cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 18 Documents clear
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL JADI MARBLING ISNINA AMELIA, FACHRIDA; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknik marbling semakin berkembang dengan diterapkannya teknik ini pada kain. Jika teknik marbling diaplikasikan pada permukaan kain untuk memproduksi busana dengan kualitas tinggi, maka kain harus sesuai untuk teknik marbling sehingga hasilnya akan bagus. Kemampuan kain dalam menghasilkan marbling yang tajam dipengaruhi jenis kain itu sendiri sesuai dengan asal serat, tenunan, bentuk permukaan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dan untuk mengetahui jenis kain yang dapat menghasilkan marbling dengan baik. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan eksperimen.Variabel bebas penelitian ini adalah jenis kain dilihat dari asal seratnya dan variabel terikatnya adalah hasil jadi marbling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket dengan instrumen lembar checklist (?) yang diisi oleh 30 responden. Aspek penilaian yang diamati yaitu ketajaman warna marbling pada kain dan daya serap kain. Analisis data yang digunakan adalah dengan teknik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dari aspek ketajaman warna. Pada aspek daya serap kain, tidak ada pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling karena kain tersebut memiliki kemampuan memindahkan zat cair yang sama. Kain katun paris menghasilkan marbling yang paling baik karena mampu menyerap warna dengan cepat. Kata kunci: pengaruh, marbling, kain, warna Abstract The marbling technique is increasingly developed by the application of this technique to fabrics. If the marbling technique is applied to the fabric surface to produce high quality clothing, the fabric must be suitable for the marbling technique so the results will be good. The ability of the fabric to produce sharp marbling is influenced by the type of fabric itself in accordance with the origin of the fiber, woven, surface shape, and so forth. This study aims to find the effect of fabric types on the results of finished marbling and to find out the type of fabric that can produce marbling well. This research method is a quantitative study conducted with research. The independent variable of this study is the type of fabric seen from the origin of the fiber and the dependent variable is the marbling results. The data collection method used was a questionnaire with an instrument sheet checklist (?) filled by 30 respondents. The assessment aspects discussed are the sharpness of the color marbling on the fabric and fabric absorption. Analysis of the data used is the Kruskal Wallis technique. The results showed facts about the type of fabric on the finished product in terms of color sharpness. In the aspect of fabric absorption, there is no variation in the type of fabric to the finished product because all these three clothes have the same ability to move liquid substances. Cotton fabric produces the best marbling because it is able to produce color quickly. Keywords: effect, marbling, fabrics, colors
PERBEDAAN HASIL JADI CELANA KULOT ANTARA METODE POLA ZERO WASTE DENGAN METODE POLA PORRIE MENGGUNAKAN BAHAN BERKOTAK AYU MAHARANI, MONICA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitiannya ini (1) mengetahui adanya perbedaan hasil jadi celana kulot dengan metode pola zero waste dan pola Porrie Muliawan dan (2) mengetahui manakah hasil jadi celana kulot terbaik dengan metode pola zero waste dan pola Porrie Muliawan ditinjau dari aspek bentuk celana, ukuran, ketepatan motif, dan kenyamanan pemakai. Jenis penelitian ini adalah komparatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan menggunakan instrumen lembar observasi yang telah divalidasi dengan metode expert judgement. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan SPSS 23 dengan taraf nyata ? ? 0,05.Hasil analisis data menyatakan bahwa (1) ada perbedaan hasil jadi celana kulot antara metode pola zero waste dengan metode pola porrie ditinjau dari aspek bentuk celana, ukuran, ketepatan motif, dan kenyamanan pemakai dan (2) hasil celana kulot terbaik adalah metode pola porrie. Hasil temuan lain di penelitian ini yaitu metode pola zero waste memiliki kelebihan pada (1) aspek waktu yang lebih cepat , lama waktu pengerjaan dengan metode porrie adalah 218 menit sedangkan zero waste 163 menit. (2) aspek kebutuhan bahan membutuhkan lebih sedikit, , kebutuhan bahan dengan metode porrie adalah 175 cm sedangkan zero waste 110 cm. (3) aspek limbah kain zero waste tidak menghasilkan limbah kain. (4) Aspek tingkat kemampuan membuat pola zero waste mudah dibuat oleh orang awam yang kurang terampil membuat pola kontruksi metode porrie. Kata Kunci : celana kulot, zero waste, PorrieThe purpose of this research are (1) to know the difference in the results of being culottes pants with the zero waste pattern method and Porrie Muliawan pattern and (2) knowing which results are the best culottes pants with the zero waste pattern method and Porrie Muliawan pattern in terms of pants shape, size, and accuracy of motives, and user comfort. This type of research is comparative. The data collection technique in this study is observation and uses an observation sheet instrument that has been validated by the expert judgment method. The data analysis technique used t test with the help of SPSS 23 with a real level ? ? 0.05. The results of the data analysis stated that (1) there were differences in the results of culottes between the zero waste pattern and the porrie pattern method in terms of pants shape, size, accuracy of motives, and comfort of the user and (2) the best culottes results are the porrie pattern method. Other findings in this study are the zero waste pattern method has advantages in (1) a faster time aspect, the length of time to work with the porrie method is 218 minutes while the zero waste is 163 minutes. (2) the aspect of material needs requires less, the material requirements using the Porrie method are 175 cm while the zero waste is 110 cm. (3) aspects of zero waste fabric waste does not produce fabric waste. (4) Aspects of the level of ability to make zero waste patterns easily made by lay people who are less skilled at making construction patterns of the Porrie methodKeywords: culottes pants, zero waste, Porrie
PENGARUH STRENGTH LEVEL SMUDGE TOOL PADA ADOBE PHOTOSHOP TERHADAP DESIGN FINISHING BUSANA PESTA SAUQI, AHMAD; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Design Finishing merupakan teknik penyelesaian akhir dari pembuatan design yang bertujuan untuk membuat tampilan akhir dari design menjadi lebih baik dari sebelumnya. Design Finishing dapat dilakukan secara digital menggunakan Smudge tool pada computer dengan bantuan software berbasis bitmap ?Adobe Photoshop?. Smudge tool merupakan retouch tool pada Adobe Photoshop yang dapat digunakan untuk menciptakan efek rambut atau helai-helai bulu seperti efek finger-painting dengan cara mengatur persentase strength level dari Smudge tool. Strength Level berfungsi untuk mengatur intensitas gosokan Smudge tool yang digunakan dan memiliki rentang nilai 0-100%. Metode penelitian ini adalah komparatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% terhadap design finishing busana pesta gala dan (2) design finishing busana pesta gala berbahan fur terbaik ditinjau dari aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design sama-sama mendapatkan nilai probabilitas (Asymp.Sig.) = 0.000 (0.000 < 0.05), dan pada design finishing busana pesta gala berbahan fur dengan persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% mendapatkan rata-rata nilai mean masing-masing 1,144; 2,167; dan 3,903. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% terhadap design finishing busana pesta gala berbahan fur ditinjau dari aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design dan design finishing busana pesta gala berbahan fur terbaik adalah dengan Strength level 75%. Kata Kunci : Design Finishing, Smudge Tool, Strength Level, Adobe Photoshop. Abstract Design finishing is the final step of a design making which aims to make the final appearance of the design looks better than before. Design finishing can be done digitally using Smudge tool on computer with the help of bitmap-based software ?Adobe Photoshop?. Smudge tool is a retouch tool in Adobe Photoshop whih can be used to create effect for hair and fur strands much like finger-painting by adjusting the strength level percentage of Smudge tool. The Strength level works for adjusting the smear intensity of Smudge tool and has it?s range value between 0-100%. This research method used is comparative. The purpose of this research is to determine (1) the effect of Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% on the finished fur-made gala evening wear design and (2) which is the best finished fur-made gala evening wear design in accordance with aspects of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design. The result of this research shows that on the aspects of the of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design are all earned the probability value (Asymp.Sig.) = 0.000 (0.000 < 0.05) in each, and on the finished fur-made gala evening wear design with Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% each of them earns average mean value 1.144; 2.167; and 3.903. Thus, it can be concluded that there is an effect of the Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% on the finished fur-made gala evening wear design in accordance with aspects of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design, and the best finished fur-made gala evening wear design goes to the strength level 75%. Keywords: Design Finishing, Smudge tool, Strength Level, Adobe Photoshop.
PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT ESA APRIANTI, RYANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT Ryanda Esa Aprianti S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (esaryanda@gmail.com) Irma Russanti Dosen Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (Irmarussanti@unesa.ac.id) Abstrak Motif kain atau sebuah seni untuk membuat suatu bahan kain menjadi lebih indah saat ini semakin meningkat dengan adanya perkembangan teknologi. Lasercut adalah sebuah alat pemotong kayu atau benda keras dengan menggunakan alat potong berupa lasser yang tajam. Kini penggunakan alat potong lassercut tidak hanya digunakan pada kayu atau bahan tebal lainnya, tetapi saat ini lasercut banyak digunakan oleh para desainer untuk membuat hiasan motif diatas kain.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ketebalan kain denim terhadap hasil jadi Tote Bag dengan teknik Lasser Cut meliputi Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur hasil jadi Lasser Cut, serta yang kedua adalah untuk mengetahu hasil jadi Lasser Cut yang paling baik diantara kain denim dengan jenis ketebalan yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas jenis ketebalan kain yaitu tipis (0,41mm), sedang (0,72mm), tebal (1,10mm). Variabel terikat meliputi: (1) Kestabilan Lasser Cut (2) Keraapian Lasser Cut (3) Tekstur Lasser Cut. Pengumpulan data menggunakan analisis varians tunggal dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis anava tunggal ditinjau dari keseluruhan aspek menunjukkan nilai mean tertinggi adalah pada bahan denim sedang yaitu nilai mean 3,52 pada aspek kestabilan, nilai mean 3,73 pada aspek kerapian, nilai mean 3,53 pada aspek tekstur. (1) Kestabilan Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih stabil dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (2) Kerapian Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih rapi dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (3) Tekstur Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih bertekstur halus dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Dengan demikian jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) dari aspek Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur Lasser Cut menunjukkan hasil yang paling baik dibandikan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Kata Kunci : Hiasan, Teknologi, Lasser Cut, Denim. Abstract Decorating cloth, or an art to make fabric material more beautiful, is currently increasing with the development of technology. Laser cut is a wood cutting tool or hard object using a sharp laser cutting tool. Now, the use of laser cut cutting tool is not only used on wood or thick materials, but also used by designers to make motifs of decoration on cloth. The purpose of this study is to determine the effect of the thickness of denim fabric on the results of being a tote bag with a laser cut technique, which includes stability, neatness, and the texture of the results being laser cut. In addition, to find out the laser cut results, which is the best among denim fabrics of different thickness. It is an experimental study. The independent variables of fabric thickness are thin (0.41mm), medium (0.72mm), and thick (1.10mm). The dependent variables include: (1) laser cut stability, (2) laser cut neatness (3) laser cut texture. Data collection uses a single variance analysis with the help of SPSS. The results of anava one way with observation from all of aspect point out mean highest is from fabric denim medium mean 3,52 of stability, mean 5,73 of neatness, mean 5,53 of texture. (1) the stability of the laser cut, the type of fabric thickness (0.72 mm) more stable than the type of fabric thickness (0.41mm) and (1.10mm) (2) neatness of laser cut, type of fabric thickness ( 0.72mm) is neater compared to the type of thickness (0.41mm) and (1.10mm) (3) the laser cut texture, the type of fabric thickness (0.72mm) is finer compared to the thickness of the fabric (0.41mm) and (1.10mm). Thus, the type of fabric thickness is medium, (0.72mm) from the aspects of stability, neatness, and laser cut textures showing the best results compared to the type of thin thickness (0.41mm) and thick (1.10mm) Keywords: decoration, technology, laser cut, denim
PENGARUH JENIS FIKSATOR TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN ALAMI DENGAN AIR REBUSAN KENIKIR PADA BUSANA ANAK MAHARANI WICAKSONO, INTAN; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air rebusan tanaman kenikir dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami karena mengandung zat beta karoten yang merupakan golongan karotenoid (pigmen). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir ditinjau dari aspek kerataan warna dan ketajaman warna. Penelitian ini merupakan jenis penelitan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi menggunakan lembar pengamatan dan dianalisis dengan analisis varians satu arah melalui program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir pada aspek kerataan dan ketajaman warna. Berdasarkan hasil uji anava satu arah terhadap aspek kerataan warna diperoleh Fhitung sebesar 9,447 dengan nilai signifikan 0,000 (? ? 0,05) dan Fhitung sebesar 4,730 dengan nilai signifikan 0,011 (? ? 0,05) pada aspek ketajaman warna. Kata kunci: Fiksator, Pewarnaan alami, Kenikir, Busana anak.
PERBEDAAN KETEBALAN KAIN LINEN TERHADAP HASIL JADI MANIPULATING FABRIC DOUBLE CONTROLLED PLEATS PADA ROK LURUS IVANIAR CINARAWATI, YOLANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus di dunia industri fashion belum banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena proses pembuatannya yang cukup rumit dan membutuhkan waktu. Dalam pembuatan manipulating fabric double controlled pleats bahan yang cocok dan baik digunakan adalah bahan yang terbuat dari serat alami, maka penelitian ini menggunakan kain linen karena salah satu bahan yang terbuat dari serat alami dan memiliki ketebalan yang berbeda yaitu 0,88 mm dan 1,16 mm. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus dengan menggunakan ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika (2) untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus terbaik antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan ketebalan kain linen 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengamati hasil jadi produk keseluruhan ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi menggunakan instrument lembar observasi yang divalidasi menggunakan metode expert judgement. Pengumpulan data dilakukan pada 30 observer yaitu 5 dosen ahli S1 Pendidikan Tata Busana dan 25 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Teknik analisis data menggunakan uji T dengan banuan SPSS 25. Hasil penelitian ini meliputi hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm pada aspek kestabilan dan kerapian sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 pada aspek proporsi dan nilai estetika (2) hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats yang terbaik menggunakan ketebalan kain linen 1,16 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats dengan dua ketebalan kain tersebut terdapat perbedaan yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada keempat aspek tersebut. Kata Kunci : Ketebalan kain linen, manipulating fabric double controlled pleats, rok lurus. Abstract The application of manipulated fabric double controlled pleats on straight skirts in the fashion industry has not been widely used and is known by the public because the manufacturing process is quite complicated and requires time. In making manipulation fabric double controlled pleats, suitable and good materials used are materials made from natural fibers, so this study uses linen because one of the materials is made from natural fibers and has different thicknesses, namely 0.88 mm and 1.16 mm. The purpose of this study was (1) to determine the differences in the results of being manipulated fabric double controlled pleats on a straight skirt using linen thickness of 0.88 mm and 1.16 mm in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value (2) for find out the results of the double controlled pleats fabric manipulation on the best straight skirt between 0.88 mm linen thickness and 1.16 mm linen thickness in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. The research method in this research is quantitative research by observing the overall finished product in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. This type of research is a comparative study. Data collection techniques used were observations using an observation sheet instrument which was validated using the expert judgment method. Data collection was conducted on 30 observers, namely 5 expert lecturers in Clothing Education S1 and 25 undergraduate students in Clothing Management. The data analysis technique used T test with SPSS 25. The results of this study include the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. Based on the results of data analysis shows that (1) there is a significant difference in the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt between the thickness of the linen fabric 0.88 mm and 1.16 mm in the aspects of stability and neatness while there is no significant difference in the results of manipulating double controlled pleats fabric on a straight skirt between 0.88 mm and 1.16 linen thickness on the aspect and aesthetic value aspects (2) the best finished manipulating fabric double pleats using 1.16 mm linen thickness. Then it can be concluded that the results of being manipulated fabric double controlled pleats with the two thicknesses of the fabric there are significant differences and there are no significant differences in the four aspects. Keywords: linen thickness, manipulating fabric double controlled pleats, straight skirt.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN TUSUK DASAR HIASAN DALAM SUATU PRODUK DI SMK NEGERI 1 JABON Citra Hayyuningartri, Nila; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu alat pendidikan untuk memberikan motivasi belajar pada siswa dalam memperbaiki hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor siswa dan 2) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan kooperatif siswa pada kompetensi dasar menerapkan tusuk dasar hiasan dalam suatu produk sub kompetensi sulaman putih di kelas XI Tata Busana 1 SMK Negeri 1 Jabon.Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan pre-experimental design. Desain penelitian adalah one shot case study. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober di SMK Negeri 1 Jabon kelas XI Tata Busana 1 tahun pelajaran 2019/2020. Metode pengambilan data menggunakan tes (kognitif), penilaian produk (psikomotor) dan observasi kemampuan kooperatif siswa (afektif) dengan jumlah observer 3 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal tes, lembar penilaian produk dan lembar observasi sikap. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, baik terhadap nilai hasil belajar maupun nilai sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat pengaruh pada hasil belajar ranah psikomotor sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw tidak ada pengaruh terhadap hasil belajar ranah kognitif dibuktikan dengan ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 100% dengan kriteria sangat baik untuk ranah psikomotor dan sebesar 62,5% dengan kriteria baik untuk ranah kognitif, 2) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berpengaruh baik terhadap kemampuan kooperatif siswa, khususnya pada sikap saling menghargai dan bekerja sama (skor 4) kategori sangat baik dan tanggung jawab, aktif dan disiplin (skor 3) kategori baik. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar, tusuk dasar hiasan.
PENGEMBANGAN MODUL KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN PROPORSI TUBUH KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 3 BLITAR PALUPI, YULIA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul merupakan bahan ajar yang dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan masing ? masing, sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kelayakan modul pembelajaran kompetensi dasar menerapkan proporsi tubuh kelas X Tata Busana SMK Negeri 3 Blitar ditinjau dari aspek materi, aspek media dan aspek bahasa, 2) mendeskripsikan pengaruh modul pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pendekatan ADDIE meliputi tahapan analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas X Tata Busana 2 SMK Negeri 3 Blitar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa angket, metode tes dan metode non-tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar angket validasi kelayakan modul, lembar tes pilihan ganda dan lembar observasi penilaian produk. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kelayakan modul memperoleh rerata 3.75 dengan klasifikasi sangat baik, sehingga modul layak digunakan sebagai media pembelajaran, 2) modul kompetensi dasar menerapkan proporsi tubuh berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan indikator ketuntasan klasikal 88.57% kategori sangat baik. Kata kunci : pengembangan, modul, proporsi tubuh.

Page 2 of 2 | Total Record : 18