cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 7 (2019)" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI SISTEM COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM RANGKA PENJARINGAN PERANGKAT DESA DI KEDUNGPELUK KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO MOHAMMAD ANDRE DJORGHY; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

ABSTRAK Sektor sumber daya manusia merupakan sektor yang paling penting untuk menggerakan roda pemerintahan. Tak terkecuali di tingkat paling bawah yaitu di tingkat Desa, di Kabupaten Sidoarjo sendiri terdapat banyak kekosongan jabatan perangkat Desa. Hal tersebut tentunya membuat roda pemerintahan di tingkat Desa tidak bisa berjalan dengan maksimal. Oleh karena hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 55 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa. Langkah pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengatasi permasalahan kekosongan jabatan di tingkat Desa tersebut disambut positif oleh kelompok sasaran, mulai dari pemerintah Desa hingga Lembaga Desa lainnya seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Dengan adanya peraturan tersebut terjadi percepatan pengisian jabatan perangkat Desa, apalagi dengan penggunaan mekanisme baru dalam penjaringannya yaitu dengan Computer Assisted Test. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitais. Lokasi penelitian yaitu di Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, purposive sampling dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Peraturan Bupati Sidoarjo nomor 55 tahun 2016 tentang pedoman pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa di Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi sudah baik namun belum maksimal. Karena masih kurangnya pemerataan persebaran informasi tentang adanya kegiatan penjaringan perangkat Desa di Desa Kedungpeluk. Menurut George C. Edward ada 4 variabel implementasi kebijakan publik, antara lain : 1) Komunikasi, Panitia penjaringan perangkat Desa di Kedungpeluk telah melakukan komunikasi yang intens dengan pihak pihak yang berkepentingan dalam kegiatan penjaringan perangkat Desa di Kabupaten Sidoarjo. 2) Ketersediaan sumber daya, pada variabel ini semua ketersediaan sumber daya disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan jadi waktu pelaksanaan tidak ada kendala dalam hal sumber daya. 3) Sikap dan komitmen pelaksana program (Disposition), seluruh pihak yang berkepentingan dalam program ini memiliki komitmen karena adanya legalitas dan dasar hukum yang jelas. 4) Struktur Birokrasi, Dalam implementasinya tidak ada kerancuan dalam pelaksanaan kegiatan penjaringan perangkat Desa di Kedungpeluk, karena persebaran komitmen dan aturan yang jelas. Kata kunci : Implementasi, Kebijakan, Computer Assisted Test.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MI GILA (MELEK IT GAUL INFORMASI LUAR BIASA) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR. NIKEN AULIA DWI ANUGRAH PUTRI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai instansi penyelenggara layanan publik di lingkungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang terpercaya. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sebuah program yaitu Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Mi Gila merupakan program yang memberi wadah masyarakat Jawa Timur belajar tentang IT (informasi dan teknologi) serta ICT (information and communication technology) atau permasalahan-permasalahan lain seputar teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kualitas pelayanan publik Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa) di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode kualitatif.. Fokus penelitian berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan jasa menurut Philip Kotler (2012:284) yang meliputi Bukti Fisik (Tangibles), Empati (Empathy), Kehandalan (Reliability), Cepat Tanggap (Responsiveness), dan jaminan (Assurancee). Teknik pengumpulan data dilakukan melaului wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil Penelitian kualitas layanan Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Pertama dimensi bukti fisik menggambarkan bagaimana penampilan, kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan. Kedua, dimensi empati (empathy), di dimensi ini pihak Diskominfo berusaha memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan. Ketiga, dimensi kehandalan menjelaskan bagaimana kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Keempat, dimensi daya tanggap menjelaskan tentang daya tanggap perusahaan dalam memberi layanan bagi pelanggan dan memberikan jasa dengan sigap dan cepat dalam penanganan keluhan pelanggan. Kelima, dimensi jaminan meliputi beberapa komponen anatara lain komunikasi, kredibilitas keamanan, kompetensi dan sopan santun. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo belum dapat mencukupi sarana prasarana yang dibutuhkan peserta pada saat pelaksanaan pelatihan. Akan lebih baik jika Diskominfo memastikan kecukupan sarana prasarana dengan jumlah peserta sebelum pelatihan dilakukan. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Dimensi Kualitas Pelayanan, Pelayanan Mi Gila.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PENYANDANG TUNAGRAHITA MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO MIFTAHUL SOLIKHIN; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Penyandang disabilitas yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang juga memiliki hak untuk hidup sejahtera, termasuk penyandang tunagrahita didalamnya. Kesejahteraan penyandang disabilitas tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Pemerintah Desa Karangpatihan berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang tunagrahita berupa pemberdayaan melalui budidaya ikan lele. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses collaborative governance dalam upaya pemberdayaan penyandang tunagrahita melalui budidaya ikan lele di Desa Karangpatihan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori proses collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:228) yang terdiri dari face to face dialogue, trust building, commitment to the procces, shared understanding, dan intermediate outcomes. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tersebut berdasarakan teori Ansell and Gash sebagai berikut: Face to face dialogue, dimana telah dilakukan pertemuan rutin antara Pemerintah Desa Karangpatihan bersama KSM Rumah harapan dan masyarakat, serta terdapat kunjungan-kunjungan dari KPw BI Kediri ke Desa karangpatihan; Trust building, yang dilakukan antar stakeholder dengan melakukan pertemuan-pertemuan yang intensif dan melakukan transparansi; Commitment to the process, masih terdapat beberapa pengurus KSM Rumah Harapan yang belum maksimal dalam mendampingi penyandang tunagrahita; Shared understanding dengan melalui pertemuan atau dialog maupun komunikasi antar stakeholder; Intermediate outcomes, dengan memastikan bahwa penyandang tunagrahita menguasai cara-cara budidaya ikan lele yang benar agar mampu melaksanakan budidaya ikan lele secara mandiri. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pemberdayaan, Tunagrahita
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU JOMBANG SEHAT (KJS) NON-DATABASE STUDI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN JOMBANG DINA HARDIYANTI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial Kabupaten Jombang mengeluarkan program jaminan kesehatan berupa Kartu Jombang Sehat (KJS). Hal ini tercantum dalam Peraturan Bupati No 1 Tahun 2017. Tujuan dari adanya Kartu Jombang Sehat sebagai wujud salah satu program prioritas pemerintah yaitu Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan kegiatan perlindungan dan Jaminan Sosial Layanan Kesejahteraan bagi masyarakat miskin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi program Kartu Jombang Sehat (KJS) Non-Database di RSUD Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumberdaya organisasi serta karakteristik dan kemampuan agen pelaksana. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Masih terdapat beberapa hal yang belum maksimal ada indikator kondisi lingkungan masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari pusat Kabupaten akan kesulitan dalam hal transportasi. Selain itu, faktor ekonomi maupun pendidikan juga sangat berpengaruh untuk respon masyarakat terhadap adanya perubahan kebijakan pemerintah. Pada indikator sumberdaya organisasi terjadi Pendanaan KJS beberapa tahun terakhir ini ditanggung oleh pihak RSUD karena biaya sudah melampaui anggaran APBD. Hal ini menyebabkan sarana prasarana kurang maksimal. Pada Indikator karakteristik dan kemampuan agen pelaksana salah satunya yaitu kurangnya kedisiplinan di beberapa kantor desa. Selain itu dalam hal prosedur pengurusan Kartu Jombang Sehat ini masih terlalu panjang dan rumit sehingga kurang efisien. Saran dalam penelitian ini yaitu pihak pelaksana program sebaiknya lebih maksimal dalam hal sosialisasi yaitu memperbanyak media sosialisasi. Selain itu dalam hal prosedur permohonan KJS Non-Database sebaiknya bisa disederhanakan agar lebih efektif dan efisien. Selain itu diharapkan pihak RSUD Kabupaten Jombang menambah jumlah ruangan rawat inap untuk mengatasi permasalahan ketika jumlah pasien rawat inap semakin banyak. Kata Kunci: Kata Kunci: Implementasi, Program, Kartu Jombang Sehat.
INOVASI LTSA PTKLN (LAYANAN TERPADU SATU ATAP PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI) DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI (DISNAKERTRANS) KABUPATEN TULUNGAGUNG RINDA PARADISTA; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai pelaku pelayan harus memberikan pelayanan yang baik bagi penerima layanan, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi dan masyarakat merasa puas terhadap pelayanan tersebut. Maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung dituntut maksimal dalam memberikan Pelayanan kepada masyarakat. Akhirnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan sebuah inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan dalam kepengurusan semua berkas yang diperlukan masyarakat Kabupaten Tulungagung terutama Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Inovasi ini muncul karena ada beberapa keluhan dari CPMI dan di Kabupaten Tulungagung itu sendiri mayoritas masyarakatnya bekerja di Luar Negeri. Pelaksanaan inovasi LTSA PTKLN ini dilaksanakan di wilayah Kantor Disnakertrans Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS) Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 16) meliputi Relative Advantage (Keuntungan Relatif), Compatibility (Kesesuaian), Complexity (Kerumitan), Triability (Kemungkinan dicoba), dan Observability (Kemampuan diamati). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunujukan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung berusaha keras dalam melaksanakan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) guna untuk mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).serta terbentuknya kualitas pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya CPMI serta menunujukan bahwa inovasi dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama sosialisasi yang kurang merata, yang kedua fasilitas yang kurang serta yang terakhir letak kantor LTSA PTKLN yang kurang strategis. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu petugas LTSA PTKLN terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan inovasi tersebut, Penambahan fasilitas yang kurang, serta pemindahan letak kantor LTSA PTKLN di area tengah-tengah kota. Kata Kunci : Inovasi, Pelayanan Publik, LTSA PTKLN Abstract Tulungagung Regency Manpower and Transmigration Office (Disnakertrans) is demanded maximally in providing services to the community. Finally, the Department of Manpower and Transmigration launched an innovative One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) which aims to facilitate services in managing all files needed by the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). This innovation arose because there were a number of complaints from CPMI and in Tulungagung District itself the majority of the community worked abroad. The implementation of PTSAs LTSA innovation was carried out in the area of the Tulungagung District Manpower Office. This study aims to describe the innovation of the One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) in the Department of Manpower and Transmigration (DISNAKERTRANS) of Tulungagung Regency. This type of research used is descriptive which uses qualitative methods. While the focus of his research uses the theory of innovation attributes according to Rogers in Suwarno (2008: 16) including Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, and Observability. Data analysis techniques in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of the study show that the Tulungagung District Manpower and Transmigration Office is striving to implement an innovative One-Stop Integrated Service for Foreign Workers Placement (LTSA PTKLN) in order to address all complaints from the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). better public service than before. Of the five indicators used as the research theory, it has been described to be able to overcome all the complaints of the people of Tulungagung Regency, especially CPMI, and show that innovation can be said to be successful. However, in its implementation there are still some shortcomings, namely the first is uneven socialization, the second is the lack of facilities and the last is the location of PTSAs LTSA office which is less strategic. So the researcher gave a suggestion that PTKLN LTSA officers went directly to the community to socialize the innovation, the addition of less facilities, and the relocation of the PTKLN LTSA office in the middle of the city. Keywords: Innovation, Public Services, LTSA PTKLN

Page 2 of 2 | Total Record : 15