cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2019)" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI APLIKASI DOKTER KEPENDUDUKAN ONLINE (STUDI PADA LAYANAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN GRESIK) Ahmad Rizal Wirawan; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia saat ini menerapkan kebijakan berbasis teknologi pada pelayanan administrasi kependudukan supaya tercipta kemudahan dan efisiensi. Semua daerah wajib menerapkan kebijakan tersebut dan salah satunya adalah Kabupaten Gresik. Dengan meluncurkan aplikasi Dr. Kepo pada akhir tahun 2017 Dispendukcapil Gresik menerapkan pelayanan administrasi kependudukan online yang dinamakan Dr. Kepo yang dapat diakses oleh masyarakat Gresik dengan menggunakan nomor Kartu Keluarga. Dengan demikian maka diharapkan terciptanya pelayanan administrasi kependudukan secara mudah dan cepat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, purposive sampling, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Implementasi kebijakan aplikasi Dr. Kepo berdasarkan faktor yang mempengaruhi kebijakan publik menurut George C.Edward III yaitu:1) Komunikasi, Dispendukcapil Gresik menyampaikan kebijakan Dr. Kepo kepada register melalui pertemuan tatap muka rutin berdasarkan pembagian wilayah kerja.2)Sumber Daya, Dispendukcapil Gresik mengadakan Bimbingan teknologi kepada para register, menyediakan sarana informasi bagi para register berupa grup media sosial dan memfasilitasi PC serta jaringan internet kepada para register. 3) Disposisi, Implementor Dr.Kepo harus memiliki sikap yang mengetahui tugas dan disiplin masing-masing yang menjadi tanggung jawab. Komitmen, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan tunjangan khusus senilai Rp.250.000,- dalam satu tahun melalui ADD Pemkab Gresik. 4) Struktur Birokrasi, Kebijakan aplikasi Dr. Kepo memiliki SOP yang didasarkan pada Peraturan Bupati Gresik nomor 32 tahun 2016 yang menjadi pedoman pelaksanaan aplikasi Dr. Kepo dan penyelaras tindakan para register. fragmentasi, semua unit kerja instansi pelaksana kebijakan aplikasi Dr. Kepo terlibat dalam proses implementasi karena Kasi dan Staf kerjasama dan inovasi pelayanan Dispendukcapil Gresik menjadi aktor utama karena memiliki wewenang lebih dalam penyebaran tugas dan tanggung jawab kepada para implementor. Saran peneliti adalah menambah sarana sosialisasi kepada pihak eksternal, melakukan survey dan fasilitasi ulang, menambah agenda pertemuan tatap muka rutin. Kata Kunci:Implementasi,kependudukan,onlineAbstract The Indonesian government is currently implementing a technology-based policy on population administration services to create convenience and efficiency. All regions must implement the policy and one of them is Gresik Regency. By launching Dr. Kepo application at the end of 2017 Department of Population and Civil Registration Gresik District implements an online population administration service called Dr. Kepo that can be accessed by Gresik community by using family card number. Thus it is expected to create population administration services easily and quickly. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The research location is the Gresik Regency Population and Civil Registration Service. Data collection techniques consist of observation, interviews, purposive sampling, and documentation. The data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study show policy implementation of Dr. Kepo application based on factors that influence public policy according to George C.Edrwad III, namely:1.) Communication, Department of population and civil registration Gresik district conveys Dr. Kepo policy to registers through regular face-to-face meetings based on the division of work area.2)Resource, Department of population and civil registration Gresik district conducts technology guidance to registers, provides information facilities for registers in the form of social media groups and also facilitate PCs and internet networks to registers. 3) Disposition, Dr. Kepo’s Implementors must have an attitude that knows each task and discipline that is the responsibility. Commitment, Gresik District Government gives special allowance worth Rp.250.000,- in one year through gresik regional income.4) Bureaucratic Structure, application policy of Dr. Kepo has Standard Operating Procedure based on Regents Gresik Regulations number 32 of 2016 which is guideline for implementation of Dr. Kepo application and becomes align the actions of the registers. Fragmentation, work unit of the policy implementing agency of Dr. Kepo application involved in the implementation process because section chief and cooperation staff and service innovation of Department of Population and Civil Registration Gresik District becomes the main actor because it has more authority in the distribution of tasks and responsibilities to the implementers. Researchers suggestion is to add a means of socialization to external parties, conduct re-survey and facilitation and add to the agenda of routine face-to-face meetings. Key Words: Implementation,population,online
MANAJEMEN STRATEGI PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI BIOGAS DI KELURAHAN KEDUNDUNG MAGERARI KOTA MOJOKERTO DESI RATNA SARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Lingkungan adalah tempat tinggal manusia untuk melangsungkan aktivitas sehari-hari.Dalam hal ini Jawa Timur termasuk penyumbang sampah yang cukup besar yaitu 19 ton perhari. Selain Jawa Timur Kota Mojokerto adalah salah satu Kota peyumbang sampah dengan urutan ke 10. Dengan begitu Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto melakukan sebuah inovasi dengan membuat konsep yang berbeda dalam pembungan sampah. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut Hitt yang terdiri dari 5 (lima) tahap yaitu, analisis lingkungan, misi dan tujuan perusahaan, perumusan strategi, penerapan implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Secara keseluruhn hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto sudah melakukan upaya semaksimal mungkin terhadap pengelolaan sampah di TPA Randegan Kota Mojokerto. Kata kunci : Manajemen Strategi, Pengelolaan sampah, Biogas. Abstack Environment is a space in which humans live to carry out their daily activities. . In addition to East Java, Mojokerto is one of the wasteful cities, ranked number 10. Therefore, the Environment Department of Mojokerto conducts an innovation by making a different concept in the waste collection. The research design is descriptive using a qualitative approach. This study used the strategy management theory, as proposed by Hitt, consisting of 5 (five) stages, namely, environmental analysis, company missions and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control. On the whole, the results indicate that the Environment Department of Mojokerto has made every effort to manage waste at the Randegan Landfill in Mojokerto. Keywords: Management of strategy, Waste management, Biogas.
Strategi Pelayanan Ruang Tunggu Keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya RIO TRI PUTRA SETIAWAN; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda merupakan area khusus bagi penumpang pengguna maskapai penerbangan domestik. Agar memberikan pelayanan yang optimal kepada penumpang selama menunggu keberangkatan, upaya yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) selaku pengelola dengan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang kenyamanan serta memperketat dan mempercepat proses pemeriksaan, baik check-in maupun bagasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pelayanan di ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pedekatan kualitatif. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah lima strategi meningkatkan kinerja pelayanan publik oleh Osborne, antara lain: strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengawasan, dan strategi budaya. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian tersebut adalah strategi yang diterapkanpada layanan ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya menunjukkan bahwa: 1) Pada indikator strategi inti bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku serta peran pemimpin beserta pegawai telah berjalan dengan baik. 2) Pada indikator strategi konsekuensi berjalan baik dalam mewujudkan pelayanan yang optimal dengan menciptakan kondisi kerja yang sehat. 3) Pada indikator strategi pelanggan perusahaan telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai, menciptakan prosedur kemanan yang ketat dan cepat, menyediakan layanan pengaduan serta menerapkan sistem informasi berbasis teknologi, kekurangannya hanya pada tidak berfungsi atau kurangnya merawat fasilitas tersebut ataupun keadaan lain yang terjadi di lapangan. 4) Kemudian pada indikator strategi pengawasan sudah dilakukan dengan baik melalui survei kepuasan pelanggan serta membentuk tim khusus dari internal PT Angkasa Pura I (Persero) dalam mengawasi pelayanan yang diberikan. 5) Dan pada indikator strategi budaya berjalan dengan baik dalam mengubah budaya yang menghambat kinerja pelayanan dan mengedepankan sikap kekeluargaan. Saran peneliti berdasar hasil penelitian tentang strategi pelayanan ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya adalah penambahan papan informasi panduan keberangkatan serta sosialisasi pada penumpang untuk datang lebih awal, perbaikan maupun penambahan fasilitas-fasilitas, ditambahkan papan himbauan tentang tata perilaku pada penumpang untuk menjaga ketertiban, dan adanya pengawasan dari PT. Angkasa Pura I (Persero) dalam pemberian kompensasi penerbangan delay. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Ruang Tunggu Keberangkatan Abstract Terminal 1 departure lounge Juanda Airport is a special area for passengers of domestic airline users. In order to provide optimal service to passengers while waiting for departure, efforts made by PT. Angkasa Pura 1 (Persero) as the manager by providing facilities that support comfort and tighten and speed up the inspection process, both check-in and baggage. The purpose of this study is to describe the service strategy in the waiting room for departure at Terminal 1 of Juanda Airport, Surabaya. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The analysis used in this study were five strategies to improve public service performance by Osborne, including: core strategies, consequence strategies, customer strategies, supervision strategies, and cultural strategies. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study are the strategies applied at the departure lounge services of Terminal 1 of Juanda Airport, Surabaya, which show that: 1) In the core strategy indicators that the services provided are in accordance with the applicable rules and the role of leaders and employees has gone well. 2) On the consequences indicator strategies run well in realizing optimal service by creating healthy working conditions. 3) On the customer strategy indicators the company has provided adequate facilities, creates strict and fast security procedures, provides complaints services and applies technology-based information systems, deficiencies only in non-functioning or lack of caring for these facilities or other conditions that occur in the field . 4) Then the supervision strategy indicators have been carried out well through customer satisfaction surveys and formed a special team from internal PT Angkasa Pura I (Persero) in overseeing the services provided. 5) And the cultural strategy indicators go well in changing cultures that hinder the performance of services and promote family attitudes. Researchers suggestion based on the results of research on the departure lounge service strategy of Terminal 1 of Juanda Airport Surabaya is the addition of a departure guide information board and socialization to passengers to arrive early, repairing or adding facilities, adding a board of calls on the behavior of passengers to maintain order , and the supervision of PT. Angkasa Pura I (Persero) in providing delay flight compensation. Keywords: Public, Service, Departure Lounge
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 12 TAHUN 2018 TENTANG TARIF SEWA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA DI RUSUNAWA JAMBANGAN, KECAMATAN JAMBANGAN, KOTA SURABAYA ALJARREAU MAHMUD SUTRISNO; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

AbstrakPeraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2018 merupakan peraturan yang mengatur tentang tarif sewa Rusunawa di Surabaya termasuk Rusunawa Jambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tarif Sewa Rumah Susun Sederhana Sewa dalam Pengelolaan Pemerintah Kota Surabaya di Rusunawa Jambangan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Seksi Pemanfaatan dan Pengawasan Rumah dan Rumah Bertingkat, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Surabaya (DPBT), Pengelola Rusunawa Jambangan, serta 4 orang penghuni Rusunawa Jambangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan DPBT sebagai pembuat kebijakan belum menyampaikan informasi secara maksimal kepada masyarakat umum terkait informasi penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Proses pembayaran yang cukup panjang dari penghuni Rusunawa Jambangan kepada Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah sehingga menyebabkan ketidak efisienan kebijakan. Sumber daya fasilitas yang terkelola secara baik dan belum ditemui kendala serius. Selain itu sumberdaya keuangan DPBT telah menganggarkan sebesar Rp 25 milliar per tahun untuk biaya pengelolaan seluruh Rusunawa di Surabaya, yang akan dibagikan di setiap Rusunawa menjadi Rp 200 juta per tahunnya. Saran yang diberikan dalam penelitan ini adalah DPBT lebih intensif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum terkait informasi penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Implementor yaitu Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah lebih kreatif dalam melaksanakan Implementasi terkait pembayaran biaya sewa penghuni Rusunawa di Surabaya, seperti menciptakan inovasi dalam proses pembayaran secara online. Kerjasama antara lintas sektor harus lebih dikembangkan lagi, dari segi pengelolaan dan lebih mengupayakan kerjasama antara swasta dalam bentuk tangguang jawab sosial perusahaan (CSR) untuk penyediaan fasilitas Rusunawa di Jambangan.Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2018
MANAJEMEN STRATEGI PROGRAM GERAKAN TENGOK BAWAH MASALAH KEMISKINAN (GERTAK) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN TRENGGALEK WAHYU DEWI KESUMA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan masalah sosial yang sangat kompleks, dimana kerap menjadi isu global maupun nasional yang menimbulkan keprihatinan banyak pihak tidak terkecuali bagi Negara Indonesia sebagai Negara berkembang. Seiring berkembangnya era otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang ada. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Trenggalek periode 2016-2021 membuat inovasi program Gerakan Tengok Bawah masalah Kemiskinan (GERTAK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajement strategi Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menanggulangi masalah kemiskinan melalui program GERTAK. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori proses manajemen strategi menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen yang meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi serta pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan study dokumentasi.Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerahnya berusaha keras memaksimalkan kekuatan yang dimiliki berupa struktur kelembagaan, SDM yang berkompeten, komitmen petugas, dan memperbesar peluang yang ada yaitu menjadikan Program GERTAK sebagi program percontohan baik Nasional maupun internasional. Akan tetapi, dalam pelaksaannya masih ditemukan beberapa kendala yakni kurangnya keterlibatan kelompok sasaran, monitoring dari TKPKD Kabupaten Trenggalek, Kurangnya anggaran dan sarana prasarana, serta awamnya masyarakat kabupaten Trenggalek terhadap teknologi informasi. Sehingga peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki Program GERTAK kedepannya yaitu, TKPKD perlu melibatkan kelompok sasaran, memonitoring berjalannya musdes/muskel GERTAK, meningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi fasilitas dan anggaran, perlunya sosialisasi dan pelatihan yang lebih intensif terhadap masyarakat. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Kemiskinan, Program GERTAK Abstract Poverty is a very complex social problem, which often becomes national or global issues that raise concerns of many parties including Indonesia as a developing country. Along with the development of the autonomous region era, the local Government has a very important role in tackling the problem of poverty. Therefore, the reigning Regent and Vice Regent of Trenggalek Regency for 2016-2021 period create Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK) Program. This research aims to describe a Government strategy manajement of Trenggalek in tackling the problem of poverty through GERTAK. The type of research used in this research is descriptive research with qualitative approach. While the focus of the research used is the theory of strategy manajement process according to J. David Hunger and Thomas L. Wheelen covering environmental observation, the formulation of strategies, implementation of strategies, and evaluation so as control techniques by Purposive Sampling. Technique of data analysis in this study uses interactive data analysis model consisting of data collection, data presentation, data reduction, and drawing the conclusion through interview and documentation study. The results of the study showed that the District Government through Coordination Team of Poverty Reduction Trenggalek Regency strive to maximize the strength of the institutional structure, the competency of human resources, commitment of the officers, and enlarging existing opportunities, making GERTAK Program as a pilot program both national and international. However, the implementation of GERTAK program still found several obstacles, lack of involvement of target groups and monitoring of TKPKD in Trenggalek Regency, Lack of budget and infrastructure, and the generality of the Trenggalek district community towards information technology. So the researcher advise as consideration in future GERTAK Program to improve i.e. TKPKD needs to involve the target group, monitor the running of the GERTAK village meeting, increase cooperation with other stakeholders to meet facilities and budgets, the need for more intensive socialization and training for the community. Keywords: Strategy Management, Poverty, GERTAK Program
Responsivitas Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk DEWI SAFITRI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

ABSTRAK Responsivitas Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk Nama : Dewi Safitri NIM : 15040674004 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Jurusan : Administrasi Publik Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Meirinawati, M.AP. Salah satu bentuk kegiatan pelayanan publik adalah pelayanan administratif yang didalamnya termasuk sertifikasi kepemilikan hak atas tanah. Dalam pelaksanaan untuk menjamin kepastian hukum tanah, pemerintah menyediakan organisasi publik di tingkat Kabupaten/Kota yaitu Kantor Pertanahan. Sebagai penyedia pelayanan, Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk perlu menunjukkan responsivitasnya dalam menangani setiap permohonan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan responsivitas pelayanan pendaftaran tanah pertama kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah indikator responsivitas menurut Zeithaml, dkk. Subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam indikator responsivitas menurut Zeithaml, dkk masih terdapat kendala. Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk belum memberikan pelayanan dengan cepat, petugas melayani pemohon hanya berdasarkan kelengkapan berkas pendukung yang dibawa. Kemudian terkait standar waktu dalam memberikan pelayanan, Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk tidak memiliki kejelasan waktu bagi setiap pemohon. Selanjutnya untuk ketepatan waktu penyelesaian sertifikat juga belum mampu mendekati target sesuai dengan SOP. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah perlu adanya kejelasan waktu pelayanan bagi setiap masyarakat yang mengajukan permohonan pelayanan, mempermudah adanya akses informasi terkait urusan pertanahan yang dapat diakses sewaktu-waktu oleh pemohon, perlunya diadakan pelatihan atau bimbingan teknis guna meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci: Responsivitas, Pelayanan Publik, Pertanahan. ABSTRACT Responsiveness of the First Time Land Registration Service at the Nganjuk Regency Land Office Name : Dewi Safitri NIM : 15040674004 Study Program : Bachelor of State Administration Science Department : Public Administration Faculty : Social and Legal Sciences Institution : Surabaya State University Advisor : Dra. Meirinawati, M.AP. One form of public service activities is administrative services which include certification of land rights. In the implementation of ensuring the certainty of land law, the government provides public organizations at the Regency / City level, namely the Land Office. As a service provider, the Nganjuk Regency Land Office needs to show its responsiveness in handling every community request. The purpose of this study was to analyze and describe the responsiveness of the first land registration service at the Nganjuk District Land Office. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The focus of this study is an indicator of responsiveness according to Zeithaml et al. The subject of this study was determined by purposive sampling technique. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that from the six indicators of responsiveness according to Zeithaml, et al there were still obstacles. The Nganjuk Regency Land Office has not provided services quickly, the officer serves the applicant only based on the completeness of the supporting files that were brought. Then related to the standard time in providing services, the Nganjuk Regency Land Office does not have a clear time for each applicant. Furthermore, for the timely completion of the certificate, it has not been able to approach the target in accordance with the SOP. The suggestions put forward by researchers are the need for clarity of service time for each community that submits a request for services, facilitates access to information related to land affairs that can be accessed at any time by the applicant, the need for training or technical guidance to improve the ability to provide services. Keywords: Responsiveness, Public Service, Land.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Program Kasih Setia Di Kota Mojokerto DIAH HIKMAH YANTI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

ABSTRAK Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Program Kasih Setia Kota Mojokerto (Studi Kasus Lingkungan RW 03 Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto) Nama : Diah Hikmah Yanti NIM : 15040674005 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Jurusan : Administrasi Publik Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Muhammad Farid Ma’ruf, S.Sos., M.AP. Partisipasi masyarakat menjadi hal yang penting dalam pelaksanaan program pemerintah. Berjalan atau tidaknya program pemerintah terlihat dari respon dan peran masyarakat dalam program tersebut. Program Kasih Setia sebagai program pengelolaan lingkungan di Kota Mojokerto yang melibatkan masyarakat. Seperti kerja bakti, penanaman benih, perawatan tanaman, pengelolaan sampah. Dalam program ini masyarakat Kota Mojokerto terutama masyarakat RW 03 Kelurahan Wates cukup berpartisipasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis partisipasi yang dilakukan masyarakat RW 03 Kelurahan Wates. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah jenis-jenis partisipasi masyarakat dalam program pemerintah meliputi: partisipasi pemikiran, partisipasi tenaga, partisipasi ketrampilan, partisipasi barang, partisipasi uang. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Wakil Ketua Dinas lingkungan hidup bidang Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup, serta masyarakat yang termasuk dalam Kader Lingkungan, Kader Bank Sampah, Kader Wanita Tani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan melalui program kasih setia di lingkungan RW 03 Kelurahan Wates ternyata sudah berjalan cukup baik. Terutama dalam hal partisasi tenaga dan partisipasi barang. Dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan masyarakat mengikuti dengan kerja bakti, merawat tanaman, menyumbang ide serta menyumbangkan beberapa alat kerja untuk kerja bakti dan menyumbangkan uang untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, teduh, indah dan aman. Jadi dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di RW 03 Kelurahan Wates sudah cukup baik. Hal tersebut berdasarkan temuan peneliti dilapangan terkait rutinitas warga mengikuti kerja bakti serta keterlibatan barang pribadi dan uang pribadi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan di RW 03 Kelurahan Wates, Meskipun dalam memberikan ide dan ketrampilan banyak warga yang belum sepenuhnya terlibat. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah Masyarakat lebih aktif lagi dalam menyumbangkan ide atau pemikiran agar semua kegiatan yang direncanakan sesuai dengan ebutuhan lingkungan dan kegiatanya bisa efektif serta karang taruna Kelurahan Wates lebih dilibatkan dalam kegiatan lingkungan agar kegiatanya bisa berjalan dengan baik. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Lingkungan ABSTRACT Public Participation in Environmental Management Program Through Kasih Setia Mojokerto (Case Study of Environmental RW 03 Kelurahan Wates Magersari District of Mojokerto) Name : Diah Hikmah Yanti Student ID : 15040674005 Study Program : Public Administration Science Department : Public Administration Faculty : Social and Law Sciences Institution : Universitas Negeri Surabaya Supervisor : Muhammad Farid Ma’ruf, S.Sos., M.AP. Public participation is important in the implementation of government programs. Whether or not government programs can be seen from the response and role in the program. Setia Kasih program as an environmental management program in Mojokerto which involves the community. In this program, Mojokerto’s resident, especially resident of RW 03 Wates village enough to participate. This research aims to describe the types who do community participation RW 03 Wates village. This research was descriptive research with a qualitative approach. The focus of this research were the types of public participation in government programs include: thought participation, labor participation, skills participation, goods participation, and money participation. The subjects were Vice Chairman of the Department of Environmental Regulation and compliance areas of Environment, as well as the people involved in Environmental Kader, Kader Bank Trash, Kader Women Farmers. Data collecting method used in this research were interviews, observation and documentation. Data analysis method used were data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that community participation in environmental management through the mercy of RW 03 Wates village was already going pretty well. Especially in terms of power and participation of goods. In the implementation of community environmental management activities followed by communal work, taking care of plants, contributes ideas and donate some work tools for community work and donate money to create an environment that is clean, healthy, calm, beautiful and safe. So it can be concluded that community participation in environmental management in RW 03 Wates village is good enough. This is based on the research in the field related to routines of nitizens followed voluntary work as well as involvement of personal items and private money in environmental management activities in RW 03 Wates Village although, many people in Wates village have not been fully involved. The suggestions made by researchers are more actively Community to contribute ideas or thoughts that all the planned activities in accordance with the environment and activities can be effective and Wates village youth more involved in environmental activities so that the activities were carried out well. Keywords: Participation, Society, Environmental
STRATEGI PELAYANAN JASA KEPELABUHAN MELALUI INTEGRATED BILLING SYSTEM (IBS) PADA PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK KOTA SURABAYA NOVALITA YUDIANA; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan yang sangat penting bagi instansi pemerintahan di pusat maupun daerah dan di lingkungan BUMN/BUMD. Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak melaksanakan strategi pelayanan jasa kepelabuhan melalui Integrated Billing System (IBS) untuk mewujudkan pelayanan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan mendeskripsikan mengenai strategi pelayanan jasa kepelabuhan melalui Integrated Billing System (IBS) pada PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Model Pelayanan Sukses, yang mengandung 7 strategi menuju sukses menurut Devry (dalam Ibrahim, 2008:79)meliputi: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improving, Care/Emphaty, Empowerment dengan teknik Snowball Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara , observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak telah melaksanakan serangkaian strategi dengan semaksimal mungkin guna memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Self Esteem, adanya peran pemimpin yang mendukung mewujudkan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa. Exceed Expectation, adanya pelaksanaan pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Recovery, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) senantiasa memperhatikan keluhan-keluhan pengguna jasa sebagai masukan untuk pemberian layanan yang lebih baik. Vision, adanya perencanaan terhadap masa depan menuju pelayanan yang efektif dan efisien. Improving, senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan yang lebih baik. Care/Emphaty, siaganya pegawai pelayanan dalam membantu dan memberikan arahan kepada pengguna jasa. Empowerment, adanya punishment dan reward, dan diberikannya pelatihan-pelatihan bagi pegawai PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) untuk mendukung pemberian pelayanan yang terbaik. Kata Kunci : Pelayanan, Strategi, IBS Abstract Public service is one of activities that are very important for government agencies at the central and regional levels and in BUMN / BUMD environments. Therefore, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch implements a port service strategy through the Integrated Billing System (IBS) to realize effective and efficient services. This study aims to provide information and describe the port service strategy through the Integrated Billing System (IBS) at PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch, Surabaya City. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the research uses the theory of Success Service Model, which contains 7 strategies for success according to Devry (in Ibrahim, 2008: 79) including: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improving, Care / Emphaty, Empowerment with Snowball Sampling techniques. The data analysis technique in this study uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn through interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch has implemented a strategy to the maximum extent possible to provide effective and efficient services. Self Esteem, the role of a leader who supports creating the best service for service users. Exceed Expectation, the implementation of services in accordance with the established standart. Recovery, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) always pays attention to complaints from service users as input for better service delivery. Vision, planning for the future towards effective and efficient services. Improving, always make better improvements. Care / Emphaty, service personnel are ready to help and provide direction to service users. Empowerment, the existence of punishment and reward, and the provision of trainings for employees of PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) to support the best service delivery. Keywords: Service, Strategy, IBS
IMPLEMENTASI PROGRAM E-UJI KIR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR (PKB) TANDES KOTA SURABAYA FLORIDA SYAKILA SEPTIANTI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Uji KIR sangatlah penting karena sebagai salah satu syarat untuk kendaraan bermotor beroperasi dijalan, tetapi dalam pelayanannya pengujian kendaraan bermotor membutuhkan waktu yang lama bisa seharian hanya untuk mengujikan satu unit kendaraan, banyak masyarakat lebih memilih menggunakan calo atau membayar pungli agar mendapatkan hasil tes yang diinginkan tanpa harus mengujikan kendaraanya dan mengantri lama. Pelayanan yang kurang optimal tersebut membuat UPTD PKB Tandes kota Surabaya mengeluarkan inovasi dalam pelayanan melalui program E-Uji KIR. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Impelementasi Program E-Uji KIR di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor ( PKB) Tandes kota Surabaya. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan melalui model implementasi Donal D Van Metter dan Carl E. Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi, disposisi, dan lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala pengujian UPTD PKB Tandes , Bagian administrasi, Bagian teknis serat pengguna layanan pengujian kendaraan bermotor. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Implemetasi E-UJI KIR di UPTD PKB Tandes kota Surabaya sudah cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang dihadapi. Kata Kunci : Implementasi, E-Uji KIR. Abstarct The KIR test is very important because as one of the requirements for motorized vehicles to operate on the road, but in its service testing a motorized vehicle takes a long time all day just to test one vehicle unit, many people prefer to use brokers or pay extortion to get the desired test results without have to test the vehicle and queue for long. The less than optimal service made the UPTD PKB Tandes in Surabaya city issue innovations in service through the KIR E-Test program . The purpose of this study is to describe the Implementation of the KIR E-Test Program in the Tandes Motor Vehicle Test Unit (UPTD) in Surabaya . The focus of this researchis on the factors that influence policy implementation through the implementation model Donald D Van Metter and Carl E. Van Horn, namely the size and objectives of policy, resources, characteristics of implementing agents, communication, disposition, and economic, social and political environment . The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subject of this study consisted of the head of the UPTD PKB Tandes testing, the administration section, the technical section of fiber users of motorized vehicle testing services. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data and drawing conclusions . The implementation of E-UJI KIR in the UPTD PKB Tandes in the city of Surabaya was quite good even though there were still some obstacles encountered . Keywords: Implementation, E-Uji KIR
INOVASI LAYANAN POLISI SUROBOYO SOBO KELURAHAN PADA POLRESTABES SURABAYA MUHAMMAD FATHUR ROSYID; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak SPKT Polrestabes Surabaya sebagai salah satu unit pelaksana tugas pokok kepolisian yang memiliki wewenang memberikan layanan kepada masyarakat Kota Surabaya, menemukan kendala di lapangan yaitu masih banyak masyarakat yang belum bisa memenuhi kewajibannya dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan surat-surat kepolisisan lainnya. Pokok persoalannya adalah waktu layanan yang bersamaan dengan jam kerja dan jangkauan layanan yang dirasa cukup jauh Berdasarkan permasalahan diatas pihak Polrestabes Surabaya membentuk inovasi layanan Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Layanan Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan pada Polrestabes Surabaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Fokus penelitian ini adalah Novelty, Effectiveness, Significance, Transferability, Sustainability. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Inovasi Layanan Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan Pada Polrestabes Surabaya mampu menjawab keinginan dari masyarakat. Pada kriteria novelty inovasi layanan ini memiliki kebaruan. Kebaruan ini diantaranya adalah cara yang dilakukan yakni dengan datang ke kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Surabaya serta waktu pelaksanaan berada diluar jam kerja. Pada kriteria effectiveness inovasi ini bisa dikatakan efektif. Dimana masyarakat pinggir kota yang merasa terbantu selain itu masyarakat yang merupakan pegawai juga terbantu dengan waktu pelayanan yang berada diluar jam kerja. Pada kriteria significance inovasi ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pinggir kota dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat yang tidak memiliki waktu pada jam kerja. Pada kriteria transferability inovasi ini mampu untuk dicontoh oleh instansi lainnya. Pada kriteria sustainability menunjukkan besar harapan masyarakat untuk dapat terus mendapatkan layanan bus Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan. Kata Kunci: Layanan, Publik, Inovasi Abstract SPKT Polrestabes of Surabaya as one of the main task force units of the police that has the authority to provide services to the people of Surabaya City, found obstacles in the field that there are still many people who have not been able to fulfill their obligations in managing drivers licenses and other police documents. The main problem is the service time which coincides with working hours and service coverage that are considered quite far. Based on the above problems, the Polrestabes of Surabaya formed the Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan service innovation. The purpose of this study was to describe Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan Service Innovation in Polrestabes of Surabaya. The method used in this study was qualitative descriptive. Data analysis in this study is data reduction, data presentation, and conclusion. The focus of this research is Novelty, Effectiveness, Significance, Transferability, Sustainability. The results of this study indicate that the Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan Service Innovation at the Polrestabes of Surabaya is able to answer the wishes of the community. On the criteria of novelty innovation this service has a novelty. This novelty is one of the ways that is done, namely by coming to the villages in the city of Surabaya and the time of execution is outside working hours. In effectiveness criteria, this innovation can be said to be effective. Where the suburban community feels helped besides that the people who are employees are also helped by service times that are outside working hours. In this significance innovation criteria are able to provide benefits to suburban communities and are able to provide solutions to the problems of people who do not have time during working hours. The transferability criteria of this innovation are able to be emulated by other agencies. On the sustainability criteria it shows the great expectation of the community to be able to continue to get the Suroboyo Sobo Kelurahan Police bus service. Keywords: Service, Public, Innovation

Page 1 of 2 | Total Record : 15