cover
Contact Name
Mushab Al Umairi
Contact Email
jism@umg.ac.id
Phone
+6285370102265
Journal Mail Official
jism@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah
ISSN : 31636772     EISSN : 31636772     DOI : https://doi.org/10.30587/jism
Core Subject :
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM) is published by Biro Pengembangan Sistem Pembelajaran AIK University of Muhammadiyah Gresik which includes History, Thought, Law, Islamic Civilization, Islamic Education, Psychology and Spirituality Education in Muhammadiyah Studies. Focus and Scope : Keimanan dan Kemanusiaan Ibadah, Akhlak dan Muammalah Kemuhammadiyahan/Keaisyiyahan Islam, Sains dan Teknologi
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Islam sebagai Jalan Hidup dalam Konteks Pendidikan Anak Usia Dini Mushab Al Umairi; Adelia Miranti Sidiq
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i1.10895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanaman fitrah dan karakter Islami pada golden age anak usia dini. Islam sebagai Ad-Dīn (jalan hidup komprehensif) menuntut integrasi nilai-nilai tauhid, syariah, dan akhlak secara holistik dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis model implementasi Islam sebagai jalan hidup yang diterapkan oleh lembaga PAUD Islam unggulan, dan (2) menguji efektivitas model tersebut dalam pembentukan karakter dasar Islami (adab) pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Studi Kasus Multipel (Multiple Case Study) yang dilaksanakan pada dua lembaga PAUD Islam terpilih. Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik, meliputi wawancara mendalam (Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua), observasi partisipan (proses pembelajaran), dan analisis dokumen (Kurikulum dan Jurnal Mutaba'ah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Islam sebagai Jalan Hidup di PAUD berhasil mengubah nilai-nilai transenden menjadi praktik sosial dan etika melalui habituasi dan permodelan, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Model Integratif ini memberikan implikasi signifikan dalam pengembangan kurikulum PAUD Islam yang holistik, di mana nilai Akhlak diletakkan sebagai hasil akhir dari Tarbiyah yang efektif.
Dialektika Iman dan Amal Saleh: Menjembatani Teologi Vertikal dengan Kemanusiaan Horizontal Muhammad Aldi Firmansyah
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i1.10902

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsepsi transformatif keimanan dalam gerakan Muhammadiyah, menyoroti hubungan integral antara keyakinan yang kuat kepada Tuhan dan tindakan kemanusiaan yang proaktif. Penelitian ini menyelidiki bagaimana keimanan bukan sekadar ritual pribadi, melainkan energi moral yang memotivasi individu untuk terlibat dalam upaya kemanusiaan tanpa mengejar imbalan duniawi. Penelitian yang dilakukan di dua universitas Muhammadiyah di Sikka, Indonesia, menggunakan analisis data kualitatif untuk mengeksplorasi berbagai manifestasi kegiatan kemanusiaan, dengan menekankan sifat inklusif dan non-diskriminatifnya. Temuan penelitian mengungkapkan korelasi yang signifikan antara keyakinan dan partisipasi aktif dalam inisiatif keadilan sosial, yang memposisikan keimanan sebagai katalisator perubahan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keimanan dalam perspektif Muhammadiyah dipahami secara transformatif, tidak terbatas pada ritual vertikal, tetapi menjadi energi moral bagi tindakan sosial. Keimanan yang otentik mendorong pergeseran paradigma dari inward-looking menuju outward-looking, selaras dengan gagasan Teologi Progresif atau Tauhid Sosial. Amal kemanusiaan diimplementasikan dalam spektrum luas, seperti layanan pendidikan, kesehatan, advokasi sosial, hingga respons terhadap bencana, dengan prinsip inklusivitas tanpa diskriminasi. Temuan juga menegaskan pola integrasi vertikal-horizontal, di mana ketaatan ritual berfungsi sebagai kontrol moral, sedangkan pelayanan sosial menjadi indikator empiris kualitas keimanan. Integrasi iman dan aksi sosial dalam gerakan Muhammadiyah menunjukkan bahwa agama tidak menjadi hambatan modernisasi, melainkan fondasi etis yang memungkinkan pembangunan sosial yang adil, humanis, dan berkelanjutan.
Peningkatan Mutu Pendidikan Muhammadiyah melalui Implementasi Kurikulum ISMUBA dan Profesionalisme Guru Yunita Firnanda; Nabila Dwi Aqmalia; Abdul Kholid Achmad
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i1.11005

Abstract

This study aims to provide a comprehensive analysis of the dynamics, challenges, and strategic efforts to improve the quality of Muhammadiyah education in the current era of disruption. The analysis focuses on a critical review of the implementation of the Al-Islam, Kemuhammadiyahan, and Arabic Language Curriculum (ISMUBA) as well as the factors shaping teacher professionalism. Since its establishment in 1912, Muhammadiyah has served as both an Islamic movement and an educational institution committed to reforming Islamic education in Indonesia by integrating religious knowledge with modern scientific disciplines, thereby cultivating ulama-intellectuals and intellectual-ulama. The study employs a qualitative literature review design by analyzing 20 PDF documents, consisting of official Muhammadiyah publications and peerreviewed journal articles. The analysis is further reinforced through descriptive correlational techniques to examine teacher professionalism data and is synthesized using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that teaching experience has a positive and statistically significant effect on teacher professionalism, whereas educational attainment and training programs have yet to demonstrate significant influence. Revitalization strategies identified in this study include strengthening institutional networks, advancing global expansion, developing technology-driven educational programs (such as Muhammadiyah Online University), and revitalizing ISMUBA/AIK as a foundation for ideological strengthening and cadre development. In conclusion, the study argues that Muhammadiyah education possesses substantial potential to excel in the disruptive era, provided that the organization’s reformist spirit (tajdid) is holistically integrated into curriculum development, learning methodologies, and teacher professionalism enhancement efforts.   ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif dinamika, tantangan, dan strategi peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah, terutama di era disrupsi, melalui telaah kritis terhadap implementasi Kurikulum Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) serta faktor profesionalisme guru. Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam dan pendidikan sejak 1912, secara historis hadir sebagai upaya pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia, mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum untuk mencetak ulama-intelektual atau intelektual-ulama. Kajian ini menerapkan metode studi pustaka kualitatif dengan menganalisis 20 dokumen PDF, meliputi dokumen resmi Muhammadiyah dan jurnal ilmiah. Analisis diperkuat dengan teknik deskriptif korelasional untuk menguji data profesionalisme guru, dan disintesis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman mengajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru, sementara jenjang pendidikan dan pelatihan belum menunjukkan pengaruh signifikan. Strategi revitalisasi mencakup penguatan jaringan, ekspansi global, pengembangan program berbasis teknologi (seperti Muhammadiyah Online University), dan revitalisasi ISMUBA/AIK untuk menguatkan ideologi dan kaderisasi. Kesimpulannya, pendidikan Muhammadiyah berpotensi unggul di era disrupsi jika komitmen terhadap pembaharuan (tajdid) diterapkan secara holistik pada kurikulum, metode pembelajaran, dan profesionalisme guru.
Efektivitas Regulasi Pengawasan Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam Mencegah Penipuan Perjalanan Travel Umrah Arina Saidah Putri
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i1.11010

Abstract

This research examines the effectiveness of government regulations and supervision in Indonesia and Malaysia in preventing umrah travel fraud. The prevalence of umrah fraud cases in both countries indicates fundamental problems in the supervision system and consumer protection. In Indonesia, the First Travel and Abu Tours cases demonstrate weak supervision implementation despite existing regulations. Meanwhile, Malaysia with its centralized system through Tabung Haji shows a better level of effectiveness. This research employs a normative juridical method with a comparative law approach, analyzing regulations and policies in both countries through literature study of primary and secondary legal materials. The findings reveal that although Indonesia has a comprehensive legal framework through Law Number 8 of 2019 and Minister of Religious Affairs Regulation Number 5 of 2021, its effectiveness remains weak due to unintegrated supervision systems, limited resources, and minimal control over pilgrim fund management. Conversely, Malaysia with its centralistic approach, strict law enforcement, and information transparency has been more successful in reducing fraud cases. The Indonesian government has undertaken various improvement efforts such as strengthening licensing, developing the Siskopatuh application, establishing special pilgrim fund accounts, intensifying field supervision, and public education campaigns, yet new challenges continue to emerge with digital technology development.
Hakikat IPTEKS dalam Perspektif Islam: Paradigma, Peradaban, dan Hukum Sunnatullah M Islahuddin
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i1.11413

Abstract

Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) merupakan instrumen krusial dalam kemajuan peradaban manusia yang sangat diperhatikan dalam Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat IPTEKS dengan menempatkan Aqidah Islam sebagai paradigma utama dan Syariah sebagai standar pemanfaatannya. Melalui pendekatan studi pustaka, kajian ini menemukan bahwa pengembangan IPTEKS dalam Islam tidaklah bebas nilai, melainkan terikat pada kerangka tauhid, tujuan ibadah, dan keseimbangan kecerdasan intelektual-spiritual. Selain itu, artikel ini menguraikan konsep Islamisasi pengetahuan, akulturasi budaya dalam konteks lokal Indonesia, serta determinasi hukum Sunnatullah sebagai kausalitas alam semesta yang tetap dan konsisten. Kata Kunci: IPTEKS, Paradigma Islam, Islamisasi Pengetahuan, Sunnatullah   ABSTRACT Science, technology, and the arts (IPTEKS) are crucial instruments for the advancement of human civilization, and are highly regarded in Islam. This article aims to explore the essence of IPTEKS by positioning Islamic Aqeedah as the primary paradigm and Sharia as the standard for its utilization. Through a literature review approach, this study finds that the development of IPTEKS in Islam is not value-free, but rather bound by the framework of monotheism, the purpose of worship, and the balance of intellectual and spiritual intelligence. Furthermore, this article outlines the concept of the Islamization of knowledge, cultural acculturation in the local Indonesian context, and the legal determination of Sunnatullah as the constant and consistent causality of the universe. Keywords: IPTEKS, Islamic Paradigm, Islamization of Knowledge, Sunnatullah
Landasan Epistemologis Akal dan Wahyu dalam Islam: Analisis Istilah dalam Al-Qur’an Rizka Putri Auliya; Faidatul Maghfiroh; M Islahuddin
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i2.11507

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep akal dan wahyu dalam Islam, khususnya terkait pengertian serta istilah akal dan wahyu dalam Al-Qur’an. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana peran akal dan wahyu serta bagaimana hubungan keduanya dalam membantu manusia memahami ajaran Islam. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan tafsir Al-Qur’an, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa akal merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk berpikir, memahami, dan menilai sesuatu secara rasional yang tercermin dalam berbagai istilah dalam Al-Qur’an seperti ta‘qilun, ya‘qilun, Na'qil, Ya'qiluha. Sementara itu, wahyu berfungsi sebagai petunjuk utama dari Allah yang menjadi pedoman hidup manusia yang juga memiliki berbagai istilah seperti al-wahy, al-kitab, ad-dzikr, dan an-nur. Keduanya memiliki hubungan yang saling melengkapi, di mana akal digunakan untuk memahami wahyu, dan wahyu membimbing akal agar tidak menyimpang dari kebenaran dalam kehidupan sehari-hari dalam pengambilan Keputusan.
Interaksi Sosial dan Konflik antara Golongan dalam Masyarakat: Kajian Etis Akhlak dan Humanistik Khalisha Zhfaira
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i2.11603

Abstract

Penelitian ini mengkaji interaksi sosial dan konflik antarkelompok dalam masyarakat yang beragam melalui perspektif etis, moral, dan humanistik. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana perbedaan identitas, nilai, dan kepentingan dapat memperkaya kehidupan sosial sekaligus memicu konflik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis teori-teori sosiologi klasik, literatur kontemporer, dan kerangka kerja humanistik. Sumber-sumber yang digunakan meliputi karya Marx dan Dahrendorf tentang konflik, Mead dan Blumer tentang interaksi simbolik, serta perspektif etis-humanistik dari Al-Ghazali, Maslow, dan Rogers.Temuan menunjukkan bahwa konflik di Indonesia, seperti perselisihan lokal di Luwu dan ketegangan berkepanjangan di Papua, bukan sekadar  masalah struktural, tetapi juga tantangan moral. Komunikasi yang buruk, stereotip, dan kurangnya toleransi sering memperparah perpecahan. Namun, jika dipandu oleh prinsip-prinsip etika, nilai-nilai akhlak, dan pendekatan humanistik, konflik dapat diubah menjadi dialog konstruktif dan pembelajaran sosial. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi teori konflik sosiologis dengan perspektif etika dan humanistik, yang menawarkan strategi resolusi yang komprehensif. Integrasi ini menyoroti bahwa konflik tidak hanya harus dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat solidaritas dan kohesi sosial.
Literasi Digital sebagai Basis Pengembangan Berpikir Kritis Mahasiswa: Perspektif Filsafat Pendidikan Rahmad Alkhadafi; Mohamed Assoumani
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i2.11606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui perspektif filsafat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji konsep literasi digital dan berpikir kritis serta relasinya dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dalam mengakses dan menggunakan informasi, tetapi juga mencakup dimensi kognitif dan reflektif yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan nalar kritis. Dalam kerangka filsafat pendidikan, integrasi teknologi perlu dipahami sebagai praksis pedagogis yang bersifat transformatif, bukan sekadar alat bantu pembelajaran. Oleh karena itu, desain pembelajaran berbasis teknologi harus diarahkan pada penguatan kemampuan analisis, evaluasi, dan refleksi mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa literasi digital yang terintegrasi secara filosofis dan pedagogis berpotensi menjadi sarana strategis dalam mengembangkan berpikir kritis mahasiswa di era digital.
Epistemologi Sains Islam: Studi Ayat-Ayat Kauniyah dan Relevansinya dengan Ilmu Pengetahuan Modern dalam Konteks Global Muhammad Nur Zakaria; Dimas Mochammad Fikri Islam; Dimas Makhzum Mufrih
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i2.11774

Abstract

The rapid advancement of modern science and technology has generated significant progress while simultaneously raising epistemological questions concerning the sources, orientation, and purpose of scientific knowledge. Islamic scientific epistemology offers an alternative paradigm that integrates divine revelation with scientific inquiry through the Qur'anic Kauniyah verses. However, previous studies have predominantly adopted a scientific concordism approach, focusing on demonstrating the compatibility between the Qur'an and modern scientific discoveries, while paying limited attention to the epistemological function of Kauniyah verses as the foundation for knowledge construction. This study aims to reconstruct the epistemology of Islamic science based on Kauniyah verses and to examine its relevance to the development of modern science in the global context. Employing a qualitative approach with a library research design, this study analyzes primary and secondary sources, including the Qur'an, scholarly books, and peer-reviewed journal articles on Islamic epistemology, philosophy of science, and the integration of science and religion. Data were analyzed through qualitative content analysis combined with comparative and conceptual approaches. The findings reveal that Kauniyah verses function as an epistemological foundation that integrates revelation, reason, empirical observation, and intuition into a coherent framework for knowledge production. This study proposes an integrative model of Islamic scientific epistemology in which revelation serves as the normative foundation, reason as the instrument of rational inquiry, empirical observation as the mechanism of scientific verification, and intuition as the means of ethical and spiritual reflection. Unlike the scientific concordism approach, the proposed framework positions Kauniyah verses as a conceptual basis for constructing scientific knowledge rather than merely validating scientific discoveries.
Konsep Epistemologi dalam Islam: Kajian Tentang Sumber dan Cara Memperoleh Pengetahuan Nazwa Hariyanto; Febry Wulandari; Nadia Salwa
Journal Islamic Studies of Muhammadiyah Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Islamic Studies of Muhammadiyah (JISM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jism.v1i2.11778

Abstract

The rapid development of science and technology in the digital era has generated various epistemological challenges, particularly concerning the validity of information, the authority of knowledge, and the ways in which knowledge is acquired. These challenges highlight the need to strengthen the study of Islamic epistemology as a paradigm that integrates rational, empirical, and spiritual dimensions in the construction of knowledge. This study aims to examine the concept of Islamic epistemology by focusing on the sources of knowledge, the methods of acquiring knowledge, and their relevance to the development of contemporary science. This research employs a qualitative approach using a library research method. The data were collected from the Qur'an, Hadith, classical and contemporary works of Muslim scholars, as well as relevant academic literature. The data were analyzed through content analysis using a philosophical approach involving data classification, interpretation, and conceptual synthesis. The findings reveal that Islamic epistemology is founded upon the integration of revelation (wahy), reason ('aql), sensory perception, and intuition as complementary sources of knowledge. Knowledge is acquired through observation, rational inquiry, learning, and spiritual purification, all of which are grounded in the principle of tawhid. Furthermore, the study demonstrates that Islamic epistemology remains highly relevant in addressing contemporary scientific and technological challenges by providing a conceptual framework that integrates scientific validity with ethical and spiritual responsibility.

Page 1 of 2 | Total Record : 12