cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE PADA SUB KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL KREATIF BACK STYLE QOLBI, TSAMROTUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThink Pair Share merupakan tipe pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, mengajak untuk bekerja mandiri kemudian bekerja sama dengan pasangannya. Tipe Think Pair Share dapat digunakan dalam mata pelajaran Penataan Sanggul Kreatif Backstyle Dengan Teknik Sasakan. Dengan bekerja sama atau berpasangan dalam satu kali pertemuan peserta didik mampu mempelajari sekaligus mempraktikkan macam-macam penataan sanggul dengan ide yang inovatif kemudian menyampaikannya dengan baik dan benar sehingga lebih efisien waktu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian yaitu menguraikan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, dan keefektifan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengacu pada buku dan jurnal nasional yang membahas: 1) kajian model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS,) 2) kajian sub materi pembelajaran Penataan Sanggul Kreatif Back Style , dan 3) kajian pengelolaan kelas dengan menerapkan tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) dimana didalamnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, dan kelayakan atau kefektifan tipe pembelajaran pada materi praktik. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan berupa: 1) penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, 2) penjelasan materi sub kompetensi Penataan Sanggul Kreatif Back Style, dan 3) tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat diterapkan dan menjadi acuan guru penataan sanggul kreatif sehingga proses pembelajaran mampu dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: think pair share, penataan sanggul kreatif backstyle. Abstract Think Pair Share is a type of innovative learning in the 2013 curriculum where students are required to be more active during learning, inviting to work independently then working with their partners. Think Pair Share type can be used in the subject of Backstyle Creative Hair Styling with Feeling Technique. By working together or in pairs in one meeting students are able to learn while practicing various types of bun arrangement with innovative ideas and then convey them properly and correctly so that it is more time efficient. This type of research is descriptive qualitative. The research objective is to describe the type of Think Pair Share cooperative learning, and the effectiveness of Think Pair Share cooperative learning types. The research method uses literature study by referring to books and national journals that discuss: 1) the study of cooperative learning models and the types of cooperative learning Think Pair Share (TPS, 2) the study of sub-learning materials for the Styling of the Back Style Creative Bun, and 3) the study of classroom management by applying the Think Pair Share (TPS) learning type in which can improve learning activities and outcomes, and the feasibility or effectiveness of learning types in practice material. The results of the study obtained conclusions in the form of: 1) an explanation of the cooperative learning model and the type of cooperative learning Think Pair Share, 2) an explanation of the material material sub-competence of the Back Style Creative Hairdressing Arrangement, and 3) Think Pair Share cooperative learning types can be applied and used as a reference for the teacher in structuring the creative bun so that the learning process can be maximized with the aim of improving student achievement. Keywords: think pair share, back hair styling
TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE PADA SUB KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL KREATIF BACK STYLE QOLBI, TSAMROTUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThink Pair Share merupakan tipe pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, mengajak untuk bekerja mandiri kemudian bekerja sama dengan pasangannya. Tipe Think Pair Share dapat digunakan dalam mata pelajaran Penataan Sanggul Kreatif Backstyle Dengan Teknik Sasakan. Dengan bekerja sama atau berpasangan dalam satu kali pertemuan peserta didik mampu mempelajari sekaligus mempraktikkan macam-macam penataan sanggul dengan ide yang inovatif kemudian menyampaikannya dengan baik dan benar sehingga lebih efisien waktu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian yaitu menguraikan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, dan keefektifan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengacu pada buku dan jurnal nasional yang membahas: 1) kajian model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS,) 2) kajian sub materi pembelajaran Penataan Sanggul Kreatif Back Style , dan 3) kajian pengelolaan kelas dengan menerapkan tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) dimana didalamnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, dan kelayakan atau kefektifan tipe pembelajaran pada materi praktik. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan berupa: 1) penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, 2) penjelasan materi sub kompetensi Penataan Sanggul Kreatif Back Style, dan 3) tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat diterapkan dan menjadi acuan guru penataan sanggul kreatif sehingga proses pembelajaran mampu dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: think pair share, penataan sanggul kreatif backstyle. Abstract Think Pair Share is a type of innovative learning in the 2013 curriculum where students are required to be more active during learning, inviting to work independently then working with their partners. Think Pair Share type can be used in the subject of Backstyle Creative Hair Styling with Feeling Technique. By working together or in pairs in one meeting students are able to learn while practicing various types of bun arrangement with innovative ideas and then convey them properly and correctly so that it is more time efficient. This type of research is descriptive qualitative. The research objective is to describe the type of Think Pair Share cooperative learning, and the effectiveness of Think Pair Share cooperative learning types. The research method uses literature study by referring to books and national journals that discuss: 1) the study of cooperative learning models and the types of cooperative learning Think Pair Share (TPS, 2) the study of sub-learning materials for the Styling of the Back Style Creative Bun, and 3) the study of classroom management by applying the Think Pair Share (TPS) learning type in which can improve learning activities and outcomes, and the feasibility or effectiveness of learning types in practice material. The results of the study obtained conclusions in the form of: 1) an explanation of the cooperative learning model and the type of cooperative learning Think Pair Share, 2) an explanation of the material material sub-competence of the Back Style Creative Hairdressing Arrangement, and 3) Think Pair Share cooperative learning types can be applied and used as a reference for the teacher in structuring the creative bun so that the learning process can be maximized with the aim of improving student achievement. Keywords: think pair share, back hair styling
TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE PADA SUB KOMPETENSI PENATAAN SANGGUL KREATIF BACK STYLE QOLBI, TSAMROTUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThink Pair Share merupakan tipe pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, mengajak untuk bekerja mandiri kemudian bekerja sama dengan pasangannya. Tipe Think Pair Share dapat digunakan dalam mata pelajaran Penataan Sanggul Kreatif Backstyle Dengan Teknik Sasakan. Dengan bekerja sama atau berpasangan dalam satu kali pertemuan peserta didik mampu mempelajari sekaligus mempraktikkan macam-macam penataan sanggul dengan ide yang inovatif kemudian menyampaikannya dengan baik dan benar sehingga lebih efisien waktu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian yaitu menguraikan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, dan keefektifan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengacu pada buku dan jurnal nasional yang membahas: 1) kajian model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS,) 2) kajian sub materi pembelajaran Penataan Sanggul Kreatif Back Style , dan 3) kajian pengelolaan kelas dengan menerapkan tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) dimana didalamnya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, dan kelayakan atau kefektifan tipe pembelajaran pada materi praktik. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan berupa: 1) penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif dan tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share, 2) penjelasan materi sub kompetensi Penataan Sanggul Kreatif Back Style, dan 3) tipe pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat diterapkan dan menjadi acuan guru penataan sanggul kreatif sehingga proses pembelajaran mampu dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: think pair share, penataan sanggul kreatif backstyle. Abstract Think Pair Share is a type of innovative learning in the 2013 curriculum where students are required to be more active during learning, inviting to work independently then working with their partners. Think Pair Share type can be used in the subject of Backstyle Creative Hair Styling with Feeling Technique. By working together or in pairs in one meeting students are able to learn while practicing various types of bun arrangement with innovative ideas and then convey them properly and correctly so that it is more time efficient. This type of research is descriptive qualitative. The research objective is to describe the type of Think Pair Share cooperative learning, and the effectiveness of Think Pair Share cooperative learning types. The research method uses literature study by referring to books and national journals that discuss: 1) the study of cooperative learning models and the types of cooperative learning Think Pair Share (TPS, 2) the study of sub-learning materials for the Styling of the Back Style Creative Bun, and 3) the study of classroom management by applying the Think Pair Share (TPS) learning type in which can improve learning activities and outcomes, and the feasibility or effectiveness of learning types in practice material. The results of the study obtained conclusions in the form of: 1) an explanation of the cooperative learning model and the type of cooperative learning Think Pair Share, 2) an explanation of the material material sub-competence of the Back Style Creative Hairdressing Arrangement, and 3) Think Pair Share cooperative learning types can be applied and used as a reference for the teacher in structuring the creative bun so that the learning process can be maximized with the aim of improving student achievement. Keywords: think pair share, back hair styling
PENGARUH BENTUK DAHI TERHADAP HASIL JADI PAES PENGANTIN MADURA LILIN MENGGUNAKAN MEDIA MATA UANG KOIN ARUM PUSPA SARI RYANICA, FITRI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembuatan paes menggunakan teknik tradisional dengan menggambar langsung pada dahi pengantin. Penelitian ini dilakukan dengan membuat pola paes pengantin Madura lilin menggunakan bantuan media mata uang koin. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh hasil pembuatan pola paes Madurax lilin menggunakan menggunakan media uang koin terhadap bentuk dahi, 2) Untuk mengetahui hasil jadi pembuatan paes Madura lilin menggunakan media uang koin yang terbaik sesuai dengan bentuk dahi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian true eksperimental design dengan menggunakan rancangan penelitian ?Posttest-Only Control Design?. Objek penelitian adalah bentuk dahi dan hasil riasan dahi pengantin. Menggunakan dua model dengan kriteria bentuk wajah yang sama yaitu, bentuk wajah oval dengan bentuk dahi normal dan lebar dan warna kulit sawo matang. Metode pengumpulan data menggunakan data observasi yang melibatkan 30 observer. Teknik analisis data menggunakan rumus nilai rata-rata dan Uji Independent Sample t-Test dengan menggunakan bantuan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Pengaruh bentuk dahi terhadap hasil jadi paes pengantin Madura lilin menggunakan media mata uang koin, dengan hasil t-hitung 3.904 dan nilai signifikan Independent Sample T-Test adalah 0,000 < 0,05 (nilai taraf nyata) Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara bentuk dahi normal dan bentuk dahi lebar terhadap hasil jadi paes pengantin Madura lilin. 2) Hasil jadi paes terbaik yaitu penggunaan bantuan media mata uang koin pada bentuk dahi normal dengan rata rata 3,68 dan rata rata 3,36 untuk bentuk dahi lebar maka dapat disimpulkan hasil jadi paes terbaik menggunakan media mata uang koin adalah bentuk dahi normal. Kata Kunci : Bentuk Dahi, Paes, Tata Rias Pengantin Madura Lilin. Abstract The manufacture of Paes originally used traditional techniques by drawing directly on the bridal forehead. The research was conducted by making a pattern of the Madura bride Paes candles using the help of coin currency media. The purpose of this research is 1) to know the effect of the results of making patterns Paes Madura candles using a money media coin against the shape of the forehead, 2) to know the results so the making of Paes Madura candles using the money medium coins that best correspond to the shape of the forehead. The type of research used is true experimental design research by using the research draft "Posttest-Only Control Design". The research object is a form of forehead and bridal forehead makeup results. Using two models with the same face shape criteria that is, the shape of the oval face with normal and wide forehead shape and the color of the skin is ripe sawo. Data collection methods use observation data involving 30 observer. Data analysis techniques use an average value formula and test Independent Sample T-Test using the help of SPSS 22 program. The results of the study showed, 1) the influence of forehead form to the result so that the bride Paes Madura candles using coin media coins, with the result of T-count 3,904 and the significant value of Independent Sample T-Test is 0.000 < 0.05 (real status value) The research conclusion there is a significant difference between the normal forehead shape and the wide forehead shape to the result so the 2) The best Paes result is the use of the help of coin media on the normal forehead with an average of 3.68 and average 3.36 for the wide forehead shape then it can be concluded the best Paes using coin media is normal forehead form. Keywords: forehead shape, ?Paes?, Madura bride makeup candles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA KOMPETENSI PENGERITINGAN RAMBUT DESAIN DI SMK NEGERI 1 PEKALONGAN Cahaya Ningrum, Putri; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan proses pembelajaran yang berawal dari masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, 1) proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran kompetensi pengeritingan rambut desain berbasis masalah. 2) Peningkatan hasil belajar pengeritingan rambut desain menggunakan model pembelajaran berbasisi masalah pada ranah kognitif. 3) keterampilan memecahkan masalah pada ranah keterampilan siswa, dan 4) Respon siswa terhadap pembelajaran kompetensi pengeritingan rambut desain dengan model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, yang dilakukan oleh 4 observer. Tes tulis (pretest-postest) untuk ranah kognitif. Metode tes praktik pada akhir pembelajaran dan angket respon siswa. Sasaran penelilitian siswa sejumlah 32 orang kelas XI SMK Negeri 1 Pekalongan. Hasil dari penelitian menunjukan: keterlaksanaan kegiatan pembelajaran sangat baik. nilai rata-rata observasi keterlaksanaan pembelajaran adalah 3,91. Kemampuan memecahkan masalah pada ranah pengetahuan didapat nilai siswa rata-rata pretest 42,91 dan posttest 81,09. Hasil tersebut menunjukan siswa mengalami peningkatan keterampilan memecahkan masalah pada ranah pengetahuan. Keterampilan memecahkan masalah melalui praktik dengan nilai rata-rata 8,8 menunjukan hasil siswa baik. Respon siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah, didapat nilai diperoleh siswa rata-rata 80,73. Hasil nilai respon siswa tersebut menunjukan sangat baik. Respon dalam pembelajaran lebih aktif, kreatifdan tidak membosankan. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah pada kompetensi pengeritingan rambut desain menunjukan siswa lebih aktif dan kreatif. Proses pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dimengerti. Siswa mengalami peningkatkan dalam kemampuan memecahkan masalah. Kata Kunci: model pembelajaran berbasis masalah dan pengeritingan rambut desain. Abstract The problem based learning model is a learning process that starts with problems faced by students. The purpose of this study is to know the process the implementing of learning and problem solving in the realm of students knowledge and practice. This research uses the observation method carried out by 4 observers, written test (pretest-posttest), practical test method and response questionnaires shown for 32 students of grade XI in SMK N 1 Pekalongan. The results showed: the implementation of learning activities was very good in accordance with the results of the questionnaire of the implementation of learning and the average value in cycles 1 and 2 was 3.93.The ability of problem solving skills in the realm of knowledge. The results of the average student score in pretest was 42.91 and posttestwas 81.09. These results indicate students have increased problem solving skills in the realm of knowledge. The skill of Problem solving through practice with an average score of 8.8 shows better student results. Student responses in the application of problem based learning models. The results obtained by students on average 80.73. The results of the students response scores showed very good. The response in learning is more active, creative and not boring. The results of the use of problem-based learning models on the hair curling design competency showed students are more active and creative. The learning process was more fun, not boring and easy to understand. Students can improve the problem solving skills. Keywords: problem based learning models and problem solving skills.
HASIL RIASAN PRESENTER MENGGUNAKAN PADUAN AIR DAN BEDAK PADAT BERDASARKAN JENIS KULIT MARSHA ANDELLA, GRACELLYA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan menggunakan paduan air dan bedak padat (jenis bedak padat yang dipilih two-way-cake) untuk pengganti foundation sebagai dasar riasan wajah seorang presenter berita. Tujuan penelitian ini: 1) Mengetahui hasil akhir riasan wajah seorang presenter berita dengan menggunakan paduan air dan bedak padat. 2) Untuk mendapatkan jawaban mengapa perpaduan air dan bedak padat bisa menggantikan fungsi penggunaan foundation sebagai dasar riasan presenter berita. Jenis penelitian yang digunakan true eksperiment. Sasaran penelitian adalah presenter berita di stasiun televisi, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer, yang terdiri atas 25 panelis terlatih dan 5 panelis ahli. Intrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang meliputi tiga aspek, yaitu: kerataaan riasan, kehalusan riasan, dan keserasian riasan. Variabel bebas pada penelitian adalah jenis kulit, sedangkan variabel terikat meliputi kehalusan, kerataan dan keserasian pada riasan. Analisis data menggunakan rumus rata-rata dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Menurut data dari lembar observasi menunjukkan bahwa jenis kulit wajah kombinasi lebih baik dari pada jenis kulit wajah normal saat menggunakan dasar riasan menggunakan paduan air dan bedak padat, dengan nilai rata-rata 3,87 sedangkan jenis kulit wajah normal sebesar 3,79. 2) Berdasarkan uji analisis statistik menggunakan t test, hasil terbaik adalah kulit wajah kombinasi dengan nilai t hitung sebesar 5,0659. Kata Kunci : Paduan Air dan Bedak Padat, Jenis Kulit, Presenter Berita Abstrack The research was conducted using a mixture of water and a solid powder (solid type of powder chosen two-way-cake) for a foundation substitute as the basis of a news presenters face makeup. The purpose of this study: 1) Knowing the final result makeup a news presenter by using a water alloy and a solid powder. 2) To get an answer why the combination of water and a solid powder can replace the foundations use function as a basic news presenter makeup. Types of research used true experiment. The research target is the news presenter on the television station, and data collection methods used are observations involving 30 observer, consisting of 25 well-trained panelists and 5 expert panelists. The instrument used is an observation sheet that covers three aspects: makeup, smoothness, and makeup compatibility. The free variables on the research are skin types, while bonded variables include smoothness, smoothing and harmony of makeup. Data analysis uses average and test-t formulas. The results showed that 1) according to data from the observation sheet indicates that the type of facial skin combination is better than normal skin type when using the basic makeup using a mixture of water and a solid powder, with the result of average value of 3,87 while the normal skin type of 3,79. 2) based on the test of statistical analysis using T test, the best result is a combination face skin with a calculated t value of 5,0659. Keywords: Water Alloy and Solid Powder, Skin Type, Presenter News.