cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2021)" : 25 Documents clear
INOVASI PELAYANAN “SI CANTIK” (CEPAT, ANTAR, DOKUMEN, GRATIS, KE RUMAH) DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO Fahmi Bima Nugraha; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p269-284

Abstract

Inovasi Pelayanan Si Cantik (Cepat, Antar, Dokumen, Gratis, Ke Rumah) merupakan sebuah inovasi yang diciptakan dan dicetuskan oleh Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan pelayanan pengurusan semua administrasi kependudukan KTP atau KK, dan IMB yang membutuhkan waktu lebih dari satu hari service akan di antar langsung ke alamat rumah pemohon oleh petugas Si Cantik. Inovasi Pelayanan Si Cantik muncul karena permasalahan yang terjadi di lapangan, banyak masyarakat mengeluh karena lamanya pengurusan administrasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Si Cantik di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pisau analisis inovasi public service menurut Bloch (2010) di dalam jurnal (Sousa et al., 2015) yang mempunyai 4 (empat) indikator antara lain Product, Process, Organizational, Communication. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui proses pengumpulan data terkait dengan wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa menunjukkan Inovasi pelayanan Si Cantik berdasarkan kategori inovasi menurut Bloch (2010) di dalam jurnal (Sousa et al., 2015), yaitu: 1) Produk, pihak Kecamatan Krian telah melakukan sosialisasi terkait Si Cantik untuk menunjang keberhasilan pelayanan administrasi. 2) Proses, dalam inovasi ini menyedikana sarana dan prasarana untuk yang memadai untuk menunjang dalam sistematika pelayanan. 3) Organisasi, Inovasi ini hasil dari Kelompok Budaya Kerja (KBK) dan juga staff khusus untuk melakukan pelayanan administrasi kepada masyarakat. 4) Komunikasi, pihak Kecamatan Krian melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada kelurahan dan juga masyarakat sebelum inovasi ini dilaksanakan. Maka saran peneliti adalah meningkatkan sosialisasi terkait dengan inovasi pelayanan agar masyarakat mengetahui prosedur dan alur dalam pengurusan administrasi dan menambah petugas Si Cantik agar lebih cepat dalam pengiriman dokumen dan tidak terjadi penumpukan dokumen yang telah selesai di tempat pelayanan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Si Cantik The Beauty Service Innovation (Fast, Delivery, Document, Free, Home) is an innovation created and initiated by Krian District, Sidoarjo Regency to provide management services for all population administration KTP or KK, and IMB which takes more than one day of service. delivered directly to the applicant's home address by the Beauty Officer. The Beauty Service Innovation arises because of problems that occur in the field, many people complain about the lengthy administration process. The purpose of this study is to describe the Beauty Service Innovation in Krian District, Sidoarjo Regency. This type of research is qualitative research. The theory used in this study uses a public service innovation analysis knife according to Bloch (2010) in a journal (Sousa et al., 2015) which has 4 (four) indicators, including Product, Process, Organizational, Communication. Data collection techniques are carried out through the process of collecting data related to interviews, observation, and also documentation. The data analysis technique used was data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the Beauty of Beauty service innovation is based on the innovation category according to Bloch (2010) in the journal (Sousa et al., 2015), namely: 1) Products, Krian District has conducted socialization related to Si Cantik to support the success of administrative services. 2) The process, in this innovation, provides adequate facilities and infrastructure to support service systematics. 3) Organization, this innovation is the result of the Working Culture Group (KBK) and also special staff to provide administrative services to the community. 4) Communication, the Krian Subdistrict conducts outreach and coordination to the sub-district and also the community before this innovation is implemented. So the researcher's suggestion is to increase the socialization related to service innovation so that the public knows the procedures and flow in administrative management and adds the Beauty Officer so that it is faster in sending documents and there is no accumulation of documents that have been completed at the service place. Keywords: Public Service, Service Innovation, Si Cantik
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH DESA (Studi Kasus pada Desa Mojorejo Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan) Alicya Cindy Pradana; Muhammad Farid Ma'ruf
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p285-294

Abstract

Sumber pendapatan Desa Mojorejo pada tahun 2020 yang berjumlah Rp. 1. 880.871.300 dengan adanya rencana pembangunan pada berbagai sektor terutama pada pembangunan jalan di beberapa dusun dengan total jumlah anggaran mencapai ±Rp. 900.000.000 kemudian pembangunan gedung BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) sebesar Rp. 100.000.000 dan pemberdayaan masyarakat Desa Mojorejo dengan sebagian besar anggaran berasal dari DD (Dana Desa) mampu memberikan peluang berupa tindakan penimpangan dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk pembinaan dan pengawasan keuangan Desa oleh Pemerintah Derah Kabupaten Lamongan di Desa Mojorejo Kecamatan Modo khususnya dalam pengelolaan keuangan desa yang mana peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan upaya pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintah Daerah yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Lamongan dan Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Lamongan memberikan dampak yang jelas terkait pengelolaan keuangan Desa Mojorejo dimana pengelolaan keuangan desa menjadi terkontrol dan disiplin melalui upaya monitoring dan evaluasi seacara langsung maupun tidak langsung. Kata Kunci: Pembinaan dan Pengawasan, Pemerintah Daerah, Keuangan, Desa, Inspektorat, Dinas PMD, BPD. Mojorejo village’s income sources in 2020 amounting to 1.880.871.300 Rupiahs with development plansin various sectors, especially in road construction in several hamlets with a total ±Rp. 900.000.000 Rupiahs and then the construction of BUMDES (Village Owned Enterprise) building of 100.000.000 Rupiahs and public empowerment with a large portion of the budget coming from Village Fund (Dana Desa) could provide opportunities in the form of irregularities in village financial management. This research was conducted to determine how the form of guidance and supervision of Village finances by the Regional Government of Lamongan Regency in Mojorejo Village, Modo District, especially in village financial management where the researcher uses a qualitative research approach and this type of descriptive research. The research result show the role of guidance and supervision by the Regional Government carried out by the Inspectorate of Lamongan Regency, the Dinas PMD Kabupaten Lamongan, and financial supervisory agencies (Inspectorate) have had a clear impact on the financial management of Mojorejo Village where the financial management becomes controlled and disciplined through direct and indirect monitoring and evaluation efforts. Keywords: Guidance and Supervision, Local Government, Finance, Village, Inspectorate, Dinas PMD, BPD.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MELALUI PROGRAM TAHU PANAS (TAK TAKUT KEHUJANAN, TAK TAKUT KEPANASAN) OLEH DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA Filandita Ananda Kusuma Pratama; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p295-306

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Dinsos Kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Salah satu upaya dilakukan dengan membuat suatu program inovasi yang berfokus pada hunian yang layak untuk masyarakat miskin. Program tersebut yaitu Tahu Panas, program ini dimaksudkan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni. Karena masih adanya warga Surabaya yang rumahnya belum layak huni, dengan adanya program ini diharapkan masyarakat miskin yang memiliki rumah tidak layak huni mendapatkan rumah yang layak dan meningkatkan kualitas hidupnya lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas hidup melalui program tahu panas oleh Dinsos Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi,wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, Reduksi data,Penyajian data, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi. Fokus penelitian terdiri dari tiga indikator yaitu Goal Directed Actions yaitu organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya, mempertimbangkan semua kekuatan internal (sumber daya dan kapabilitas), serta memperhatikan peluang dan tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaanya program ini : Dinsos bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga surabaya dalam memliki rumah sederhana dan sehat melalui program Tahu Panas. Dalam pelaksanaanya juga dibantu oleh UPKM atau Pokmas yang sudah dipilih oleh lurah dimana UPKM ini bertugas untuk memanage segala urusan pembangunan. Dari pihak Dinsos ada pendampingan sebanyak 31 orang yang berada dibidang pemberdayaan sosial dan 1 pendamping memegang 4-5 kelurahan dengan total 154 kelurahan yang ada di Surabaya dalam pelaksanaan program Tahu Panas. Dalam pelaksanaannya sering mengalami kendala terutama pada UPKMnya. Kata Kunci: Strategi,Program Tahu Panas,Kualitas hidup The Surabaya City Government is collaborating with the Surabaya City Social Service to improve the quality of life of its citizens. One of the efforts is to create an innovation program that focuses on decent housing for the poor. The program, namely Tahu Panas, is intended to repair houses that are unfit for habitation. Because there are still residents of Surabaya whose houses are not yet livable, with this program it is hoped that the poor who have houses that are not suitable for habitation will get decent houses and improve their quality of life to be even better. The purpose of this study was to determine the strategy for improving the quality of life through the Tahu Panas program by the Surabaya City Social Service. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation, to drawing conclusions or verification. The research focus consists of three indicators, namely Goal Directed Actions, namely the organization and how to implement it, considering all internal strengths (resources and capabilities), and paying attention to opportunities and challenges. The results showed that in implementing this program: Dinsos aims to improve the welfare and quality of life of Surabaya residents in having a simple and healthy house through the Tahu Panas program. In its implementation, it is also assisted by the UPKM or Pokmas who have been selected by the village head where the UPKM is in charge of managing all development matters. From the Social Agency, 31 people are assisted in the field of social empowerment and 1 assistant holds 4-5 urban villages with a total of 154 villages in Surabaya in implementing the Hot Tofu program. In its implementation, there are often obstacles, especially in the UPKM. Keywords: Strategic ,Tahu Panas Program, quality of life
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS (STUDI AKSESIBILITAS BANGUNAN UMUM DI STASIUN MALANG KOTA BARU) Yeni Wulansari; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p307-320

Abstract

Ketersediaan aksesibilitas digunakan untuk mencapai kemudahan dan kesejahteraan bersama terlebih bagi penyandang disabilitas. Fasilitas yang memadai sangat penting bagi penyandang disabilitas untuk dapat merasakan kemudahan tanpa adanya rasa diskriminasi sesama pengguna fasilitas. Bangunan publik seperti Stasiun Kereta Api nampaknya dapat menjadi perhatian penting dalam menyediakan aksesibilitas fasilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan kriteria pengukuran keberhasilan implementasi menurut Ripley dan Franklin, yaitu tingkat kepatuhan ketentuan yang berlaku, adanya kelancaran rutinitas dan tidak ada masalah, dan aspek terwujudnya kinerja serta dampak yang dikehendaki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Malang Kota Baru telah menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas berupa toilet dengan tanda-tanda/signage, ramp/tangga landai, dan pos kesehatan. Namun terdapat aksesibilitas yang belum diberikan yaitu tempat parkir khusus disabilitas, ruang tunggu khusus difabel, elemen pada tangga landai disabilitas, tangga landai/ramp yang maksimal dengan kemiringan 10°, teras stasiun pada pintu masuk yang masih terdapat lubang/cekukan, dan belum menyediakan tangga khusus untuk naik atau turun kereta untuk difabel. Saran dari penelitian ini adalah penyediaan aksesibilitas lebih dimaksimalkan agar dapat memudahkan bagi penyandang disabilitas dalam melakukan kegiatan di stasiun sebagaimana hak mereka atas kesamaan perlindungan sebagai penyandang disabilitas. Kata Kunci: Implementasi, Aksesibilitas, Penyandang Disabilitas. The availability of accessibility is used to achieve mutual convenience and welfare especially for people with disabilities. Adequate facilities are very important for people with disabilities to able for experience convenience without a sense of discrimination among facility users. Public buildings such as as Railway Stations seem to be an an important concern in providing accessibility to facilities for people with disabilities. This research uses the criteria for measuring the success of implementation according to Ripley and Franklin, namely the level of compliance with applicable regulations, the existence of a smooth routine and no problems, and aspects of the realization of the desiredperformance and impact. This research uses a descriptive research method with a qualitative approach. This research uses data collection techniques with literature study. The results showed that Malang Kota Baru Station had provided facilities for people with disabilities in the form of toilets with signage, ramps, and health post. However, there is accessibility that has not been given, namely a special parking area for people with disabilities, a special waiting room for people with disabilities, elements on the ramps for people with disabilities, a ramp with maximum inclination of 10°, the station terrace at the entrance that still has a hole, and has not provided a special ladder to climb or get off the train for people with disabilities. The suggestion of this research is that the provision of accessibility is maximed so that it can make it easier for people with disabilities to carry out activities at the station as their right to equal protection as people with disabilities. Keyword: Implementation, Accessibility, People with Disabilities.
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA KEBUN REFUGIA DI DINAS TANAMAN PANGAN HOLTIKULTURA PERKEBUNAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MAGETAN Tiya Faradella; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p321-322

Abstract

Pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan obyek-obyek pariwisata di Indonesia guna menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Adapun salah satu contoh obyek pariwisata yang terus dikembangkan hingga saat ini adalah obyek wisata Kebun Refugia di Kabupaten Magetan. Obyek wisata ini merupakan salah satu sektor pariwisata unggulan di Kabupaten Magetan akan tetapi masih kurangnya fasilitas yang disediakan mengakibatkan kualitas pelayanan kurang maksimal. Dibutuhkan strategi dari Pemerintah Daerah melalu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Tanaman Pangan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Kebun Refugia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi dalam upaya pengembangan obyek wisata Kebun Refugia di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada manajemen strategi dengan menggunakan teori strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012 yang terdiri dari strategi pengembangan pariwisata, strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi investasi dan strategi pengelolaan lingkungan. Teknik pengumpulan yang digunakan antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan proses pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan serta penarikan kesimpulan. Untuk menunjukkan strategi yang dilakukan oleh dinas terkait dalam mengembangan obyek wisata Kebun Refugia penulis menggunakan 4 indikator yaitu, pertama strategi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengembangan obyek wisata Kebun Refugia Magetan, penyediaan fasilitas sarana dan prasarana bagi pengunjung yang terus ditingkatkan, kedua strategi pengembangan sumber daya manusia dengan merekrut pegawai yang sesuai dengan kualifikasi dan persyaratan khusus yang telah ditentukan, yang ke tiga strategi investasi pihak pengelola memanfaatkan media social Facebook, Instagram yang murah, mudah, serta cepat dan yang ke empat strategi pengelolaan lingkungan yang ramah dan hemat energi dengan menggunakan air kolam tanpa kaporit, serta tetap melestarikan pohon-pohon, serta menyediakan bak-bak sampah. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Pengembangan Wisata, Kebun Refugia The government continues to develop tourism objects in Indonesia to attract tourists both domestic and foreign. One example of a tourism object that continues to be developed until now is the tourist attraction Of Refugia Garden in Magetan Regency. This tourist attraction is one of the leading tourism sectors in Magetan Regency. However, the lack of available facilities resulted in the quality of service is not maximal.The Local Government through the Department of Horticultural Food Crops Plantation and Food Crops need a strategy to improve the quality of services in the Refugia Garden. The aim of the xtudy is to describe strategy management as an effort to develop tourism objects Refugia Garden at the Department of Food Crops Horticulture Plantation and Food Security Magetan Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. This study also focuses on the management of strategies using tourism development theory according to Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy Number PM.35/UM.001/MPEK/2012, which consists of tourism development strategy; human resource development strategies; investment strategies; and environmental management strategies. Data collection techniques that used are interviews, observations, and documentations. Furthermore, data analysis is carried out by the process of data collection; data processing; presentation of data; and conclusion. To show the strategy carried out by the agency related to the development of tourism objects Refugia Garden, the study use 4 indicators. First, the strategy of tourism resources and creative economy by developing tourism objects Refugia Magetan Garden and the provision of facilities and infrastructure for visitors are constantly improved. Second, the human resource development strategy by recruiting employees who are by the specific qualifications and requirements that have been determined. Third, the management's investment strategy utilizes Facebook and Instagram social media that are cheap, easy, and fast. And fourth, a friendly and energy-efficient environmental management strategy by using pond water without chlorine, preserving trees, and providing garbage cans. Keywords: Strategi management, Tourist development, Refugia Gardens

Page 3 of 3 | Total Record : 25