Jambe: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Jambe :Jurnal Sejarah Peradaban Islam terbit dua kali dalam satu tahun (Januri dan Juli). Pertama kali terbit tahun 2019 dan merupakan kumpulan hasil karya dosen, sejarawan, peneliti dengan lingkup kajian Sejarah dan budaya Islam, karena itu menjadi wadah perkembangan ilmu sejarah dan peradaban islam yang kritis, dinamis dan aktual. Jurnal Jambe memuat dan mengkomunikasikan artikel-artikel hasil penelitian dan karya ilmiah yang berkaitan dengan sejarah Peradaban Islam yang memfokuskan kajian pada bidang sejarah/budaya melayu Indonesia dan melayu jambi khususnya. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sutlhan Thaha Saifuddin Jambi, baik edisi cetak maupun online. Jurnal ini bertujuan menyebarluaskan hasil kajian dan penelitian serta penelaahan pustaka tentang keilmuan Sejarah/budaya melayu Indonesia, khususnya Sejarah melayu Jambi
Articles
70 Documents
FAKTOR MASYARAKAT ARAB MEMPERTAHANKAN PERNIKAHAN ENDOGAMI (STUDI DI KAMPUNG ARAB MELAYU KOTA JAMBI)
Muslimat Muslimat
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menkaji tentang pernikahan endogamy di masyarakat Arab Melayu yang berlokasi diseberang kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif di mana peneliti mendeskripsikan fenomena yang terjadi sesuai dengan permasalahan yang ada dengan menggunakan metode sejarah terdiri dari heuristik pengumpulan data (observasi, buku, jurnal, laporan, wawancara dan dokumentasi), verifikasi (keabsahan dan kredibelitas data), interpretasi (analisis data) dan historiografi. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa tujuan untuk mempertahankan sistem kekerabatan, perkawinan, identitas kelompok, kepercayaan, keamanan harta dan rahasia keluarga.
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA KAMPUNG ARAB AL-MUNAWAR SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTA PALEMBANG
Liamilatul Rohmah
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kampung Arab Al-Munawar merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya di Palembang, merupakan Cagar Budaya yang terdiri dari delapan bangunan rumah yaitu: rumah kaca, rumah kembar darat, rumah tinggi, rumah kembar laut, rumah limas hingga rumah batu atau indies, dan semuanya dibangun oleh Habib Abdurrahman Al-Munawar setelah setiap kelahiran anaknya. Nilai yang terdapat pada Kampung Arab Al-Munawar merupakan homogenitas kebudayaan Islam yang dapat dilihat dari seni bangunan dan latar belakang pembangunannya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai sejarah dan budaya pada Kampung Arab Al Munawar di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang di mulai dari Heuristik (pengumpulan data), verifikasi data, interprestasi (penafsiran data) dan selanjutnya adalah historiografi. Bangunan Kampung Arab Al-Munawar merupakan percampuran kebudayaan Arab dengan kebudayaan setempat, rumah limas dan panggung merupakan unsur budaya Palembang yang diserap untuk bentuk bangunannya, demikian juga rumah Indies yang secara umum merupakan bentuk rumah yang pernah menjadi tren di nusantara. Selain itu baik di rumah panggung dan limas, ragam memiliki kekhasan tersendiri yang dapat dilihat dari ornamen rumah dan penggunaan marmer sebagai lantainya memiliki gaya Timur Tengah bercampur dengan gaya Eropa yang menampilkan kesederhanaannya.
NASKAH SURE’ PANESSAI ESSO (SURAT PENJELASAN HARI) DI TELUK SERDANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
Tina Erdiana
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas tentang naskah Bugis sure’ panessai esso yaitu surat yang menjelaskan hari baik dan buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap sejarah naskah sure’ panessai esso dan mengetahui isi yang terkandung dalam naskah sure’ panessai esso di Teluk Serdang, Desa Marga Mulya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan filologi. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah naskah sure’ panessai esso yang terdapat di Teluk Serdang Desa Marga Mulya akibat dari adanya proses transmigrasi masyarakat Bugis dari Pulau Sulawesi. Naskah sure’ panessai esso mengandung informasi tentang penentuan hari baik dan buruk dalam meluai suatu aktivitas. Fungsi naskah ini bagi masyarakat Bugis digunakan sebagai pedoman menentukan hari baik dan buruk dalam suatu aktivitas misalnya, naik rumah baru, pernikahan, merantau, melakukan acara selamatan dan lain sebagainya.
SEJARAH DAN SISTEM MATA PENCAHARIAN SUKU DUANO DI KAMPUNG NELAYAN KUALA TUNGKAL KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
Suhaimi Suhaimi
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang SukuDuano, yang lebih dikenal dengan suku laut sebagai salah satu suku tertua yang mendiami pesisir Kuala Tungkal tepatnya di Kampung Nelayan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk melihat asal-usul kedatangan Suku Duano, mengetahui bagaimana sistem mata pencaharian seharai-harinya serta apa saja upaya yang dilakukan Suku Duano untuk bertahan hidup. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Penentuan informan dengan menggunakan cara Purposive Sampling yaitu menentukan secara sengaja siapa saja yang dianggap pantas mengetahui masalah yang akan diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Suku Duano ini berasal dari Kepulawan Riau kemudian berlayar hingga sampai di Kampung Nelayan Kuala Tungkal. Aktivitas kehidupan sehari-harinya biasanya dilalukan di atas laut menggunakan perahu, tapi kini sebagian dari suku ini tidak lagi hidup dilaut, mereka pindah di daerah pesisi rpantai dan menetap disana. Mata pencaharian mereka dulunya hanya bergantung pada laut, hampir setiap hari mereka melaut untuk mencari nafkah. Akan tetapi kini selain dari melaut atau sebagai nelayan ada juga yang berkebun dan sebagian kecil Suku Duano ini yang menjadi toke atau bos penampung hasil tangkapan dari laut.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASYARAKAT SOLOK SELATAN PASCA PEMEKARAN
Melia Afdayeni
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pokok permasalahan yang akan dikupas dalam penelitian ini adalah tentang perkembangan pendidikan agama setelah Kabupaten Solok Selatan resmi berpisah dari kabupaten induk yaitu Kabupaten Solok semenjak 7 Januari 2004. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan penelusuran sumber yang didapat dari observasi lapangan, wawancara, dokumen dan arsip pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan studi kepustakaan, setelah sumber terkumpul maka dilakukan kritik sumber, kemudian sumber-sumber tersebut dianalisis dengan mengaitkan fakta-fakta yang saling berhubungan yang disebut dengan sintesis. Langkah terakhir adalah menulis semua fakta-fakta yang ada sehingga terbentuk suatu karya ilmiah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemerintah dan masyarakat Kabupaten Solok Selatan terus berupaya untuk meningkatkan kwalitas dengan meningkatkan jumlah lembaga pendidikan agama. Seperti: MTs, MA, MDA/TPSA sebelum pemekaran jumlahnya sangat sedikit, tetapi setelah terjadinya pemekaran dan pemerintahan terus berjalan, lembaga pendidikan MTs, MA, MDA/TPSA jumlahnya terus bertambah, selain itu juga da lembaga pendidikan agama yang didirikan setelah pemekaran diantaranya: Raudhatul Athfal (RA) pada tahun 2009 sebanyak 27 buah dan madrasah ibtida’iyah (MI) sebanyak 13 buah.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUSEUM KERINCI
Arki Auliahadi;
Fikri Surya Pratama
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kerinci. Museum Kerinci merupakan salah satu musuem negeri Provinsi Jambi yang berlokasi di kawasan wisata Danau Kerinci, Kabipaten Kerinci. Metode penelitian yang digunakan dalam pengerjaan tulisan ini ialah metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah sendiri terdiri dari: heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, sintesis (analisis sumber), historiografi (penulisan). Hasil penelitian menunjukkan tujuan dibangunnya Museum Kerinci untuk melestarikan nilai sejarah, adat istiadat, tradisi dan kebudayaan masyarakat Kerinci, termasuk peninggalan benda cagar budayanya. Masa awal pendirian museum Kerinci mengalami berbagai macam hambatan, seperti konflik lahan yang masih milik warga dan lokasi pembangunan. Proses pembangunan Museum Kerinci melalui tiga tahapan. Setelah didirikan, museum ini mengalami kendala lain yaitu sangat minim koleksi. Hingga penelitian ini selesai dilaksanakan, Museum Kerinci masih mencari benda yang diduga sebagai cagar budaya untuk dijadikan koleksi.
PERANAN TUAN GURU HASAN BIN ANANG YAHYA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI KOTA JAMBI 1927-1940
Muhammad Khozy
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini di latarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap peranan ulama, sebab ulama sebagaimana dikatakan oleh Moeflich Hasbullah, merupakan salah satu aktor historis terpenting sepenjang pembicaraan tentang Indonesia, sejak kedatangan Islam abad ke-7/8 hingga abad ke-21. Peranannya yang melimpah ruah dalam sejarah, pembicaraan dan kajian tentang peranan ulama di Nusantara menjadi sumber mata air yang tak pernah kering. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode penelitian sejarah, dengan perspektif sosiologi yakni konsep peranan sosial yang disampaikan oleh Peter Burke, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi tokoh, adapun pendekatan studi tokoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatanconstuction of days, pendekatan ini lebih memfokuskan pada hari-hari tertentu yang mempunyai nilai historis bagi sang tokoh selama kariernya atau selama hidupnya. Temuan dari penelitian ini yaitu Tuan Guru Hasan bin Anang Yahya merupakan seorang tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Kota Jambi, peranannya dalam perkembangan Islam di Kota Jambi terlihat dari usaha-usaha yang dilakukannya, di awal kariernya di Kota Jambi pada tahun 1927 sebagai seorang yang baru pulang dari menuntut ilmu di Makkah dalam upaya menyalurkan ilmu yang dipelajarinya beliau memulai dengan mengajar di Madrasah Nurul Iman, selanjutnya menjadi mudir di madrasah ini, puncak kariernya berada pada masa ia menjadi mudir Madrasah Nurul Iman ini, dimasa ini beliau menulis kitab yang berjudul Nur al-Huda yang menjawab persoalan keagamaan yang muncul pada masa ini dan untuk mengkritisi pendapat Kaum Muda dan Kaum Syams al-Huda di Palembang tetang persoalan talkin bagi mayit. Selanjutnya beliau mendirikan madrasah yang bernama Madrasah al-Khairyah di Kota Jambi pada tahun 1938 dan mengabdi disana hingga akhir hayatnya pada tahun 1940.
PERKEMBANGAN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DI DESA BANDINGAN DAN GUMIWANG KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA
Munazah Uji Rinasti;
Malia Fransisca
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan karena melihat sebuah kenyataan bahwa dalam sebuah masyarakat yang jumlah penduduknya didominasi oleh orang-orang muslim tidak menjadi jaminan bahwa masyarakat tersebut mempunyai pengetahuan mengenai agama Islam yang tinggi, seperti halnya kondisi masyarakat di Desa Bandingan dan Gumiwang yang masih meyakini ritual kejawen seperti; tujuh bulanan ibu hamil, empat puluh hari mengenang orang meninggal dan tradisi yang lainnya. Padahal di dalam Muhammadiyah tidak pernah diajarkan untuk mempercayai dan melakukan ritual tersebut. Dengan masuknya Muhammadiyah di kedua desa tersebut, diharapkan nantinya secara bertahap masyarakat mampu dalam menjalankan syari'at Islam tanpa adanya praktik takhayul, bid’ah, dan khurafat sebagaimana tujuan Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdiri, tokoh-tokoh yang berperan, dan strategi dakwah Muhammadiyah di Desa Bandingan dan Desa Gumiwang Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah mulai masuk ke wilayah Bandingan dan Gumiwang berawal dari masyarakat ke dua desa yang mengikuti kegiatan pengajian di Daerah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga pada tahun 1960-an. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Tahapan kerja yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari pemilihan topik, pengumpulan sumber data, teknik pengumpulan data, verifikasi data, interpretasi dan penulisan.
TAKHAYUL DALAM MASYARAKAT BETAWI PERSPEKTIF SOSIO-HISTORIS
Devrian Ali Putra;
Tasnim Rahman Fitra
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini fokus membahas tentang takhayul yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Betawi. Takhayyul sendiri bukan hanya masalah percaya atau tidak, namun masalah takhayul bisa menyangkut keimanan dan akidah seseorang. Oleh karena itu permasalahan mengenai takhayul dirasa cukup penting untuk dibahas dan dikaji lebih mendalam. Penelitian ini mengungkap bahwa praktek takhayyul pada masyarakat Betawi sudah mulai memudar. Masyarakat Betawi dewasa ini sudah memahami bahwa praktek takhayyul yang masih berkembang tidak selamanya harus ditolak secara frontal, mereka memandang hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dari takhayul, sedangkan yang tidak boleh dipercaya adalah sanksi atau efek dari perbuatan tersebut. Permasalahan takhayyul ini selayaknya dihadapi dengan dakwah kultural yang berpihak kepada nilai-nilai universal kemanusiaan, menerima kearifan dan kecerdasan budaya lokal, mencegah kemungkaran dengan memperhatikan keunikan sifat manusia secara individual dan sosial, dengan demikian praktek takhayul ini bisa dihadapi dengan cerdas dan proporsional.
MUSEUM SIGINJEI PROVINSI JAMBI TAHUN 2010-2017
Maryuana Maryuana
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini di dasari pada perkembangan museum signjai dalam melestarikan benda-benda bersejarah pada tahun 2010-2017, menarik untuk di teliti karena museum signjai salah satu museum terbesar di kota jambi, uniknya hanya museum signjai yang mengkoleksi benda-benda hasil peninggalan masyarakat jambi, serta perkembangan dari aspek gedung, koleksi dan pengunjung yang menunjang museum signjai menjadi museum modern yang mana tujuan memperkuat identitas budaya dari suatu bangsa dengan memamerkan koleksi menggunakan narasi budaya dan sejarah. Dalam perkembangannya museum signjai dilihat dari segi pengunjung yang antusias berkunjung ke museum mulai bertambah banyak dari tahun 2010-2017 dikarenakan kegiatan yang menarik pengunjung untuk berkunjung ke museum signjai serta keunikan museum signjai. Meotode yang digunakan dalam penelitian ini metode sejarah, pertama heuristic, kedua verifikasi, ketiga interpretasi, keempat historiografi. Temuan penelitian terdiri atas tiga aspek, sejarah museum, keunikan museum dan perkembangan museum signjei, terutama berkaitan dengan koleksi. Display koleksi yang dibuat membuat daya tarik bagi para pengunjung, sehingga kemudahan akses dan penempatan yang baik memberikan dampak terhadap peningkatan pengunjung ke museum