cover
Contact Name
Adi Putra
Contact Email
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Phone
+6281389571123
Journal Mail Official
penerbitviekawahanasemesta@gmail.com
Editorial Address
Gedung WTC Lantai V Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Mangentang
ISSN : 30892074     EISSN : 30892074     DOI : http//doi.org/10.63248
Core Subject :
Jurnal PkM Mangentang menerima artikel ilmiah berbasis kegiatan pengabdian kepada masyarakat (community engagement/service) yang mencakup, namun tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1). Pemberdayaan Ekonomi & Kesejahteraan Masyarakat: Pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, kewirausahaan berbasis komunitas, dan strategi peningkatan pendapatan masyarakat. 2). Pendidikan & Advokasi Hak Masyarakat: Peningkatan mutu pendidikan, literasi, pelatihan keterampilan, advokasi hukum/sosial, serta perlindungan hak-hak masyarakat dari ketidakadilan. 3). Kesehatan Masyarakat & Kualitas Hidup: Promosi kesehatan, edukasi gizi, kesehatan mental, sanitasi, dan peningkatan layanan kesehatan berbasis komunitas. 4). Sosial, Budaya, & Spritualitas: Penguatan nilai-nilai keagamaan/spiritualitas, kearifan lokal, resolusi konflik, dan integrasi sosial untuk mempererat ketahanan komunitas. 5). Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan: Pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, konservasi alam, mitigasi bencana, serta penerapan teknologi tepat guna untuk keberlanjutan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Pembinaan Guru Sekolah Minggu Tentang Cara Mengajar Sekolah Minggu Yang Efektif di GKJ Gunungkidul Yogyakarta Sri Dwi Harti; Amellia Ardaning Sandrawati; Ardison Nenoliu; Marta Klarita Lessa; Gita Amanda; Ince Selan; Yenni Kasse
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.143

Abstract

Abstract Sunday School teacher training is a crucial foundation for shaping the quality of children's faith education in the church. This study aims to describe effective training strategies for Sunday School teachers within the context of GKJ Gunungkidul Yogyakarta, focusing on teaching methods that align with children's developmental stages and the demands of the times. A qualitative approach was used to gather data through observation, literature study, and interviews. The findings indicate that effective teaching strategies must consider children's age-related developmental stages, the use of visual aids and teaching media, interactive classroom management, and the implementation of contextual and collaborative learning models. In addition, Sunday School teachers must be equipped as spiritual facilitators who serve as role models of faith, possess reflective competence, and demonstrate sensitivity to children's character. Ongoing training—through workshops, peer discussions, and post-class evaluations—is essential to improve teaching quality and nurture children to grow in their faith in Christ.    Abstrak Pembinaan guru Sekolah Minggu merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas pelayanan pendidikan iman anak-anak di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi pembinaan guru Sekolah Minggu yang efektif dalam konteks GKJ Gunungkidul Yogyakarta, dengan fokus pada metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan anak dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali data melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mengajar yang efektif harus mempertimbangkan tahap perkembangan usia anak, penggunaan alat peraga dan media visual, pengelolaan kelas yang interaktif, serta penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Selain itu, guru Sekolah Minggu harus dipersiapkan sebagai fasilitator rohani yang berperan sebagai teladan iman, memiliki kompetensi reflektif, dan peka terhadap karakter anak. Pembinaan yang berkelanjutan, baik melalui pelatihan, diskusi kelompok, maupun evaluasi pascakelas, menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan membentuk anak-anak yang bertumbuh dalam iman kepada Kristus.
Pembinaan Kerohanian Anak Sekolah Minggu Melalui Panggung Boneka di GKJ Wiladeg Gunungkidul Yogyakarta Sri Dwi Harti; Amellia Ardaning Sandrawati; Ardison Nenoliu; Marta Klarita Lessa; Gita Amanda; Ince Selan; Yenni Kasse
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.144

Abstract

Abstract The spiritual development of Sunday School children is an important foundation in the development of their faith, character, and personal relationship with God from an early age. This development process places Sunday School teachers as central figures, not only as teachers, but also as spiritual role models who reflect the love and integrity of Christ in their daily lives. The consistency of the teachers' spiritual lives serves as a tangible example for children in living out biblical values. In addition, effective nurturing requires synergy between the church and the family. Parents have an important role in reinforcing faith practices such as prayer, Bible reading, and acts of love at home, which complement the lessons children receive at church. At GKJ Wiladeg, there are challenges in the spiritual development of children because conventional teaching methods are not very interesting, resulting in low enthusiasm and understanding of God's word among children. Sunday School teachers also find it difficult to convey biblical values in a contextual and interesting way. In facing the challenges of the times, innovative teaching methods such as the use of puppet stages have proven effective in conveying Bible stories by engaging children's visual, auditory, and emotional aspects. This multisensory approach allows children to more easily understand, remember, and apply God's word in their daily lives. Through this comprehensive approach, Sunday School spiritual development is expected to produce a generation that knows God, loves Him, and lives as witnesses of Christ in the world. Abstrak Pembinaan kerohanian anak Sekolah Minggu merupakan fondasi penting dalam pengembangan iman, karakter, dan hubungan pribadi anak dengan Tuhan sejak dini. Proses pembinaan ini menempatkan guru Sekolah Minggu sebagai tokoh sentral, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan rohani yang mencerminkan kasih dan integritas Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi kehidupan rohani guru menjadi contoh nyata bagi anak dalam menghidupi nilai-nilai Alkitab. Selain itu, pembinaan yang efektif memerlukan sinergi antara gereja dan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam memperkuat pembiasaan iman seperti doa, pembacaan Alkitab, dan perbuatan kasih di rumah, yang melengkapi pembelajaran yang diterima anak di gereja. Di GKJ Wiladeg terdapat tantangan dalam pembinaan kerohanian anak karena metode pengajaran yang konvensional kurang menarik, sehinga antusiasme dan pemahaman anak terhadap firman Tuhan rendah. Guru Sekolah Minggu juga kesulitan menyampaikan nilai-nilai Alkitab secara kontekstual dan menarik. Dalam menghadapi tantangan zaman, inovasi metode pembinaan seperti penggunaan panggung boneka terbukti efektif dalam menyampaikan cerita Alkitab dengan melibatkan aspek visual, auditori, dan emosional anak. Pendekatan multisensori ini memungkinkan anak lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, pembinaan kerohanian Sekolah Minggu diharapkan mampu menghasilkan generasi yang mengenal Tuhan, mengasihi-Nya, dan hidup sebagai saksi Kristus di tengah dunia.
Analisis Pertumbuhan Kuantitas dan Kualitas pada GPSDI JKA Bandung John Ronaldo; Ferry Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.147

Abstract

Abstract A healthy church will automatically experience growth. Therefore,the health of the church should be the main concern. Church growth is observed comprehensively, including quantitative growth, congregational quality, and organizational development. The purpose of this study is to observe the quantitative, qualitative, and organic growth that has occurred at GPSDI JKA. The methods used were interviews and direct visits to activities held by GPSDI JKA. Church growth can be observed in three aspects: quantitative growth, qualitative growth, and organic growth. The results of the observation show that GPSDI JKA is experiencing growth, but it is not yet optimal. If the obstacles to growth are handled properly, it is hoped that growth can be increased in terms of quantity, quality, and organic growth.   Abstrak Gereja yang sehat secara otomatis dapat mengalami pertumbuhan. Maka, kesehatan gereja sebenarnya yang harus menjadi perhatian utamanya. Pertumbuhan gereja diamati secara menyeluruh, baik pertambahan kuantitas, kualitas jemaat dan perkembangan organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati pertumbuhan kuantitas, kualitas dan organik yang terjadi di GPSDI JKA. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan kunjungan langsung di kegiatan-kegiatan yang diadakan GPSDI JKA. Pertumbuhan gereja dapat diamati dalam tiga aspek pertumbuhan kuantitas, pertumbuhan kualitas dan pertumbuhan organik. Hasil pengamatan menunjukkan GPSDI JKA mengalami pertumbuhan hanya belum optimal. Hal-hal penghambat pertumbuhan jika ditangani dengan baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan baik secara kuantitas, kualitas dan juga organik.
Penguatan Pemahaman Tentang Harga Mengikut Yesus Kristus Berdasarkan Lukas 9:57–62 Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Di Gereja Oikumene “Jemaat Imanuel” Haul Sagu jenet selfiani sakey; Jonidius Illu; Petra Harys Alfredo Tampilang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.153

Abstract

Abstract This article aims to strengthen the understanding of the Oikumene Church "Jemaat Imanuel" Haul Sagu regarding the meaning and cost of following Jesus Christ as explained in Luke 9:57–62. The background of this activity stems from two years of observation, which revealed that most congregation members still perceive the Christian calling merely as formal attendance at worship services, without emphasizing the aspects of commitment, sacrifice, and faithfulness. This is evidenced by the low level of participation in spiritual activities, with members attending only Sunday services and major church holidays. Therefore, this Community Service (PkM) activity was designed to provide faith strengthening based on the Bible, emphasizing three important dimensions: the right motivation, obedience in participating in spiritual activities, and wholeheartedness in following Jesus Christ. The method used was a qualitative approach with observation techniques to gain a contextual understanding of the congregation, as well as lectures during the implementation of the faith-strengthening program. Meanwhile, a descriptive method was used in the writing of this article to systematically explain key biblical teachings on following Jesus. The activity was conducted at the Oikumene Church "Jemaat Imanuel" Haul Sagu building on August 7, 2025, with approximately 30 congregation members participating. The results showed an increased awareness among the congregation regarding the consequences of faith. The members understood that following Jesus Christ is not merely a formal status as Christians, but a life decision that demands faithfulness, obedience, and willingness to sacrifice. Through this activity, the congregation was encouraged to renew their faith commitment, reject false motivations, and place the calling of Jesus Christ as the top priority in their daily lives. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman Gereja Oikumene ”Jemaat Imanuel” Haul Sagu mengenai makna dan harga mengikut Yesus Kristus sebagaimana dijelaskan dalam Lukas 9:57–62. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari hasil observasi selama dua tahun yang menunjukkan bahwa sebagian besar jemaat masih memahami panggilan Kristiani sebatas kehadiran formal dalam ibadah, tanpa menekankan aspek komitmen, pengorbanan, dan kesetiaan iman. Hal ini ditandai dengan minimnya keaktifan jemaat dalam mengikuti kegiatan rohani, jemaat hanya hadir dalam kebaktian minggu dan hari besar gerejawi lainnya. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk memberikan penguatan iman yang didasarkan pada Alkitab, dengan menekankan tiga dimensi penting yaitu motivasi yang benar, ketaatan dalam mengikuti kegiatan rohani, dan sepenuh hati dalam mengikuti Yesus Kristus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi untuk memperoleh gambaran kontekstual jemaat, serta metode ceramah dalam pelaksanaan kegiatan penguatan iman. Sementara itu, metode deskriptif dipakai dalam penyusunan artikel guna menjelaskan secara sistematis pokok-pokok pengajaran Alkitab tentang mengikut Yesus. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Gereja Oikumene ”Jemaat Imanuel” Haul Sagu pada 7 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sekitar 30 orang jemaat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran jemaat mengenai konsekuensi iman. Jemaat memahami bahwa mengikut Yesus Kristus bukan sekadar status formal sebagai orang Kristen, melainkan keputusan hidup yang menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kesediaan untuk berkorban. Melalui kegiatan ini, jemaat didorong untuk memperbarui komitmen iman, menolak motivasi yang salah, serta menempatkan panggilan Yesus Kristus sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari.
Revitalisasi Spiritualitas Jemaat melalui Pelayanan Iman Kontekstual di GKSI Senajuk Kabupaten Landak, Kalimantan Barat Rendi Rendi; Yosia Belo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.156

Abstract

Abstract This study aims to optimize innovation in Sunday worship services to increase congregational participation at Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Senanjuk.. The methods used include observation, interviews, and surveys to collect data from the congregation, church leaders, and worship servants. The results show that the application of multimedia technology, creative delivery methods, and active congregation involvement successfully increased interest and engagement in ministry. Additionally, training for worship servants enhanced their capacity to support innovation. Challenges such as limited facilities and the readiness of some congregants remain obstacles that need continuous attention. This study concludes that worship innovation is an effective strategy to build a participatory and dynamic church community.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan inovasi dalam pelaksanaan ibadah Minggu guna meningkatkan partisipasi jemaat di Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Senanjuk. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan survei untuk mengumpulkan data dari jemaat, pengurus, serta pelayan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi multimedia, metode penyampaian yang kreatif, dan pelibatan aktif jemaat berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan dalam pelayanan. Selain itu, pelatihan bagi pelayan ibadah juga meningkatkan kapasitas mereka dalam mendukung inovasi. Kendala seperti keterbatasan sarana dan kesiapan sebagian jemaat menjadi tantangan yang perlu diatasi secara berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa inovasi ibadah merupakan strategi efektif dalam membangun komunitas gereja yang partisipatif dan dinamis.
Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Pemuridan Strategi Gereja Kristen Nazarene Agape dalam Menyeimbangkan Kehidupan Studi, Pelayanan, dan Peningkatan Kualitas Akademik Sulistiono; Jonidius Illu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.163

Abstract

Abstract New students often struggle to balance academic demands, service commitments, and personal development needs. These conditions often cause stress, which affects academic achievement and character development. To address these issues, the Agape Nazarene Christian Church implemented a Continuous Discipleship-Based Mentoring program. The program aims to develop a mentoring pattern that helps new students balance their studies, service, and academic performance through a focused discipleship strategy. The research method is a descriptive qualitative case study, and the implementation methods include small group meetings, spiritual mentoring, and student involvement in social service. Activities were carried out twice a week, focusing on Bible teaching, discussion, and ministry practice. The results showed increases in discipline, time management, and academic skills, as well as a strengthening of students' spiritual character. Students also experienced growth in social awareness and positive community bonds. The program's outputs were contextual discipleship modules and program documentation that could be used to sustain the program. Thus, this program demonstrated the effectiveness of continuous discipleship as a holistic development strategy for new students while strengthening the identity of the Nazarene Church as a community that shapes Christ's disciples.  Abstrak Mahasiswa baru kerap menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, komitmen pelayanan, dan kebutuhan pengembangan diri. Kondisi tersebut sering menimbulkan tekanan yang berdampak pada capaian studi dan pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab persoalan tersebut melalui program Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Pemuridan di Gereja Kristen Nazarene Agape. Tujuan program ini adalah membangun pola pembinaan yang menolong mahasiswa baru menyeimbangkan studi, pelayanan, dan kualitas akademik melalui strategi pemuridan yang terarah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan metode pelaksanaan meliputi pertemuan kelompok kecil, mentoring rohani, serta keterlibatan mahasiswa dalam pelayanan sosial. Kegiatan dilaksanakan secara rutin dua kali seminggu, dengan fokus pada pengajaran Alkitab, diskusi, dan praktik pelayanan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan, manajemen waktu, keterampilan akademik, serta penguatan karakter spiritual mahasiswa. Mahasiswa juga mengalami pertumbuhan dalam kepedulian sosial dan ikatan komunitas yang positif. Luaran kegiatan berupa modul pemuridan kontekstual dan dokumentasi program yang dapat digunakan untuk keberlanjutan kegiatan. Dengan demikian, program ini membuktikan bahwa pemuridan berkelanjutan efektif sebagai strategi pengembangan holistik mahasiswa baru, sekaligus memperkuat jati diri Gereja Nazarene sebagai komunitas pembentuk murid Kristus.
Transformasi Spiritualitas Peserta Didik Sebagai Benteng Iman Kristen Di Tengah Tantangan Dunia Digital Di SMAN 6 Tangerang Muharoma Chomsatul Farida; Yunisemyo Avaa; Jonathan S. Sabah; Artini Bitu Meja; Yusuf Tamonob; Jirna W. Neolaka; Damaris R. Dara; Dewa Ningrat; Aguana E. Marumbona
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.173

Abstract

Abstract This community service program (PKM) aims to strengthen the spiritual formation of Christian students at SMAN 6 Tangerang as a defense of faith amid the challenges of the digital world. Rapid technological development has reshaped students’ behavior, value orientation, and spiritual awareness, creating both opportunities and threats. This study employed a descriptive–quantitative approach supported by simple qualitative methods to measure students’ internal spirituality and their resilience in navigating digital influences. Data from 64 respondents show that students’ spiritual transformation is at a high level, reflected in consistent spiritual discipline, moral integrity, and personal commitment to Christian values. Furthermore, students demonstrated strong digital spiritual literacy, including self-control, critical evaluation of online content, and the use of digital platforms for spiritual growth. The findings indicate that the PKM program has a significant impact on strengthening students’ faith formation, enabling them to face digital temptations responsibly while maintaining their Christian identity. The study concludes that continuous and contextual spiritual formation integrated with digital literacy is essential to equip students as resilient Christian individuals capable of standing firm in their faith in the digital era.  Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan spiritualitas peserta didik Kristen di SMAN 6 Tangerang sebagai benteng iman dalam menghadapi tantangan dunia digital. Perkembangan teknologi yang pesat telah membentuk pola pikir, perilaku, dan kesadaran spiritual peserta didik sehingga memunculkan peluang sekaligus ancaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif yang dipadukan dengan metode kualitatif sederhana untuk mengukur spiritualitas internal peserta didik serta ketahanan iman mereka terhadap pengaruh digital. Berdasarkan data dari 64 responden, ditemukan bahwa tingkat transformasi spiritualitas berada pada kategori tinggi, ditandai dengan komitmen rohani, disiplin iman, dan integritas moral yang baik. Selain itu, peserta didik juga menunjukkan literasi digital rohani yang kuat, seperti kemampuan mengendalikan diri, memfilter konten negatif, serta memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan iman. Temuan ini menunjukkan bahwa program PKM memberikan dampak signifikan dalam memperkuat fondasi iman peserta didik sehingga mereka mampu menghadapi tantangan digital dengan bijaksana. Oleh karena itu, pembinaan spiritual yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan literasi digital menjadi penting untuk membentuk peserta didik Kristen yang tangguh serta mampu mempertahankan identitas iman di era digital.
Pendekatan Interaktif Mengajar Bahasa Inggris Umum Bagi Anak-Anak Di Desa Wolwal Barat, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor Erwin Gulo; Destina Buulolo; Refamati Gulo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.174

Abstract

Abstract English is the most widely used language internationally and is the mother tongue of more than 400 million speakers worldwide. Every day, millions of people use English in various contexts such as work, education, and social interactions. In Wolwal Barat Village, children show great enthusiasm in learning English after receiving basic instruction, because they consider English to be fun and important for continuing their education in the future. This study aims to examine teaching methods that can be applied in an interactive approach to English language learning for children, as well as to prepare them to be able to recognize and understand basic English through this method. It is hoped that an understanding of the application of an interactive approach at a basic level can improve the quality of English language learning in elementary schools in Wolwal Barat Village. This study uses a qualitative method through in-depth interviews with parents, children, and community leaders, as well as through observation and documentation. The results of the study show that the interactive approach has a positive impact on children's ability to understand the basics of English, thereby supporting their learning process at school. In addition, this study also raises public awareness of the importance of learning English from an early age. Abstrak Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di tingkat internasional dan menjadi bahasa ibu bagi lebih dari 400 juta penutur di seluruh dunia. Setiap hari, jutaan orang menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai konteks seperti pekerjaan, pendidikan, dan interaksi sosial. Di Desa Wolwal Barat, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris setelah menerima pembelajaran dasar, karena mereka menganggap bahasa Inggris menyenangkan serta penting untuk melanjutkan pendidikan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pengajaran yang dapat diterapkan dalam pendekatan interaktif untuk pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak, serta mempersiapkan mereka agar mampu mengenal dan memahami bahasa Inggris dasar melalui metode tersebut. Diharapkan pemahaman mengenai penerapan pendekatan interaktif pada tingkat dasar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dasar di Desa Wolwal Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan orang tua, anak-anak, dan tokoh masyarakat, serta melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interaktif memberikan dampak positif terhadap kemampuan anak-anak dalam memahami dasar-dasar bahasa Inggris sehingga dapat mendukung proses belajar mereka di sekolah. Selain itu, penelitian ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini.
Implementasi Kelas Pemuridan “Saya Pengikut Kristus” Sebagai Model Pembinaan Iman Jemaat Di Gereja Sidang Jemaat Allah CFM Poris Tangerang Faransina Ndolu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.201

Abstract

Abstract Discipleship Is The Essential Core Of The Church's Mission To Foster A Transformative Relationship Between Believers And Christ. However, Contemporary Discipleship Is Often Reduced To Mere Doctrinal Teaching Programs, Triggering A Gap Between Church Participation And Spiritual Maturity. This Phenomenon Also Occurs At Gsja Cfm Poris Tangerang, Where Congregants Actively Worship But Still Lack Personal Spiritual Disciplines. This Community Service (Pkm) Research Aims To Implement And Evaluate The "Saya Pengikut Kristus" (I Am A Follower Of Christ) Discipleship Class As A Systematic, Relational, And Contextual Training Model To Bridge This Gap. Utilizing A Participatory Qualitative Approach, The Program Was Conducted Over Eight Weeks, Involving 15 Participants In Small Groups. Data Collection Was Carried Out Through Participant Observation, In-Depth Interviews, And Reflective Journal Analysis To Identify Patterns Of Spiritual Transformation And The Emerging Community Dynamics. The Results Indicate That The Implementation Of The Discipleship Class Contributes Significantly To Congregational Faith Growth. Participants Experienced An Increased Awareness Of Their Identity In Christ, Deeper Interaction With God's Word, And Greater Consistency In Prayer And Spiritual Disciplines. The Relational Aspect Of Small Groups Proved Effective In Creating A Supportive Environment That Strengthened Interpersonal Relationships And Commitment To Ministry. Despite Facing Challenges Such As Time Constraints, Varying Participant Commitment, And Digital Culture Distractions, The Flexible Approach Successfully Overcame These Hurdles. This Study Concludes That A Relational And Contextual Discipleship Model Is Highly Effective In Driving Behavior Change And Authentic Spiritual Transformation Within The Local Church. This Program Offers A Practical, Replicable Model For The Development Of Practical Theology And Discipleship Ministries Across Churches In Indonesia, Making Them More Relevant And Impactful In Addressing Modern Life Challenges. Abstrak Pemuridan merupakan inti esensial misi gereja untuk membentuk relasi transformatif jemaat dengan Kristus. Namun, pemuridan masa kini sering kali tereduksi menjadi program pengajaran doktrinal semata, sehingga memicu kesenjangan antara partisipasi kegiatan gerejawi dan kedewasaan spiritual jemaat. Fenomena ini juga terjadi di GSJA CFM Poris Tangerang, di mana jemaat aktif beribadah tetapi masih minim disiplin rohani personal. Penelitian pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi kelas pemuridan “Saya Pengikut Kristus” sebagai model pembinaan yang sistematis, relasional, dan kontekstual guna menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif partisipatoris, program ini dilaksanakan selama delapan minggu dengan melibatkan 15 peserta dalam kelompok kecil. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis jurnal reflektif untuk mengidentifikasi pola transformasi spiritual serta dinamika komunitas yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kelas pemuridan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman jemaat. Peserta mengalami peningkatan kesadaran identitas dalam Kristus, kedalaman interaksi dengan firman Tuhan, serta konsistensi dalam doa dan disiplin rohani. Aspek relasional kelompok kecil terbukti menciptakan lingkungan suportif yang memperkuat hubungan interpersonal dan komitmen pelayanan. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan waktu, variasi komitmen peserta, dan distraksi budaya digital, pendekatan yang fleksibel mampu mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pemuridan yang relasional dan kontekstual sangat efektif dalam mendorong perubahan perilaku serta transformasi rohani yang autentik di tingkat gereja lokal. Program ini menawarkan model praktis yang dapat direplikasi bagi pengembangan teologi praktika dan pelayanan pemuridan di gereja-gereja Indonesia agar lebih relevan serta berdampak dalam menjawab tantangan kehidupan modern.
Edukasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengatasi Masalah Karakter Untuk Meningkatkan Sikap Siswa Di SMP Negeri 116 Jakarta Utara Abraham Tefbana; Cristina Cris; Anggrela Kristiani; Paula Q. Ay; Anotona Ndruru; Sri Nini Juanti; Stefanus Baun; Indah P.A. Zega; Kristiani Desel; Asnia Mariona
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.213

Abstract

Abstract This Community Service (PkM) activity is motivated by the importance of Christian value-based character building for the younger generation amidst current moral challenges. This program was carried out through a collaboration between the Christian Religious Education (PAK) Study Program of STT Pelita Dunia Tangerang and SMP Negeri 116 Jakarta Utara. The purpose of this activity is to provide education on Christian values and to encourage changes in student attitudes in building a Christ-like character. The implementation method used was an interactive lecture method through in-person (offline) seminars and group discussions. This activity was attended by 31 Christian students at SMP Negeri 116 Jakarta Utara. The results of this community service indicate an increase in students' understanding regarding the importance of integrating PAK values into their daily lives, as well as a tangible commitment from students to demonstrate behavioral changes aligned with the character of Christ.   Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter berbasis nilai Kristiani bagi generasi muda di tengah tantangan moral saat ini. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) STT Pelita Dunia Tangerang dengan SMP Negeri 116 Jakarta Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai nilai-nilai Kristiani serta mendorong perubahan sikap siswa dalam membangun karakter menyerupai Kristus. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode ceramah interaktif melalui seminar dan diskusi kelompok secara luring (offline). Kegiatan ini diikuti oleh 31 siswa Kristen di SMP Negeri 116 Jakarta Utara. Hasil dari PkM ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya integrasi nilai PAK dalam kehidupan sehari-hari serta komitmen nyata siswa dalam menunjukkan perubahan sikap hidup yang selaras dengan karakter Kristus.

Page 2 of 3 | Total Record : 23