cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
ISSN : 23375752     EISSN : 27209660     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), published thrice a year (January, Mei, and September), is a peer-reviewed journal that is managed by the Department of Economic Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Surabaya. JUPE aims to help researchers publish their work for a wider audience. We consider original research articles and review articles in any research areas of (but is not limited to) economics and business education, such as economics education, entrepreneurship education, economics learning strategies, educational economics, classroom action research, development of learning materials, teaching models, learning instruction, and learning media.
Arjuna Subject : -
Articles 1,016 Documents
PERAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM MENINGKATKAN TINGKAT PRODUKSI DAN TINGKAT PENDAPATAN UKM LEDRE PISANG DI DESA DUKOHLOR KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO NINGSIH, NURPRIATI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak UKM ledre pisang merupakan UKM yang mengolah makanan khas Kabupaten Bojonegoro. Dalam perkembangannya UKM ini memiliki tiga pokok permasalahan yaitu permasalahan permodalan, permasalahan pengemasan, dan permasalahan pemasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan program-program seperti pelatihan dan bantuan alat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM Ledre Pisang di Desa Dukohlor Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dan menganalisis hasil dari program-program yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM Ledre Pisang di Desa Dukohlor Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka yang dapat dihitung. Data tersebut diperoleh melalui angket dan wawancara yang diberikan kepada responden yaitu para pengusaha UKM ledre pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM ledre pisang adalah berupa pelatihan dan bantuan alat. Kemudian hasil program yang telah dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan berperan sebesar 17% dalam meningkatkan tingkat produksi dan 45% dalam meningkatkan tingkat pendapatan para pengusaha ledre pisang di Desa Dukohlor. Kata Kunci: Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Peningkatan Potensi, Usaha Kecil dan Menengah. Abstract Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang are Small and Medium Enterprises typical food processing Bojonegoro. In the development of Small and Medium Enterprises have three main issues, namely the problem of capital, the problems of packaging, and marketing problems. To overcome these problems, Industrial and Trading Department to carry out programs such as giving the training or coaching and helps of the equipment. This study is purposed to analyze Industrial and Trading Department’s role in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang in Dukohlor village Malo Sub district Bojonegoro Regency and analyze the results of the programs that had been done by Industrial and Trading Department in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang in Dukohlor village Malo Sub District Bojonegoro Regency. The method that is used in this study is Quantitative method with descriptive study type which is purposed to make the description, systematical picture, factual, accurate facts, characteristics, and the connection in the phenomenon appeared in the study. The type of the data that is used is Quantitative data, which is the data in the form of number that can be calculated. That data is gained by the questionnaire and direct interview given to the respondent that are the entrepreneurs of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang. Result of the study shows that the role of Industrial and Trading Department in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang are by giving the training or coaching and by the helps of the equipment. Then the result of the program done by Industrial and Trading Department shows that Industrial and Trading Department has a role in 17% in increasing the production and 45% in increasing the income of Ledre Pisang’s entrepreneur in Dukohlor village. Keyword: Small and Medium Enterprises, Industrial and Trading Department, Increased Potential
PENGARUH LOKASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR BARU KRIAN SIDOARJO IKSYANIYAH, NURIL
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Menjadi pedagang kaki lima merupakan alternatif yang dilakukan oleh sebagian orang dengan keterbatasan pendidikan dan ketrampilan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan untuk meraih keberhasilan usaha agar dapat bertahan dalam menghadapi berbagai kondisi perekonomian dan persaingan. Mayoritas dari mereka berdagang di jalan protokol pasar karena dianggap ramai, dalam hal ini khususnya Pasar Krian Sidoarjo. Keberadaan para pedagang kaki lima ini dinggap mengganggu arus lalu lintas dan dilakukan pemindahan lokasi ke Pasar Baru Krian Sidoarjo.Penelitian ini dilakukan di Pasar Baru Krian Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan lokasi usaha sebagai variabel independen serta keberhasilan usaha sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh lokasi usaha terhadap keberhasilan usaha. Sampel yang digunakan adalah pedagang Kaki Lima yang berada di Pasar Baru Krian Sidoarjo sebanyak 127 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana. Berdasarkan uji-t yang dilakukan dan hasil analisis regresi linier sederhana dapat diketahui bahwa variable lokasi usaha (X) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y) Pedagang Kaki Lima di Pasar Baru Krian Sidoarjo. Kata kunci : insidental sampling, lokasi usaha, dan keberhasilan usaha Abstract Being a street trader is an alternative that is done by some people with limited education and skills that aim to make a profit for the success of business in order to survive in the face of a variety of economic conditions and competition. The majority of their trade in the streets because it is a crowded market protocol, in this particular Krian Market Sidoarjo. The existence of street vendors is deemed to interfere with the flow of traffic and carried out to move the location to New Market Krian Sidoarjo. This research was conducted in New Market Krian Sidoarjo. This research uses the business location as independent variable and the success of the business as the dependent variable. The purpose of this research was to analyze the effect of the location of the business to business success. The samples are street trader who was in New Market Krian Sidoarjo as much as 127 respondents using insidental sampling. The analysis through validity test, reliability test, the classic assumption test, simple linear regression test. Based on t-test were performed and the results of simple linear regression analysis showed that variable business location (X) has no significant effect on the success of the business (Y) Street trader in New Market Krian Sidoarjo Keyword : Insidental sampling, the location of the business, and the success of the business
PENGEMBANGAN USAHA SENTRA INDUSTRI KECIL BATIK TULIS GEDOG SEBAGAI POTENSI EKONOMI LOKAL KABUPATEN TUBAN RAMADHANA, IKE
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Batik tulis gedog merupakan salah satu produk seni khas kota Tuban yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi potensi ekonomi lokal. Dalam pengembangan usahanya industri batik tulis gedog mengalami banyak permasalahan yaitu permasalahan persaingan usaha batik yang semakin ketat, berkurangnya SDM yang berminat menjadi penenun gedog, sehingga pada tahun 2010 sampai 2015 industri batik tulis gedog mengalami penurunan omset penjualan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut harus ada upaya pengembangan yang dilakukan oleh pengusaha batik bersama pemerintah daerah Tuban. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya pengembangan usaha sentra industri kecil batik tulis gedog sebagai potensi ekonomi lokal Kabupaten Tuban yang dilakukan pihak pengerajin batik maupun pemerintah kota Tuban. Metode penenlitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban yang merupakan kawasan sentra industri kecil batik tulis gedog. Informan penelitian ini adalah pengusaha dan pan pengrajin batik tulis gedog serta Kepala Bagian Perindustrian Dinas Pariwisata dan Perekonomian Kabupaten Tuban. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan usaha industri batik tulis gedog dilakukan oleh pengusaha dan pengrajin batik serta peran dari pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata. Upaya tersebut antara lain: penciptaan iklim usaha yang kondusif, bantuan permodalan serta peralatan membatik, pelatihan, memantapkan asosiasi, mengembangkan promosi, mengembangkan kerja sama yang setara, adanya sekolah dan kursus informal pembatikan yaitu sanggar batik, pemerintah telah mendokumentasikan motif-motif batik, pameran, ekspor batik, pengenalan adanya industri dan wisata batik melalui perlombaan membatik, dan yang terakhir meningkatkan mutu batik tulis gedog.dengan adanya upaya pengembangan yang dilakuakn industri kecil batik tulis gedog dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi lokal Kabupaten Tuban. Kata Kunci: Pengembangan Usaha, Industri Kecil Batik Tulis Gedog, Potensi Ekonomi Lokal Abstract Batik gedog is one of the typical town art products of Tuban which have the potential to be developed into a local economic potential. In business development batik gedog industry experienced a lot of problems, namely the problems batik business competition intensifies, the reduction of human resources who are interested in becoming a weaver gedog, so that in 2010 to 2015 gedog batik industry decreased sales turnover. To overcome these problems, there should be a development effort undertaken by the batik entrepreneurs with government Tuban area. The purpose of this study was to determine the business development efforts of small industrial centers of batik gedog as local economic potential Tuban conducted by the city government as well as batik craftsmen Tuban. The method that is used in this study is qualitative research. The location of this research is in Kerek Sub District, Tuban District which is an area of small industrial centers of batik gedog.The informants are businessmen and pan gedog batik artisans as well as the Head of the Department of Industry, Tourism and Economic Tuban. Data were collected by using interviews, observation, and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that the industrial business development efforts undertaken by batik gedog and batik entrepreneurs and the role of government Tuban through the Department of Economic and Tourism. Efforts include: the creation of a conducive business climate, as well as equipment batik capital assistance, training, establish associations, develop promotions, develop an equal partnership, the school and informal courses of batik is batik studio, the government has documented batik motifs, exhibitions, batik exports, introduction the travel industry and batik batik through the race, and the latter improve the quality of batik gedog.with the development effort, small industrial batik gedog can be developed into a local economic potential Tuban. Key word: Business Development, Small Industries Batik Gedog, Local Economic Potential
PERANAN INDUSTRI BATIK TULIS TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KARANG KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN PUJI LESTARI, RAHAYU
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Tuban merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi unggulan dan fungsi di berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu industri industri kecil menengah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat adalah industri batik tulis. Di Kelurahan Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban memiliki industri batik tulis yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan batik tulisnya yang khas dan biasa dikenal Batik Tulis Karang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran Industri Batik Tulis terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Kelurahan Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah desriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: 1) Observasi informan, 2) Wawancara Mendalam, 3) Dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran industri batik tulis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat cukup berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa tersebut yakni sebesar Rp150.000,00-Rp700.000,00 tiap bulannya. Upaya yang dilakukan pemilik industri batik tulis untuk meningkatkan pendapatan pengrajin adalah menambah hasil produksi batik dan memberikan jam kerja yang bebas kepada pengrajin. Kata Kunci: Industri batik tulis, pendapatan masyarakat Abstract Tuban is a regency in East Java which has excellent potential in various sectors and functions that can be utilized to improve the welfare and increase incomes. One of the industry small and medium industries that can increase people's income is batik industry. The Village Coral Semanding District of Tuban have batik industry which can increase the income of the people he wrote about the batik typical and commonly known Batik Reef. The purpose of this study is to analyze the role of Batik Industry to improve household incomes in the village of Karang District of Semanding Tuban. This type of research is desriptif with a qualitative approach. Data collection techniques used include: 1) Observation informant, 2) depth Interviews, 3) Documentation .. The results showed that the role of the batik industry in increasing people's income instrumental in increasing the income of the people in the village which amounted to Rp150.000,00-Rp700.000,00 each month. Efforts made batik industry owners to increase revenue is to increase production craftsmen batik and provide hours of free labor to the craftsmen. Keywords: Batik Industry, Public Income
PENGARUH PENDAPATAN NASIONAL DAN NILAI TUKAR (KURS) TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA ROHMAH ROMADHONI, DWI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan karena peningkatan pendapatan nasional dan nilai tukar (kurs) seharusnya dapat mendorong peningkatan neraca pembayaran Indonesia, namun yang terjadi pada tahun 2011-2013 justru sebaliknya, dimana peningkatan pendapatan nasional dan nilai tukar tidak diimbangi dengan meningkatnya neraca pembayaran yang justru mengalami penurunan berturut-turut pada tahun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nasional dan nilai tukar (kurs) terhadap neraca pembayaran Indonesia tahun 2004-2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari pendapatan nasional, nilai tukar, dan neraca pembayaran yang diperoleh dari SEKI (Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan nasional tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran Indonesia, sedangkan nilai tukar berpengaruh signifikan negatif terhadap neraca pembayaran Indonesia, dan secara simultan pendapatan nasional dan nilai tukar berpengaruh terhadap neraca pembayaran Indonesia. Kata Kunci : Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Neraca Pembayaran Indonesia. Abstract The reseach was done because of the increase in national income and the exchange rate is supposed supposed to boost Indonesia 's balance of payments , but that occurred in 2011-2013 on the contrary , where the increase in national income and the exchange rate is not matched by the increase in the balance of payments has decreased by continuously during the year. This research aims to determine the effect of national income and the exchange rate (exchange rate) on the balance of payments of Indonesia in 2004 to 2013. The data used in this research is secondary data (time series) of national income, foreign exchange and balance of payments obtained from SEKI issued by Bank Indonesia. The method used is multiple linear regressions. The results from this study indicate that the national income has no effect on Indonesia's balance of payments, while the exchange rate of significant negative effect on Indonesia's balance of payments, and simultaneously the national income and the exchange rate effect on the balance of payments Indonesia Keyword : National Income, Exchange Rate, and Balance of Payment
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL KESULITAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NGORO MOJOKERTO KUNHARDIANTO, HENDRA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n1.p%p

Abstract

Abstrak Secara operasional rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Adakah pengaruh faktor internal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar Ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto ?, (2) Adakah pengaruh faktor eksternal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar Ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto ? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Mengetahui adakah pengaruh faktor internal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar Ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto (2) Mengetahui adakah pengaruh faktor internal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar Ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto. Jenis penelitiannya deskriptif kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasinya seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 1 Ngoro Mojokerto tahun pelajaran 2015/2016 sejumlah 161 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dipadukan dengan teknik random sampling dan jumlah sampelnya sebesar 62 responden. Untuk memperoleh data digunakan angket dan dokumentasi. Selanjutnya pengolahan data menggunakan rumus Person Product Moment Dari hasil analisis data dapat disimpulkan (1) ada pengaruh positif faktor internal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar ekonomi ditunjukkan dari hasil uji rhitung dengan nilai rtabel yaitu rhitung (0,658) > rtabel (0, 254), dengan taraf signifikansi 5% dan (2) ada pengaruh positif faktor eksternal kesulitan belajar terhadap prestasi belajar ekonomi ditunjukkan dari hasil uji rhitung dengan nilai rtabel yaitu rhitung (0,647) > rtabel (0, 254), dengan taraf signifikansi 5% Kata Kunci: faktor internal kesulitan belajar, faktor eksternal kesulitan belajar dan prestasi belajar ekonomi Abstract Operationally formulation of the problem in this study were (1) What internal difficulties of learning economic factor with student XI IPS SMAN 1 Ngoro Mojokerto? (2) Is there external difficulties of learning economic factor with student XI IPS SMAN 1 Ngoro Mojokerto? Type classified as descriptive quantitative research design is descriptive correlational research. The population is all students of class XI IPS SMAN 1 Ngoro Mojokerto in the academic year 2015/2016.Type classified as descriptive quantitative research design is descriptive correlational research. The population is all students of class XI IPS SMAN 1 Ngoro Mojokerto in the academic year 2015/2016. Then to take the sample using proportional sampling technique combined with random sampling techniques and sample size of 62 respondents. To obtain accurate data used data collection instruments, such as questionnaires and documentation. Furthermore, to process the data used formula Person Product Moment. From the results of data analysis can be concluded (1) there is a positive influence internal factors difficulty learning to the achievement of economic study indicated from test resultsrtabelisrhitung (0,658) >rtabel (0, 254), with a significance level of 5%and (2) there is a positive effect of external factors on the achievement of learning difficulties demonstrated economic study of the test resultsrhitungwith rtabelvalue isrhitung (0,647) >rtabel (0, 254), with a significance level of 5% Keywords: Internal factors learning difficultiesand External factor learning difficultiesand achievement economic subject
IDENTIFIKASI POTENSI SEKTOR EKONOMI BASIS DAN NON BASISKOTA KEDIRI TAHUN 2009 – 2013 FATHONI SANTOSO, MOH.
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor perekonomian yang menjadi sektor basis dan sektor non basis ekonomi di kota kediri pada kurun waktu tahun 2009 – 2013 dengan menggunakan metode LQ (location quotient). Setelah teridentifikasi sektor basis dan non basis pada perekonomian di kota kediri kemudian dilakukan analisis lebih mendalam lagi dengan metode Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk mengetahui kemungkinan apakah sektor ekonomi yang sudah menjadi basis ekonomi maupun yang masih menjadi sektor ekonomi non basis pada rentang tahun 2009 – 2013. Kondisi dari sektor yang bersangkutan mengalami perubahan yang lebih baik, tetap / stagnan atau bahkan keadaannya menjadi lebih memburuk dimasa mendatang. Berdasarkan hasil analisis LQ diketahui bahwa sektor industri pengolahan merupakan satu – satunya sektor ekonomi basis Kota Kediri tahun 2009 – 2013, hasil analisis DLQ menunjukkan sektor ini diprediksi berpotensi tetap menjadi sektor basis dimasa mendatang. Dari keseluruhan Sembilan sektor perekonomian di Kota Kediri enam diantaranya teridentifikasi diprediksi menjadi sektor basis dimasa mendatang, sementara tiga sektor lain yakni 1) sektor pertanian; 2) sektor pertambangan dan penggalian; 3) sektor perdagangan, hotel & restoran teridentifikasi berkemungkinan menjadi sektor non basis dimasa mendatang.Kata kunci : Sektor Ekonomi Basis, sektor non basis, LQ,DLQ. ABSTRACTThis research based on identify basic and non basics economic sectors in Kediri at a period of 2009 -2013 by using LQ (Location quotient). After basic and non basics economic sectors in Kediri were identified, then the next step of research using the metthod of DLQ (Dynamic Location Quotient) for knowing about predictions of basic economic sectors or non basic economic sectors with it’s condition on future. Based on LQ analys knowing that industrial productifity sector was only one sector basic economic sector in Kediri at 2009 – 2013, tahan analys of DLQ showed that it sector identified and predicted will be stay on basic economic sector on future. From all nine economic sectors in Kediri, six of it’s identified and predicted will be basics economic sector on future, and the others three sectors that 1)Farming sector; 2) minning and excavation; 3) trade, hotels and restaurant was identified abble to be non basics economic sector on future.Key Word : Basic Economic Sector, non basic sector, LQ, DLQ
PENGARUH PERKEMBANGAN KREDIT UMKM DAN BI RATE TERHADAP TINGKAT NON PERFORMING LOAN (NPL) DI JAWA TIMUR WAHYUNINGSIH,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

AbstrakPerbankan menjadi salah satu sektor yang mempunyai peran besar dalam perekonomian suatu Negara. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat akan jasa keuangan yang semakin meningkat dan beragam, maka peranan perbankan semakin dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di Negara maju maupun Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh perkembangan kredit UMKM dan BI Rate terhadap tingkat Non Performing Loan (NPL) di Jawa Timur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda, asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitas, autokorelasi, dan linearitas, serta pengujian hipotesis yang terdiri dari uji t, uji f, dan koefisien determinasi.Berdasarkan hasil analisis dengan regresi linier berganda, diperoleh hasil bahwa variabel perkembangan kredit UMKM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat Non Performing Loan (NPL), hal ini dapat diketahui dari nilai t hitung variabel perkembangan kredit UMKM sebesar 0,3467>0,05. Sedangkan variabel BI Rate berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat Non Performing Loan (NPL), hal ini dapat diketahui dari nilai t hitung untuk variabel BI Rate sebesar 0,0000<0,05. Sementara nilai f hitung sebesar 0,000015<0,05 menunjukkan bahwa perkembangan kredit UMKM dan BI Rate secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat Non Performing Loan (NPL). Pengujian asumsi regresi dikatakan layak karena dalam penelitian ini lolos uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitas, autokorelasi, dan linearitas.Kata Kunci: Bank, kredit UMKM, BI Rate, Non Performing Loan. AbstractBanking became one of the sectors that have major role in the economy of a country. It is because the financial services needs of the society which is always increase and diverse, so the role of banks increasingly needed by all levels of society both in developed countries and developing countries. This study to analyze how is the effect of SME loans development and BI rate toward the level of NPL in the East Java. The data analysis technique used is multiple linear regressions, the classical assumption of normality test, multicollinearity, heteroskedasitas, autocorrelation, linearity, and hypothesis testing which consists of t-test, f-test, and coefficient of determination.Based on the results of the multiple linear regression analysis, the result is that the variable development of SME loans do not significantly affect the level of NPL, it can be known from the value of t variable of SME loans development; amounting to 0.3467> 0.05. While the BI Rate variable significantly affect the level of NPL, it can be seen from t value for the BI rate variable by 0.0000 <0.05. Furthermore, the f value is 0.000015 <0.05 indicates that the development of SME loans and BI Rate jointly significant effect on the level of NPL. Assuming regression testing is feasible because in this study, it passed the classical assumption of normality test, multicollinearity, heteroskedasitas, autocorrelation, and linearity.Keywords: Bank, SME loans, BI Rate, and NPL ratio.
PENGARUH UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA, INVESTASI, DAN BI RATE TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI JAWA TIMUR KURNIAWAN PERMANA, DADIK
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

AbstrakTingkat pengangguran merupakan masalah klasik yang selalu ada di semua Negara. Tingkat pengangguranmenjadi beban ekonomi bagi Negara, pemerintah maupun masyarakat. Berbagai kebijakan telah ditelurkan guna mengurangi tingkat pengangguran, diantaranya yaitu penetapan upah minimum kabupaten/ kota, investasimaupun BI rate.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh upah minimum kabupaten/ kota,Investasi dan BI rate terhadap tingkat pengangguran di Jawa TimurJenis penelitian ini adalah penelitian deskritif kuantitatif dengan data sekunder time series yang diambil dari BPS, BI, buku sumber dan sumber lainnya. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan program Eviews 6.0. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa upah minimum kabupaten/ kota, investasi dan BI rate baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Jawa Timur.Kata kunci : upah minimum kabupaten/kota, investasi, BI rate, tingkat pengangguran. AbstrackThe unemployment rate is a classic problem that has always existed in all countries. The unemployment rate becomes economic burden for the country, the government and society. Various policies have been hatched to reduce the unemployment rate, among which is the establishment for minimum wage districts / cities, investments and the BI rate.The purpose of this study is to determine how the effect of the minimum wage districts / cities, investments and the BI rate to the unemployment rate in East Java.This kind of research is a quantitative descriptive study with secondary data time series which is taken from BPS, BI, source books and other sources. Data collection techniques, namely documentation and study of literature. Data were analyzed using multiple regression analysis with Eviews 6.0 program. Based on data analysis we can conclude that the minimum wage districts / cities, investments and the BI rate either partially or simultaneously had significant effect to the unemployment rate in East Java.Keywords: minimum wage districts / cities, investment, BI rate, unemployment rate.
STUDI TENTANG KEMITRAAN PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) TANI BAHAGIA KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO ELZA ANGELIA, DIANITA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

AbstrakKemitraan koperasi merupakan suatu kerjasama usaha yang dilakukan oleh koperasi dengan antar koperasi maupun dengan badan usaha lainnya seperti BUMN dan BUMS. Salah satu koperasi yang mengembangkan usahanya melalui kemitraan adalah KUD Tani Bahagia. Dari delapan unit usaha yang dikelola, ada empat unit usaha yang telah berhasil menjalin kemitraan. Berdasarkan laporan RAT tahun 2012-2014, sebesar 60% pendapatan usaha koperasi diperoleh dari keempat unit usaha tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa kemitraan yang dilakukan KUD Tani Bahagia berperan penting dalam perkembangan koperasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai pelaksanaan kemitraan dan manfaat yang diperoleh dengan adanya kemitraan yang dilakukan oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sistem observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kemitraan di KUD Tani Bahagia terdiri dari empat unit usaha yaitu unit usaha Mitra Produksi Sigaret (MPS) dengan PT. HM. Sampoerna, Tbk, penyaluran sarana produksi pupuk dengan PT. Pupuk Kaltim, Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) dengan PG. Gempolkerep dan penarikan rekening listrik, PDAM dan Telepon dengan Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Jawa Timur berjalan dengan baik dan saling menguntungkan. Serta jika dilihat dari analisis struktur pasar, unit usaha MPS, penyaluran sarana produksi pupuk dan TRI termasuk dalam struktur pasar monopoli sedangkan unit usaha penarikan rekening listrik, PDAM dan telepon termasuk dalam struktur pasar persaingan sempurna. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan adanya kemitraan selama tahun 2012-2014 diantaranya perkembangan usaha koperasi mengalami peningkatan, adanya peningkatan SHU bagi anggota, meningkatnya jumlah produksi, penambahan pendapatan usaha dan tempat usaha bagi lembaga mitra serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dan menambah pendapatan pada masyarakat Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.Kata Kunci: Koperasi, Pelaksanaan Kemitraan, Manfaat Kemitraan AbstractCooperative partnership is a cooperative effort by the cooperative among cooperatives as well as with other business entities such as state-owned enterprises and private enterprises. One of the cooperative to expand its business through partnerships is KUD Tani Bahagia. Of the eight business units that are managed, there are four business units that have successfully established partnerships. Based on RAT reports in 2012-2014, amounting to 60% of income obtained from the cooperative efforts of the four business units so that it can be said that the partnership made KUD Tani Bahagia important role in the development of cooperatives. The purpose of this study was to obtain a description of the implementation of the partnership and the benefits gained by the partnership undertaken by the Village Unit Cooperatives (KUD) Tani Bahagia, District Gondang Mojokerto. This research is a qualitative descriptive study. Date collection method used is a system of observation, interviews, and documentation. Then the data were analyzed through data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the implementation of the partnership in KUD Tani Bahagia comprised of four business units, namely the business unit Production Partner Cigarettes (MPS) with PT. HM. Sampoerna Tbk, distribution of fertilizer production facilities with PT. Pupuk Kaltim, Sugar Cane Farmers Intensification (TRI) with PG. Gempolkerep and withdrawal of electricity bills, phone taps and the Center Village Unit Cooperatives (Puskud) East Java run properly and mutual benefit. As well as when seen from the analysis of market structure, the business unit of MPS, distribution of fertilizer production facilities and TRI are included in the monopoly market structure of business units whereas the withdrawal of electricity bills, telephone taps and included in the structure of perfect competition. In addition, the benefits gained by the partnership during the years 2012-2014 include the development of cooperative efforts has increased, an increase in the SHU for members, increasing the amount of production, increase revenue and business premises for partner institutions as well as to reduce unemployment and increase revenue to the community Gondang Sub District Mojokerto.Keyword : Cooperative, implementation of the Partnership, the Partnership Benefits.

Page 2 of 102 | Total Record : 1016