cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 6 (2019)" : 15 Documents clear
Strateg Peningkatan Kualitas Pelayanan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang MUHAMMAD AFGAN AKBAR SUPRIYADI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik yang belum mampu memenuhi tuntutan masyarakat, mengisyaratkan bahwa penting bagi institusi penyelenggara pelayanan publik termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang untuk senantiasa melaksanakan serangkaian strategi guna meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulanya datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan teori 7 strategi menuju pelayanan sukses yang diungkapkan oleh Devrye meliputi: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang telah melaksanakan serangkaian strategi meninngkatkan kualitas pelayanan dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari telah dilaksanakannya strategi Self Esteem melalui dukungan kepala dinas yang ditunjukkan dengan kesediannya untuk membangun kedekatan tidak hanya dengan pegawai akan tetapi dengan masyarakat, penempatan pegawai sesuai dengan keahlian, pelaksanaan tugas yang menjangkau masa depan, hingga telah ada pandangan terhadap pentingnya pelaksanaan pelayanan dengan berpedoman pada keberhasilan mendatang. Strategi Exceed Expectation melalui tugas pelayanan sesuai dengan SOP, pelaksanaan berbagai inovasi pelayanan sebagai wujud pemberian pemahaman terhadap keinginan masyarakat yang selalu berubah, hingga telah mampu memberikan pelayanan yang telah sesuai dengan harapan masyarakat. Recovery yang ditunjukkan dengan senantiasa menganggap keluhan masyarakat sebagai sebuah peluang, menyediakan berbagai sarana sebagai upaya untuk mengumpulkan serangkaian informasi dari masyarakat untuk perbaikan,. Vision melalui pemahaman terhadap visi yang diemban sebagai perencanaan yang idealnya diperuntukkan untuk pelayanan yang lebih efisien dari sebelumnya. Improving telah dilaksanakannya serangkaian baik dari segi fisik atau sarana pelayanan, kemampuan sumber daya manusia maupun iklim kerja. Care yang ditunjukkan melalui kesigapan pegawai atau petugas keamanan dalam memberikan bantuan pada pemohon dan telah adanya tolak ukur dalam pelaksanaan tugasnya. Serta strategi empowerment yang ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan pegawai dan pemberian punishment reward. Kata Kunci: Keluhan Masyarakat, Strategi Meningkatkan Pelayanan Abstract The implementation of public services that have not been able to meet the demands of the community, suggests that it is important for institutions providing public services including the Department of Population and Civil Registration of Lumajang Regency to always implement a series of strategies to improve the quality of services. For this reason, the purpose of this study was to find out and describe the strategy of improving the quality of services of the Lumajang Regency Population and Civil Registration Service. The type of research used in this research is qualitative descriptive. While the data collection technique is done through interviews, observation, and documentation. The focus of the research is using the theory of 7 strategies towards successful service revealed by Devrye including: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. The results of the study showed that the Lumajang District Population and Civil Registration Service had implemented a series of strategies to improve the quality of services. This can be seen from the implementation of Self Esteem strategy through official head support indicated by their willingness to develop closeness not only with employees but with the community, placing employees in accordance with expertise, implementing tasks that reach the future, until there has been a view on the importance of implementation service based on future success. The Exceed Expectation strategy through service assignments is in accordance with the SOP, the implementation of various service innovations as a manifestation of providing an understanding of the wishes of the ever-changing community, so that they have been able to provide services that are in accordance with the expectations of the community. Recovery, which is demonstrated by always regard community complaints as an opportunity, provides various means as an effort to gather a range of information from the community for improvement. Vision through understanding the vision carried out as a plan that ideally is intended for services that are more efficient than before. Improving a series has been carried out both in terms of physical or service facilities, human resource capabilities and work climate. Care is shown through the alertness of employees or security officers in providing assistance to the applicant and there have been benchmarks in carrying out their duties. As well as empowerment strategies as indicated by the implementation of employee empowerment and punishment reward activities. Keywords: Public Complaint, Strategy to Improve Service
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA SENDANG BERON DI DESA PUNGGULREJO KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN DIMAS OKTAVIAN PRAYOGA HABIBILLAH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

ABSTRAKStrategi Pengembangan Wisata Sendang BeronDi Desa Punggulejo Kecamatan Rengel Kabupaten TubanNama : Dimas Oktavian Prayoga HabibillahNIM : 15040674076Program Studi : S1 Ilmu Administrasi NegaraJurusan : Administrasi PublikFakultas : Ilmu Sosial dan HukumNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP.Pengembangan wisata dapat memberi kesejahtaeraan masyarakat, salah satunya Wisata Sendang Beron yang ada di Desa Punggulrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Tetapi disini terdapat beberapa masalah seperti kerusakann pada akses jalan, kepedulian wisatawan dan warga desa tentang kebersihan liingkungan, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam mengembangkan desa wisata yaitu Wisata Sendang Beron di Desa Punggulrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kialitatif. Sedangkan fokus penelitian mengggunakan teori tentang strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012 tentang Rencana Strategis Kementrian Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang meliputi strategi pengembangan sumber daya wisata, strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi pengembangan promosi pariwisata pengelolahan lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, study kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.xiHasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama strategi pengembangan sumber daya pariwisata dengan mengembangkan potensi desa wisata dengan penambahan wahana perahu, spot foto, perbaikan kolam pemandian dan pemberdayaan pedagang bagi warga Desa Punggulrejo, penyediaan fasilitas lain seperti, gazebo, ruang ganti, toilet, dan lahan parkir. Yang kedua ada strategi pengembangan sumber daya manusia, yang ada pada tahap pengembangan dengan memberdayakan masyarakat desa di usia produktif untuk mengurangi jumlah penganggguran. Selain itu akan ada rencana pendidikan dan pelatihan mengenai pengelolaan aktifitas pariwisata. Yang ketiga ada strategi pengembangan promosi pariwisata, dengan memanfaatkan internet/media sosial instagram yang dirasa cepat, mudah dan murah merupakan kelebihan yang efektif dan efisien, selain itu juga bekerja sama dengan event kabupaten untuk promosi melalui brosur/media lain. Yang keempat ada strategi pengelolahan lingkungan yang ramah dan hemat energy dengan tidak menggunakan kaporit/bahan kimia lain pada kolam pemandian, wahana perahu air tidak menggunakan mesin/ BBM sehingga ramah lingkungan. Saran untuk pengembangan wisata lebih lanjut adalah dengan memperbaiki akses jalan wisata, penambahan gate masuk wisata dengan jelas, penambahan keamanan wisata, kebijakan pedagang luar, pelatihan bahasa asing, perawatan dan pengoperasian wisata, penambahan platform website dan bekerja sama melalui media partner dan yang terakhir adanya sanksi tegas bagi pelanggar, pembersihan lingkungan berkala, dan pemilahan sampah organik dan non organik.Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Desa WisataABSTRACTDevelopment Strategy of Sendang Beron at Pungggulrejo Village Rengel Sub-district Tuban RegencyName : Dimas Oktavian Prayoga HabibillahNIM : 15040674076Study Program : Bachelor of State Administration ScienceDepartment : Public AdministrationFaculty : Social and Legal SciencesInstitution : Surabaya State UniversityAdvisor : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP.Tourism development can provide welfare for the community, one of which is Sendang Beron Tourism in Punggulrejo Village, Rengel District, Tuban Regency. But here are some problems such as damage to road access, concern of tourists and villagers about environmental cleanliness, and so on. This study aims to describe the strategy in developing tourism villages, namely Sendang Beron Tourism in Punggulrejo Village, Rengel District, Tuban Regency.The research method used is descriptive method with a qualitative approach. While the focus of research is using theories about tourism development strategies according to Minister of Tourism and Creative Economy Regulation Number PM.35 / UM.001 / MPEK / 2012 concerning the Strategic Plan of the Ministry of Tourism and Creative Economy, which includes tourism resource development strategies, resource development strategies humans, strategies for developing environmental management tourism promotion. Data collection techniques used in the form of observation, interviews, documentation, literature study. Data analysis is done by collecting data, processing data, presenting data, and drawing conclusions.The results of this study indicate that the first strategy is the development of tourism resources by developing the potentialxiiiof tourism villages by adding boat rides, photo spots, repairing bathing pools and empowering traders for residents of Punggulrejo Village, providing other facilities such as gazebos, changing rooms, toilets and land parking. The second is a human resource development strategy, which is at the development stage by empowering rural communities in productive age to reduce the number of unemployed people. In addition there will be plans for education and training on managing tourism activities. The third is that there is a strategy for developing tourism promotion, by utilizing internet / social media Instagram which is considered fast, easy and cheap is an advantage that is effective and efficient, in addition it also works with district events for promotion through brochures / other media. The fourth is that there is a friendly and energy-efficient environment management strategy by not using chlorine / other chemicals in the bathing pool, the water boat vehicle does not use engines / fuel so it is environmentally friendly. Suggestions for further tourism development are by improving tourist road access, adding tourist entry gates clearly, adding tourist security, outside merchant policies, foreign language training, maintenance and operation of tours, adding a website platform and working together through media partners and the last strict sanctions for offenders, periodic environmental cleaning, and segregation of organic and non-organic waste.Keywords: Strategy, Development, Tourism Village
IMPLEMENTASI PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF MELALUI GERAKAN MASYARAKAT PEDULI TINGKATKAN ASI (GEMPITA) PADA KELOMPOK PENDUKUNG- ASI DI DESA BANYUARANG KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG LAILATUL FITRIA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Program GEMPITA adalah salah satu upaya pemerintah Kabupaten Jombang untuk meningkatkan status gizi bayi yang ada di Kabupaten Jombang. Dalam mendukung program pemerintah Kabupaten Jombang menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomer 2 Tahun 2015 tentang pemberian air susu ibu eksklusif. GEMPITA membentuk kelompok pendukung-ASI di desa yang ada di Kabupaten Jombang. Salah satunya adalah Desa Banyuarang, dimana dalam kegiatan KP-ASI berupaya untuk meningkatkan status gizi bayi yang ada di Desa Banyuarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Melalui Program Gerakan Masyarakat Peduli Tingkatkan ASI (GEMPITA) Pada Kelompok Pendukung-ASI di Desa Banyarang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan model Implementasi Merilee S. Grindle. Teknik pengambilan sumber data dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Implementasi Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Melalui Program Gerakan Masyarakat Peduli Tingkatkan ASI (GEMPITA) Pada Kelompok Pendukung-ASI di Desa Banyarang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang belum dilaksanakan secara maksimal. Dimana masih ditemukan ibu yang tidak mengikuti kegiatan KP-ASI, untuk mensiasatinya maka kader KP-ASI melakukan kunjungan rumah terhadap ibu yang menyusui agar ibu tetap mendapatkan pengetahuan seputar ASI dan mendapatkan motivasi untuk memberikan ASI secara eksklusif. Saran yang bisa diberikan peneliti adalah Diharapkan kegiatan KP-ASI dapat dijalankan waktu kegiatan dilakukan secara rutin agar masyarakat lebih merasakan dengan adanya KP-ASI. Kata Kunci: Implementasi, Program, Gerakan Masyarakat Peduli Tingkatkan ASI(GEMPITA)
ANALISIS PENGARUH PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2013-2017 NOVERA INTAN HAPSARI SUWARNO PUTRI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Otonomi daerah yang diberlakukan di Indonesia menuntut daerah untuk menjadi daerah yang mandiri dengan dapat mengelola urusan pemerintahannya sendiri. Dengan adanya beban otonomi daerah diharapkan pemerintah daerah bisa memaksimalkan potensi daerahnya. Potensi yang dapat dioptimalkan oleh pemerintah daerah salah satunya adalah sektor keuangan yang nantinya akan dijadikan modal untuk dijadikan pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia yang nantinya akan memberikan efek dalam mensejahterakan masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pajak reklame terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunkan menggunkan pendektan kuantitatif dan data sekunder berupa time series periode 2013-2017. Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen yaitu pendapatan asli daerah (Y) dan variabel independen yaitu pajak reklame (X). Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pajak reklame berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, namun tidak secara signiffikan. Dibuktikan melalui pengujian dimana variabel pajak reklame dengan t hitung sebesar 2,576 lebih kecil daripada t tabel 3,182 (t hitung < t tabel) atau nilai signifikan lebih besar daripada alpha 0,082 > 0,05. Tetapi pajak reklame memiliki hubungan yang positif antara pajak reklame dengan pendapatan asli derah. Kata Kunci: Pengaruh, Pajak, Reklame.
STRATEGI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDesa) JAYA TIRTA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA GEDONGARUM KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO PUPUT TRISNA ASIH; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Desa dalam rangka mengurangi ketergantungannya terhadap bantuan pemerintah, dituntut untuk mampu mengelola potensi desa. Potensi desa yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan perekonomian desa maupun kesejahteraan masyarakat. Potensi desa dapat dikelola melalui sebuah lembaga yang disebut BUMDesa. Salah satunya adalah BUMDesa Jaya Tirta di Desa Gedongarum. BUMDesa Jaya Tirta menjalankan usaha pompanisasi / irigasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya air Sungai Bengawan Solo yang mengalir disepanjang Desa Gedongarum. Hadirnya BUMDesa Jaya Tirta bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian Desa Gedongarum sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa Gedongarum. Adapun kendala yang dihadapi BUMDesa Jaya Tirta dalam menjalankan usaha nya terkait kurangnya modal untuk memulai musim tanam. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatatif. Fokus penelitian yaitu sosialisasi dan pembelajaran tentang BUMDesa, pelaksanaan musyawarah desa dengan pokok bahasan BUMDesa, pendirian BUMDesa yang menjalankan bisnis sosial (sosial business) dan bisnis penyewaan (renting), analisis kelayakan usaha BUMDesa, pengembangan kerjasama kemitraan strategis, diversifikasi usaha dalam bentuk BUMDesa. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan BUMDesa Jaya Tirta sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tahapan strategi pengelolaan BUMDesa yang telah dianjurkan oleh pemerintah dan menunjukkan adanya BUMDesa dapat menambah pendapatan asli desa. Adapun salah satu saran peneliti bagi pengurus BUMDesa Jaya Tirta yaitu agar perlunya membuka unit usaha baru pada bisnis keuangan seperti usaha simpan pinjam atau koperasi sesuai dengan tahapan akhir dalam strategi pengelolaan BUMDesa. Kata Kunci: Strategi Pengelolan, BUMDesa, PADesa. Abstract Villages in order to reduce their dependence on government assistance are required to be able to manage village potential. The potential of a well-managed village will provide great benefits for improving the village economy and the welfare of the community. Village potential can be managed through an institution called BUMDesa. One of them is BUMDesa Jaya Tirta in Gedongarum Village. BUMDesa Jaya Tirta runs a pumping / irrigation business by utilizing the water resources potential of the Bengawan Solo River which flows along the Gedongarum Village. The presence of BUMDesa Jaya Tirta aims to increase the agricultural output of Gedongarum Village while increasing the Original Income of Gedongarum Village. The constraints faced by BUMDesa Jaya Tirta in carrying out its business are related to the lack of capital to start the planting season. This type of research is descriptive using a qualitative approach. The focus of the research is the socialization and learning of BUMDesa, the implementation of village meetings with the BUMDesa subject matter, the establishment of BUMDesa which runs social businesses (leasing business) and leasing business, analysis of BUMDesa business feasibility, development of strategic partnership cooperation, business diversification in the form of BUMDesa. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The technique of collecting data is by interview, observation and documentation. Analysis of data by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that the BUMDesa Jaya Tirta management strategy had gone well in accordance with the management stages of BUMDesa management that had been recommended by the government and showed that BUMDesa could increase the villages original income. One of the researchers suggestions for the BUMDesa Jaya Tirta management is that the need to open a new business unit in the financial business such as a savings and loan business or cooperative is in line with the final stages in the BUMDesa management strategy. Keyword: Management Strategy, BUMDesa, PADesa
KERJASAMA PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA SURABAYA (STUDI PADA DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA) RIBOT RIYANTI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Kerjasama dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ini dimaksudkan untuk dapat menyuplai kebutuhan tenaga kerja dan memberantas pengangguran di Kota Surabaya. Selain itu mengingat jumlah SDM yang besar di Kota Surabaya, sangat tepat apabila sinergi ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pelindo Daya Sejahtera. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan pelaksanaan program Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya dengan PT Pelindo Daya Sejahtera dibidang pengembangan Sumber Daya Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus dari penelitian ini menggunakan teori kerjasama menurut Keban (2009) yang memiliki tujuh prinsip yaitu tranparansi, akuntabilitas, partisipatif, efisiensi, efektivitas, konsensus dan saling menguntungkan dan menghargai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi yang dilakukan dapat diketahui dari proses pemilihan partner yang dilakukan dengan adil dan terbuka berdasarkan perjanjian kerjasama. Akuntabilitas dapat dilihat dari pertanggungjawaban kedua pihak yang bekerjasama. Partisipatif menunjukkan peran dari masing-masing pihak yang terlibat. Efisiensi dapat dilihat dari strategi atau metode yang dilakukan masing-masing pihak selama pelaksanaan kerjasama. Efektivitas dapat dilihat dari perubahan yang terjadi selama kerjasama berlangsung. Konsensus yang dilakukan dapat diketahui melalui nota kesepakatan bersama perjanjian kerjasama. Saling menguntungkan dan menghargai dapat melihat keuntungan dan manfaat yang didapat dari pelaksanaan kerjasama pengembangan kualitas sumber daya manusia mampu memberikan nilai manfaat ekonomi maupun sosial kedalam masyarakat. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah pelaksanaan pelatihan dilakukan secara rutin, pelaksanaan kerjasama dilakukan seefektif mungkin untuk penyerapan tenaga kerja, perekrutan tenaga kerja dilakukan secara berkala mengingat program ini adalah program pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Surabaya. Kata Kunci: Kerjasama, Pengembangan SDM, Penyerapan Tenaga Kerja Abstract Collaboration in the field of Human Resources (HR) development is intended to be able to supply labor requirements and eradicate unemployment in the city of Surabaya. In addition, considering the large number of human resources in the city of Surabaya, it is very appropriate if this synergy is carried out by the Surabaya City Government and PT Pelindo Daya Sejahtera. The purpose of this study is to describe the implementation of the Surabaya City Government Cooperation program through the Surabaya City Social Service with PT Pelindo Daya Sejahtera in the field of Human Resource development. The research method used is descriptive research method with a qualitative approach. While the focus of this study uses the theory of cooperation according to Keban (2009) which has seven principles, namely transparency, accountability, participation, efficiency, effectiveness, consensus and mutual benefit and respect. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the transparency carried out can be seen from the partner selection process carried out fairly and openly based on the cooperation agreement. Accountability can be seen from the accountability of the two parties working together. Participatory shows the role of each party involved. Efficiency can be seen from the strategies or methods of each party during the implementation of the collaboration. Effectiveness can be seen from the changes that occur during the collaboration takes place. The consensus can be found through a memorandum of understanding with the cooperation agreement. Mutual benefit and appreciate being able to see the benefits and benefits obtained from the implementation of cooperation in developing the quality of human resources capable of providing economic and social benefits to the community. The advice given by the researchers is that the implementation of training is carried out routinely, the implementation of cooperation is carried out as effectively as possible for employment, recruitment of workers is carried out periodically considering this program is a human resource development program that aims to reduce unemployment in the city of Surabaya. Keyword : Collaboration. HR Development, Labor Absorption
Implementasi kartu jombang sehat (kjs) di puskesmas mojoagung kabupaten jombang DHIMAS ANDREAN F; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

AbstrakKesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia.Kesehatan merupakan salah satu indikator menuju sebuah bangsa, tanpa memiliki kesehatan setiap warga negara tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya dan kurang produktif.Oleh karena itu, pemerintah wajib menciptakan kesehatan bagi semua warga negaranya tanpa terkecuali karena kesehatan adalah inventaris yang berharga bagi suatu bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mrndiskripsikan implementasi Kartu Jombang Sehat (KJS) Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mojoagung Kabupaten Jombang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada Implementasi Program Kartu Jombang Sehat (KJS) yang mengunakan teori implementasi milik George C. Edward III dengan 4 indikator yaitu Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi antara Dinas Sosial dan Rumah Sakit/Puskesmas dengan sasaran Masyarakat pengguna KJS sudah terjalin baik. Sumberdaya manusia, sumberdaya peralatan ,sumberdaya anggaran, sumberdaya informasi dan kewenangan sudah tersedia sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan, tetapi sumberdaya informasi yang dirasa masih kurang memadai karena banyaknya informasi yang masih belum diterima dengan baik. Disposisi program sudah baik karena kerjasama antar organisasi yang terjadi didalamnya sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing. Birokrasi yang terkait mendukung penuh program ini sehingga dapat tercapai tujuan program dengan maksimal.Dengan demikian saran yang dapat diberikan adalah Dinas Sosial hendaknya dapat memperhatikan sumberdaya KJS agar memadai dengan menambah jumlah tim perencana KJS. Perlu adanya pengkajian ulang Peraturan Bupati Nomor 5A Tahun 2015 tentang jaminan kesehatan mengenai alur penerbitan KJS juga perlu ada pihak khusus dari puskesmas untuk menjelaskan dgn baik kjs ini Dan bagi masyarakat hendaknya agar lebih memahami dan menaati ketentuan dan SOPs KJS agar program KJS berjalan maksimal dan tepat sasaran.Kata kunci : implementasi,Kartu ,Sehat
STRATEGI PENGEMBANGAN BUMDES MELALUI IDENTIFIKASI POTENSI EKONOMI DESA (STUDI PADA BUMDES SEKAR MAJU SEJAHTERA DI DESA SEKARGADUNG KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK) UBAIDILLAH AL FIKRI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

ABSTRAK STRATEGI PENGEMBANGAN BUMDES MELALUI IDENTIFIKASI POTENSI EKONOMI DESA (Studi pada BUMDes Sekar Maju Sejahtera di Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik) Nama : Ubaidillah Al Fikri NIM : 15040674095 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Muhammad Farid Ma’ruf, S.Sos., M.AP. Indonesia sebagai negara berkembang terus menggencarkan adanya pembangunan nasional. Otonomi daerah memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pemerintah di daerah untuk secara lebih leluasa mengatur dan mengurus kebutuhan masyarakat di daerahnya. Pemerintah membuat kebijakan baru yaitu Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan pendapatan desa adalah pembentukan Badan Usaha Milik Desa, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Upaya peningkatan ekonomi desa juga menjadi perhatian Pemkab Gresik, salah satu desa yang serius berupaya mengembangkan BUMDes adalah Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Desa Sekargadung memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sekar Maju Sejahtera yang berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa yang dapat membantu meningkatkan pendapatan desa dan mensejahterakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pemilihan lokasi penelitian ini di dasarkan karena BUMDes Sekar Sejahtera Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. fokus penelitian ini adalah: bagaimana strategi pengembangan BUMDes melalui identifikasi potensi ekonomi desa yang ada pada BUMDes Sekar Maju Sejahtera Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Hasil dari penelitian ini yaitu Desa Sekargadung telah mendirikan BUMDes Sekar Maju Sejahtera seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. BUMDes Sekar Maju Sejahtera ini berfungsi untuk membantu mengelola dan mengidentifikasi potensi yang ada di Desa Sekargadung. BUMDes melakukan identifikasi potensi ekonomi desa dengan cara menambah unit usaha dengan melakukan sosialisasi kepada 122 dari 15 RT masyarakat Desa Sekargadung untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. BUMDes juga melakukan identifikasi peluang usaha yang akan dijalankan dengan melihat usulan unit usaha yang diusulkan masyarakat. Kata Kunci : Pengembangan, BUMDes, Potensi Desa ABSTRACT BUMDES DEVELOPMENT STRATEGY THROUGH IDENTIFICATION OF POTENTIAL ECONOMIC POTENTIAL (Study on BUMDes Sekar Maju Sejahtera in Sekargadung Village, Dukun District, Gresik Regency) Name : Ubaidillah Al Fikri NIM : 15040674095 Study Program : Bachelor of State Administration Faculty : Social Sciences and Law Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Muhammad Farid Maruf, S.Sos., M.AP. Indonesia as a developing country continues to intensify the existence of national development. Regional autonomy provides an opportunity for the community and government in the region to more freely regulate and manage the needs of the community in their area. The government made a new policy, namely Law Number 6 of 2014 concerning villages. One effort that can increase village income is the establishment of Village-Owned Enterprises, as stipulated in the Village Minister Regulation Number 4 of 2015 concerning the Establishment, Management, Management and Dissolution of Village-Owned Enterprises. The effort to improve the village economy is also a concern of Gresik Regency Government, one of the villages that is seriously trying to develop BUMDes is Sekargadung Village, Dukun District, Gresik Regency. Sekargadung Village has a Village-Owned Enterprise (BUMDes) Sekar Maju Sejahtera which functions as a village economic institution that can help increase village income and prosper the community. This study uses a research method with a qualitative approach with a descriptive type. The location of this research was based on the BUMDes Sekar Sejahtera, Sekargadung Village, Dukun District, Gresik Regency. The focus of this research is: how the strategy for developing BUMDes is through identifying the economic potential of the village in the BUMDes Sekar Maju Sejahtera, Sekargadung Village, Dukun District, Gresik Regency. The results of this study are Sekargadung Village which has established the Sekar Maju Sejahtera BUMDes as regulated in the Village Minister Regulation Number 4 of 2015 concerning the Establishment, Management, and Dissolution of Village-Owned Enterprises. The BUMDes Sekar Maju Sejahtera serves to help manage and identify the potential that exists in Sekargadung Village. BUMDes identified the economic potential of the village by adding business units by disseminating information to 122 of the 15 RTs of the Sekargadung Village community to absorb aspirations from the community. BUMDes also identify business opportunities that will be carried out by looking at the proposed business units proposed by the community. Keywords: Development, BUMDes, Village Potential
UPAYA OPTIMALISASI PASAR DALAM MENIGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TUBAN SIAMITA FITRIANI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

AbstrakKebijakan otonomi daerah diformulasikan agar dapat mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, yang sebelumnya pemerintahan sentralisasi lalu menjadi desentralisasi agar pemerintah daerah dapat mengembangkan potensi penerimaan pendapatan daerahnya sendiri dengan lebih optimal. Salah satu sumber pendapatan asli daerah adalah berupa retribusi daerah. Beberapa jenis retribusi daerah terdapat salah satu jenis retribusi pelayana pasar. Sehubung dengan hal tersebut, perlu dideskripsikan bahwa upya optimalisasi retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdaganagan Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif degan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan menggunakan fokus dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode prinsip dasar menejemen penerimaan daerah dengan indikator perluasan basis penerimaan, pengendalian atas kebocoran pendapatan, peningkatan efisisensi administrasi pendapatan, serta transparansi dan akutanbilitas. Teknin analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan yaitu mengoptimalkan penjaringan retribusi dengan lebih baik kepada pedagang, melakukana laporan audit secara transparansi atau diakses secara online, untuk meningkatkan efisienasi penarikan retribusi dengan melibatkan pihak ketiga, membuat aplikasi berbasis informatika yang disebut SILADASMAS dimana aplikasi tersebut menyampaikan tentang pembayaran secara auto debet dan status penyewaan kios dan los secara online. Namun, perlunya ada perubahan perda tentang kecocokan tarif dengan kondisi saat ini, perlunya ada pengawasan terhadap pungli yang masih sering dijumpai dilingkungan pasar, evalusasi data kecocokan penyewa terhadap pedagang, serta perlunya renovasi terhadap bangunan pasar dimana banguna tersebut sangat sempit dan panas yang menyebabkan pedagang enggan menyewa kios dan juga agar pengunjung pasar agar lebih tertarik mengunjungi pasar tradisisonal agar lebih bisa meningkatkan pendapatan retribusi guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah. Kata Kunci: Optimalisasi, PAD, Retribusi Pasar Abstract The regional autonomy policy was formulated in order to bring the government closer to the community, which had previously been centralized and became decentralized so that local governments could develop their own revenue potential more optimally. One source of regional income is in the form of regional retribution. Some types of regional retribution are one type of market service retribution. In connection with this, it is necessary to describe that the effort to optimize retribution to increase Regional Original Revenue is carried out by the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban Regency. This study used a descriptive research method with a qualitative approach. Data collection techniques in this study used methods through interviews, observation, and documentation. Using the focus in this study is to use the basic principle method of regional revenue management with indicators of expanding the base of revenue, controlling for income leakage, increasing the efficiency of revenue administration, and transparency and accountability. Techniques for data analysis are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing or data verification. The results showed that efforts were made to optimize the collection of retribution better for traders, conduct a transparency audit report or access it online, to increase the efficiency of levy withdrawals by involving third parties, creating informatics-based applications called SILADASMAS where the application conveyed about payments auto debit and merchant rental status online. However, there is a need for changes in local regulations regarding the suitability of tariffs with the current conditions, the need for supervision of illegal collections that are still frequently encountered in the market environment, evaluation of tenants compatibility with traders, and the need to renovate market buildings where the buildings are very narrow and hot rent kiosks and also so that market visitors are more interested in visiting traditional markets so that they can increase revenue retribution to optimize local revenue Keywords: Optimization, PAD, Market Retribution
Implementasi Desa Adat Osing Dalam Mengembangkan Potensi Pariwisata Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi KHOLID MABRURI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Pariwisata menjadi leading sector dalam pembangunan nasional, pariwisata juga berperan penting dalam penggerak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, insfrastruktur dan dalam pelaksanaannya melibatkan banyak pihak yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi semakin gencar untuk mensosialisasikan pengelolaan wisata terutama yang ada di desa mengingat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi setiap tahun mengalami kenaikan. Salah satu desa yang tanggap yaitu desa yang terletak di Kabupaten Banyuwangi adalah Desa Adat Osing Kemiren Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis implementasi Desa Adat Osing Kemiren dalam mengembangkan potensi pariwisata Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah implementasi Desa Adat Osing dalam mengembangkan potensi pariwisata Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi yang ditinjau berdasarkan teori implementasi Bottom Up menurut Elmore, Lipsky, Hjern & David O’Porter (dalam Tahir 2011:136). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Desa Adat Osing Kemiren telah dilaksanakan dengan jaringan aktor yang terlibat yaitu Ketua POKDARWIS, Wakil Ketua POKDARWIS, Sekretaris POKDARWIS, Bendahara POKDARWIS, dan anggota POKDARWIS. Jenis kebijakan publik yang mendorong masyarakat untuk mengerjakan sendiri implementasi kebijakannya ditunjukkan dengan kegiatan usaha yang dijalankan oleh pengelola dan masyarakat. Namun dalam pengelolaannya masih terdapat hambatan-hambatan seperti kurang SDM pengelola, kurangnya sarana dan prasarana penunjang untuk kebutuhan wisatawan, dan belum adanya papan informasi mengenai sumber daya wisata yang dimiliki Desa Kemiren. Adapun saran yang diajukan adalah Pemerintah Desa Kemiren bersama-sama dengan POKDARWIS merintis pembuatan pusat data Desa Kemiren, yang berisi informasi dan dokumentasi kekayaan seni, tradisi, dan budaya osing sebagai bentuk konservasi budaya dan daya tarik wisata khusus pendidikan. Karena secara riil pengunjung yang paling banyak berkunjung ke Desa Kemiren adalah wisatawan yang ingin mempelajari budaya osing. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Desa Adat

Page 1 of 2 | Total Record : 15