cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sapala
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
KONFLIK SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL WASRIPIN DAN SATINAH KARYA KUNTOWIJOYO (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) HASAN BASRI, MOHAMMAD
Jurnal Sapala Vol 3, No 2 (2017): Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya konflik sosial yang disebabkan oleh munculnya orang baru, yang memiliki kekuatan yang berpengaruh dalam lingkup masyarakat. Pembahasan teori konflik ini menggunakan teori Jonathan H. Turner. Teori yang dikeluarkan oleh Jonathan H. Turner sesuai untuk membahas novel Wasripin Dan Satinah ini. Teori ini berfokus pada bentuk konflik, penyebab konflik, dan penyelesaian konflik. Berdasar dari teori diatas, maka dirumuskan masalah: 1) Apa bentuk konflik sosial pada tokoh utama dalam novel Wasripin dan Satinah karya Kuntowidjoyo, 2) Bagaimana penyebab munculnya konflik sosial pada tokoh utama dalam novel Wasripin dan Satinah karya Kuntowidjoyo, 3)Bagaimana penyelesaian konflik sosial yang dialami tokoh utama dalam novel Wasripin dan Satinah karya Kuntowidjoyo. Dari fenomena yang berada di dalam novel dan teori Jonathan H. Turner dihasilkan bahwa orang baru dalam masyarakat yang memiliki kekuatan penting menjadikan perpecahan dua kelompok yang sebelumnya tidak ada konflik sebelum kedatangan orang baru tersebut. Kata Kunci: Konflik Sosial, Bentuk Konflik, Penyebab Konflik, Penyelesaian Konflik.        
KAPITAL DAN DISTOPIA SOSIAL DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA BOURDIEUAN) APRILLIA, CLARA
Jurnal Sapala Vol 3, No 2 (2017): Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara seluruh ciptaan Sang Khalik lainnya memiliki hakikat sebagai makhluk sosial. Kehidupan lama dan baru pun menjadi sebuah pilihan tersendiri bagi manusia. Kehidupan baru yang identik dengan era modern mencerminkan bentuk kapital tokoh utama dalam novel yang akan dibedah berdasarkan definisi dari kapital itu sendiri serta akibatnya yang berupa distopia sosial yang terjadi pada masyarakat sekitar tokoh utama dan kemudian dihubungkan berdasarkan sebab akibat keduanya. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1) Bagaimana bentuk kapital tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari? 2) Bagaimana bentuk distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir  karya Okky Madasari? 3) Bagaimana hubungan antara bentuk kapital dan distopia sosial yang terdapat dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari?. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Mendeskripsikan bentuk kapital tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, 2) Mendeskripsikan bentuk distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, 3) Mendeskripsikan hubungan antara bentuk kapital dan  distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan teknik analisis data ialah teknik deskripsi analisis dengan tahapan-tahapan yang ada. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk kapital atau modal yang dimiliki seseorang dapat mengakibatkan perubahan hubungan antarkelas, mode produksi, dan perubahan gaya hidup masyarakat. Hasrat untuk saling bersaing demi dapat bertahan di kancah kehidupan membuat para pemilik modal (kapitalis) harus pula memiliki habitus yang tepat. Kemudian modal tinggi yang dimiliki seseorang membuatnya mampu membuktikan eksistensi diri karena pemilikan, persaingan, serta rasionalitas menjadi esensi dari kapital telah dimilikinya. Hal tersebut menimbulkan perubahan kecil hingga besar dan telah memunculkan kerusakan-kerusakan. Kerusakan tersebut antara lain kerusakan lingkungan yang merupakan peran pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tak hanya kerusakan lingkungan berupa polusi udara, limbah beracun dan banyak lainnya tetapi juga kerusakan moral serta kerusakan sosial yang terjadi dan pada akhirnya disebut sebagai distopia sosial. Kata kunci: kapital, distopia sosial, habitus, arena
SEKSUALITAS PEREMPUAN PADA DIRI TOKOH DYANA DALAM NOVEL RENJANA DYANA KARYA ADIMODEL (KAJIAN PSIKOLOGI ERICH FROMM) AYU WULANSARI, DEVI
Jurnal Sapala Vol 3, No 2 (2017): Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas merupakan kapasitas untuk bertingkah laku seksual. Hal itulah yang menonjol dalam novel Renjana Dyana karya Adimodel, sehingga membuat penulis tertarik untuk dijadikan sumber data penelitian. Gagasan Adimodel mengenai seksualitas dikemas dengan bahasa yang cukup ringan namun tetap bermakna. Terlebih, seksualitas yang ditunjukkan oleh Adimodel dalam karyanya tidak banyak disangkutpautkan dengan unsur politik dan agama. Pada penelitian ini membahas tentang pengaruh jenis kelamin terhadap karakter seseorang dan pengaruh karakter terhadap seksualitas. Terdapat dua pembahasan dalam penelitian ini, yaitu pengaruh jenis kelamin terhadap karakter tokoh Dyana dan pengaruh karakter terhadap seksualitas tokoh Dyana. Masing-masing pembahasan diuraikan sesuai dengan teori yang telah digunakan (psikologi Erich Fromm) dan sesuai dengan batasan istilah yang telah ditetapkan.  Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian psikologi Erich Fromm, kemudian jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dan pendekatan tekstual. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka, dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa jenis kelamin dapat memengaruhi karakter seseorang. Terdapat perbedaaan karakter antara laki-laki dan perempuan, perbedaan tersebut dilihat berdasarkan peran keduanya dalam berhubungan seks. Dan terdapat pula pengaruh karakter terhadap seksualitas seseorang. Dyana memiliki empat karakter dari sembilan karakter yang telah disebutkan oleh Fromm, yaitu hasrat perempuan bergantung pada hasrat laki-laki, perempuan tidak perlu membuktikan apa pun ketika berhubugan seks, hasrat perempuan tidak mudah dikendalikan, dan takut ditinggal oleh laki-laki. Dyana dalam berhubungan seks termasuk dalam tipe yang peduli terhadap pasangan. Ia selalu mementingkan kepuasan pasangannya. Sedangkan dalam hal ekspresi, Dyana menunjukkan ekspresi cinta terhadap pasangannya.    Kata kunci: jenis kelamin, karakter, seksualitas.
PEMERTAHANAN BAHASA MADURA DI DESA KRAMAT PULAU MENGARE KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) SHOIMAH, LAILATUS
Jurnal Sapala Vol 3, No 2 (2017): Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Mengare merupakan salah satu pulau yang ada di Gresik selain Pulau Bawean. Pulau Mengare terdiri atas tiga desa, yaitu Tajung Widoro, Watu Agung dan Kramat. Tidak seperti di Desa Tajung Widoro dan Watu Agung, masyarakat tuturnya menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari seperti pada umumnya, tetapi di Desa Kramat terdapat fenomena kebahasaan yaitu bahasa yang digunakan oleh masyarakat tuturnya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari adalah bahasa Madura. Hal tersebut memunculkan pertanyaan bagaimana pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat dalam tiga ranah yaitu, ranah keluarga, ranah pendidikan, dan ranah mata pencaharian dan faktor apa sajakah yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemertahanan bahasa Madura dalam tiga ranah dan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemertahanan bahasa yang disampaikan oleh Fishman. Kemudian, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan teknik simak bebas libat cakap dengan cakap semuka. Adapun metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode padan, dengan teknik HBB.Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahasa Madura yang masih bertahan dan tetap digunakan oleh masyarakat tutur di Desa Kramat sebagai komunikasi sehari-hari yang mencakup dalam tiga ranah yaitu, keluarga, pendidikan, dan mata pencaharian dalam berbagai topik pembicaraan. Kemudian, ditemukan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan, yaitu faktor loyalitas, prestise, dan juga jaringan sosial.
PRAKTIK APARATUR NEGARA IDEOLOGIS DAN REPRESIF DALAM NOVEL ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL (KAJIAN SOSIOLOGI LOUIS ALTHUSSER) YANUAR WICAKSONO, SONY
Jurnal Sapala Vol 3, No 2 (2017): Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fungsi aparatur negara sebagai praktik ideologis dalam novel Animal Farm Karya George Orwell, yang mana novel tersebut juga merupakan representasi dari fakta historis Revolusi Uni Soviet di era Stalin. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai; (1) bagaimana praktik ideologis yang dilakukan tokoh Napoleon dan Snowball terhadap tatanan sosial masyarakat hewan di peternakan digambarkan dalam novel Animal Farm karya George Orwell dan (2) apa dampak dari praktik ideologis yang dilakukan tokoh Napoleon dan Snowball terhadap tatanan sosial masyarakat hewan di peternakan yang digambarkan dalam novel Animal Farm karya George Orwell. Adapun teori yang digunakan untuk menunjang permasalahan tersebut adalah teori mengenai praktik ideologis melalui aparatur negara Louis Althusser. Jenis metode penelitian ini adalah kualitatif dan dengan pendekatan mimetik. Teknik pengumpulan datanya berupa dokumentasi atau pencatatan yang memuat langkah-langkah inti; (1) pembacaan, (2) pengutipan atau pengumpulan data, dan (3) klasifikasi data. Di sisi lain, teknik analisisnya adalah interpretatif deskripsi yang memuat langkah-langkah inti; (1) penyusuanan masalah, (2) pengutipan, (3) analisis, dan (4) penyimpulan.    Dari pemaparan tersebut, maka ditemukan bahwa ideologi, terlepas apapun nama ideologi tersebut, selalu memuat kekuasaan dan untuk menegaskannya, ideologi selalu dipraktikkan dalam dua bentuk aparatur; ideologi dan represif. Novel Animal Farm karya George Orwell menggambarkan hal tersebut melalui cerita Napoleon dan Snowball yang pada mulanya memperjuangkan kelas dari kekuasaan Pak Jones, namun justru pada akhirnya menjelaskan bagaimana mereka juga ingin berkuasa, terutama Napoleon, melalui aparatur negara ciptaannya sebagai proses penegasan kekuasaannya. Dari refleksinya, itu juga yang terjadi pada masa revolusi Uni Soviet di bawah kepemimpinan Stalin yang merebut kekuasaan kekaisaran Tsar II sehingga novel ini merupakan novel analogis dari fakta historis tersebut beserta cara kerja ideologi.   Kata Kunci: Stilistika, Diksi, Citraan, Dan Majas
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “THE SWEET SINS” KARYA RANGGA WIRIANTO PUTRA MELDANI, AMALIA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena kebahasaan alih kode dan campur kode yang terdapat dalam sebuah karya sastra, juga karena jarangnya penelitian bahasa yang menggunakan objek karya sastra dengan menggunakan sosiolinguistik sebagai kajian teorinya. Tuturan tokoh yang terdapat dalam novel menggunakan beberapa bahasa yang menunjukan adanya fenomena bahasa campur kode dan alih kode. Hal tersebut terdapat dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra, ini disebabkan oleh adanya perbedaan latar budaya yang dimiliki oleh masing-masing tokoh sehingga memunculkan sebuah peristiwa kebahasaan alih kode dan campur kode. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana jenis alih kode dan campur kode dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra? (2) Bagaimana fungsi alih kode dan campur kode dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra? Dan (3) Apa saja faktor penyebab terjadinya jenis alih kode dan campur kode dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra? Pada penelitian ini digunakan teori sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra. Data penelitian berupa dialog/tuturan tokoh dalam novel yang mengandung alih kode dan campur kode. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, identifikasi dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis alih kode yang terdapat dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra adalah jenis alih kode ke dalam dan jenis alih kode keluar, dengan fungsi alih kode, yaitu (1) Menunjukan keterpelajaran, (2) Memperluas ucapan, (3) Mengakrabkan diri dengan lawan tutur, (4) Mempermudah menyampaikan maksut, (5) Penyanggupan, (6) Mempermudah pembicaraan, dan (7) Memperjelas identitas. Adapun faktor penyebab terjadinya alih kode yang terdapat pada novel The Sweet Sins, yaitu (1) Membangkitkan rasa humor, (2) Sekedar bergengsi, (3) Pribadi penutur, dan (4) Ragam dan tingkat tutur. Sedangkan jenis campur kode yang terdapat dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra adalah jenis campur kode ke luar, ke dalam dan campuran. Adapun fungsi campur kode yang mendukung data analisis yaitu (1) Menghormati lawan tutur, (2) Keterpelajaran penutur dalam menguasai bahasa daerah atau asing, (3) Kebutuhan kosakata, (4) Mengetahui keingitahuan, (5) Memperhalus ucapan, (6) Mempertegas sesuatu, (7) Pelengkap kalimat, (8) Menunjukan identitas penutur, (9) Mempermudah menyampaikan maksut, (10) Mengakrabkan diri dengan mitra tutur, dan (11) Memperjelas kalimat atau singkatan.  Dan penyebab terjadinya campur  kode yang terdapat pada novel, yaitu (1) Membangkitkan rasa humor, (2) Sekedar bergengsi, (3) Pribadi penutur, (4) Ragam dan tingkat tutur, (5) Penggunaan istilah kata yang lebih popular, (6) Fungsi dan tujuan penutur, (7) Topik pembicaraan, dan (8) Mitra tutur.   Kata Kunci: Campur kode, Alih kode, Sosiolinguistik.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MARYAM KARYA OKKY MADASARI (PERSPEKTIF GEORG SIMMEL) TRI ZAAHIROH, IRMA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Karya sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat di dalamnya menguak masalah-masalah sosial yang umum terjadi / tidak dalam struktur sosial masyarakat. Masalah-masalah sosial tersebut dapat timbul karena adanya perbedaan dalam masyarakat baik dari segi pendapat, pemikiran, keyakinan, maupun kepentingan yang pada akhirnya menimbulkan bentuk konflik sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji tentang penyebab konflik sosial, bentuk konflik sosial, dan cara penyelesaian konflik sosial dalam novel Maryam  karya Okky Madasari. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji tentang hubungan konflik sosial yang ada dalam novel Maryam  dengan konflik sosial  dalam perspektif Georg Simmel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan mimesis. Sumber data penelitian ini terdiri atas novel Maryam karya Okky Madasari tahun 2012 dan berita yang memuat masalah konflik sosial dalam segi keyakinan (Ahmadiyah) yang ada dalam kehidupan nyata. Data penelitian adalah teks tertulis berupa kutipan-kutipan kata, kalimat, dan paragraf yang menunjukkan penyebab, bentuk, dan cara penyelesaian konflik dalam novel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik simak-catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode hermeneutik komparatif dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa penyebab dan bentuk konflik sosial dalam novel terdiri atas (1) konflik hukum, (2) kepentingan, dan (3) hukum intim atau akrab. Sedangkan cara penyelesaian konflik sosial dalam novel terdiri atas penghapusan dasar konflik/perdamaian, kemenangan satu pihak, dan kompromi.   Kata Kunci : Konflik Sosial, Novel Maryam, Perspektif Georg Simmel
HEGEMONI NEGARA TERHADAP WARGA ETNIS TIONGHOA DALAM NOVEL DIMSUM TERAKHIR KARYA CLARA NG KHARISMA, VETTYARA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian pada novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng mengkaji tentang etnis Tionghoa yang mengalami ketidakadilan yang dilakukan oleh negara. Keberadaan etnis Tionghoa di antara etnis-etnis lain yang hidup berdampingan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menimbulkan berbagai masalah. karena negara secara tidak langsung melakukan praktik-praktik hegemoni pada etnis Tionghoa di Indonesia. Praktik-praktik hegemoni yang dilakukan negara misalnya dengan kewajiban warga negara beretnis Tionghoa harus memiliki SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) hal ini dilakukan karena status etnis Tionghoa yang masih dipertanyakan oleh negara.Novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng merupakan novel yang menceritakan bagaimana kehidupan keluarga etnis Tionghoa yang terdiri dari suami istri dan keempat putri kembar. Isi dalam novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng yakni tentang perjalanan mereka yang bertahan menjadi warga etnis Tionghoa dengan tidak melupakan adat-istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan etnis Tionghoa. Melihat kondisi pemerintahan yang pada saat itu melakukan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa, tidak hanya pemerintah tetapi masyarakat nonTionghoa juga melakukan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk :  Mendeskripsikan  perlakuan masyarakat politik kepada etnis Tionghoa, mendeskripsikan perlakuan masyarakat sipil kepada etnis Tionghoa dan mendeskripsikan bentuk-bentuk hegemoni terhadap etnis Tionghoa yang terjadi dalam novel “Dimsum Terakhir” karya Clara Ng.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, karena data dalam penelitian ini berupa unit-unit teks dan deskripsi kalimat-kalimat yang sesuai dengan objek penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel “Dimsum Terakhir” karya Clara Ng. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka dan simak catat.Penelitian ini menjelaskan tentang etnis Tionghoa yang mengalami perlakuan-perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat nonTionghoa. Hal tersebut berdasar pada simpulan berikut: (1) Adanya perlakuan hegemoni yang dilakukan oleh masyarakat politik yaitu pemerintahan terhadap etnis Tionghoa, hal ini terjadi karena pemerintah memegang  kendali terhadap  negaranya. Pemerintah melakukan perlakuan hegemoni terhadap etnis Tionghoa karena adanya perbedaan kedudukan yang lebih tinggi dari pada warga etnis Tionghoa dan adanya konflik yang sebelumnya pernah terjadi di Indonesia yang melibatkan Cina, sehingga pemerintah memiliki rasa hati-hati terhadap warga etnis Tionghoa. (2) adanya perlakuan hegemoni yang dilakukan oleh masyarakat sipil terhadap warga etnis Tionghoa dalam novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng. masyarakat sipil atau masyarakat nonTionghoa melakukan perlakuan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dengan berbagai cara, masyarakat nonTionghoa juga selalu bereaksi dengan apapun yang dilakukan oleh warga etnis Tionghoa. (3) adanya bentuk-bentuk hegemoni Gramsci terhadap warga etnis Tionghoa dalam novel Dimsum Terakhir karya Clara Ng. yaitu telah ditemukan bentuk-bentuk antara lain kepemimpinan, kebudayaan, idelogi dan kaum intelektual. Kata Kunci: Etnis Tionghoa, Negara, dan Hegemoni
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA ARAH KOMPAS TV SULISTYO SARI, ELLYSYA
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan dalam berkomunikasi diperlukan pada setiap kegiatan, terutama dalam diskusi acara yang ditayangkan di televisi. Ketika proses diskusi berlangsung terdapat pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi, yaitu penutur dan mitra tutur. Kesantunan berbahasa dalam acara diskusi yang ditayangkan di televisi kurang diperhatikan. Tuturan yang digunakan dalam berkomunikasi cenderung tidak santun. Hal itu disebabkan oleh penggunaan bahasa yang kurang tepat. Kesantunan berbahasa dalam acara diskusi Dua Arah Kompas TV menarik untuk diteliti, karena pada acara tersebut peserta diskusi sering kali mengutarakan argument yang berbeda dan berujung pada konflik, perdebatan, dan tuturan yang tidak santun. Sejalan dengan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan deskripsi tentang pelanggaran prinsip kesantunan Leech dalam Acara Dua Arah Kompas TV. Untuk dapat menemukan deskripsi tentang pelanggaran kesantunan tersebut digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan masalah menggunakan kata-kata bukan angka-angka. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta diskusi Acara Dua Arah Kompas TV. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan kalimat yang melanggar maksim-maksim kesantunan Leech. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data ada tiga teknik, yaitu (1) teknik dokumentasi, (2) teknik simak, (3) teknik  catat. Kegiatan analisis data dimulai dengan penyeleksian data yang diduga sebagai bentuk tuturan melanggar prinsip kesantunan Leech. Kemudian data diklasifikasikan berdasarkan pelanggaran maksim-maksim kesantunan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat dalam acara Dua Arah Kompas TV mencakup ke enam maksim yaitu maksim kearifan , maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan dan maksim kesimpatian. Kata kunci : Kesantunan, Pelanggaran, Dua Arah Kompas TV
TRANSFORMASI NOVEL CRITICAL ELEVEN KARYA IKA NATASSAKE DALAM FILM CRITICAL ELEVEN SUTRADARA ROBERT RONNY DAN MONTI TIWA (KAJIAN ALIH WAHANA) FEBRIANI, FIDIA; , KAMIDJAN
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggunakan teori alih wahana dengan judul Transformasi Novel Critical Eleven Karya Ika Natassa ke dalam Film Critical Eleven Sutradara Robert Ronny dan Monti Tiwa. Novel Critical Eleven Karya Ika Natassa menceritakan tentang tokoh Ale dan Anya yang dipertemukan dalam sebuah penerbangan pesawat. Pada tahun 2017 novel tersebut diangkat menjadi film dengan judul yang sama. Novel Critical Eleven karya Ika Natassa terdapat segi alur, latar, tokoh dan penokohan. Fokus penelitian ini adalah terjadinya tiga perubahan yang meliputi alur, latar, tokoh dan penokohan dari novel menjadi film. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif karena menitikberatkan pada teks sastra yang kelak disebut strukturalisme atau instrinsik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan perubahan alur, latar, tokoh dan penokohan yang terjadi dari novel menjadi film. Manfaat penelitian adalah kajian ekranisasi dan alih wahana mampu menjadi disiplin ilmu teori sastra dan menambah khazanah atau ilmu tentang teori sastra. Penelitian ini menggunakan dua sumber data utama, yakni kutipan berupa kata, penggalan kalimat, uraian kalimat, dialog/percakapan antar tokoh yang didapat dari novel dan transkripsi film Critical Eleven. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan berupa tahapan alur yaitu alur paparan, rangsangan, gawatan, rumitan, klimaks, leraian, dan selesaian di dalam novel ke film. Dari segi alur terdapat 22 perubahan. Dari segi latar, perbedaan yang paling menonjol adalah jumlah latar. Dalam novel terdapat 66 latar sedangkan dalam film hanya terdapat 38 latar. Abstract This study uses the theory of Alteration under the title Transformasi Novel Critical Eleven Karya Ika Natassa ke dalam Film Critical Eleven Karya Ronert Ronny dan Monti Tiwa. Eleven critical novel by Ika Natassa tells about Ale and Anya who met in a plane flight. The novel made into the film with the same title in 2017,. Critical Eleven Novel by Ika Natassa has plot, setting, character and characterization of a novel into a film. The focus of this study is the change that includes the plot, setting, character and characterization of a novel into a film. This study uses an objective approach because it focuses on literary texts later called structuralism or intrinsic. The research objective was to describe the changes in plot, setting, characters and characterizations that occur from the novel into a movie. The benefits of this research is Alteration which able to become disciplines of literary theory and increases the science of literary theory. This study uses two main data sources, which is a word, a sentence fragment, sentence description, dialogue / conversation between characters derived from the novel and the transcription of Critical Eleven film. Data collection technique used documentation techniques. Data analysis technique used is comparative descriptive technique. The results showed a phase change in the the stages of flow of exposition, inciting, action, rising action, complication, climax, falling action, and resolution of the novel into a movie.. There are 22 changes in plot. The most notable difference is the number of background. In the novel there are 66 background while the film only has 38 background.