cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH UKURAN MEDIUM TERHADAP HASIL JADI HANDPAINTING DENGAN CAT ACRYLIC PADA KAIN QUILTING BARIDAH, BARARA; SINGKE, JUHRAH
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Handpainting merupakan salah satu teknik seni melukis diatas kain secara langsung. Penilitian ini menggunakan cat acrylic dengan pelarut medium, dengan tujuan mengetahui pengaruh cairan medium tehadap hasil jadi handpainting yang meliputi ketajaman warna, daya serap warna dan gradasi warna. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Adapun variabel bebas adalah ukuran medium 1:2 (2 gram), 1:3 (3 gram) dan 1:4 (4 gram). Variabel terikat adalah hasil jadi handpainting. Variabel kontrol adalah desain, jenis dan merk cat, jenis pelarut medium, teknik pewarnaan, kain yang digunakan, dan alat melukis. Metode analisis data yang digunakan adalah anava tunggal bantuan program SPSS 16 dengan taraf signifikan ?=<0,05. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pada aspek ketajaman warna ukuran medium 1:2 (2 gram) menghasilkan ketajaman warna yang lebih baik dibandingkan ukuran medium 1:3 (3 gram) dan 1:4 (4 gram). Semakin sedikit medium yang digunakan, intensitas warna cat acrylic akan semakin tajam dan jelas, semakin banyak medium digunakan maka akan semakin pudar warna cat acrylic yang dihasilkan. Pada aspek daya serap warna ukuran medium 1:4 (4 gram) menghasilkan daya serap warna yang lebih baik dibandingkan ukuran medium 1:2 (2 gram) dan 1:3 (3 gram). Semakin banyak ukuran medium yang dicampurkan pada cat acrylic, daya serap semakin tinggi dan baik karena konsentrasi cat lebih cair. Pada aspek gradasi warna ukuran medium 1:4 (4 gram) menghasilkan daya serap warna yang lebih baik dibandingkan ukuran medium 1:2 (2 gram) dan 1:3 (3 gram). Semakin banyak ukuran medium yang dicampurkan pada cat maka konsentrasi cat akan semakin cair dan proses pengeringan pada kain lebih lama, hal ini memudahkan cat untuk dibaurkan dengan warna yang lain. Kata kunci: Handpainting, cat acrylic, medium, quilting. Abstract Handpainting is one of the art techniques of painting on fabric directly. This research uses acrylic paints with medium solvents, with the aim of knowing the effect of liquid medium to finished product of handpainting which includes the sharpness of color, the absorption of color and the color gradation. This research type is experiment. The free variable is medium size 1:2 (2 gram), 1:3 (3 gram) and 1:4 (4 gram). The dependent variable is the result so handpainting. Control variables are design, type and brand of paint, medium type of solvent, staining technique, fabric used, and painting tools. Data analysis method used is single anava aid program SPSS 16 with significant level ? = <0,05. Based on the results of data analysis can be concluded that the aspect of color sharpness medium size 1:2 (2 grams) produced better color sharpness than medium size 1:3 (3 grams) and 1:4 (4 grams). The less medium that is used, the intensity of the paint color of acrylic will be more sharp and clear, the more medium is used it will be more faded color of acrylic paint produced. In the aspect of medium color absorption capacity of 1:4 (4 gram) produced better color absorption than medium size 1:2 (2 gram) and 1:3 (3 gram). The more the size of the medium is mixed in acrylic paint, the higher the absorption and the better because the paint concentration is more fluid. In the medium gradation aspect of 1:4 medium size (4 gram), the color absorption is better than medium size 1:2 (2 gram) and 1:3 (3 gram). The more the size of the medium is mixed in the paint the paint concentration will be more fluid and the drying process on the cloth longer, this makes it easier for paint to be mixed with other colors. Keywords: Handpainting, acrylic paint, medium, quilting.
PERBEDAAN HASIL JADI ROK LINGKAR PENUH SUSUN DUA LAPIS TUJUH DARI BAHAN DUCHESS, SATIN DAN TAFFETA PADA BUSANA BRIDAL DENGAN MENGGUNAKAN HORSEHAIR NURLAILI FITRIYAH, DWI; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh bertujuan untuk (1) mengetahui hasil jadi bentuk gelombang rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (2) mengetahui hasil jadi jatuhnya gelombang rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (3) mengetahui perbedaan hasil jadi rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (4) mengetahui hasil jadi terbaik rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunkan horsehair. Jenis penelitian ini termasuk penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi (check list). Observasi yang dilakukan dengan jumlah obsever 30 orang yang terdiri dari 6 orang ahli (dosen tata busana) dan 26 orang semi ahli (mahasiswa tata busana). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji anova tunggal menggunakan bantuan SPSS 23 dengan ? ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ? ? 0,05 berarti ada perbedaan yang signifikan rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta terhadap busana bridal dengan menggunakan horsehair ditinjau dari aspek bentuk gelombang rok dan jatuhnya gelombang rok. Hasil terbaik adalah rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess dengan aspek bentuk gelombang rok dan jatuhnya gelombang rok dengan katagori sangat baik pada semua aspek. Kata Kunci: Rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh, Bridal, Horsehair. Abstract In the full skirt skirt study the two layers of seven aims to (1) know the result of the waveform of a full circular skirt of two layers of duchess, satin and taffeta in a bridal fashion using horsehair. (2) to know the result of the falling wave of full circle skirt two layers of seven layers of duchess, satin and taffeta material in bridal clothing using horsehair. (3) to know the difference in result of a full circle skirt two layers of duchess, satin and taffeta in bridal fashion using horsehair. (4) know the best result of the best skirt full skirt two layers of duchess, satin and taffeta in the bridal clothing with horsehair. This type of research includes comparative research. Technique of collecting data using observation. Instrument used is the observation sheet (check list). Observations conducted with the number of obsesses 30 people consisting of 6 experts (lecturer fashion) and 26 semi-experts (students fashion clothing). Data analysis used in this research is single anova test using SPSS 23 with ? ? 0,05. The results showed that ? ? 0.05 means that there is a significant difference of full-layered double-layered skirts of two layers of duchess, satin and taffeta materials to bridal clothing using horsehair in terms of wave-shape skirts and falling skirts. The best result is a two-layered double-stacked skirt full of duchess material with aspect of wave form skirt and falling skirt wave with very good category in all aspects. Keywords: Full circular skirt two-tiered stack, Bridal, Horsehair.
PERBEDAAN HASIL ROK PIAS ECO PRINT DAUN JATI (TECTONA GRANDIS) MENGGUNAKAN JENIS DAN MASSA MORDAN TAWAS DAN CUKA JUNIAR SARASWATI, TERRY; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknik eco print adalah proses mencetak warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung dengan cara menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna pada kain berserat alami yang kemudian direbus atau dikukus dalam kuali besar. Daun jati (Tectona grandis) memiliki tulang daun dan permukaan daun yang dapat menjadi motif tekstil, dan kandungan antosianin yang dapat diterapkan sebagai bahan eco print. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui perbedaan hasil jadi rok pias eco print daun jati (Tectona grandis) menggunakan jenis dan massa mordan yang berbeda pada aspek ketajaman warna dan aspek kejelasan bentuk, 2) Mengetahui hasil eco print rok pias terbaik dari jenis mordan dan massa mordan yang berbeda pada penerapan eco print daun jati (Tectona grandis), 3) Mengetahui hasil eco print yang paling disukai dari perbedaan jenis mordan dan massa mordan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah massa mordan 75 gram dan 150 gram. Variabel terikat adalah hasil jadi eco print meliputi ketajaman warna dan kejelasan bentuk yang diterapkan di Rok pias (Gored Skirt). Variabel kontrol yakni daun jati dengan nodus 2 yang berukuran sama, berumur sama pada pohon yang diperkirakan berumur sama pula, kain mori prima, alat eco print, mordanting pendahuluan, dan teknik eco print pounding dan steam, dan penerapannya berupa lekapan pada rok pias berbahan duchesse berwarna ungu muda. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi oleh 30 observer. Sedangkan analisis data yang digunakan yakni Analisis Varians ganda, dan uji Duncan dengan bantuan program SPSS 16. Berdasarkan hasil analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa 1) Terdapat perbedaan hasil jadi rok pias eco print daun jati (Tectona grandis) menggunakan jenis mordan (tawas dan cuka) dengan massa mordan 75 gram dan 150 gram, ditinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk, 2) Hasil pewarnaan terbaik jika dilihat dari aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk yaitu jenis mordan tawas dengan massa mordan 150 gram, dan 3) Hasil eco print yang paling banyak disukai yaitu pada mordan tawas dengan massa mordan 150 gram. Karena memiliki kriteria warna yang tajam dan kejelasan bentuk yang baik. Kata kunci: Eco print, Daun Jati (Tectona grandis), Mordan. Abstract Eco print technique is a colour printing process and shapes into cloth with direct contact printing methods drawing out pigments from plants into natural fibers then boiled or steamed into big pot. Teak leaf (Tectona grandis) has bones and its surfaces can be textiles design pattern, and its antosianin can be applied as eco print material. This research aims to 1) To knowing the difference of the results of gored skirt eco print teak leaf (Tectona grandis) using mordant type and mordant mass 75 gram and 150 gram, 2) To knowing the best results of gored skirt eco print from mordant type and mordant mass of eco print teak leaf (Tectona grandis), 3) To knowing the best results of eco print comprise sharpness of colors and shape of clarity. The independent variables are using mass mordant 75 gram and 150 gram. The dependent variables are sharpness of colors and shape clarity on the results of eco print that applied to Gored Skirt. Control variables are 2nd nodus Teak leaves estimated in same age, and in same age of teak trees, mori prima cloth, eco print?s tools, pre mordanting, eco print pounding technique and steamed, and patches on light purple duchesse gored skirt. Data collections method is observation by 30 observer. Data analysis using double Varians Analysis, and Duncan test with help of program SPSS 16. Based on the results of test static analysis, it can be concluded that 1) There are difference of mordant type and mordant mass comprise the sharpness of colors and shape of clarity, 2) The most preferred of the results of eco print is Alum with mass mordant 150 gram. It is appropriate by the sharpest of colors. Keywords : Eco print, Teak leaves (Tectona grandis), Mordant.
MINAT KONSUMEN PADA TENUN IKAT NTT DI SENTRA TENUN IKAT INA NDAO KOTA KUPANG FLORIDA NADEK, YERSI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tenun ikat NTT merupakan salah satu warisan budaya. Tenunan yang dikembangkan oleh setiap suku/etnis di NTT memiliki ciri khas ragam hias dan warna berbeda-beda, menjadikan kain tenun dari setiap daerah di NTT mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat konsumen pada tenun ikat NTT yang paling diminati ditinjau dari ragam hias, warna dan harga di sentra tenun ikat Ina Ndao Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan obyek penelitian minat konsumen pada tenun ikat NTT meliputi ragam hias, warna dan harga.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan oleh 31 responden di sentra tenun ikat Ina Ndao. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik deskriptif berupa persentase.Penelitian terbukti bahwa, ragam hias yang paling diminati adalah ragam hias binatang, yang berasal dari daerah Sumba, warna yang paling diminati adalah warna tenun ikat yang berasal dari Timor, sedangkan harga yang terjangkau oleh para konsumen berkisar berkisar Rp. 500.000,- s/d Rp. 700.000,- Kata Kunci: Minat konsumen, tenun ikat NTT. Abstract NTT tie weaving are one of the cultural heritage. The weaving are developed by every tribe in NTT that has different decoration characteristic and color, that makes the weaving from every region in NTT has them own attractiveness to the consumer. This research aim to determine of consumer interest to the most popular NTT tie weaving are terms by decoration, color, and price at centra of tenun ikat Ina Ndao Kota Kupang. Type of this research is descriptive quantitative with object of research is consumer interest to NTT tie weaving including decoration, color, and price. The data collection methods are questionnaire, interview, and documentation. Data retrieval was conducted by 31 respondents in centra of tenun ikat Ina Ndao Kota Kupang. While data analysis used is descriptive statistics with form of percentage.Research proved that, the most popular decoration is the decoration that comes from Sumba, the most popular color is the color of the weaving comes from Timor, while the affordable weaving price is derived from Sabu that ranged 500.000,00 IDR ? 700.000,00 IDR Keywords: Consumer interest, NTT tie weaving
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL VIRTUAL PADA MATERI BUSANA CASUAL PRIA NUR SHOLIHAH, UMI; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pembuatan media pembelajaran modul virtual pada materi busana casual pria, mengetahui kelayakan media pembelajaran modul virtual pada materi busana casual pria, mengetahui hasil uji coba pada media pembelajaran modul virtual pada materi busana casual pria, mengetahui respon mahasiswa terhadap media pembelajaran modul virtual pada materi busana casual pria. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Desain dan prosedur penelitian menggunakan model 4-D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Metode pengumpulan datanya menggunakan angket kelayakan media dan angket respon mahasiswa. Instrument penelitian yang telah di validasi oleh ahli media dan ahli materi memperoleh hasil sebagai berikut: dari penampilan media dalam media pembelajaran modul virtual pada materi busana casual pria dinyatakan sangat valid dengan rating 85%, isi materi/media dinyatakan sangat valid dengan rating 81%, aspek bahasa dinyatakan sangat valid dengan rating 85%, setelah tahap validasi dapat dilanjutkan dengan revisi dan uji coba produk. Data-data yang diambil yakni kelayakan media dan respon mahasiswa. Hasil dari data kelayakan media memperoleh 85% dari penampilan media, 81% dari aspek bahasa dan 85% dari aspek materi/media yang dalam kategori sangat layak, sehingga media ini layak digunakan sebagai perantara media pembelajaran sedangkan hasil respon respon mahasiswa terhadap media pembelajaran ini dari tampilan media mendapatkan 96.7%, isi materi atau isi media mendapatkan 98.6%, dari aspek bahasa mendapatkan 98%berarti digolongkan dalam media sangat baik, oleh karena hasil respon mahasiswa menunjukkan bahwa keseluruhan aspek pengembangan media pembelajaran modul virtual pada busana materi casual pria termasuk dalam kategori sangat baik, maka media ini layak digunakan pada proses pembelajaran. Simpulan penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran modul virtual pada busana materi casual pria yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan Edmodo dinyatakan layak karena hasil rating tampilan media 85%, isi media hasil rating 81 %, bahasa hasil rating 85% digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran khususnya untuk mata kuliah busana pria di D3 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya. Kata kunci: Edmodo, Busana Casual Pria, Media Pembelajaran, Modul Virtual. Abstract This study aims to find out the procedure of making virtual module learning media on casual fashion material, knowing the feasibility of virtual module learning media in casual fashion material, knowing test result on virtual module learning media on casual fashion material man, knowing student response to instructional media virtual module on casual fashion material man. This research is a development research. Design and research procedure using 4-D model that is define, design, develop, and disseminate. Data collection methods use media feasibility questionnaire and student response questionnaire. Instrument research that has been validated by media experts and material experts to obtain the following results: from the appearance of media in the virtual module learning media on casual fashion material man declared very valid with the rating of 85%, the material content / media declared very valid with 81% rating, the language aspect is declared to be very valid with an 85% rating, after which the validation phase can proceed with the revision and trial of the product. The data taken are media feasibility and student response. The results of the media feasibility data obtained 85% of media appearance, 81% of the language aspect and 85% of material / media aspects in the category very feasible, so this media is suitable to be used as an intermediary of learning media while the response response of students to this learning media from the media display gets 96.7%, the contents of the material or the content of the media get 98.6%, from the language aspect get 98%. Which means classified in the media very well, because the results of student responses show that all aspects of the development of virtual module learning media on mens casual clothing material included in the category very well, then this media is suitable for use in the learning process. The conclusion of this research is the development of virtual module learning media in casual men fashion material developed by researchers using Edmodo declared feasible because the media view rating 85%, the content of the media results 81% rating, the language of the rating result 85% used as a reference in learning especially for the eyes college boys fashion at D3 Fashion State University of Surabaya. Keywords: Edmodo, Casual Mens Clothing, Learning Media, Virtual Module.
KEPUASAN KONSUMEN DI BATIK TULIS “COLET” SUTRISNO, JOMBANG MAYA FARIANTI, WIDIDIYA; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan konsumen batik yang meningkat membuat produsen batik mengembangkan batik di daerahnya masing-masing. Batik Tulis ?Colet? Sutrisno merupakan salah satu tempat pengusaha batik di tempat sentra batik di Jombang, Jawa Timur. Pelaku bisnis melakukan berbagai macam cara untuk menarik konsumen membeli produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan konsumen di Batik Tulis ?Colet? Sutrisno ditinjau dari motif, kualitas produk dan harga. Jenis penelitian ini adlaah deskriptif kuantitatif denga obyek penelitian adalah kepuasan konsumen di Batik Tulis ?Colet? Sutrisno meliputi motif, kualitas produk, da harga. Metode pengambilan data yang digunakan adalah angket dan dokumenasi sebagai pendukung dari hasil angket atau koesioner. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan konsumen dengan nilai presentase paling tinggi ditinjau dari motif adalah motif geometris, sedangkan kepuasan konsumen dengan nilai presentase paling tinggi ditinjau dari kualitas produk adalah batik Tulis ?Colet Sutrisno menggunakan bahan berkualitas baik, dan kepuasan konsumen dengan nilai presentase paling tinggi ditinjau dari harga adalah harga di Batik Tulis ?colet? Sutrisno ekonomis dan terjangkau berkisar Rp. 150.000,- s/d Rp. 2.500.000,-. Kata Kunci: kepuasan konsumen and batik Abstract The development of fashion trends and public awareness of fashion makes business people take advantage of these opportunities one of them is the business of batik. The development of batik are increasing making people increasingly develop batik in their respective regions. Batik Tulis "Colet" Sutrisno is one of the places where batik entrepreneurs in batik centers in Jombang, East Java. Businesses do various ways to attract consumers to buy products offered. This study aims to determine customer satisfaction in Batik Write "Colet" Sutrisno in terms of design, product quality and price. This type of research is descriptive quantitative premises object research is consumer satisfaction in Batik Tulis "Colet" Sutrisno include design, product quality, and price. Methods of data retrieval used are questionnaires and documentation as a support of the results of questionnaires. This research explain that consumer satisfaction with the highest percentage value in terms of design is geometric motif, while consumer satisfaction with the highest percentage value in terms of product quality is Batik Tulis "Colet Sutrisno using good quality materials, and consumer satisfaction with the highest percentage value in terms of price is the price in Batik Tulis "Sutrisno" economical and affordable prices from Rp.150.000,- to Rp.2.500.000,-. Keywords: Consumer satisfaction and design
PENGARUH PERBANDINGAN VOLUME CAT AKRILIK DAN AIR TERHADAP HASIL JADI MARBLING PADA BAHAN DUCHESSE” ICHSANTI, SAKINA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Marbling adalah teknik menghias kain atau kertas dengan cara memainkan cat yang mengambang diatas suatu media. Media yang digunakan pada marbling ini biasanya adalah air atau gel. Pola-pola tersebut dibuat pertama-tama dengan membuat zat warna mengapung diatas air atau gel, dan kemudian meletakan kain atau kertas diatas cairan tersebut agar zat warna terserap. Tujuan penilitian ini adalah 1) untuk mengetahui hasil jadi marbling pada bahan duchesse dengan perbandingan volume cat akrilik dan air 1:1 , 1:1,5 , dan 1:2 ditinjau dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna, 2) mengetahui pengaruh perbandingan volume cat akrilik dan air 1:1 , 1:1,5 , dan 1:2 terhadap hasil jadi marbling pada bahan duchesse ditinjau dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Jenis penelitian ini adalah eksperimen untuk mengetahui pengaruh perbandingan volume cat akrilik dan air 1:1 1:1,5 dan 1:2 terhadap hasil jadi teknik marbling pada duchesse yang dijadikan produk Clutch bag. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi oleh 30 observer. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah anava tunggal,dan uji duncan dengan bantuan program SPSS 16.Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) pada aspek ketajaman warna perbandingan volume cat akrilik dan air 1:1 menghasilkan ketajaman warna yang sangat baik dibandingkan perbandingan volume cat akrilik dan air 1 : 1,1,5 dan 1 : 2 , Kemudian pada aspek daya serap warna perbandingan volume cat akrilik dan air 1 : 1,1,5 menghasilkan daya serap warna yang sangat baik dibandingkan perbandingan volume cat akrilik dan air 1 : 1 dan 1 : 2. 2) Terdapat pengaruh perbandingan volume cat akrilik dan air 1:1 , 1:1,5 , dan 1:2 terhadap hasil jadi marbling pada bahan duchesse ditinjau dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Diperoleh tingkat signifikan ? = 0,00. Kata kunci: cat akrilik, air ,marbling, duchesse. Abstract Marbling is a technique decorate fabric or paper by playing a paint that floating above a medium .A medium used on marbling is usually water or gel .The paterns made first by making dyestuff floats over the water or gel , and then putting fabric or paper above of the liquid that have been absorbed into dyestuff. The aim of this research are 1) to know the outcome of marbling by using acrylic paint with the volume of measurement of the paint and water 1:1, 1:1,5 , and 1:2 based on the sharpness and absorption of color ,2) to know the effect of acrylic paint volume and water to the outcome of marbling in duchesse fabrics based on the sharpness and absorption of color. These researches are experiment to know the effect of acrylic paint volume and water 1: 1 , 1:1,5 ,and 1:2 to the outcome of marbling in duchesse fabrics of the result clutch bag .Data collection method used is observation by 30 observer. While data analysis used is single anava, duncan test with help of SPSS 16 program . Based on the result of data analysis can be concluded that 1) on the sharpness color with ratio volume acrylic paint and water 1:1 produce sharpness of color in very good category compared with ratio volume acrylic paint and water 1:1,5 and 1:2,Then on the absorption coloring the ration volume of acrylic paint and water 1: 1,5 produce the absorption color in very good category compared with ratio volume acrylic paint and water 1:2 and 1:1. 2) There is also effect of acrylic paint volume and water 1: 1 , 1:1,5 ,and 1:2 to the outcome of marbling in duchesse fabrics based on the sharpness and absorption of color with significant ? = 0,00. Keywords: marbling, acrylic paint, water, ducheese.
PENGARUH JUMLAH LAPIS KAIN TERHADAP HASIL JADI STITCH AND SLASH VARIASI MULTI LAYER CROSS STITCHING PADA BLUS NURHASANAH, IIN; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stitch and slash variasi multi layer crossstiching merupakan manipulating fabric kombinasi dari stitch and slash yang divariasikan dengan multi layer crossstiching. Dalam penelitian ini manipulating fabric stitch and slash dengan variasi multi layer cross stiching diterapkan pada blus dengan menggunakan jumlah lapis 3, 4, dan 5. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi stitch and slash dengan variasi multi layer crossstiching menggunakan jumlah lapis 3, 4, dan 5 ditinjau dari aspek bentuk, kerapian, dan kestabilan, untuk mengetahui pengaruh jumlah lapis 3, lapis 4, dan lapis 5 stich and slash dengan variasi multi layer crossstiching pada blus, serta untuk mengetahui stitch and slash variasi multi layer crossstiching pada blus jumlah lapis mana yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dengan pengumpulan menggunakan metode observasi. Pengumpulan data dilakukan oleh 30 observer, 4 panelis ahli yaitu dosen jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan 26 mahasiswa program studi S1 Tata Busana yang sudah atau sedang memprogram mata kuliah desain tekstil dan menejemen busana Wanita II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil jadi stitch and slash variasi multi layer crosstiching pada blus ditinjau dari keseluruhan aspek yang diamati pada jumlah lapis 4 dengan nilai mean keseluruhan 03,67 merupakan kategori sangat baik. Pada jumlah lapis 3 dengan nilai mean secara keseluruhan 03.37 merupakan kategori baik, dan pada jumlah lapis 5 dengan nilai mean secara keseluruhan 03.13 merupakan kategori baik. Dan terdapat pengaruh yang signifikan dengan jumlah lapis yang diterapkan pada stitch and slash dengan variasi multi layer crosstiching pada blus. serta dapat diketahui bahwa hasil jadi manipulating fabric stitch and slash dengan variasi multi layer crosstiching pada blus yang terbaik yaitu pada jumlah lapis 4. Kata kunci : Stich and slash , Multi layer crosstiching, Jumlah lapis, Blus. Abstract Stitch and slash multi layer crossstitching variations are manipulating fabric combination of varied stitch and slash with multi layer crossstitching. In this research, manipulating fabric stitch and slash with multi layer cross stitching variation was applied to blouses using 3, 4, and 5 layers, This research aimed to know the results of stitch and slash with multi layer cross stitching variation using 3, 4, and 5 in terms of shape, neatness and stabiliti, to determine the effect of the number of layers 3, layers 4, and 5, and stitch and slash layers with multi layer crossstitching variations on the blouse, and to know which stich and slash with multi layer cross stiching variations in the number of layers blouses in the best. The type of research is experimental research. With data was collection using observation method.data collection was done by 30 observers, 4 expert panelists namely lecturers majoring in home economy education and 26 university student of fashion program who have been or are currently programing Textile Design And Women fashion Management II classes. The data analysis technique using anava single classification with significance level ? ?0.05. Based on the result of data analysis, the results obtained stitch and slash variation of multi layer crosstitching on blouse in terms of all aspects observed on the number of layers 4 with the overall mean value of 03.67categorized as very good. On the number of layers 3 with an overall mean value 03.37 categorized as good, and the number of layers 5 with an overall mean value of 03.13 categorized as good. And there is asignificant effect based on the number of layers applied to stitch and slash with multi layer crosstiching variations on the blouse. And it can be seen that the result of manipulating fabric stich and slash with multi layer crosstiching variation on the best blouse that is on the number of layers 4. Key Word: Stitch and slash , multi layer crosstiching, total layers, blouse.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BILINGUAL DRAPING SKIRT BERBASIS WEBSITE INDAH PERMATASARI, LINTANG; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran berbasis website (2)mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap media pembelajaran bilingual draping skirt berbasis website. Metode penelitian menggunakan peneliitian pengembangan atau R&D (Research and Development). Prosedur Penelitian dan pengembangan yang dilakukan melalui tahap 4 D, yaitu Define, Design, Develop dan Desseminate. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen observasi untuk mengetahui kelayan media dan angket untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap media pembelajaran berbasis website. Hasil persentase kelayakan media berdasarkan pada validasi ahli meliputi aspek materi 84.1 %, aspek bahasa 82.8%, aspek desain pembelajaran 82.1% dan aspek rekayasa perangkat lunak sebesar 81.2%, dari aspek-aspek tersebut maka diperoleh rata-rata sebesar 83% yang termasuk dalam kategori layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Draping. Respon mahasiswa terhadap media pembelajaran bilingual draping skirt berbasis website diperoleh rata-rata 88% pada uji coba kelompok kecil dan 92% pada uji coba kelompok besar. Kata Kunci: media pembelajaran, website, draping skirt Abstract The purpose of this research is (1) to descibe the feasibility of learning media based website (2) to describe the response of students to media bilingual draping skirt based website. The research method uses Research and Development or R & D. Procedure Research and development conducted through the 4 D models, namely Define, Design, Develop and Disseminate. Methods of data collection include observation instruments to measure the feasibility of media and student responses to learning media based-website. Media percentage feasibility result based on expert validation covers the aspect of material 84.1%, aspects of language 82.8%, aspects of learning design 82.1% and aspects of software engineering 81.2%, from these aspects then obtained an average of 83.% included in the category ?feasible? to be used as a media of learning in Draping courses. The students responses to media bilingual draping skirts based-website were averaged 88% in small group trials and 92% on large group test. Keywords: learning media, website, draping skirt.
PENGEMBANGAN E-PORTFOLIO FASHION DESIGN SEBAGAI MEDIA PERSONAL BRANDING PRIMA SHITA, NABILA; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mahasiswa dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat. E-Portfolio fashion design merupakan salah satu media yang dapat digunakan sebagai media personal branding. Penelitian ini memanfaatkan website sebagai media personal branding, dengan tujuan untuk mengetahui respon mahasiswa, faktor-faktor yang berpengaruh, kelebihan dan kekurangan e-portfolio dan tampilan dari e-portfolio fashion design. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan metode ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Adapun batasan penelitian ini adalah tentang e-portfolio fashion design, menggunakan Google-Form, dan dilakukan terhadap mahasiswa fashion di Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi oleh 34 observer. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengetahui prosentase kelayakan media. Hasil analisis data respon mahasiswa fashion di Surabaya terhadap e-portfolio www.shitanabila.com didapatkan nilai presentase kelayakan e-portfolio fashion design pada aspek respon sebesar 83,06% dan dinyatakan sangat layak sebagai media personal branding. Pada aspek portfolio fashion design didapat nilai presentase kelayakan portfolio fashion design sebesar 77,47% dan dinyatakan layak ditampilkan dalam e-portfolio media personal branding. Kemudian pada aspek media website didapatkan nilai presentase kelayakan media website sebesar 78,94% dan dinyatakan layak sebagai media e-portfolio fashion design. Pada aspek personal branding didapat nilai presentase kelayakan e-portfolio fashion design sebesar 79,29% dan dinyatakan layak digunakan sebagai media personal brandingfashion designer. Kelebihan dan kekurangan dari e-portfolio dapat dilihat pada kolom kritik dan saran yang didapat melalui angket respon. Kelebihan dari e-portfolio telah ditunjukkan oleh respon positif mahasiswa yang telah dijabarkan pada analisis data. Sedangkan kekurangan dari e-portfolio secara garis besar adalah Kurangnya konten yang ditampilkan, Tanpilan website yang terlalu sederhana, dan tampilan website kurang menunjukkan karakter fashion designer. Kata kunci: website, e-portfolio Fashion design, personal branding. Abstract University students are required to be able to follow the rapid development of information technology. Fashion design e-portfolio is a media that can be used as personal branding media. This research utilized a website as personal branding media, with the intention to know university student responses, influencing factors, advantages and disadvantages of fashion design e-portfolio and fashion design e-portfolio apperance. The research type using research of development called ADDIE method (analyze, design, development, implementation, evaluation). The limitations of this research are about e-portfolio fashion design, using Google-Form, and implemented to fashion students in Surabaya. The data collection method using observation by done by 34 observer. While the data analysis using descriptive quantitative by knowing the properness percentage of the media. The data analysis results of fashion student?s response in Surabaya towards www.shitanabila.com e-portfolio obtained the percentage value of the e-portfolio fashion design feasibility on the response aspect is 83.06% and stated as very feasible as a personal branding media. In the aspect of fashion design portfolio, the percentage of the fashion design portfolio feasibility is 77.47% and stated as feasible to be displayed in the e-portfolio media of personal branding. On the aspect of the website media obtained the percentage value of media website is 78.94% and stated as feasible for e-portfolio fashion design media. On the aspect of the personal branding, feasibility percentage value in fashion design e-portfolio is 79.29% and stated as feasible to use as personal branding of a fashion designer. The advantages and disadvantages of e-portfolio can be seen in the criticisms and suggestions clumn through the response questionnaire. The advantages of e-portfolio have been shown by the students positive responses that have been elaborated on data analysis. While the lack of e-portfolio is the lack of content that has been displayed, the website interface is too simple, and the website interface doesn?t display enough the character of a fashion designer. Keywords: website, e-portfolio Fashion design, personal branding.

Page 11 of 18 | Total Record : 174