The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Articles
135 Documents
HUBUNGAN MOBILIASASI DINI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI DI RS. TK. III DR. REKSODIWIRYO PADANG TAHUN 2017
Melti Suriya
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 02 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Prevalensi pasien post operasi di Indonesia diperkirakan 11% dari 1,2 juta tindakan operasi. Di RS. TK. III. Dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2015-2016 terdapat 839 tindakan operasi. Juga didapatkan informasi 42,8% post operasi diantaranya melakukan mobilisasi dengan alasan untuk mempercepat penyembuhan luka yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobiliasasi dini dengan proses penyembuhan luka pada pasien post operasi di RS. Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2017. Metode; Jenis penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional, Penelitian dilakukan di RS. Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. Waktu penelitian Bulan Januari - Agustus tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi di Ruangan rawat inap 119 orang. Sampel di ambil secara simple Random Sampling yaitu yaitu sebanyak54orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil; Hasil penelitian didapatkan bahwa separoh (50%) pasien mengalami penyembuhan luka sembuh. Lebih dari separoh (51,9%) pasien melakukan mobilisasi dini. Terdapat hubungan yang bermakna antara mobilisasi dini dengan dengan penyembuhan luka di ruang inap di RS. Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2016 (p = 0,003). Kesimpulan; Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara mobilisasi dini dengan dengan penyembuhan luka di ruang inap di RS. Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2017. Hasil penelitian ini diharapkan dapat kepada perawata agar dapat menerapkan secara berkala mobilisasi dini pada pasien dan memotivasi pasien agar dapat melakukan mobilisasi dini agar penyembuhan luka lebih cepat
SIKAP IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Rini Sulistyawati;
Almira Gitta Novika;
Rahayu Widaryanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 02 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Data Kemenkes RI menunjukkan IMD di Indonesia masih rendah. Pelaksanaan IMD <1 jam skala nasional tahun 2010 baru mencapai 29.3% dan tahun 2013 mencapai 34.5%. Di DIY pemberian kolostrum tahun 2015 mencapai 73.7%. Faktor utama yang menentukan pemberian kolostrum adalah sikap dalam pemberian kolostrum. Hasil studi pendahuluan pada 10 ibu nifas di RSUD Panembahan Senopati Bantul diketahui sebanyak 4 orang mempunyai sikap negatif dan 6 orang mempunyai sikap positif. Tujuan Penelitian : Mengetahui sikap ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah ibu nifas hari ke 1 – 3 di Bangsal Alamanda 2 dan Alamanda 3 RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 80 orang menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan Maret –April 2017. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Karakteristik ibu nifas yaitu sebagian besar berumur 20-35 tahun (76.25%), berpendidikan menengah (55%), tidak bekerja (70%) dan paritas multipara (62.50%). Sikap ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi kategori positif (51.25%). Sikap ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi berdasarkan karakteristik sebagian besar berumur 20 35 tahun dan mempunyai sikap positif (50.8%), berpendidikan menengah dan mempunyai sikap positif (54.5%), tidak bekerja dan mempunyai sikap negatif (55.4%), paritas multipara dan mempunyai sikap positif (50%) serta negatif (50%). Kesimpulan: Sikap ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi di RSUD Panembahan Senopati Bantul kategori positif.
HUBUNGAN UMUR, PARITAS DAN JARAK KELAHIRAN TERHADAP STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA YOGYAKARTA
Casnuri;
Zahrah Zakiyah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 02 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang : Prevalensi risiko KEK di Indonesia cukup tinggi, hal ini terlihat dari hasil Riskesdas (2013) yang menempatkan prevalensi risiko KEK Wanita Usia Subur (WUS) mencapai 20.8%, sedangkan prevalensi risiko KEK pada ibu hamil mencapai 24.4%. KEK sebagai tanda status gizi buruk apabila terjadi pada ibu hamil dapat memunculkan komplikasi dalam kehamilannya. Bagi ibu hamil dapat menyebabkan anemia, abortus, persalinan prematur, dan perdarahan. Bagi janin dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan, BBLR, lahir prematur, cacat bawaan dan kematian, selain itu dapat meningkatkan risiko komplikasi pada persalinan, misalkan persalinan lama, inersia uteri, dan persalinan dengan tindakan seksio sesaria. Pada masa laktasi dapat mempengaruhi produksi Air Susu Ibu (ASI) (Purwitasari dan Maryanti, 2009). Tujuan: Mengetahui hubungan umur, paritas dan jarak kelahiran terhadap status gizi pada ibu hamil di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2017 di Puskemas Wilayah Kota Yogyakarta dengan teknik sampling total sampling. Analisis data menggunakan software computer dengan uji statistik univariate, dan bivariate. Hasil: Sebagian besar ibu hamil trimester 1 di wi1ayah Puskesmas Kota Yogyakarta berstatus gizi normal 126 ibu hamil (47.2%). Faktor usia dan paritas terdapat hubungan terhadap status gizi ibu hamil dengan masing-masing ρ-value 0,044 dan 0,019, sedangkan untuk faktor jarak kelahiran diketahui tidak terdapat hubungan terhadap status gizi ibu hamil dengan ρ-value 0.247. Kesimpulan : Faktor usia dan paritas terdapat hubungan terhadap status gizi pada ibu hamil di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGIKUTI IMUNISASI MEASLES-RUBELLA (MR) MASSAL DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGANGLIK II KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Dwi Ayu Pramitasari;
Ian Rossalia Pradita Puteri
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 02 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Campak dan Rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 Regional WHO pada tahun 2020. Salah satu strategi yang digunakan dengan pemberia dua dosis vaksin yang mengandung Campak dan Rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinngi (>95%) dan merata. Sejalan dengan Crash program Campak yaitu pelaksanaan kampanye vaksin MR bulan Agustus-Semptember 2017. Capaian imunisasi didapatkanPuskesmas Ngaglik II masih rendah yaitu 94,25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kepatuhan dalam mengikuti imunisasi MR massal di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Nganglik II Kabupaten Sleman Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain cross-sectional. populasi pada penelitian ini ibu yang memiliki anak usia 9-48 bulan yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan imunusasi MR massal dengan besar sampel 110 dari 5 posyandu yang diambil dengan cara acidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan kepatuhan. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil:Sebagian besar 73 responden (66,4%) berusia 20-35 tahun, pendidikan 62 responden (56,4%) berpendidikan menengah, 86 responden (78,2) tidak bekerja, umur anak 71 responden (64,5%) berusia 18-48 bulan dan paritas 69 responden (62,7%) multipara. Sebanyak 74 responden (67,3%) memiliki pengetahuan baik, 56 responden (50,9%) memiliki sikap positif, dan 79 responden (71,8%) patuh pelaksanaan imunisasi MR. Uji analisis Chi Square terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dalam pelaksaaan imunisasi MR dengan ρ-value sebesar 0,008 dan terdapat hubungan sikap dengan kepatuhan dalam pelaksanaan imunisasi MR dengan ρ-value sebesar 0,027. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan dalam pelaksanaan imunisasi MR.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI DESA LAJER, PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN
Fitriani;
Meity Mulya Susanti;
Dyah Fransiska Sari N. M
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : WHO (World Health Organitation) 2010 mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari10,5 juta per tahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti pneumococcus (28 %), campak (21 %), tetanus (18%), rotavirus penyebab diare (16%), dan hepatitis B (16%). Data dari Puskesmas Penawangan selama tahun 2016 menunjukkan Desa Lajer menduduki angka kelahiran pertama dengan jumlah sebanyak 240 bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan di desa Lajer Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah metode Simple Random Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 148 responden. Hasil : Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Paired Sample T Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai t hitung (18,122) > t tabel (1,993) dan nilai pv (0,000) < α (0,05), maka terdapat pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Sedangkan pada kelompok kontrol tanpa diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan nilai t hitung (1,490) < t tabel (1,993) dan nilai pv (0,000) < α (0,05), maka tidak terdapat pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Untuk mengetahui perbedaan dilakukan uji Mann Whitney, dimana hasil uji diketahui nilai Z (5,625) dan nilai pv (0,000) < α 0.05, maka terdapat perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Simpulan : Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan. Files
JARAK KELAHIRAN MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU DUSUN SUNGAI GAMBIR KABUPATEN BUNGO
Erni Yuniati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Pengaturan jarak kelahiran yang optimal bagi anak sangat penting agar anak mendapatkan ASI sampai berumur 2 tahun sebelum anak berikutnya lahir. Karena jarak kelahiran berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih efektif dibandingkan intervensi kesehatan lainnya, termasuk pemenuhan gizi balita. Hasil studi lapangan di Dusun Sungai Gambir terdapat jumlah anak balita 341, dimana kasus gizi buruk ditemukan sebanyak 1 orang, sementara balita BGM (bawah garis merah) sebanyak 15 orang. Terdapat banyak penelitian yang membuktikan bahwa banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adiknya yang baru telah lahir, sehingga perawatan kepada anak tersebut tidak maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita di Posyandu Dusun Sungai Gambir Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Landai Kabupaten Bungo. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan studi korelasi (Correlation study), cara pengambilan sampel adalah dengan teknik total sampling dan jumlah populasi/ responden berjumlah 34 responden. Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki anak dengan jarak kelahiran jauh yaitu 25 orang (73,5%) dan sebagian besar status gizi balita adalah gizi baik yaitu 22 orang (64,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita di Posyandu Dusun Sungai Gambir Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Landai (p=0.004 < α=0,05).
PENGALAMAN PASIEN DM TIPE 2 DALAM MELAKUKAN PERAWATAN ULKUS DIABETIK SECARA MANDIRI
Muh. Hasan Basri
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang : Berdasarkan laporan dari WHO, angka kejadian penyakit diabetes mellitus di dunia semakin meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2000 menunjukkan ada 171 juta orang penyandang diabetes dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 366 jutapada tahun 2030 (WHO, 2006). Sedangkan Indonesia peringkat 7 dunia prevalensi diabetes tertinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang arti dan makna pengalaman pasien Diabetes Melitus tipe 2 dalam melakukan perawatan secara mandiri di rumah. Metodologi: penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi, sampel tiga partisipan. Hasil: analisa data teridentifikasi tiga tema yaitu perawatan ulkus Diabetik, harapan terhadap pelayanan dan perubahan aktivitas. Hasil penelitian partisipan belum patuh dalam pengaturan diet, kontrol kesehatan, terapi dan olah raga. Kesimpulan: penyandang diabetes telah memahami perawatan ulkus diabetic namum masih kurang patuhnya diabetesi dalam pengaturan diet, olah raga dan terapi. Saran diperlukan peningkatan pelayanan yang lebih baik terutama dalam hal pendidikan kesehatan dan akses informasi, membuat leaflet yang diberikan pada pasien dan keluarga saat berobat dan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan sampai ke lingkungan masyarakat.
EFEKTIVITAS KONSELING KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI
Suryani;
Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Hipertensi merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat Indonesia, yang sering kali menimbulkan berbagai komplikasi yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang baik secara fisik, psikologis dan sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas hidup pasien yaitu dengan empati, atensi dan memberikan dorongan moral spiritual melalui konseling keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konseling keluarga terhadap peningkatan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode; Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini 42 pasien hipertensi primer dibagi menjadi 21 orang kelompok eksperimen dan 21 orang kelompok kontrol dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Kualitas hidup kelompok intervensi dengan paired samples test dan kelompok kontrol uji wilcoxon sedangkan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan uji mann whitney. Hasil; Penilaian kualitas hidup kelompok intervensi pre 76,57 dan post 83,85 sedangkan kelompok kontrol pre 73,76 dan post 73,85. Hasil analisa statistik kualitas hidup dengan p value 0,00. Kesimpulan; penelitian menunjukkan konseling keluarga efektif terhadappeningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Files
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS KALASAN KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN
Dewi;
Heny Noor Wijayanti;
Listia Dwi Febrianti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Masa balita merupakan fase terpenting dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari genetik sedangkan faktor eksternal yaitu status gizi pada masa balita. Anak balita ini merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat gizi yang tinggi setiap kg berat badannya (Sulistijani, 2003). Studi pendahuluan dilakukan tanggal 24 Juni 2016 di Puskesmas Kalasan Sleman ibu yang datang ke Puskesmas Kalasan untuk melakukan pemeriksan atau Imunisasi bulan April – Juni 2016 sebanyak 568 Balita, 113 balita (18,9%) status gizi kategori kurang, sebanyak 242 balita (42,6%) dengan status gizi kategori normal dan sebanyak 213 balita (37,5%) dengan status gizi kategori lebih. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan peran ibu dengan status gizi balita di Puskesmas Kalasan Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Tahun 2016. Metode; Jenis penelitian ini adalah cross sectional dan bertujuan penelitian termasuk analitik korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu melalukan pemeriksan atau Imunisasi ke Puskesmas Kalasan Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman sebanyak 58 orang yan diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan persentasi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil Penelitian yaitu peran ibu diketahui paling banyak adalah kategori cukup (43,15). Status gizi balita paling banyak adalah kategori cukup (41,4%). Ada hubungan signifikan antara peran ibu dengan status gizi balita di Puskesmas Kalasan Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman DIY (p-value=0,007). Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dengan status gizi balita di Puskesmas Kalasan Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman DIY.
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA DI PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS
Nurulistyawan Tri Purnanto;
Siti Khosiah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 01 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Peningkatan pertumbuhan lansia diseluruh belahan dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah lansia diperkirakan akan meningkat menjadi 28,8 juta pada tahun 2020. Hal ini dibutuhkan kemandirian lansia agar mampu tetap produktif diusia senja. Semakin baik tingkat kemandirian lansia diharapkan mampu untuk meningkatkan status kesehatan lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara Usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan lansia terhadap tingkat kemandirian lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan metode korelasional dan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 43 respoden yang akan dianalisa dengan menggunakan pearson product moment. Hasil: Berdasarkan analisa diketahui bahwa terdapat hubungan antara usia dengan tingkat kemandirian lansia (p-value 0,000), dan terdapat hubungan negatif antara pekerjaan dengan kemandirian lansia (p-value 0,013). Jenis kelamin dan pendidikan responden tidak memiliki hubungan dengan kemandirian lansia dengan p-value masing-masing sebesar 0,241 dan 0,313. Kesimpulan: hanya usia dan pekerjaan yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kemandirian lansia.