cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
ISSN : 23375752     EISSN : 27209660     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), published thrice a year (January, Mei, and September), is a peer-reviewed journal that is managed by the Department of Economic Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Surabaya. JUPE aims to help researchers publish their work for a wider audience. We consider original research articles and review articles in any research areas of (but is not limited to) economics and business education, such as economics education, entrepreneurship education, economics learning strategies, educational economics, classroom action research, development of learning materials, teaching models, learning instruction, and learning media.
Arjuna Subject : -
Articles 1,004 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI ANGGOTA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KOPMA UNESA TRI WARDANI, ADRIANTI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n1.p%p

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan suatu koperasi sangat tergantung pada kualitas dan partisipasi para anggotanya. Partisipasi anggota sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu koperasi, karena partisipasi anggota merupakan unsur utama dalam mencapai keberhasilan suatu koperasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor manakah yang dominan mempengaruhi partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan pembelian di KOPMA Unesa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang meliputi 3 faktor golongan yaitu pemahaman anggota, mutu layanan, dan manfaat yang diperoleh dari koperasi. Data-data tersebut diperoleh dari hasil dokumentasi dan penyebaran angket. Untuk membuktikan hipotesis penelitian digunakan model perhitungan analisis faktor yang dibantu program komputer SPSS for Windows. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor yang dominan atau faktor utama yang mempengaruhi partisipasi anggota dalam melakukan pembelian di KOPMA Unesa adalah faktor Minat (X4) dengan prosentase total varian sebesar 28,021%. Ini dikarenakan faktor-faktor yang lain kurang mempengaruhi anggota dalam berpartisipasi di KOPMA Unesa sehingga tidak dapat memenuhi nilai yang diharapkan untuk mempengaruhi partisipasi anggota dalam pembelian di KOPMA Unesa
PERAN KOPERASI AGRIBISNIS DANA MULYA SEBAGAI PENAMPUNG HASIL PRODUKSI SUSU SAPI DI PACET -MOJOKERTO NGADIONO,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n1.p%p

Abstract

Peran koperasi bagi anggota serta manfaatnya merupakan faktor penting dalam mengembangkan koperasi khususnya pada kegiatan koperasi agribisnis dana mulya. Penurunan produksi susu sapi yang disebabkan pada waktu itu harga jual susu sapi yang menurun sehingga berpengaruh pada penurunan pasokan susu sapi kepada koperasi. Penelitian ini meneliti tentang “Peran Koperasi Agribisnis Dana Mulya sebagai penampung hasil produksi susu sapi di Pacet - Mojokerto.”Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada penurunan produksi susu sapi di Pacet-Mojokerto dan juga manfaat koperasi Agribisnis Dana Mulya bagi anggota. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peran Koperasi Agribisnis Dana Mulya sebagai penampung hasil produksi susu sapi di Pacet-Mojokerto.Serta untuk mengidentifikasi manfaat koperasi agribisnis dana mulya bagi anggota. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dimulai dengan reduksi data, kategorisasi, serta sintesisasi. Sedangkan untuk menguji kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan datanya hanya mengambil 3 teknik yaitu teknik triangulasi, teknik kecukupan referensial, dan teknik pengecekan anggota. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Agribisnis Dana Mulya telah memenuhi peran sebagai penampung susu sapi dari anggota serta Koperasi Agribisnis Dana Mulya bermanfaat bagi anggota yaitu, membantu mengangkat perekonomian anggota melalui bantuan dari koperasi seperti (a) menampung produksi susu sapi anggota (b) menjualkan produksi susu sapi anggota ke pihak swasta (c) pemberian simpan pinjam (d) penjualan suplemen pakan ternak.
ANALISIS PERKEMBANGAN UNIT SIMPAN PINJAM DI KPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) DHAYA HARTA JOMBANG MAULANA, ERIEK
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n1.p%p

Abstract

Nilai simpanan dan nilai pinjaman menjadi faktor penting didalam mengembangkan koperasi khususnya pada unit usaha simpan pinjam. Nilai simpanan mencerminkan ketersediaan modal yang dimiliki dan nilai pinjaman yang ada mencerminkan perkembangan dari usaha unit simpan pinjam, Jika nilai simpanan dan juga pinjaman yang ada nilainya tinggi, maka kesempatan untuk berkembang juga sangat besar. Penelitian ini meneliti tentang “analisis perkembangan unit simpan pinjam di koperasi pegawai Republik Indonesia (KPRI) Dhaya Harta Jombang”. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu terletak pada perkembangan simpanan dan juga pinjaman yang mengalami kenaikan dan penurunan. Hal inilah yang mempengaruhi perkembngan dari unit simpan pinjam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai simpanan dan nilai pinjaman yang ada di unit simpan pinjam KPRI Dhaya Harta Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunkan pendekatan kuantitatif dimana peneliti mendeskripsikan hasil penelitian dengan menggunakan angka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan simpanan mengalami kenaikan setiap tahunnya, sedangkan perkembangan pinjaman mengalami kenaikan dan juga penurunan. Kemudian yang mempengaruhi perkembangan nilai simpanan adalah karena pihak koperasi menaikkan nilai simpanan pokokdan simpanan wajib, dan yang mempengaruhi perkembangan nilai pinjaman adalah suku bunga, proses pemberin pinjaman serta jangka waktu pengembalian pinjaman yang diberikan oleh koperasi.
FENOMENA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN DAN UKM SUKRIYANTO PUTRA RAHMAWAN, ALFI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

Abstrak Dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif ekonomi moneter terhadap LKM diperoleh gambaran sebagai berikut: (a) Keberadaan LKM diakui masyarakat memiliki peran strategis sebagai intermediasi aktivitas perekonomian yang selama ini tidak terjangkau jasa pelayanan lembaga perbankan umum atau bank konvensional, (b) Secara factual pelayanan LKM telah menunjukkan keberhasilan, namun keberhasilannya masih belum bias di anggap pas pada usaha-usaha ekonomi non pertanian. Perkreditan LKM untuk usahatani belum mendapat prioritas, hal itu ditandai oleh relatif kecilnya plafon (alokasi dana) untuk mendukung usahatani, yakni kurang dari 10 % terhadap total plafon LKM, (c) Faktor kritis dalam pengembangan LKM sector pertanian terletak pada aspek legalitas kelembagaan, kapabilitas pengurus, dukungan seed capital, kelayakan ekonomi usaha tani, karakteristik usahatani dan bimbingan teknis nasabah/pengguna jasa layanan LKM, (d) Untuk memprakarsasi penumbuhan dan pengembangan LKM pertanian diperlukan adanya pembinaan peningkatan kapabilitas bagi SDM calon pengelola LKM, dukungan penguatan modal dan pendampingan teknis kepada nasabah pengguna kredit. Upaya pengentasan kemiskinan dapat dilakukan antara lain dengan memutus mata rantai kemiskinan itu sendiri, diantaranya adalah dengan pemberian akses yang luas terhadap sumber-sumber pembiayaan bagi Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat miskin yang mempunyai kemauan dan kemampuan produktif. Meskipun kontribusi UKM dalam PDB semakin besar, namun hambatan yang dihadapinya besar pula, diantaranya kesulitan mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan formal. Kata Kunci: LKM, Perbankan, Usahatani, Seed capital Abstract Using a qualitative descriptive analysis of the MFI monetary economics obtained a description as follows: (a) the existence of MFIs recognized community has a strategic role as intermediary in economic activity that has not affordable public services banking institutions or conventional banks, (b) In factual service for MFIs have shown success, but success is still not considered appropriate bias on the efforts of non-agricultural economy. MFI lending to farming has not received the priority, it is characterized by a relatively small number ceiling (allocation) to support farming, which is less than 10% of the total ceiling of MFIs, (c) a critical factor in the development of the agricultural sector MFIs located on the legality of the institutional aspects, capabilities administrators, support for seed capital, the economic viability of farming, farm characteristics and technical assistance clients / service users MFI, (d) To initiate the growth and development of agriculture MFI is required for fostering enhanced capabilities for HR candidates MFIs, support the strengthening of capital and technical assistance customer credit users. Poverty alleviation can be done for example by breaking the chain of poverty itself, such as by granting broad access to sources of finance for Small and Micro Enterprises (SMEs) which is basically a part of the poor who have the willingness and ability to productively. Although the contribution of SMEs in GDP bigger, but the greater the obstacles it faces, including difficulty accessing sources of financing from formal financial institutions. Keywords: MFI, Banking, Farm, Seed capital
UPAYA PENGURUS KOPERASI UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI ANGGOTA DI KOPERASI WANITA HARUM MELATI KARANG PILANG SURABAYA ROSDA SYAHRONI PRATAM, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Peran koperasi dan keberadaannya bagi anggota koperasi merupakan faktor penting dalam mengembangkan koperasi khususnya bagi kegiatan koperasi wanita yang bergerak pada unit simpan pinjam Koperasi Harum Melati Karang Pilang. Penurunan jumlah anggota dan peningkatan piutang pinjaman oleh anggota koperasi wanita dikarenakan minimnya kesadaran dan ketertiban anggota koperasi dalam mengangsur pinjaman. Penelitian ini meneliti tentang “Upaya Pengurus Koperasi untuk Meningkatkan Partisipasi Anggota di Koperasi Harum Melati Karang Pilang“. Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingkat prosentase partisipasi anggota koperasi di bidang organisasi, modal, dan usaha koperasi wanita Harum Melati Karang pilang dan upaya pengurus koperasi untuk meningkatkan partisipasi anggota koperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penunjang partisipasi anggota dari lingkup organisasi, modal dan unit usaha koperasi serta mengetahui usaha pengurus koperasi untuk meningkatkan partisipasi anggota di koperasi wanita harum melati karang pilang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dsekriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik analisis data interaktif. Manfaat dari koperasi wanita harum melati ini sangat besar, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Karena bisa memberikan tambahan modal usaha dan sebagai tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mengangkat perekonomian anggota koperasi. Koperasi jika dikelola dengan baik dan tertib dalam pembayaran, bisa memberikan banyak keuntungan bagi anggota koperasi Kata Kunci: Koperasi, Simpan Pinjam ABSTRACT The role of cooperatives and the existence of cooperative members is an important factor in developing cooperative activities, especially for women cooperatives engaged in savings and loans unit Cooperative Harum Melati Karang Pilang. Decrease in number of members and the increase in loan receivables by members due to lack of awareness of women's cooperatives and cooperative members in order to repay the loan. This study examines the "Cooperative Management Efforts to Increase Participation in Cooperative Members Harum Melati Karang Pilang". Problems in this study was the percentage of participation of members of the cooperative in the field of organization, capital, and cooperative efforts Members and cooperative management efforts to increase the participation of members of the cooperative. The purpose of this study was to determine the factors supporting the participation of members from the scope of the organization, capital and cooperative business unit as well as knowing the cooperative management efforts to increase women's participation in the cooperative members. This research is deskriptif research using qualitative approach and use interactive data analysis techniques. Benefits of Harum Melati women's cooperatives is very large, especially for the mother-housewife. Because it can provide additional working capital, and in addition to help meet the daily needs as well as lift the economy cooperative members. Cooperative if managed properly and orderly in the payment, can provide many benefits for members of the cooperative. Keywords: Cooperative, Save Loan
PENGARUH INFLASI, PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DAN CADANGAN VALAS TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA WULANDARI, WIDA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

Abstrak Neraca pembayaran merupakan aplikasi penting untuk menganalisis perekonomian. Tahun 2013 menunjukkan posisi neraca pembayaran defisit selama tiga kuartal pertama, namun neraca pembayaran berhasil ditutup dengan posisi surplus di kuartal akhir. Dalam data kuartalan, gap theory inflasi dan neraca pembayaran muncul pada kuartal satu dan tiga di tahun 2012 dengan angka kenaikan 0,88 % justru direspon positif oleh neraca pembayaran dan kemudian inflasi naik sebesar 1,66 % direspon positif pula oleh neraca pembayaran. Pada tahun 2011 ke 2012 dimana PDB mengalami kenaikan tetapi justru memberikan efek negatif terhadap neraca pembayaran yaitu justru tercatat penurunan pada tahun yang sama. Selain itu, neraca pembayaran dalam data kuartalan, tahun 2013 kuartal satu, dua dan tiga secara berurutan sebesar Rp. 638.295 triliun, Rp. 676.625 triliun, serta Rp. 666.430 triliun hal ini justru direspon negatif oleh neraca pembayaran pada waktu yang sama. Dalam data kuartalan tepatnya pada tahun 2013 kuartal tiga dengan angka sebesar Rp. 676.625 triliun yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, direspon negatif pula oleh neraca pembayaran yaitu sebesar defisit USD 2.447 miliar dimana defisit ini lebih kecil dibanding kurtal sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), cadangan valas, terhadap neraca pembayaran Indonesia serta meramalkan variabel – variabel tersebut untuk tahun 2014 hingga tahun 2020. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder times series yang diolah menggunakan program olah data Eviews 6 dengan model analisis data VAR (Vector Autoregressive). Dari representasi hasil analisis data menunjukkan bahwa Inflasi tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran, Produk Domestik Bruto (PDB) tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran, cadangan valas berpengaruh terhadap neraca pembayaran. Prediksi inflasi sejak 2014 kuartal satu hingga 2020 kuartal empat mengalami penurunan dari angka 1.21 hingga 0.56. Untuk variabel Produk Domestik Bruto (PDB) diprediksi semakin meningkat hingga tahun 2020 kuartal terakhir. Variabel cadangan valas mengalami kenaikan sejak tahun 2014 kuartal satu hingga 2020 kuartal empat meskipun peningkatannya perlahan. Yang terakhir adalah variabel neraca pembayaran diprediksi menurun hingga kuartal empat tahun 2020 senilai USD 1647.5 juta. Kata kunci : Infllasi, Produk Domestik Bruto (PDB), Cavalas, Neraca Pembayaran, Forecast Abstract Balance of payment is important to analyze economic condition. In 2013 it shows deficit balance of payment for three quarterly, but it closed in surplus number. In quarterly data, gap theory between inflation and balance of payment appeared at first and third quarterly in 2012 with rised number 0,88 % but balance of payment response positively. And then inflation raised 1,66 %, this is responsed positiveby balance of payment. In 2011 to 2012 output agregat raised but it gives negative effect to balance of payment. In 2013 first, second and third quarterly, they are Rp. 638.295 billion, Rp. 676.625 billion, and Rp. 666.430 billion, but these are responsed Balance balance of payment negatively. In 2013 third quarterly is the highest number of output agregate, it is responsed balance of payment negatively too, they are deficit USD 2.447 billion. The research aim to know the effect of inflation, output agregat, foreign currency reserve to balance of payment, and also to predict the variabels from 2014 until 2020. The kind of data is secondary times series data which are processed using Eviews 6 programme with VAR (Vector Autoregressive) data analyzed model. The representation of result showed that inflation does not influence the balance of payment, foreign ouput agregate does not influence the balance of payment too, but the currency reserve influences the balance of payment. The forecast predict that inflation since 2014 first quarterly until 2020 fourth quarterly decrease from 1.21 % to 0.56 %. The output agregat will raise until 2020 last quarterly. And then the foreign currency reserve will raise too since 2014 first quarterly until 2020 fourth quarterly eventough slowly. And the last variable is balance of payment, it will decrease untill last quarterly in 2020 (USD 1647.5 million). Keyword : Inflation, Output Agregat, Foreign Currency Reserve, Balance of Payment, Forecast
PENGARUH NILAI TUKAR PETANI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TIMUR DEWI RETNASARI, ERNA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan manusia merupakan salah satu faktor dalam upaya pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan manusia dapat dilihat dari tingkat indeks pembangunan manusia yang diukur melalui tingkat pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Selain itu, tingkat IPM dapat dipengaruhi oleh adanya peningkatan pendapatan perkapita dan pertumbuhan PDRB. Penelitian ini akan mengkaji ada atau tidaknya pengaruh nilai tukar petani dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai tukar petani dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari BPS Jawa Timur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar petani berpengaruh tidak signifikan dan negatif terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jawa Timur. Hal ini dikarenakan jika NTP mengalami peningkatan, maka akan terjadi inflasi di sektor pertanian dan selanjutnya kemampuan masyarakat untuk melakukan belanja di bidang pendidikan, kesehatan, dan konsumsi lain (indikator IPM) akan menurun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan dan positif. Hal ini dikarenakan jika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka pendapatan perkapita masyarakat dan pemerintah juga akan meningkat. Sehingga kemampuan masyarakat dan pemerintah untuk melakukan belanja dalam upaya peningkatan IPM dapat dioptimalkan. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Nilai Tukar Petani, Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS SEKTOR POTENSIAL DI KECAMATAN PORONG PASCA LUAPAN LUMPUR LAPINDO MASHURI PRATAMA, IMAM
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pada tahun 2006 terjadi luapan lumpur lapindo yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kecamatan Porong sehingga mengalami penurunan PDRB sebesar -31,46 persen. Dampak dari luapan lumpur lapindo masih terasa pada tahun berikutnya. Pertumbuhan PDRB Kecamatan Porong dari tahun 2007-2012 sebesar -21,04%, 43,58%, -5,61%, 1,7%, 3,15%, 3,14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor potensial di Kecamatan Porong pasca luapan lumpur lapindo. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sektor potensial di Kecamatan Porong pasca luapan lumpur lapindo melalui PDRB sebagai alat ukurnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis LQ, analisis Shift Share, dan analisis MRP. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa sektor basis yang ada di Kecamatan Porong adalah sektor pertanian, sektor penggalian, sektor konstruksi, sektor perdagangan, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa. Sektor basis tersebut yang mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata sektoral dan memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi yang sama di Kabupaten Sidoarjo adalah sektor perdagangan. Selain itu, sektor perdagangan merupakan sektor yang menonjol di Kecamatan Porong dan di Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian sektor potensial di Kecamatan Porong adalah sektor perdagangan. Kata Kunci: pertumbuhan ekonomi, sektor potensial, lumpur lapindo. Abstract In 2006 Lapindo mudflow occurred which have an impact on economic growth Porong that GDP declined by -31.46 percent. The impact of Lapindo mudflow still feels the following year. Porong GDP growth from the year 2007-2012 amounted to -21.04%, 43.58%, -5.61%, 1.7%, 3.15%, 3.14%. This study aims to identify potential sectors in Porong post Lapindo mudflow. This research method uses descriptive research with quantitative approach which aims to describe the potential sectors in Porong post Lapindo mudflow through GDP as a measuring tool. The analysis technique used is the analysis of LQ, shift share analysis, and analysis of MRP. Based on the analysis, it can be concluded that the sector basis in Porong is agriculture, quarrying, construction, trade, finance, leasing, and services companies, and service sectors. The base sectors that have faster growth than the sectoral average and have high competitiveness compared to the same economic sector in Sidoarjo is trade. In addition, the trade sector is a sector which stands out in Porong and Sidoarjo. Thus the potential sectors in Porong is trade. Keywords: economic growth, potential sectors, lapindo mud.
ANALISIS KESIAPAN DESA BLAWI DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA WAHIB ABDI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan pemerintah desa dalam mengimplementasikan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Dengan harapan jangka panjangnya dengan adanya penelitian ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengetahui kesiapan pemerintah desa dalam implementasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti memilih lokasi di Desa Blawi. Dipilihnya lokasi penelitian ini karena sudah didasarkan atas pertimbangan bahwa Desa memiliki BUMDes berupaPasar Desa. Ada 4 Informan dalam penelitian ini, dimana semua informan adalah orang yang menjabat sebagai bagian dari Pemerintah Desa. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara bertahap, observasi langsung, dan teknik dokumentasi. Dari data tersebut dapat diketahui kesiapan pemerintah desa dalam implementasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dimana secara umum desa sudah menyiapkan SDM nya untuk mengimplementasikan undang-undang tersebut, namun masih dibutuhkannya bimbingan teknis dari pemerintah terhadap isi dari undang-undang desa yang baru ini agar tidak ada kesalahan dalam implementasinya. Selain itu pemerintah desa juga membutuhkan pendampingan dan pengawasan terkait dengan pengelolaan dana desa. Kata kunci : Desa, Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang desa Abstract Short-term goal of this research is to analyze the readiness of local government implementing the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the village in the Village District of Karangbinangun Blawi Lamongan. And the long-term goal of this research the central government and local governments determine the readiness of the village government in the implementation of the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the village. In this study, the type of research used in this study used a qualitative descriptive study. Researchers chose the location in the village of Blawi. This location is chosen based on the consideration that the village has BUMDes such as village market. There are 4 Informants in this study, where all informants are people who served as part of the local government. To obtain the data, researchers used data collection techniques include gradual interview, direct observation and documentation techniques. From these data it can be seen the village government's readiness to implement the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the local government. Where in general the village is already preparing its human resources to implement these laws, but still needed technical assistance from the government for the content of legislation that the new village so that there are no errors in its implementation. In addition the village government also needs assistance and supervision associated with the management of village funds. Keywords : village, indonesian republic laws no. 6 in 2014 about rural
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERTUMBUHAN ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA SURABAYA HERU ANGGORO, MOCH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan acuan sebagai indikator keberhasilan ekonomi di suatu wilayah. Indikator tersebut misalnya masalah tentang inflasi dan penganguran serta kesejahteraan masyarakat yang membaik. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah jumlah dan mutu penduduk dan tenaga kerja. Dari tahun ke tahun pertumbuhan penduduk relatif mengalami peningkatan dan hal itu juga akan mempengaruhi pada pertumbuhan angkatan kerja. Di perkotaan pertumbuhan angkatan kerja relatif mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di kota besar Surabaya juga masih menyisakan jumlah pengangguran yang memprihatinkan yakni sebesar 80.568 jiwa pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran di kota surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian yakni pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran kota Surabaya. Sedangkan sampelnya yakni pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran di kota Surabaya tahun 2004 – 2013. Pengumpulan data diperoleh dari data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Jawa timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara variabel pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya yang berbanding terbalik atau berlawanan. Sedangkan variabel pertumbuhan angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya. Sementara kedua variabel independen yakni pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja secara bersama – sama menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Angkatan Kerja, dan Tingkat Pengangguran Abstract Economic growth is often used as a reference as an indicator of economic success in the region. The indicator for example the problem of inflation and unemployment and improved public welfare. One of the factors that affect the economic growth is the number and quality of population and labor force. From year to year relative population growth has increased and it will also affect the growth of the labor force. The urban growth of the labor force relative increase from year to year. It will also have an impact on the number of unemployed in the city. This study aims to determine the effect of economic growth and the growth of the labor force the unemployment rate in the city of Surabaya. This research is a quantitative approach causal research. The population in the study of economic growth, the growth of the labor force, and the unemployment rate. While the sample namely economic growth, the growth of the labor force, and the unemployment rate in the city of Surabaya in 2004 - 2013. The data collection was obtained from secondary data drawn from the Central Bureau of Statistics eastern Java. Analysis of the data used in this research is multiple linear regression analysis. The results showed that there are between variables influence significantly the economic growth of the unemployment rate in the city of Surabaya, which is inversely proportional or counterclockwise. While labor force growth variable has no significant effect on the unemployment rate in the city of Surabaya. While two independent variables namely economic growth and the growth of the labor force together - together showed a significant effect on the unemployment rate in the city of Surabaya. Keywords: Economic Growth, Labor Force Growth, and Unemployment Rate

Page 1 of 101 | Total Record : 1004