cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
ISSN : 18295789     EISSN : 25411918     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan is a scientific journal which managed by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of citizenship studies. The published article originated from researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world. Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2004): June 2004" : 5 Documents clear
Konsolidasi demokrasi melalui pengembangan karakter kewarganegaraan Cholisin Cholisin
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2004): June 2004
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5410.218 KB) | DOI: 10.21831/civics.v1i1.5670

Abstract

The transition from authoritarianism to democracy is prolonged and complex process. From the national united background, he processes of transition flows through three phase (1) preliminary step, i.e. struggling to replace regime; (2) decision step, i.e. building democratic institution: and (3) consolidation step, i.e. the process in which institution and democratic practice initialized in political culture. Civic disposition, both private and public, as an element of civic education, built very determined by two other components, i.e. civic knowledge and civic skill, is a factor which a develop democracy consolidation. Civic disposition is a minor of civic culture, which is as democratic political culture  
Civics and Citizenship Education: historical and comparative reflections Barbara Leigh
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2004): June 2004
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4683.828 KB) | DOI: 10.21831/civics.v1i1.5662

Abstract

Dalam sejarah panjang dunia ini civics dan pendidikan kewarganegaraan di sekolah merupakan fenomena yang relatif baru. Ada dua faktor yang mengarahkan hal ini. Pertama adalah pertumbuhan negara-bangsa dan kedua adalah diperkenalkannya pendidikan untuk massa. Negara bangsa muncul di seluruh dunia dalam jumlah yang besar setelah akhir perang dunia kedua pada pertengahan abad ke dua puluh. Kekuasaan kolonial telah ditentang dan pergerakan kemerdekaan dilakukan atau mencapai kemerdekaan. Di Afrika, Amerika Latin, dan Asia ada peningkatan di sejumlah negara merdeka. Sebagian terbesar menjalankan bentuk pemerintahan demokratis. Mereka melaksanakan pemilu dan memiliki badan perwakilan. Semuanya memperkenalkan beberapa bentuk persekolahan bagi kebanyakan penduduk. Artikel ini membahas sejarah pendidikan yang didukung oleh negara di eropa. Di dalam konteks itu, dibahas civics dan pendidikan kewarganegaraan di Sekolah abad ke dua puluh satu dengan kemungkinan implikasinya bagi Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia. 
Pendidikan Kewarganegaraan paradigma baru dan implementasinya dalam kurikulum berbasis kompetensi Muchson AR
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2004): June 2004
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5152.562 KB) | DOI: 10.21831/civics.v1i1.5671

Abstract

Up to now, Civic Education was utilized as an instrument for regime (to support them). The common perception, this subject was more political in favor than academic one. With the spirit of reformation, new paradigm of Civic Education should be self-reformed, include reorientation both vision and mission. Revitalization of role, and structuring curriculum. In the new Indonesia Civic Education discourse, the comprehensive compentencies of Civic Education include civic knowledge, disposition, and skill.
Instructional strategies to teach tolerance and human rights in Civic Education Abdul Gafur
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2004): June 2004
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2328.248 KB) | DOI: 10.21831/civics.v1i1.5672

Abstract

Di Era Reformasi, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran penting. Dalam bentuknya yang ideal, PKn berusaha agar para siswa terikat dengan komunitasnya melalui pembelajaran, pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk berpartisipasi secara aktif. Secara umum tujuan ini dapat dilaksanakan melalui pengembangan (1) pengetahuan Kewarganegaraan; (2) Tanggung jawab Kewarganegaraan; dan (3) Partisipasi Kewarganegaraan. Berdasarkan tiga pendekatan ini, Profil warga Negara yang ideal sebagai keluaran dari PKn diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang relevan dengan konsep dasar dan prinsip – prinsip PKn. Agar Pengajaran PKn efektif sehingga tujuan tersebut dapat tercapai, maka ada tiga strategi pengajaran dan penggunaannya yang didiskusikan dalam makalah ini, yaitu: strategi keterampilan berfikir, strategi klarifikasi nilai, dan strategi inquiry atau pemecahan masalah. Strategi keterampilan berfikir mencakup (a) strategi pengajaran untuk berfikir (instructional strategy for thinking); (b) strategi pengajaran untuk berfikir (instructional strategy of thinking); (c) Strategi pengajaran tentang berfikir (instructional strategy about thinking). Strategi ini seyogianya digunakan untuk mengajarkan kompetensi PKn untuk menguasai konsep dan prinsip – prinsip demokrasi, pemerintahan, HAM, toleransi, sejarah, dan sebagainya
Demiliteris: an agenda of reproducing tolerance and human rights in lndonesia Purwo Santoso
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2004): June 2004
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/civics.v1i1.5673

Abstract

Praktik mekanisme pemerintahan yang bersifat militeristik di Indonesia, yang bisa terjadi karena peran yang ekstensif dari militer di Negara ini, mewarisi kita dengan realita yang merusak, yaitu bahwa militerisme diterima secara luas dan mendalam di Indonesia. Dalam pengertian apa ia merusak? Mengapa demikian? Artikel ini berusaha untuk menjernihkan bahaya yang telah di tinggalkan oleh militerisme bagi pelembagaan demokrasi dalam Negara pluralistic atau menekankan pentingnya membalikkan proses reproduksi militerisme. Dengan menunjukkan bahaya militerisme yang menghalangi proses demokrasi secara umum, dan memajukan toleransi serta perlindungan Hak Asasi Manusia secara Khusus, artikel ini berusaha untuk menawarkan beberapa model untuk memajukan proses demiliterisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5