cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 27 Documents clear
EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR DI SUB SISTEM DAS KALIKONANG KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN ABU JAFAR, BILLY; , KUSNAN
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah banjir di sub DAS Kalikonang kecamatan Babat dengan mengevaluasi dimensi saluran primer, sekunder, maupun tersier. Tahapan yang perhitungan ini dengan melakukan analisa hidrologi dan analisa hidrolika sehingga didapatkan hasil evaluasi dimensi saluran yang tidak mencukupi debit rencana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui solusi dari permasalahan yang terjadi dengan mengetahui nilai variabel mandiri baik satu variabel atau lebih dengan memperoleh data yang berupa angka Hasil analisa perhitungan data curah hujan minimal, maksimal dan rata-rata di DAS Kalikonang dengan metode aljabar adalah 70,33 mm, 103 mm dan 87,43 mm. Nilai tersebut didapat dari data tiga stasiun penakar hujan yakni pos hujan Babat, Pucuk, dan Kedungpring. Curah hujan yang direncanakan pada DAS Kalikonang Babat untuk Kala Ulang 2 Tahun adalah 86,4 mm, untuk Kala Ulang 5 Tahun adalah 99,3 mm, untuk Kala Ulang 10 Tahun adalah 107,9 mm, untuk Kala Ulang 50 Tahun adalah 126,7 mm, dan untuk Kala Ulang 100 Tahun adalah 134,7 mm. Dari analisa perhitungan kemudian direncanakan normalisasi saluran dengan merencanakan kapasitas tampung saluran drainase. Alternatif penyelesaian dalam mengatasi banjir di kawasan Kecamatan Babat, Lamongan adalah dengan mengubah dimensi saluran eksisting yang tidak mencukupi debit rencana ketika hujan datang. Solusi yang diberikan pada penelitian ini adalah merencanakan ulang dimensi saluran sebanyak 18 saluran dengan rincian dua saluran primer yaitu saluran PR.1 dan PR.2, 14 saluran sekunder yaitu saluran SK.3, SK.4, SK.5, SK.6, SK.7, SK.8, SK.12, SK.13, SK.14, SK.15 SK.16, SK.17, SK.18, SK.19, dan dua saluran tersier yaitu TS.1 dan TS.2. Kata Kunci : banjir, Kalikonang, debit, curah hujan, saluran.Abstract This research aimed to solve flood problems in Kalikonang catchment area, Babat district by evaluating primary, secondary and tertiary canal dimensions. The calculating processes by using hydrology and hydraulics analysis therefore will be resulted the evaluation of plan canal dimension which exceeded debit plan capacity. The method used was descriptive quantitative. The research was done to discover the solution from actual problem by knowing the independent variable that likely more than one by getting data in the form of numbers. The calculation analysis result of minimum, maximum and average precipitation on Kalikonang catchment area by using algebra method is 70.33 mm, 103 mm and 87.43 mm. Those values taken from three stations where precipitation is recorded, they are Babat, Pucuk and Kedungpring rain gauge station. The planned precipitation on Kalikonang catchment area Babat district, for two years reset time is 86.4 mm, while for five years reset time is 99.3 mm, for ten years reset time is 107.9 mm, then for 50 years reset time is 126.7 mm, and for 100 years reset time is 134.7 mm. Based on the calculation analysis, the canal normalization is planned by design the accommodated capacity of the drainage canal. The optional solution to solve the flood in the Babat district, Lamongan regency is by changing the dimension of existing canal which doesn?t sufficient to accommodate the planned water debit during the rainfall. The final solution from this research is by re-designing the canal dimension a number of 18 canal with the following details, primary canal which are PR.1 and PR.2; secondary canal which are SK.3, SK.4, SK.5, SK.6, SK.7, SK.8, SK.12, SK.13, SK.14, SK.15 SK.16, SK.17, SK.18, SK.19, and two tertiary canal is TS.1 and TS.2. Key words : flood, Kalikonang, flow rate, precipitation, canal.
PENGARUH VARIASI JARAK CFRP (CARBON FIBER REINFORCED POLYMER) PADA KOLOM PENDEK PENAMPANG PERSEGI DENGAN TULANGAN TRANSVERSAL TERHADAP KEMAMPUAN MENAHAN BEBAN AKSIAL WAYAN AMRITA AYU DEWADATTA, NI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom terkekang adalah suatu penampang yang diberi tulangan melintang dalam bentuk spiral maupun sengkang untuk meningkatkan kuat tekan kolom. Sengkang hanya memberi gaya kekang pada daerah sudut karena tekanan pada sisi sengkang yang tidak terkekang akan cenderung membengkokkan bagian sisi sengkang ke arah luar dan merupakan daerah lemah pada sengkang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) sebagai perkuatan kekangan (confinement) atau penambahan pada kuat tekan kolom pendek terkekang di daerah lemah pada sengkang. CFRP dapat berfungsi sebagai kekangan, maka dalam penelitian ini membuat speciment terdiri dari kolom pendek tanpa CFRP, dan kolom pendek dengan tambahan CFRP penuh, dan sebagian (partial) yang berfungsi sebagai kekangan di sekeliling penampang memanjang kolom. Kemudian diuji dengan beban aksial tekan sampai speciment yang diuji runtuh. Hasil uji tekan kolom pendek dengan CFRP penuh dan sebagian akan dibandingkan dengan kolom pendek yang tidak memakai CFRP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan kolom pendek terkekang meningkat terhadap kolom pendek tanpa CFRP. Peningkatan tersebut terjadi pada penambahan CFRP 3 strip (benda uji MSMCC) sebesar 18,72%, CFRP 4 strip (benda uji MSMCB) sebesar 22,37%, CFRP 5 strip (benda uji MSMCA) sebesar 22,83%, dan CFRP penuh di sekeliling kolom (benda uji MSFC) sebesar 47,03%. Dengan demikian penambahan CFRP penuh dan strip semuanya memenuhi syarat kuat tekan sesuai ACI 441.2R-2017, dan Lam and Teng (2003).
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG KERANG UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL IHSAN AZIUDIN, HUDAYANA; ANDAJANI, NUR
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanah lempung ekspansif memiliki sifat dan karakter tanah yang merugikan karena sifat kembang susutnya. Bila suatu konstruksi dibangun di atas tanah ekspansif maka akan terjadi berbagai kerusakan antara lain lantai bergelombang dan dinding rumah mengalami keretakan yang berdampak pada ketidaknyamanan penghuni rumah. Salah satu upaya untuk mengatasi problema tanah ekspansif kembang-susut yaitu dengan stabilisasi tanah. Pada penelitian ini akan dilakukan eksperimen untuk menaikkan nilai kuat tekan bebas (qu) tanah lempung di daerah Panempan, Madura, dengan cara menambahkan serbuk cangkang kerang sebagai bahan stabilisasi. Dalam penelitian ini dilakukan berbagai macam uji antara lain, uji Konsistensi Tanah, uji Specific Gravity (Gs), uji Standar Proktor, dan uji Kuat Tekan Bebas (qu) dengan masing ? masing variasi penambahan serbuk cangkang kerang 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% dari berat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% serbuk cangkang kerang menyebabkan nilai kuat tekan tekan bebas menjadi lebih besar berturut ? turut 1,045 kg/cm2, 1,855 kg/cm2, 2,482 kg/cm2, 2,865 kg/cm2, dan 3,435 kg/cm2. Penambahan 25% serbuk cangkang merupakan persentase yang paling efektif sehingga meningkatkan nilai maksimum kuat tekan bebas. Kata Kunci: Tanah lempung ekspansif, serbuk cangkang kerang, daya dukung pondasi dangkal Abstract Expansive clay has adverse soil properties and characteristics because of the shrinkage properties. If the construction is built on expansive soil, there will be damages such as corrugated floor and cracking walls that have an impact on the inconvenience from the occupants of the building. One effort to overcome the problem of expansionary soil shrinkage is stabilization of the soil. In this study an experiment will be conducted to increase the value of Unconfined Compression Test (qu) in clay which is located in Panempan, Madura that is by adding clamshell powder as a stabilizing material. In this study various tests will be carried out, namely: Soil Consistency test, Specific Gravity Test (Gs), Standard Proctor Test, and Unconfined Compression Test (qu) with each variation of the addition of clamshell powder 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30% of the weight of the soil. The results showed that the addition of 0%, 10%, 15%, 20%, and 25% of clamshell powder caused an increase in the value of Unconfined Compression Test in a row of 1,045 kg/cm2, 1,855 kg/cm2, 2,482 kg/cm2, 2,865 kg/cm2, dan 3,435 kg/cm2. Addition of 25% of the shell powder is the most effective percentage which increases the maximum value of Unconfined Compression. Keywords: Expansive clay, clamshell powder, bearing capacity of shallow foundation.
ANALISA PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA PROYEK JALAN MIDDLE EAST RING ROAD (MERR) SURABAYA FIKRIYAH RAHMI, TSALITS; MAHARDI, PURWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan sebuah proyek jalan raya, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu AASHTO 1997, Manual Desain Perkerasan tahun 2013, Manual Desain Perkerasan tahun 2015, Manual Desain Perkerasan tahun 2017. Beberapa metode yang digunakan tentu menghasilkan tebal struktur perkerasan yang berbeda-beda. Hal tersebut yang membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek memiliki hasil yang berbeda pada masing-masing metode perencanaan yang digunakan. Proyek pembangunan Jalan MERR untuk tahap satu dan dua telah selesai dikerjakan, untuk tahap ketiga akan dilaksanakan secepatnya pada tahun 2018. Perencanaan pada Jalan MERR tersebut menggunakan metode AASHTO tahun 1997, dengan menghasilkan RAB sebesar Rp 96,643,007.000.00. Metode perencanaan serta hasil RAB yang diperoleh menjadi dasar pertimbangan untuk dilakukannya penelitian mengenai penerapan proses VE pada proyek ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari penerapan VE dan berapa besar penghematan biaya yang dihasilkan pada proyek Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan MERR Surabaya. Penerapan proses VE memiliki beberapa tahapan, yaitu tahap informasi, analisa fungsi, tahap kreativitas, tahap evaluasi, tahap pengembangan dan tahap presentasi. Hasil dari penerapan proses VE tersebut didapatkan alternatif penggunaan CCSP 400.1000 H=11m kelas A, U-Ditch 180.180.120 K-350 Precast untuk Pekerjaan Saluran dan Pasangan, dan alternatif penggunaan Lapis AC-WC tb. 4cm, Lapis AC-BC tb.6cm, Lapis AC-Base tb. 21cm dan Lapis Pondasi Agregat (LPA) Kelas A tb. 30cm . Penghematan biaya yang didapatkan sebesar Rp 10,056,771,000.00 atau 10.41% dari biaya proyek sebesar Rp 96,643,007.000.00, setelah dilakukan rekayasa nilai biaya proyek menjadi Rp 86,586,236,000.00. Kata Kunci: Rekayasa Nilai, Jalan MERR Surabaya, Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku.On the planning of a road project, there are several methods that can be used, namely AASHTO 1997, Manual design of the Perkerasan year 2013, design Manual of the Perkerasan year 2015, design Manual of the Perkerasan year 2017. Some of the methods used certainly produce a thick different alignment structures. This makes the project budget plan (RAB) projects have different results on each of the planning methods used. The MERR Road development project for phase one and two was completed, for the third stage to be implemented as soon as possible in 2018. The planning on the MERR road used the AASHTO method in 1997, by generating a RAB of Rp 96,643, 007.000.00. The planning methods as well as the results of RAB were obtained as a basis of consideration for the research on implementing the VE process on this project. The aim of the study was to know the outcome of the VE implementation and how much the cost savings resulted in the project development and rehabilitation of MERR Road Surabaya. The application of the VE process has several stages, namely information level, function analysis, creativity level, evaluation stage, development stage and presentation stage. Result of the implementation of the VE process gained alternative use of CCSP 400.1000 H = 11m class A, U-Ditch 180,180,120 K-350 Precast for channel and pair work, and alternative use of Lapis AC-WC TB. 4cm, Lapis AC-BC TB. 6cm, layer AC-Base TB. 21cm and Aggregate Foundation Layer (LPA) grade A TB. 30cm. The cost savings earned amounted to Rp 10,056,771,000.00 or 10.41% of the project cost of Rp 96,643, 007.000.00, after the engineering of project cost value to Rp 86,586,236,000.00.KeyWords: Value Engineering, Jalan MERR Surabaya, Flexible Pavement, Rigid Pavement.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN FLY OVER PADA PERLINTASAN KERETA API JPL 166 TONGAS-PROBOLINGGO SATRIA RAMADHAN, HAFIZH; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan fly over pada perlintasan rel kereta api JPL 166 Tongas-Probolinggo merupakan proyek infrastruktur yang ditujukan untuk menghilangkan tundaan lalu lintas yang terjadi akibat melintasnya kereta api. Pembangunan fly over perlintasan rel kereta api JPL 166 Tongas-Probolinggo juga berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Jawa Timur, khususnya wilayah di sekitar Kabupaten Probolinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai manfaat (benefit) dan biaya (cost), serta mengetahui kelayakan ekonomi dari rencana pembangunan fly over pada perlintasan rel kereta api JPL 166 Tongas-Probolinggo dengan menggunakan metode Benefit Cost Ratio (BCR). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data primer serta kondisi lokasi penelitian, sedangkan teknik wawancara digunakan untuk mendapatkan data-data sekunder pendukung dari rencana pembangunan fly over perlintasan jalan raya dan rel kereta api JPL 166 Tongas-Probolinggo. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai penghematan biaya operasional kendaraan setelah ada fly over pada tahun 2017-2037 sebesar Rp.129.436.909.558,- dan penghematan nilai waktu setelah ada fly over pada tahun 2017-2037 sebesar Rp.95.009.232.376,-. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan fly over terdiri dari biaya konstruksi (RAB) sebesar Rp.167.697.766.308,-; biaya pemeliharaan sebesar Rp.1.414.964.417,-; serta biaya tak terduga sebesar Rp.16.769.776.630,-. Hasil dari analisis BCR didapatkan nilai sebesar 1,21. Karena nilai BCR > 1 maka dapat disimpulkan bahwa rencana pembangunan fly over pada perlintasan jalan raya dan rel kereta api JPL 166 Tongas-Probolinggo layak untuk dilaksanakan. Kata Kunci: Benefit Cost Ratio, manfaat, biaya, nilai waktu, biaya operasional kendaraan Abstract Construction of flyover at JPL 166 Tongas-Probolinggo railroad crossings is an infrastructure project aimed at eliminating traffic delays that occur due to the passage of trains. Construction of flyover at JPL 166 Tongas-Probolinggo railroad crossings also have an important role in accelerating the economic growth of the people in East Java Province, especially around Probolinggo Regency. The purpose of this study is to analyze the value of benefits and costs, and to determine the economic feasibility of flyover construction at JPL 166 Tongas-Probolinggo railroad crossings by using the Benefit Cost Ratio (BCR) method. The method used in this study is a quantitative method. Data is collected by observation, interview and documentation techniques. Observation and documentation techniques are used to collect primary data as well as the condition of the study location, while the interview technique is used to obtain secondary data from the planned construction of JPL 166 Tongas-Probolinggo railroad crossing. The results of this study were obtained the vehicle operating cost (VOC) savings after construction in 2017-2037 in the amount of Rp.129,436,909,558,- and also obtained the value of time savings after construction in 2017-2037 in the amount of Rp.95,009,232,376,-. While the costs to be incurred for the flyover construction consist of engineers estimate (EE) in the amount of Rp.167,697,766,308,-; maintenance cost in the amout of Rp.1,414,964,417,- and unexpected cost in the amount of Rp.16,769,776,630,-. The results of the BCR analysis obtained a value of 1.21. Because of the BCR value is more than 1, it can be concluded that the plan to build a flyover at JPL 166 Tongas-Probolinggo railroad crossing is feasible. Keywords: Benefit Cost Ratio, benefits, costs, value of time, vehicle operating costs
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR GAMPING MADURA PADA TANAH EKSPANSIF DI DAERAH WIYUNG SURABAYA TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS (QU) YANUAR ARVANDO, RAVICO; ANDAJANI, NUR
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanah lempung ekspansif merupakan tanah dengan sifat kembang-susut tinggi. Tanah di daerah wiyung Surabaya diindikasikan tergolong ke dalam tanah lempung ekspansif. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan tanah pada daerah tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan nilai daya dukung tanahnya. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen di laboratorium Mekanika tanah Universitas Negeri Surabaya untuk mendapatkan nilai kuat tekan bebas dengan variasi penambahan kapur gamping Madura : 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat-sifat fisik tanah,tes proctor standart dan tes kuat tekan bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan Kapur Gamping Madura pada tanah ekspansif di daerah Wiyung Surabaya maka nilai kuat tekan bebas (qu) tanah akan semakin besar juga. Nilai kuat tekan bebas tanah di daerah wiyung Surabaya sebesar 105,127 kN/m2. Setelah penambahan 3%,6%,9%, dan 12% nilainya naik menjadi masing-masing 182,698 kN/m2, 243,303 kN/m2, 280,568 kN/m2, dan 334,897 kN/m2. Sehingga pemanfaatan penambahan Kapur Gamping Madura pada Tanah Ekspansif di daerah Wiyung Surabaya dapat Meningkatkan Nilai Kuat tekan bebas dari kaku menjadi sangat kaku. Hal tersebut dapat meningkatkan daya dukung pondasi pada bangunan di sekitarnya. Kata Kunci: Tanah ekspansif, Kapur Gamping Madura, Stabilisasi Kimia, kuat tekan bebasABSTRACTExpansive clay is a soil with high growth properties. Land in the Surabaya mermaid area is indicated as belonging to expansive clay. For this reason, it is necessary to make improvements to the land in the area with the aim of increasing the value of carrying capacity of the land.This study uses experimental research in the Surabaya State Mechanics laboratory to get the value of free compressive strength with variations in the addition of Madura limestone: 0%, 3%, 6%, 9%, and 12%. The methodology carried out in this study is to test the physical properties of the soil, standard proctor tests and free compressive strength tests.The results showed that the larger the addition of Madurese Limestone Limestone on expansive soil in the area Wiyung Surabaya then the value unconfined compressive strength (qu) of land will be even greater. The unconfined compressive strength of free soil in wiyung area of ??Surabaya is 105,127 kN/m2 . After the addition of 3%, 6%, 9%, and 12% values ??increased to 182,698 kN/m2, 243,303 kN/m2, 280,568 kN/m2, and 334,897 kN/m2 ,respectively. Limestone Limestone utilization so that the addition of Madurese in Expansive Soil in the area of ??Surabaya Wiyung Can Raise Strong unconfined compressive strength from rigid to very stiff. This can increase the foundations carrying capacity in surrounding buildings.Keywords: Expansive Soil, Lime Limestone Madura, Chemical Stabilization, Unconfined Compressive Strength
PEMANFAATAN SERAT KARUNG GONI (RAMI) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN BETON DAN ELECTRIC ARC FURNACE SLAG 30% SEBAGAI SUBTITUEN PASIR PADA PEMBUATAN BETON NORMAL DUDDIAN WAHYU RAHMAN, MEDIO; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bahan campuran beton normal yaitu pasir juga mempunyai dampak buruk dalam kerusakan alam. Electrical Arc Frunance Slag atau limbah dari pembakaran atau peleburan baja yang merupakan limbah dari hasil proses pembakaran dari pabrik baja dapat dimanfaatkan sebagai substitusi pasir pada beton.Beton yang lemah terhadap tarik dapat ditingkatkan kekuatannya yaitu dengan menambahkan serat sebagai tambahan bahan campuran untuk beton. Bahan serat yang digunakan pada beton dapat berupa serat kawat, serat plastik (polypropylene), atau serat alami. Perkembangan beton berserat ,sering dilakukan penelitian penggunaan serat alami untuk beton,yang dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh EAFS dan serat rami pada campuran beton terhadap sifat mekanis beton. Pada penelitian ini akan melakukan experimental dengan menggunakan persentase EAFS 30% dan variasi serat rami 0%,0,5%0,75%,1% untuk kuat tekan , tarik dan lentur pada beton. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan Electrick Arc Furnace Slag (30%) dan serat rami pada campuran beton normal mampu memperbaiki kuat tarik belah dan kuat lentur pada beton penggunaan serat rami optimal yang dapat ditambahkan pada campuran beton ialah sebesar 0,5% dapat meningkatkan kuat tarik sebesar 30,84%.One material that is a mixture of concrete, namely sand, also has a negative impact on environmental damage. Electrical Arc Frunance Slag or a waste from steel combustion or melting which is a waste from the results of the combustion process of a steel plant can be used as a substitute for sand in concrete. Weak concrete against the drag can be strengthen by adding fiber as a mixture of concrete. Fiber materials used in concrete can be wire fibers, plastic fibers (polypropylene), or natural fibers. Many researches have been done for the development of fibrous concrete, which often carried out by using natural fibers for concrete, is more economical and environmentally friendly. The purpose of this study was to determine the effect of EAFS and hemp fiber on concrete mixtures in terms of the mechanical properties of concrete. In this research, the experiment are done by using 30% percentage of EAFS and the variation of hemp fiber start from 0%, 0.5% 0.75%, 1% for compressive strength, tensile strength and bending. The results of the research that have been carried out can be concluded that by utilizing Electrick Arc Furnace Slag (30%) and hemp fiber in normal concrete mixtures can improve split tensile strength and flexural strength in concrete using optimal hemp fiber which can be added to the concrete mixture is 0, 5% can increase the tensile strength by 30.84%

Page 3 of 3 | Total Record : 27