cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Boga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 22 Documents clear
PENGARUH SUBTITUSI SARI NANAS ( ANANAS COSMOSUS) DAN PROPORSI PEKTIN, GELATIN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY WAHYU PRASETYO ATMAJI, R.
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

permen Jelly adalah permen yang bertekstur lunak, yang diproses dengan komponen hidrokolid dengan penambahan pektin, gelatin, glukosa dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh subtitusi sari nanas dan proporsi pektin, gelatin terhadap sifat organoleptik permen jelly, 2) pengaruh proporsi pektin, gelatin terhadap sifat organoleptik permen jelly, 3) pengaruh interaksi subtitusi sari nanas dan proporsi pektin, gelatin terhadap sifat organoleptik permen jelly, 4) kandungan gizi yaitu gizi serat, karbohidrat, kadar air, dan kalori Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 3x2 dimana variabel bebas adalah subtitusi sari nanas : proporsi pektin, gelatin. Sari nanas 25% : proporsi pektin 50%, gelatin 50%. Sari nanas 50% : proporsi pektin 50%, gelatin 50%. Sari nanas 75% : proporsi pektin 50%, gelatin 50%. Sari nanas 25% : proporsi pektin 75%, gelatin 25%. Sari nanas 50% : proporsi pektin 75%, gelatin 25%. Sari nanas 75% : proporsi pektin 75%, gelatin 25%. Variabel terikat pada penelitian ini warna, aroma, rasa kekenyalan, dan tingkat kesukaan. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi dengan cara uji organoleptik yang dilakukan oleh 10 panelis terlatih dan 20 panelis semi terlatih. Analisis data dari menggunakan uji anava ganda dan uji lanjut Duncan. Hasil terbaik permen jelly nanas selanjutnya dilakukan uji lab. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) subtitusi sari nanas berpengaruh terhadap sifat organnoleptik permen jelly yang meliputi warna, aroma, rasa, kekenyalan, dan tingkat kesukaan. 2) proporsi pektin, gelatin berpengaruh tehadap sifat organoleptik permen jelly nanas yang meliputi warna, kekenyalan, tingkat kesukaan. Namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan rasa.3) interaksi subtitusi sari nanas dan proporsi pectin, gelatin berpengaruh terhadap warna, kekenyalan, tingkat kesukaan. Namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan rasa. 4) kandungan gizi permen jelly nanas terbaik dari hasil penelitian subtitusi sari nanas 75% dengan proporsi pektin 50%, gelatin 50%. Dengan koposisi gizi yaitu serat 3,01%, karbohidrat 73,16%, air 23,80%, kalori 305,8 Kal/100 g. Kunci: Permen Jelly, Sari Nanas, Proporsi Pektin, Gelatin.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN PENCUCIAN DAN PENYIMPANAN PERALATAN DI SMKN 2 JOMBANG IRAWANTO, TRIMA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran Guided Inquiry adalah model pembelajaran yang mengedepankan penyelidikan secara sistematis yang dilakukan siswa untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dengan mencari jawaban sendiri. Model Pembelajaran Guided Inquiry adalah model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik yang direkomendasikan oleh kurikulum 2013 yang diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di SMKN 2 Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang: (1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry kompetensi pada pembelajaran KD Menerapkan Pencucian dan Penyimpanan Peralatan di SMKN 2 Jombang; (2) pengaruh penerapan model pembelajaran Guided Inquiry terhadap hasil belajar kompetensi dasar Menerapkan Pencucian dan Penyimpanan Peralatan siswa SMKN 2 Jombang; dan (3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Guided Inquiry pada pembelajaran KD Menerapkan Pencucian dan Penyimpanan Peralatan di SMKN 2 Jombang. Jenis Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain ?two group pretest-posttest design?. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X JB 1 Program Keahlian Jasa Boga di SMK Negeri 2 Jombang. Kelas ini dipilih untuk mewakili kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol adalah kelas X JB 4 Keahlian Jasa Boga. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, metode test dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan Skala Guttman, dan Uji statistik Independent T Test dan Skala Likert. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan model pembelajaran Guided Inquiry memperoleh rata-rata presentasi 100% (sangat baik); (2) hasil belajar kognitif siswa kelas X JB 1 SMKN 2 Jombang pada kelompok eksperimen mendapatkan rata-rata nilai 82,32 yang secara signifikan lebih tinggi dari kelompok kontrol yang mendapat rata-rata nilai sebesar 72,5, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh yang siginifikan penggunaan Model Pembelajaran Guided Inquiry;dan (3) penggunaan model pembelajaran Guided Inquiry mendapatkan respon siswa sebesar 95,43 % yang termasuk sangat baik. Kata kunci: Guided Inquiry, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, respon siswa
PENGARUH POLA ASUH MAKAN IBU PADA STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH , FATMAWATI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh makan ibu adalah praktik-praktik pengasuhan yang diterapkan ibu kepada anaknya, meliputi cara dan sikap ibu dalam menyediakan makanan yang berdampak pada status gizi anak prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pola asuh makan ibu; (2)Status gizi anak prasekolah; (3)Pengaruh pola asuh makan ibu pada status gizi anak prasekolah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Expost Facto dilakukan melalui pengambilan sample berjumlah 65 ibu yang memiliki anak usia prasekolah, dengan menggunakan metode stratified random Sampling. Sedangkan instrument penelitian menggunakan kuisioner berupa angket tertutup dan dokumentasi, yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Pola asuh makan ibu dinyatakan baik; (2)Status gizi anak prasekolah dinyatakan normal; (3)Adapun pengaruh pola asuh makan ibu pada status gizi dinyatakan berpengaruh karena pola asuh makan dan pengetahuan gizi ibu sama-sama memiliki peran terhadap status gizi anak prasekolah dengan kata lain pengetahuan gizi yang baik tanpa dibarengi pola asuh makan secara maksimal tidak akan menghasilkan status gizi baik pada anak usia prasekolah. Penelitian ini mengindikasikan bahwa selain dipengaruhi oleh individu anak, ibu dan keluarga, lingkungan sekolah juga ikut berperan dalam menentukan status gizi anak prasekolah. Kata kunci: Pola asuh makan, Status gizi, Prasekolah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KOMPETENSI DASAR TEKNIK PENGOLAHAN MAKANAN KELAS X JASA BOGA SMK NEGERI 2 JOMBANG WIDYATAMI, NORMASITA; PURWIDIANI, NIKEN
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) aktivitas guru dalam pembelajaran; 2) aktivitas,siswa selama. proses. pembelajaran; 3) hasil belajar.siswa terhadap penerapan model. pembelajarann kooperatif tipe make a match padaa kompetensi dasar teknik pengolahan makanan; dan 4) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran. Penilitian ini termasuk penelitian pre experimen design dengan desain penelitian one shot case study, dengan responden guru dan siswa kelas X Jasa Boga berjumlah 33 siswa. Teknik pengambilan data dengann tes tulis, angket respon siswa, dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan, lembar aktivitas guru dan aktivitas siswa, penilaian sikap dan tes tulis, lembar angket respon siswa terhadap model pembelajarann kooperatif tipe make a match. Hasil penelitian diketahui: 1) aktivitas guru dalam pembelajaran mencapai rata-rata skor 4,6 (sangat baik); 2) aktivitas siswa dalam pembelajaran mencapai rata-rata skor 3,55 (kategori baik); 3) hasil belajar siswa pada penilaian sikap spiritual mencapai rata-rata skor 3,51 (sangat baik), penilaian sikap sosial mencapai rata-rata skor 3,71 (sangat baik), penilaiann tes hasil belajar dengan ketuntasan mencapai 86,6. Hasil belajar siswa menunjukan sangat baik. dengan kentuntasan 100%; dan 4) respon siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan siswaa menjawab ?ya? mencapai 98%. Kesimpulan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada kompetensi dasar teknik pengolahan makanan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Make A Match, Hasil Belajar, Teknik Pengolahan Makanan.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PERANGKAT PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MTSN 1 SUMENEP AZKA DALILA, AIMEE; HANDAJANI, SRI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan sebagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, disamping sikap dan perbuatan untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MTsN 1 Sumenep, menggunakan perangkat buku saku dan poster serta instrumen penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivitasan dan keterlaksanaan penyuluhan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang dapat diaplikasikan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII, berjumlah 33 orang. Data dikumpulkan dengan teknik tes berupa tes tulis (pretest-posttest), non tes berupa angket dan observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis Uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keefektivitasan penyuluhan dilihat dari hasil pretest-posttest pengetahuan dan pre-post skala sikap mengalami peningkatan yang signifikan dan 2) Keterlaksanaan penyuluhan dilihat dari minat peserta penyuluhan dan observasi kegiatan penyuluhan dengan kategori penerimaan yang sangat baik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan perangkat penyuluhan PHBS di MTsN 1 Sumenep berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terkait materi penyuluhan. Peanekaragaman perangkat penyuluhan interaktif disarankan agar dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta penyuluhan. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Perangkat Penyuluhan, Pengetahuan dan Sikap
PENGARUH PROPORSI TEPUNG DAN PROPORSI CAIRAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE KEMBANG GOYANG TAUHIDIYAH, LINDA; ISMAWATI, RITA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue kembang goyang merupakan camilan tradisional berbentuk bunga dengan teknik deep frying yang bisa dikonsumsi oleh semua masyarakat. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) mengetahui pengaruh proporsi tepung, mengetahui pengaruh proporsi cairan, dan mengetahui pengaruh interaksi proporsi tepung dan proporsi cairan yang meliputi: bentuk, warna, aroma, kerenyahan, rasa, dan tingkat kesukaan. (2) mengetahui kandungan gizi kue kembang goyang produk terbaik. (3) serta mengetahui harga jual. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi terhadap sifat organoleptik dengan 9 sampel yang dilakukan oleh 30 panelis, yang terdiri dari 10 panelis terlatih (dosen) dan 20 panelis semi terlatih (mahasiswa). Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis anava ganda (two way anava). Selanjutnya dilakukan uji kandungan gizi dari produk yang terbaik untuk mengetahui energi, karbohidrat, protein, lemak, zat besi, fosfor, dan kalsium, serta dilakukan perhitungan harga jual. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Proporsi tepung berpengaruh terhadap bentuk dan kerenyahan tetapi tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan; Proporsi cairan berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan tetapi tidak berpengaruh terhadap bentuk dan kerenyahan; Interaksi proporsi tepung dan proporsi cairan tidak berpengaruh terhadap sifat organoleptik kue kembang goyang, meliputi: bentuk, warna, aroma, kerenyahan, rasa, dan tingkat kesukaan. 2) Produk terbaik adalah produk X1Y1 dengan proporsi tepung 1 : 1 : 1 dan proporsi cairan 6 : 1 per 100 g mengandung energi 385,2 kkal, karbohidrat 38,4 g, protein 4,6 g, lemak 2,48 gram, zat besi (Fe) 3,62 mg, fosfor (P) 159,6 mg, dan kalsium (Ca) 21,5 mg; 5) Harga jual kue kembang goyang per 50 g adalah Rp 8.600,00.Kata kunci : kue kembang goyang, proporsi tepung, proporsi cairan, sifat organoleptik.
ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK CAMILAN IKAN SUNDUK (HEMIRAMPHIDAE) PRODUKSI UKM “SUGIYONO” DI BRONDONG-LAMONGAN FEBRIYANTI, FIFI; DEWI SOEYONO, RAHAYU
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Camilan bergizi ini merupakan camilan ringan yang terbuat dari ikan sunduk yang digoreng dengan minyak banyak (deep frying) yang diberi berbagai bumbu untuk meningkatkan kualitas cita rasa ikan sunduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kandungan proksimat dan kandungan asam lemak camilan ikan sunduk (Hemiramphidae) Produksi UKM ?Sugiyono? Di Brondong-Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Brondong, Lamongan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2018. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan uji laboratorium. Analisis data kualitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, kemudian dilanjut dengan proses penarikan kesimpulan. Hasil kandungan proksimat menunjukkan bahwa karbohidrat sebesar 49.17%, protein sebesar 42.90%, lemak sebesar 4.48%, air sebesar 1.02%, dan abu sebesar 2.41%. Hasil kandungan asam lemak menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 sebesar 0,27%, asam lemak omega 6 sebesar 1,45%, dan asam lemak omega 9 sebesar 11,96%. Kata kunci : Camilan ikan sunduk, analisis kandungan proksimat, asam lemak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL JAWA TIMUR PADA REMAJA DI KELURAHAN PAKIS SURABAYA KURNIA SARI, DESI; WAHINI, MEDA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pola konsumsi makanan tradisional Jawa Timur ialah informasi tentang jenis dan jumlah makanan tradisional yang dikonsumsi remaja khususnya di Surabaya Jawa Timur. Pada riset ini adalah pola konsumsi yang terdiri dari makanan utama, kudapan dan minuman. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pola konsumsi makanan tradisional pada remaja; 2) mengetahui faktor yang berpengaruh pada pola konsumsi makanan tradisional remaja. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah ex post facto. Populasi penelitian ialah keluarga dengan kriteria anak remaja usia 16-18 tahun, berjumlah 79 kepala keluarga. Data diperoleh melalui bantuan kuisioner dan wawancara langsung. Analisis data menggunakan univariate untuk menjabarkan karakteristik remaja, ibu, status ekonomi sosial keluarga; pola konsumsi tradisional remaja digunakan metode food frequency; untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pola konsumsi makanan tradisional Jawa Timur pada remaja menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pola konsumsi makanan tradisional Jawa Timur dinilai cukup baik pada sebagaian remaja, dibuktikan dengan frekuensi konsumsi 1-3 kali konsumsi dalam seminggu; 2) Faktor yang berpengaruh adalah usia remaja, pengetahuan gizi, sikap persepsi, tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pola asuh makan dan lingkungan sosial budaya berpengaruh pada pola konsumsi makanan tradisional jawa timur pada remaja. Penelitian ini mengindikasikan bahwa selain keterlibatan ibu di dalam keluarga, lingkungan juga ikut berperan dalam membentuk pola konsumsi makanan pada remaja terutama dalam hal makanan tradisional. Kata kunci: pola konsumsi , makanan tradisional, remaja
PROPORSI BUAH BELIMBING WULUH (AVEREHOA BELIMBI)- PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT ORGANOLAPTIK SELAI LEMBARAN INSANURJANAH, MIFTAKUL; SUTIADININGSIH, ANY
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi belimbing wuluh dan pepaya terhadap sifat organoleptik selai lembaran, mengetahui kandungan gizi hasil jadi produk selai lembaran terbaik yang meliputi kandungan (karboidrat, vitamin A, vitamin C, serat) dan kadar air. Penelitihan dilakukan dengan cara eksperimen, menggunakan desain penelitihan 3x3, memiliki variabel bebas adalah proporsi bubur buah belimbing wuluh dan bubur buah papaya dengan perbandingan (40%:60%, 50%:50%, 60%:40%) serta suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C). Variabel selai lembaran terikat adalah warna, aroma, rasa, tekstur, dan kelenturan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi melalui uji organoleptik yang meliputi: tekstur, warna, aroma, rasa, kelenturan dan tingkat kesukaan. Pengolahan data dianalisis dengan menggunakan uji anova ganda dengan uji lanjut Duncan. Produk selai lembaran belimbing wuluh pepaya terbaik selanjutnya di uji kandungan gizinya meliputi kandungan (karboidrat, vitamin A, vitamin C) serat, dan kadar air dilakukan di laboratorium Balai Penelitian dan Konsultasi Industri Surabaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ; 1) Proporsi bubur belimbing dan bubur pepaya berpengaruh terhadap sifat selai lembaran tekstur, warna, aroma, kelenturan dan kesukaan, tetapi tidak berpengaruh terhadap rasa selai lembaran. 2) suhu pengeringan berpengaruh terhadap sifat organolaptik tekstur, warna, aroma, rasa, kelenturan dan kesukaan selai lembaran. 3) Interaksi proporsi bubur belimbing dan bubur papaya dan suhu pengeringan berpengaruh terahadap sifat organolaptik meliputi tekstur, warna, aroma, rasa, kelenturan dan kesukaan selai lembaran; 4) Hasil jadi selai lembaran belimbing wuluh dan papaya terbaik yaitu produk dengan proporsi 40%+60% dan Suhu pengeringan 40oC. Hasil uji kimia pada selai lembaran belimbing wuluh dan papaya diperoleh karboidrat 48,61%, vitamin A 135,8 mg, vitamin C 152,5 mg, Serat 8,42%, Kadar air 12,75%. Selai lembaran belimbing wuluh dan pepaya dapat diterima juga praktis untuk dikonsumsi. Kata kunci : selai lembaran, belimbing wuluh, pepaya, suhu pengeringan, bubur buah
PENGARUH PROPORSI TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG KACANG MERAH TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SERTA KANDUNGAN GIZI BROWNIES KUKUS ROSA RADITA KASIH, DEWI; PURWIDIANI, NIKEN
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBrownies kukus tepung jagung dan tepung kacang merah dimasak dengan cara dikukus. Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) pengaruh proporsi tepung jagung dan tepung kacang merah terhadap sifat organoleptik yang meliputi warna, tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan brownies kukus, dan 2) kandungan gizi brownies kukus hasil uji organoleptik terbaik meliputi karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan serat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan perlakuan proporsi tepung jagung dan tepung kacang merah yaitu: (1:1), (3:2), (7:3), dan (4:1). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi 30 panelis. Analisis data menggunakan statistik uji Anova tunggal (One Way Anova) dengan program SPSS dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Uji kandungan gizi meliputi karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan serat. Penelitian menunjukkan: 1) proporsi tepung jagung dan tepung kacang merah berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik aroma, rasa, dan kesukaan brownies kukus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna, dan tekstur, dan 2) brownies kukus terbaik yaitu formula J4K1 dengan proporsi tepung jagung dan tepung kacang merah (4:1). Berdasarkan uji kimia pada produk terbaik kandungan gizi brownies kukus terdiri dari karbohidrat 55,08%, protein 7,81%, lemak 5,72%, kalsium 21,80 mg, fosfor 381,5 mg, dan serat 3,82%. Pada satu takaran saji brownies kukus seberat 34 g/potong dapat mensuplai gizi anak umur 7-9 tahun sebanyak : energi 5,84 % (108 kkal), karbohidrat 7,23% (18,36 g), protein 5,33% (2,61 g), lemak 2,66% (1,91 g), kalsium 0,77% (7,27 mg), fosfor 12,32% (123,17 mg), dan serat 4,93% (1,28 g). Kata Kunci : Brownies kukus, Tepung Jagung, dan Tepung Kacang Merah Abstract Steamed brownies of corn flour and red bean flour are cooked by steaming. The research aims to: 1) the effects of the proportion of corn flour and red bean flour on organoleptic properties including color, texture, aroma, taste and preference for steamed brownies, and 2) the nutritional content of steamed brownies from the best organoleptic tests including carbohydrates, proteins, fats, calcium, phosphorus, and fiber. This type of research is an experimental study with the treatment of the proportion of corn flour and red bean flour, namely: (1: 1), (3: 2), (7: 3), and (4: 1). Data collection techniques in this research were conducted by observing 30 panelists. Data analysis used single ANOVA (One Way Anova) test statistics with SPSS program and Duncan Multiple Range Test (DMRT) advanced test. Tests for nutrient content include carbohydrates, protein, fat, calcium, phosphorus, and fiber. The results: 1) the proportion of corn flour and red bean flour has a significant effect on the organoleptic properties of aroma, taste, and preference for steamed brownies, but does not significantly affect color, texture, and 2) the best steamed brownies, namely J4K1 formula with the proportion of corn flour and red bean flour ( 4: 1). Based on chemical tests on the best products the nutritional content of steamed brownies consisted of 55.08% carbohydrates, 7.81% protein, 5.72% fat, 21.80 mg calcium, 381.5 mg phosphorus, and 3.82% fiber. At one serving of steamed brownies weight 34 g / piece can supply the nutrition of children aged 7-9 years as much as: energy 5.84% (108 kcal), carbohydrates 7.23% (18.36 g), protein 5.33% ( 2.61 g), 2.66% fat (1.91 g), 0.77% calcium (7.27 mg), 12.32% phosphorus (123.17 mg), and 4.93% fiber (1 , 28 g). Keywords: Steamed Brownies, Corn Flour, and Red Bean Flour

Page 2 of 3 | Total Record : 22