cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MEWUJUDKANZERO ACCIDENTMELALUIKOMITE KESELAMATAN PASIEN FRADANA SETIJAWAN J
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Rumahsakitsebagaisalahsatusaranapelayananpublik yang memberikanpelayanankesehatankepadamasyarakattermasuk RSUD Dr. Soetomo Surabaya memiliki peran yang sangatstrategisdalammempercepatpeningkatanderajatkesehatanmasyarakat.Olehkarenaitu, rumah sakitdituntutuntukmemberikanpelayanan yang bermutusesuaidenganstandar yang diterapkandandapatmenjangkauseluruhlapisan masyarakat.Tetapidalam proses pelayanankesehatandirumahsakittidak selamanyaberjalansesuai rencana danpastipernahterjadi kekeliruanataupun kesalahandalampenangananterhadap pasien rumah sakit. Masalah diatasmerupakansalah satu isu utama dalampelayanankesehatanyaknikeselamatanpasien.Untukitu tujuan daripenelitianini adalahuntukmengetahuidanmendeskripsikanstrategiataucarameningkatkanpelayanankesehatanuntukmewujudkanzero accidentdi RSUD Dr. Soetomo Surabaya.Jenis penelitian yang digunakandalampenelitianini adalahdeskriptifkualitatif.Sedangkanteknik pengumpulandatanyadilakukanmelaluiobservasi, wawancara, dandokumentasi. Yang diikutidenganfocus penelitianmenggunakan 6 (enam) sasaran yang dimilikibidangKomiteKeselamatanPasien,meliputiIdentifikasi pasien dengan tepat, Tingkatkan komunikasi yang efektif, Tingkatkankeamanan obat yang perlu diwaspadai(high-alert), Pastikan tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepatpasienoperasi,Kurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, danKurangi risiko pasien jatuh.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakegiatan yang dilakukanuntukmewujudkanzero accidentdi RSUD Dr. Soetomo Surabaya berjalanbaikdan di responbagusolehkeluargapasien. Hal tersebutdapatdilihatdaritelahdilaksanakannya 6 (enam) sasaranyakniketepatanidentifikasipasienmelaluitimmedisdenganpendataanlengkap dandiberikangelangidentitas. Peningkatan komunikasiefektifyangterjadi antar pelayan kesehatan dengan metode SBAR, peningkatankeamanan obat yang perludiwaspadaidengankejeliandanteliti. Tepatlokasi, prosedurdantepatpasiensebelumdilakukanoperasidengan data ulang, penguranganresikoinfeksi terkait pelayanankesehatandengancaramudahyaknimencucitangan denganbenardansesuaiketentuansertasemuaharusbisamelakukan. Yang terakhiradalahpenguranganresikopasienjatuh dengancarapengadaanfasilitas yang selalubaik, salahsatunyaadalahtempattidur yang saatini mempunyaipenyanggakanandankirisertakancingberwarnakuningsebagaipenandapasienjatuh. Kata kunci:pelayanankesehatan,zero accident,sasarankeselamatanpasien.
KUALITAS PELAYANAN PUSAT PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT (P3M) DI KABUPATEN SIDOARJO INNE MARTANTI ROSLINI RAHAYU
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Kualitas Pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) merupakan bagian dari kegiatan operasional Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo, sesuai dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomer 22 Tahun 2005 pasal 4 Tentang Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat, yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah pengaduan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan umum dan memfasilitasi dan mengklarifikasi segala bentuk aduan masyarakat dan mengkorfirmasi aduan tersebut kepada dinas terkait. Berdasarkan pasal 2 dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomer 22 Tahun 2005 Tentang Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat, menjelaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan informasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat dibentuk Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat Kabupaten Sidoarjo disingkat P3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel sejumlah 37 orang dari keseluruhan pengguna pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di tahun 2014 yaitu berjumlah 237. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi. Adapun data yang sudah diolah dalam tabel akan dideskripsikan sesuai dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengolahan data, kriteria penilaian masing-masing item pertanyaan dalam angket didominasi oleh penilaian efektif dan sangat efektif. Adapun prosentase skor terendah dalam penelitian ini adalah 66,08%, indikator hasil data prosentasi terendah adalah pada pemulihan yakni berkaitan dengan Ketepatan petugas dalam pemecahan masalah yang diadukan. Sementara skor prosentase tertinggi adalah 73,69% skor tertinggi diperoleh pada indikator aksesibelitas dan fleksibelitas tentang Prosedur P3M dalam pelayanan pengaduan yang jelas dan mudah, Kesesuaian prosedur P3M dalam pemberian pelayanan, serta Pemahaman mengenai prosedur P3M dalam pelayanan yang dimengerti dan dipahami. Jadi, penelitian yang berjudul Kualitas Pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di Kabupaten Sidoarjo dinyatakan baik, dengan rincian skor prosentase yang diperoleh dalam indikator profesionalisme dan kemampuan mendapatkan skor prosentase sebesar 69,62%, untuk indikator sikap dan kebiasaan mendapatkan skor prosentase sebesar 69,12, selanjutnya indikator keandalan dan kepercayan mendapatkan skor prosentase sebesar 67,16%, dan kemudian indikator reputasi dan kredibelitas mendapatkan skor prosentase 67,38. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M)
AKUNTABILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN NOVIA KARTIKA SARI
Publika Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n1.p%p

Abstract

Pemerintah daerah berkewajiban untuk menyediakan pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakatnya. Pelayanan publik tersebut salah satunya diwujudkan pada bidang kesehatan. Bidang kesehatan ini penting karena menjadi ukuran untuk mengetahui kesejahteraan di sutau daerah. Salah satu perwujudan pelayanan di bidang kesehatan ini adalah dibentuknya puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan dasar di suatu daerah. Pelayanan publik yang sudah diberikan oleh pemerintah ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat penerima layanan, sehingga prinsip akuntabilitas sangat penting untuk mengetahui kinerja yang telah dilakukan oleh pemerintah. Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan merupakan unit pelayanan teknis Dinas kesehatan yang berfungsi untuk menyelenggarakan pelayanan publik melalui pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptf dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari kepala tata usaha, tenaga kesehatan, dan tenaga non kesehatan di Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan, serta pasien pengguna pelayanan kesehatan di Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan. Teknik pegumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisi data yang dlakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan telah melaksanakan akuntabilitas pelayanan publik yang terdiri dari akuntabilitas kinerja pelayanan publik, akuntabilitas biaya pelayanan publik, dan akuntabilitas produk pelayanan publik. Secara keseluruhan pelaksanan akuntabilitas pelayanan publik di Puskesmas Plaosan sudah berjalan dengan baik, walaupun masih terdapat beberapa kelemahan yang harus diperbaiki. Menurut hasil analisis berdasarkan Keputusan Menteri Nomor KEP/26/M.PAN/2/2004 Tentang Petunjuk Teknis Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik, ada beberapa kelemahan yang teridentifikasi, yaitu pada akuntabilitas kinerja pelayanan publik terkait kelengkapnya sarana dan prasarana yang dibuktikan dengan kurangnya lahan parkir dan ruang tunggu bagi pasien. Selain itu tidak disediakannya makanan bagi pasien rawat inap walaupun sudah ada sosialisasi mengenai makanan yang boleh dimakan oleh pasien. Diharapkan untuk pelaksanaan kedepannya Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan mampu menyediakan ruang tunggu yang cukup dan menyediakan makanan bagi pasien rawat inap . Kata Kunci: Pelayanan Publik, Akuntabilitas Pelayanan Publik
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Kajian Pada Pengurusan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya) ERMA WIDYA LESTARI
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Sebagai Negara Hukum, Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi status hukum atas setiap peristiwa yang dialami oleh penduduknya, sehingga diperlukan penataan administrasi kependudukan. Penyelenggaraan administrasi kependudukan diatur dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2006 Tentang Adminitrasi Kependudukan yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang No.24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kebijakan Administrasi Kependudukan. Salah satu bentuk administrasi kependudukan adalah akta kelahiran. Akta kelahiran merupakan dokumen kependudukan yang berisi tentang peristiwa kelahiran dan identitas seseorang sebagai bukti otentik pengakuan anak dari orang tua dengan perkawinan yang sah. Di Kota Surabaya, penyelenggaraan administrasi kependudukan masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah rendahnya partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran. Skripsi inimengangkat permasalahan tentang “Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan Teori Tingkat Kesukarelaan Partisipasi Masyarakat oleh Dusseldorp yang membedakan beberapa tingkatan dalam partisipasi yaitu Partisipasi Spontan, Partisipasi Terinduksi, Partisipasi Tertekan Oleh Kebiasaan, Partisipasi Tertekan oleh Sosial-Ekonomi, dan Partisipasi Tertekan Oleh Peraturan. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 100 responden yang ditentukan secara Insidental (kebertulan). Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif-kuantitatif dengan mengelompokkan karakteristik responden berdasarkan tingkat partisipasi yang diberikan responden yang kemudian divariasikan berdasarkan tingkat pendidikan, jenis pendidikan, dan penghasilan Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran sebanyak 63% dilakukan oleh responden secara spontan atau atas dasar kesadaran diri sendiri; sebanyak 16% dilakukan secara terinduksi atau adanya pengaruh dan dorongan dari pihak lain; sebanyak 5% dilakukan karena adanya pengaruh kebiasaan atau adat dalam masyarakat baik nilai dan norma yang ada di masyarakat; sebanyak 8% dilakukan karena adanya pengaruh dari kehidupan sosial masyarakat dan keadaan ekonomi atau status ekonomi responden; dan sebanyak 8% dilakukan karena adanya rasa takut pada peraturan atau takut akan sanksi (denda) jika tidak mentaati peraturan yang berlaku. Selanjutnya, jika dilihat berdasarkan latar belakang tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan penghasilan maka pada kelompok responden dengan partisipasi spontan dapat diketahui bahwa responden dalam kelompok ini didominasi oleh responden yang memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK/MA. Berdasarkan jenis pekerjaan, didominasi oleh responden) yang bekerja sebagai pegawai swasta, dan menurut penghasilan didominasi oleh masyarakat (responden) yang memiliki penghasilan Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 1.999.000, Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Administrasi Kependudukan, Akta Kelahiran
KUALITAS PELAYANAN PUSAT PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT (P3M) DI KABUPATEN SIDOARJO INNE MARTANTI ROSLINI RAHAYU
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Kualitas Pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) merupakan bagian dari kegiatan operasional Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo, sesuai dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomer 22 Tahun 2005 pasal 4 Tentang Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat, yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah pengaduan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan umum dan memfasilitasi dan mengklarifikasi segala bentuk aduan masyarakat dan mengkorfirmasi aduan tersebut kepada dinas terkait. Berdasarkan pasal 2 dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomer 22 Tahun 2005 Tentang Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat, menjelaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan informasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat dibentuk Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat Kabupaten Sidoarjo disingkat P3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel sejumlah 37 orang dari keseluruhan pengguna pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di tahun 2014 yaitu berjumlah 237. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi. Adapun data yang sudah diolah dalam tabel akan dideskripsikan sesuai dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengolahan data, kriteria penilaian masing-masing item pertanyaan dalam angket didominasi oleh penilaian efektif dan sangat efektif. Adapun prosentase skor terendah dalam penelitian ini adalah 66,08%, indikator hasil data prosentasi terendah adalah pada pemulihan yakni berkaitan dengan Ketepatan petugas dalam pemecahan masalah yang diadukan. Sementara skor prosentase tertinggi adalah 73,69% skor tertinggi diperoleh pada indikator aksesibelitas dan fleksibelitas tentang Prosedur P3M dalam pelayanan pengaduan yang jelas dan mudah, Kesesuaian prosedur P3M dalam pemberian pelayanan, serta Pemahaman mengenai prosedur P3M dalam pelayanan yang dimengerti dan dipahami. Jadi, penelitian yang berjudul Kualitas Pelayanan Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M) di Kabupaten Sidoarjo dinyatakan baik, dengan rincian skor prosentase yang diperoleh dalam indikator profesionalisme dan kemampuan mendapatkan skor prosentase sebesar 69,62%, untuk indikator sikap dan kebiasaan mendapatkan skor prosentase sebesar 69,12, selanjutnya indikator keandalan dan kepercayan mendapatkan skor prosentase sebesar 67,16%, dan kemudian indikator reputasi dan kredibelitas mendapatkan skor prosentase 67,38. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M).
PENERAPAN E-LAMPID (ELEKTRONIK LAHIR, MATI, PINDAH, DATANG) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA SURABAYA  (Studi Pada Pelayanan Pengurusan Akta Kelahiran) OCTAVIA DWI RAHMAWATI
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (baik berupa barang maupun jasa) dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan (MENPAN No. 63/2003). Salah satu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yaitu pelayanan di bidang Administrasi Kependudukan. Pelayanan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya masih banyak dijumpai permasalahan dan kendala. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan terobosan baru yaitu adanya e-lampid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan e-lampid pada pelayanan pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun focus penelitian yang digunakan dalam penerapan e-lampid dengan menganalisis factor political environment, leadership, planning, stakeholders, transparency/visibility, budgets, technology, dan innovation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-lampid pada pelayanan pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat kendala. Hal tersebut diketahui melalui implementasi elemen political environment yang bertipe TDP (Top Down Project), elemen leadership sudah cukup baik dimana pimpinan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya dan Pimpinan kelurahan yang saling bekerjasama, elemen planning sudah terealisasi dengan baik mulai pendaftaran sistem manual berubah menjadi sistem online, elemen stakeholders yang memiliki komitmen tinggi, elemen transparency/visibility yang mampu diwujudkan dengan adanya menu monitoring dan kelengkapan data, elemen budgets yang menunjukkan efesiensi anggaran dalam membangun suatu sistem, elemen technology yang selalu dikembangkan dan sampai saat ini database e-lampid menggunakan database “Oracle versi 10g”dan elemen innovation dinilai kreatif yang mana semua prosesnya dilakukan secara online, waktu penyelesaiannya lebih cepat dan cukup dilakukan dikelurahan tempat tinggal. Kata kunci :Elektronic Government, E-Lampid
PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN INDUSTRI BATIK DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO LINDA DWI NOVITA
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan masayarakat melalui pelatihan indsrti batik di Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari informan dan lokasi penelitian. Teknik pengumpuan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan / verifikasi. Peneliti menggunakatan teori 5P yaitu : Pemungkinan, Penguatan, penyokongan, perlindungan dan pemeliharaan untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melauli pelatihan industri batik. Pemberdayan masayrakat ini untuk mengembankan potensi batik yang adad di Bojonegoro dan adanya keinginan masayarakat itu sendiri untuk melestarikan batik khusunya batik bojonegoro yang memiliki makna tersendiri pada setiap motifnya. Batik bojonegoro merupakan batik yang mencerminkan kekayaan alam kabupaten Bojonegoro sehingga batik ini perlu diberdayakan dan dijaga kelestariannya. Pemerintah bersama masyarakat melakukan kegiatan pelatihan membatik untuk masyarakat sehingga kemampuan masayrakat dalam membatik dapat ditingkatkan secara bertahap. Selain pelatihan membatik, didalam kegiatan tersebut juga dilakukan latihan pemasaran dan pengelolaan kekuangan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelatihan membatik yang dilakukan melalui industri batik mendapat respon positif ini terlihat dari partisipasi warga yang mengikuti pelatihan membatik secara berkala, (2) Beberapa kelemahan yang dapat disimpulakan dari hasil wawancara dan juga obsevasi yang telah dilakukan adalah kekurangan sumber daya manusia yang memadai, kemampuan dalam pemasaran juga masih kurang karena hanya beberapa saja yang mampu menggunakan teknologi. Sehingga mereka hanya mengandalakan pemasaran batiknya di dalam negeri saja. Kata kunci : Proses Pemberdayaan, Pemberdayaan ,Masyarakat
PENERAPAN E-LAMPID (ELEKTRONIK LAHIR, MATI, PINDAH, DATANG) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA SURABAYA  (Studi Pada Pelayanan Pengurusan Akta Kelahiran) OCTAVIA DWI RAHMAWATI
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (baik berupa barang maupun jasa) dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan (MENPAN No. 63/2003). Salah satu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yaitu pelayanan di bidang Administrasi Kependudukan. Pelayanan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya masih banyak dijumpai permasalahan dan kendala. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan terobosan baru yaitu adanya e-lampid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan e-lampid pada pelayanan pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun focus penelitian yang digunakan dalam penerapan e-lampid dengan menganalisis factor political environment, leadership, planning, stakeholders, transparency/visibility, budgets, technology, dan innovation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-lampid pada pelayanan pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat kendala. Hal tersebut diketahui melalui implementasi elemen political environment yang bertipe TDP (Top Down Project), elemen leadership sudah cukup baik dimana pimpinan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya dan Pimpinan kelurahan yang saling bekerjasama, elemen planning sudah terealisasi dengan baik mulai pendaftaran sistem manual berubah menjadi sistem online, elemen stakeholders yang memiliki komitmen tinggi, elemen transparency/visibility yang mampu diwujudkan dengan adanya menu monitoring dan kelengkapan data, elemen budgets yang menunjukkan efesiensi anggaran dalam membangun suatu sistem, elemen technology yang selalu dikembangkan dan sampai saat ini database e-lampid menggunakan database “Oracle versi 10g”dan elemen innovation dinilai kreatif yang mana semua prosesnya dilakukan secara online, waktu penyelesaiannya lebih cepat dan cukup dilakukan dikelurahan tempat tinggal. Kata kunci :Elektronic Government, E-Lampid
KUALITAS PELAYANAN PENCATATAN NIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA NURUN ALA NUR ALIFIA
Publika Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n6.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan fungsi utama pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek pelayanan. Salah satu aspek pelayanan yang menjadi perhatian saat ini adalah pelayanan pada pencatatan nikah. Dimana pelayanan pencatatan nikah yang diberikan oleh Kantor Urusan Agama sempat mengalami permasalahan yang berhubungan dengan biaya pelayanannya. Disebabakn oleh karena masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan pada pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukolilo. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukolilo, pegawai pencatatan nikah (kepenghuluan), dan masyarakat yang menggunakan layanan pencatatan nikah. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan kualitas pelayanan pada pelayanan pencatatan nikah yang dapat dilihat dari indikator Prosedur pelayanan sudah sesuai standar pelayanan dan pemahaman masyarakat serta petugas sudah cukup bagus. Waktu penyelesaian, standar waktu penyelesaian pelayanan sudah sesuai dengan pedoman pelayanan pencatatan nikah. Biaya Pelayanan, ada peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah mengenai biaya untuk pelayanan pencatatan nikah dan telah diterapkan sesuai dengan peraturan baru tersebut. Produk Pelayanan, terdapat 2 produk yang diterima oleh masyarakat yaitu akta nikah dan buku nikah yang diberikan dalam keadaan yang baik. Sarana dan Prasarana yang meliputi gedung, peralatan dan khususnya balai nikah yang seharusnya dapat menarik minat masyarakat masih kurang. Kompetensi Pemberi Pelayanan yang ditunjukan oleh petugas sudah bertindak professional dan sesuai dengan kemampuan hanya saja dalam jumlah pegawai pencatatan nikah masih bisa dibilang kurang. Kata kunci: Pencatatan Nikah, Pelayanan Publik
STRATEGI PELAYANAN PADA KLINIK ( UMKM ) USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DINAS KOPERASI PROVINSI JAWA TIMUR YUERNA ATMA ROFIDA
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Peningkatan Kesadaran Publik akan pentingnya pelayanan membuat masyarakat menuntut setiap lembaga public/ swasta memberikan pelayanan optimal di segala aspek kehidupan. Dinas koperasi (UMKM) Provinsi Jawa Timur mempunyai strategi pelyanan masyarakat agar optimal salah satunya dengan meningkatkan sumberdaya manusia dengan membangun Klinik (UMKM) sebagai bentuk berbagai strategi pelayana pada masyarakat dalam pengembangan ketramplan/ pemberdayaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan objek penelitian (Moleong, 2009) penelitian menekankan pada kualitatif yang memandang realitas sosial. Penelitian di klinik UMKM dinas koperasi dan usaha mickro kecil menengah provinsi jawa timur. merupakan pionir percontohan dinas koperasi jawa timur, dan profesionalisme pelayanan award 2008-2013. Fokus pada strategi Osborn, strategi pengembangan struktur, penyederhanaan prosedur, infrastruktur, budaya, dan kwirausahaan. Pengumpulan data penelitian pengukuran terhadap fenomena sosial, melalui wawancara, dokumentasi, buku dan catatan (Sugiyono, 2004). Hasil penelitian Klinik UMKM Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur terdapat Lima, Strategi pelayanan pengembangan struktur organisasi struktur jabatan yang berbelit di rubah menjadi lebih efisien. Startegi pengembangan prosedur perubahan prosedur pelayanan yang tidak jelas digambarkan alur lebih mudah dipahami, dijalankan mengatur secara detil tahapan pelayanan, maka sistem dan prosedur inilah yang seringkali menjadi sumber penyebab sistem pelayanan menjadi berbelit, kaku, dan tidak efisien. Strategi pengembangan infrasruktur menyangkut penyediaan sarana dan prasaranan pelayanan yang mendukung penyediaan fasilitas. Strategi pengembangan budaya menyangkut perubahaan karakter prilaku. Strategi pengembangan kewirausahaan menumbuhkembangakan jiwa kewirausahaan membuka ruang kesempatan menggali sumber pendapatan. Kata Kunci : Strategi Pelayanan, Klinik UMKM Dinas Koperasi Jawa Timur.

Page 45 of 129 | Total Record : 1286