cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN BUSANA PENGANTIN PINJUNG IRAS PUTRI BOJONEGORO ALFIAH, CHAFIDHOTIN
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro merupakan busana pengantin daerah yang sudah jarang diminati masyarakat karena desain  yang kurang modern dan kurang praktis. Untuk itupengembangan desain dengan cara memodifikasi desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojoegoro tanpa menghilangkan pakemnya. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro yang lebih modern, estetik dan memiliki nilai ergonomis. Sehingga akan diminati mempelai untuk kembali menggunakan busana pengantin daerah. Metode dalam penelitian ini adalah deskripif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan di Bojonegoro. Teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro. Teknik observasi digunakan untuk mengamati busana pakem serta memverifikasi hasil wawancara. Teknik dokumentasi digunakan untuk membuktikan adanya busana pengantin Pinjung Iras Pinjung Putri dimasa lampau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro  menerapkan unsur desain yaitu garis dan warna. Unsur garis yang diterapkan adalah garis lengkung yang memiliki makna luwes dan kombinasi warna yang melambangkan kemurnian, kemakmuran dan ketegasan. Sedangkan prinsip desain yang diterapkan adalah aksen, keseimbangan dan unity. aksen diterapkan pada rok draper, keseimbangan yang diterapkan adalah keseimbangan asimetris, unity atau kesatuan dalam desain ini terletak pada bagian rok yang tidak meninggalkan pakem. Dari hasil penelitian maka, pengembangan desain tersebut jika ditinjau dari aspek ergonomis maka hasilnya lebih mudah, praktis dan nyaman dalam penggunaanya, karena busana tersebut didesain dengan meggunakan resleting, hak kait dan seluruh busana bagian bawah digabungkan sehingga lebih praktis dan efisien. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembagan desain Busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro bermanfaat untuk pengusaha jasa rias pengantin.   Kata kunci: Pengembangan Desain, Busana Pengantin, Pinjung Iras Putri Bojonegoro   Abstract   Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress is traditional wedding dress from Bojonegoro that was rarely interested in the society because of  the design was ancient and lost with the use of bridal. Intricate use is also a consideration bride and wedding organizer. Design development is an attempt to modify the design of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress whithout eliminates the  characteristic. The purpose of this research was to obtain design the of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress more modern, aesthetic and ergonomic value. So the bride would be desirable to re-use a traditional wedding dress . The method in this research is descriptive qualitative. Data were collected by using observation, interview and documentation. The data were collecting at Bojonegoro. Interview techniques used to dig up information of  Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress. Observation techniques used to observe the characteristic and to verify the results of the interview. Documentation techniques  is used to prove the existence of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress   in the past. The results showed that the development of the design Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress implement elements of design that is lines and colors. Line element that applied is a curved line that has a flexible meaning and color combinations that symbolizes purity, prosperity and firmness. While the design principles applied are accents, balance and unity. Accents applied to the skirt draper, the balance being applied is asymmetrical balance, unity in this design lies in part a skirt that did not leave the grip. From interviews with the expert, the development of the design when viewed from the ergonomic aspects of the results are more convenient, practical and comfortable for user, because fashion is created is by using zippers, hooks and right across the bottom coupled fashion so it is more practical and efficient. It can be concluded that developing a design Clothing bride Pinjung Iras Putri Bojonegoro helpful for businessmen bridal services.   Keyword: Development Design, Wedding Dress, Pinjung Iras Putri Bojonegoro
PENGARUH JUMLAH TAWAS TERHADAP HASIL PEWARNAAN DYLON PADA BULU ENTOK SEBAGAI AKSESORIS HEADPIECE DIAN GH, PINK
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tawas adalah garam rangkap aluminium sulfat, yang dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup. Tawas memiliki ciri kristal putih gelap, tembus cahaya, bersifat menguatkan warna. Zat tersebut digunakan sebagai mordan dalam penggunaan zat warna sintetis dylon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan dylon dan adanya pengaruh jumlah tawas terhadap hasil pewarnaan pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah tawas seberat 5 gram/liter, 10 gram/liter dan 15 gram/liter. Variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil pewarnaan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yang diolah dengan metode analisis statistik anava tunggal dengan bantuan SPSS 21 dengan taraf signifikan α ≤ 0,05. Hasil analisis data menyatakan bahwa hasil pewarnaan dylon pada aspek kerataan warna  dan ketajaman warna dengan jumlah tawas 5 gram/liter dalam kategori tidak baik, jumlah tawas 10 gram/liter dalam kategori baik dan jumlah tawas 15 gram/liter dalam kategori sangat baik. Ada pengaruh jumlah tawas 5 gram/liter, 10 gram/liter, 15 gram/liter terhadap hasil pewarnaan dylon ditinjau dari aspek kerataan warna dengan signifikan α= 0,00 dan aspek ketajaman warna dengan signifikan α= 0,00. Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil jadi pewarnaan dylon pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece dengan jumlah tawas 15 gram/liter sangat baik dan terdapat pengaruh jumlah tawas terhadap hasil pewarnaan dylon pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece ditinjau dari aspek kerataan warna dan ketajaman warna.   Kata Kunci : jumlah tawas, pewarnaan, dylon, bulu entok, aksesoris headpiece.   Abstract   Alum is double sulfate salts of aluminum sulfate used to clarify water or dye mixture. Alums has properties dark white crystal, transparent, strengthen color. These substances used as mordant in using of Dylon. The purpose of this research was to know result  of coloration dylon and the influence of alum quantity toward result of coloration on Entok Fur As Accessories Headpiece. Type of this research was experimental research. The independent variables in this research was of mordant, that was alum and quantity that were 5 grams/liter, 10 grams/liter, and 15 grams/liter. It dependents variable was result of coloration. Data collecting technique used was observation, analyzed with one way anava statistic using SPSS 21 program with significance α= 0.05. The result of data analysis that  result of coloration dylon  on flatness of color and sharpness of color by quantity of alum 5 grams/liter in category is not well, quantity of alum 10 gram/liter in category is good and quantity of alum 15 grams/liter in category is very good. There is influence of the quantity of alum 5 grams/liter, 10 grams/liter, 15 grams/liter that result of coloration dylon terms of aspects flatness with significant α= 0,00 and aspects sharpness with significant α= 0,00. Based on data analysis result and discussion could be concluded that result of coloration dylon  on feather Entok as accessories headpiece with quantity of alum 15 grams.liter is very good and there is effect on the quantity alum result of coloration dylon on feather Entok as accessories headpiece  in terms from flatness of color and sharpness of color.   Keyword : quantity of alum, coloration, dylon, feather entok, accessories headpiece.
PENGARUH JENIS KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI MANIPULATING FABRIC STUFFING HALF-ROUND PADA TAS CASUAL WANITA PERMATA WULANDARI, MERYCHO
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita dengan ketebalan denim bahan tipis, sedang, dan tebal, untuk mengetahui adanya pengaruh ketebalan denim bahan tipis, sedang, dan tebal terhadap hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita, untuk mengetahui hasil jadi yang paling baik manipulating fabric stuffing half-Round dengan ketebalan denim bahan tipis, sedang dan tebal pada tas casual wanita. Jenis penelitian termasuk penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan instrumen penelitian daftar cek list. Analisis data menggunakan Anava tunggal dengan taraf signifikan ?<0,05 menggunakan bantuan program SPSS17. Hasil penelitian menunjukkan hasil jadi penerapan manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita menggunakan jenis denim yang berbeda, ditinjau dari aspek bentuk half-round yang terbaik pada denim tebal dengan mean 3,5. Aspek kerataan half-round yang terbaik pada denim tebal dengan mean 3,43. Aspek kepadatan stuffing half-round dengan mean 3,46. Terdapat pengaruh ketebalan kain terhadap hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita yaitu aspek bentuk half-round, kerataan half-round, dan kepadatan stuffing half-round. Hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round yang paling baik yaitu menggunakan denim tebal karena memperoleh mean tertinggi dari ketiga aspek yang diteliti yaitu aspek bentuk half-round, kerataan half-round, dan kepadatan stuffing half-round.   Kata kunci: Jenis ketebalan kain denim, hasil jadi, tas casual wanita.     Abstract   The purpose of this research was to know the result of manipulating fabric stuffing half-round on the women’s casual bag based on its stickness such as thin, medium, and thick stuff to know wheither there was effect of light denim fabric thickness and its thickness on the result of the best finished product of manipulating fabric stuffing half-round on women’s casual bag, and to find the best finished product of manipulating fabric stuffing half-round with light and thick denim fabric on women’s casual bag. The design of research was experimental research. The data were collected using observation with list check instrument. The data were analyzed using single anova with significant level ? < 0,05 using SPSS17. The results showed the results of the manipulating fabric stuffing half-round application on women’s casual bag using different denim types, based on the best half-round shape in thick denim with mean 3.5. The aspect of its equality using half-round with mean 3.43. The aspect of density using hald-round stuffing with mean 3.46. There were effects of the fabric thickness on the finished product of manipulating fabric stuffing half-round on women’s casual bag, namely the half-round shape aspect, the half-round flatness, and the half-round stuffing density. The finished result of the best manipulating fabric stuffing half-round used thick denim because it obtained the highest mean of the three aspects studied, such as : half-round shape aspect, half-round flatness, and half-round stuffing density.   Keywords: Denim fabric thickness, finished product, women’s casual bag.
PERBEDAAN PENERAPAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA KOMPETENSI MEMBUAT POLA CELANA PANJANG (SLACK) DI SMK NEGERI 3 KEDIRI ROHMATUL LAILI, AUFA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik setelah diterapkan  model pembelajaran langsung dan model pembelajaran berdasarkan masalah pada kompetensi membuat pola celana panjang (Slack). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sedangkan desain penelitiannya pre-test-post-test control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kediri dengan menggunakan kelas eksperimen yang berjumlah 30 peserta didik dan kelas kontrol yang berjumlah 30 peserta didik. Variabel bebas pada penelitian ini model pembelajaran langsung dan model pembelajaran berdasarkan masalah, sedangkan variabel terikatnya hasil belajar. Instrumen yang digunakan yaitu lembar  validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan sikap peserta didik. Analisis hasil belajar mengguna-kan uji-t untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan.Hasil penelitian ini menunjukkan hasil belajar pengetahuan  signifikansi 0,442, karena signifikansi 0,442>0,05 maka Ho diterima. Sedang-kan hasil belajar keterampilan menunjukkan signifikansi 0,608, karena signifikansi 0,608>0,05 maka Ho diterima. Berdasarkan hasil analisis data perbedaan hasil belajar diketahui signifikansi α 0,219 karena 0,219 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian membuktikan  bah-wa hasil belajar pengetahuan, keterampilan dan sikap tidak ada perbedaan antara hasil belajar mo-del pembelajaran langsung dan  model pembelajaran berdasarkan masalah pada kompetensi mem-buat pola celana panjang (Slack) di SMK Negeri 3 Kediri.   Kata kunci:  Model pembelajaran langsung, model pembelajaran berdasarkan masalah, perbedaan hasil belajar, membuat pola celana panjang (Slack)     Abstract The purpose of this study to compare the result of learning knowledge,  skill and attitude of using the Learning Model Directly and Learning Problem Based Instruction on competen make a trousers (Slack). The research is experiment research while the design work is pre-tets-post-test control group design. The research was conducted at SMK Negeri 3 Kediri using totaling experiment classes 30 student and totaling control classes is 30 student. The independent variable of this reseacrh is learning direct instruction and learning problem based instruction, and dependent variable is outcomes learning. Instrument used that device validation sheet, observation sheets attitude and skill of learning outcomes and achievement test attitudes, knowledge and skills. Analysis of learning outcomes using t-test to unveil the learning of knowledge and skill. These result indicate the outcomes learning of knowledge 0,442 significance, because 0,442 > 0,05 then Ho accept. For the outcomes learning of skill 0608 significance, because 0,608> 0,05 then Ho accept. Based on this ananlysis  different data of outcomes learning α 0,219, because 0,219 > 0,05 then Ho accept and Ha rejected. Research result obtained of outcomes learning of knowledge, skill and attitude no differnt between learning direct instruction and problem based instruction on competen make a trousers (Slack) at SMK Negeri 3 Kediri.   Keyword: Learning direct instruction, learning problem based instruction, diffrence outcome learning, make a trouser pattern (Slack)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MEMBUAT KAITAN PADA BENDA JADI KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 1 BOJONEGORO WARDANI, LILIS
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diterapkannya model pembelajaran project based learning terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mebuat kaitan pada benda jadi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode pengumpulan data dengan observasi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Bojonegoro pada  ke-las X Tata Busana dengan jumlah 29 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuan-titatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran project based learning pada siklus I dan II masing memperoleh rata-rata hasil 82,6% dan 90,9%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh hasil 85,6% dan pada siklus II memperoleh hasil 89,7%. Hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 75,5 dan pada siklus II memperoleh nilai tara-rata 85. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I mendapatkan hasil 58,6% dan pada siklus II mendapatkan hasil 93%. Temuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja guru, me-ningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa.   Kata kunci: Model pembelajaran project based learning, hasil belajar siswa, kompetensi membuat kaitan pada benda jadi.     Abstract   The aim of this research was to know effects of the implementation project based learning model toward learning activities and student learning achievement on basic competence of making crochet on finished object. Type of this research was Classroom Action Research. Data collecting method was observation. This research conducted in SMK Negeri 1 Bojonegoro on grade X Fashion Design with 29 students. Data analysis was using descriptive quantitative. The result shows that teacher activities by the implementation of project based learning model at cycle I and II obtained mean respectively 82.6% and 90.9%. Student activity at cycle I obtained result 85.6% and at cycle II obtained result 89.7%. Student learning achievement at cycle I obtained mean score 75.5 and at cycle II obtained mean score 85. The completeness of student learning achievement at cycle I obtained result 58.6% and at cycle II obtained result 93%. The finding of this research are improves teacher performance, improves student learning achievement and completeness.   Keywords:             project based learning model, student learning achievement, competence of making crochet on finished object
PENGARUH JUMLAH HELAIAN LUNGSIN, PAKAN DAN TEKNIK POLOS, SOUMAK TERHADAP HASIL JADI TENUN TAPESTRY BENANG NYLON PADA WALL HANGING EKA AMALIA, YULITA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tapestry merupakan teknik membuat kerajinan tekstil dengan menenun benang, serat dan bahan lain. Di antara teknik tapestry tersebut dapat diterapkan pada pembuatan wall hanging. Tujuan penelitian ini adalah: (a) mengetahui hasil jadi tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging menggunakan helaian benang lungsin pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 (b) mengetahui pengaruh jumlah helaian lungsin, pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 dan teknik polos, soumak terhadap hasil jadi tenun tapestry benang nylon pada wall hanging (c) mengetahui tenun tapestry teknik polos dan soumak terbaik menggunakan benang nylon pada helaian benang lungsin pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 pada wall hanging. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan metode pangumpulan data observasi berupa checklist (√) pada 30 responden yang memiliki pengetahuan di bidang tata busana. Teknik analisis data yang digunakan anava ganda ditinjau dari aspek ketepatan teknik tapestry, kerapian (detail) dan kesesuaian desain. Hasil analisis data diperoleh dari hasil jadi tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging ditinjau dari setiap aspek, yaitu ketepatan teknik tapestry helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,33 dan teknik soumak skor mean 3,22 keduanya memiliki kategori sangat baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,90 dan teknik soumak skor mean 2,84, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:6 teknik polos skor mean 2,73 dan teknik soumak skor mean 2,65, keduanya memiliki kategori baik. Aspek kerapian (detail) helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,35 dan teknik soumak skor mean 3,28 keduanya memiliki kategori sangat baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,95 dan teknik soumak skor mean 2,96, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:6 teknik polos skor mean 2,73 dan teknik soumak skor mean 2,71, keduanya memiliki kategori baik. Aspek kesesuaian desain helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,13 dan teknik soumak skor mean 3,18 keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,74 dan teknik soumak skor mean 2,88, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 2,61 dan teknik soumak skor mean 2,58, keduanya memiliki kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh teknik polos dan soumak terhadap hasil jadi tenun tapestry benang nylon pada wall hanging dan ada pengaruh jumlah helaian lungsin pakan antara 2:2, 2:4 atau 2:6 tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging ditinjau dari aspek ketepatan teknik tapestry, kerapian (detail) dan kesesuaian desain, dan hasil jadi yang paling baik ialah helaian lungsin pakan 2:2.   Kata kunci: Tapestry, nylon, teknik polos dan soumak, helaian lungsin dan pakan, wall hanging.   Abstract   Tapestry is technique for making textile scrafts by weaving yarns, fiber and other materials, one of technique is applied for wall hanging. The purpose of this research such as: (a) finding out the product of tapestry weaving nylon yarn for wall hanging uses the weft warp yarn among 2:2; 2:4; or 2:6 (b) finding out the influence of weft warp strands quantity among 2:2; 2:4; or 2:6 and plain soumak technique are to the product tapestry weaving nylon yarn on wall hanging (c) to find out tapestry weaving plain technique and soumak are the best using nylon yarn to strands weft warp yarn among 2:2; 2:4; or 2:6 on wall hanging. The type of this research is experimental by observation of data collecion method a checklist to the 30 respondents who have knowledge of clothing. Data analysis technique which used doble anava is reviewed from the aspect of tapestry technique agreement, nicety and suitability of design. The result of data analysis is obtained from the product of tapestry weaving plain and soumak technique nylon yarn on wall hanging are reviewed from each aspect. The precision of tapestry technique weft warp strands 2:2 plain technique is scores mean 3,33 and soumak technique is scores 3,22 , both of them have the best categories. The waft warp strands 2:4 plain technique is scores mean 2,90 and soumak technique is scores mean 2,84. Both of them have good categories. The weft warp strands 2:6 plain technique is scores mean 2:73 and soumak technique is scores mean 2,65, both of them have good categories too. Nicety aspect (detail) the weft warp strands 2:2 plain technique is scores mean 3,55 and soumak technique is scores 3,28, both of them have the best categories. Weft warp strands 2:4 plain technique is scores mean 2,95 amd soumak technique is scores mean 2,96 , both of them have good categories. The weft warp strands 2:6 plain technique is scores mean 2,73 . and soumak technique scores mean 2,71, so both of them have good categories. Suitability aspect of the weft warp strands design 2:2  plain technique is scores mean 3,13 and soumak technique is scores mean 3,18, both of them have good categories. The weft wrap strands 2:4 plain technique is scores mean 2,79 and soumak technique is scores mean 2,88, both of them have good categories. The weft warp strands 2:2 plain technique is scores 2,61 and soumak technique is scores mean 2,58, both of them have good categories. It can conclude that there isn’t effect plain technique and soumak technique on the product  of heaving tapestry nylon yarn on wall hanging, and there is the effect of the weft warp strands quantity among 2:2; 2:4; or 2:6, tapestry weaving plain technique and nylon yarn soumak technique in wall hanging are reviewed from suitability tapestry technique nicety (detail) and suitability design and the best product is weft warp strands 2:2.   Keyword: Tapestry, nylon, plain technique and soumak technique, warp strands and weft, wall hanging.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KOMPETENSI DASAR MEMBUAT POLA LENGAN SECARA KONSTRUKSI SISWA KELAS X TATA BUSANA 4 SMK NEGERI 6 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 HUSNA, ASMAUL
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MINAT KONSUMEN TERHADAP PRODUK BORDIR DI INDAH BORDIR SIDOARJO ARDINI, INDA
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Indah Bordir merupakan butik busana muslim yang lengkap. Dengan membuat berbagai macam busana yang di butuhkan konsumen, produk Indah Bordir selalu ter up to date untuk itu konsumen lebih tertarik membeli produk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, subyek penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk Indah Bordir. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus presentase kemudian dideskriptifkan. Minat konsumen terhadap Indah Bordir dapat disimpulkan jika ditinjau dari segi mutu dan pelayanan adalah promosi produk melalui media sosial dan pelayanan ramah dan berpakain rapi. Harga jual produk sesuai dengan kualitas produk. Dan minat konsumen jika ditinjau dari segi kualitas desain busana muslim dan kebaya pada produk selalu up to date dan sesuai dengan trend. selalu menjadi pilihan konsumen di-bandingkan produk lain. Upaya Indah Bordir menarik konsumen dengan cara memanfaatkan media sosial dan ter up to date sesuai trend mode dalam desain dan motif pada produknya, secara efektif sebagai daya jual yang dapat memikat konsumen.   Kata Kunci: Minat konsumen, produk bordir di indah bordir Sidoarjo.     Abstract   Indah Bordir is a complete Muslim fashion boutiques. By making various kinds of clothing that consumer needs.Indah Bordir products are always up to date, therefore consumers are more interested in buying their product. This research is a quantitative descriptive research. The object of this research are consumers who purchase in Indah Bordir products. The method of data collection is using questionnaires and collected data were analyzed using the percentage formula and then descriptive. Consumer intereststo Indah Bordir can be concluded from the aspect of quality and service are product promotions through social media and service is very friendly and well-dressed and the price of the product is in accordance with the quality of the product. Furthermore, consumer interests in terms of quality of the product of Moslem  fashion designs and kebaya is always up to date and accordance with the trend, as well as consumer choices compared to other products. The wonderfull effort of embroidery attacts consumers by utilizing social media and up to date according to fashion trends in design and motifs on its products, effectively as a selling power that can lure consumers.   Keyword: Consumer interest, Emboroidered products in indah bordir Sidoarjo.
PENGARUH JENIS MORDAN DAN TEKNIK MORDANTING TERHADAP HASIL JADI BATIK DENGAN PEWARNAAN ALAMI TANAH MERAH TUBAN maulidya, rohma
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Batik merupakan salah satu kekayaan seni warisan budaya masa lampau. Pembuatan batik dapat menggunakan pewarna sintetis maupun pewarna alami. Pewarna alami pewarna yang berasal dari alam seperti hewan dan tanaman, selama ini pewarna alami yang berasal dari tumbuhan sudah banyak digunakan dalam hal ini penelitian mengangkat tanah laterit atau disebut juga dengan tanah merah, untuk menambah jumlah ketersediaan dan jenis pewarna alam yang dapat digunakan sebagai zat pewarna alam tekstil. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan batik dengan pewarna alami tanah merah Tuban pada jenis mordan dan teknik mordanting (2) Untuk mengetahui pengaruh jenis dan teknik mordanting terhadap hasil jadi pewarnaan batik dengan pewarna alami tanah merah tuban (3) Untuk mengetahui hasil jadi terbaik dari jenis dan teknik mordan yang berbeda pada perwanaan alami tanah merah Tuban. Metode penelitian ini adalah eksperimen. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen pengamatan pengaruh jenis mordan asam cuka, tawas, soda abu dan teknik mordanting terhadap hasil jadi batik dengan pewarnaan alami  tanah merah Tuban yang meliputi kejelasan motif, ketajaman warna, kerataan warna dan penyerapan warna. Kemudian diamati oleh 2 observer dosen tata busana dan 23 observer semi ahli (mahasiswa Tata Busana) yang telah menempuh mata kuliah penyempurnaan tekstil dan desain tekstil. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan anava ganda dan uji Duncan. Hasil analisis menunjukan (1) hasil jadi pewarnaan pada aspek kejelasan motif hasil jadi terbaik pada interaksi asam cuka-simultan dengan nilai mean 3,68, pada aspek kerataan warna hasil jadi terbaik pada interaksi soda abu-after dengan nilai mean 3,24, pada aspek ketajaman warna hail jadi terbaik pada interaksi soda abu –akhir dengan nilai mean 3,40, pada aspek penyerapan warna hasil jadi terbaik pada interaksi  soda abu-after dengan nilai mean 3,48. (2) ada pengaruh yang signifikan pada aspek kejelasan motif; kerataan warna, ketajaman warna, aspek penyerapan warna masing-masing mendapatkan nilai yang signifikan pada P=0,000 yang artinya Ha diterima. (3) berdasarkan rata-rata mean tertinggi terdapat pada jenis mordan asam cuka dengan teknik mordanting simultan.   Kata kunci: Jenis mordan, teknik mordanting, hasil jadi batik, tanah merah.     Abstract   Batik is an art heritage from the past culture. The manufacturing of batik may use synthetic dye or natural dye. Natural dye made from nature like animal or plant. Along this time, natural dye which made of plant is often used. This research take laterit soil or named red soil in order to add the availability and type of natural dye that can be used as textile natural dyeing. The aims of this research were (1) determine the outcome of batik dyeing by using natural dye of Tuban red soil on type and technique of mordanting, (2) determine the effect of type and technique of mordanting toward the outcome of batik dyeing by using natural dye of Tuban red soil, and (3) determine the best outcome of different type and technique of mordanting on natural dyeing of Tuban red soil. Method of this research was experimental. Data collected by using observation instrument for the effect of mordant type acetate acid, alum, soda ash and mordanting technique toward the outcome of batik by using natural dye of Tuban red soil including motif clarity, color sharpness, color homogeneity, and color absorption. Batik were produced then observed by 2 expert observers (Fashion Design lecturers) and 23 semi-expert observers (Fashion Design college student) were passed lecture of Perfecting Textile and Textile Design. Data analysis in this research is using two way anava and Duncan test. Analysis result shows (1) the best outcome of dyeing on aspect of motif clarity was on interaction of vinegar acid-simultaneous mordanting with mean score 3.68, the best color homogeneity was on interaction of ash soda-post mordanting with mean score 3.24, the best color sharpness was on interaction of ash soda-post mordanting with mean score 3.40, the best color absorption was on interaction of soda ash-post mordanting with mean score 3.48. (2) There are significant effects on aspect of motif clarity, color homogeneity, color sharpness, and color absorption that respectively obtained significant score at p=0.000 which mean Ha is accepted. (3) Based on higher mean average, the best mordant type is vinegar acid with simultaneous mordanting technique.   Keywords: Mordant type, mordanting technique, batik outcome, red soil
 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING (IBI) PADA MATA PELAJARAN MEMBUAT BUSANA COSTUM MODE KELAS X WIRAUSAHA TATA BUSANA DI SMK NEGERI 1 BUDURAN   Setiyo Arini, Dwi
Jurnal Tata Busana Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui keterlaksanaan penerapan model pembelajaran inkuiri, 2) mengetahui hasil belajar siswa pada ranah afektif dan psikomotor. Jenis penelitian ini adalah Penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi dan tes unjuk kerja. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Buduran pada kelas X Wirausaha Tata Busana dengan jumlah 35 siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri dapat terlaksana dan berjalan dengan baik sesuai dengan sintaks, 2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada ranah afektif dan psikomotor pada mata pelajaran busana costum made. Temuan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran inkuiri meningkatkan sikap afektif siswa terutama pada sikap percaya diri dan kerjasama.   Kata kunci:   Model pembelajaran inquiry based learning, hasil belajar siswa, pembuatan busana costum made.   Abstract   The aim of this research are 1) to know whether the inquiry method are working and 2) to find out the student’s result of the study in affective and psychomotor sector. This research use descriptive as it design. In collecting the data, the researcher used observation and practice test. The researcher conduct at X grade entrepreneurship Fashion Design of SMK Negeri 1 Buduran with amount of 35 students. The data analysis used by the researcher is the percentage of descriptive quantitative. The result of the research proved that 1) inquiry method is working well based on the syntax, and 2) there is a progress of student’s result in affective an psychomotor sector at clothing Costume Made subject. The research finding showed that the implementation of inquiry method increase the student’s affective sector especially in critical thinking skill and teamwork.   Keywords:             Inquiry based learning model, student learning achievement, making clothing costume made

Page 7 of 18 | Total Record : 174