cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
ISSN : 23375752     EISSN : 27209660     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), published thrice a year (January, Mei, and September), is a peer-reviewed journal that is managed by the Department of Economic Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Surabaya. JUPE aims to help researchers publish their work for a wider audience. We consider original research articles and review articles in any research areas of (but is not limited to) economics and business education, such as economics education, entrepreneurship education, economics learning strategies, educational economics, classroom action research, development of learning materials, teaching models, learning instruction, and learning media.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2016)" : 191 Documents clear
IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2009-2013 TAHLIYATI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Kabupaten Jombang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan menjadi anggota Gerbangkartosusilo Plus dengan peringkat peringkat ke delapan atau peringkat ke lima dari bawah dengan nilai PDRB terendah dari tahun 2009-2013. Sehingga dibutuhan rencana dan prioritas pembangunan yang akan memberi dampak yang cukup besar bagi perekonomian Kabupaten Jombang. Maka diperlukan suatu identifikasi sektor unggulan agar Kabupaten Jombang dapat melakukan pembangunan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor basis dan nonbasis yang dimiliki Kabupaten Jombang. Perubahan dan pergeseran struktur perekonomian Kabupaten Jombang, serta untuk mengetahui sektor unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah Locational Quotient (LQ), Shift Share, Model Rasio Pertumbuhan (MRP) dan Overlay. Dari penelitian ini diketahui dalam kurun waktu penelitian tahun 2009-2013 sektor yang termasuk sektor basis di Kabupaten Jombang adalah sektor pertanian: sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa. Struktur perekonomian Kabupaten Jombang mengalami perubahan dan bergeser ke sektor tersier. Sektor unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kata Kunci : Sektor Unggulan, Locational Quotient (LQ), Shift Share, Model Rasio Pertumbuhan (MRP) dan Overlay.
PERANAN INDUSTRI KECIL BATIK DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN DI DESA SENDANG DUWUR KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN NURLAILI ROHMATU SHOLIHAH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Industri yang berkembang di Indonesia sangat berperan besar terhadap penyelesaian permasalahan ekonomi yang muncul di negara Indonesia. Dengan adanya industri kecil diharapkan mampu meningkatkan terbentuknya lapangan pekerjaan yang akan memberikan dampak peningkatan pendapatan para pekerja. Di Indonesia perkembangan industri kecil batik tulis sangat besar dan tersebar. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pemahaman mengenai (1) peranan industri kecil batik dalam penyerapan tenaga kerja di desa Sendang Duwur kecamatan Paciran kabupaten Lamongan dan (2) peranan industri kecil batik dalam peningkatan pendapatan pengrajin di desa Sendang Duwur kecamatan Paciran kabupaten Lamongan. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi informan dan wawancara. Teknik observasi informan digunakan untuk memperoleh data mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para pengrajin industri kecil batik di desa Sendang Duwur. Sedangkan teknik wawancara digunakan untuk menggali data mengenai peranan industri kecil batik tulis dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan pengrajin di desa Sendang Duwur kecamatan Paciran kabupaten Lamongan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa industri kecil batik tulis di desa Sendang Duwur berperan dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 162 orang pengrajin pada tahun 2015. Industri kecil batik tulis juga berperan dalam peningkatan pendapatan pengrajin yang ada di desa Sendang Duwur kecamatan Paciran kabupaten Lamongan. Kata kunci : industri kecil batik tulis, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KONSUMSI SISWA KELAS XI IIS DI SMA NEGERI 17 SURABAYA FEBRINA IQHYANUL I
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Siswa Sekolah Menengah Atas sebagai remaja memiliki emosi yang belum stabil dan mudah terpengaruh termasuk dalam hal perilaku konsumsinya.Apalagi hal ini didukung oleh status sosial ekonomi orang tuanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 17 Surabaya.Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 65 siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 17 Surabaya.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket untuk mengetahui perilaku konsumsi siswa, wawancara untuk mengatahui pembelajaran ekonomi di sekolah, dokumentasi untuk mendapatkan foto saat penelitian dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan perilaku konsumsi siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 17 Surabaya. Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi, Perilaku Konsumsi.
Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur Tahun 2003-2014 DWI APRILIA PUTRI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Pengangguran merupakan masalah yang selalu dihadapi dalam perekonomian, pengangguran muncul karena adanya ketidaksesuaian antara permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja. Masalah pengangguran ini sangat penting karena adanya pengangguran dapat menimbulkan masalah sosial termasuk masalah sosial dengan motif ekonomi. Dari segi kebijakan makro yang perlu diperhatikan adalah inflasi, upah minimum dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, upah minimum dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data time series selama duabelas tahun yaitu tahun 2003-2014. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Kata Kunci: inflasi, upah minimum, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka.
ANALISIS DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI KAWASAN PERUMAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DUSUN PUNCEL DESA DEKET WETAN LAMONGAN FAJAR JANUAR TRI HENDRAWAN
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor kedua setelah sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan PDRB Indonesia. PDRB merupakan salah satu indikator yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah atau negara. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1. dimana pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan pada tahun 2010 dan 2011 menyumbang masing-masing sebesar Rp 985,40 triliyun dan Rp 1.039,50 triliyun. Sumbangan sektor pertanian ini naik sebesar Rp 54,10 triliyun. Jika berdasarkan harga konstan, pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan menyumbang sebesar Rp 304,70 triliyun dan Rp 313,70 triliyun. Sumbangan sektor pertanian berdasarkan harga konstan naik sebesar Rp9,00 triliyun. Hal ini menunjukkan bahwa sector pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan masih memberikan sumbangan yang besar terhadap pembangunan di Indonesia. Kata kunci : Alih Fungsi Lahan, Pendapatan
Efektivitas Pengembangan LKS Berorientasi Problem Based Learning untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Kebijakan Moneter kelas XI IIS NINA AGUSTINA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Proses kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari adanya sebuah bahan ajar. Bahan ajar dipilih guru untuk sebagai sarana menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Salah satu bahan ajar yang gencar digunakan adalah LKS. Dalam penggunaan sebuah bahan ajar, perlu adanya inovasi termasuk ketika guru memilih untuk menggunakan LKS sebagai bahan ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan kelayakan LKS yang dinilai oleh ahli materi, bahasa, dan pembelajaran, 2) untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan LKS, 3) untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap LKS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D dari Thiagarajan yang meliputi Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran, namun tahap penyebaran tidak dilakukan pada penelitian ini. Setelah dilakukan proses telaah para ahli memberikan nilai keseluruhan rata-rata sebesar 85% sehingga dapat dinyatakan sangat layak. kemudian dilakukan uji coba terbatas pada 19 siswa, setelah siswa mengerjakan LKS, maka peneliti memberikan tes untuk mengukur sejauh mana efektivitas penggunaan LKS, hasilnya, rata-rata siswa mendapatkan nilai sebesar 90,3 dengan predikat A dan 94,7 siswa dinyatakan tuntas mengerjakan soal tipe C4 dan C5. Kemudian peneliti memberikan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap LKS yang telah peneliti kembangkan, hasilnya sebanyak 96,7% siswa menjawab “ya” untuk poin-poin pernyataan, sehingga disimpulkan bahwa siswa merespon positif pengembangan LKS berorientasi problem based learning. Kata Kunci: bahan ajar, LKS, problem based learning, berpikir kritis, kebijakan moneter
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN UMKM SEPATU DI SENTRA INDUSTRI SIDOARJO (Studi Kasus Desa Seruni Kec. Gedangan Kab. Sidoarjo) TONI SISWANTO
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak UMKM adalah salah satu Upaya Pemerintah untuk menuntaskan permasalahan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan Daerah. Kabupaten Sidoarjo merupakan pemilik jumlah UMKM terbanyak di Jawa Timur. Salah satu Sentra UMKMnya adalah di Desa Seruni, dimana disini terdapat lebih dari 25 pengusaha sepatu yang telah memasarkan produknya hingga kuluar kota Sidoarjo. Usaha Mikro Kecil dan Menengah mengalami perkembangan yang baik. oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perkembangan UMKM dan Faktor yang paling dominan di Desa Seruni. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan subjek penelitian pengusaha sepatu di desa seruni dan objek penelitiannya adalah perkembangan UMKM. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan Wawancara, Observasi dan Dokumentasi dengan uji keabsahan data menggunakan Triangulasi. Hasil Penelitian yang telah dilakukan adalah Faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan UMKM di Desa Seruni ada 3 yaitu Permodalan, Tenaga Kerja dan Pemasaran. Menurut pelaku usaha disana permodalan memiliki peran dalam mengembangkan usahanya. Selain itu dengan tenaga kerja yang berpengalaman juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan. Kemudian pemasaran juga tidak kalah penting dalam mempengaruhi perkembangan usaha. Dari ketiga Faktor diatas Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perkembangan UMKM adalah modal, karena menurut 5 dari 10 orang pengusaha yang diwawancarai mengatakan bahwa modal adalah hal utama yang harus ada untuk melakukan usaha. Sehingga tanpa adanya modal, usaha tidak akan dapat berkembang dengan baik. Kata Kunci : Faktor, UMKM, Perkembangan UMKM
PENGARUH PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM), DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SAMPANG ZUBAIRI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang dipengaruhi berbagai faktor diantaranya adalah pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pengangguran. Pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah(UMKM) cendrung mengalami peningkatan, dan pengangguran mengalami penurunan akan tetapi pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variabel pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang sehingga nantinya dapat digunakan sebagai salah satu dasar penentuan kebijakan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2005-2014, yang meliputi variabel pertumbuhan ekonomi, variabel pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan pengangguran. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Menunjukkan bahwa hasilnya pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang. Sedangkan pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan UMKM, Pengangguran
PENGARUH JUMLAH UNIT USAHA DAN NILAI PRODUKSI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN SIDOARJO ADE AKHMAD SYAIFUDDIN FAHLEVI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja, pengaruh nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja, pengaruh jumlah unit dan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah unit usaha, nilai produksi, dan tenaga kerja yang terserap pada industri kecil menengah di Kabupaten Sidoarjo dan sampel yang digunakan adalah adalah jumlah unit usaha, nilai produksi, dan tenaga kerja yang terserap pada industri kecil menengah kabupaten sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu 0,8032. Ada pengaruh signifikan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja dengan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,0019. Ada pengaruh signifikan jumlah unit usaha dan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000040. Kata Kunci: Kata Kunci : Tenaga Kerja, Unit Usaha, Nilai Produksi
PERMASALAHAN INDUSTRI KECIL PATUNG BATU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN DI DUSUN JATISUMBER DESA WATESUMPAK KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO ANITA ANGGRAENI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Dusun Jatisumber desa Watesumpak adalah daerah yang terkenal dengan industri kecil patung batu. Kerajinan patung batu ini sudah ada sejak jaman kerajaan majapahit. Namun saat ini jumlah industri kecil patung batu semakin berkurang karena masih banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis ingin meneliti tentang permasalahan industri kecil patung batu dalam meningkatkan pendapatan pengrajin di dusun Jatisumber desa Watesumpak kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto dengan tujuan (1) untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi industri kecil patung batu di dusun Jatisumber desa Watesumpak kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan pendapatan, (2) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan pengrajin industri kecil patung batu dalam menghadapi permasalahan yang ada dan dalam meningkatkan pendapatan di dusun Jatisumber desa Watesumpak kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat dusun Jatisumber khususnya para pengrajin yang juga sekaligus pemilik industri kecil patung batu sebanyak 10 informan. Penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Analisa data terdiri dari reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi para pengrajin sekaligus pemilik industri kecil patung batu adalah perolehan bahan baku, permodalan, pemasaran, teknologi, dan kurangnya dukungan pemerintah. Permasalahan tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh oleh para pengrajin. Upaya yang dilakukan oleh para pengrajin sekaligus pemilik industri kecil patung batu dalam menghadapi permasalahan yang ada adalah menandon bahan baku dan mencari sumber bahan baku lain, memperbaiki manajemen keuangan, menjaga kualitas produk, meningkatkan kemampuan teknologi, dan bekerja sama dengan sesama pengrajin. Pendapatan yang diterima oleh para pengrajin sebelum adanya upaya yang dilakukan berkisar antara Rp.10.000.000 sampai dengan Rp.35.000.000 per bulan, sedangkan setelah adanya upaya yang dilakukan oleh para pengrajin dalam 1 bulan jika ada satu pembeli asing yang membeli produk patung batu maka pendapatan yang diterima berkisar antara Rp.15.000.000 sampai dengan Rp.80.000.000 per bulan. Kata kunci: Industri kecil, Patung Batu, Pendapatan