cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
HUBUNGAN KOMPETENSI MENJAHIT SISWA DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY KELAS XI TATA BUSANA WIRAUSAHA DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO Fitriani, Marantika
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPCYCLE BUSANA CASUAL SEBAGAI PEMANFAATAN PAKAIAN BEKAS yusnindya putri, dwiyanti
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Upcycle merupakan cara baru untuk memanfaatkan barang-barang bekas atau sampah disekitar menjadi suatu benda yang memiliki manfaat lain, seperti memanfaatkan pakaian bekas rumah tangga menjadi pakaian yang lebih berkualitas dari nilai aslinya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui proses merancang dengan teknik upcycle pada pakaian bekas sebagai pemanfaatan pakaian bekas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai tiga teknik upycle busana casual dari sudut pandang desain, proses merancang, dan menciptakan, pemanfaatan pakaian bekas, serta hasil jadi keseluruhan busana. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pra upcycle dan post upcycle. Pra Upcycle mengenai pemilihan gambar inspirasi desain pakaian yang dilakukan oleh 25 responden dari siswa/siswi Arva School of Fashion yang sedang menempuh pendidikan fashion design, serta post upcycle dilakukan oleh 25 observer yang terdiri dari lima dosen ahli dan 20 mahasiswa S-1 Pendidikan Tata Busana yang telah menempuh mata kuliah desain mode II. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan mean. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil yang sangat baik pada seluruh aspek meliputi: (1) proses upcycle; (2) desain upcycle (penerapan unsur dan prinsip desain); (3) pemanfaatan pakaian bekas; (4) hasil jadi upcycle. Hasil jadi yang terbaik yang didapatkan dari hasil rata rata tiga aspek yang diteliti yaitu unsur dan prinsip desain, pemanfaatan pakaian bekas, serta hasil jadi pakaian didapatkan rata-rata terbanyak dari ketiga aspek adalah pada aspek pemanfaatan pakaian bekas. Berarti dapat disimpulkan bahwa upcycle sangat berkaitan dan berkesinambungan, dimana upcycle berarti dapat dikatakan sebagai salah satu cara pemanfaatan pakaian bekas benar adanya, kemudian dari ketiga teknik dari 3 aspek didapatkan rata-rata tertinggi yaitu teknik 1 (penggabungan dua pakaian) dari segi pemanfaatan, unsur dan prinsip desain serta hasil jadi upcycle.   Kata Kunci: Upcycle, busana, casual, pakaian bekas, pemanfaatan.   Abstract   Upcycle is a new manner to recycling used things or rubbish becomes a use thing, such as recycling used household clothes become more value clothes. The purpose of this project was to find out the process of upcycle designing and technique for the used clothes as utilization of the used clothes. This project purpose was to get illustration about three upcycle techniques of casual fashion from point of designing, designing and creating process, recycling the used clothes and the result of the process. The data collecting manner did by pre upcycle and post upcycle. The pre upcycle was the election of inspiring clothes that did by 25 respondents of Arva School of Fashion which are passing through the fashion design education, and then post upcycle did by 25 respondents which include of 5 lecturers and 20 S1 students of fashion design education that have through design mode II lecture. The data analyze was using quantitative descriptive average.The results of this study show excellent results in all aspects including: (1) upcycle process; (2) upcycle design (application of design elements and principles); (3) utilization of used clothing; (4) result so upcycle. The best results obtained from the average results of the three aspects studied namely the elements and principles of design, utilization of used clothing, and apparel results obtained the most average of the three aspects is on the utilization of waste used clothing. Means it can be concluded that upcycle is related and continuous, where upcycle means can be said as one way of utilizing waste of used clothing is true, then from three technique from 3 aspect got highest average that is technique 1 (merging of two clothes) in terms of utilization, elements and principles of design and upwork.              Keyword: upcycle, fashion, casual, waste clothes, utilization.
PERANCANGAN DESAIN MOTIF BATIK TULIS TENUN GEDHOG TUBAN DENGAN SUMBER IDE POHON SIWALAN MUTIN NIMAH, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak          Batik tulis tenun gedhog merupakan batik khas kabupaten Tuban. Upaya yang dilakukan untuk membuat batik gedhog dapat terus berkembang yaitu dengan melakukan perancangan desain motif yang baru. Perancangan desain motif batik tulis tenun gedhog bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil perancangan desain motif batik tulis tenun gedog Tuban dengan sumber ide pohon siwalan ditinjau dari aspek ide/gagasan, wujud, dan corak/motif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Pengumpulan data dihitung dengan memberi skor interval untuk menentukan kategori penilaian. Data yang telah terkumpul kemudian di jumlah dan dirata-rata dan dipersentasikan menggunakan average percentage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain 6 yang mengambil sumber ide dari daun siwalan adalah desain terbaik dengan nilai persentase sebesar 81,4% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Jika dihitung secara keseluruhan dari 7 desain diperoleh nilai persentase sebesar 70,3%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa 7 desain hasil perancangan termasuk dalam penilaian kategori baik           Kata Kunci: Perancangan motif batik, tenun gedhog, pohon siwalan.    Abstract           Batik gedhog hand woven is a typical Tuban batik district. Efforts made to make batik gedhog can continue to grow that is by designing a new pattern design. The design of batik pattern weaving gedhog aims to describe the process and the design of batik pattern design motive woven Tuban gedhog with the source of fan palm tree ideas in terms of ideas, forms, and patterns. This type of research is descriptive. The technique of collecting data using observation method. The data collection is calculated by giving the interval score to determine the rating category. The data that has been collected is then summed and averaged and presented using the average percentage. The results show that design 6 that take idea from fan palm leaves. is the best design with the value of the percentage is 81,4% and included in a very good category. If calculated as a whole from 7 designs obtained percentage value of 70.3%. From the results of the calculation can be concluded that the 7 design results are included in the assessment of good category   Keyword: Design of batik motif, gedhog hand woven, palm tree.
PENGARUH JENIS DAN MASSA MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAANALAMI BUAH GALING PADA JAKET BATIK BERBAHAN DENIM Ainiyah, Inayatul
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pengembangan pewarna tekstil yang aman untuk lingkungan merupakan salah satu alasan dilakukan eksplorasi terhadap buah galing (cayratia trifolia). Buah galing mengandung antosianin sehingga dapat digunakan sebagai pewarna alami tesktil yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini pewarnaan menggunakan buah galing yang sudah matang atau berwarna ungu kehitaman dan diterapkan pada jaket berbahan denim. Mordan yang digunakan yaitu tawas (Al2SO4)3 dan tunjung (FeSO4) dengan massa mordan 20 gram, 25 gram dan 30 gram digunakan untuk mengikat zat warna buah galing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan massa mordan terhadap hasil pewarnaan alami buah galing (cayratia trifolia) pada jaket batik berbahan denim. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan variabel bebas yaitu jenis mordan yang meliputi tawas dan tunjung serta massa mordan 20 gram, 25 gram dan 30 gram. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil pewarnaan yang meliputi kerataan warna, ketajaman warna dan uji kesukaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, yang diolah menggunakan metode analisis statistik anava ganda dengan SPSS 21 dan taraf signifikan α ≤ 0,05.Hasil analisis anava ganda diketahui bahwa ada pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan alami buah galing (cayratia trifolia) ditinjau dari aspek ketajaman warna, tetapi tidak berpengaruh pada aspek kerataan warna dan uji kesukaan. Untuk massa mordan berpengaruh terhadap hasil pewarnaan alami buah galing (cayratia trifolia) pada aspek kerataan warna, ketajaman warna dan uji kesukaan. Diperoleh hasil pewarnaan terbaik untuk aspek kerataan warna pada mordan tunjung 30 gram dan untuk aspek ketajaman warna pada mordan tunjung 30 gram.   Kata kunci: Pewarnaan, buah galing, jenis mordan, massa mordan, jaket, denim.   Abstract   Development of safe textile dyes for the environment is one of the reasons for the exploration galing fruit (cayratia trifolia). The galing fruit contains anthocyanin so it can be used as a natural textile dye that is eco-friendly. In this research dyeing uses ripe or purple-colored galing fruit and applied to a denim jacket. Mordant used is alum (Al2SO4)3and tunjung (FeSO4)with mordan mass 20 grams, 25 grams and 30 grams used for binding galing fruit pigment. The purpose of this research is knowing the influence of type and mass of mordant to result natural dyeing galing fruit (cayratia trifolia) to a batik denim jacket. The type of research is experiment with independent variable that is mordant type which include alum and tunjung and mordant mass 20 gram, 25 gram and 30 gram. The dependent variable in this research is dyeing result which includes color flatness, color sharpness and favorite test. The technique of collecting data is using an observation technique, which is processed by analysis statistic of two-way anava with SPSS 21 and significant level α ≤ 0,05. The result of two-way anava analysis is founded which there is influence of mordant type to the result of natural dyeing galing fruit (cayratia trifolia) in terms of color sharpness aspect, but it does not  effect on aspect of color flatness and favorite test. On mordant masses affect the results of natural dyeing galing fruit (cayratia trifolia) on aspect of color flatness, color sharpness and favorite test. The best dyeing results are mordan tunjung 30 grams on the aspect of color flatness and color sharpness.   Keyword: Coloring, galing fruit, mordan type, mordan mass, jackets, denim.
PENERAPAN TIGA MOTIF DESAIN TROPICAL WATERCOLOR PADA SCARF MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL PRINTING Harli Widyaningrum, Dessi
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penerapan Tiga Motif Desain Tropical Watercolor yang ditransformasikan pada kain berupa produk jadi scarf melalui teknik digital printing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi desain dengan tema Tropical yang menggunakan desain motif flora dan fauna ditinjau dari  aspek;  irama, aspek kesatuan, aspek proporsi, aspek keseimbangan, dan aspek center on interest.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yang berusaha menggambarkan dan mengiinterprestasikan objek sesuai apa adanya. Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan oleh 35 observer, 5 penelis ahli (dosen) Tata Buasana dan 30 mahasiswa Tata Busana yang sudah atau sedang memprogram mata kuliah dasar seni dan desain. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rata-rata (mean) untuk mencari rata-rata (mean) dalam setiap aspek penilaian pada desain. Hasil penelitian terbukti bahwa hasil jadi scarf dengan desain motif flora fauna dengan nilai mean yang tertinggi yaitu 3,36 menunjukkan kriteria sangat baik, merupakan desain yang paling baik (peringkat pertama). Hasil jadi scarf dengan desain motif flora  menduduki peringkat kedua dengan nilai rata-rata  mean  yaitu 3,33 menunjukkan kriteria  baik. Sedangkan  hasil jadi scarf dengan desain motif fauna menduduki peringkat ketiga dengan nilai rata-rata  mean  yaitu 3,19 menunjukkan kriteria  baik.   Kata Kunci : Tropical, watercolor, scarf, digital printing.   Abstract   In the initation process of three tropical watercolors pattern design implementation of scarf using digital printing application.. The research purpose to know the finished result, the Tropical theme which was three types of design flora, fauna, and flora-fauna to reveal the pattern that has the best result by scoring with the aspects, such as: rhytm aspect, unity aspect, proportion aspect, balance aspect, and centre of interest aspect. This study is a quantitave descriptive study. Descriptive study is a method of study that tries to capture and intemperate the object based on its real condition. In this study, the writer choose 35 observers, which are 5 lecturers of design and 30 students of design that have taken art and design subject in their program. The analysis of this study used the average of each scoring aspect from the design. Based on the average from the whole  scoring aspects, it was found that the flora-fauna patterns became the best design based on the highest average score (3,36), and it was categorized as “very good” criteria. The flora pattern was in the second place with the average score 3,33, and it was categorized as “good” criteria, and fauna pattern was in the third place with average score 3,19 and it was also categorized as “good” criteria.   Keyword : tropical, watercolor, scarf, digital printing.
PENGARUH PROPORSI SODA KUE (NAHCO₃) DAN EKSTRAKSI JANTUNG PISANG TERHADAP HASIL PEWARNAAN SCREEN PRINTINGT-SHIRT DWI LARASATI, ERWINA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penerapan teknik cetak t-shirt di dunia fashion beraneka ragam seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya adalah teknologi screen printing. Jenis tinta screen printing pada penelitian ini berasal dari zat warna alam ekstraksi jantung pisang. Mordan yang digunakan adalah soda kue. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui proporsi soda kue dan ekstraksi jantung pisang terhadap hasil pewarnaan screen printing serta uji spektofotometri Uv-Vis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain factor tunggal 3x4. Variabel bebas proporsi soda kue dan jantung pisang yaitu (1:4); (2:3); (3:2). Variabel terikat meliputi: (1) kerataan warna; (2) ketajaman warna; (3) daya serap warna; (4) kesukaan. Pengumpulan data dari lembar observasi yang telah diisi oleh 33 orang. Analisis data menggunakan analisis varians tunggal dengan bantuan program SPSS serta dilakukan uji laboratorium terhadap ketajaman warna dan daya serap warna. Analisis data menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap kerataan warna. Pengaruh yang signifikan terhadap hasil pewarnaan yaitu: (1) ketajaman warna, proporsi 1:4 menghasilkan warna yang lebih tajam; (2) daya serap warna, proporsi 1:4 dan proporsi 2:3 memiliki daya serap yang lebih baik; (3) uji kesukaan, proporsi 1:4 dan 2:3 sama-sama lebih disukai. Hal ini ditunjang hasil uji spektofotometri UV-Vis proporsi 1:4 menunjukkan ketajaman dan daya serap yang baik, proporsi 2:3 menunjukkan ketajaman dan daya serap yang cukup baik, proporsi 3:2 menunjukkan ketajaman dan daya serap kurang baik. Dengan demikian proporsi (1:4) dari aspek hasil ketajaman warna dan daya serap menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan proporsi (2:3) dan (3:2).   Kata Kunci: Screen printing, soda kue (NaHCO?), jantung pisang   Abstrack   Application of t-shirt printing techniques in the fashion world varies along with technological developments, Oneof those which is screen printing technology. The type of screen printing ink in this study comes from natural dye extraction of banana blossom. Using baking soda as a mordant. The purpose of this research is to know the proportion of baking soda and banana blossom extraction on screen printing and UV-Vis spectrophotometry. The type of this research is experimental research with single factor design 3x4. The independent variables of the proportion of baking soda and banana blossom are (1:4); (2:3); (3:2). The dependent variables include: (1) equally of color spread; (2) sharpness of color; (3) the absorption of color; (4) likes. The data collected from observation sheets that have been filled by 33 people. Data analysis used a single variance analysis with the help of SPSS program and laboratory test on color sharpness and color absorption. Data analysis showed no significant effect on equally of color spread. Significant effects on the coloring results are: (1) sharpness of color, the proportion of 1: 4 produces sharper colors; (2) the absorption of color, the proportion of 1: 4 and the proportion of 2:3 has better absorption; (3) likes, the proportions of 1: 4 and 2:3 are both preferred.This is supported by UV-Vis spectophometry test proportion of 1:4 shows good sharpness and absorption, 2:3 proportion shows good sharpness and absorbency, 3:2 proportion shows less good sharpness and absorption. Thusthe proportion (1:4) of the aspect of the color sharpness and absorption results show better results than the proportion (2:3) and (3:2).                           Keywords          : Screen printing, baking soda (NaHCO?), Banana Blossom  
PENGARUH JENIS POLA RIB STITCH DENGAN BAHAN RAYON TERHADAP HASIL JADI KNITTING PADA BOLERO Poerwanta, Masyithah
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pemanfaatan perca kain untuk menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi merupakan salah satu alasan dilakukan penelitian terhadap hasil jadi knitting. Knitting adalah salah satu cara agar produk yang dihasilkan dari upcycling memiliki nilai estetika dan nilai harga jual tinggi. Pada penelitian ini hasil jadi knitting menggunakan bahan rayon dengan lebar 1cm  dan diterapkan pada bolero. Jenis pola rib stitch yang digunakan yaitu broken ribbing, tweed stitch rib, dan ribbed cables. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pola rib stitch terhadap hasil jadi knitting pada bolero. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan variabel bebas yaitu jenis pola rib stitch yang meliputi broken ribbing, tweed stitch rib, dan ribbed cables. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi knitting pada bolero yang meliputi aspek kerapian, kerapatan, dan elastisitas. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan 30 observer. Analisis data yang digunakan adalah anava tunggal dan taraf signifikan a ≤ 0.05 dengan bantuan SPSS 21. Hasil analisis anava tunggal diketahui bahwa ada pengaruh jenis pola rib stitch dengan bahan rayon terhadap hasil jadi knitting pada bolero ditinjau dari kerapian, kerapatan dan elastisitas. Diperoleh hasil jadi knitting terbaik pada pola tweed stitch rib pada aspek kerapian, kerapatan, dan elastisitas. Kata Kunci: knitting, rayon, jenis pola rib stitch, bolero                   Abstract   Utilization of patchwork for high selling value product is the reason  of this research to result knitting. Knitting is one way for producing a product from upcycling with aesthetic and high selling value. In this research, the result of using 1cm rayon on knitting. Rib stitch pattern type is used broken ribbing, tweed stitch rib, and ribbed cables.  The reason of this research is for knowing the influence of rib stitch pattern type with rayon to result knitting on bolero. Type of research is experiment, the independent variable is rib stitch pattern type among other things broken ribbing, tweed stitch rib, and ribbed cables. The dependent variable is the result knitting on bolero involve neatness aspect, density aspect, and elasticity aspect. Data collection method use observation method with 30 observer. Data analyzed by one-way anava with significant a ≤ 0.05 using SPSS 21. The result of one-way anava that there is the influence rib stitch pattern type with rayon to result knitting on bolero considered by neatness, density, and elasticity aspect. The best result is tweed stitch rib observed by neatness, density, and elasticity aspect. Keywords: knitting, rayon, rib stitch pattern type, bolero
TENUN IKAT AMARASI KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR AMALYA UTAMI, NURUL
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tenun ikat Amarasi merupakan warisan peninggalan nenek moyang. Tenun ikat Amarasi mempunyai 64 motif. Ragam hias yang dipakai dalam tenun ikat Amarasi mempunyai makna dan cerita masing-masing. Adapun warna yang dipakai dalam tenun ikat Amarasi mempunyai ciri khas yang dapat membedakan antara tenun ikat Amarasi dengan tenun ikat lainnya, karena tenun ikat Amarasi menggunakan pewarnaan dengan bahan alami. Dengan banyaknya ragam hias yang terdapat dalam tenun ikat Amarasi serta memiliki warna yang khas, maka dari itu peneliti ingin mengetahui makna ragam hias dan warna yang terdapat dalam tenun ikat Amarasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan makna ragam hias dan warna tenun ikat Amarasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi metode, dengan mengacu pada pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari tenun ikat Amarasi menjelaskan bahwa, setiap ragam hias serta warna yang terdapat pada tenun ikat Amarasi mempunyai makna yang menceritakan tentang masa kerajaan Amarasi dan kekayaan alamnya.   Kata Kunci: Tenun Ikat Amarasi, Ragam Hias , Makna   Abstract   Amarasi tie weaving are heritage of the ancestor. Amarasi tie weaving has 64 pattern. The variety that used in Amarasi tie waeving has philosophy  and each story. The color used in amarasi tie weaving has characteristic that can distinguis Amarisi tie weaving with the other weaving, because Amarasi tie weaving using natural coloration. With a lot decorative variety in Amarasi tie weaving that consist characteristic color, so researcher wants to know the meaning behind decorative variety and the color in Amarasi tie weaving.This research using qualitative descriptive approach to describe the meaning of decorative variety and color ofAmarasi tie weaving with data collection in form of observation , interview and documentation. The data analitic using triagulation of methode, with referring to degre of trust checing the result of research from some data collection technique.Based on the research result obtained of Amarasi tie weaving explained, every decorative variety and color that consist in Amarasi tie weaving has meaning that tell about the empire era of amarasi and the natural wealth.   Keywords: Amarasi Tie Weaving, Decorative, Meaning
PENGARUH JENIS SETIK BORDIR TERHADAP HASIL JADI BORDIR MAWAR TIGA DIMENSI PADA HIGH HEELS ZULAIKAH, DWI
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bordir mawar tiga dimensi adalah pembuatan bordir dengan hiasan lekapan kain lain yang bersusun diatas bahan dasar sehingga membentuk relief atau timbul. Dalam penelitian ini bordir mawar tiga dimensi diterapkan pada high heels dengan menggunakan bahan organdi yang dibordir dengan tiga jenis setik yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi bordir mawar tiga dimensi dengan setik bordir loncat, setik bordir esek, dan setik bordir pasir pada high heels ditinjau dari aspek bentuk bordir mawar tiga dimensi, aspek kerapian bordir mawar tiga dimensi, dan aspek kesesesuaian setikan bordir mawar tiga dimensi; untuk mengetahui pengaruh setik bordir terhadap hasil jadi bordir mawar tiga dimensi pada high heels; untuk mengetahui hasil jadi sepatu high heels yang terbaik dari penggunaan setik bordir loncat, setik bordir esek, dan setik bordir pasir. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan 30 observer yang terdiri dari 5 orang dosen ahli jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan 25 observer mahasiswa program studi Tata Busana yang sudah atau sedang memprogram mata kuliah Bordir II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil jadi bordir mawar tiga dimensi pada high heels ditinjau dari keseluruhan aspek yaitu setik bordir loncat dengan nilai mean keseluruhan 3,12 merupakan kategori baik, pada setik bordir esek dengan nilai mean keseluruhan 2,18 merupakan kategori cukup baik, dan setik bordir pasir dengan nilai mean keseluruhan 2,7 merupakan kategori baik. Terdapat pengaruh jenis bordir terhadap hasil jadi bordir mawar tiga dimensi pada high heels ditinjau dari aspek bentuk bordir dengan nilai signifikan ? 0,00 ? 0,05, pada aspek kerapian bordir memiliki nilai signifikan ? 0,00 ? 0,05, dan pada aspek kesesuaian setikan bordir memiliki nilai signifikan ? 0,00 ? 0,05. Hasil jadi bordir mawar tiga dimensi pada high heels yang terbaik dilihat dari keseluruhan aspek yaitu pada setik bordir loncat dengan nilai mean 3,12. Kata Kunci : Jenis Setik Bordir, Hasil Jadi Bordir, High Heels. Abstract Three-dimensional rose embroidery is the manufacture of embroidery with decoration of stacked fabric arranged on the base material to form a relief or arise. In this research, three-dimensional rose embroidery applied to high heels using organdy materials embroidered with three different stitch. Purpose of this research is to know the result of three-dimensional rose embroidery with skiped stitch, ?esek? stitch and sand stitch of high heels. The result reviewed based on embroidery form aspect, neatness aspect and adjustability aspect. This research also purpose to know the influence of embroidery stitch on the result of three-dimensional rose embroidery on the high heels and to know the best stitch to apply on high heels. This research is experimental research with data collection method using observation. Data collected from 30 observer consist of 5 expert lectures majoring in Home Economic Education and 25 university student from fashion study program that have been or programing subject Embroidery II. Data analysis technique use one way anava with significance level ? 0,05. Based on data analysis, obtain a result of three-dimentional rose embroidery on high heels reviewed from all aspect. Skipped stitch have overall mean value 3,12 and categorized good. ?Esek? stitch have overall mean value 2,18 and categorized quite good. Sand stitch have overall mean value 2,7 and categorized good. Data analysis show types of embroidery influence the result of three-dimentional embroidery on high heels, aspect of form has significant value ? 0,00 ? 0,05, neatness aspect has significant value ? 0,00 ? 0,05 and on adjustment aspect of stitch has significant value ? 0,00 ? 0,05. The best result of three-dimentional rose embroidery on high heels reviewed from all aspect is on skipped stitch with mean value 3,12. Keywords : types of embroidery stitch, result of embroidery, high heels.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBUATAN POLA BLUS DI SMKN 8 SURABAYA ANIQ, BARLINTIY; ENDANG KARYANINGRUM, ANNEKE
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2018
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan peningkatan hasil belajar siswa siswa pada ranah kognitif dan psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) dengan media video pembelajaran di kelas X Tata Busana I SMK Negeri 8 Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui lembar unjuk kerja dan tes formatif siklus I, II dan III. Hasil penelitian siklus I hasil belajar siswa berdasarkan penilaian ketuntasan belajar klasikal sebesar 48% pada nilai kognitif, sedangkan nilai psikomotor sebesar 79%. Pada siklus II, persentase hasil belajar siswa mencapai 94% pada nilai kognitif sedangkan nilai psikomotor mendapatkan persentase hasil belajar sebesar 88%. Pada siklus III nilai kognitif mencapai 100%, sedangkan nilai psikomotor persentase hasil belajar siswa sebesar 94%. Peningkatan persentase nilai hasil belajar siswa disetiap siklusnya, pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 46% pada ranah kognitif dan 9% pada ranah psikomotor, serta besar peningkatan nilai hasil belajar pada siklus II ke siklus III sebesar 6% pada ranah kognitif maupun ranah psikomotor. Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi penigkatan hasil belajar siswa kelas X Tata Busana I di SMK Negeri 8 Surabaya melalui penerapan model pembelajaran TPS dengan media video pada mata pelajaran pembuatan pola blus. Kata Kunci: Think Pair Share, video, dan hasil belajar pembuatan pola Abstract The purpose of the study is determining learning outcomes and improvement learning outcomes cognitive and psychomotor using the model of TPS (Think Pair Share) which utilized video as method of X grade of Fashion Department in SMK Negeri 8 Surabaya. Data collection technique was using performance sheets and formative test cycle I, II, and III. The cognitive result of research in cycle I acquired the percentage of learning outcomes based KBK reached 48%. On the other hand, considered the psychomotor side 79% of completed classical study. In cycle II, there was an increasing cognitive grade by 94%, meanwhile its psychomotor grade reached 88%. In cycle III, we observed that the cognitive grade had increased gradually 100%. The same went to psychomotor which have had 94%. There was increase in value from cycle I to cycle II by 46% in cognitive and 9% in psychomotor, we observed learning outcomes from cycle II to cycle III of 6% in cognitive and psychomotor. To sum up, we concluded that there was a raising number of study result in X grade of Fashion Department in SMK Negeri 8 Surabaya through the implementation of TPS learning model which was improved by video utilization on blouse pattern making subject. Key Words: Think Pair Share, video, and learning outcomes of the pattern making

Page 9 of 18 | Total Record : 174