The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Articles
135 Documents
EFEKTIVITAS KONSELING KELUARGA TERHADAP STABILITAS TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI
Suryani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Tekanan darah merupakan masalah yang paling banyak terjadi di masyarakat Indonesia . Salah satunya hal ini terkait dengan hipertensi, yang merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat Indonesia, yang sering kali menimbulkan berbagai komplikasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mempertahankan tekanan darah seseorang yaitu dengan empati, atensi dan memberikan dorongan moral spiritual melalui konseling keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konseling keluarga terhadap stabilitas tekanan darah pasien hipertensi. Metode; Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini 42 pasien hipertensi primer dibagi menjadi 21 orang kelompok eksperimen dan 21 orang kelompok kontrol dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Stabilitas tekanan darah dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi rata-rata pre intervensi 148,67 mmHg dan post intervensi 132,38 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol pre 149,67 mmHg dan post 146,95 mmHg. Kelompok intervensi tekanan darah diastolik pre 91,23 dan post 82,47 sedangkan kelompok kontrol pre 91,23 mmHg dan post 86 mmHg. Hasil analisa statistik tekanan darah p value systole 0,004 dan diastole 0,015 Kesimpulan; penelitian menunjukkan konseling keluarga efektif terhadap stabilitas tekanan darah pasien hipertensi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 12-24 BULAN DI DESA LEMBU KEC. BANCAK KAB SEMARANG
Citra Elly Agustina
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Tumbuh kembang anak yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Dalam mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan, mengawasi dan merawat anak secara seksama. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita. Cakupan stimulasi tumbuh kembang tersebut masih jauh di bawah target Standar Pelayanan Minimal sebesar 90%. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan Randomized Pre Test Post Test Control Group Design, sampel yang digunakan pada penelitian sebanyak 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel probability sampling, instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, media pendidikan kesehatan dan lembar observasi KPSP untuk mengetahuai perkembangan anak sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji Paired T Test dan Independent T Test. Hasil; Penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih perkembangan sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi yaitu 8,33±1,45 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 9,29±1,03 maka terjadi peningkatan perkembangan antara pre dan post, serta hasil uji Independent T Test 0,000 (p<0,05) sehingga terdapat perbedaan perkembangan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi. Kesimpulan; Pemberian stimulasi tumbuh kembang sangat dibutuhkan dan mempengaruhi perkembangan anak sesuai tahap perkembangannya.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENERIMAAN LANSIA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DI DUSUN SAMPANGAN WIROKERTEN BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Setyo Mahanani Nugroho;
Listia Dwi Febriati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Pada waktu memasuki masa lanjut usia, terjadi berbagai perubahan baik yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Perubahan yang bersifat fisik yaitu penurunan kekuatan fisik, stamina dan penampilan. Ditambah dengan kurangnya penyesuaian diri lansia terhadap perubahan yang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan lansia menjadi depresif atau merasa tidak senang saat memasuki usia lanjut. Kurangnya dukungan keluarga dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan psikis lansia. Penelitian ini penting dilakukan karena terkadang masih kurangnya pengaruh dukungan dari keluarga kepada lansia. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap penerimaan lansia dalam menghadapi perubahan psikososial di dusun Sampangan Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles and Huberman. Hasil: Karakteristik informan berdasarkan umur terbanyak pada 60-74 tahun yaitu 6 orang (85,71%), berdasarkan pendidikan tidak bersekolah yaitu 4 orang (57,14%), berdasarkan keaktifan di posyandu adalah aktif yaitu 6 orang (85,71%). Berdasarkan wawancara perubahan psikososial terbanyak mudah sensitive dan mudah emosi. Dukungan keluarga baik. Semua lansia (100%) menerima perubahan yang terjadi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh dukungan keluarga dengan penerimaan lansia dalam menghadapi perubahan psikososial di dusun Sampangan Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR BALITA DI DESA PILANGPAYUNG KECAMATAN TOROH
Christina Nur Widayati;
Meity Mulya Susanti;
Renditya Abtian Hidyatama
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Imunisasi telah diakui sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling sempurna dan berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat serta merupakan usaha yang sangat hemat biaya dalam mencegah penyakit menular yakni tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis B. Secara spesifik program imunisasi di Indonesia memiliki target cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi (usia kelahiran sampai 1 tahun). Wilayah desa Pilangpayung memiliki cakupan paling rendah di Kecamatan Toroh. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung Kecamatan Toroh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung kecamatan Toroh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional terhadap 25 responden yaitu ibu-ibu yang memiliki bayi usia 9bulan -1 tahun di desa pilangpayung kecamatan Toroh. Hasil: didapatkan hasil analisa data uji kolmogorov pengetahuan ibu dengan status imunisasi dasar pvalue < ptabel yaitu : 0.001, dan analisa data uji fisher sikap ibu dengan status imunisasi dasar didapatkan hasil pvalue < ptabel yaitu : 0.001. Dapat diartikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung kecamatan Toroh. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi dasar balita di desa pilangpayung Kecamatan Toroh.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TUBERCULOSIS PADA MASYARAKAT TERHADAP KESADARAN DETEKSI DINI PENYAKIT TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS TOROH I KABUPATEN GROBOGAN
Sutiyono;
Ida Rahayu Kuriniawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Penyakit Tuberculosis paru kurang mendapatkan perhatian dini dari penderita atau tanpa disadari penyakit ini telah menjadi lanjut. Hal ini disebabkan pertumbuhan bibit penyakit dan perjalanan penyakit tuberculosis yang bersifat lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tuberculosis pada masyarakat terhadap kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis di PuskesmasToroh I Kabupaten Grobogan. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pre Test Post Test With Control Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan 30 responden yang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kuesioner kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis untuk mengukur kesadaran responden untuk melakukan deteksi dini penyakit tuberculosis. Kuesioner ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis datanya dengan bantuan computerized menggunakan uji Paired t test dengan taraf signifikansi 95%. Hasil: (1) Rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,40, sedangkan pada kelompok kontrol, nilai rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,33, (2) rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,33, sedangkan pada kelompok kontrol, nilai rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 8,67, (3) Ada perbedaan rata-rata pre dan post kelompok intervensi dengan nilai t hitung (9,255) > t tabel (2,144) dan nilai p value (0,001) < α (0,05), (4) Ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai Z (4,745) dan nilai pv (0,000) < α 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Paired t test disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tuberculosis pada masyarakat terhadap kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan.
STUDI FENOMENOLOGI GAMBARAN FISIK DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS
Rochany Septiyaningsih;
Dhiah Dwi Kusumawati;
Frisca Dewi Yunadi
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Penyebaran HIV sangat cepat keseluruh dunia. Tingginya jumlah kasus HIV/AIDS berdampak terhadap populasi umum, seperti ibu hamil sehingga meningkatnya risiko penularan dari ibu ke bayi. Ibu hamil dengan HIV mengalami peningkatan depresi dan kekhawatiran terhadap stigma masyarakat. Adanya penurunan kondisi fisik dan psikologis tersebut mempengaruhi kondisi ibu hamil dengan HIV yang sudah mengalami penurunan kondisi dari kehamilannya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran fisik dan kesejahteraan subjektif pada ibu hamil dengan HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap. Metode; Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel penelitian ini 2 orang ibu yang pernah hamil dengan HIV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengambilan informan diambil secara purposive sampling. Hasil; Hasil penelitian kedua responden tidak mengalami penurunan kondisi fisik, tidak mengalami gangguan aktifitas fisik, dan upaya menjaga kesehatan secara rutin. Kedua responden mengalami kecemasan apabila janinnya nanti akan tertular dan kecemasan menghadapi operasi sesar. Kesimpulan; Kesejahteraan subjektif pada ibu hamil dengan HIV/AIDS merupakan kebahagiaan yang bersumber pada domain pernikahan dan kondisi kesehatan.
EFEKTIVITAS JALAN KAKI DAN SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI DESA TARUB KECAMATAN TAWANGHARJO
Diah Ayuningtias;
Suryani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Penyakit yang sering dialami lansia yaitu hipertensi (70,2%). MenurutWHO (2012) sedikitnya sejumlah 839 juta kasus hipertensi, diperkirakan menjadi 1.15 milyarpada tahun 2025 atau sekitar 29% dari total penduduk dunia, dimana penderitanya lebih banyak pada wanita 30% dibanding pria 29% (Triyanto, 2014). Hipertensi dibutuhkan upayapengobatan secara non farmakologis, diantaranya dengan jalan kaki dan senam aerobik low impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara jalan kaki dan senamaerobik low impact terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa tarubKecamatan Tawangharjo. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan QuasyEksperimental , dan rancangan penelitian menggunakan Prestest-Posttest Control GroupDesign. Teknik sampling yang digunakan Probability Sampling dengan metode samplingacak sederhana Sample Random Sampling, didapatkan 30 responden yang dibagi menjadi 2kelompok perlakuan. Hasil; Hasil uji hipotesa dengan menggunakan uji mann whitney test pada penurunan tekanandarah menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan jalan kaki8,33/10,67 mmHg dan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan senam aerobiklow impact 13/15,33 mmHg. Dari hasil tersebut senam aerobik low impactlebih efektifdalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Simpulan; Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senam aerobik low impactlebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN TEPID WATER SPONGE TERHADAP SUHU TUBUH BALITA DI RSUD dr. RADEN SOEDJATI PURWODADI
Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Penyakit yang biasa terjadi pada balita disertai gejala awal berupa demam,adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), batuk disertai sesak nafas dan diare(Thompson, 2003, dalam Budi 2006). Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota PekanBaru (2009) didapatkan prevalensi beberapa penyakit secara umum memiliki gejala awaldengan demam pada usia 1-4 tahun. Penelitian ini untuk membandingkan pemberian kompreshangat dan tepid water spongeterhadap penurunan suhu tubuh balita yang mengalami demamdi Ruang Anggrek RSUD Raden Soedjati Purwodadi. Metode: Jenis penelitian ini quasy eksperiment dengan rancangan pre test and post testdengan tepid water sponge. Jumlah sampel adalah 12 responden dengan tehnik Asidentaldengan rencian 6 orang kompres hangat dan 6 orang sebagai kelompok tepid water sponge.Analisa datan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji normalitas danUji t dependen (paired t test). Hasil: penelitian tentang perbandingan pemberian kompres hangat dan tepid waterspongeterhadap penurunan suhu tubuh pada balita yang mengalami demam menunjukan nilai t hitung (31.623) > t table (5,547) dan nilai p value (0,00) > ((0,05) sehingga kesimpulan hipotesis diterima artinya ada perbedaan pemberian kompres hanagat dan tepid water spongeterhadap penurunan suhu tubuh balita yang mengalami demam di RSUD dr. Raden Soedjati
STUDY KASUS PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM (ANDROID) PADA REMAJA USIA 17-18 TAHUN DI DUSUN NGREBO DESA KEDUNGREJO KECAMATAN PURWODADI
Rahmawati;
Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
atar Belakang : Penggunaan telepon genggam (android) merupakan suatu kegiatan yangsudah menjadi kebutuhan primer bagi remaja. WHO (2016, dalam TribunNews.com, 2017)didapatkan prevalensi penderita nyeri kepala yang dialami orang dewasa secara globalditahun 2016 mencapai 50%. Sekitar tiga perempat orang dewasa berusia 17-65 tahun merupakan yang paling sering mengalami nyeri kepala. Data dari hasil wawancara di DusunNgrebo didapatkan 20 remaja yang mengalami nyeri kepala. Tujuan untuk mengetahuipengaruh penggunaan telepon genggam (android) pada remaja usia 17-18 tahun di DusunNgrebo Desa Kedungrejo Kecamatan Purwodadi. Metode: Penelitian ini mengggunakan desain Cross sectional. Teknik sampling yangdigunakan adalah Non Probability Sampling dengan metode Total Sampling dan didapatkansampel berjumlah 48 responden. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji Univariate dengan bantuan komputerisasididapatkan hasil uji antara pengaruh penggunaan telepon genggam (android) pada remajausia 17-18 tahun diketahui penggunaan telepon genggam baik sebesar 56,2% dan penggunaankurang baik sebesar 43,8%. Simpulan: Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaantelepon genggam (android) pada remaja usia 17-18 tahun dengan penggunaan telepon genggam baik sebesar 56,2%.
TANGGUNG JAWAB PUSKESMAS TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DARI IBU KE ANAK DALAM UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
Retnaning Muji Lestari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Kasus HIV/AIDS di kota salatiga mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Termasuk di dalamnya yaitu terjadi peningkatan jumlah kasus penularan HIV/AIDS dariIbu ke Anak. Dalam hal ini Tanggung Jawab Puskesmas terhadap Pencegahan PenularanHIV/AIDS dari ibu ke anak sangat diperlukan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan Pertamayang tugas utamanya adalah upaya promotif dan preventif, terutama dalam pencegahan danpengendalian penyakit menular. Berdasarkan Hal tersebut maka Peneliti ingin menelititentang Tanggung Jawab puskesmas terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu keanak dalam upaya pemberantasan penyakit menular. Tujuan; (1) Untuk mengetahui danmenganalisis penerapan Tanggung Jawab Puskesmas Terhadap Pencegahan PenularanHIV/AIDS Dari Ibu Ke Anak dalam Upaya Pemberantasan Penyakit Menular di KotaSalatiga (2) Untuk mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Tanggung JawabPuskesmas terhadap pencegahan penularan hiv/aids dari ibu ke anak dalam upayapemberantasan penyakit menular di Kota Salatiga dan upaya mengatasinya Metode : Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannyadeskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Hasil : Setiap Puskesmas di Kota Salatiga telah melakukan upaya pencegahan penularanHIV/AIDS dari ibu ke anak, namun masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakansecara maksimal.