cover
Contact Name
Adi Putra
Contact Email
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Phone
+6281389571123
Journal Mail Official
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Editorial Address
Gedung WTC Lantai V Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Mangentang
ISSN : 30892074     EISSN : 30892074     DOI : http//doi.org/10.63248
Core Subject :
Jurnal PkM Mangentang menerima artikel ilmiah berbasis kegiatan pengabdian kepada masyarakat (community engagement/service) yang mencakup, namun tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1). Pemberdayaan Ekonomi & Kesejahteraan Masyarakat: Pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, kewirausahaan berbasis komunitas, dan strategi peningkatan pendapatan masyarakat. 2). Pendidikan & Advokasi Hak Masyarakat: Peningkatan mutu pendidikan, literasi, pelatihan keterampilan, advokasi hukum/sosial, serta perlindungan hak-hak masyarakat dari ketidakadilan. 3). Kesehatan Masyarakat & Kualitas Hidup: Promosi kesehatan, edukasi gizi, kesehatan mental, sanitasi, dan peningkatan layanan kesehatan berbasis komunitas. 4). Sosial, Budaya, & Spritualitas: Penguatan nilai-nilai keagamaan/spiritualitas, kearifan lokal, resolusi konflik, dan integrasi sosial untuk mempererat ketahanan komunitas. 5). Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan: Pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, konservasi alam, mitigasi bencana, serta penerapan teknologi tepat guna untuk keberlanjutan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Injil sebagai Kekuatan Transformasi Sosial: Rekontekstualisasi Pelayanan Holistik Berbasis Keteladanan Pdt. Han Kyung Chik bagi Gereja dan Pendidikan Kristen di Indonesia Nehemia Nome
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.214

Abstract

Abstract This study is motivated by the tendency of church ministry to remain focused on liturgical activities while lacking tangible engagement with social realities. At the same time, the Gospel, as the core of Christian faith, is often understood primarily in terms of personal salvation rather than as a transformative social force. This condition reveals a gap between normative theology and practical ministry. Therefore, this study aims to examine the Gospel as an operational force for social transformation through the recontextualization of holistic ministry based on the exemplary model of Han Kyung Chik within the context of church and Christian education in Indonesia. This research employs a qualitative reflective-critical approach with an action research design, in which Community Service (PKM) serves as a space for implementation and testing of the proposed model. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis combined with theological reflection. The findings indicate that the Gospel possesses personal, communal, and structural dimensions that are capable of transforming both individuals and society. The recontextualization of the exemplary model results in a holistic ministry framework that is integrative, adaptive, and participatory. The implementation of this model through PKM demonstrates a clear integration of faith, action, and social impact, as evidenced by shifts in church paradigms, the internalization of Gospel values, and increased social awareness within the community. In conclusion, PKM proves to be an effective medium for the implementation of practical theology, bridging the gap between theological concepts and social reality. This study contributes to the development of a contextual and relevant holistic ministry model for church and Christian education in Indonesia. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan pelayanan gereja yang masih berfokus pada aktivitas liturgis dan kurang menyentuh realitas sosial masyarakat secara nyata. Di sisi lain, Injil sebagai inti iman Kristen sering kali dipahami hanya dalam kerangka keselamatan personal, tanpa diimplementasikan sebagai kekuatan transformasi sosial. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teologi normatif dan praktik pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Injil sebagai kekuatan transformasi sosial yang operasional melalui rekontekstualisasi pelayanan holistik berbasis keteladanan Han Kyung Chik dalam konteks gereja dan pendidikan Kristen di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif-kritis dengan desain action research, di mana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dijadikan sebagai ruang implementasi dan pengujian model. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan refleksi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Injil memiliki dimensi personal, komunal, dan struktural yang mampu mentransformasi individu dan masyarakat. Rekontekstualisasi keteladanan tokoh menghasilkan model pelayanan holistik yang integratif, adaptif, dan partisipatif. Implementasi model dalam PKM membuktikan adanya integrasi antara iman, tindakan, dan dampak sosial, yang terlihat melalui pergeseran paradigma gereja, internalisasi nilai Injil, serta meningkatnya kepedulian sosial masyarakat. Kesimpulannya, PKM terbukti efektif sebagai media implementasi teologi praktis yang mampu menjembatani antara konsep dan realitas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pelayanan holistik yang kontekstual dan relevan bagi gereja dan pendidikan Kristen di Indonesia.
Edukasi tentang Makna Panggilan dan Iman Bagi Peserta Didik SMK Negeri 7 Batam Refamati Gulo; Ramayani Nggadas; Jeppri Nainggolan; Deskin Kevin Demitri Walanda; Suliana; Martinus Lahagu; Angelia Manoppo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.216

Abstract

Abstract This Community Service Program aims to provide structured education on the meaning of calling and faith to students of SMK Negeri 7 Batam. Vocational education students generally focus more on mastering technical skills without engaging in reflective exploration of life meaning, moral values, and spiritual identity. Drawing upon studies in vocational psychology, character education, and adolescent development, this program integrates interactive seminars, guided reflection, and participatory discussions to help students understand career as a life calling rather than merely employment. The methods employed include reflective workshops, values clarification, and contextual approaches tailored to students’ developmental stages. The expected outcomes include increased clarity of life purpose, enhanced moral awareness, strengthened intrinsic motivation, and alignment between vocational competence and ethical responsibility. This program contributes to holistic education by integrating spiritual meaning with work readiness.  Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi terstruktur mengenai makna panggilan dan iman kepada peserta didik SMK Negeri 7 Batam. Peserta didik pendidikan vokasi umumnya lebih terfokus pada penguasaan keterampilan teknis tanpa pendalaman reflektif mengenai makna hidup, nilai moral, dan identitas spiritual. Berdasarkan kajian psikologi vokasional, pendidikan karakter, dan perkembangan remaja, program ini mengintegrasikan seminar interaktif, refleksi terpimpin, serta diskusi partisipatif untuk membantu peserta didik memahami karier sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan. Metode yang digunakan meliputi lokakarya reflektif, klarifikasi nilai, dan pendekatan kontekstual sesuai tahap perkembangan peserta didik. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya kejelasan tujuan hidup, kesadaran moral, motivasi intrinsik, serta keselarasan antara kompetensi vokasional dan tanggung jawab etis. Program ini berkontribusi pada pendidikan holistik dengan mengintegrasikan makna spiritual dan kesiapan kerja.
Efektivitas Pembatasan Penggunaan Gawai dan Keterbatasan Buku Paket Terhadap Proses Pembelajaran Siswa di SMTK Setia Mamuju, Sulawesi Barat Victor Baitanu; Rut Desinta Simatupang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.217

Abstract

Abstract: Education plays an important role in helping students develop knowledge, attitudes, and skills through a systematically designed learning process. However, in practice, the implementation of learning often faces limitations in supporting facilities. This research was carried out at SMTK Setia Mamuju to describe the learning process that takes place in conditions of restrictions on the use of gadgets and limited availability of package books. Schools implement a policy of restricting devices to maintain students' learning concentration, while the limitations of package books encourage teachers and students to adjust the learning strategies used. This research uses a descriptive qualitative approach with observation techniques of classroom learning activities, learning assistance, and brief interviews with teachers and students. The learning process is carried out face-to-face by utilizing simple learning resources, such as direct explanations from teachers, group discussions, and the use of concise teaching materials. The results of the study show that the restriction on the use of gadgets does not hinder the learning process if teachers are able to implement strategies that are in accordance with the student's conditions. Although the limitations of package books are still felt, students show increased focus, activeness, and better social interaction. These findings confirm that the educational process can still take place effectively despite the limitations of learning facilities. Abstrak: Pendidikan berperan penting dalam membantu siswa mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui proses pembelajaran yang dirancang secara sistematis. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan pembelajaran sering menghadapi keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini dilaksanakan di SMTK Setia Mamuju untuk menggambarkan proses pembelajaran yang berlangsung dalam kondisi pembatasan penggunaan gawai serta keterbatasan ketersediaan buku paket. Sekolah menerapkan kebijakan pembatasan gawai guna menjaga konsentrasi belajar siswa, sementara keterbatasan buku paket mendorong guru dan siswa untuk menyesuaikan strategi pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi kegiatan pembelajaran di kelas, pendampingan belajar, dan wawancara singkat dengan guru serta siswa. Proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dengan memanfaatkan sumber belajar sederhana, seperti penjelasan langsung dari guru, diskusi kelompok, dan penggunaan bahan ajar ringkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan penggunaan gawai tidak menghambat proses pembelajaran apabila guru mampu menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi siswa. Walaupun keterbatasan buku paket masih dirasakan, siswa menunjukkan peningkatan fokus, keaktifan, serta interaksi sosial yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa proses pendidikan tetap dapat berlangsung secara efektif meskipun berada dalam keterbatasan sarana pembelajaran.

Page 3 of 3 | Total Record : 23