cover
Contact Name
Adi Putra
Contact Email
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Phone
+6281389571123
Journal Mail Official
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Editorial Address
Gedung WTC Lantai V Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Mangentang
ISSN : 30892074     EISSN : 30892074     DOI : http//doi.org/10.63248
Core Subject :
Jurnal PkM Mangentang menerima artikel ilmiah berbasis kegiatan pengabdian kepada masyarakat (community engagement/service) yang mencakup, namun tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1). Pemberdayaan Ekonomi & Kesejahteraan Masyarakat: Pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, kewirausahaan berbasis komunitas, dan strategi peningkatan pendapatan masyarakat. 2). Pendidikan & Advokasi Hak Masyarakat: Peningkatan mutu pendidikan, literasi, pelatihan keterampilan, advokasi hukum/sosial, serta perlindungan hak-hak masyarakat dari ketidakadilan. 3). Kesehatan Masyarakat & Kualitas Hidup: Promosi kesehatan, edukasi gizi, kesehatan mental, sanitasi, dan peningkatan layanan kesehatan berbasis komunitas. 4). Sosial, Budaya, & Spritualitas: Penguatan nilai-nilai keagamaan/spiritualitas, kearifan lokal, resolusi konflik, dan integrasi sosial untuk mempererat ketahanan komunitas. 5). Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan: Pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, konservasi alam, mitigasi bencana, serta penerapan teknologi tepat guna untuk keberlanjutan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Penyuluhan/Pemberdayaan Pelayanan Diakonia Para Penatua se-HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB Jusen Boangmanalu; Esti Regina Boiliu; Elsudarma Susanti Helena; Samuel Siringo-ringo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 1 No. 1 (2024): MANGENTANG: November 2024
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v1i1.22

Abstract

Abstract Community Service Activities for the Christian Religious Education Masters Study Program in collaboration with HKBP XXVIII DEBOSKAB are activities in empowerment/extension with the theme “extension/empowerment of deacon services - elders throughout the HKBP XXVIII DEBOSKAB District.” and increase enthusiasm in carrying out Diakonia services. The method used in this activity is that the coaching is done by virtual means in the form of a webinar which is held once and attended by 180 participants consisting of pastors, elders, HKBP congregation, students and other invitees. The result of this activity is to produce servants, especially elders who can understand the calling and spirituality of ministry in the life of the congregation in helping the economic needs of the congregation.  Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Magister Pendidikan Agama Kristen yang bekerjasama dengan HKBP XXVIII DEBOSKAB adalah kegiatan dalam pemberdayaan/penyuluhan yang bertema “penyuluhan/pemberdayaan pelayanan diakoni - para penatua se-Distrik HKBP XXVIII DEBOSKAB.” Tujuan kegiatan PkM ini untuk meningkatan pemahaman tentang pelayanan Diakonia dan meningkatan semangat dalam menjalankan pelayanan Diakonia. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yakni dalam pembinaan dilakukan dengan cara virtual dalam bentuk webinar yang diadakan satu kali dan dihadiri oleh 180 peserta yang terdiri dari pendeta, penatua, jemaat HKBP, mahasiswa dan undangan lainnya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para pelayan khususna penatua yang dapat memahami panggilan dan spiritualitas pelayanan di tengah kehidupan jemaat dalam membantu kebutuhan ekonomi jemaat.
Edukasi Penanganan Child Merriage: Dampak Negatif Terhadap Pernikahan Usia 12-16 Tahun Di Asrama Pelajar Sosok Tirza Klaudia Kase; Refamati Gulo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 1 No. 1 (2024): MANGENTANG: November 2024
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v1i1.42

Abstract

Abstract Child marriage is a phenomenon that still occurs in many parts of the world, especially in rural areas. Early marriage has a negative impact on children's health, education and economy, with 11.21% of women marrying before 18 years old and 1.25% marrying at 12-16 years old. In West Kalimantan, early marriage at the age of 12-16 years results in low education and aspirations for children, prompting the Sanggau District Parliament to emphasize the importance of schooling for Dayak tribes. This research aims to educate the community and students in the Sosok dormitory about the negative impact of child marriage and find effective solutions to reduce the number of early marriages. Thus, minimizing the negative impact of early marriage for children aged 12-16 years. This research uses a qualitative method through in-depth interviews with students, parents, and community leaders in the Sosok Student Dormitory as well as through data collection conducted through observation and documentation. So the results of this study show that, the impact of marriage of children aged 12-16 years causes various problems such as school dropouts, health problems, and sustainable poverty. Through the results of this study, it can also increase public awareness and understanding of the importance of delaying marriage until a more mature age, as well as promoting the importance of education for children's future.    Abstrak Child marriage atau pernikahan dini adalah merupakan fenomena yang masih sering terjadi diberbagai belahan dunia secara khusus di wilayah pedalaman. Pernikahan dini berdampak negatif pada kesehatan, pendidikan, dan ekonomi anak, dengan 11,21% wanita menikah sebelum 18 tahun dan 1,25% menikah pada usia 12-16 tahun. Di Kalimantan Barat, pernikahan dini pada usia 12-16 tahun mengakibatkan rendahnya pendidikan dan cita-cita anak-anak, sehingga mendorong DPRD Kabupaten Sanggau untuk menekankan pentingnya sekolah bagi suku Dayak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar di asrama Sosok tentang dampak negatif pernikahan anak serta mencari solusi efektif untuk mengurangi angka pernikahan dini. Sehingga dapat, meminimalisir dampak negatif pernikahan dini bagi anak usia 12-16 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para pelajar orang tua, dan tokoh masyarakat di Asrama Pelajar Sosok serta melalui pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dampak pernikahan anak umur 12-16 tahun menyebabkan berbagai masalah seperti putus sekolah, gangguan kesehatan, dan kemiskinan berkelanjutan. Melalui hasil penelitian ini juga dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menunda pernikahan sampai usia yang lebih matang, serta mempromosikan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak.
Wanita Dalam Pelayanan Gerejawi: Usulan Bagi Gereja Kristen Setia Indonesia Sektor Karama Wilayah Sulawesi Barat Malik Bambangan; Midian Midian; Ayub Ayub; Gunawan Metusalah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 1 No. 1 (2024): MANGENTANG: November 2024
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v1i1.44

Abstract

Abstract: The role of women in the church cannot be separated from how they take part in society in general. This has become a polemic to date both in the church and society. Therefore, there needs to be research on this matter so that everything can go well for the progress of God's work on this earth. The purpose of this research is to present a Biblical perspective in examining women who have an important role in ecclesiastical ministry. This research was conducted at the Indonesian Faithful Christian Church (GKSI) in the Karama sector which is spread across three (3) villages, namely Batu Ma'kada village including GKSI Bosokan and GKSI Bau, Polio village including GKSI Ratte Pata', Karama village including GKSI Tambing-Tambing. These three villages are in Kalumpang sub-district, Mamuju district, West Sulawesi. Research activities were carried out through observations through interviews, coaching and seminars for women. As a result of this research, the role of women in the church is as Sunday School ministers, women's ministers, evangelism ministers, Bible study ministers and visiting ministers. So the conclusion of this research is that women and men essentially have the same position before God as creatures and are also equal in serving in the church as God's co-workers on this earth. Abstrak: Peranan wanita dalam gereja tidak lepas juga dari bagaimana berkiprah dalam masyarakat pada umumnya. Hal ini yang menjadi polemik sampai saat ini baik dalam gereja maupun masyarakat. Oleh sebab itu perlu ada penelitian tentang ha ini agar semuanya dapat berjalan dengan baik untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di bumi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan bagaimana pandangan perspektif Alkitab dalam mencermati tentang wanita yang memiliki peran penting dalam pelayanan gerejawi. Penelitian ini dilakukan di Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) sektor Karama yang tersebar di tiga (3) desa yakni desa Batu Ma’kada meliputi GKSI Bosokan dan GKSI Bau, desa Polio meliputi GKSI Ratte Pata’, desa Karama meliputi GKSI Tambing-Tambing. Ketiga desa ini berada di kecamatan Kalumpang kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan penelitian diadakan melalui pengamatan melalui wawancara, pembinaan serta seminar bagi kaum wanita. Sebagai hasil penelitian ini adalah peranan wanita dalam gereja sebagai pelayan Sekolah Minggu, pelayan kaum Wanita, pelayan penginjilan, pelayan pendalaman Alkitab dan pelayan perkunjungan. Jadi kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa wanita dan pria pada hakekatnya memiliki posisi yang sama di hadapan Tuhan sebagai ciptaan dan juga sama dalam pelayanan di gereja sebagai rekan sekerja Allah di bumi ini.
Penerapan Model Pembelajaran PAKEM Di Kelas V SD Baptis Manggar Natalia; Paulus Aseleo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 1 No. 1 (2024): MANGENTANG: November 2024
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v1i1.47

Abstract

Abstract The purpose of this article is to provide information about the application of the PAKEM learning model in class V of SD BAPTIST MANGGAR, which can be a reference for other teachers to create a class atmosphere that is not rigid and monotonous, and how educators can apply it. An Effective Learning Model The PAKEM learning method adopted is the CAR research method, namely discussion and practice which apart from providing material and improving one's own abilities also helps researchers to evaluate the results of the learning process carried out. go out. performance as a teacher. PAKEM is active, creative, effective and fun learning. It is hoped that students can feel what they are learning, increase students' enthusiasm and critical thinking, use time effectively, and create a fun learning atmosphere. From the results of the method used to support the application of the PAKEM learning model it was declared feasible to be used to improve the results of student learning initiatives, creativity, critical thinking, and student engagement with learning carried out in the classroom.  Abstrak Tujuan artikel ini adalah memberikan informasi tentang penerapan model pembelajaran PAKEM di kelas V SD BAPTIST MANGGAR, yang dapat menjadi acuan bagi guru lain untuk menciptakan suasana kelas yang tidak kaku dan monoton, serta bagaimana pendidik dapat menerapkannya. Model Pembelajaran yang Efektif Metode pembelajaran PAKEM yang dianut adalah metode penelitian PTK yaitu diskusi dan praktik yang selain memberikan materi dan meningkatkan kemampuan diri juga membantu peneliti untuk mengevaluasi hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan. keluar. kinerja sebagai guru. PAKEM adalah pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Diharapkan siswa dapat merasakan apa yang dipelajarinya, meningkatkan semangat dan berpikir kritis siswa, menggunakan waktu secara efektif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dari hasil metode yang digunakan untuk mendukung penerapan model pembelajaran PAKEM dinyatakan layak untuk digunakan lakukan untuk meningkatkan hasil Inisiatif belajar siswa, kreativitas, berpikir kritis, dan keterlibatan siswa dengan Pembelajaran dilakukan di dalam kelas.
Pembinaan Rohani Lintas-Usia di GPdI Jemaat Jamblang Cirebon Adi Putra; Yunus Selan; Sri Dwi Harti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 1 No. 1 (2024): MANGENTANG: November 2024
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v1i1.56

Abstract

Abstract Cross-age spiritual formation at GPdI Jamblang Cirebon is carried out to provide holistic and substantive spiritual formation. That is why the methods used are adapted to the age group, such as lecture methods, presentations, sermons and others. And as a result of this spiritual formation, it was concluded that guidance on the topic of Jesus' resurrection was very necessary because it could help the congregation stand strong in the struggle. Abstrak Pembinaan Rohani lintas usia di GPdI Jamblang Cirebon dilaksanakan untuk memberikan pembinaan rohani secara holistik dan substansi. Itulah sebabnya metode yang digunakan disesuaikan dengan kelompok usia seperti metode ceramah, presentase, khotbah dan lain-lain. Dan hasil dari pembinaan rohani ini diperoleh kesimpulan bahwa pembinaan dengan topik kebangkitan Yesus sangat perlu dilakukan karena dapat membantu jemaat kuat berdiri dalam pergumulan.
Pemberdayaan Pria dalam Keluarga dan Masyarakat Melalui Camp ‘Coram Deo’ − Pria Sejati Bandung (PSB) Wennar Wennar; Witono Witono; Darmawan Darmawan; Beny Antonius Roso; Rony Wenno; Senjaya Nagawiguna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 1 (2025): MANGENTANG: Mei 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i1.93

Abstract

Abstract The 47th Camp Pria Sejati Bandung (PSB) community service activity aimed to shape men's character based on holistic, relevant, and transformative Christian values within the context of family and society. The camp was conducted over two days and included a series of preparatory sessions, learning sessions, discipleship, and a 49-day follow-up devotional program in small groups. The methods employed included participatory, reflective, and educational approaches, with materials derived from Edwin Louis Cole’s book Maximized Manhood. A total of 32 participants were organized into small groups facilitated by nine trained facilitators. The activity resulted in personal transformation, deeper spiritual engagement, and renewed commitment to fulfilling roles as family leaders and community members. Challenges encountered included participants' diverse spiritual backgrounds and time commitment constraints; however, these were addressed effectively through relational and community-based strategies. Evaluation results indicated that the majority of participants demonstrated increased understanding of men's responsibilities in both domestic and social roles. This program has the potential to serve as a replicable model for men's empowerment rooted in spiritual values across various communities.  Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ‘Camp Pria Sejati Bandung’ (PSB) ke-47 bertujuan untuk membentuk karakter pria berdasarkan nilai-nilai Kristiani yang holistik, relevan, dan transformatif dalam konteks keluarga dan masyarakat. Camp ini diadakan selama dua hari dengan rangkaian pembekalan, sesi pembelajaran, pemuridan, dan follow-up berupa renungan berkelompok selama 49 hari. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, reflektif, dan edukatif dengan materi yang bersumber dari buku ‘Maximized Manhood’ karya Edwin Louis Cole. Sebanyak 32 peserta terlibat dalam kelompok kecil yang difasilitasi oleh 9 fasilitator. Kegiatan ini menghasilkan transformasi personal, keterlibatan rohani yang lebih dalam, dan komitmen baru dalam menjalankan peran sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat. Tantangan yang dihadapi meliputi latar belakang rohani yang beragam serta komitmen waktu peserta, namun berhasil diatasi melalui pendekatan relasional dan komunitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang tanggung jawab pria dalam peran domestik dan sosial. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan pria berbasis nilai rohani yang dapat direplikasi di berbagai komunitas lain.
Bimbingan Pendidikan Karakter Kepada Peserta Didik Kelas V Di SD Negeri 60 Padakng Simpudu Dalam Mengatasi Kemerosotan Karakter Kristiani Di Era Digital Yosia Belo; Ernawati Ernawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 1 (2025): MANGENTANG: Mei 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i1.98

Abstract

Abstract Character education is an effort to instill good habits so that students are able to behave and act based on the values that have become their personality. According to Triana, character education in the learning process is the introduction of values, facilitating the acquisition of awareness of the importance of values, and internalizing values into students' daily behavior through the learning process, both inside and outside the classroom. all subjects (Dr. Neni Triana, MA., 2021). In this digital era, especially school children, especially at SD Negeri 60 Padakng Simpudu, can easily use digital media. The development of the digital era and technology has a positive impact on students, but there are also negative impacts. The negative impact of technological developments has resulted in a decline in the Christian character of students. This is a task for educators, parents and adults in guiding and directing children so that they can adapt well to digital media, so that children are able to use digital media well. and able to produce positive things for his life.  Abstrak Pendidikan karakter merupakan suatu usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Menurut Triana Pendidikan karakter dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nlai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran (Dr. Neni Triana, MA., 2021). Di zaman serba digital ini terutama pada anak sekolah khususnya di SD Negeri 60 Padakng Simpudu dengan mudahnya menggunakan media digital. Perkembangan Era digital dan teknologi memiliki dampak yang positif bagi peserta didik, namun juga ada dampak negatif. Dampak negatif dari perkembangan teknologi mengakibatkan merosotnya karakter kristiani peserta didik, hal ini menjadi tugas tersendiri bagi tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dewasa dalam membimbing dan mengarahkan anak supaya mereka dapat beradaptasi dengan baik terhadap media digital, sehingga anak mampu menggunakan media digital dengan baik dan mampu menghasilkan hal-hal yang positif bagi hidupnya.
Pembinaan Dan Penyegaran Iman Bagi Jemaat Dewasa GPR Pandeglang Banten Adi Putra; Nofita Niat Hati Waruwu; Densi Nokas; Dhonarso Djelying Nifus; Jhon Firdaus; Leni Banja Oru
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 1 (2025): MANGENTANG: Mei 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i1.99

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide guidance and refreshment of faith for the adult congregation of the GPR Church in Pandeglang, Banten. The background to this activity is based on the need to strengthen the faith of adult congregations who face the challenges of modern life as well as social and spiritual dynamics. The implementation method includes interactive delivery of theological material, group discussions, and faith reflection activities packaged in short retreat sessions. The results of the activity showed that congregation participation was very enthusiastic and there was an increased understanding of Christian values ​​and stronger spiritual commitment. Apart from that, this activity also encourages the formation of a more solid and supportive community between congregations. It is hoped that this service can become a model of sustainable and contextual spiritual training for local churches in the Banten area.  Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan penyegaran iman bagi jemaat dewasa Gereja GPR di Pandeglang, Banten. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan akan penguatan iman jemaat dewasa yang menghadapi tantangan kehidupan modern serta dinamika sosial dan spiritual. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teologis secara interaktif, diskusi kelompok, serta kegiatan refleksi iman yang dikemas dalam sesi retret singkat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi jemaat sangat antusias dan terjadi peningkatan pemahaman akan nilai-nilai kekristenan serta komitmen rohani yang lebih kuat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas yang lebih solid dan mendukung antarjemaat. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan rohani yang berkelanjutan dan kontekstual bagi gereja-gereja lokal di wilayah Banten.
Pembinaan Tentang Pengenalan Diri Berdasarkan 1 Korintus 10:13 Bagi Remaja dan Pemuda GPR Pandeglang Banten Yunus Selan; Aldi Neolaka; Yakub Efraim Amazihono; Atasia Irmansyah Dorman; Rianti Rianti; Amanda Priskilla Wondal; Esteria Siregar; Anita Takene
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 1 (2025): MANGENTANG: Mei 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i1.102

Abstract

Abstract This community service program aims to provide spiritual guidance and character development for the youth and young adults of the church GPR Pandeglang, Banten, through a theological approach based on 1 Corinthians 10:13. This verse emphasizes that temptation is a common human experience, that God is faithful and will not allow individuals to be tempted beyond their capacity, and that He provides a way out so they may endure it. In the context of this program, the verse serves as a reflective foundation for holistic self-understanding: recognizing human limitations, acknowledging God-given strength, and developing a resilient spiritual attitude amid life’s challenges. The methods used in this activity include material presentations, interactive discussions, and group reflections designed to explore the theological and practical understanding of self-identity among participants. The results show an increased awareness of personal value grounded in the Word of God, as well as the emergence of initiatives to build a supportive and faith-centered community. This program has made a positive contribution to the spiritual formation of youth and has equipped them with a contextual and applicable faith perspective for navigating real-life situations.  Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan spiritual dan penguatan karakter kepada remaja dan pemuda gereja GPR Pandeglang, Banten melalui pendekatan teologis berbasis 1 Korintus 10:13. Ayat ini menekankan bahwa pencobaan merupakan bagian umum dari kehidupan manusia dan bahwa Allah yang setia tidak membiarkan umat-Nya dicobai melebihi kemampuan mereka, serta menyediakan jalan keluar agar mereka dapat menanggungnya. Dalam konteks pembinaan, ayat ini menjadi dasar reflektif untuk membangun pemahaman diri yang utuh: mengenal keterbatasan, mengenali kekuatan dari Allah, dan mengembangkan sikap spiritual yang resilien di tengah tantangan zaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan refleksi kelompok yang dirancang untuk menggali pemahaman teologis dan aplikatif peserta terhadap diri mereka sendiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta akan nilai diri berdasarkan Firman Tuhan, serta munculnya inisiatif untuk membangun komunitas yang saling menopang dalam perjalanan iman. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pembentukan spiritualitas remaja dan pemuda serta membekali mereka dengan perspektif iman yang kontekstual dan praktis dalam menghadapi realitas hidup.
Kampanye Stop Bullying Dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen untuk Membangun Karakter Kasih di Kalangan Remaja SMK Media Informatika Dasana Indah Ottovianus Otto; Joy Pratama; Licin Cermei Hulu; Delila Bili; Simon Simon; Tonji K. Feninlambir; Wanti R. Tamonob; Elsa Yusak; Ica Febria; Alfrianti Parantean
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 1 (2025): MANGENTANG: Mei 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i1.105

Abstract

Abstract Bullying is one of the common problems occurring in school environments and has become a serious concern, especially among vocational high school (SMK) students. The forms of bullying are diverse, ranging from physical, verbal, and social to digital abuse (cyberbullying). Its impact on victims is significant, affecting both their mental well-being and academic performance. In this context, Christian Religious Education plays a vital role in shaping students' character so they can develop attitudes of love and empathy toward others. This Community Service activity aims to provide students of SMK Media Informatika Dasana Indah with an understanding of the dangers of bullying and the importance of applying love in daily life as a tangible expression of Christ’s teachings. The activity was conducted onsite using various methods such as lectures, interactive discussions, Q & A sessions, pre-tests and post-tests, as well as a declaration campaign themed “Stop Bullying, Let’s Be Part of the Movement of Love.” The materials covered included the definition, types, and psychological impact of bullying, and how Christian Religious Education contributes to instilling love based on John 13:34-35. The results of the activity showed improved student understanding and increased awareness of the need to create a safe, loving school environment that reflects Christian values.  Abstrak Bullying adalah salah satu masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi perhatian serius, khususnya di kalangan siswa SMK. Bentuk-bentuk bullying sangat beragam, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga yang dilakukan melalui media digital (cyberbullying). Dampaknya sangat besar terhadap korban, baik dari segi mental maupun prestasi akademik. Dalam hal ini, Pendidikan Agama Kristen memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian siswa agar mampu mengembangkan sikap kasih dan empati terhadap sesama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMK Media Informatika Dasana Indah mengenai bahaya bullying dan pentingnya penerapan kasih dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata dari ajaran Kristus. Kegiatan dilaksanakan secara langsung melalui berbagai metode seperti ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, pre-test dan post-test, serta deklarasi kampanye bertema “Stop Bullying, Ayo Jadi Bagian dari Gerakan Kasih”. Materi yang dibahas meliputi pengertian, jenis, serta dampak bullying, dan bagaimana pendidikan agama Kristen berkontribusi dalam menanamkan kasih berdasarkan Yohanes 13:34-35. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, serta tumbuhnya kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, penuh kasih, dan mencerminkan nilai-nilai kristiani.

Page 1 of 3 | Total Record : 23