cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 19 Documents clear
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK ANDRIANA, DEWI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN PENGGUNAAN FACE PRIMER BERBENTUK CAIR DAN GEL SEBAGAI BASE MAKEUP UNTUK DAYA TAHAN MAKEUP PREWEDDING PADA KULIT WAJAH BERMINYAK Nama : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Fakultas Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Kosmetika sudah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Kosmetik menurut kegunaan bagi kulit dibagi menjadi dua macam yaitu kosmetik perawatan kulit dan kosmetik riasan. Salah satu kosmetik yang termasuk kosmetik dekoratif yaitu face primer. Face primer merupakan kosmetik yang digunakan sebagai base makeup yang digunakan sebelum pengaplikasian foundation.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk cair sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak (2) mengetahui hasil ketahanan makeup jika menggunakan face primer berbentuk gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. (3) menggetahui hasil makeup terbaik jika menggunakan menggunakan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak (4) mengetahui respon panelis terhadap penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit berminyak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah penggunaan face primer berbentuk cair dan gel sebagai base makeup untuk daya tahan makeup prewedding pada kulit wajah berminyak. Metode pengumpalan data yang digunakan adalah observasi dan angket yang dilakukan oleh 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-Test. Hasil terbaik dalam penelitian ini yaitu penggunaan face primer berbentuk cair. Hasil rata-rata penggunaan face primer berbentuk cair dari 3 aspek yaitu aspek daya lekat makeup memperoleh nilai 4,4, aspek kehalusan makeup memperoleh nilai 4,5, dan aspek kerataan makeup memperoleh nilai 4,6. Kata Kunci : Face Primer, tata rias, kulit wajah berminyak.ABSTRACT COMPARISON OF THE USE OF LIQUID-SHAPED FACE PRIMER AND GEL AS A BASE MAKEUP FOR DURABILITY OF PRE-WEDDING MAKEUP ON OILY SKIN Name : Dewi Andriana NIM : 14050634030 Study Program : S1 Pendidikan Tata Rias Department : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Faculty : Teknik Institution Name : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Dra. Arita Puspitorini, M.Pd Cosmetics have been known and used by humans for centuries. Cosmetics according to the uses for the skin are divided into two types, namely skin care cosmetics and makeup cosmetics. One cosmetic that includes decorative cosmetics is the primary face. Face primer is a cosmetic used as a base makeup used before applying the foundation. This study aims to (1) find out the results of makeup resistance by using a liquid face primer as the makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin; (2) find out the results of makeup resistance by using a gel-shaped face primer as a makeup base for pre-wedding makeup durability on oily skin. (3) know the best makeup results by using a liquid face primer and gel as the makeup base for pre-wedding makeup on oily skin (4) know the panelists response to the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for pre-wedding makeup durability oily skin. This type of research is experimental research. The subject in this study is the use of a liquid face primer and gel as a makeup base for the durability of pre-wedding makeup on oily skin. The data collection method used are by observation and questionnaire conducted to 30 peoples. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test. The best result in this study is the use of a liquid face primer. The average results of the use of the primary face are 3 aspects of liquid, namely the makeup attachment aspect obtained a score of 4.4, the makeup fineness aspect by a value of 4.5, and the makeup flatness aspect by a score of 4.6. Keywords: Face Primer, cosmetology, oily skin.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN ANATOMI FISIOLOGI KELAS X DI SMK NEGERI 2 JOMBANG WULANDARI, NILA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak, aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Anatomi Fisiologi kelas X di SMK Negeri 2 Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengikuti desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang sejumlah 28 siswa dan 3 observer. Data dikumpulkan menggunakan observasi untuk keterlaksanaan sintak dan aktivitas, tes untuk hasil belajar, angket untuk respon dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Siklus I dari hasil observasi keterlaksanaan sintak secara keseluruhan mendapat kategori baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,63. Aktivitas siswa rata-rata persentase keseluruhan sebesar 89% , Hasil belajar siswa secara individual yang memperoleh nilai ? 75 sebanyak 6 siswa (21%), sedangkan 22 siswa (79%) mendapat nilai ?75. Hasil belajar secara klasikal bahwa 21% siswa dinyatakan Tidak Tuntas, Respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 88% . Siklus II dari hasil observasi keterlaksanaan sintaks rata-rata keseluruhan sebesar 3,93 kategori sangat baik. Aktivitas siswa dengan rata-rata persentase keseluruhan 95% kategori sangat baik, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84,4 serta nilai secara individual 100% dinyatakan tuntas, respon siswa termaksud dalam kategori sangat baik, dengan persentase yang diperoleh secara keseluruhan 98% pada siklus 2. Kata Kunci: kooperatif, stad, hasil belajar
PERBANDINGAN PROPORSI LIDAH BUAYA DAN BUNGA MAWAR TERHADAP HASIL JADI MASKER KERTAS (SHEET MASK) FIRDAUSI, ZAHRINA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masker Kertas (Sheet Mask) merupakan lembaran kain berbentuk wajah yang direndam dalam larutan nutrisi, masker ini dianggap mudah dalam pemakaiannya. Lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar cairan masker kertas karena mengandung senyawa kimia diantaranya adalah lignin dan selulosa, saponin, dan zat alomicin yang bermanfaat untuk kecantikan. Bunga mawar memiliki aroma yang khas yang dapat dimanfaatkan sebagai aromatherapy pada cairan masker kertas. Tujuan dari penelitian ini : 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi lidah buaya dan bunga mawar terhadap hasil jadi masker kertas yang meliputi aroma, memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah, pengaplikasian dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis. 2) Untuk mengetahui hasil jadi masker kertas yang paling baik ditinjau dari aroma, memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah, pengaplikasian dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 15 orang responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh perbandingan lidah buaya dan bunga mawar terhadap hasil jadi cairan masker kertas. Masker kertas yang terbaik dilihat dari uji organoleptik memberikan rasa segar, kenyamanan dikulit wajah dan tingkat kesukaan panelis adalah perbandingan X2 (8ml lidah buaya dan 4ml bunga mawar), sedangkan masker kertas yang terbaik dilihat dari uji organoleptik aroma dan pengaplikasian dikulit wajah (rasa lengket setelah penggunaan masker kertas) adalah perbandingan X3 (4ml lidah buaya dan 8ml bunga mawar). Kata Kunci: Masker Kertas, Lidah Buaya, Bunga Mawar. Abstract Sheet Mask is a sheet of cotton shaped like a face soaked in a nutrient solution. Aloe vera can be used as base for liquid on sheet masks because it contains chemical compounds including lignin and cellulose, saponins, and allomicin substances that are beneficial for beauty. Roses have a distinctive scent that can be used as an aromatherapy for liquid on sheet mask. The objectives of this study include: 1) To determine the effect of the comparison of the proportions of aloe vera and roses to the results of sheet mask which include scent, freshness, comfort for the face skin, application of the face skin and the level of preference of panelists. 2) To find out the results of the sheet masks that are the best in terms of scent, provide fresh taste, comfort for the face skin, application of the face skin and the level of preference of the panelists. This research is an experimental research. Data collection is done by the method of observation carried out by 15 respondents. Data analysis was performed using a single Anava and continued with the Duncan test using the SPSS 24 program. The results showed: There was an effect of the ratio of aloe vera and roses to the results of becoming sheet masks. The best paper masks seen from the organoleptic test provide fresh taste, comfort in the skin and the panelists favorite level is the comparison of X2 (8ml aloe vera and 4ml roses), while paper masks are best seen from organoleptic scent and application to facial skin (sticky taste after use of sheet masks) is a comparison of X3 (4ml aloe vera and 8ml rose). Keywords: Sheet Mask, Aloe Vera, Rose Flower.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN PADA BODY SPA DENGAN KOSMETIKA BERBAHAN GREEN TEA DI ALESYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA SYAFIRA PRAMESWARI, MARISTANIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, dengan 3 aspek, yaitu faktor budaya, faktor pribadi, dan faktor sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor budaya terdiri dari unsur melestarikan budaya, ritual, norma dan tradisi, dan agama, berpengaruh sebesar 21% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi terdiri dari unsur usia, bakat, jenis kelamin, gaya hidup, perbedaan pekerjaan, ekonomi dan kepuasan pelayanan jasa, berpengaruh sebesar 58%, yang artinya berkategori sedang. Faktor sosial terdiri dari unsur keluarga, tempat tinggal/lingkungan, pergaulan/kelas sosial, dan pendidikan, berpengaruh sebesar 38% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi berpengaruh yang paling tinggi terhadap minat konsumen pada perawatan body spa dengan kosmetika berbahan green tea di Alesya Salon dan Spa Muslimah Surabaya, diikuti oleh faktor sosial, dan yang paling rendah adalah faktor budaya. Kata Kunci: body spa, green tea, minat konsumenAbstractThis study aims to search factors that influence consumer interest in body spa with-based cosmetics green tea at Alesya Salon and Spa Muslimah Surabaya. The research method is quantitative descriptive. Data analysis techniques use a descriptive statistic. The results of the research that cultural factors consist of elements of preserving culture, rituals, norms and traditions, and religion, affecting 21% which means low category. Personal factors consist of age, talent, gender, lifestyle, job differences, economy and service satisfaction, affecting 58%, which means that it is in the middle category. Social factors consist of elements of family, place of residence/environment, social/social class, and education, affecting 38% which means low category. Personal factors have the highest affect on consumer interest for body spa treatments with cosmetics based green tea in Alesya Muslimah Salon and Spa Surabaya, followed by social factors, and the lowest is cultural factor. Keywords: body spa, consumer interest, green tea
PELATIHAN TATA RIAS WAJAH KOREKTIF PADA TIM PADUAN SUARA GITA JALA CENDEKIA DI UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA UNTUK MEMBERIKAN KESAN WAJAH SERUPA SAAT PENAMPILAN SEPTIKA ARIANI, JIHAN; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Mengetahui bagaimana aktivitas peserta terhadap pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya, 2) Mengetahui bagaimana hasil keterampilan peserta pada pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya, 3) Mengetahui respon respon peserta selama pelatihan make up korektif pada tim paduan suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest design. Subjek penelitian 25 orang anggota Tim Paduan Suara Gita Jala Cendekia Universitas Hang Tuah Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis menggunakan rata-rata untuk respon peserta, hasil pelatihan menggunakan uji-t dan aktivitas peserta dengan menggunakan presentase. Data hasil tata rias wajah korektif dari nilai pretest dan posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan dan peningkatan setelah dilakukannya pelatihan tata rias wajah korektif dengan metode demonstrasi dengan panduan handout dan PPT. Hasil akhir yang diterima menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan merias wajah korektif sesudah dilakukan pelatihan pada Tim Paduan Suara Gita Jala Cendekia di Universitas Hang Tuah Surabaya. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh penilaian dengan presentase keseluruhan 96% dalam kategori sangat baik. Respon peserta pelatihan tata rias wajah korektif memperoleh penilaian dengan hasil rata-rata keseluruhan 3,50 dalam kategori sangat baik.Kata Kunci: Pelatihan, Tata Rias Wajah KorektifAbstract: The purpose of this study was to find out: 1) Knowing how the participants responded to corrective make-up training at the Gita Jala Cendekia Choir team at Hang Tuah University, 2) Knowing the result of participants skills in corrective make-up training at the Gita Jala Cendekia choir team at Hang Tuah University, 3) Knowing respons of participants responses during corrective makeup training. This research is a pre-experimental study with pretest posttest design. The research subjects were 25 members of the Gita Jala Cendekia Choir Team, Hang Tuah University, Surabaya. Data collection methods, performance test, and questionnaires. The method of analysis uses the average response of the participants, the results of the training use the t-test and the activities of participants using percentages.Corrective makeup data from the pretest and posttest values showed significant and increasing differences after corrective makeup training with the demonstration method with manual handouts and Power Point. The final result received showed that there was an increase in corrective makeup skills after training at the Gita Jala Cendekia Choir Team at Hang Tuah University Surabaya. The activity of the training participants was assessed with an overall percentage of 96% in the excellent category. The response of corrective makeup participants received an assessment with an overall average yield of 3.50 in the very good category.Keywords: Training, Corrective Make up
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR-CHECK PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA DWI SUSANTI, WHIKA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Model pembelajaran kooperatif tipe pair check merupakan model pembelajaran yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Model ini juga melatih tanggung jawab sosial siswa, kerjasama, dan kemampuan memberi penilaian. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe pair check pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 3) mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check, 4) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran pair check. Jenis penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research dilakukan di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 3 Kediri dengan 35 siswa yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket. Data yang diperoleh dalam penelitaian ini berupa data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check pada siklus I diperoleh rata-rata 3.42 (sangat baik), sedangkan pada siklus II 3.74 (sangat baik). Aktivitas siswa mencapai rata-rata 79,35% (baik) pada siklus I, dan siklus II dengan rata-rata aktivitas siswa mencapai 93,62%( sangat baik). Hasil belajar siswa pada siklus I scara klasikal 82,86% dinyatakan tuntas dan pada siklus II secara klasikal 100% dinyatakan tuntas. Hasil respon siswa pada siklus II mencapai 93,6% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II pada keterlaksanaan sintaks pembelajaran pair check meningkat 0,29, aktivitas siswa meningkat 14,27%, dan hasil belajar siswa meningkat 17,14%. Kata Kunci : Model Pembelajaran Pair Check, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Abstract: Cooperative learning of Pair Check is a learning model that demands the independence and ability of the student in resolving the issue. This model is also to train the students social responsibility, cooperation, and the ability to give an assessment. The purpose this research 1) knowing the syntax of cooperative learning model of pair check on the competency base of applying safety, 2) knowing the activities of students during the learning process using a model of learning pair check, 3) know the learning outcomes student after participating in cooperative learning pair check, 4) know the response of the students towards learning using learning pair check. The type of research used in this research is the Research Action class or Classroom Action Research conducted in class X Beauty 1 SMK Negeri 3 Kediri with 35 students was implemented in 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection methods used are observation, tests the research results of the study and the now. Data obtained in this in the form of quantitative data and analyzed are descriptive. The results showed that: realization learning pair syntax check on cycle I obtained mean 3.42 (very good), while on cycle II 3.74 (very good). The activity of students achieved mean 79.35% (good) on the cycle I and cycle II with an average student activity achieved mean 93.62%(very good). The results of student learning on a cycle I classical 82.86% expressed satisfaction and cycle II in classical 100% expressed satisfaction. The results of student response in cycle II reached 93.6% (very good). Based on the results of the study, there was an increase from cycle to Cycle I and II on realization learning pair check syntax increased 0.29, student activities improved 14.27% , student learning outcomes and increased 17.14%. Keywords: Model of learning Pair Check, Activities and Student Learning Outcomes
PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MENATA SANGGUL UP STYLE KELAS XI KECANTIKAN RAMBUT DI SMK NEGERI 3 KEDIRI VIA LAKSHITA, YUNANDA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL MENATA SANGGUL UP STYLE KELAS XI KECANTIKAN RAMBUT DI SMK NEGERI 3 KEDIRI Nama : Yunanda Via LakshitaNIM : 135050634020Program Studi : S1 Pendidikan Tata RiasFakultas : TeknikLembaga : Universitas Negeri SurabayaDosen Pembimbing : Nia Kusstianti, S.Pd., M.Pd. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hasil uji kelayakan video tutorial sanggul up style,2) hasil uji keterampilan pretest dan posttest siswa, 3) respon siswa terhadap video tutorial sanggul up style.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen. Metode angket uji kelayakan yang diberikan kepada 2 dosen ahli media dan 3 dosen ahli bidang studi, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes uji keterampilan terhadap 25 siswa, dan metode angket respon siswa terhadap 25 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah one sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 20 dengan taraf signifikan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil uji kelayakan video tutorial yang dinilai oleh dosen ahli media dan dosen ahli bidang studi adalah 87,15 % yang dikategorikan sangat baik/ sangat layak, 2) hasil nilai rata-rata uji keterampilan siswa adalah 87,49 dan dianalisis menggunakan one sample t-test didapatkan taraf sig. (2-tailed) 0,000 kurang dari 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil uji keterampilan penataan sanggul up syle menggunakan media video tutorial lebih dari 75(KKM), 3) hasil dari respon siswa terhadap video tutorial sanggul up style semua siswa menjawab ?ya? dan menunjukkan persentase penilaian 100% pada semua aspek pernyataan yang diberikan, sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci : Media video tutorial, Sanggul Up Style
PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE OEMARYOGA, CHINDRAKASIH; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE Nama : Chindrakasih Oemaryoga NIM : 13050634003 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Limbah rambut dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style. Penelitian inibertujuan untuk (1) mencipta hair ornament berbahan limbah rambut berdasarkan prinsip desain, dan untuk (2) mengetahui tanggapan panelis mengenai hasil jadi bentuk hair ornament berbahan limbah rambut pada penataan rambut free style. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data yang dikumpulan menggunakan lembar observasi yang melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) limbah rambut dengan berbagai macam kondisi, diantaranya rambut lurus, rambut keriting dan rambut yang telah melalui proses pewarnaan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament. Kondisi limbah rambut yang dinilai tidak layak untuk digunakan adalah damage hair atau rambut yang rusak karena treatment tertentu, serta rambut dengan panjang kurang dari 2 cm, dan(2)hair ornament yang memperoleh tanggapan positif oleh panelis adalah hair ornament A1, yang memiliki rata-rata nilai meliputi aspek kesatuan (2,83), aspek keseimbangan (2,83), aspek irama (2,83), aspek pusat perhatian (2,83), aspek kontras (2,67) dan aspek proporsi (2,9). Hair ornament A1 dengan panjang 28 cm dinilai memiliki proporsi ukuran yang sesuai dengan bentuk penataan rambut dan pemakainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah rambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style, dan ukuran hair ornament yang dianggap sesuai adalah dari ukuran panjang wajah pemakainya. Kata kunci: hair ornament, limbah rambut, free style.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG PISANG DAN MADU TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK MASKER WAJAH TRADISIONAL KUSUMA AYUNINGTIYAS, ELOK; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasker wajah merupakan kosmetik yang digunakan pada tahapann terakhir dalam tindakan perawatan wajah, yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Pada penelitian ini, campuran tepung pisang dan madu digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatann masker wajah. Tepung pisang mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang berfungsii memperlambat proses penuaan dini. Hasil menunjukan bahwa madu mengandung Alfa Hydoxyy Acid (AHAS) yang sangat baik sebagai skin cream. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pisang dan madu terhadap sifat organoleptik masker wajah tradisional, 2) mengetahui hasil proporsi masker wajah tepung pisang dan madu yang paling disukai meliputi warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dayalekat, kemudahan pengangkatan dan kesukaan panelis, 3) mengetahui masa simpan masker wajah tepung pisang dan madu yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bbebas dalam penelitian ini adalah proporsi tepung pisang dan madu yaitu X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji organoleptik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anava tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan hasil masker terbaik pada produk masker X2 dengan proporsi 6 gram tepung pisang dan 9 gram madu. Selanjutnya diketahui hasil uji mickrobilogi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk maske rterbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Kata Kunci: Masker wajah, Tepung pisang, MaduAbstractFaceemasks are cosmeticsswhich will be used on the last step of facial careeactions, work inddepth since they cannremove dead skinncells. In this research, mixed banana flouraand honey was applied as base materialsfor making face masks. It was because banana flour contains various vitamins and antioxidants which the functions are to reduce an aging processsand to keep life more ageless. The results of study on honey show that it contains AlfaaHydoxy Acid (AHAS) which is really good as a skin cream. The purpose of this research are 1) to determine the effects of proportion between banana flour face masks and honey toward organolepticiincluding colourr, scentt, texturee, viscosityy, easy toowash 2) to determine results of the most liked on the proportion between bananaaflour faceemasks andhhoney includinggcolour, scent, texture, viscosity, easyyto wash 3) know the best shelfflife of bananaaflour andhhoneymmasks. The independentvvariable of this reseach is theeproportion between bananaaflour face maskssand honeyywhich are X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). The dependenttvariable of this reseach is physical charateristicssmask which are colour, scent, textureeviscosity, easy to wash, and the panelist favourite. The data collection was carried out by observationt throght 30 panelist. The data analysis of this research is using single result is the best mask result is on proportion 6 gram bananaaflour and 9 gramahoney. Furthermore , the result of the microbiologicalatest on the product, it is the best mask product can be storeduuntil the 7th day.

Page 2 of 2 | Total Record : 19