cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) (Studi pada Kelompok Mojokrapak Berseri di Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang) DEWI FITRIANINGRUM
Publika Vol 4 No 7 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n7.p%p

Abstract

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) (Studi pada Kelompok Mojokrapak Berseri di Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang) Dewi Fitrianingrum 12040674037 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) Email : dewfitningrum77@gmail.com Weni Rosdiana, S.Sos., M.AP. 0023097908 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) Email: wena_23979@yahoo.com Abstrak KRPL merupakan optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang dilakukan melalui upaya pemberdayaan wanita, untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui kegiatan budidaya tanaman dan ternak unggas atau ikan. Desa Mojokrapak di Kabupaten Jombang merupakan salah satu desa sasaran program KRPL yang telah memperoleh berbagai penghargaan baik nasional maupun lokal, serta telah menjadi daerah percontohan. Namun, disisi lain masih dijumpai permasalahan yang dapat menghambat tujuan program ini. Berdasarkan hal inilah perlu dideskripsikan evaluasi pelaksanaan program KRPL di Desa Mojokrapak ,Tembelang, Jombang. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan lokasi sasaran program di Desa Mojokrapak dengan sasaran kelompok Mojokrapak Berseri telah memenuhi kriteria ketepatan. Namun, dalam pelaksanaan program KRPL di Desa Mojokrapak ini belum memenuhi kriteria efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, dan responsivitas. Oleh karena itu saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dana hibah diberikan berupa uang karena kelompok sasaran telah memiliki kepengurusan yang jelas, tetapi harus diimbangi dengan adanya kontrol dan pelaporan keuangan secara rutin dan berkala kepada dinas terkait. Pendampingan seharusnya diberikan sampai tahap pendampingan, dan seharusnya ada kerja sama dengan media dalam menyiarkan perkembangan pelaksanaan program KRPL untuk memotivasi masyarakat. Kata Kunci : Evaluasi, Pelaksanaan Program, KRPL
DAMPAK KEGIATAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) DI DESA MENTARAS KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK SELVINA KHOIRUN NISA
Publika Vol 4 No 7 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n7.p%p

Abstract

DAMPAK KEGIATAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) DI DESA MENTARAS KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK Selvina Khoirun Nisa’ 12040674224 (S1 Administrasi Publik, FISH, UNESA) selvinakhoirunnisa@gmail.com Indah Prabawati, S.S0s., M.Si. 00290774004 (S1 Administrasi Publik, FISH, UNESA) prabawatiindah@yahoo.co.id ABSTRAK DAMPAK KEGIATAN PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MSAYRAKAT (P-LDPM) DI DESA MENTARAS KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan nasional yang dicirikan dengan adanya ketersediaan pangan yang cukup secara makro. Namun masih ada beberapa daerah dimana masyarakat dan petaninya tidak mampu mengakses pangan yang cukupdikarenakan pendapatan yang tidak mencukupi untuk memperoleh akses terhadap pangan. Disisi lain wilayah pertanian padi dan jagung dihadapkan pada masalah seperti keterbatasan modal usaha, posisi tawar hasil petani yang rendah dan keterbatasan akses pangan (beras) saat paceklik. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan, sejak tahun 2009 telah mengalokasikan dana APBN untuk memperkuat modal dan kemampuan Gapoktan. Dana tersebut disalurkan melalui Kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyrakat (P-LDPM). Kegiatan P-LDPM telah dilaksanakan di Gapoktan Karya Tani Desa Mentaras Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik sejak tahun 2010. Dampak-dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini secara explisit cukup baik sehingga dibutuhkan pembuktian mengenai sejauh mana dampak positif dari kegiatan tersebut, hal itu yang kemudian melatarbelakangi untuk melakukan penelitian tentang dampak P-LDPM di Desa Mentaras Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, fokus penelitian menggunakan evaluasi berdasarkan indikator dampak kegiatan P-LDPM, yaitu: terwujudnya stabilisasi harga gabah, beras, dan/jagung diwilayah Gapoktan, terwujudnya ketahanan pangan ditingkat rumah tangga petani dan meningkatnya pendapatan petani dan jagungyang berada di wilayah Gapoktan. Sumber data diperoleh menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator dampak kegiatan P-LDPM di Gapoktan Karya Tani sudah cukup baik, yaitu: terwujudnya stabilisasi harga gabah, beras dan jagung diwilayah Gapoktan yang ditunjukkan dengan meningkatkanya harga hasil panen diatas Harga Pembelian Pemrintah dan meningkatnya perekonomian desa yang dibuktikan dengan pembelian alat pembajak sawah dan mobil pickup untuk kepentingan desa. Selanjutnya terwujudnya ketahanan pangan petani. Gapoktan Karya Tani sudah Memiliki gudang Gapoktan untuk menyimpan cadangan pangan ketika musim paceklik. Terakhir. Meningkatnya pendapatan petani yang dicirikan dengan terwujudnya jual beli hasil panen Gapoktan. Gapoktan Karya Tani sudah melakukan jual beli hasil panen yang sudah berjalan baik. Namun, masih terjadi keteledoran yang dilakukan pengurus unit distribusi, sehingga memungkinkan terjadinya kerugian jika terjadi terus menerus. Seharusnya pengurus Gapoktan memberikan teguran kepada pengurus unit distribusi dan Petugas Penyuluh Lapangan juga ikut mengawasi. Diluar ketiga indikator tersebut, juga terjadi overlapping pekerjaan dikarenakan ketua Gapoktan Karya Tani juga menjabat sebagai Sekertaris Desa, sehingga mengakibatakan ada tanggung jawab yang terbengkalai. Sebaiknya dianjurkan untuk memilih ketua yang tidak memiliki tanggung jawab lain diluar Gapoktan. Gapoktan juga menyampaikan bahwa dana dari pemerintah tidak mencukupi untuk membeli hasil panen Gapoktan dengan luas sawah 256,46 Ha, sehingga pengurus Gapoktan meminjaman uang untuk menutupi kekurangan tersebut. Sebaiknya Gapoktan lebih bisa untuk mengatur dana tersebut agar pengurus Gapoktan yang mengolah dana bansos tidak terbebani untuk mencarikan dana lain. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Kegiatan P-LDPM, Gapoktan.
IMPLEMENTASI PROGRAM RUMAH BAHASA  KOTA SURABAYA A. SYAHRIR FANSURI
Publika Vol 4 No 7 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n7.p%p

Abstract

ABSTRAK Rumah Bahasa adalah program yang didirikan oleh Pemkot Surabaya yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di Surabaya untuk persiapan AFTA dan AEC, dimana dampak AFTA dan AEC akan menyebabkan arus globalisasi dan persaingan ekonomi global akan semakin kuat, maka dari itu pemerintah Surabaya mendirikan rumah bahasa. Pengembangan SDM dilakukan dengan memberikan masyarakat kursus bahasa asing, menyediakan klinik-klinik investasi, usaha, ketenagakerjaan dan klinik teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Rumah Bahasa Kota Surabaya dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program tersebut. Proses implementasi menjadi suatu hal yang dapat dikaji ada 6 variabel menurut Van Metter dan Van Horn yang mempengaruhi kinerja kebijakan publik yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan para pelaksana, komunikasi antar organisasi dan aktifis pelaksana, serta lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif, yaitu proses analisis dengan menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Rumah Bahasa Kota Surabaya belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mencapai keberhasilan dalam implementasi kebijakan publik terdapat enam variabel yang menentukanantara lain: Ukuran dan Tujuan kebijakan belum menunjukkan kejelasan terkait indikator kualitas dan manfaat pelayanan Rumah Bahasa, Sumberdaya manusia sudah cukup memadai untuk Implementasi Program Rumah Bahasa Kota Surabaya tetapi sumberdaya informasi, keuangan dan fasilitas masih kurang memadai, Karakteristik Agen Pelaksana, respon yang diberikan terhadap program ini sudah cukup baik dan efektif. Namun, pemanfaat program kurang merespon program yang disediakan Rumah Bahasa, sikap atau kecenderungan para pelaksana yang telah terlibat masih kurang baik (tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya) khususnya masih ada pengajar yang terlambat datang, komunikasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana program pada kelompok sasaran masih kurang efektif, dan lingkungan sosial masyarakat mendukung program karena merasa terbantu terkait pembelajaran bahasa asing. Lingkungan ekonomi dapat meningkatkan penghasilan maupun kegiatan usaha dengan penguasaan bahasa asing yang dimiliki dan lingkungan politik sangat berhubungan antar pemangku kebijakan serta saling mendukung dan pengawasan yang dilakukan terutama oleh legislatif komisi A bagian hukum dan pemerintahan dalam menyelenggarakan Program Rumah Bahasa Kota Surabaya. Berdasarkan kesimpulan saran yang direkomendasikanya itu Pemerintah Kota melakukan revisi bagi perbaikan kebijakan yang terkait Rumah Bahasa yang mencakup kejelasan ukuran dan manfaat Rumah Bahasa bagi masyarakat. Implementor melakukan strategi komunikasi yang efektif, sehingga Program Rumah Bahasa diketahui oleh masyarakat Surabaya seperti melalui media massa, dan lain-lain. Kata Kunci: Implementasi Program, Kebijakan Publik, Rumah Bahasa
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DAN PANTAI DI KABUPATEN TUBAN (Studi Kasus  di Desa Gadon, Kecamatan Tambaboyo, Kabupaten Tuban) WIWIK
Publika Vol 4 No 7 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n7.p%p

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat pesisir adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat pesisir yang masih dalam kondisi belum mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Kondisi yang di alami oleh masyarakat pesisir tersebut disebabkan oleh berbagai hal, yang diantaranya adalah kesulitan memperoleh pinjaman modal, masih terbatasnya mobilitas masyarakat pesisir, rusaknya sumberdaya laut, rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta masih rendahnya produktivitasnya dan daya saing usaha kelautan dan perikanan. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat suatu program pemberdayaan masyarakat pesisir yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pantai (P2MPP). Salah satu desa yang menjadi sasaran program ini adalah di Desa Gadon Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban. P2MPP telah dijalankan selama 5 tahun lebih dan menunjukkan beberapa permasalahan yang masih terjadi pada masyarakat di Desa Gadon, salah satunya adalah masih sedikitnya alternatif mata pencaharian masyarakat Desa Gadon. Untuk melihat bagaimana keberlanjutan P2MPP di Desa Gadon kabupaten Tuban, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data yang di inginkan, data diperoleh melalui sumber data primer dan sekunder dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk melihat hasil atau keberlanjutannya peneliti menggunakan teori pendekatan pemberdayaan masyaraat pesisir dari Tuwo Ambo (2011). Dalam pendekatan ini terdapat lima point untuk melihat bagaimana keberhasian sebuah program dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Pendekatan tersebut terdiri dari: (1) pengembangan alternatif mata pencaharian baru, (2) akses terhadap modal, (3) akses tearhadap teknologi, (4) akses terhadap pasar, dan (5) pengembangan aksi kolektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, P2MPP telah cukup membantu mengangkat kehidupan masyarakat di Desa Gadon. Hal ini dinyatakan oleh berbagai narasumber, seperti ketua bidang pengembangan perekonomian masyarakat Bapemas Kabupaten Tuban, kepala Desa Gadon, Ketua UPKu, bendahara UPKu, ketua Kelompok masyarakat serta masyarakat. P2MP dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha maupun untuk membuat atau merintis usaha baru sesuai dengan kemampuan masyarakat Desa Gadon. Hal ini juga dapat diihat melalui terpenuhinya semua indikator atau point dalam pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir. Kata kunci: Masyarakat Pesisir, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, P2MPP
STRATEGI PROGRAM OPERASI SIMPATIK SATUAN LALU LINTAS KEPOLISIAN SEKTOR TAMAN DIMAS MUKTI WIBOWO
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Tingginya angka kecelakaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Taman akibat kurangnya pengetahuan tertib berlalu lintas dan kondisi infrastruktur jalan yang buruk. Tentunya ini menjadi perhatian khusus bagi Satlantas Polsek Taman sehingga perlu ada suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara untuk menekan angka kecelakaan. Program tersebut adalah program Operasi Simpatik. Maka di perlukan manajemen strategi dari anggota polisi lalu lintas untuk menjalankan program tersebut. Berdasarkan hal inilah perlu di deskripsikan bagaimana manajemen strategi program Operasi Simpatik Satuan Lalu Lintas Kepolisian Sektor Taman dalam mengurangi kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Hasil penelitian ini dapat di kemukakan bahwa Satlantas Polsek Taman mempunyai program Operasi Simpatik, memaksimalkan peranan anggota polisi lalu lintas dan beberapa strategi untuk menjalankan program tersebut. Peranan polisi lalu lintas terbagi dua yaitu dalam giat pre-emtif dan giat preventif. Simpulan dari penelitian ini bahwa Satlantas telah memaksimalkan peranan anggota polisi lalu lintas dan menjalankan strategi tersebut dengan terorganisir dan cukup baik. Hal ini mendapat respon positif dari masyarakat untuk Kepolisian sebagai pelayan publik khususnya di bidang lalu lintas yang mempunyai kebijakan mengurangi angka kecelakan lalu lintas. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Kepolisian, Kecelakaan Lalu Lintas.
DAMPAK PROGRAM GERAKAN MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT LAMONGAN BERBASIS PEDESAAN (GEMERLAP) DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN  (Studi Pada Kelompok Ternak Sumber Rejeki) ANITA RAHAYU
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Adanya Program Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Pedesaan (Gemerlap) di Desa Tawangrejo dadasari oleh minimnya alat penunjang produksi pertanian yang memadai, terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan kualitas dan produk nilai tambah (value added). Bantuan dari Program Gemerlap diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang telah memiliki usaha yang dapat dikembangkan untuk menjadi produk unggulan desa.Program ini sudah berlangsung sejak tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis dampak Program Gemerlap di Desa Tawangrejo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Adapun analisa data dalam penelitian ini diawali dengan reduksi data, setelah itu penyajuan data, dan terakhir concluclusion drawing. Salah satu kelompok yang menerima bantuan dari Pemerintah Daerah melalui Program Gemerlap adalah Kelompok Ternak Sumber Rejeki. Kelompok ini merupakan kelompok ternak yang berada di Desa Tawangrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Untuk mengetahui dampak dari Program Gemerlap, peneliti menggunakan Unit-unit Pedampak (Wibawa) yang terdiri dari: Dampak Individual, Dampak Organisasional, Dampak Terhadap Masyarakat, serta Dampak Terhadap Lembaga dan Unit-unit Sosial. Dampak individu yang dirasa oleh anggota kelompok ternak adalah adanya peningkatan pendapatan, untuk dampak Organisasional berupa adanya peningkatan semangat kerja pengurus kelompok dan pencapaian tujuan kelompok. Dampak terhadap masyarakat berupa terbantunya perekonomian seluruh masyarakat walaupun mereka bukan termasuk dalam kelompok ternak. Sedangkan dampak terhadap lembaga dan unit-unit sosial berupa terbentuknya lembaga ekonomi baru, yaitu Koperasi Wanita Ternak Sumber Rejeki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Program Gemerlap ini telah memberikan dampak. Banyak manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya program ini. Dalam pelaksanaanya, Program Gemerlap di Desa Tawangrejo sudah memberikan dampak terhadap kelompok sasaran maupun masyarakat yang bukan kelompok sasaran. Namun, Pemerintah Daerah harus tetap melakukan pengawasan dan pendampingan, karenena dengan adanya pengawasan dan pendampingan maka akan diketahui sejauh mana bantuan dapat dikembangkan serta apa saja kekurangan dari Program tersebut. Kata Kunci: Dampak, Program Gemerlap, Kelompok Sumber Rejeki
UPAYA UPT PELATIHAN KERJA JOMBANG DALAM PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA MELALUI STANDARISASI KEGIATAN PELATIHAN MARINA HAPSARI
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Upaya dalam mengembangkan sumber daya tenaga kerja merupakan tanggung jawab bersama dari semua sektor terkait yang mencakup instansi pemerintah, swasta, industri, serta organisasi profesi lainnya. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat yaitu Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait dengan pengembangan sumber daya manusia dimana dalam hal ini adalah pencari kerja yaitu melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis pelatihan kerja yang berada dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan. Hal tersebut diatur dalam Permenakertrans No.11 Tahun 2013 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Sislatkernas). Pelatihan kerja diselenggarakan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja agar dapat meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan. UPT Pelatihan Kerja Jombang sebagai institusi pelaksana teknis yang bergerak pada pengembangan ketenagakerjaan melakukan upaya untuk mendukung pemerintah pusat dalam pembangunan ketenagakerjaan melalui penyelenggaraan pelatihan keterampilan yang diberikan kepada peserta pelatihan. Kurikulum materi pelatihan yang didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan harapan agar lulusan dari UPT Pelatihan Kerja Jombang berkompeten dan mampu berdaya saing dalam dunia kerja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori standarisasi pelatihan kerja menurut David & Julia Jary. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di UPT Pelatihan Kerja Jombang dimana program pelatihan keterampilan dilaksanakan. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah Kepala Bagian Pelatihan dan Sertifikasi UPT Pelatihan Kerja Jombang, instruktur pelatihan, peserta atau siswa yang sedang mengikuti program pelatihan maupun alumni siswa yang pernah mengikuti pelatihan. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu upaya UPT Pelatihan Kerja Jombang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sudah dilaksanakan dengan baik antara lain melalui standarisasi pelatihan yang meliputi standarisasi dari segi peserta, instruktur, fasilitas, kurikulum, dana, dan sertifikasi serta penempatan kerja. Walaupun terdapat beberapa aspek yang perlu untuk lebih ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian adapun saran yang diberikan oleh penulis adalah peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya pelatihan baik itu fasilitas utama maupun fasilitas pendukung, penambahan tenaga pengajar agar kegiatan pelatihan dapat berlangsung lebih efektif, dan agar pelatihan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar bisa menghasilkan para tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten. Kata Kunci : standarisasi, pelatihan, tenaga kerja
IMPLEMENTASI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) BAGI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN MOJOREJO KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN PRAMESTI YONIFWISMA
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Konsumsi pangan menjadi faktor utama masyarakat untuk hidup. Dapat dikatakan pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi manusia untuk kelanjutan hidupnya, oleh karena itu terpenuhinya pangan menjadi hak asasi bagi setiap orang. Dalam rangka mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan bagi seluruh masyarakat di suatu wilayah, maka ketersediaan pangan menjadi sasaran utama dalam kebijakan pangan bagi pemerintahan di suatu negara. Kondisi pangan yang kritis dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Bila terjadi kesenjangan antara produksi dengan kebutuhan pangan di suatu wilayah dapat diatasi dengan strategi untuk menciptakan cadangan pangan karena hal tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan salah satu upaya pemberdayaan dalam memanfaatkan pekarangan yang ada untuk memperoleh cadangan pangan yang cukup, sehingga meningkatkan keragaman dan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar lebih beragam, bergizi seimbang dan aman Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan observasi, wawancara, dan dokumentasi dari subjek penelitian yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bagi Keluarga di Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman Kota Madiun masih perlu diperbaiki karena adanya beberapa hal yang menjadi kendala pelaksanaan program. Hal ini dapat dilihat dari minimnya sosialisasi. Kejelasan komunikasi terkait Program KRPL belum jelas karena kelompok sasaran tidak diberi buku pedoman dan foto copy materi sehingga kelompok sasaran hanya menjadi pendengar tanpa menyimak penjelasan dari tenaga pendamping atau pemateri. Kualitas dan keahlian yang ada tidak sesuai dengan program yang dijalankan.Dari segi sumber daya, jumlah staf dan tenaga pendamping yang dibutuhkan masih belum memadai dan fasilitas yang masih kurang mendukung untuk penunjang pelaksanaan program KRPL. Dari variabel disposisi, tidak ada penambahan atau perekrutan staf untuk pelaksanaan Progam KRPL. Implementasi yang berjalan tidak mempunyai SOP khusus mengenai Program KRPL.Kata kunci : Implementasi, Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
PENERAPAN ELEMEN  MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ISO 9001: 2008 DI KANTOR BALAI PENGAWASAN OBAT MAKANAN SURABAYA PAMUJI SELFANDRI YOGA SUTRISNA
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang sulit ditangani karena memiliki sifat dan kemampuan yang spesifik. Sumber daya manusia harus dikelola dengan pendekatan yang manusiawi melalui manajemen sumber daya manusia (MSDM) karena manusialah yang menggerakkan peralatan dan menyelesaikan tugas- tugas yang ada. Sehingga Sumber daya Manusia perlu diatur agar penyelenggaraan suatu instansi bisa berjalan dengan baik tak terkecuali BPOM Surabaya. BPOM adalan suatu badan yang bertugas untuk menekan dan menanggulangi peredaran obat-obatan dan bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Untuk memperbaiki dan menjalankan tugas tersebut maka dibentuklah ISO 9001:2008 yang mengatur tentang manajemen mutu agar instansi bisa menerapkan mutu perusahaan sesuai standar. Termasuk BPOM Surabaya yang telah menerapkan ISO 9001:2008 sejak 2012. Walaupun telah diterapkan ISO 9001:2008 di BPOM sejak 2012 ternyata masih banyak peredaran obat dan makan yang mengandung bahan kimia berbahaya khususnya daerah sekitar Surabaya dan adanya permasahan terkait dengan jumlah tenaga pegawai BPOM Surabaya yang belup cukup untuk melaksanakan tugas-tugasnya sehingga memunculkan permasalahan terkait pelasanaan tugas pegawai yang menumpuk. Berdasarkan hal inilah, maka perlu dilakukannya penelitian tentang penerapan elemen MSDM dalam ISO 9001:2008 di BPOM untuk mengetahui bagaimana penerapannya dalam meminimalkan peredaran obat dan makanan berbahaya khususnya di Surabaya dan meningkatkan kinerja pegawai BPOM Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teori yang digunakan adalah elemen manajemen sumber daya manusia dalam ISO 9001:2008 yang terdiri dari dua indikator, yaitu: tanggungjawab dan kompetensi yang relevan dibagi menjadi empat sub indikator yaitu: pendidikan, pelatihan, keterampilan dan pengalaman. Penelitian ini mengambil responden sejumlah 100 orang dari pegawai BPOM Surabaya dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebarkan kuisioner dan observasi. Teknis anaisis dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan t-test satu sampel (Sugiyono, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen MSDM dalam ISO 9001:2008 telah diterapkan dengan sesuai di BPOM Surabaya. Hal ini didasarkan dari hasil observasi dan penyebaran angket yang hasilnya nilai ketepatan penerapan elemen MSDM tersebut mencapai prosentase 74,5%. Dengan presentasi tertinggi terdapat pada indikator kompetensi yang relevan, khususnya pada sub indikator pendidikan, yaitu sebesar 84,4% karena mayoritas pegawai BPOM memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan tugasnya. Saran dari peneliti yaitu: diharapkan Kantor Balai Pengawasan Obat Makanan Surabaya menambah sumber daya manusia (SDM) Bidang Pemeriksaan Dan Penyelidikan, Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Bidang Pengujian Terapetik, Narkotika, Psikotropika, Kosmetik, Obat Tradisional & Produk Komplemen, dan Bidang Pengujian Mikrobiologi, sehingga bagian-bagian tersebut mampu meningkatkan kinerjanya serta Diharapkan BPOM Surabaya semakin bisa meningkatkan elemen MSDM dalam ISO 9001:2008 khususnya pada sub indikator Keterampilan yang memiliki skor terendah sehingga keterampilan kerja dapat bertambah yang kemudian akan meningkatkan hasil pekerjaan. Kata Kunci: Penerapan, Elemen MSDM, ISO 9001:2008
Strategi Peningkatan Pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kabupaten Sidoarjo BOY EKI MAULANA ALBASITH
Publika Vol 4 No 8 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan segala bentuk jasa pelayanan yang menjadi tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan publik sangat diperlukan sebagai cermin dari kinerja, dan tanggung jawab pemerintah sebagai penyedia layanan. SPKT Polres Sidoarjo selaku penyedia pelayanan kepolisian secara terpadu perlu menerapkan strategi pelayanan agar harapan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan juga angka pengaduan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian dapat berkurang dan jumlah angka kejahatan di Kabupaten Sidoarjo dapat berkurang juga. Berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi peningkatan pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukan bahwa SPKT Polres Sidoarjo telah menerapkan strategi peningkatan kualitas pelayanan publik menurut konsep David Osborne, dengan menerapkan kelima indikator strategi yang meliputi strategi inti (adanya arahan kebijakan Kepala SPKT), strategi konsekuensi (adanya sistem punish and reward), strategi pelanggan (adanya pelayanan mobil keliling SPKT, tempat pelayanan yang nyaman), strategi pengawasan (adanya pengawasan kinerja kepolisian oleh pihak Internal maupun Eksternal kepolisian), dan strategi budaya (adanya budaya 3S, Senyum, Sapa, dan Salam serta semua anggota wajib bersikap ramah) dengan tujuan agar pelayanan kepolisian terpadu yang diberikan dapat memberikan manfaat dan kepuasan bagi warga di Kabupaten Sidoarjo sehingga jumlah angka pengaduan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang dinilai kurang maksimal dalam memberikan pelayanan publik dapat menurun dan jumlah angka kejahatan tindak pidana di Jawa Timur terutama di Kabupaten Sidoarjo juga dapat menurun. Dengan penerapan strategi tersebut, pelayanan yang diberikan oleh SPKT Polres Sidoarjo telah mengalami peningkatan kualitas pelayanan ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, SPKT Polres Sidoarjo diharapkan tetap senantiasa untuk melakukan inovasi layanan serta meningkatkan standar pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Strategi Pelayanan, Pelayanan Publik, dan Kualitas Pelayanan.

Page 59 of 129 | Total Record : 1286