cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN FACE PAINTING NUR RAHMA, ALFINA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLukisan wajah merupakan seni melukis wajah dengan menggunakan kosmetik tertentu. Lukisan wajah bukan hanya satu warisan budaya di beberapa Negara. Selama perkembangan zaman, Hiasan wajah digemari anak muda dalam beberapa kesempatan seperti perayaan hellowenperayaan natal dan perayaan lainnya. Salah satu ajang kompetisi internasional. Salah satu cara melatih keterampilan melukis wajah adalah melalui media yang menarik yaitu denngan menggunakan media YouTube. Penelitian ini menggunakan media YouTube untuk meningkatkan keterampilan melukis wajah. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelurusan pustaka yang berbentuk jurnal. Jurnal yang diterima bertanggung jawab atas lukisan wajah dan media YouTube. Analisis penelitian yang menguji prosedur penelitian di studio pustaka. Kata Kunci: YouTube, Lukisan wajah, studi pustaka AbstrakLukisan wajah adalah seni melukis wajah manusia menggunakan kosmetik tertentu. Lukisan wajah bukan hanya salah satu warisan budaya di beberapa negara. Dengan cara zaman, lukisan wajah menjadi disukai oleh orang dewasa muda pada beberapa kesempatan seperti perayaan Halloween dan perayaan lainnya. Bahkan menjadi salah satu kompetisi internasional. Salah satu cara untuk melatih keterampilan melukis wajah adalah melalui media yang menarik seperti dengan menggunakan media Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Youtube sebagai media peningkatan keterampilan melukis wajah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dalam bentuk jurnal. Jurnal yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan sebagai lukisan wajah dan Youtube sebagai media. Analisis penelitian menggunakan prosedur penelitian studi literatur ini.Kata kunci: YouTube, Lukisan wajah, studi literatur
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) MENGGUNAKAN MEDIA SCRABBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEPARIWISATAAN KELAS X SMK NEGERI 3 KEDIRI ANDINI SUYONO, RISTA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan perwujudan kekayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Pendidikan formal tidak hanya fokus pada teori, tetapi kepada kemampuan peserta didik dalam menyerap pengetahuan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirik penggunaan media scrabble pada model pembelajaran think pair share dalam meningkatkan hasil belajar dan menarik minat belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah kualitatif pre experimental design dengan menggunakan rancangan penelitian one-shoot case study untuk menggambarkan bentuk kasar dari suatu eksperimen. Peneliti menggunakan google form untuk mengetahui efektivitas dari media scrabble. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada aspek ketertarikan pembaca pada media scrabble yaitu sebanyak 95.7%, dan pada peningkatan hasil belajar sebanyak 95.70%. Kata Kunci : Media Scrabble, Think Pair Share, hasil belajar. Abstract Education is a form of embodiment of human wealth that is dynamic and full of development. The education process in schools does not only emphasize the accumulation of knowledge of subject matter, but the priority isi the ability of students to obtain their own knowledge. The purpose of this study was to determine the use of scrabble media in the think pair share learning model. This research method is a qualitative pre-experimental design using a one-shoot case study design to describe the rough form of an experiment. Researchers use Google form to determine the effectiveness of scrabble media. The results of the study can be conclude that the aspect of reader interest in scrabble media is as much as 95.7%, at the informative level as much as 69.6% and at increasing learning outcomes as much as 95.70%. Keywords : Srabble Media, Think Pair Share (TPS), learning outcome.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) MENGGUNAKAN MEDIA SCRABBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEPARIWISATAAN KELAS X SMK NEGERI 3 KEDIRI ANDINI SUYONO, RISTA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan perwujudan kekayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Pendidikan formal tidak hanya fokus pada teori, tetapi kepada kemampuan peserta didik dalam menyerap pengetahuan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirik penggunaan media scrabble pada model pembelajaran think pair share dalam meningkatkan hasil belajar dan menarik minat belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah kualitatif pre experimental design dengan menggunakan rancangan penelitian one-shoot case study untuk menggambarkan bentuk kasar dari suatu eksperimen. Peneliti menggunakan google form untuk mengetahui efektivitas dari media scrabble. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada aspek ketertarikan pembaca pada media scrabble yaitu sebanyak 95.7%, dan pada peningkatan hasil belajar sebanyak 95.70%. Kata Kunci : Media Scrabble, Think Pair Share, hasil belajar. Abstract Education is a form of embodiment of human wealth that is dynamic and full of development. The education process in schools does not only emphasize the accumulation of knowledge of subject matter, but the priority isi the ability of students to obtain their own knowledge. The purpose of this study was to determine the use of scrabble media in the think pair share learning model. This research method is a qualitative pre-experimental design using a one-shoot case study design to describe the rough form of an experiment. Researchers use Google form to determine the effectiveness of scrabble media. The results of the study can be conclude that the aspect of reader interest in scrabble media is as much as 95.7%, at the informative level as much as 69.6% and at increasing learning outcomes as much as 95.70%. Keywords : Srabble Media, Think Pair Share (TPS), learning outcome.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) MENGGUNAKAN MEDIA SCRABBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEPARIWISATAAN KELAS X SMK NEGERI 3 KEDIRI ANDINI SUYONO, RISTA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan perwujudan kekayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Pendidikan formal tidak hanya fokus pada teori, tetapi kepada kemampuan peserta didik dalam menyerap pengetahuan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirik penggunaan media scrabble pada model pembelajaran think pair share dalam meningkatkan hasil belajar dan menarik minat belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah kualitatif pre experimental design dengan menggunakan rancangan penelitian one-shoot case study untuk menggambarkan bentuk kasar dari suatu eksperimen. Peneliti menggunakan google form untuk mengetahui efektivitas dari media scrabble. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada aspek ketertarikan pembaca pada media scrabble yaitu sebanyak 95.7%, dan pada peningkatan hasil belajar sebanyak 95.70%. Kata Kunci : Media Scrabble, Think Pair Share, hasil belajar. Abstract Education is a form of embodiment of human wealth that is dynamic and full of development. The education process in schools does not only emphasize the accumulation of knowledge of subject matter, but the priority isi the ability of students to obtain their own knowledge. The purpose of this study was to determine the use of scrabble media in the think pair share learning model. This research method is a qualitative pre-experimental design using a one-shoot case study design to describe the rough form of an experiment. Researchers use Google form to determine the effectiveness of scrabble media. The results of the study can be conclude that the aspect of reader interest in scrabble media is as much as 95.7%, at the informative level as much as 69.6% and at increasing learning outcomes as much as 95.70%. Keywords : Srabble Media, Think Pair Share (TPS), learning outcome.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) MENGGUNAKAN MEDIA SCRABBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEPARIWISATAAN KELAS X SMK NEGERI 3 KEDIRI ANDINI SUYONO, RISTA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan perwujudan kekayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Pendidikan formal tidak hanya fokus pada teori, tetapi kepada kemampuan peserta didik dalam menyerap pengetahuan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirik penggunaan media scrabble pada model pembelajaran think pair share dalam meningkatkan hasil belajar dan menarik minat belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah kualitatif pre experimental design dengan menggunakan rancangan penelitian one-shoot case study untuk menggambarkan bentuk kasar dari suatu eksperimen. Peneliti menggunakan google form untuk mengetahui efektivitas dari media scrabble. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada aspek ketertarikan pembaca pada media scrabble yaitu sebanyak 95.7%, dan pada peningkatan hasil belajar sebanyak 95.70%. Kata Kunci : Media Scrabble, Think Pair Share, hasil belajar. Abstract Education is a form of embodiment of human wealth that is dynamic and full of development. The education process in schools does not only emphasize the accumulation of knowledge of subject matter, but the priority isi the ability of students to obtain their own knowledge. The purpose of this study was to determine the use of scrabble media in the think pair share learning model. This research method is a qualitative pre-experimental design using a one-shoot case study design to describe the rough form of an experiment. Researchers use Google form to determine the effectiveness of scrabble media. The results of the study can be conclude that the aspect of reader interest in scrabble media is as much as 95.7%, at the informative level as much as 69.6% and at increasing learning outcomes as much as 95.70%. Keywords : Srabble Media, Think Pair Share (TPS), learning outcome.
KAJIAN PROSEDUR DAN HASIL TATA RIAS WAJAH PANGGUNG PADA PENARI JARAN NGINCIK DI SANGGAR TARI LAMONGAN RODHATUL FIRDAUS, IKRANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias dapat dimaknai sebagai bentuk kebudayaan yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Begitu pula dengan tarian tradisional, salah satunya yaitu tarian Jaran Ngincik yang berasal dari Lamongan. Seni tari Ngincik merupakan seni tari kreasi baru dikembangkan dari kesenian khas Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian diambil berdasarkan hasil observasi dan wawancara sebagai data primer, sedangkan data sekunder dari dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk mengetahui prosedur tata rias Jaran Ngincik. Sedangkan analisis data kuantitatif untuk mengetahui hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan meliputi pengaplikasian foundation, bedak tabur, penataan alis, eyeshadow, blush-on dan lipstick, 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan diperoleh nilai rata-rata 64,78 yang artinya baik. Kata Kunci : Tata Rias Wajah Panggung, Tarian Jaran Ngincik Abstract Cosmetology can be interpreted as a form of culture that continues to develop over the times. Likewise with traditional dances, one of which is the Jaran Ngincik dance originating from Lamongan. Ngincik dance is a new dance creation developed from the distinctive arts of Lamongan Regency . The study is intended to determine : 1) procedur governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik at the Lamongan dance studio . Type of research this is the research descriptive . Data was taken based on observations as primary data , while secondary data from photo documentation and interviews . The data analysis technique used is descriptive qualitative which includes data reduction data display, verification and conclusions . Whereas in the criterion of the validity of the data using credibility , dependability , confirmability and transferability.Results penelit ian This shows 1) the procedure layout makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan include foundation, dusting powder, use your eyebrows, applying shading, eyeshadow, etc. 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan obtained an overall average of 64.78 so that it can be concluded that this study gets a strong value. Said Key : Stage Makeup, Dance Jaran Ngincik
KAJIAN PROSEDUR DAN HASIL TATA RIAS WAJAH PANGGUNG PADA PENARI JARAN NGINCIK DI SANGGAR TARI LAMONGAN RODHATUL FIRDAUS, IKRANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias dapat dimaknai sebagai bentuk kebudayaan yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Begitu pula dengan tarian tradisional, salah satunya yaitu tarian Jaran Ngincik yang berasal dari Lamongan. Seni tari Ngincik merupakan seni tari kreasi baru dikembangkan dari kesenian khas Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian diambil berdasarkan hasil observasi dan wawancara sebagai data primer, sedangkan data sekunder dari dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk mengetahui prosedur tata rias Jaran Ngincik. Sedangkan analisis data kuantitatif untuk mengetahui hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) prosedur tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di sanggar tari Lamongan meliputi pengaplikasian foundation, bedak tabur, penataan alis, eyeshadow, blush-on dan lipstick, 2) hasil tata rias wajah panggung penari Jaran Ngincik di Sanggar tari Lamongan diperoleh nilai rata-rata 64,78 yang artinya baik. Kata Kunci : Tata Rias Wajah Panggung, Tarian Jaran Ngincik Abstract Cosmetology can be interpreted as a form of culture that continues to develop over the times. Likewise with traditional dances, one of which is the Jaran Ngincik dance originating from Lamongan. Ngincik dance is a new dance creation developed from the distinctive arts of Lamongan Regency . The study is intended to determine : 1) procedur governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik at the Lamongan dance studio . Type of research this is the research descriptive . Data was taken based on observations as primary data , while secondary data from photo documentation and interviews . The data analysis technique used is descriptive qualitative which includes data reduction data display, verification and conclusions . Whereas in the criterion of the validity of the data using credibility , dependability , confirmability and transferability.Results penelit ian This shows 1) the procedure layout makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan include foundation, dusting powder, use your eyebrows, applying shading, eyeshadow, etc. 2) the results of governance makeup face stage dancer Jaran Ngincik in studio dance Lamongan obtained an overall average of 64.78 so that it can be concluded that this study gets a strong value. Said Key : Stage Makeup, Dance Jaran Ngincik
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NUR HALIZAH, MELINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran adalah pola yang dilaksanakan guru sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di Kelas X Kecantikan Kulit dan Rambut SMK Negeri 1 Lamongan diperoleh bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakanmmasih konvensional sehingga hasil pembelajaran belum mencapai pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Solusi dalam permasalahan tersebut maka perlu diterapkan inovasi model pembelajaran yang menarik. Model pembelajaran tipe make a match merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran karena menggunakan unsur media permainan kartu. Model pembelajaran kooperatif tipe make a macth memiliki perbedaan mendasar dibanding model pembelajaran langsung dan kelompok karena setiap siswa atau anggota kelompokmharus menguasai pembelajaran dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telahudidapat. Siswa juga saling menjagaukerja sama yang baik, melatih keterampilanusosial yang efektif dengan tanggung jawab mencari pasangan kartu menjadikan setiap siswa memiliki jiwa kepemimpinan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar kecantikan kulit dan rambut karena dapat meningkatkan pemahaman siswa secara teori melalui pembelajaran yang dilakukan dengan permainan kartu sehingga menambah minatusiswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji literatur tentang model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran pustaka berupa artikel dan jurnal yang relevan serta dapat dipertanggung jawabkan. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur penelitian studi pustaka. Hasil pustaka atau literatur menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya teori yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan berhasilmdalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran, make almatch, hasil belajarl Abstract The learning model is a pattern implemented by the teacher as a reference in planning learning. Based on observations in Class X Skin and Hair Beauty Vocational School 1 Lamongan obtained that the methods and learning models used are still conventional so that the learning outcomes have not yet reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). Solutions to these problems need to be applied to an interesting learning model innovation. Make a match type of learning model is one type of learning model that is interesting and fun to be applied in learning because it uses the elements of a card game media. The make a macth type of cooperative learning model has a fundamental difference compared to the direct and group learning model because each student or group member must master learning and have their respective responsibilities to find answers to questions that have been obtained. Students also maintain good cooperation with each other, practicing effective social skills with the responsibility of finding pairs of cards, making each student have the soul of leadership to find solutions to these problems. This learning model is suitable for use in the basic competencies of skin and hair beauty because it can improve students understanding in theory through learning done with card games so as to increase student interest in learning. The purpose of the study was to examine the literature on make a match type cooperative learning models to improve student learning outcomes. This type of research is carried out by searching the literature in the form of articles and journals that are relevant and can be justified. The analysis of this study uses the literature study research procedure. Literature or literature results state that the make a match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes. This can be seen from the many theories that support the type of make a match cooperative learning model and succeed in improving student learning outcomes. Keywords: learning models, make a match, learning outcomes.