-obatan) dan terapi non farmakologis (terapi dengan perlakuan contohMasase,Akupuntur dan Fisioterapi). Menurut, (Grainger danCicutino,2004).Pengertian masase (pijat) adalah perbuatan dengan tangan(manipulasi) pada bagian-bagian lunak dari tubuh dengan prosedurmanual atau mekanik yang dilaksanakan secara metodismenurut(DitjenPendidikan Luar Sekolahan dan Olahraga, 1980/1981 : 3). Masyarakatpada umumnya jarang yang mengenal masase.Dari uraian tersebut,peneliti ingin mengetahui persepsi para lansia tentang masasesebagaisalah satu Penanganan nyeri sendi yang di alami para lansiadiRw02Kelurahan lidah Wetan usia 60-74 Tahun.xiiJenis penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptifkualitatif,penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan gejala,fenomena atau peristiwa tertentu.Hasil penelitian yang diperoleh dari30responden menunjukkanbahwa persepsipara lansiayang diukur dari indikator proses menerimarangsangan(Baik),fisiologi/anatomi(Sangat Baik), latar belakang,pengalaman, perhatian, gerakan manipulasi dalam masase, intensitas,ukuran, ulangan, sesuatu hal yang barumenyatakan(Baik).Maka dapatdisimpulkan bahwa persepsipara lansiaterhadap masase adalah baik.Kata Kunci:Persepsi,Lansia, danMasase.
ANALISIS TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA ANTARA ATLET SSB PETROGRES, BIMA AMORA, DAN PUTRA ZODIAC USIA 11-12 TAHUN RIZKY FAJAR, MUCHAMMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merosotnya prestasi tim sepakbola nasional di kancah Internasional beberapa tahun terakhir adalah salah satu akibat lemahnya penguasaan teknik dasar bermain sepakbola yang dimiliki sebagaian besar pemain Indonesia, sementara uji coba di luar negeri tidak banyak membuahkan hasil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keterampilan teknik dasar sepakbola seperti, mengoper bawah, mengoper atas, menembak, melempar kedalam, menanduk, menggiring dan menimang pada SSB Petrogres, Bima Amora, dan Putra Zodiac usia 11-12 tahun. Sehingga dapat bermanfaat untuk memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai keterampilan teknik dasar sepakbola pada pemain SSB Petrogres, Bima Amora, dan Putra Zodiac usia 11-12 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 pemain dari masing-masing SSB. Temuan penelitian yang didasarkan pada hasil tes secara keseluruhan sebagai berikut : SSB Petrogres mempunyai jumlah skor rata-rata 474,5 dan masuk dalam kategori sedang, SSB Bima Amora mempunyai jumlah skor rata-rata 470,4 dan masuk dalam kategori kurang, sedangkan dengan SSB Putra Zodiac mempunyai jumlah skor rata-rata 475,7 dan masuk dalam kategori sedang. Kata Kunci : Sepakbola, Keterampilan Teknik Dasar Sepakbola Usia Dini
PROFIL TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (VO2MAX) ATLET HOCKEY (FIELD) PUTRI SMAN 1 KEDUNGWARU TULUNGAGUNG NANDA YUDIANTI, MITHA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hockey adalah olahraga yang dilakukan dalam determinasi tinggi, sehingga setiap atlet pun dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang baik. Hal ini sudah jelas bahwa olahraga hockey membutuhkan komponen kondisi fisik yang prima. Ini membuktikan setiap atlet harus memiliki kapasitas aerobik maksimal atau VO2Max yang baik saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kebugaran jasmani VO2Max 15 atlet hockey putri di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik tes dan pengukuran dilakukan dengan lari multitahap (multistage fitness test) untuk mengukur kemampuan VO2Max. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Tingkat Kebugaran Jasmani (VO2Max) pada atlet hockey (field) putri SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, menunjukkan bahwa 2 atlet (13,3 %) masuk dalam kategori cukup dan 13 atlet (86,7 %) dikategorikan kurang,maka rata-rata kemampuan VO2Max atlet hockey (field) putri SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung adalah 32,38 ml/kg/min dan masuk dalam kategori kurang. Kata kunci : VO2Max, Hockey, Hockey putri SMAN 1 Kedungwaru Sport hockey is a sport that is performed in the determination, so that each athlete was required to have a good physical condition. It is already clear that hockey sport requires excellent physical condition components. This proves every athlete should have a maximal aerobic capacity or VO2Max was good at the game. This study aims to determine how the level of physical fitness (VO2Max) athletes 15 athletes in hockey female Kedungwaru 1 high school. This research use quantitative research with a descriptive approach. Engineering tests and measurements carried out with multistage running (multistage fitness test) to measure the ability of VO2Max. Based on the results of research and discussion, it can be concluded the level of physical fitness (VO2Max) athletes 15 athletes in hockey female Kedungwaru 1 high school,indicating that the two athletes (13.3%) in the category fairly and 13 athletes (86.7%) categorized less, then the average ability athlete's VO2max hockey (field) femaleKedungwaru 1 high school Tulungagung is 32.38 ml / kg / min and entered in the poor category. Keywords: VO2Max, Hockey, female Hockey Kedungwaru 1 high school
PEMBINAAN PRESTASI CLUB FUTSAL BINTANG 9 KABUPATEN GRESIK WAHYU PRASETYO, TONY
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE FOSTERING ACHIEVEMENT OF BINTANG 9 FUTSAL CLUB GRESIK REGENCY Name: Tony Wahyu Prasetyo SRN: 09060484056 Study Program: Bachelor Major: Education of Health and Recreation Faculy: Sport Science Institution Name: State University of Surabaya Advisor: Roy Januardi Irawan, S.Or. M.Kes Everyone needs exercise to make balance between body and suply that someone eats everyday. Besides, exercise also become people media in having recreation and entertainment which can make healty body. Exercise is not limited by people age. It means, old people and young people still need exercise in stabilizing their health. For young people, the most popular sport nowdays is futsal. Many futsal clubs reach their achievement in competition which they join. One of the futsal club is Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency which is being the object of this research with fostering achievement as it’s focus. In this research, the researcher used descriptive qualitative method. Descriptive means giving description about the condition of something objectively. Whereas qualitative means procedure of the research which produce words both spoken and written as the result about people act that is being observed. In this research, the researcher used 2 steps in gathering the data, those were; obseration and interview. Based on the research which was done by the researcher in the fostering achievement of Bintang 9 futsal club Gresik Regency. The researcher got the data as follows: 1. The coach recruitment must has sertificate from Indonesian Football Association of Gresik. The coach must has good tallent and experience in guiding school extracuricular. Then, the team must be the winner in competition or tournamen which the school join. 2. The athletes recruitment process in Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency is done by 2 systems. 3. The exercise and fostering achievement programs given by the coach in Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency are chategorized as a simple practice such as: control, passing, dribble and shooting are given in more duration. 4. The falities which is belong to Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency are nice and complete, those are: the yard which is located in Nicky Sport Center Paras Benjeng as the place of practicing. The Club also has some supporting equipment such as: 13 balls, 2 small wickets, 10 cones, and 10 pairs of vest. 5. The finance income of Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency is from 2 sponsorship those are Sport Cellular and Sport Apotek. Each gives amount of money with nominal Rp. 2.000.000 per month. Besides, other finance is from caretaker and athletes contribution. Therefore, it can be concluded that Fostering Achievement of Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency starts at good recruitment process, exercise and fostering achievement by qualified coaches, good finance income and sufficient facilities can improve the achievement of the club. Keywords: Fostering achievement, Bintang 9 Futsal Club Gresik Regency.
PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN ROPE JUMP DENGAN METODE INTERVAL TRAINING TERHADAP KECEPATAN PEMANJATAN ATLET PANJAT TEBING KATEGORI SPEED PUTRA KOTA MADIUN FAJAR PRATOMO, PUSPA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihanrope jump dengan metode interval training terhadap hasil pemanjatan atlet Panjat Tebing kategori speed putra Kota Madiun.Sasaran atau subjek penelitian adalah atlet Panjat Tebing Kota Madiun kategori speed putra yang berjumlah 2 orang atlet. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh dari seberapa cepat atlet mencapai puncak. Dua orang subjek penelitian melakukan latihan melompat tali dengan mengangkat kedua kaki secara bersamaan dan dilakukan secara berulang-ulang sebanyak tiga kali dalam satu minggu, selama enam minggu program pelatihan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat peningkatan kecepatan sebelum dan sesudah program pelatihan. Peningkatan pada subjek penelitian pertama sebesar 35,07% dan subjek penelitian kedua sebesar 9,76% pada minggu keenam program pelatihan
ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, AND THREAT (SWOT) FEDERASI HOCKEY INDONESIA (FHI) KOTA SURABAYA DWI RAHMAWAN, DHEKA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, AND THREAT (SWOT) FEDERASI HOCKEY INDONESIA (FHI) KOTA SURABAYA Nama: Dheka Dwi Rahmawan NIM: 11060484039 Program Studi: S-1 Jurusan: Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas: Ilmu Keolahragaan Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Dr. Ivo Haridito, M.S FHI Kota Surabaya merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang prestasi tertua di Jawa Timur. Sekarang mulai bermunculan daerah-daerah yang mendirikan hockey, dan ini menjadikan ancaman dan persaingan bagi FHI Kota Surabayasendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threat (ancaman) atau SWOT yang dimiliki oleh Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif murni yang hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi di lapangan. Sumber data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua harian, sekretaris, bendahara, bidang penanganan prestasi, dan para pelatih. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui, (1) strength meliputi: FHI Kota Surabaya sangat penting di Jawa Timur karena paling konsisten dalam distribusi atlet ke tingkat Jawa Timur, alat bermain hockey yang cukup lengkap, banyak memiliki atlet junior, pelatih yang ahli dibidangnya, kepengurusan FHI Kota Surabaya yang cukup solid (2) weakness meliputi: Pendanaan FHI Kota Surabaya yang terbatas, susahnya dalam mengumpulkan atlet secara singkat, sarana yang belum terpenuhi baik indoor maupun field, (3) opportunity meliputi: Akan berkembang dengan adanya pembangunan lapangan hockey field, akan lebih baik lagi di porprov kedepan dengan meraih empat medali emas(4) threat meliputi: Adanya daerah lain yang semakin berkembang, banyaknya atlet dan pelatih yang bagus-bagus di daerah-daerah. Kata Kunci : Hockey, Analisis SWOT, FHI Kota Surabaya
PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES DENGAN METODE INTERVAL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA DI SCHOOL SOCCER PUTRA ZODIAC USIA 15-16 TAHUN IRFAN, AFRIZAL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 4, No 2 (2016): Edisi Mei 2016
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES DENGAN METODEINTERVALTRAININGTERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA DI SCHOOL SOCCER PUTRA ZODIAC USIA 15-16 TAHUN Nama : Afrizal Irfan Nim: 11060484018 Prodi: S1-Ilmu Keolahragaan Jurusan : Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas: Ilmu Keolahragaan Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Dita Yuliastrid S,Si M.Kes. ABSTRAK Kelincahan merupakan salah satu kondisi fisik yang sangat menunjang dan penting dalam olahraga sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan small sided games dengan metode interval training terhadap kelincahan pemain sepakbola usia 15-16 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian one group pre testandpost test dengan populasi 24 dan sampel penelitian sebanyak 20 orang. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kelincahan pada pre test sebesar 5,257 dan pada post test sebesar 4,534. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperoleh tabellebih besar dari hitung (7,815>6,755) dan post test (7,815>4,511), sehingga data pre test dan post test berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata kelincahan sebelum dan sesudah diberi latihan menggunakan small sided games dengan metode interval training diperoleh t hitung7,377 nilai t tabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 19 adalah 2,093. Karena t hitung lebih besar dari t tabel (7,377>2,093), maka Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan kelincahan sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan small sided games dengan metode interval training. Kata Kunci : Latihan, small sided games, interval training, kelincahan. ABSTRACT Agility is one of physical condition that is very supported and important on football sport. The purpose of this research is to know the difference before and after doing small side games training by interval training method on raising football player agility 15-16 years old. This research resort to experimentby usingpre test and post test design. With a population of 24 and a sample of 20 samples. The result of this research got median agility on pre test is 5,257 and post test is 4,534. Based on test of normalitas data pre test is got tableis more bigger than account (7,815>6,755) and post test (7,815>4,511), until pre test and post test data distributed normal. Accounting difference test median agility before and after giving a training by using small sided games by interval training method got t account7,377 score t tabel with significance taraf 0,05 withdf = 19 is 2,093. Because t account is bigger than t table(7,377>2,093), so, Ho rejected, that mean there is differenees on agility before and after given a doing or small sided games training by interval training method. Keyword : Training , small sided games, interval training, agility.

Page 7 of 41 | Total Record : 408