cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2023)" : 25 Documents clear
IMPLEMENTASI PROGRAM ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (E-TLE) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERTIBAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA Ekandana, Mochammad Rizky; Kurniawan, Badrudin
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1605-1616

Abstract

Jumlah penduduk Kota Surabaya yang semakin banyak ini tentu akan mempengaruhi kegiatan lalu lintas di jalan raya. Lalu lintas di jalan raya kota Surabaya lebih banyak dipenuhi dengan transportasi pribadi dibanding dengan transportasi angkutan umum. Hal ini disebabkan kendaraan pribadi telah menjadi kebutuhan primer dalam menunjang proses kegiatan sehari-hari. Jumlah volume kendaraan yang banyak dan selalu bertambah dalam setiap tahunnya menjadikan jalan raya Kota Surabaya semakin padat, sehingga upaya untuk menjaga ketertiban lalu lintas perlu ditingkatkan. Adapun transportasi yang sering kita jumpai di jalan-jalan dalam Kota Surabaya yakni kendaraan bermotor (sepeda motor, mobil, dan angkutan umum sejenis lainnya). Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya pihak Polrestabes Surabayameningkatkan ketertiban lalu lintas melalui program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana subjek penelitian dipilih secara pusposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian dan sesuai program yang direncanakan peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik dasar penelitian kualitatif yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan analisa data dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan secara bersamaan yaitu: l) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program ETLE di Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan SOP yang berlaku. Sejak diterapkannya program ETLE masyarakat sudah mulai tertib dalam berkendara terutama di jalan raya, hal ini karena masyarakat takut terkena rekaman kamera CCTV ETLE sehingga akan terkena sanksi berupa denda yang harus dibayar. Sehingga upaya menertibkan lalu lintas melalui program ETLE bisa terlaksana secara maksimal di Kota Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian diatas terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai masukanuntuk mengoptimalkan implementasi program ETLE di kota Surabaya yaitu, kedepannya pihak Kepolisian dan Pemkot Surabaya segera menambah kamera CCTV ETLE untuk wilayah yang belum terpasang. Sehingga secara bertahap kota Surabaya juga dapat mengubah sistem tilang konvensional seluruhnya dan menggantinya dengan sistem ETLE. Increasingnumber of residents of the city of Surabaya will certainly affect traffic activities on the highway. Traffic on the highway in the city of Surabaya is mostly filled with private transportation compared to public transportation. This is because private vehicles have become a primary need in supporting the process of daily activities. The large number of vehicle volumes and is always increasing every year makes Surabaya City roads increasingly congested, so efforts to maintain traffic order need to be increased. The transportation that we often encounter on the streets in the city of Surabaya is motorized vehicles (motorcycles, cars, and other similar public transportation). For this reason, the purpose of this study is to describe how the efforts of the Surabaya Police to improve traffic order through the Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) program. This study uses a qualitative descriptive method, where the research subjects are selected purposively Sampling is sampling by setting special characteristics that are in accordance with the research objectives so that it is expected to be able to answer research problems and according to the program planned by the researcher. Data collection techniques used three basic qualitative research techniques, namely interview, observation and documentation techniques. Sources of data were obtained from interviews conducted with one of the implementing officers of the ETLE program, Mrs. Narulita and data analysis was carried out through three stages of activities simultaneously, namely: l) data reduction, 2) data presentation and 3) conclusion drawing or verification. The results of this study indicate that the implementation of the ETLE program in the city of Surabaya has been going well and in accordance with the applicable SOP. Since the implementation of the ETLE program, the community has begun to be orderly in driving, especially on the highway, this is because people are afraid of being exposed to the ETLE CCTV camera footage so that they will be subject to sanctions in the form of fines that must be paid. However, on several roads in the Surabaya area, there are still CCTV cameras for ETLE that have not been installed, this is because the price of CCTV is not cheap so that the installation is carried out in stages and efforts will continue to be made to install evenly throughout Surabaya City area. So that efforts to control traffic through the ETLE program can be carried out optimally in the city of Surabaya. Based on the results of the research above, there are several things that can be used as input to optimize the implementation of the ETLE program in the city of Surabaya, namely, in the future the Police and the Surabaya City Government will immediately add ETLE CCTV cameras for areas that have not been installed. So that gradually the city of Surabaya can also change the conventional ticketing system entirely and replace it with the ETLE system.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN HYBRID PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI SMA NEGERI 13 SURABAYA Meilisa, Atika Dwi; Megawati, Suci
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1629-1642

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang signifikan dalam dunia pendidikan. Sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa pembelajaran berbasis daring. Pembelajaran daring dilakukan secara inovatif pada masa pandemik Covid-19 yaitu menggunakan program berimprovisasi dengan teknologi baru yaitu zoom ataupun aplikasi smartphone yaitu whatsapp. Berdasarkan Peraturan pemerintah yang mengacu pada kebijakan PPKM dan SKB 4 mentri, daerah yang berstatus Level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas atau hybrid learning, yang menggabungkan pembelajarn daring dan juga luring. Konsep pembelajaran hybrid kemudian diterapkan oleh SMAN 13 Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembelajaran hybrid di SMAN 13 Surabaya dilakukan dengan tolak ukur keberhasilan implementasi menggunakan teori Merilee S. Grindle. Jenis penelitiannya deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi model pembelajaran hybrid di SMA Negeri 13 Surabaya sudah berjalan dengan baik selama pandemi covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung seperti protokol kesehatan dalam variabel yang sudah sesuai dengan standar serta memenuhi pedoman atau aturan dari pemerintah.beberapa variabel yang menjadi tolak ukur keberhasilan implementasi juga menunjukan hasil positif, diantaranya variabel manfaat, derajat perubahan yang diinginkan dan variabel lingkungan implementasi. Namun, masih perlu adanya evaluasi pada sistem pembelajaran hybrid karena beberapa kendala, yaitu penyediaan kuota jaringan internet dan juga swab antigen berkala yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kekhawatiran pada orang tua. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on various sectors of life, including the education sector. As an effort to prevent the spread of the virus, the government decided a policy in the form of distance learning or online-based learning from home. Over time, there are various problems that arise when implementing online learning, such as impaired internet access, lack of ability to master technology, teachers have difficulty designing subject matter, limited internet quotas, decreased student understanding of the material being taught, and so on. To overcome this, the government provides an alternative in the form of limited face-to-face learning. SMAN 13 Surabaya is one of the schools that implements this learning system. Therefore, this research was conducted with the aim of knowing the general description of the implementation of teaching and learning activities in the limited face-to-face learning period at SMAN 13 Surabaya. This research is a descriptive qualitative research. Sources of data obtained from observations in the field and in-depth interviews conducted between researchers and informants. So that it can be obtained the results that teaching and learning activities carried out during the face-to-face learning period are limited running well and have met health protocol standards.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA Di DESA KUPANG, KECAMATAN JABON, KABUPATEN SIDOARJO Putra, Trisnanto Setyo; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1643-1654

Abstract

Salah satu wilayah yang berpotensi kaya akan sumber daya alam laut adalah wilayah pesisir. Alhasil, banyak masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan atau petani tambak untuk memanfaatkan potensi tersebut. Pemberdayaan masyarakat dalam sektor perikanan biasanya berkembang ke arah agrobisnis. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan yang tepat saat melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar program berhasil dan membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Perikanan Budidaya di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat 5P (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, pemeliharaan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan persiapan dan penyusunan data, pendalaman awal, koding, pengkategorian dan pemberian tema, serta interpretasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemberdayaan masyarakat telah berjalan dengan baik dengan melibatkan masyarakat pembudidaya rumput laut untuk berpartisipasi dalam program Kampung Perikanan Budidaya. Walaupun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya seperti penyediaan fasilitas sarana, prasarana, pelatihan, serta perlindungan terhadap usaha budidaya rumput laut mengenai fluktuasi harga jual rumput laut maupun persyaratan kelayakan usaha untuk bisa ekspor secara mandiri. Maka dari itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat pembudidaya rumput laut di Desa Kupang. One possible area rich in marine natural resources is the coastline region. As a result, many coastal communities work as fishermen or pond farmers to capitalize on this potential. Empowerment in the fishing sector typically progresses toward agrobusiness. Therefore, it is important to take the right actions when implementing community empowerment in order for the program to be successful and affect positive change in people's lives. This study aims to describe community empowerment through the Aquaculture Fisheries Village program in Kupang Village, Jabon District, Sidoarjo Regency. This research uses a descriptive research type with a qualitative method approach. The focus of this research is the 5P community empowerment approach (enabling, strengthening, protecting, supporting, nurturing). Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by prepa ring and compiling data, initial insight, coding, categorizing and giving themes, and interpretation. The results of this study found that community empowerment had gone well by involving seaweed cultivators to participate in the Aquaculture Fisheries Village program. Although, there are still obstacles in its implementation such as the provision of facilities, infrastructure, training, and protection for seaweed cultivation businesses regarding fluctuations in the selling price of seaweed and business feasibility requirements to be able to export independently. Therefore, this study recommends that the government pay attention to the needs of the seaweed cultivating community in Kupang Village.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI GAPOKTAN (GABUNGAN KELOMPOK TANI) DI DESA KESAMBENWETAN KECAMATAN DRIYOREJO, KABUPATENGRESIK Mirna Indarti, Fais Ariska; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1669-1680

Abstract

Program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN (gabungan kelompok tani ) merupakan suatu bentuk kelembagaan yang dibentuk oleh pemerintah untuk dapat melakukan pemberdayaan pada petani melalui kegiatan-kegiatan yang akan meningkatkan pengetahuan serta keahlian dari petani. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN di Desa Kesambenwetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ini dapat berjalan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini didapatkan dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan petani yang dilakukan oleh GAPOKTAN Kesambenwetan ini dikaji dengan melihat dari indikator pengukuran evaluasi kebijakan dari William N.Dunn yaitu Efektivitas, Efisiensi, Ketepatan, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Dari keenam indikator tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN ini telah berjalan dengan baik, dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh GAPOKTAN Kesambenwetan untuk meningkatkan keahlian serat pengetahuan dari petani. Kegiatan-kegiatan ini berupa penyuluhan serta sosialisasi oleh pihak profesional yaitu penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian Driyorejo. Selain itu GAPOKTAN Kesambenwetan ini juga membantu para petani mulai dari masa tanam awal hingga menjual hasil tani mereka dengan menyediakan sarana prasarana serta membantu petani untuk mengolah serta memasarkan hasil tani mereka. The farmer empowerment program through GAPOKTAN (combined farmer groups) is an institutional form formed by the government to be able to empower farmers through activities that will increase the knowledge and expertise of farmers. The purpose of this research is to describe how the farmer empowerment program through GAPOKTAN in Kesambenwetan Village, Driyorejo District, Gresik Regency can run. This research is a type of descriptive qualitative research. Data collection methods in this study were obtained from observation, interviews and documentation. The farmer empowerment activities carried out by GAPOKTAN Kesambenwetan are studied by looking at the policy evaluation measurement indicators from William N. Dunn namely Effectiveness, Efficiency, Accuracy, Equity, Responsiveness, and Accuracy. The six indicators show that the farmer empowerment program through GAPOKTAN has been going well, with the activities carried out by the GAPOKTAN Kesambenwetan to increase the skills and knowledge of farmers. These activities were in the form of outreach and outreach by professionals, namely extension workers from the Driyorejo Agricultural Extension Center. Apart from that, GAPOKTAN Kesambenwetan also helps farmers from the early planting period to selling their agricultural products by providing infrastructure and helping farmers to process and market their agricultural products.
EVALUASI PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERKAH PADA PERUMAHAN PERMATA KWANGSAN RESIDENCE KABUPATEN SIDOARJO Amalia, Ikhlasul; Tauran, Tauran
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1655-1668

Abstract

Evaluasi tata kelola penting dilakukan agar dapat melihat kesesuaian implementasi dari Bank Sampah Berkah dengan Permen LHK No 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah. Tujuan penelitian Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi tata kelola Bank Sampah Berkah yang berada di Perumahan Permata Kwangsan Residence Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran dari suatu objek yang diteliti. Sumber data yang digunakan berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil struktur kelembagaan mendapat nilai efektif, cakupan pelayanan mendapat nilai merata, nasabah mendapat nilai responsif, SOP mendapat nilai cukup efisien. Governance evaluation is important to do, that we can see the suitability of the implementation of the"Berkah" Waste Bank with the Minister of Environment and Forestry Regulation Number 14 of 2021concerning Waste Management in Waste Bank. This purpose of research was used to evaluate thegovernance of the "Berkah" Garbage Bank in Permata Kwangsan Residence, Sidoarjo Regency. This typeof research uses descriptive qualitative which gives an overview of an object under study. The data sourcesused come from primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques using themethod of observation, interviews, and documentation. The results showed that the results of theinstitutional structure were scored as effective, service coverage was scored evenly, customers were scoredas responsive, SOP was scored as quite efficient.

Page 3 of 3 | Total Record : 25