cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 7 (2019)" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Di SDN GADING 1 KOTA SURABAYA HENDY BING PUTRA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting karena pendidikan mempunyai tugas untuk menyiapkan SDM bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mengakibatkan perubahan dan pertumbuhan kearah yang lebih kompleks. Hal ini menimbulkan masalah-masalah sosial dan tuntutan-tuntutan baru yang tidak dapat diramalkan sebelumnya, sehingga pendidikan selalu menghadapi masalah karena adanya kesenjangan antara yang diharapkan dengan hasil yang dapat dicapai dari proses pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implmentasi MBS di SDN Gading 1 Kota Surabaya. Pada penelitian tentang Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SDN Gading 1 Kota Surabaya merupakan pendekatan deskriptif kualitatif, Fokus penelitian ini adalah Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SDN Gading 1 Kota Surabaya yang selanjutnya secara rinci akan dilihat dari subfokus-subfokus menurut George C. Edward(III) sebagai berikut : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Manajemen Berbasis Sekolah sendiri merupakan suatu bentuk otonomi pengelolaan pendidikan kepada satuan pendidikan atau sekolah yang berdasarkan pada prinsip Kemandirian, Keadilan, Keterbukaan, Kemitraan, Partisipatif, Efisiensi, dan Akuntabilitas. Selain itu, dalam mengelola sekolah diperlukan tata kelola dokumen yang tertib dan sistematis serta kepemimpinan yang efektif. Ditinjau dari komponennya, manajemen sekolah meliputi manajemen kurikulum dsan pembelajaran, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, pembiayaan sarana dan prsarana, hubungan sekolah dan masyarakat, serta budaya dan lingkungan sekolah. Kata kunci : Kebijakan Publik, Manajemen Berbasis Sekolah Abstract Education is a very important human need because education has the duty to prepare human resources for the development of the nation and state. The progress of science and technology (science and technology) resulted in changes and growth towards a more complex. This raises social problems and new demands that cannot be predicted beforehand, so education always faces problems because of the gap between the expected and the results that can be achieved from the education process. School-based management itself is a form of autonomy in the management of education to educational units or schools based on the principles of independence, justice, openness, partnership, participation, efficiency, and accountability. In addition, managing the school requires an orderly and systematic document management and effective leadership. In terms of its components, school management includes curriculum management and learning, students, educators and education staff, financing facilities and infrastructure, school and community relations, and the culture and environment of the school. . Pada penelitian tentang Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SDN Gading 1 Kota Surabaya merupakan pendekatan deskriptif kualitatif, Fokus penelitian ini adalah Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SDN Gading 1 Kota Surabaya yang selanjutnya secara rinci akan dilihat dari subfokus-subfokus menurut George C. Edward(III) sebagai berikut : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Keywords: Public Policy, School Based Management
IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN KERENTANAN KEMISKINAN (PK2) DI DESA NGALE KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI NUR AHMED; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Kemiskinnan merupakan masalah utama yang sering menjadi sorotan publik, dimana masyarakat belum bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah ini terjadi di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah mencpai 4.332,59 ribu jiwa. Dengan adanya masalah kemiskinan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Program ini bertujuan untuk membantu agar masyarakat rentan yang berada pada desil 2 dan desil 3 tidak terperosok pada desil 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori implementasi bottom up menurut Elmore, Lipsky, Hjern & O’Porter (Tahir, 2015:136) yang terdiri dari Identifikasi Jaringan Aktor yang Terlibat, Jenis Kebijakan, Kebijakan Sesuai Harapan, dan Prakarsa Masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Ngale telah memenuhi keempat komponen implementasi kebijakan. Aktor implementasi kebijakan saling bersinergi dalam melaksanakan program, seluruh tahapan program PK2 telah terlaksana, target sasaran sudah sesuai dengan data PPLS 2015, tujuan dari program sudah sesuai dengan pedoman meskipun masih terdapat beberapa kendala. Kata kunci : Implementasi Kebijakan, Kemiskinan, PK2 Abstract Poorness is a major problem that is often a public spotlight, where people cannot yet meet their daily needs. This problem occurred in East Java Province with a total of 4,332.59 thousand people. With the existence of the poverty problem, the East Java Provincial Government launched a Poverty Program Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). This program aims to help vulnerable people in decile 2 and decile 3 not fall into decile 1. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the study uses the theory of bottom up implementation according to Elmore, Lipsky, Hjern & O’Porter (Tahir, 2015: 136) which consists of Identifying the Network of Actors Involved, Types of Policies, Policies According to Expectations, and Community Initiatives. Data collection techniques through interview techniques, observation, and documentation were analyzed using data analysis techniques according to Miles and Huberman which included data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that Ngale Village has fulfilled the four components of policy implementation. Actors implementing policies work together in implementing the program, all stages of the PK2 program have been implemented, the target has been in accordance with the 2015 PPLS data, the objectives of the program are in accordance with the guidelines although there are still some obstacles. Keywords: Policy Implementation, Poverty, PK2
Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pilangsari Kabupaten Bojonegoro DEVI INDAH PRATIWI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan suatu program pemerintah. Salah satu program pemerintah yang tengah dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB adalah Program Desa Tangguh Bencana (Destana). Program Desa Tangguh Bencana ini didirikan dengan harapan masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana mampu mengenali ancaman di wilayahnya, mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan serta meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk partisipasi dalam program Desa Tangguh Bencana di Desa Pilangsari.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana (Desatana) meliputi: partisipasi buah pikiran, partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, partisipasi keterampilan, dan partisipasi sosial. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Staff Seksi Pencegahana dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro, serta masyarakat Desa Pilangsari yang termasuk dalam Ketua Program Desa Tangguh Bencana Desa Pilangsari, Koordinator pelaksana Program Desa Tangguh Bencana, Ketua RT 9 Desa Pilangsari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana di Desa Pilangsari ternyata sudah berjalan cukup baik. Masyarakat mengikuti berbagai kegiatan dalam pengembangan program maupun pelaksanaan program. Masyarakat juga ikut serta aktif dalam menyumbangkan asset yang dimiliki yang secara sukarela diberikan dan dimanfaatkan oleh desa.Masyarakat di Desa Pilangsarijuga memiliki rasa keguyuban yang tinggi mengingat keaktifan masyarakat disana dalam hal gotong-royong pada saat perbaikan tanggul dan juga pada saat terjadi banjir.Meskipun dalam partisipasi buah pikiran dan ketrampilan banyak warga yang belum sepenuhnya terlibat dan berperan aktif. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah masyarakat lebih aktif lagi dalam menyumbangkan ide atau pemikiran, serta keterampilan, dan juga pemerintah dapat memberikan bantuan peralatan yang dapat mendukung pelaksanaan program. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Destana,Desa Pilangsari Abstract Society participation is one of the important things in implementing a government program. One of the government programs being developed by the National Disaster Management Agency or BNPB is the Resilient Disaster Tough Village Program (Destana). The Resilient Disaster Tough Village Program was established in the hope that people living in disaster-prone areas could recognize threats in their area, be able to organize human resources to reduce vulnerability and increase capacity to reduce disaster risk. The purpose of this study is to describe the forms of participation in the Disaster tough Village program in Pilangsari Village.This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of this study is the forms of community participation in the Tangguh Disaster Village Program (Desatana) which includes: ideas participation,labor participation, property participation, skills participation, and social participation. The subjects of this study consisted of Staff of Prevention and Preparedness Section, Bojonegoro District Disaster Management Agency, and Pilangsari Village community included in the Chairperson of the Village Program of Tangguh Disaster Pilangsari, Coordinator of the Tangguh Bencana Village Program, Chair of RT 9 Pilangsari Village. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing.The results of this study explain that society participation in the Disaster ToughVillage Program in Pilangsari Village turned out to be going pretty well. The community participated in various activities in program development and program implementation. The society also actively participates in contributing assets owned which are voluntarily given and utilized by the village. The community in Pilangsari Village also has a high sense of communalism given the active community there in terms of mutual cooperation when repairing dikes and also during floods. Although in the participation of ideas and skills, many citizens have not been fully involved and play an active role. The suggestions submitted by researchers is the society more active in contributing ideas, as well as skills, and also the government can provide assistance in equipment that can support the implementation of the program. Keywords: Participation, Society, Destana, Desa Pilangsari
IMPLEMENTASI PROGRAM KANGGO RIKO DI DESA KEBAHMAN KECAMATAN SRONO KABUPATEN BANYUWANGI IRFAN BAKHTIAR; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Kemiskinan selalu menjadi salah satu masalah yang memerlukan perhatian khusus, berbagai alternatif kebijakan sudah diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang ada di Indonesia. Guna dapat mengoptimalkan alternatif kebijakan yang telah diberlakukan olah pemerintah pusat maka perlu adanya inovasi dari pemerintah Daerah agar mampu mengimbangi serta mengoptimalkan program penangulangan kemiskinan yang telah dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan implementasi Program Kanggo Riko Di Desa Kebaman Srono Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada Implementasi Program Kanggo Riko yang mengunakan teori implementasi milik Van Meter dan Van Horn dengan 6 indikator yaitu Standar Dan Sasaran Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik organisasi pelaksana, Komunikasi antar organisasi terkait, Disposisi, Lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen pelaksana maupun peserta dari Program Kanggo Riko telah memahami standar sasaran dan tujuan dari program. Sumberdaya manusia, sumberdaya peralatan ,sumberdaya anggaran, sumberdaya informasi, waktu pelaksanaan dan kewenangan sudah tersedia sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan, tetapi pemanfaatan sumberdaya yang ada pada kelompok sasaran belum optimal. Karakteristik organisasi pelaksana dalam program ini cukup ideal sebagaimana keterlibatan sektor external serta internal yang menjadi penunjang suksesnya program ini. Komunikasi antar organisasi terkait serta kelompok sasaran yang terjadi didalamnya sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Disposisi telah berjalan baik hal ini dapat dilihat dari Birokrasi yang terkait mendukung penuh program ini sehingga dapat tercapai tujuan program dengan maksimal. Lingkungan sosial, ekonomi dan politik di Desa Kebaman cukup mendukung dan menunjang keberhasilan program. Dengan demikian saran yang dapat diberikan adalah pelaksana program pada tingkat kecamatan lebih meningkatkan pengawasan dan evaluasi jalannya program. Kata kunci : Implementasi, Program, Kanggo Riko
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kampung Majapahit sebagai Desa Wisata(Studi di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto) AGHNIA NORMA SEPTIANI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat dirasa sangat penting dalam proses pembangunan perdesaan. Masyarakat diajak untuk berperan serta didorong untuk berpartisipasi karena masyarakat dianggap mengetahui tentang permasalahan dan kepentingan atau kebutuhan mereka. Program Kampung Majapahit ini sebagai program pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Mojokerto yang melibatkan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Majapahit sebagai Desa Wisata. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang digunakan dalam pengembangan Kampung Majapahit sebagai Desa Wisata, yang menggunakan teori bentuk partisipasi menurut Cohen dan Uphoff yang dikutip oleh Siti Irene (2011) meliputi partispasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pengambilan manfaat dan partisipasi dalam evaluasi. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Wakil Ketua Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Sie Pelayanan Pemerintah Desa serta masyarakat Desa Bejijong.Hasil penelitian yang memfokuskan partisipasi masyarakat dalam empat bentuk partisipasi yaitu menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan kampung majapahit sebagai desa wisata ternyata sudah berjalan cukup baik. Terutama dalam hal partisipasi dalam pelaksanaan dan partisipasi dalam pengambilan manfaat. Dalam partisipasi pelaksanaan kegiatan pengembangan kampung majapahit sebagai desa wisata, masyarakat sebagai tenaga kerja dalam pembangunan rumah majapahit, serta menjaga dan merawat rumah majapahit. Dalam pemanfaatan disini masyarakat memanfaatkan rumah majapahit untuk membuka homestay, toko, tempat makan, galeri, tempat oleh-oleh khas Majapahit. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah Pemerintah Desa melakukan evaluasi yang terjadwal dan rutin agar dapat meminimalisir untuk mengurangi jika terdapat permasalahan yang ada.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Kampung Majapahit, Desa Wisata Abstract Public participation is felt to be very important in the rural development process. The community is invited to play a role and is encouraged to participate because the community is considered to know about the problem and their interests or needs. The Majapahit Village Program is a development program for Tourism Villages in Mojokerto Regency which involves the community. The purpose of this study was to find out how community participation in the development of Majapahit Village as a Tourism Village.This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of this research is the forms of community participation used in the development of the Majapahit Village as a Tourism Village that uses the form of participation theory according to Cohen and Uphoff cited by Siti Irene AD (2011) including: participation in decision making, participation in implementation, participation in utilization taking, participation in evaluation. The subjects of this study consisted of the Deputy Chair of the Department of Youth, Sports, Culture and Tourism, Sie Service of the Village Government and the community of the Bejijong Village. The results of the study which focused on community participation in four forms of participation, namely that community participation in the development of the Majapahit village as a tourist village turned out to have gone quite well. Especially in terms of participation in implementation and participation in taking benefits. In participating in the implementation of the development of the Majapahit village as a tourist village, the community as laborers in the construction of Majapahit houses, as well as maintaining and caring for the Majapahit house. In the utilization here, the community uses Majapahit houses to open homestays, shops, eating places, galleries, places for souvenirs typical of Majapahit. The suggestion put forward by the researcher is that the Village Government conducts scheduled and routine evaluations in order to minimize the reduction if there are existing problems.Keywords: Public Participation, Majapahit Village, Tourist Villages
Strategi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang dalam Mengembangkan Wisata Religi Makam K.H Abdurrahman Wahid ENI TRI WULANDARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

AbstrakDinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang mempunyai strategi dalam mengembangkan wisata religi Makam K.H Abdurrahman Wahid. Letak makam yang berada di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menjadi fenomena yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi andalan di Kabupaten Jombang. Dengan adanya wisata religi ini membuat kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar pondok berkembang pesat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang dalam mengembangkan wisata religi Makam K.H Abdurrahman Wahid. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian dengan menggunakan teori Suwantoro (2007) yang terdiri dari objek atau daya tarik wisata, prasarana wisata, sarana wisata, tatalaksana atau infrastruktur, dan masyarakat. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Paririwasa Kabupaten Jombang, Kepala UPTD Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur, Pengurus Pondok Pesantren, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wisata oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan daya tarik wisata berupa perbaikan kawasan makam, pembangunan museum dan Monumen Attauhid di kawasan wisata. Selain itu juga melalui peningkatan infrastruktur berupa pembangunan kawasan terminal khusus peziarah Makam Gus Dur. Dalam hal sarana dan prasarana wisata juga sudah terpenuhi walaupun masih ditemukan kendala. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan wisata religi Makam Gus Dur sudah berjalan dengan baik walaupun masih terdapat beberapa kendala. Kendala tersebut yaitu ketidak tersediaan sarana trasportasi khusus untuk menuju ke area makam, perbaikan jalan yang kurang merata, perubahan akses jalan yang berdampak negatif bagi sebagian pedagang, dan kurangnya pemberdayaan santri pondok. Adapun saran yang diajukan peneliti yaitu sebaiknya pemerintah mengadakan konsolidasi dengan stakeholder untuk membahas kendala yang ada dan lebih memberdayakan santri dalam kegiatan wisata yaitu melalui pembelajaran kewirausahaan. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Pengembangan Wisata, Wisata Religi AbstractThe Youth, Sports and Tourism of Jombang has a strategy in developing the religious tourism of K.Hs Abdurrahman Wahid. The location of the tomb in Islamic Boarding School tebuireng, jombang is an interesting phenomenon to be developed as a religious tourist destination in Jombang. by the existence of religious tourism makes the socio-economic life of the people around grow rapidly. The purpose of this study is to describe the strategy of the Youth Sports and tourism of Jombng in developing the religious tourism of K.Hs Abdurrahman Wahid.This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of research is using the theory of Suwantoro (2007) which consists of tourist objects or attractions, tourism infrastructure, tourism facilities, management or infrastructure, and the public. The subjects of this study consisted of the Head of the Youth, Sports and Tourism Department Jombang, Head of the UPTD of Gus Durs Religious Religion Area, commite Boarding School Boarding School, and the public. Data is collected by interview techniques, observation and documentation. Data analysis techniques consist of collection, reduction, presentation, conclusions data.The results of the study present that strategy development of the Youth, Sports and tourism of Jombang has gone well. This is evidenced by the increase in tourist attraction by improvements to the tomb area, the construction of museums and there is an Attauhid Monument in the tourist area. In addition, there is a special terminal area for Gus Durs tomb pilgrims. the infrastructure has also been fulfilled even though obstacles are still found.So it can be concluded that the strategy of developing the Gus Dur Cemetery is going well even though there are still some obstacles. These constraints are the unavailability of special transportation facilities to go to the grave area, less equitable road repairs, changes in road access which have a negative impact on some traders, and the lack of empowerment of student of boarding school. The suggestion from researcher is that the government should immediately follow up on this problem by making consolidation to discuss the existing constraints and more empowering students in tourism activities through enterpreneurship learning.Keyword : Management Strategy, Tourism Development, Religious Tourism
EVALUASI PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) NGELOM KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO FERINDA ARDIYANTI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Data dari Lembaga Demografi Indonesia pada tahun 2014 menyatakan bahwa sekitar 20,5% atau 50 juta penduduk Indonesia belum memiliki rumah. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal maka Pemerintah memilih Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai solusi. Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten yang turut menerapkan solusi tersebut untuk menjawab permasalahan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah. Dalam upaya menyelenggarakan rusunawa yang layak huni dan teratur, pemerintah mengeluarkan kebijakan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran untuk memahami dan menjelaskan evaluasi pengelolaan Rusunawa Ngelom. Fokus penelitian ini adalah input, proses, output, dan outcome. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu reduksi data, menampilkan data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi input, masih belum optimal. Dalam aspek kepenghunian, sanksi yang diberikan masih kurang jelas dan tegas terhadap penghuni yang melanggar ketentuan. Selain itu, jumlah tenaga kebersihan dan teknisi juga masih kurang. Dalam aspek sarana prasarana, masih belum tersedia sarana kesehatan dan sarana olahraga. Selain itu jumlah CCTV juga masih kurang karena hanya ada di lokasi tertentu sedangkan Rusunawa Ngelom terdiri dari 5 (lima) twin blok. Segi proses juga masih belum optimal, karena beberapa aturan masih kurang jelas ketetapan sanksinya. Segi output dinilai masih terdapat kekurangan dalam perawatan bangunan Rusunawa Ngelom. Dan segi outcome, pengelolaan Rusunawa Ngelom memberikan dampak yang positif baik bagi penghuni Rusunawa Ngelom maupun warga sekitar. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan kajian terkait batas waktu maksimal dalam menghuni Rusunawa dan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo melakukan rekrutmen tambahan guna mencukupi tenaga kebersihan dan teknisi, serta bagi UPT Rusunawa Sidoarjo diharapkan dapat menambah jumlah CCTV di Rusunawa Ngelom.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA BALONGMASIN KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO IKA AYU NURROHMAH; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Kemiskinan merupakan fenomena dan masalah sosial yang terus menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah juga berupaya menanggulangi kemiskinan, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinaungi oleh Kementerian Sosial dan berlandaskan hukum pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Pelaksanaan PKH dimulai sejak tahun 2007, dan sebagian daerah baru menerima PKH pada tahun 2008, salah satunya yaitu Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Kecamatan Pungging terdiri dari 19 desa, salah satunya yaitu Desa Balongmasin. Pelaksanaan PKH di tersebut masih ditemui beberapa kendala yaitu persebaran bantuan yang belum merata, pola pikir masyarakat yang belum mandiri dan terdapat beberapa masyarakat yang belum memenuhi komitmen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi PKH di Desa Balongmasin Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian Evaluasi PKH di Desa Balongmasin Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto secara umum masih belum berhasil. Dari 6 (enam) indikator evaluasi, hanya pada indikator efektivitas dan responsivitas yang memenuhi. Sedangkan indikator efisiensi, kecukupan, pemerataan dan ketepatan masih belum memenuhi. Saran untuk pelaksanaan PKH di Desa Balongmasin yaitu perlu adanya simulasi langsung tentang edukasi kewirausahaan agar masyarakat lebih tertarik untuk mempraktikkannya, perlu adanya inovasi penyampaian materi dalam kegiatan FDS agar tidak terkesan membosankan, perlu adanya jadwal yang terstruktur untuk kegiatan FDS, perlu adanya pembaruan data peserta PKH yang sesuai dengan kondisi di lapangan, serta perlu adanya inovasi mengenai materi-materi yang disampaikan agar lebih bisa dipraktikkan untuk kehidupan sehari-hari peserta.
Implementasi Penyelenggaraan Rumah Kos Desa Kepuhkiriman Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo RASHIF GHANI HARVIANTO; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Perkembangan Rumah Kos yang kian pesat di Kecamatan Waru membuat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Untuk membuat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Rumah Kos. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Kebijakan Penyelenggaraan rumah kos di Desa Kepuhkiriman Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Van Metter dan Van Horn. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif menurut Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Secara keseluruhan kebijakan yang diterapkan masih memiliki kekurangan dalam proses implementasinya, dari indikator sumber daya masih ditemukan kekurangan sumberdaya manusia dari pelaksana kebijakan tersebut yaitu Dinas Penanaman Modal dan PTSP, namun sumber dana dan fasilitas yang diberikan DPMPTSP sudah cukup baik. Salah satu indikator yang sudah berjalan sangat baik yaitu dari sikap atau kecenderungan pelaksana, dimana pelaksana sangat memahami kebijakan tersebut sehingga dalam proses implementasinya diciptakan sistem yang mempermudah untuk perizinan dan memberikan pelayanan yang maksimal. Saran dalam penelitian ini yaitu penambahan sumber daya manusia untuk meningkatkan sosialisasi yang masih kurang dari pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu pintu Kabupaten Sidoarjo. Cara-cara dalam sosialisasi yang perlu dirubah seperti menggunakan media sosial dan media massa sehingga masyarakat dapat mengetahui kebijakan tersebut secara menyeluruh.Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi, Rumah Kos
PENERAPAN SISTEM PERIZINAN ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN SIDOARJO/ GHINA RIDHO MUAFA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

AbstrakDinas Pennaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggunakan sebuah sistemperizinan baru dengan memanfaatkan e-government yaitu Sistem Perizinan Online Single Submission(OSS) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam perizinan surat terkait investasi daerah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan sistem perizinan Online SingleSubmission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. fokus penelitian menggunakan teori indikator dalam mewujudkan penerapan ElectronicGovernment menurut Rianto dkk yang terdiri dari ketersediaan data dan informasi pada pusat data, ketersediaan data dan informasi bagi kebutuhan promosi daerah, ketersediaan aplikasi E-Governmentpendukung pekerjaan kantor dan pelayanan publik dan ketersediaan aplikasi dialog publik dalam rangkameningkatkan komunikasi antar pemerintah, antara pemerintah dengan sektor swasta dan masyarakatmelalui aplikasi e-mail, SMS ataupun teleconference. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwapenerapan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik meskipun dalampelaksanaannya terdapat kendala-kendala, namun sudah dapat terselesaikan. Hal tersebut dapatdibuktikan dengan hasil analisis yang menggunakan indikator dalam mewujudkan penerapan ElectronicGovernment antara lain, indikator ketersediaan data dan informasi pada pusat data yaitu data daninformasi di pusat data telah tersimpan dengan baik melalui server dinas yang telah disediakan. Indikatorketersediaan data dan informasi bagi kebutuhan promosi daerah dimana Dinas DPMPTSP KabupatenSidoarjo telah melakukan berbagai cara untuk mempromosikan Sistem Perizinan OSS di berbagaiwilayah dan informasi yang diberikan telah terbilang lengkap dan akurat. Indikator ketersediaan aplikasiE-Government pendukung pekerjaan kantor dan pelayanan publik dimana inftatruktur dan teknologi yangdigunakan dalam penggunaan Sistem OSS di dinas DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo sudah memadai danmendukung penerapan sistem perizinan OSS itu sendiri. Kata Kunci: Penerapan Sistem, Perizinan, OSS, E-Goverment. AbstractThe One-Stop Integrated Investment and Service Office, uses a new licensing system known as TheOnline Single Submission (OSS) system. This system, aims to facilitate licensing related to regionalinvestments. This system thoroughly describes the application of The Online Single Submission (OSS)system at The One-Stop Integrated Investment and Service Office of Sidoarjo Regency. Type of researchmethod used is descriptive-qualitative, with focus on several Theory of Indicators to applying ElectronicGovernment. According to Rianto Et al, theory of indicators consists the availability of data andinformation on data centers, availability of data and information for regional promotion needs, availabilityof E-Government applications supporting office work and public services and the availability of publicdialogue applications in order to improve communication between governments, between the governmentand the private sector and the public through e-mail, SMS or teleconference applications. Data collectionmethods in a needs analysis includes: interview, observation, documentation and data reduction analyzed. The results of this research indicate that the implementation of the Online Single Submission (OSS)system in The One-Stop Integrated Investment and Service Office of Sidoarjo Regency has gone well andthe obstacles faced in its implementation have been resolved.This can be proven by the results of analysisusing indicators in implementing Electronic Government along with indicators of the availability of dataand information at the data center, which means data and information in the data center have been storedproperly through the service server that has been provided. Keywords: System Implementation, Licensing, OSS, E-Goverment.

Page 1 of 2 | Total Record : 15