The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Articles
135 Documents
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR (KUSTA)
Tety Sulestiyowati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Pembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulanganpenyakit menular kusta perlu ditingkatkan. Mengingat seriusnya dampak yang ditimbulkandari kejadian luar biasa dan wabah akibat penyakit menular, sehingga perlu diambil langkah-langkah pembinaan dan pengawasan bagi masyarakat.Untuk itu perlu dilihat peraturanperundang-undangan yang komprehensip di bidang penanganan wabah penyakit. Bagaimanapembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulangan penyakit menular kusta? Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan danpengawasan penanggulangan penyakit menular kusta? Bagaimana mengatasi kendala-kendalayang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan dan pengawasan penanggulanganpenyakit menular kusta di Kabupaten Jepara? Metode; Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannyadeskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Hasil; Dapat disimpulkan bahwa regulasi pembinaan dan pengawasan terhadappenanggulangan penyakit menular kusta yang telah dilakukan oleh pemerintahan daerah dengan mengeluarkan berbagai regulasi. Pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah tersebut dinilai masih lamban sehingga angka kesakitan penyakit kusta di Wilayah KabupatenJepara masih tinggi. Kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam progampenanggulangan penyakit kusta yaitu penderita masih kurang responsif terdapat penyakityang dideritanya, kurangnya tenaga atau sumber daya manusia dalam pelaksanaanpemberantasan penyakit kusta, sehingga petugas kesehatan yang menangani penyakit kusta harus mendapatkan double job dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengendalianpenyakit menular kusta.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut pemerintah daerah perlu memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit kusta dan cara penularannya danmemberikan pengobatan kepada secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadi kecacatan,supaya dapat dilakukan tindakan oleh para petugas kesehatan di Wilayah Kabupaten Jepara.
EFFECTIVENESS OF PLAYING ORIGAMI AND PUZZLE IN MOTORIC DEVELOPMENT ON 4 – 5 YEARS OLD CHILDREN AT KEMALA BHAYANGKARI KINDERGARTEN 38 PURWODADI GROBOGAN
Ni Made Sri Budhi Utami;
Sulistyarini
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background; Fine motor delay is a common problem in pre-school children. Children withfine motor delay in KemalaBhayangkari kindergarten are about 32 children. AccordingDelgado (2016) 12-18% of children's population in developing countries show significantdelay in psychomotor ability resulting behavior problems and difficulty in learning process.One of the strategies that can be used to train fine motor development is to play origami andplay a puzzle. The purpose of this research is to know effectiveness of playing origami andplaying puzzle in fine motor development on 4 – 5 years old children in Kemala BhayangkariKindergarten 38 Purwodadi - Grobogan Method; The research design thatwas used in this study was Quasi Experimet with PosttestOnly Control Group Design approach. The sampling technique was Probability samplingwith random sampling method (simple random sampling) with 32 respondent. Result; Based on the analysis using SPSS 16.0, the average value for development speedafter being treated with origami is 6.19 days, while for the speed of development after beingtreated with puzzle is 8.13 days. In addition, from Mann-Whitney test, ρ value is 0.003 (α =0.05) which shows the difference of effectiveness of playing origami and playing puzzledealing with the development of fine motor. Conclusion; From the results of the above research it can be concluded that there aredifferences between the effectiveness of playing origami and playing puzzle dealing with finemotor development on 4-5 years old children.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DIET RENDAH PURIN PADA LANSIA DENGAN ASAM URAT TINGG DI DESA KARANGHARJO KECAMATAN PULOKULON
Nofita Sari;
Suryani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakanhasil akhir dari metabolisme purin bentuk turunan nucleoprotein,yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku diet rendah purin pada lansia dengan asam urat tinggi di Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Metode: Metode yang digunakan adalah Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling, dan didapatkan 46 responden. Sesuai data dari Puskesmas Pulokulon II pada bulan Agustus 2019. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku diet rendah purin. Analisis datanya dengan bantuan SPSS menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan SPSS versi 16.0 dengan uji Spearman Rho diperoleh nilai p =0,000 jadi korelasi kedua variabel signifikan karena besarnya nilai p (p-value) lebih kecil dibandingkan dengan besarnya α = 0,05. Berarti secara statistic terdapathubungan yang bermakna antara kedua variabel. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku diet rendah purin pada lansia dengan asam urat tinggi.
EFEKTIVITAS JUS PEPAYA DAN EKSTRAK ALOE VERA TERHADAP PENURUNAN DISPEPSIA PADA PASIEN GASTRITIS DI PUSKESMAS PURWODADI 1 KABUPATEN GROBOGAN
Fita Kusnul Khotimah;
Fitriani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Berdasarkan data pasien di Puskesmas Purwodadi 1 Kabupaten Grobogandidapatkan penyakit grastitis termasuk 10 besar penyakit dari bulan Januari 2019 sampaiApril 2019. Dispepsia merupakan kumpulan gejala yangs alah satunya nyeri atau rasatidaknyaman di epigastrium. Keluhan ini dapat disebabkan atau didasari oleh berbagaipenyakit tentunya termasuk juga di dalamnya penyakit yang mengenai lambung, atau yanglebih dikenal sebagai penyakit maag. Salah satu alternative pemanfaatan tanaman obat untukgastritis yang sudah di uji dapat meredakan nyeri adalah teknik pemberian lidah buaya danjus pepaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas antara jus papaya dan ekstrak aloevera terhadap penurunan dyspepsia pada pasien gastritis di Puskesmas Purwodadi 1Kabupaten Grobogan. Metode:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment(eksperimen semu) dengan pendekatan non Equivalen Control Group Design. Sempel yangdidapatkan yaitu 16 responden untuk masing-masing kelompok. Sehingga keseluruhansempel yang dibutuhkan 32 responden. Analisa datanya menggunakan uji Wilcoxon danmann withney dengan bantuan computerized dengan menggunakan taraf signifikan 95%. Hasil:dalam penelitian yang peneliti lakukan bahwa ekstrak aloe vera lebih efektif dari padajus papaya dalam penurunan dyspepsia pada pasien gastritis. Dari hasil uji Wilcoxonmenunjukan p value < 0.005 (0.000 dan 0.000) Uji mann withney mendapatkan nilai sig0.018 karena aloe vera mempunyai rerata 20.12±4.06 sedangkan papaya yang mempunyairerata 12.88±3.38. Kesimpulan: Ekstrak aloe vera lebih efektif daripada jus papaya dalam penurunan dyspepsiapada pasien gastritis
STRATEGI DETEKSI DINI DAN PENERAPAN ANALISIS SPASIAL TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN GROBOGAN
Sutiyono;
Christina Nur Widayati;
Andri Triyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang:. Gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di Indonesia, hal inidikarenakan banyaknya kasus baru akibat kemajuan teknologi dan banyaknya bencana yangterjadi di Indonesia. di Kabupaten Grobogan pada tahun 2015, Kasus gangguan jiwa terjadi pada 649 orang. Dari angka tersebut 300 orang dialami oleh laki - laki dan 349 orangdialami oleh perempuan (Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, 2016). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deteksi dini dananalisis spasial dengan kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan dan Menerapkanstrategi dalam menanggulangi kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobagan. Metode Penelitian : Metodelogi Penelitian dengan Kuantitatif Research dengan Jenispenelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan Kualitatif Research.Pengembilan sampel dengan dengan Proporsive Random Sampel. Analisa data dibagi 2 yaituanalisis bivariat menggunakan chi square, dan analisi multivariat. Hasil Penelitian : Terdapat pengaruh Analisis Spasial Terhadap Kejadian Gangguan Jiwa PValue 0,0001. Adanya Pengaruh Secara Bersama Sama Antara Deteksi Dan AnalisiSpasial Terhadap Kejadian Gangguan Jiwa Di Kabupaten Grobogan P Value =0,0001. Adanya sebaran lokasi sesuai dengan system analisis spasial yang ada. Lokasi paling banyak adalah daerah yang kurang produktif dan rawan bencana. Analisis yang dominandalam analisis SWOT adalah Adanya kekuatan yang ada dalam kesehatan jiwa darikebijakan kesehaan jiwa. Sedangkan kelemahan dari kesehatan jiwa adalah stigma yangmasih dominan pada orang- orang yang mengalami gangguan jiwa. Dari segi peluang terdapat kemauan dari keluarga untuk sembuh dan harapan adanya bantuan yang ada dalampengobatan. Dari aspek ancaman yang paling dominan adalah factor kebutuhan ekonomidan bencana. Kesimpulan: Terdapat pengaruh spasial terhadap kejadian gangguan jiwa dan adanyapengaruh yang secara bersama sama antara deteksi dan spasial terhadap kejadian gangguanjiwa di Kabupaten Grobogan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK PRASEKOLAH
Siswani Marianna;
Eltia Hardyanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang:Kesulitan makan pada anak pra sekolah sering terjadi. Anak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-5 tahun. Pada masa ini anak mengalami proses perubahan pola makan dimana anak pada umumnya mengalami kesulitan makan. Kesulitan makan pada anak juga berhubungan dengan pola asuh orang tua, dimana pola asuh membentuk karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku sulit makan anak prasekolah di BIMBA AIUEO griya Bintara Bekasi. Metode: Dengan menggunakan desain studi penelitian ini bersifat dekriptif korelatif dengan pendekatan cross- sectional. Penelitian ini dilakukan pada 31 responden yang diambil dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner pola asuh orang tua yang mempunyai anak prasekolah. Data yang telah terkumpul diolah menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil: orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 16 respomden (51,6%) dan pada perilaku makan lebih banyak anak yang mengalami perilaku tidak sulit makan sebanyak 18 responden (58,1%). Untuk hasil analisa yang menunjukkan bahwa adanya hubungan bermakna antara pola asuh orang tua terhadap perilaku sulit makan anak dengan p value yaitu 0,002 dimana (p <0,005) dan nilai coefficient correlation 0,532, dimana hubungan kedua variable ini memiliki kekuatan hubungan cukup. Kesimpulan: adanya hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua terhadap perilaku sulit makan anak prasekolah dengan p value yaitu 0,002 dimana (p <0,005) dan nilai coefficient correlation 0,532, dimana hubungan kedua variable ini memiliki kekuatan hubungan cukup.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN SOP INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI UNIT BEDAH TERPADU RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA
Widya Akhiryani;
Aliana Dewi;
Puji Astuti Wiratmo
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aisyah tahun 2012 di Rumah Sakit X Surabaya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kejadian infeksi daerah operasi dari 2011 hingga 2012. Berdasarkan Evidence Update June 2013 dari National Institute for Health and Care Excellence kejadian infeksi luka operasi dapat dipengaruhi oleh factor risiko dari pasien dan kepatuhan petugas dalam menjalani SOP pencegahan terjadinya IDO sebelum dan selama tindakan operasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran karakteristik dan tingkat kepatuhan perawat dalam penerapan SOP Infeksi Daerah Operasi (IDO). Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah staff perawat yang bekerja di ruang bedah terpadu RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan jumlah sample sebanyak 45 responden. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan pendidikan dengan tingkat kepatuhan pada perawat didapatkan bahwa perawat S1+Ners memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi ( 100%) dibandingkan perawat DIII (86%). Berdasarkan lama kerja dengan tingkat kepatuhan maka perawat yang berkerja lebih lama (>10tahun) memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi ( 94 – 100%) dibandingkan pewarat yang lain. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran karakteristik perawat mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat terhadap penerapan SOP IDO.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN NEONATAL DI RSUD CILACAP TAHUN 2016
Rochany Septiyaningsih;
Dhiah Dwi Kusumawati;
Rita Sugiarti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Kematian neonatal disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk faktor bayi dan faktor ibu. Berdasarkan data WHO tahun 2015 bahwa penyebab utama kematian neonatal adalah prematur yaitu sebesar 17% di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kematian neonatal di RSUD Cilacap Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi bayi yang dilahirkan di RSUD Cilacap Tahun 2016. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling diperoleh sampel sejumlah 92 orang. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan analisis multivariate dengan regresi logistic. Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang mempunyai pengaruh dengan kematian neonatal adalah paritas, usia kehamilan dan komplikasi bayi (asfiksia, BBLR dan kelainan kongenital). Kesimpulan: Paritas merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kematian neonatal.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PESERTA PROLANIS DENGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DI FKTP PURWODADI
Wahyu Riniasih;
Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 5 No 01 (2020): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Diabetes menjadi penyebab kematian utama peringkat 7 pada tahun 2030.WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien di Indonesia dari 8,4 juta pasien pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pasien pada tahun 2030. Indonesia termasuk 10 Negara terbesar penderita Diabetes Melitus di dunia.Tepatnya, posisi Indonesia ada di nomor 7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang. WHO-QOL (1996) menjelaskan bahwa kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap kondisi di dalam hidupnya yang sesuai dengan budaya ataupun norma-norma yang dianut di lingkungan tempat tinggalnya terkait kebaikan di dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan peserta prolanis dengan peningkatan kualitas hidup peserta prolanis yang menderita diabetes melitus di FKTP Purwodadi. Metode; Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 60 orang. Hasil; Berdasarkan analisi menggunakan komputerisasi dengan Uji Chi-Square didapatkan tidak ada sel yang mempunyai nilai expeted count < 5 % dan analisis antara tingkat pendidikan dengan kualitas hidup diperoleh nilai P value 0,00 yang berarti nilai p < 0,05. Simpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan peningkatan kualitas hidup peserta prolanis yang menderita DM di FKTP Purwodadi.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP KELUARGA DENGAN STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS PURWODADI I KABUPATEN GROBOGAN
Rahmawati;
Mingle A Pistanty;
Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 5 No 01 (2020): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : World Health Organization (2010) menyatakan setiap tahun 15 juta orang di seluruh dunia mengalami stroke. Sekitar lima juta menderita kelumpuhan permanen. Data di Puskesmas Purwodadi I pada tahun 2018 terdapat 212 pasien yang berobat dengan mengalami stroke dan 80% nya adalah stroke non hemoragic, pada Januari-Maret 2019 terdapat 38 pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Kualitas Hidup Keluarga dengan Stroke di Wilayah Puskesmas Purwodadi I. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian di ikuti oleh 38 responden yang di ambil dari Tekhnik sampling jenuh. Hasil : Kualitas hidup keluarga dengan stroke sangat buruk sebanyak 1 orang (2,6%), buruk sebanyak 19 orang (50%), sedang sebanyak 15 orang (39,5%), baik sebanyak 3 orang (7,9%). Kesimpulan : Kualitas hidup keluarga dengan stroke