cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
INOVASI LAYANAN SAMSAT WALK THRU SEBAGAI WUJUD PELAYANAN PRIMA DI KANTOR BERSAMA SAMSAT MOJOKERTO ELLIS FEDYA ULFA
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu instansi penyelenggara pelayanan publik, Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto dalam upaya mewujudkan pelayanan prima kepada wajib pajak berupaya memberikan respon terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, seperti buruknya pelayanan yang diberikan oleh Kepolisian, banyaknya wajib pajak yang harus bolak-balik untuk membayar pajak kendaraan bermotor tahunan karena keterbatasan waktu pelayanan, serta adanya gedung yang tidak terpakai di area Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto. Oleh sebab itu untuk merespon hal tersebut, pihak Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto membuat inovasi layanan SAMSAT Walk Thru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam inovasi layanan SAMSAT Walk Thru sebagai wujud pelayanan prima di Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto.Berdasarkan teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 17), yang terdiri dari relative advantages, compatibility, complexity, triability, dan observability, serta mendeskripsikan faktor yang menjadi pendukung atau kekuatan dan penghambat atau kelemahan dalam pelaksanaan inovasi layanan SAMSAT Walk Thru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan SAMSAT Walk Thru dapat dikatakan berjalan dengan baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya wajib pajak. Inovasi layanan SAMSAT Walk Thru ini merupakan inovasi internal yang dibentuk oleh pihak Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto. Pada atribut relative advantage ditunjukkan dalam hal kecepatan waktu pelayanan dan kemudahan persyaratan. Dimana waktu pelayanannya singkat dan hanya membawa STNK asli dan KTP asli. Compatibility terkait pengambilan keputusan pihak Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto untuk membentuk inovasi layanan SAMSAT Walk Thru sudah berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat Mojokerto, yaitu pelayanan yang cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit. Complexity pada mekanisme, tata cara atau prosedur pemabayaran pajak kendaraan bermotor tahunan melalui inovasi layanan SAMSAT Walk Thru tidak terdapat kerumitan dan dapat dengan mudah dimengerti oleh wajib pajak. Triability dalam inovasi layanan SAMSAT Walk Thru tidak ada fase uji coba kerna mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Meskipun demikian, pihak Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto melakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat melalui media cetak dan media elektronik. Observability dalam inovasi layanan SAMSAT Walk Thru dapat dikatakan mudah diamati dan sudah berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan wajib pajak. Beberapa faktor yang menjadi kekuatan dari inovasi ini berasal dari sumber daya manusia sebagai pemberi layanan yang memiliki kemampuan yang sama dan selalu menerapkan 3S kepada setiap wajib pajak, serta bersikap ramah, adanya evaluasi secara rutin, dan adanya pelibatan semua pihak, dalam hal ini yaitu petugas dan masyarakat, sedangkan faktor yang menjadi kelemahan yaitu terkait sosialisasi yang dilakukan oleh Kantor Bersama SAMSAT Mojokerto. Dimana masih terdapat beberapa wajib pajak yang tidak mengetahui jam operasional inovasi layanan SAMSAT Walk Thru. Kata kunci: Inovasi, SAMSAT Walk Thru
IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI PUSKESMAS ALUN ALUN KABUPATEN GRESIK IZZATUN NURUL ROHMAH
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak PKPR merupakan Pelayanan Kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja serta berkesan menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai, menjaga rahasia, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatan remaja, serta efektif, efisien dan komprehensif dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Kegiatan yang dilakukan untuk menyelenggarakan PKPR pada remaja dapat dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan konselor remaja, pembinaan kader remaja, konseling, dan pelayanan medis. Salah satu Puskesmas yang melaksanakan program ini adalah Puskesmas Alun Alun Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di Puskesmas Alun Alun Kabupaten Gresik.Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman, sedangkan dalam menganalisis implementasi program PKPR menggunakan model Implementasi George Edward III.Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa Implementasi Program PKPR di Puskesmas Alun Alun Kabupaten gresik: 1) Komunikasi: Penyaluran informasi program PKPR dilakukan kepada pelaksana program dan kelompok sasaran. Penyaluran kepada kelompok sasaran sudah dilaksanakan pada siswa sekolah dan karang taruna di wilayah kerja Puskesmas Alun Alun. Namun, hanya satu Karang Taruna di Desa Pekauman saja yang mendapat sosialisasi, sehingga penyaluran informasi masih belum optimal. Kejelasan informasi terkait pelaksanaan program PKPR telah berjalan dengan cukup baik. Untuk konsistensi informasi, para petugas yang mendapatkan pelatihan, mendapatkan materi yang sama. Materi penyuluhan juga konsisten, namun untuk pelatihan konselor sebaya terdapat tambahan materi, karena disesuaikan dengan perannya sebagai konselor. 2) Sumber Daya: Sumber Daya Manusia, Anggaran, dan Peralatan masih kurang optimal dalam menunjang keberhasilan program PKPR di Puskesmas Alun Alun. Namun untuk Sumber Daya Informasi dan Kewenangan sudah cukup optimal. 3) Disposisi: Dalam indikator pengangakatan birokrat, penunjukkan para petugas yang akan bertanggung jawab dalam program PKPR, didahului dengan undangan dari Dinas Kesehatan mengundang beberapa petugas untuk dilatih, selain itu petugas juga harus memiliki keterampilan dalam berkomunikasi kepada remaja. Untuk insentif, tidak ada insentif apapun. 4) Puskesmas Alun Alun, diketahui memiliki SOP terkait program PKPR, dan petugas telah melaksanakan SOP tersebut. Pertanggungjawaban atau Fragmentasi petugas di Puskesmas Alun Alun dilakukan dengan melaporkan Kegiatan Kesehatan Remaja setiap bulan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dan buku Laporan PKPR yang dipertanggungjawabkan kepada Kepala Puskesmas Alun Alun. Saran yang dapat direkomendasikan dalam penelitian ini adalah: 1) Melakukan penyuluhan kepada Karang taruna di Desa lain selain Desa Pekauman. 2) Diperlukan ruangan poli sendiri untuk Poli PKPR 3) Diharapkan seluruh petugas PKPR memberikan penyuluhan dengan baik dan selalu ramah kepada para remaja. Kata Kunci: Implementasi, Program (PKPR)
PELAYANAN WALK THRU DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITASPEMBAYARAN PAJAK DI KANTOR BERSAMA SAMSAT MOJOKERTO RENTY YUNIAR SAPUTRI
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Inovasi pelayanan Walk Thru merupakan salah satu terobosan dari Samsat Mojokerto. Dalam halpemungutan pajak kendaraan bermotor, peran kantor Samsat (Sistem Manunggal Satu Atap) sangat pentingkarena merupakan unit pelayanan publik dalam menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraanbermotor. Alasan pelayanan Walk Thru diterapkan di Mojokerto karena jumlah penduduk yang semakinmeningkat dari tahun ke tahun diiringi dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pelayanan Walk Thru Dalam Rangka Meningkatkan KualitasPembayaran Pajak di Kantor Bersama Samsat Mojokerto.Metode penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalahdengan pengumpulan data kemudian digolongkan dan ditarik kesimpulan hingga dapat disajikan kepada semuayang berkepentingan.Hasil penelitian ini bahwa pelayanan Walk Thru sudah cukup baik karena pelayanan Walk Thru inimemiliki unsur-unsur yang sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RepublikIndonesia (KEPMENPAN No.63 Tahun 2003) tentang pedoman kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.Dari segi kesederhanaan, Wajib Pajak tidak harus membawa kendaraan yang akan dibayar pajaknya, hanyamembawa persyaratan yaitu STNK dan identitas sesuai dengan STNK. Dari segi kejelasan dan kepastianpersyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Walk Thru sudah jelas karena telah dipasang papaninformasi. Mengenai kepastian pembayaran pajak setiap tahun jumlah pembayaran pajak yang harus dibayartetap terkecuali yang mendapatkan denda. Dari segi ketepatan waktu, proses pelayanan pembayaran pajakkendaraan bermotor melalui Walk Thru sudah dilaksanakan dengan tepat waktu, tidak melebihi standar yangtelah ditentukan yaitu 5 menit. Dari segi akurasi Wajib Pajak sudah menerima dengan baik program Walk Thruterbukti dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Walk Thru dari hari ke hari yang semakinmeningkat. Dari segi keamanan di Kantor Bersama Samsat Mojokerto sudah tersedia tenaga keamanan. Darisegi tanggung jawab petugas memberikan arahan terhadap masyarakat (Wajib Pajak) yang merasa kebingunganatau mengalami masalah. Dari segi kelengkapan sarana prasarana Program Walk Thru sudah dilengkapi denganfasilitas yang memadai. Dari segi kemudahan akses lokasi pelayanan Walk Thru saat ini berada di belakanggedung Samsat Induk, dekat dengan parkiran. Dari segi kedisiplinan, sopan, dan ramah petugas Samsat selaluberusaha menunjukkan sikap disiplin, sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlastanpa membeda-bedakan status orang. Dari segi kenyamanan pihak Samsat berusaha untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan teratur, menciptakan lingkungan yang indah agar dapat memberikan pelayanan yangberkualitas dan dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai Wajib Pajak. Secara keseluruhan sudah cukup baik, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi lagi agar pelayanan Walk Thru menjadi lebih maksimal. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Walk Thru.
PELAYANAN PRIMA DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISPENDUKCAPIL) KABUPATEN GRESIK  (Studi Pada Program Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan) BUNGA MARIANA RAMADHANNY
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

AbstrakBanyaknya data anomali sebanyak 69.295, data ganda sebanyak 23.301, adanya 152.762 KK yang belum dilakukan pembaruan atau ”count 0” KK dan kurangnya antusiasme masyarakat dalam memperbarui KK semenjak tahun 2008 hingga sekarang, sehingga DISPENDUKCAPIL Kabupaten Gresik mengiginkan pembaruan data yang valid dengan mengeluarkan sebuah inovasi jemput bola yang mengacu pada SK Bupati Gresik Nomor: 065/349/HK/437.12/2015. Inovasi ini dilakukan dengan cara berkeliling ke desa- desa secara berkala dan terjadwal. Pada pelaksanaannya, program jemput bola di Desa Sumengko, Kecamatan Duduk Sampeyan, masih ditemui beberapa permasalahan yang masih dikeluhkan oleh masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Pelayanan Prima Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (DISPENDUKCAPIL) Kabupaten Gresik (Studi Pada Program Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitiannya adalah penerapan pelayanan prima pada program jemput bola yang diterapakan oleh DISPENDUKCAPIL Kabupaten Gresik yang dilihat dari empat konsep pelayanan prima (Daryanto, 2014:118): faktor Sikap (Attitude), Perhatian (Attention), Tindakan (Action), dan Antisipasi (Anticipation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh DISPENDUKCAPIL Kabupaten Gresik dapat dikatakan sudah baik terkait faktor perhatian (attention) dan faktor antisipasi (anticipation). Namun terdapat sedikit kekurangan pada faktor sikap (attitude) terkait tidak menerapkan sikap ramah, senyum, salam, dan sapa. Serta terdapat kekurangan pada faktor tindakan (action) terkait kurangnya fasilitas berupa meja disekitar loket kelurahan dan terkait petugas pelayanan yang tidak menentukan jadwal dengan tepat yang disebabkan adanya miskomunikasi. Saran yang diberikan penulis yakni membudayakan sikap antri, pemberian pelatihan personaliti pada petugas, menambah fasilitas berupa meja, pemberian jadwal pelaksanaan jemput bola berupa edaran dan masyarakat diharapkan dapat bertanya langsung kepada petugas yang berkompeten melalui SMS terkait belum paham cara melengkapi dokumen. Kata Kunci: Pelayanan Prima, Program Jemput Bola
EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP (STUDI PADA PAKET PENGOLAHAN DAN PEMASARAN DI KELURAHAN BRONDONG KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN) ARINA ZAHARA
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis Evaluasi Program Pengembangan Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap pada Paket Pengolahan dan Pemasaran di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Sedangkan tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas produk kelautan dan perikanan, meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah ikan yang adil dan merata, dan mengembangkan kawasan minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data purposive sampling dimana subyek penelitian yang dipilih adalah orang yang memahami dan mengetahui terkait progam ini. Penelitian deskriptif dipilih untuk menggambarkan apa yang telah terjadi dan menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi dan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai Evaluasi Program Pengembangan Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap. Sedangkan fokus dalam penelitian ini adalah efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pengembangan Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap pada Paket Pengolahan dan Pemasaran dikatakan cukup efektif dan efisien karena produksi olahan perikanan meningkat dan pinjaman modal yang diberikan tidak mematok bunga, selain itu para pengolah ikan memberikan respon positif baik pada Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran (P2P) maupun bantuan pinjaman modal. Namun pada beberapa kriteria lain seperti kecukupan, perataan, dan ketepatan masih terdapat kendala, antara lain terbatasnya bantuan modal dan tidak semua pengolah ikan mengikuti Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran (P2P). Kata Kunci: Evaluasi, Kawasan Minapolitan
PERAN PERUSAHAAN DAERAH PASAR SURYA DALAM MENGEMBANGKAN PASAR TRADISIONAL DI SURABAYA MELALUI OPTIMALISASI LAYANAN (STUDI PADA PASAR PUCANG ANOM SURABAYA) WILDIAH MUFIDAH
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Otonomi daerah merupakan fenomena politis yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi dengan melihat tantangan masa depan memasuki era perdagangan bebas yang ditandai dengan tumbuhnya berbagai bentuk kerjasama regional, perubahan pola atau system informasi global. Tujuannya untuk mengembangkan daerah dalam berbagai bidang, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian daerah. Dalam hal ini diwujudkan melalui pengembangan pasar tradisional yang ada di Surabaya dengan cara ditetapkannya peraturan tentang perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No.3 Tahun 2008. Pengelolan pasar tradisional di Surabaya dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar Surya yang dilakukan melalui pengoptimalan layanan terhadap pedagang maupun pembeli. Alasannya adalah supaya pasar tradisional dapat bertahan dalam menghadapi banyaknya pasar modern yang bermunculan sehingga mengurangi jumlah peminat pada pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Perusahaan Daerah Pasar Surya dalam mengembangkan pasar tradisional di Surabaya melalui optimalisasi layanan di Pasar Pucang Anom Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Satuan Penelitian dan Pengembangan di Perusahaan Daerah Pasar Surya, Kepala Unit Pasar Pucang Anom Surabaya dan pedagang di Pasar Pucang Anom Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan Daerah Pasar Surya telah melakukan perannya dengan baik terutama dalam memberikan pelayanan kepada pedagang. Hal tersebut dapat terwujud dari baiknya layanan fasilitas perdagangan, layanan kemudahan pembayaran kios/lapak dan retribusi, layanan kebersihan pasar, layanan keamanan, layanan parkir, layanan toilet, layanan space iklan, layanan fasilitas perbankan dan juga layanan bongkar muat. Namun dalam pemberian layanan tersebut, terdapat beberapa kendala yaitu pada kurang luasnya area parkir dan bongkar muat yang disediakan, kurangnya kesadaran pedagang terhadap kebersihan pasar sehingga masih banyak pedagang yang membuang sampah sembarangan. Untuk itu, Perusahaan Daerah Pasar Surya sebaiknya melakukan pengamatan secara langsung supaya mengetahui apa saja aspirasi yang diinginkan oleh para pedagang. Kata Kunci: Perusahaan, Optimalisasi, Layanan
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus Di Desa Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo) TEGAR TRIHATMAJA WIRAHUTAMA
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintahan daerah dan pemerintah desa telah beralih dari sistem pemerintahan yang sentralistik menjadi desentralistik sehingga pemberian pelayanan kepada publik menjadi lebih dekat dan dapat dilakukan secara optimal. Penerapan ini membawa banyak harapan kepada perbaikan, dalam hal pengelolaan dan kualitas kinerja daerah. Kepala desa dalam hal ini bertanggung jawab kepada Badan Permusyawaratan Desa dan menyampaikan laporan pelaksanaan tersebut kepada Bupati. Dalam beberapa kasus, kehadiran BPD justru dianggap menimbulkan keruwetan pada kehidupan politik desa, dimana banyak BPD yang bergantung pada aparatur/birokrat Pemerintah Kabupaten, Kecamatan atau Desa. BPD dinilai hanya sebagai “pemberi stempel” untuk memberikan legitimasi kepada pemerintah desa. Umumnya, anggota Badan Permusyawaratan Desa belum berpengalaman dalam memahami dan merumuskan agenda- agenda yang diaharapkan secara efektif menciptakan pembaruan di desa, wajar bila kemudian dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kepala Desa masih lebih dominan daripada Badan Permusyawaratan Desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Desa Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo telah lama ada di desa tersebut. Sebagai badan yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan desa, BPD berperan dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah desa, namun peran tersebut seperti tidak tampak dalam Pemerintahan Desa Sidodadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Landasan undang-undang yang digunakan adalah Undang – Undang No. 6 Tahun 2014 yang menekankan pada peran BPD, yaitu: membahas dan menyepakati rancangan peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa Sidodadi, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Penelitian ini mengambil narasumber yang dianggap menguasai informasi tentang BPD yaitu, 4 (empat orang) yang terdiri dari ketua BPD, Kepala Desa Sidodadi, Sekretaris desa, dan tokoh masyarakat Sidodadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara terstruktur. Teknis analisis dalam penelitian ini adalah Kualitatif menurut Miles dan Huberman (2014:20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD dalam menjalankan fungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan Desa bersama Kepala Desa, BPD Desa Sidodadi telah menjalankannya dengan baik, Berdasarkan penetapan-penetapan peraturan yang telah di buat. Fungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan Desa bersama Kepala Desa yaitu: BPD dalam menjalankan fungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan Desa bersama Kepala Desa, BPD Desa Sidodadi telah menjalankannya dengan baik, Berdasarkan penetapan-penetapan peraturan yang telah di buat. Sedamgkan Fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa yaitu: Dalam pelaksanaan fungsinya untuk menggali, menampung, merumuskan, dan menyalurkan aspirasi masyarakat, BPD Desa Sidodadi telah menindaklanjuti usulan dari masyarakat yaitu mengenai perbaikan jalan (pelebaran jalan) pada jalan desa yang menghubungkan antara dusun Kemendung dengan desa Bringin. Fungsi melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa, yaitu: BPD Sidodadi melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan keputusan kepala desa terutama pada pelaksanaan APB Desa mengenai dana alokasi desa yang diterima sebagai pendapatan desa. Saran dari peneliti yaitu: Komunikasi antar pemerintah desa khususnya perangkat Desa dengan BPD harus ditingkatkan, BPD Desa diharapkan dapat segera mengatasi hambatan-hambatan yang ada (mekanisme kerja dari pemerintah desa yang kurang terbuka kepada BPD, dan Anggota BPD Desa diharapkan secara sukarela meluangkan waktunya (malam hari) untuk membahas masalah-masalah yang ada dan lebih berkonsentrasi pada fungsinya. Pemerintah desa sebaiknya meningkatkan anggaran BPD seperti yang diatur dalam PP No 43 tahun 2014 tentang Desa dan Perda Kabupaten Sidoarjo No. 9 tahun 2015 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Kata kunci: BPD (Badan Permusyawaratan Desa), peran, PP No 43 tahun, dan Perda Kabupaten Sidoarjo No. 9 tahun 2015.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)  DI DESA LUNDO  KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK NANDA NADILIA PUTRI
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk Indonesia sangat besar, dengan besarnya jumlah tersebut menimbulkan permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, putus sekolah, kesehatan yang memburuk, kelaparan, hingga kematian. Dalam mengukur kemiskinan, berbagai permasalahan yang dapat dijadikan tolak ukur dalam kemiskinan yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sejak tahun 2007 pemerintah Indonesia telah melaksanakan program bantuan tunai bersyarat (BTB) yang saat ini dikenal sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) lebih dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem sosial bagi masyarakat miskin, dalam mewujudkan kesejahteraan sosial penduduk miskin dan upaya memotong mata rantai kemiskinan untuk Rumah Tangga Sangat Miskin/Keluarga Sangat Miskin (RTSM/KSM). Evaluasi PKH di Desa Lundo adalah salah satu gambaran yang menunjukkan sejauh mana program dapat dicapai berdasarkan apa yang dirasakan peserta PKH Desa Lundo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Lundo. Penelitian ini menggunakan Indikator Tujuan Khusus PKH: 1) Meningkatkan kualitas kesehatan RTSM/KSM, 2) Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM/KSM, 3) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi anak-anak RTSM/KSM. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi PKH di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik sudah berjalan dengan baik walaupun secara umum masih ada masyarakat yang belum mentas dari bantuan. Dalam hal ini, perlu adanya pembinaan kembali setelah peserta PKH mentas dari bantuan tersebut. Saran kepada UPPKH agar mengoptimalkan pendamping, memaksimalkan fungsi dan tugas pelaksana kebijakan, memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan kepada KSM, serta memberikan mindset kepada peserta ataupun non peserta akan pentingnya pendidikan dan kesehatan anak. Kata kunci : Evaluasi, Program Keluarga Harapan, PKH.
Evaluasi Program Pengembangan Pembibitan Ternak Sapi Melalui Kelompok Tani  ( Studi Kasus pada Kelompok Tani Ngudi Subur di Desa Ploso Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi ) AGUS PRATOMO
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Evaluasi merupakan penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan maupun program yang dibuat oleh suatu instansi atau pemerintah. Pentingnya evaluasi terhadap program pengembangan pembibitan ternak sapi melalui kelompok tani “ngudi subur” untuk mengatahui keberhasilan dari pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi program pengembangan pembibitan ternak sapi melalui kelompok tani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ditekankan pada pelaksanaan pengembangan pembibitan ternak sapi betina di Kelompok Tani Ngudi Subur. Subyek penelitian adalah para anggota Kelompok Tani Ngudi Subur di Desa Ploso Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Penggumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik analisis data meliputi tentang pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.nBerdasarkan pada hasil penelitian program pembibitan ternak sapi melalui kelompok telah berhasil dilakusanakan dengan melihat dari aspek keberhasilan program tersebut. Diantaranya, Aspek Teknis terjadi peningkatan populasi dan produktivitas sapi. Tumbuhnya kelompok pembibit sapi Village Breeding Center (VBC). Aspek Kelembagaan Terbentuknya gapoktan, koperasi maupun usaha berbadan hukum lainnya. Menguatnya Kelembagaan Pembibitan Sapi. Aspek Usaha Meningkatkan usaha kelompok. Berkembangnya usaha agribisnis lainnya pada kelompok peternak tersebut. Namun, terdapat kendala dalam pelaksanaan program pengembangan ternak sapi melalui kelompok tani yaitu masih ada sapi yang mati karena sakit, ada sapi tidak bisa beranak dan kurangnya pengetahuan peternak untuk merawat sapi. Diharapkan Seharusnya pemerintah memperbanyak program seperti pengembangan pembibitan ternak sapi melalui kelompok tani ini dengan meningkatkan jumlah kelompok tani yang mejalankan program tersebut dalam setiap desa agar populasi sapi lebih merata. kelompok tani Ngudi Subur seharusnya mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan ke bidang bisnis, sehingga dapat menambah penghasilan bagi anggota maupun masyarakat sekitar kelompok tani. Kelompok tani Ngudi Subur diharapkan membuat sebuah koperasi atau usaha yang berbadan hukum lainnya, supaya bisa dimanfaatkan oleh para anggotanya. pihak dinas peternakan dalam melakukan pengawasan dan pendampingan harus ditingkatkan. Para anggota kelompok tani Ngudi Subur supaya bisa memanfaatkan ada program pengembangan pembibitan sapi melalui kelompok ini untuk belajar bagaimana berternak dengan baik agar bisa menjadi yang mandiri dan bisa meningkatkan penghasilan. Kata Kunci : Evaluasi, Program Pembibitan Sapi Melalui Kelompok Tani
EFEKTIVITAS LAYANAN ANJUNGAN TRANSAKSI MESIN (ATM) SAMSAT JAWA TIMUR DI DINAS PENDAPATAN PROVINSI JAWA TIMUR MIFTA HUSNA ZSAZSANING AYU
Publika Vol 4 No 9 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n9.p%p

Abstract

Abstrak ATM Samsat Jatim merupakan inovasi terbaru yang diselenggarakan pada tahun 2013 hingga sekarang, ATM Samsat ini adalah mesin pelayanan yang memanfaatkan media Smart Card yang digunakan Wajib Pajak Jawa Timur untuk melakukan transaksi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan yang bekerja sama dengan perbankan secara online dan terintegrasi. Kartu (Smart Card) NPWPD-KB (Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah-Kendaraan Bermotor) adalah kartu yang diberikan oleh Kantor Bersama Samsat kepada Wajib Pajak guna mempercepat proses dan pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan serta pengesahan STNK 1 tahunan secara aman, online, dan terintegrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuatitatif. Lokasi penelitian di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur dengan fokus penelitian terhadap efektivitas ATM Samsat di Kantor Bersama Samsat Manyar Surabaya Timur. Penelitian ini menggunakan KEMENPAN No. 63 Tahun 2003 Tentang Standar Pelayanan Publik. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuisioner,observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui bahwa efektivitas ATM Samsat jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur memiliki nilai presentase variabel efektivitas adalah sebesar 72,2 %. Hal tersebut termasuk di dalam kelas interval 65 % - 82% dengan katagori efektif. Kata kunci : ATM Samsat Jatim, Efektivitas, Wajib Pajak

Page 60 of 129 | Total Record : 1286