cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2021)" : 25 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA MELALUI PROGRAM RUMAH HARAPAN (STUDI KASUS DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO) Dian Nikmal Anugrawati; Galih Wahyu Pradana
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p135-144

Abstract

Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan adalah kemiskinan. Permasalahan kemiskinan yang dapat kita jumpai pada salah satu desa yang ada di Kabupaten Ponorogo yaitu di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong. Permasalahan kemiskinan ini dibarengi dengan adanya beberapa masyarakatnya yang menderita tunagrahita. Terciptanya ide pembentukan program khusus untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang dialami oleh masyarakat tunagrahita, program tersebut dinamakan Rumah Harapan, yang terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu beternak hewan dan kerajinan tangan. Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang dilakukan dengan cara mencari data yang berkaitan dengan penelitian, seperti: catatan, transkip, buku, surat kabar dan data lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis data menurut Krippendorff. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan program pemberdayaan masyarakat tunagrahita melalui program rumah harapan, adapun beberapa tahapan pemberdayaan masyarakat yaitu pertama, mengidentifikasi dan mengkaji potensi wilayah permasalahan, serta peluang-peluangnya; kedua, menyusun rencana kegiatan kelompok; ketiga, menerapkan rencana kegiatan kelompok; keempat, memantau proses hasil kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Tunagrahita Melalui Program Rumah Harapan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Saran dari penelitian ini adalah untuk menambahkan kreasi baru dan unik pada setiap produk kerajinan tangan yang di produksi oleh masyarakat tunagrahita, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat memberikan bantuan berupa dana untuk menunjang berjalannya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kerajinan tangan di Desa Karangpatihan, serta upah untuk para pelatih kerajinan tangan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Tunagrahita, Kemiskinan One of the things that cannot be separated from people's life, both in urban and rural areas, is poverty. The problem of poverty that we can find in one of the villages in Ponorogo Regency is Karangpatihan Village, Balong District. This poverty problem is accompanied by the existence of several people who suffer from mental retardation. The creation of the idea of ​​forming a special program to address the problems of poverty experienced by mentally retarded people, the program is called Rumah Harapan, which consists of two types of activities, namely raising animals and handicrafts. The documentation technique is data collection technique in this research which is carried out by searching for data related to research, such as: notes, transcripts, books, newspapers and other data related to community empowerment. The data analysis technique used is data analysis technique according to Krippendorff. For several stages of community empowerment, first, identifying and assessing the potential problem areas and opportunities; second, compiling a group activity plan; third, implementing group activity plans; fourth, monitor the process of activity results. The results of this study indicate that Community Empowerment in Increasing the Income of the Mentally Retarded Community through the Rumah Harapan has been implemented quite well. Suggestion from this research is to add new and unique creations to every handicraft product produced by mentally retarded communities, it is better if the Ponorogo Regency Government can provide assistance in the form of funds to support community empowerment activities through handicrafts in Karangpatihan Village. Keywords: empowerment, mentally disabled, poorness
STRATEGI KETAHANAN PANGAN DALAM PROGRAM URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19 OLEH DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURABAYA Olivia Agustin Nailatul Wardah; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p145-160

Abstract

Pemerintah lewat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya telah mengupayakan berbagai program yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan terkait pemenuhan kebutuhan pangan pasca pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, contohnya dalam pemanfaatan program Urban Farming yang bertujuan mengatasi permasalahan kebutuhan pangan pasca pandemi. Sehingga dari permasalahan tersebut tujuan yang ingin dicapai ialah dapat mengetahui, menggambarkan serta mendeskripsikan bagaimana upaya strategi ketahanan pangan melalui program pertanian perkotaan yang digagas oleh DKPP Kota Surabaya. Urban Farming awalnya ditujukan kepada masyarakat miskin untuk bekal memulai pembudidayaan tanaman yang dimanfaatkan guna pemenuhan pangan mandiri untuk menuju kesejahteraan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini ialah studi kepustakaan. Fokus yang diambil oleh peneliti merujuk pada 5 strategi utama menurut (Hanafie,2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lima indikator yang dianalisis ditemukan fakta yang meliputi, prioritas pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang dimanfaatkan di perkotaan; pemenuhan pangan pasca pandemi COVID-19; pemberdayaan masyarakat terkait program Urban Farming; promosi dan edukasi terkait program tersebut; dan penanganan keamanan terhadap jaminan mutu pangan yang segar; bahwa peran dan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dinilai sangat efektif. Hal ini ditinjau lewat meningkatnya tren positif dalam pemanfaatan program Urban Farming oleh masyarakat Kota Surabaya. Namun perlunya perbaikan proses sosialisasi serta promosi agar program dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan dan kendala. Kata Kunci: Strategi, Ketahanan Pangan, Urban Farming The government, through Food and Agriculture Service Office, has pursued various programs that are expected to be able to overcome problems to meeting food needs after the COVID-19 pandemic, for example in the Urban Farming program which aims to address the problem of post-pandemic food needs. From these problems, the goal to be achieved is to be able to find and describe how the food security strategy efforts through the urban agricultural program. Urban Farming was originally aimed at the poor to provide supplies to start cultivating plants that are used to fulfill independent food for prosperity. The data collection technique used in this research method is literature study. The focus taken by the researcher refers to the 5 main strategies according to (Hanafie, 2010). The results showed that in the five indicators analyzed, facts were found which include, agricultural-based economic development priorities that are utilized in urban areas; fulfillment of food after the COVID-19 pandemic; community empowerment related to the Urban Farming program; promotion and education related to the program; and security handling of fresh food quality assurance; that the roles and steps taken by the Surabaya City Government are considered very effective. This is observed through the increasing positive trend in the use of the Urban Farming program by the people of the City of Surabaya. However, it is necessary to improve the socialization and promotion process so that the program can run well without obstacles and obstacles. Keywords: Strategy, Food Security, Urban Farming
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ZONASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN MUTU PENDIDIKAN ( Studi Pada Jenjang SMA Negeri di Kota Surabaya) Arinda Savitri; Tjitjik Rahaju
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p161-170

Abstract

Sistem zonasi merupakan bagian dari upaya reformasi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan salah satunya adalah mengeluarkan kebijakan baru dalam penerimaan peserta didik baru melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Kebijakan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sebagai Upaya Pemerataan Mutu Pendidikan Pada Jenjang SMA Negeri di Kota Surabaya. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Fokus penelitian menggunakan 6 variabel menurut Van Meter dan Van Horn dalam Subarsono (2013:99) yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber data sekunder. Fokus penelitian menggunakan 6 variabel menurut Van Meter dan Van Horn dalam Subarsono (2013:99) yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap/ kecenderungan para pelaksana, komunikasi antar organisasi dan aktivitas, dan lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Implementasi Kebijakan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sebagai Upaya Pemerataan Mutu Pendidikan (Studi Jenjang SMA Negeri di Kota Surabaya) telah melaksanakan kebijakan dengan cukup baik apabila dilihat dari sikap komitmen pelaksana kebijakan. Meskipun kenyataannya kebijakan zonasi masih mengalami beberapa hambatan. Masih ditemukan hambatan dalam penerapannya variabel sumber daya dan lingkungan sosial, politik dan ekonomi. Dari penjelasan diatas, penulis memberikan saran agar pihak sekolah melakukan peningkatan sosisalisai dengan strategi maupun metode yang tepat. Kata Kunci: Kebijakan, Zonasi, Pendidikan The zoning system is part of school reform in improving the quality of education in Indonesia. One of the government'sefforts in examining education is issuing new policies for the acceptance of new students through Minister of Educationand Culture Regulation No. 44 of 2019 concerning Acceptance of New Students in Kindergartens, Primary Schools, Junior High Schools, High Schools, Vocational High Schools The purpose of this study is to describe how the Implementation of New Student Admission Zoning Policy as an Effort to Check the Quality of Education at the State High School Level in Surabaya City. The author uses qualitative considerations with the literature study method. The focus of the study uses 6 variables according to Van Meter and Van Horn in Subarsono (2013: 99), namely the size and objectives of the policy, secondary data sources. The focus of the study uses 6 variables according to Van Meter and Van Horn in Subarsono (2013: 99), namely the size and objectives of the policy, resources, characteristics of implementing agents, propensity / tendencies of implementers, communication between organizations and activities, and economic environment, social and political .Technical data uses technical data. The results of this study indicate that the Implementation of New Student Admission Zoning Policy as an Effort to Study Quality in Education (Study of Senior High Schools Level in Surabaya City) has held policies that are in line with the expected policies. Although it requires zoning policies, there are still some challenges. There are still obstacles to the implementation of the resource variable and the social, political and economic environment. From the explanation above, the authors provide suggestions for schools to improve social networking with the right strategy or method. Keywords: Policy, Zoning, Education
INOVASI PELAYANAN GO-PLOONG (GO-PELAYANAN LIMBAH CAIR DOMESTIK ONLINE GRESIK) DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN GRESIK Nesia Salsabilla; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p185-198

Abstract

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat, maka pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terus mengalami pembaharuan. Pelayanan publik berbasis teknologi mulai dikembangkan pemerintah sejak menerapkan electronic government di Indonesia. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya pelayanan limbah cair domestik. Banyaknya rumah tangga di perkotaan yang melakukan berbagai aktivitas rumah tangga menghasilkan limbah cair domestik. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik meluncurkan inovasi dengan memanfaatkan electronic government yakni Go-Ploong (Go-Pelayanan Limbah Cair Domestik Online Gresik) dikelola oleh Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Limbah Cair Domestik. Go-ploong merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Yakni untuk mempercepat penanganan pengendalian pencemaran air dan tanah lalu di olah di IPLT sehingga tercipta sanitasi aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Inovasi Pelayanan Go-Ploong di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara secara daring, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan go-ploong di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik dalam pelaksanaanya telah memenuhi kriteria inovasi. Pada kriteria memiliki kebaruan, go-ploong dianggap sebagi pioneer sarana pengangkut limbah cair domestik berbasis daring di Indonesia. Kriteria efektif, go-ploong berupaya untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Gresik. Kriteria bermanfaat, memberikan kemudahan dengan fasilitas online dan data pengguna jasa terfasilitasi. Kriteria dapat ditransfer/direplikasi, penyelenggara publik yang belajar dari pengalaman pelaksanaan MIS go-ploong. Kriteria berkelanjutan, go-ploong layak untuk menjadi inovasi berkelanjutan karena mendapat dukungan program serta anggaran. Kata kunci : Inovasi Pelayanan, Limbah Cair, Go-ploong. Along with the increasing needs of the community, the services provided by the government to the community continue to be renewed. Technology-based public services began to be developed by the government since implementing electronic government in Indonesia. One of them is the Gresik Regency Government, especially domestic liquid waste services. The number of urban households doing various household activities produces domestic liquid waste. Following up on this, the Gresik Government through the Gresik Regency Public Works and Spatial Office launched an innovation by utilizing the electronic government namely Go-Ploong (Go-Gresik Online Domestic Liquid Waste Service) managed by the Technical Implementation Unit of Domestic Liquid Waste Management. Go-ploong is one of the efforts of the Gresik Regency Government to control environmental pollution. Namely to accelerate the handling of water and soil pollution control and then processed in IPLT so that it creates safe sanitation. The purpose of this research is to describe The Innovation of Go-Ploong Services at the Gresik Regency Public Works and Spatial Office. This research uses qualitative descriptive method with data collection techniques, namely through online interviews, literature studies, and documentation. The results of this study show that the innovation of go-ploong services in the Gresik Regency Public Works and Spatial Office in its implementation has met the innovation criteria. In the criteria of novelty, go-ploong is considered as a pioneer of domestic liquid waste transport facilities based online in Indonesia. Effective criteria, go-ploong seeks to reach the community in Gresik Regency. Useful criteria, providing convenience with online facilities and facilitated service user data. Criteria can be transferred / replicated, public organizers who learn from the experience of mis go-ploong implementation. Sustainable criteria, go-ploong deserves to be a sustainable innovation because it gets program support as well as budget. Keywords: Service Innovation, Liquid Waste, Go-ploong.
KAJIAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANGKODIR (BANGIL KOTA BORDIR) DI KELURAHAN POGAR KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN Yasinta Faradilah Hardiyanti; Muhammad Farid Ma'ruf
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p171-184

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memandirikan masyarakat dengan perwujudan potensi yang mereka miliki. Pemberdayaan masyarakat sendiri menyangkut kepada dua kelompok yang saling berkaitan yaitu kelompok masyarakat sebagai pihak yang diberdayakan dan kelompok yang menaruh kepedulian sebagai pihak yang memberdayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kajian pemberdayaan masyarakat melalui Bangkodir (Bangil Kota Bordir) di Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan menggunakan sumber data sekunder. fokus penelitian menggunakan analisis teoritis yang dituangkan dalam bentuk kerangka kerja konseptual dalam (Sulistyani, 2017) yang menggunakan pendekatan CIPOO (context-input-process-output-outcome). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik ini dilakukan dengan mencari data yang berkaitan dengan penelitian yaitu melalui buku, surat kabar, transkrip dan data lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis data menurut Krippendorf. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Kajian Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bangkodir (Bangil Kota Bordir) di Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan telah dilaksanakan dengan cukup baik. Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Disperindag, Dinkop dan Aspendir telah bekerjasama dengan baik untuk memberdayakan masyarakat Bangil terutama yang ada di Keluarahan Pogar meskipun ada beberapa hambatan dalam sosialisasi maupun pengenalan program ini kepada masyarakat. Dari penjelasan diatas maka penulis memberikan saran untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat lebih mengetahui program tersebut. Kata Kunci: Pemberdayaan, Bordir, Kemiskinan Community empowerment is an effort to make the community independent by realizing their potential. Community empowerment itself involves two interrelated groups, namely the community group as the empoweres party and the group that cares about being the empoweing party. The purpose of this study was to describe community empowerment studies through Bangkodir (Bangil Kota Bordir) in Pogar Village, Bangil District, Pasuruan Regency. The author uses a qualitative approach with literature study methods and uses secondary data sources. The focus of the reseach uses theoretocal analysis which is outlined in the form of the conceptual framework in (Sulistyani, 2017) which uses the CIPOO (context-input-process-output-outcome). The data collection technique is done by using documentation technique. This technique is done by looking for data related to research, namely through books, newspaper, transcripts and other data related to community empowerment. The data analysis technique used is a data analysis technique according to Krippendorf. The result of these studies through Bangkodir (Bangil Kota Bordir) in Pogar Village, Bangil District, Pasuruan Regency has been implemented quiet well. The Pasuruan Regency Government together with Disperindag, Dinkop and Aspendir have collaborated well to empower the Bangil community, especially those in the Pogar Family eve though there were several obstacles in the socialization to the public so that they can know more about the program. Keywords: Empowement, Embroidery, Poverty
INOVASI APLIKASI TRANSPORTASIKU DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Kholilah Danarratoe Kharima; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p199-214

Abstract

Penggunaan teknologi saat ini dibutuhkan dalam bidang pelayanan publik. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat maka pemerintah sebagai penyedia layanan publik terus melakukan pembaruan terhadap perubahan pelayanan yang diberikan agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan informasi. Salah satu penerapan e-government oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya adalah inovasi aplikasi TransportasiKu yang bertujuan untuk memberikan layanan informasi terkait lalu lintas dan transportasi umum yang ada di Surabaya secara terkini, praktis, lebih cepat dengan satu aplikasi yang memuat semua informasi melalui genggaman smartphone. Penelitian ini menganalisa menggunakan indikator measuring the quality of e-government from the user prespective (Kozák, 2018) dengan enam indikator yaitu ease of use, content and appearance of the information, reliability, citizen support, trust/security, support in completing forms. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik analisa data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi ini mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat sebagai pengguna karena dapat memberikan layanan informasi yang dibutuhkan namun masih ada juga gangguan dalam penggunaannya. Indikator pertama, kemudahan penggunaan dirasa para pengguna sangat mudah digunakan untuk setiap saat. Indikator kedua, isi dan tampilan informasi yang dihadirkan sederhana dan lengkap. Indikator ketiga keandalan, pada aplikasi ini server yang digunakan masih kurang cukup. Indikator keempat dukungan masyarakat untuk halaman bantuan tidak tersedia hanya ada kolom komentar. Indikator kelima kepercayaan/keamanan, tidak menyertakan informasi pribadi sehingga aman. Indikator keenam dukungan dalam pengisian, formulir aplikasi ini berbasis informasi tanpa perlu pengisian formulir data para penggunanya. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi, E-Government, TransportasiKu The use of technology is currently needed in the field of public services. Along with the increasing needs of the community, the government as a public service provider continues to make updates to changes in the services provided to make it easier for the public to get information services. One of the applications of e-government by the Surabaya City Department of Transportation is the TransportationKu application innovation which aims to provide information services related to traffic and public transportation in Surabaya in an up-to-date, practical, faster way with one application that contains all information through the grip of a smartphone. This study analyzes using indicators measuring the quality of e-government from the user perspective (Kozák, 2018) with six indicators, namely ease of use, content and appearance of the information, reliability, citizen support, trust/security, support in completing forms. This research uses descriptive research with qualitative methods, interview data collection techniques, observation, documentation and data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion / verification. The results of this study indicate that this application has received a fairly good response from the public as a user because it can provide the information services needed, but there are still disturbances in its use. The first indicator, ease of use, is felt by users to be very easy to use at any time. The second indicator, the content and display of the information presented is simple and complete. The third indicator is reliability, in this application the server used is still insufficient. The fourth indicator of community support for the help page is not available, only a comment column. The fifth indicator is trust / security, does not include personal information so it is safe. The sixth indicator of support in filling in this application form is information-based without the need to fill out user data forms. Keywords: Public Service, Innovation, E-Government, TransportasiKu
PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM GERAKAN MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT PADA PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU (GERBANGMAS SIAGA) DI KABUPATEN LUMAJANG ( STUDI KASUS PADA GERBANGMAS BOUGENVILLE RW 20 KELURAHAN CITRODIWANGSAN, KABUPATEN LUMAJANG) MUHAMMAD RIZAL FIRDAUS; Muhammad Farid Ma'ruf
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p215-226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah Partisipasi dalam Program Pemberdayaan Masyarakat yang ada di RW 20 Kelurahan Citrodiwangsan. Peneliti menggunakan metode riset kualitatif . Responden dalam penelitian ini yaitu kader dan warga RW 20 Kelurahan Citrodiwangsan. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, partisipasi perencanaan masih tergolong kurang pro aktif dalam mengedukasi warga dikarenakan masih banyak RT yang tidak bisa mewadahi dan mengedukasi masyarakat untuk aktif dalam kegiatan Posyandu Gerbangmas. Kedua, terkait partisipasi pelaksanaan kegiatan masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata kegiatan ini meskipun seluruh warga telah diikutkan secara menyeluruh, hal ini karena kurangnya sosialisasi dari pengurus kader. Ketiga, faktor penghambat yaitu kurangnya memahami arti partisipasi yang rendah dimana masyarakat masih sibuk dengan kesibukannya sendiri serta kurangnya peran RT untuk mendorong masyarakatnya dalam memberikan pengertian akan pentingnya kegiatan posyandu. Oleh karena itu, dari beberapa masalah-masalah yang telah peneliti temukan maka peneliti memiliki saran yang bertujuan untuk memaksimalkan kader maupun RT dalam mengajak masyarakat. Saran tersebut diantaranya adalah pelaksanaan posyandu dilaksanakan pada hari libur, kegiatan posyandu tidak hanya ditempatkan pada satu titik tetapi dijadwalkan untuk berpindah ketempat kawasan lainnya dan memanfaatkan fasilitas media sosial untuk memberikan sosialisasi dan informasi kesehatan balita dan lansia. Kata kunci: masalah partisipasi, program pemberdayaan masyarakat, partisipasi perencanaan, partisipasi pelaksanaan, faktor penghambat partisipasi This study aims to determine the problem of participation in the Community Empowerment Program in RW 20 Citrodiwangsan Village. Respondents in this study were cadres and residents of RW 20 Citrodiwangsan Village. Data were collected by interview and observation. This study resulted in three findings. First, planning participation is still classified as less proactive in educating residents because there are still many RTs that cannot accommodate and educate the public to be active in Gerbangmas Posyandu activities. Second, with regard to participation in the implementation of activities, there are still many people who underestimate this activity even though all residents have been included as a whole, this is due to the lack of socialization from the cadre management. Third, the inhibiting factor is the lack of understanding of the meaning of low participation where the community is still busy with their own activities and the lack of the role of the RT in encouraging the community to provide an understanding of the importance of posyandu activities. Therefore, from some of the problems that researchers have found, the researcher has suggestions that aim to maximize cadres and RTs in inviting the community. These suggestions include that the implementation of posyandu is carried out on holidays, posyandu activities are not only placed at one point but are scheduled to move to another area and utilizing social media facilities to provide socilization and health information for toddlers and the elderly. Keywords: participation problems, community empowerment programs, planning participation, implementation participation, inhibiting factors for participation
EVALUASI LAYANAN SURABAYA SINGLE WINDOW (SSW) PADA UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP (UPTSA) KOTA SURABAYA Yazid Dwi Kurniawan; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p227-238

Abstract

Pelayanan publik di Indonesia menjadi hal penting yang harus diberikan oleh pemerintahan pusat maupun daerah kepada masyarakat yang dituangkan dalam kebijakan khususnya pelayanan perizinan. Di tengah berkembangnya era reformasi banyak masyarakat yang semakin cerdas dan kebutuhan yang diperlukan semakin meningkat, mendorong pemerintah harus banyak mengeluarkan sebuah kebijakan terkait inovasi di dalam pelayanan publik. Hal tersebut telah menjadi tugas pemerintah daerah dalam pemenuhan terkait pelayanan publik. Salah satunya Kota Surabaya yang mengeluarkan kebijakan e-Government yaitu inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Kota Surabaya, inovasi tersebut adalah Surabaya Single Window (SSW). SSW ini merupakan sistem pelayanan dalam bidang perizinan. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mempersingkat waktu pelayanan dan pengecekan data serta persyaratan di Kota Surabaya. Setelah dilaksanakan dan berjalan beberapa tahun, maka perlu dilakukan perbaikan dengan mempertimbangkan evaluasi yang telah didapatkan baik dari masyarakat atau organisasi pemerintah yang lainnya. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian yaitu metode studi pustaka. Fokus penelitian menggunakan enam kriteria evaluasi yaitu 1) Efektivitas, 2) Efisiensi, 3) Kecukupan, 4) Perataan, 5) Responsivitas, dan 6) Ketepatan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan SSW ini sudah sangat baik namun masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang muncul di setiap tahun pelaksanaan seperti tidak semua pelayanan perizinan dapat di akses melalui website SSW. Maka dari itu peneliti menyarankan agar tetap memperbaiki kekurangan program SSW ini dengan alternatif penyempurnaan untuk program SSW. Selain itu unit pelaksana pelayanan SSW juga harus meningkatkan kinerja program SSW guna meminimalisir kesalahan yang akan muncul. Kata Kunci : Evaluasi, Surabaya Single Window (SSW), Pelayanan Perizinan Services in Indonesia important things that must provided by central and regional governments to community as outlined in policies especially licensing services. In midst the development of reform era many people are getting smarter and needs are increasing, encouraging the government to issue a lot policies related to innovation in public services. This has become duty of local governments in fulfilling public services. One of them is city of Surabaya which issued an e-Government policy, namely public service innovation implemented by UPTSA of City Surabaya, this innovation is Surabaya Single Window (SSW). SSW is a service system in licensing sector. Purpose of system to shorten service time and check data and requirements in city of Surabaya. After being implemented and running for several years, it necessary to make improvements by considering the evaluations that have been obtained either from community or other government organizations. This research was conducted using descriptive research with research method, namely literature study method. Focus of study used 6 evaluation criteria, namely 1)Effectiveness, 2)Efficiency, 3)Adequacy, 4)Smoothness, 5)Responsiveness, and 6)Accuracy. Results of study conclude the implementation of SSW has been very good but there are still weaknesses and shortcomings that arise in each year of implementation such as not all licensing services can be accessed through SSW website. Therefore, the researcher suggests that we continue to improve shortcomings of SSW with alternative improvements to SSW program. In addition, SSW service implementation unit must also improve the performance SSW program in order to minimize errors that will arise. Keywords: Evaluation, Surabaya Single Window (SSW), licensing services.
MANAJEMEN STRATEGI PROGRAM SEKOLAH LAPANG PERTANIAN di DINAS PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO Redika Widya Prabaningrum; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p239-252

Abstract

Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu kabupaten yang menjadi penghasil padi di Jawa Timur. Bahkan Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu daerah lumbung pangan andalan di Jawa Timur (bojonegorokab.go.id). Sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu sektor yang dominan dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2015-2019). Namun, sektor pertanian di Bojonegoro mengalami permasalahan diberbagai faktor. Salah satunya melemahnya sektor pertanian terjadi karena bibit tanam pola tanam yang belum berhasil. Diketahui bahwa produksi padi di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2016 mencapai 1 juta ton dan pada tahun 2017 mengalami penurunan produksi menjadi 880.000 ton. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro melaksanakan sebuah program yang bernama Sekolah Lapang Pertanian. Sekolah Lapang Pertanian adalah serangkaian kegiatan perencanaan mengenai pertanian yang nantinya menghasilkan sumber daya manusia khusunya petani yang berkualitas. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau menganalisis manajemen strategi Program Sekolah Lapang Pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi yang dikemukakan oleh Corwn Dirgantoro (2001) yang meliputi Formulasi Strategi, Implementasi Strategi, dan Pengendalian Strategi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro disertai dengan dokumentasi sebagai bukti serta melalui studi literatur mengenai Sekolah Lapang Pertanian. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Strategi Pertanian, Program Sekolah Lapang Pertanian Bojonegoro Regency is one of the rice producers in East Java. Even Bojonegoro Regency is one of the mainstay food storage areas in East Java (bojonegorokab.go.id). The agricultural sector in Bojonegoro Regency has become one of the dominant sectors in the formation of Gross Regional Domestic Product (PDRB) in the last 5 years (2015-2019). However, the agricultural sector in Bojonegoro is experiencing problems in various factors. One of the reasons is the weakening of the agricultural sector due to unsuccessful planting patterns of seedlings. It is known that rice production in Bojonegoro Regency in 2016 reached 1 million tons and in 2017 the production decreased to 880,000 tons. In overcoming this problem, Agricultural Department of Bojonegoro Regency implemented a program called the Agricultural Field School. Agricultural Field School is a series of planning activities regarding agriculture that will later produce quality human resources, especially farmers. The purpose of this study was to describe or analyze the strategic management of the Agricultural Field School Program at the Agricultural Department of Bojonegoro Regency. This type of research used by researchers is descriptive using a qualitative approach. This study uses strategic management theory according to Corwn Dirgantoro (2001) which includes Strategy Formulation, Strategy Implementation, and Strategy Control. The technique of collecting data through interviews with the Agricultural Department of Bojonegoro Regency accompanied by documentation as evidence and through literature studies on Agricultural Field Schools. Keywords : Strategic Management, Agricultural Strategy, Agricultural Field School Program
INOVASI PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI SAMBEL BAJAK (SAMBIL BELANJA BAYAR PAJAK) DI BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR Lisa Rara Hingis; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p253-268

Abstract

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur menciptakan sebuah inovasi pelayanan dalam bidang pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak), dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang kesulitan guna melaksanakan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan karena terbentur jam kerja. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam membayarkan pajak tahunan kendaraan bermotor di Indomaret/Alfamart selain itu bisa mencetak sendiri tanda bukti pembayaran yang sah (TBPKP). Tujuan dari penelitian ini yakni guna memberikan deskripsi terkait inovasi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak) di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus yang digunakan dalam penelitian adalah teori komponen kemampuan inovasi menurut Emery (2016) yaitu innovative culture (budaya inovasi), leadership (kepemimpinan), expert knowledge (pengetahuan ahli), stakeholder engagement (keterlibatan pemangku kepentingan), innovative work design (desain kerja yang inofatif). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling atas dasar kesesuaian serta keterlibatan dalam inovasi Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak).Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menurut Milles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2016) yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak) mendapatkan respon yang baik dari masyarakat Jawa Timur, meskipun ada beberapa hambatan yang terjadi. Pada indikator pertama yaitu innovative culture (budaya inovasi) yang telah diterapkan pada saat melaksanakan pekerjaan seperti memberikan ide-ide dan masukan yang baru. Indikator kedua yaitu leadership (kepemimpinan) yang memiliki peran cukup besar dalam pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Indikator ketiga yaitu expert knowledge (pengetahuan ahli) yang menunjukan penanggung jawab dan pelatihan serta bimbingan teknis yang diberikan kepada pegawai guna menunjang kemampuan. Indikator keempat yaitu stakeholder engagement (keterlibatan pemangku kepentingan) yang terdiri dari beberapa instansi guna memperlancar dan mendukung kegiatan. Indikator kelima yaitu innovative work design (desain kerja yang inovatif) yang sudah dijalankan dengan baik dan mengalami perubahan dalam pemberian pelaksanaan pelayanan yang dimana lebih memudahkan masyarakat dalam penggunaannya. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Sambel Bajak The Regional Revenue Agency of East Java Province created a service innovation in the field of motor vehicle tax payments through Sambel Bajak (while shopping pay tax), because there are still many people who have difficulty paying the annual motor vehicle tax due to working hours. This innovation aims to make it easier for taxpayers to pay annual motor vehicle taxes at Indomaret/Alfamart besides being able to print their own valid proof of payment (POTPO). The purpose of this study is to describe the innovation of motor vehicle tax payment services through Sambel Bajak (while shopping pay tax) in the Regional Revenue Agency of East Java Province. This type of research used in this research is descriptive using a qualitative approach. The focus used in the research is the component theory of innovation ability according to Emery (2016), namely Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge, Stakeholder Engagement, Innovative Work Design innovative). The sampling technique used in this study is purposive sampling on the basis of suitability and involvement in the innovation of Sambel Bajak (while shopping pay tax). Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used in this study is according to Milles and Huberman (in Sugiyono, 2016), namely by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the innovation of Sambel Bajak (While Shopping Pay Taxes) gets a good response from the people of East Java, even though there are several obstacles that occur. The first indicator is the innovative culture that has been applied when carrying out work, such as providing new ideas and input. The second indicator is leadership which has a big enough role in the implementation of activities so that they run according to the stated goals. The third indicator is expert knowledge which shows the person in charge and training and technical guidance provided to employees to support their abilities. The fourth indicator is stakeholder engagement which consists of several agencies in order to facilitate and support activities. The fifth indicator is innovative work design that has been well executed and has undergone changes in the provision of services which make it easier for the public to use it. Keywords: Public Service, Service Innovation, Sambel Bajak

Page 2 of 3 | Total Record : 25