cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 91 Documents clear
PERANAN PELATIHAN DALAM PENGUASAAN KEMAMPUAN MERIAS WAJAH PENARI MENTHOK-MENTHOK BAGI GURU TK PUSPITA NENGSIH, DESY; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari menthok-menthok merupakan tari kreasi yang diiringi lagu dolanan yang berjudul sama nerasal dari Jawa Timur. Tarian ini masih sering dipentaskan dalam berbagai acara seperti gebyer senam gebyar tari anak TK, hari anak, pentas seni 17 Agustus, hari kartini, lomba tari anak kreasi, lomba tari, gelar lomba tari. Dalam setiap pementasan bisa menampilkan satu sampai tiga kelompok penari dan dirias olek guru TK sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) pelaksanaan pelatihan merias wajah penari menthok-menthok bagi guru TK, dan 2) hasil ketrampilan merias wajah penari menthok-menthok bagi guru TK. Henis penelitian adalah pre-eksperimen. Dilakukan dengan rancangan penelitian one shoot case study. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes ketrampilan. hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan merias wajah penari menthok-menthok meliputi persiapan rata-rata 4,7 kriteria baik,pelaksanaan rata-rata 4,5 kriteria baik, dan hasil ketrampilan rata-rata 4,7 kriteria baik, sedangkan hasil pelatihan peserta memperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu 8,1dan terendah yaitu 7,3 untuk hasil ketuntasan belajar peserta secara individu ada 27 peserta yang mendapat >75 dan secara klasikal ada 90% peserta yang mendapatkan nilai tuntas
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.
PENGARUH PROPORSI EKSTRAK ANGKAK DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN RAMBUT FITRIANINGSIH, DINA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi ekstrak angkak dengan hidrogen peroksida terhadap 1) Sifat fisik hasil pewarnaan rambut yang meliputi warna target, tekstur rambut, kilau rambut, kerataan warna dan kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi ekstrak angkak dengan hydrogen peroksida yaitu X1 (27,5:12,5), X2 (25:15), X3 (22,5:17,5), dan X4 (20:20). Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi warna target, tekstur rambut, kilau rambut, kerataan warna dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anova tunggal dan dilanjutkan dengan uji duncan menggunakan program spss versi 16. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh nyata yang signifikan terhadap sifat fisik pewarnaan rambut menggunakan ekstrak angak dengn hydrogen peroksida meliputi warna target, tekstur rambut, kilau rambut, kerataan warna dan kesukaan panelis. Berdasarkan hasil uji Duncan pewarnaan rambut terbaik diperoleh sampel X1 dengan kriteriawarna target yang sesuai yaitu merah, tekstur yang dihasilkan sangat halus, kilau rambut tampak becahaya saat terpapat cahaya lampu, kerataan warna yang merata ke seluruh rambut. Semakin banyak jumlah ekstrak angkak maka hasilnya akan semakin dengan warna target,tekstur rambut,kilau rambut,kerataan warna. Kata kunci: ekstrak angkak, hydrogen peroksida, pewarnaan rambut. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of the proportion of red yeast rice extract with hydrogen peroxide to 1) The physical properties of the hair coloring results include the target color, hair texture, hair luster, color flatness and panelist preference. This type of research is experimental. The independent variable in this study is the proportion of red yeast rice extract with hydrogen peroxide, namely X1 (27.5: 12.5), X2 (25:15), X3 (22.5: 17.5), and X4 (20:20) . Dependent variables are physical properties which include target color, hair texture, hair luster, color flatness and panelist preferences. Data collection by observation method carried out by 30 panelists. Data analysis used by single anova and contiuned with duncan test using spss program version 16 The results of this study have a significant significant effect on the physical properties of hair coloring using figs extract with hydrogen peroxide including target color, hair texture, hair shine, flatness and panelist preferences. Based on the results of Duncans hair coloring test, the best X1 sample obtained with the appropriate target color criteria is red, the resulting texture is very smooth, the hair shine looks light when exposed to light, evenly distributed evenly throughout the hair. The more amount of Angkak extract, the results will be more with the target color, hair texture, hair luster, evenness of color. Keywords: Angkak extract, hydrogen peroxide, hair coloring.
ANALISIS STRATEGI BISNIS HANTARAN DAN MAHAR PENGANTIN “CAMEO FRAME” DI SURABAYA MACHDANIA PUTRI I, CANTIKA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerbisnis di kota besar sangatlah sulit apalagi banyaknya persaingan dalam membuka usaha dalam bidang yang sama itu sulit untuk mempertahankan usahanya, tetapi bagi Cameo Frame itu semua tidak akan menggoyahkan dirinya. Cameo Frame merupakan usaha yang bergerak dalam bidang penyewaan atau pembeliaan Hantaran dan Mahar untuk acara pengantin yang berada di Jl. Ketintang Aspol blok E3. Surabaya dengan ruangan berbalut putih dihiasi dengan berbagai macam bahan Hantaran dan Mahar mulai dari : karton, kayu, kaca, akrilik, besi, dan macam-macam bahan lainnya dengan berbagai bentuk model seperti : lingkaran, kotak, segi enam, dan berbagai bentuk model lain serta produk yang dibuat dengan penuh keseriusan dan ketelitian sehingga dapat menghasilkan produk kreativitas yang unik dan menarik sesuai dengan keinginan konsumen. Berdasarkan strategi bisnis untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan harus melalui aspek produksi dengan membuat bentuk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Dari aspek pemasaran, usaha ini mempromosikannya melalui media sosial yaitu Instagram, Facebook, internet, serta mengikuti pameran-pameran yang diadakan di dalam mall juga dengan cara mulut ke mulut dan dengan pembeli lama membawa pembeli baru. Dari Aspek keuangan, modal awal Rp. 30.000.000,- dengan menggunakan tabungan pribadi dan dalam satu bulan dapat memperoleh keuntungan Rp. 50.000.000,- dengan pencatatan keuangan hanya pengeluaran dan pemasukan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa didalam mengolah keuangan, pemasaran dan dari sisi strategi produksi, maka dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT yang meliputi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), ancaman (threats). Berdasarkan hasil diatas bahwa usaha Cameo Frame dinyatakan layak untuk dijalankan sebagai bisnis usaha yang menguntungkan dalam jangka panjang. Kata Kunci: Strategi Bisnis, Hantaran dan Mahar Pengantin, Pemasaran, dan Produksi.
KELAYAKAN MODUL AJAR KOMPETENSI MENATA SANGGUL DENDENG MODIFIKASI DI SMK JURUSAN TATA KECANTIKAN RAMBUT SEPTIANINGRUM CANDIKA PUTRI, ROSDIANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kelayakan Modul Ajar Kompetensi Menata Sanggul Dendeng Modifikasi di SMK Jurusan Tata Kecantikan Rambut yang meliputi 1) Keterbacaan dan kemudahan dalam membaca modul, 2) Kesesuaian isi modul dengan judul modul, 3) Tingkat informative (mudah dipahami) modul tersebut dalam membantu peserta mempelajari dan menguasai materi pembelajaran, 4) Kemudahan dipraktekkan, dan 5) Tampilan modul secara keseluruhan. Metode ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D (four-D) design yang terdiri empat tahap yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Metode pengumpulan data menggunakan observasi melalui google form kepada para ahli sebagai responden. Sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat yaitu 1) Keterbacaan modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 80, 2) Kesesuaian isi modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 85 , 3) Modul Ajar yang disajikan dianggap mudah dipahami dengan nilai 67% menilai cukup informative, 4) Modul dinilai cukup aplikatif dengan nilai 68% cukup aplikatif, 5) Tampilan modul secara keseluruhan dianggap informative dengan nilai 82% informative. Dapat disimpulkan modul penataan sanggul masuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Modul Ajar, Sanggul Dendeng Abstract In this study has a goal that is to determine the feasibility of the Modification of the Modified Jerky Bun Hairstyles Competence Module in the Vocational School of Hair Beauty which includes 1) Readability and ease of reading modules, 2) The suitability of the contents of the module with the module title, 3) The level of informative (easily understood) module in helping participants learn and master learning material, 4) Ease of practice, and 5) Display of the module as a whole. This research method is a development study with a 4-D (four-D) design model which consists of four stages, namely: define, design, develop, and disseminate. The method of collecting data uses observation through Google forms to experts as respondents. While the data analysis uses quantitative descriptive. The results obtained are 1) Readability of the module is considered very good with an average value of 80, 2) The suitability of the contents of the module is considered to be very good with an average value of 85, 3) The teaching module presented is considered easy to understand with a value of 67% rate quite informative , 4) Module is considered quite applicative with a value of 68% quite applicative, 5) The overall appearance of the module is considered informative with a value of 82% informative. It can be concluded that the bun structuring module is included in the good category. Keywords: Teaching Module, Dendeng Bun
KELAYAKAN MODUL AJAR KOMPETENSI MENATA SANGGUL DENDENG MODIFIKASI DI SMK JURUSAN TATA KECANTIKAN RAMBUT SEPTIANINGRUM CANDIKA PUTRI, ROSDIANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kelayakan Modul Ajar Kompetensi Menata Sanggul Dendeng Modifikasi di SMK Jurusan Tata Kecantikan Rambut yang meliputi 1) Keterbacaan dan kemudahan dalam membaca modul, 2) Kesesuaian isi modul dengan judul modul, 3) Tingkat informative (mudah dipahami) modul tersebut dalam membantu peserta mempelajari dan menguasai materi pembelajaran, 4) Kemudahan dipraktekkan, dan 5) Tampilan modul secara keseluruhan. Metode ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D (four-D) design yang terdiri empat tahap yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Metode pengumpulan data menggunakan observasi melalui google form kepada para ahli sebagai responden. Sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat yaitu 1) Keterbacaan modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 80, 2) Kesesuaian isi modul dianggap sangat baik dengan nilai rata-rata 85 , 3) Modul Ajar yang disajikan dianggap mudah dipahami dengan nilai 67% menilai cukup informative, 4) Modul dinilai cukup aplikatif dengan nilai 68% cukup aplikatif, 5) Tampilan modul secara keseluruhan dianggap informative dengan nilai 82% informative. Dapat disimpulkan modul penataan sanggul masuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Modul Ajar, Sanggul Dendeng Abstract In this study has a goal that is to determine the feasibility of the Modification of the Modified Jerky Bun Hairstyles Competence Module in the Vocational School of Hair Beauty which includes 1) Readability and ease of reading modules, 2) The suitability of the contents of the module with the module title, 3) The level of informative (easily understood) module in helping participants learn and master learning material, 4) Ease of practice, and 5) Display of the module as a whole. This research method is a development study with a 4-D (four-D) design model which consists of four stages, namely: define, design, develop, and disseminate. The method of collecting data uses observation through Google forms to experts as respondents. While the data analysis uses quantitative descriptive. The results obtained are 1) Readability of the module is considered very good with an average value of 80, 2) The suitability of the contents of the module is considered to be very good with an average value of 85, 3) The teaching module presented is considered easy to understand with a value of 67% rate quite informative , 4) Module is considered quite applicative with a value of 68% quite applicative, 5) The overall appearance of the module is considered informative with a value of 82% informative. It can be concluded that the bun structuring module is included in the good category. Keywords: Teaching Module, Dendeng Bun
PENGARUH PROPORSI SARI PATI KENTANG, EKSTRAK LEMON, VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP HASIL JADI TONER UNTUK KULIT WAJAH BERMINYAK CENDERUNG BERJERAWAT SYAH PRASTIKA NOOR SHOLIKIN, WENDI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

jerawat biasanya timbul pada kulit yang berminyak, wajah yang kotor akibat debu dan polusi bisa jadi penyebab munculnya jerawat pada kulit wajah. Toner mempunyai manfaat yang dapat mengurangi keluhan kulit berminyak cenderung berjerawat. Pennelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh proporsi sari pati kentang, ekstrak lemon dan virgin coconut oil terhadap hasil jadi toner untuk kulit wajah berminyak cenderung berjerawat yang dinilai dari uji sifat fisik (meliputi warna,aroma, homogenitas) dan uji kesukaan penelis dari toner tersebut. penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yaitu proporsi sari pati kentang, ekstrak lemon dan virgin coconut oil dengan menggunakan perbandingan 5ml ; 2ml ;1 ml, 4ml ; 2ml ; 2ml, 3ml ; 2ml,3ml. Variabel terikat merupakan hasil dari toner yang dibuat meliputi warna, aroma, homogenitas yang dihasilkan serta uji dari kesukaan penelis. sedangkan variabel kontrol yaitu waktu yang digunakan untuk pembuatan toner, larutan allantoin sebanyak 2ml, serta persiapan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat toner wajah. Hasil akhir penelitian tentang toner ini adalah terdapat pada X1 dengan proporsi 5ml ; 2ml ;1ml yang menurut nilai rata-rata dari berbagai uji sudah sesuai dengan kriteria.Kata Kunci : Toner, Sari Pati Kentang, Ekstrak Lemon
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL RIAS WAJAH SEHARI HARI UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRAKTEK KELAS X SMK NEGERI 3 KEDIRI AYU WULANDARI, DIAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi sebagai sarana penyedia kelangsungan hidup manusia dalam berkomunikasi. Tentunya dalam berkomunikasi membutuhkan obyek sebagai perantara yaitu sebuah media. Media berkaitan erat dengan dunia pendidikan memegang peranan penting sebagai penjembatan komunikasi guru dan siswa. Jurusan Kecantikan SMK Negeri 3 Kediri membutuhkan media pembelajaran yang mampu mewakili semua isi dan penjelasan materi secara bersamaan dengan membuat kondisi kelas tetap dalam keadaan kondusif. Video tutorial dimaksudkan memudahkan guru dalam keefektifan menyampaikan materi prekatek. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan video tutorial sebagai media pembelajaran praktek rias wajah sehari-hari dan meningkatkan hasil praktek siswa kelas X SMK Negeri 3 Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Pengumpulan data menggunakan angket respon diberikan kepada 6 Guru Jurusan Tata Kecantikan sebagai penguji media. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaikan tujuan dan manfaat media hasil sebsar 83,3% dengan kualifikasi sangat baik, perolehan kesesuaian materi dalam media mencapai 83,3% dengan kualifikasi sangat baik, persentase media memudahkan penerimaan materi memperoleh hasil persentase sebanyak 90% dengan kualifikasi sangat baik, persentase perolehan media membangkitkan semangat belajar sebanyak 96,6% dengan kualifikasi sangat, persentase karakteristik kesesuaian media memperoleh hasil 87% dengan kualifikasi sangat baik. Ditarik kesimpulan bahwa media video tutorial sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran rias wajah sehar-hari untuk meningkatkan hasil praktek kelas X SMK Negeri 3 Kediri dinyatakan layak. Kata Kunci: Media Video Tutorial, Rias Wajah Sehari Hari.Abstract Technology as a means of providing human survival in communication. Of course, in communication requires an object as an intermediary, namely a media. The media is closely related to the world of education plays an important role as a bridge of communication between teachers and students. The Beauty Department of SMK Negeri 3 Kediri requires learning media that are able to represent all the contents and explanations of the material simultaneously by making the classroom conditions remain conducive. The tutorial video is intended to make it easier for teachers to effectively deliver practical materials. The purpose of this study aims to test the feasibility of video tutorials as a learning medium for daily makeup practice and improve the practice results of students of class X SMK Negeri 3 Kediri. This type of research is quantitative. This research method uses Research and Development (R&D). Data collection using a questionnaire response given to 6 Teachers of Beauty Department as a media examiner. The results showed that the conformity of the objectives and benefits of the media yielded 83.3% with very good qualifications, the acquisition of material suitability in the media reached 83.3% with very good qualifications, the percentage of media facilitated the receipt of material obtained a percentage of 90% with very good qualifications, the percentage of media acquisition aroused the spirit of learning as much as 96.6% with very high qualifications, the percentage of media suitability characteristics obtained 87% with very good qualifications. The conclusion was drawn that the video tutorial media as a learning medium for daily makeup subjects to improve the results of class X practice at SMK Negeri 3 Kediri was declared feasible. Keywords: Video Tutorial Media, Daily Makeup.

Page 5 of 10 | Total Record : 91