cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 8 (2019)" : 15 Documents clear
KUALITAS PELAYANAN PAJAK ONLINE E-BILLING DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SIDOARJO BARAT YUSRI SIHAM; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPenciptaan kualitas pelayanan publik yang merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang baik. Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi penghimpun penerimaan negara pada sektor perpajakan memberikan pelayanan e-billing (pembayaran pajak online). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tekhnik purpossive sampling. Fokus penelitian ini adalah kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat yang dilihat dari enam indikator kualitas pelayanan publik Sinambela (2014:6) yang diharapkan masyarakat tercermin dari: transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat dikatakan cukup baik. Dalam indikator transparansi, layanan yang terbuka, memiliki prosedur yang mudah dan dapat dipahami oleh masyarakat. Dalam indikator akuntabilitas, pelayanan e-billing dapat dipertanggungjawabkan dalam peraturan perundang-undangan. Pada indikator kondisonal, pelayanan yang mempertimbangkan kondisi pemberi dan penerima layanan, indikator partisipatif, pelayanan ini mendorong peran serta partisipatif yang baik dari masyarakat. Indikator kesamaan hak, pelayanan ini bersifat non diskriminatif. Dalam indikator keseimbangan hak dan kewajiban terwujudnya pelayanan yang adil dan memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayananterbaik.Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan, E-Billing
Dampak Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Pasar Krian Baru Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo FITRI NILAM SARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Pedagang kaki lima sudah menjadi bagian dari kehidupan di suatu wilayah yang padat penduduk. Keberadaan pedagang kaki lima kerap dianggap ilegal karena menempati ruang publik dan tidak sesuai dengan visi kota yang sebagian besar menekankan aspek kebersihan, keindahan dan kerapihan kota atau kita kenal dengan istilah 3K. Pedagang kaki lima seringkali menjadi target utama dalam kebijakan pembangunan yang dibuat pemerintah kota seperti relokasi dan penggusuran bagi pedagang kaki lima yang belum tertib dan teratur. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah dampak individual, dampak organisasional, dampak terhadap masyarakat, dan dampak terhadap lembaga sosial atau sistem sosial. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu reduksi data, menampilkan data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tersebut berdasarkan teori Finsterbusch dan Motz sebagai berikut : dampak individual adanya relokasi berdampak pada psikis, biologis, lingkungan, ekonomi dan sosial pedagang kaki lima. Dampak organisasional yakni adanya interaksi antar pedagang lebih mudah dan terciptanya rasa persaudaraan dan kerukunan antar pedagang semakin tinggi. Dampak terhadap masyarakat adanya relokasi memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehari-hari. Dampak terhadap lembaga sosial adanya relokasi ini menjadikan Pasar Krian Baru menjadi aman dari tindak kejahatan kriminal, selain itu Jl. Setiabudi dan Jl. Basuki Rahmat semakin bersih, dan tertata. Pemberdayaan yang didapatkan oleh pedagang yakni peningkatan kepampuan berusaha, fasilitas bantuan sarana dagang, kelembagaan, promosi, pembinaan dan bimbingan teknis, namun pedagang tidak mendapatkan bantuan terkait fasilitas askes permodalan dan fasilitas peningkatan produksi dari pemerintah. Pemberdayaan hanya berlangsung selama dua tahun saja dan tidak berlangsung hingga saat ini.Kata Kunci: Kebijakan Publik, Relokasi, Pedagang Kaki Lima
Implementasi Layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) Di Dinas Pendidikan Kota Surabaya YUDHISTIRO REKSO YUDHO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Pendidikan Kota Surabaya menciptakan inovasi guna mendukung kinerja para pendidik. Inovasi yang adalah Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang bertujuan memudahkan para pendidik dalam pengurusan kenaikan pangkat dengan sistem online. Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) secara resmi diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2017, merupakan inovasi pelayanan kenaikan pangkat pertama yang difokuskan pada tenaga pendidik atau guru dan satu-satunya di Kota Surabaya bahkan merupakan penggagas inovasi pertama layanan kenaikan pangkat di sektor Pendidikan di Indonesia. Implementor dalam layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) adalah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Sistem Kenaikan Pangkat Online melalui Aplikasi SIAGUS Di Dinas pendidikan Kota Surabaya. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Implementasi untuk Electronic Government menurut Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, dan Li Yiqun (2014), yang meliputi Faktor Institusional, Faktor Terkait Sumber Daya, Faktor Terkait Akses, Faktor Hukum/Peraturan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Implementasi Sistem Kenaikan pangkat Online melalui aplikasi SIAGUS di Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah cukup baik yang dipengaruhi oleh Komitmen dan Tingkat Stabilitas dari Politik tertinggi dalam meningkatkan pelayanan publik, dukungan penuh dari pemimpin instansi. Terkait Sumber Daya, operator dipilih dari internal Dinas Pendidikan Kota dan tidak menjalin kerjasama dengan pihak eksternal, tetapi perlu dibentuk PIC atau Penanggung Jawab ditiap sekolah. Dinas Pendidikan Kota Surabaya memberikan pelayanan selama 24 jam terhadap guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan didunia maya. Akan tetapi masih banyak Guru yang belum maksimal memanfaatkan aplikasi SIAGUS. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan seperti masih terdapat tenaga pendidik yang belum maksimal menggunakan aplikasi SIAGUS. Serta mencantumkan cara penggunaan setiap fitur di dalam aplikasi dan mengembangkan sekaligus memperketat sistem keamanan aplikasi. Kata Kunci: Implementasi, Layanan, SIAGUSAbstractSurabaya City Education Agency creates innovations to support the performance of educators. Innovation which is the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) which aims to facilitate educators in the promotion of promotion with an online system. The Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) was officially launched on May 17, 2017, is the first promotion service innovation that is focused on educators or teachers and the only one in the city of Surabaya is even the initiator of the first innovation of promotion services in the Education sector in Indonesia. The implementer of the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) service is the Surabaya City Education Agency. This study aims to describe and analyze the Implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS Application at the Surabaya City Education Office. This type of research used in this research is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of his research uses Implementation theory for Electonic Government according to Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, and Li Yiqun (2014), which includes Institutional Factors, Resource Related Factors, Access Related Factors, Legal / Regulatory Factors with Purposive Techniques. Sampling. Data analysis techniques in this study used data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions through interviews and documentation studies. The results of the study showed that the implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS application in the Surabaya City Education Office was quite good which was influenced by the Commitment and Stability Level of the Highest Politics in improving public services, full support from the agency leaders. Regarding Resources, operators are selected from the internal City Education Office and do not collaborate with external parties, but a PIC or Person in Charge needs to be formed in each school. Surabaya City Education Agency provides 24-hour services for teachers and education staff conducted in cyberspace. However, there are still many teachers who have not utilized the SIAGUS application optimally. However, in its implementation there are still some shortcomings such as there are still educators who have not used the SIAGUS application optimally. As well as stating how to use each feature in the application and develop while tightening the application security system. Keywords: Implementation, Service, SIAGUS
Efektivitas Aplikasi Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan (SOTOLA) Di Polres Lamongan ALVIAN DWI OKTAVIAS; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

ABSTRAK EFEKTIVITAS APLIKASI SISTEM OPERASIONAL TERPADU ONLINE LAMONGAN (SOTOLA) DI POLRES LAMONGAN Nama : Alvian Dwi Oktavias NIM : 15040674084 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Weni Rosdiana, S.Sos., M.AP. Pelayanan publik adalah segala bentuk pelayanan baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya sudah menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan intansi pemerintah pusat, daerah, dan pada lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Kepolisian Republik Indonesia membuat strategi 8-10-11 yaitu 8 misi, 10 program, dan 11 komitmen. Salah satu dari 10 program tersebut yang menarik adalah pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi. Salah satunya ada di Polres Lamongan, bertujuan untuk mencegah adanya pungutan liar alias pungli yang kerap dilakukan oleh petugas kepolisian dan pengurusan surat-surat secara online kepada polisi dengan meluncurkan aplikasi SOTOLA. Dengan aplikasi SOTOLA masyarakat dapat mengadu, melapor mengurus SKCK, SIM, dan Izin keramaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi dari efektivitas suatu program berdasarkan pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SOTOLA di Polres Lamongan belum berjalan secara efektif, karena ada beberapa indikator yang belum berjalan seperti masih kurangnya sosialisasi yang diberikan oleh petugas yang hanya sebatas di sekolah-sekolah sekitar kota dan perangkat desa saja sehingga masyarakat Lamongan masih banyak yang belum mengetahui aplikasi SOTOLA, selanjutnya tepat waktu dimana masyarakat harus tetapdatang ke Polres Lamongan untuk mengambil nomor antrian sebelum validasi data, meskipun sudah bisa mengisi data melalui aplikasi SOTOLA. Oleh karena itu peneliti memberikan saran agar pihak Polres lebih sosialisasi kepada masyarakat Lamongan mengenai aplikasi SOTOLA, berikutnya yaitu lebih mengembangkan aplikasi agar tampilannya lebih menarik minat masyarakat untuk menggunakan aplikasi tersebut. Kata kunci : Efektivitas, Pelayanan Publik, SOTOLA Abstract EFFECTIVENESS OF APPLICATION OF INTEGRATED ONLINE OPERATIONAL SYSTEM LAMONGAN (SOTOLA) IN THE POLICE OF LAMONGAN Name : Alvian Dwi Oktavias NIM : 15040674084 Study Program : S1 State Administration Science Faculty : Social and Legal sciences Institution Name : Surabaya State University Instructor : Weni Rosdiana, S. Sos., M. AP. Public services are all forms of services both in the form of public goods and public services which in principle have become the responsibility and executed the Governments institutions, the region, and the environment of State-owned enterprises and business entities Belong to the region. The Indonesian police created a 8-10-11 strategy of 8 missions, 10 programs, and 11 commitments. One of the 10 interesting programs is public service that is easier for the community and based on information technology. One of them is in the polres of Lamongan, aims to prevent the existence of a wild levy aka illegal levy which is often done by police officers and the management of letters online to the police by launching the application Sotola. With the application of SOTOLA the community can complain, report on the SKCK, DRIVERs license, and permit crowds. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of this research is the factors that influence the effectiveness of a program based on Understanding of the program, right on target, timely, achieving goals, and real change. The data analysis techniques in this research are collection, data reduction, data presentation, verification, and conclusion. Results showed that the application of SOTOLA in Polres Lamongan has not run effectively, because there are some indicators that have not yet run like the lack of socialization provided by officers who are limited in schools Around the city and village devices only so that the people of Lamongan still many who do not know the application SOTOLA, then on time where the community should be fixed to the police of Lamongan to retrieve the queue number before data validation, although Can already fill data through the application SOTOLA. Therefore, researchers give advice so that the Polres more socialization to the community of Lamongan about the application SOTOLA, the next is to develop applications so that it looks more interested people to use the application The. Keywords: effectiveness, public service, SOTOLA
KUALITAS PELAYANAN SENIN MILITAN (JAM PIMPINAN, SOSIALISASI DAN CANGKRUKAN) DI POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA (Studi Kelurahan Asemrowo Kecamatan Asemrowo) AYU DEWI CAHYANI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya sebuah pelayanan. Dengan adanya perkembangan jaman di era globalisasi sekarang ini yang semakin berkembang banyak di manfaatkan oleh pihakyinstansi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi tersebut. Dalam pelayanan yang diberikan oleh pihak kepolisian membuat masyarakat masih kurang mendapatkan sentuhan, sehingga Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuat sebuah 6 program unggulan salah satunya yaitu Program Senin Militan. Pelayanan ini dilaksanakan setiap hari Senin dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga anggota/pegawai yang bertujuan untuk mendekatkan diri serta menjalin silaturahmi, dengan kegiatan cangkrukan kepada masyarakat dan kegiatan Jam Pimpinan pada anggota/pegawai kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan, memahami dan menjelaskan mengenai kualitas pelayanan pada Senin Militan yang ada di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Focus penelitian ini dengan menggunakan teori Kualitas Pelayanan menurut Parasurahman meliputi tangible (bentuk fisik), reliability (keandalan), responsiviness (ketanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 862 responden dengan sampel sejumlah 90 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental hasil sampel yang didapatkan yaitu 45 responden dari anggota/pegawai kepolisian dan sisanya masyarakat di kelurahan Asemrowo kecamatan Asemrowo yang berjumlah 45 responden. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut hasil sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat di Kelurahan Asemrowo serta menunujukan bahwa kualitas pada pelyanan Senin Militan dapat dikatakan berhasil, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaanya. Pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa prosentase rata-rata pada semua indikator sebesar 83,21% atau berada di kategori nilai sangat baik. Indikator tangible memperoleh prosentase 83,48%. Indikator reliability memperoleh prosentase sebesar 83,47%. Indikator responsiviness memperoleh prosentase 84%. Indikator assurance memperoleh prosentase sebesar 82,72% dan pada inikator yang terakhir pada kualitas pelayanan yaitu emphaty memperoleh prosentase sebesar 82,27%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu pertama penambahan fasilitas yang kurang dalam pelaksanaan Senin Militan, kedua ditingkatkan kembali terkait gerak cepat dalam menangani permasalahan yang terjadi, ketiga perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan Senin Militan, keempat perlunya mengikuti pelatian untuk lebih sigap dan menambah pengetahuan, dan kelima yaitu dijadikan sebuah motivasi atas apresiasi yang telah diberikan masyarakat kepada penyelenggara pelayanan Senin Militan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Sosialisasi.
Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo RAHMANIA AZIZAH; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kebutuhan masyarakat serta tujuan negara. Salah satu tujuan negara yiatu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dicapai melalui literasi yang oleh pemerintah salah satunya diwenangkan kepada perpustakaan. Perkembangan teknologi bagi literasi seakan bermata dua, dapat menjauhkan masyarakat dari buku dan dimanfaatkan sebagai perkembangan media literasi baru, literasi visual. Salah satu perpustakaan yang mengembangkan media literasi visual adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo melalui Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 5 (Lima) Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin dalam Ningtias (2018) yang meliputi: Kepemimpinan, Manajemen/Organisasi, Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Teknik analisis data terdiri Dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles and Huberman.Hasil penelitian inovasi Layanan Bolam: (1) Kepemimpinan, pemimpin memiliki peran, tanggungjawab dan komitmen serta kepedulian terhadap layanan perpustakaan; (2) Manajemen/Organisasi, starategi sosialisasi yang dipilih sudah baik, walaupun masih ditemui pemustaka yang tidak mengetahui layanan serta pembagian sesi layanan yang belum optimal; (3) Manajemen Risiko, sudah tedapat solusi untuk mengatasi kendala dalam inovasi layanan Bolam, yakni masalah yang berkaitan dengan pemustaka dan jam layanan; (4) Sumber Daya Manusia, pelaksana sudah melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi, meskipun tidak tedapat pelatihan secara khusus; (5) Teknologi, sudah baik walaupun terbatas pada alat teknologi hardware, seperti komputer, LCD, dan perangkat lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik. Saran dari peneliti adalah melakukan update informasi website resmi sebagai media untuk promosi Layanan Bolam dan melakukan pembagian
Evaluasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik INDAH RAHAYU NINGRUM; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Tanah merupakan salah satu aset yang berharga bagi manusia. Upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan terdaftarnya seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia serta menjamin kepastian hukum hak atas tanah bagi Warga Negara Indonesia tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 6 tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program PTSL dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Pada tahun 2018 jumlah pendaftar program PTSL di Desa Lundo adalah yang paling sedikit apabila dibandingkan dengan empat desa lain di Kecamatan Benjeng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program PTSL di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 676 dengan responden sejumlah 87. Variabel dalam penelitian ini yaitu evaluasi program PTSL di Desa Lundo menggunakan enam indikator evaluasi menurut William N. Dunn yang meliputi efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuisioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kuantitatif dengan metode persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase rata-rata pada keseluruhan indikator sebesar 78,6% atau berada pada kategori baik. Indikator efektivitas memperoleh persentase skor total 87%, indikator efisiensi memperoleh persentase skor total 65%, indikator kecukupan memperoleh persentase skor total 69%, indikator perataan memperoleh persentase skor total 86, indikator responsivitas memperoleh persentase skor total 76%, serta indikator ketepatan memperoleh persentase skor total 89%. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program PTSL di Desa Lundo sudah berjalan dengan baik. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program PTSL di Desa Lundo. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu 1) Perlu dilakukan sosialiasi yang lebih intens, 2) Sebaiknya tidak menggunakan tenaga kontrak dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah, 3) Sebaiknya mempercepat proses sertifikasi dan lebih responsif terhadap kendala, 4) Sebaiknya menjelaskan lebih detail dan rinci tentang biaya persiapan yang harus dibebankan kepada masyarakat.Kata Kunci: Evaluasi, Program, PTSL
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI DESA JEGULO KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN SITI ANNAFAAH; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakProgram BPNT diselengarakan oleh pemerintah, dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta mendorong keuangan inklusif. Program BPNT merupakan program pengganti dari program Beras Sejahtera (RASTRA) yang memiliki beberapa permasalahan. Sejak Juni 2018 Kabupaten Tuban menjadi salah satu kabupaten yang menjadi penerima BPNT. Kecamatan Tuban terbagi menjadi 20 Kecamatan dan Kecamatan Soko menjadi Kecamatan dengan jumlah penerima terbanyak dengan jumlah 10.461 penerima dengan Desa Jegulo sebagai desa dengan penerima BPNT terbanyak yaitu 888 penerima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Jegulo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan model implementasi kebijakan Donald Van Meter dan Carl Van Horn. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menurut Sugiyono yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan dari enam indikator tersebut secara keseluruhan kebijakan yang diterapkan sudah dijalankan sesuai peraturan yang ada walaupun masih memiliki kekurangan. Pada indikator sumber daya, terdapat kendala pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pelaksana sehingga menjadi masalah dan menghambat proses berjalannya implementasi program. Pada indikator komunikasi antar organisasi juga terdapat masalah yaitu, kurangnya koordinasi antara Dinas Sosial selaku penyelenggara dengan pemilik toko sembako (e-warong) sebagai salah satu agen penyalur. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah penambahan sumber daya manusia tim koordinasi setiap kecamatan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari penyelenggara kebijakan dan meningkatkan komunikasi antar organisasi pelaksana secara menyeluruh dengan memanfaatkan media sosial, sehingga ketika adanya masalah terkait implementasi program dapat segera diatasi.Kata Kunci: Implementasi, Program, BPNT AbstractBPNT program organized by the government, in order to improve the effectiveness and efficiency, precision targeting of social assistance and to encourage the distribution of financial inclusion. BPNT Program is a program of replacement of Rice Welfare program (Rastra) which has several problems. Since June 2018 Tuban be one of the potential beneficiaries BPNT district. Tuban sub-district is divided into 20 districts and the District Soko into Districts with the highest number of beneficiaries to 10,461 the number of recipients with Jegulo village as the village with the highest BPNT receiver is 888 recipients. The purpose of this study was to describe the implementation of the Food Aid in Kind program (BPNT) in the village of Soko Jegulo District of Tuban. This research use descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the study uses a model of policy implementation Donald Van Meter and Carl Van Horn . Data collection through interview, observation and documentation. The data analysis technique according to Sugiyono, which includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed of the six indicators are overall policy applied has been executed in accordance with existing regulations although it still has shortcomings. On indicators of resources, there are constraints on the Social Office of Womens Empowerment and Child Protection, as the executor so that it becomes a problem and hinder the process of passage of program implementation. At the inter-organizational communication indicator also has a problem, namely, the lack of coordination between the Office of Social Affairs as an organizer with the owner of the grocery store (e-Warong) as one of the agencies. The suggestions made by the researchers is the addition of human resources every district coordination team as needed as part of the organizers of the policy and improving communication between the implementing organization as a whole to take advantage of social media.Keywords: Implementation, Program, BPNT
ANALISIS PESTLE DALAM STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN BATAS PETIR (OBATI SAMPAI TUNTAS PENDERITA TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTANT) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA KABUPATEN GRESIK NURMALA DWI MASTUROH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Upaya RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk meningkatkan pelayanan publik dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan pasien tuberculosis multidrug resistent serta menurunkan jumlah pasien putus berobat yakni dengan mencetuskan inovasi pelayanan BATAS PETIR (Obati Sampai Tuntas Penderita Tuberculosis Multidrug Resistent) yang diciptakan dengan tujuan mengobati pasien TB MDR secara holistik, yang mana pengobatan pasien TB MDR tidak hanya pada medis melainkan juga pengobatan yang mencakup aspek biologi, psikologis, sosial dan spiritual bagi pasien dengan menyusun 5 strategi didalamnya.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Analisis PESTLE yang terdiri dari 6 faktor menurut William (2010:211) meliputi faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi hukum, dan lingkungan dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan inovasi BATAS PETIR telah terlaksana dengan baik oleh RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, namun belum terdukung oleh faktor politik karena belum adanya peran pemerintah daerah yang tertuang dalam kebijakan pemerintah daerah. Faktor Ekonomi, memberikan dampak yang cukup besar karena bantuan uang tunai dari The Global Fund dan bantun pelatihan untuk meningkatkan produktifitas pasien dari Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Kelompok PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Gresik. Faktor sosial, terbantu adanya sinergitas dengan Aisyiyah Care. Faktor Teknologi, digunakan dalam hal pencatatan data dan riwayat pengobatan pasien serta pendeteksian penyakit dengan alat Tes Cepat Molekuler. Faktor Hukum, diterapkan dalam perlindungan pasien dan petugas medis setempat. Faktor lingkungan, diterapkannya pemisahan poli untuk mencegah transisi penyebaran penyakit dan penerapan konsep ruangan terbuka bagi pasien tuberculosis MDR. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Analisis PESTLE, BATAS PETIR
Kualitas Pelayanan Elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo FRITA AYU PRIBADI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan kebutuhan bagi setiap masyarakat.Oleh karena itu, setiap instansi publik perlu berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.Salah satunya dengan menerapkan pelayanan publik berbasis elektronik. Oleh sebab itu, Kantor Kecamatan Tulangan membuat sebuah inovasi pelayanan elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) untuk mempermudah pelayanan administrasi bagi masyarakat. Kata Cepet Mule diambil dari Bahasa Jawa yang berarti cepat pulang, hal ini diharapkan kepengurusan yang akan diajukan melalui pelayanan Cepet Mule agar cepat selesai, memudahkan masyarakat, dan cepat pulang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam dimensi dari Papadomichelaki dan Mentzas (2012) tentang kualitas layanan e-Government (E-GovQual) yang meliputi ease of use (kemudahan penggunaan), trust (kepercayaan), functionality of interaction environment (fungsi interaksi lingkungan), reliability (keandalan), content and appearance (konten dan penampilan) dan citizen support (pendukung). Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sudah baik.Walaupun masih terdapat kendala dan beberapa hal yang kurang didalamnya, seperti tidak adanya informasi kontak didalam website atau aplikasi, lamanya data kependudukan untuk diperbaharui, serta aplikasi Cepet Mule yang belum tersedia didalam playstore dan appstore.Sehingga peneliti memberi saran yaitu dengan menambahkan informasi kontak didalam website Cepet Mule serta diperlukan memperbaharui data, informasi dan tampilan didalam Cepet Mule secara berkala.Selain itu, aplikasi Cepet Mule agar didaftarkan didalam playstore dan appstore untuk mempermudah pengguna. Kata Kunci :Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, E-GovQual, Pelayanan Cepet Mule Abstract Public services are a necessity for every community. Therefore, every public body needs to try to provide good services and in accordance with the times. One of them is by implementing electronic-based public services. Therefore, the Tulangan District Office makes innovative Cepet Mule electronic services (Fast, Right, Easy and Not Prolonged) to simplify administrative services for the community. The word Cepet Mule is taken from the Javanese language which means go home quickly, it is hoped that management will be delivered through the Cepet Mule service so that it is completed quickly, makes it easier for the community, and quickly returns home.The purpose of this study was to describe about the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office, Sidoarjo District. The type of research used in this research is descriptive research with qualitative approach. The theory used in this study was six dimensions about the quality of e-Government Services (E-GovQual) by Papadomichelaki dan Mentzas (2012), includes Ease of use, Trust, Functionality of interaction environment, Reliability, Content and appearance, and Citizen Support. Technique of data analysis was performed with data collection, data reduction, the presentation of the data, and draw conclusions.The results of this study showed the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office is already good. But there are still problems such as absence of contact information on the website or application, Old population data updated and Cepet Mule applications that are not yet available on Playstore and Appstore. So the researchers made a suggestion by adding contact information on the Cepet Mule website and it is necessary to update the data, information and appearance on Cepet Mule regularly. In addition, the Cepet Mule application should be registered in the playstore and appstore to make it easier for users. Keywords: Public Service, Service Quality, E-GovQual, Cepet Mule Service

Page 1 of 2 | Total Record : 15