cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PARTISIPASI PEDAGANG DALAM PENGEMBANGAN SENTRA IKAN BULAK (SIB) DI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA EKA NOVIA SARI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan dari program pembangunan daerah yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan memberikan opini tentang permasalahan yang sedang terjadi ataupun tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, dalam perencanaan program pembangunan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat. Begitu pula harapan yang ingin dicapai pemerintah Kota Surabaya terhadap program pembangunan, khususnya program pembangunan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Dalam pelaksanannya, terdapat permasalahan yang muncul terkait kurangnya partisipasi pedagang dalam proses pengembangan SIB dan banyaknya pedagang yang berdagang di bahu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi pedagang dalam pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Koordinator SIB, pedagang yang menempati SIB dan pedagang yang berdagang di bahu jalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pedagang dalam pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya belum dapat dikatakan baik. Dari empat indikator tahap pelaksanaan program partisipasi, menunjukkan bahwa hanya ada satu indikator yang bisa dikatakan baik yaitu pada indikator pengambilan manfaat. Kondisi yang terjadi di Sentra Ikan Bulak (SIB) saat ini adalah kurangnya partisipasi pedagang untuk menempati stan yang sudah disediakan di SIB dan masih adanya pedagang yang berdagang di bahu jalan yang tidak mau dipindahkan ke dalam stan yang telah disediakan di SIB. Hal ini menyebabkan terhambatnya pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB). Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu perlu adanya pendampingan secara bertahap untuk pedagang yang masih berdagang di bahu jalan, diperlukannya penertiban dan pemindahan pedagang secara menyeluruh, dilakukannya pertemuan antara pengelola SIB dengan pedagang dan diberikannya sanksi untuk pedagang yang masih berdagang di bahu jalan. Kata Kunci: Partisipasi, Pengembangan, Sentra
PENERAPAN WEBSITE DESA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN MASYARAKAT  DESA PULOSARI KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG AIZZATUN NABILAH
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAK Website desa adalah sebuah media elektronik yang digunakan oleh pemerintah desa sebagai sarana akuntabilitas dan transparansi publik serta promosi wisata desa. Agar sebuah website desa bukan hanya dijadikan sebagai media informasi dan trasparansi publik, pemerintah Desa Pulosari menciptakan sebuah sistem peningkatan pelayanan melalui menu short massage service (SMS) gateway. Dengan adanya sms gateway tersebut masyarakat yang ingin membuat surat tidak perlu menunggu proses pengetikan surat melainkan bisa mencetak sendiri dirumah surat yang dibutuhkan dan datang ke kantor desa hanya meminta nomor surat dan tanda tangan Kepala Desa. Hal ini menjadi penting diteliti agar inovasi ini dapat diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Jombang secara khusus dan seluruh wilayah desa di Indonesia secara umum. Meteode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara tidak terstruktur, observasi, dokumentasi dan triangulasi data. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, Sekertaris Desa, Operator Website Desa, Staf Pembangunan Desa dan 4 orang masyarakat Desa Pulosari. Metode analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penerapan website Desa Pulosari sudah baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini yakni transparansi dan akuntabilitas publik, namun kurangnya sosialisasi yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Pulosari mengenai peranan dan fungsi website Desa membuat adanya website desa kurang begitu efektif dalam memberikan pelayanan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi dimana sampai saat ini menu inovasi peningkatan pelayanan melalui website desa masih beberapa orang yang mengaksesnya. Selain itu terdapat beberapa permasalahan dalam indikator teknologi, sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya keuangan. Kata Kunci: Website , Pelayanan Masyarakat
Peran Perpustakaan Daerah dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat  (Studi pada Perpustakaan Umum Taman Ekspresi Kota Surabaya) ADINDA NELLA WISUDAYANTI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk menghadapi segala tantangan dari globalisasi. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia salah satunya dapat dilakukan dengan cara peningkatan minat baca masyarakat. Namun untuk saat ini di Indonesia minat baca masyarakat masih dalam taraf memprihatinkan, menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Kota Surabaya tahun 2014 mendeklarasikan diri sebagai “kota literasi”, dimana literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis. Namun pada kenyataanya minat baca dan budaya literasi di kota surabaya masih rendah. Peran pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui perpustakaan dalam UU No.43 Tahun 2007 merupakan salah satu cara yang efektif. Dalam merealisasikan tujuan tersebut sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan dalam Peraturan Walikota No.90 Tahun 2008 yaitu Badan Arsip dan Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola perpustakaan daerah yaitu perpustakaan umum taman ekspresi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Perpustakaan Daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat di perpustakaan umum taman ekspresi Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Daerah yaitu perpustakaan taman ekspresi telah melakukan perannya dengan baik untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Surabaya. Hal tersebut dapat diketahui melalui peran perpustakaan sebagai media yang menghubungkan sumber informasi dengan para pengunjung, sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dengan pengunjung, sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, sebagai fasilitator, mediator dan motivator, sebagai agen perubahan, agen pembangunan dan agen kebudayaan, sebagai lembaga pendidikan nonformal, sebagai pembimbing pengunjung perpustakaan, berperan dalam melestarikan koleksi bahan pustaka, sebagai ukuran atas kemajuan masyarakat, berperan untuk mengurangi kenakalan remaja. Namun dalam menjalankan peran tersebut, terdapat beberapa kendala yaitu koleksi buku kurang lengkap, fasilitas pompa air yang sering hilang, jangkauan wilayah kegiatan sosialisasi kurang luas. Kata Kunci: Peran, Perpustakaan, Minat
INOVASI PELAYANAN PUBLIK KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN GRESIK MELALUI RUMAH LAYANAN PERTANAHAN TERPADU DI DESA WOTAN KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK LILIK MAHMUDAH
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik merupakan salah satu instansi pemerintahan non kementerian di Indonesia yang memberikan pelayanan di bidang pertanahan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melakukan sebuah inovasi pelayanan, salah satunya dengan mendirikan Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan. Inovasi ini dilatarbelakangi jauhnya jarak yang harus ditempuh masyarakat di desa untuk datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Publik Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melalui Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu relative advantage, compatibility, complexity, triabilitty, observability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Pelayanan Publik Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melalui Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan Kecamatan Panceng mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Wotan. Pada atribut relative advantage ditunjukan dimana masyarakat Desa Wotan tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota Kabupaten Gresik untuk pendaftaran sertifikat dan pembayaran PBB. Compatibility inovasi- inovasi sebelumnya yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik dilakukan di kantor, tetapi kali ini di desa. Complexity terkait mekanisme dan prosedur tidak ada kerumitan, justru dalam persyaratan pendaftaran sertifikat dipermudah. Triability inovasi yang dilakukan telah melalui proses uji coba dan setelahnya beberapa kali dilakukan sosialisasi, akan tetapi dalam hal ini pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik kurang proaktif dalam memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat. Observability dalam hal ini inovasi dapat dikatakan mudah diamati dan berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat Desa Wotan. Kata Kunci: Layanan, Pertanahan Terpadu.
Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Intensifikasi Retribusi Parkir (Studi Pada UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Surabaya) Yanuar Fajar Mukti
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Kota Surabaya merupakan wilayah yang sangat besar dan luas sehingga mempengaruhi jumlah penerimaan pendapatan dari sumber-sumber pendapatan yang sudah ada setiap tahunnya khususnya pendapatan yang bersumber dari retribusi parkir karena adanya potensi-potensi yang dapat dijadikan penambahan sumber penerimaan dari sektor perparkiran. Namun pada kenyataannya, realisasi pendapatan dari parkir masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Sehingga penting untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya melalui Instensifikasi retribusi parkir serta faktor- faktor yang menjadi penghambat. Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang juga digunakan sebagai teknik analisis yaitu deskriptif kualitatif yang merupakan pendekatan penelitian dengan tujuan utama untuk mencari jawaban mendalam atas suatu gejala, fakta atau realita. Fokus pada penelitian inj menggunakan teori dari jufrizen, (2013) mengenai Intensifikasi yang meliputi, memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan,, meningkatkan efisiensi administrasi, meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik., dan faktor yang menjadi penghambat upaya UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor parparkiran melalui Intensifikasi retribusi parkir. Dari analisa yang dilakukan, diketahui UPTD Parkir Dishub Kota Surabaya melakukan peningkatkan PAD melalui retribusi parkir dengan : memperluas basis penerimaan melalui perbaikan kualitas pelayanan yang baik terhadap pengendara yang memarkir kendaraannya. Melakukan inovasi pelayanan parkir dengan karcis parkir berhadiah. Memperkuat sistem administrasi untuk menambal kebocoran pendapatan retribusi parkir disebabkan oleh oknum-oknum jukir. Memperkuat proses pemungutan dengan membagi jukir dan koordinator jukir, termasuk dalam hal pengumpulan hasil retribusi. Meningkatkan pengawasan dengan menyediakan pusat pelaporan online dan pengawasan secara langsung dengan melakukan patroli rutin. Meningkatkan efisiensi administrasi melalui kompetensi dan kinerja karyawan UPTD Parkir Dishub Kota Surabaya. Perencanaan peningkatan kapasitas penerimaan retribusi parkir, dengan melakukan survei lokasi sehingga target yang ditetapkan sesuai dengan realitas di lapangan. Kata Kunci: Intensifikasi, Pendapatan, Retribusi
STRATEGI PELAYANAN SATU PINTU DALAM MENANGANI PENGADUAN DARURAT OELH PEMERINTAH KOTA SURABAYA MELALUI LAYANAN DARURAT 112 COMMAND CENTER ELIT MILLATI AFIFA
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Layanan Darurat 112 Command Center Kota Surabaya merupakan salah satu strategi pelayanan satu pintu oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani pengaduan darurat. Dalam Command Center Room Kota Surabaya, dinas-dinas yang menangani masalah darurat yang awalnya memiliki posko-posko sendiri akan disinergikan dalam satu ruangan untuk menerima laporan masyarakat dan memantau kondisi kota selama 24 Jam. Dibentuknya layanan Darurat 112 Command Center ini dikarenakan permasalahan pelayanan publik yang muncul seperti kurang cepatnya penanganan kondisi darurat yang seharusnya harus ditangani dengan cepat karena memiliki tingkat urgensi yang tinggi terkait nyawa manusia. Dan banyaknya nomor pengaduan darurat yang banyak dan mempersulit masyarakat untuk menghafalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai strategi pelayanan satu pintu dalam menangani pengaduan darurat oleh Pemerintah Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Teori strategi yang digunakan yaitu lima strategi peningkatan layanan yang dari Osborne meliputi Strategi Inti, Strategi Konskuensi, Strategi Pelanggan, Strategi Pengawasan, Strategi Budaya (Hariyanto:2003) serta mendeskripsikan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pelayanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara terstruktur sedangkan teknik analisis data dalam penelitian menggunakan anlisis kualitatif menurut Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyaajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi (Sugiyono, 2014). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi pelayanan satu pintu melalui layanan darurat 112 Command Center dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa kekurangan dan hambatan yang terjadi. Hambatan tersebut yaitu mengenai upaya sosialisasi yang tidak menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang kurang faham mengenai layanan ini. Kemudian penanganan yang kurang merata ditiap-tiap daerah seperti penanganan terhadap banjir. Sedangkan untuk jumlah laporan yang dilaporkan semakin hari semakin banyak. Kata kunci : Strategi, Penanganan Darurat, Command Center Surabaya
IMPLEMENTASI SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI SATUAN PENYELENGGARA ADMINISTRASI SIM (SATPAS) COLOMBO SURABAY Indro Nurabdi Rustopo
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Satpas Colombo Surabaya sebagai penyelenggara pelayanan publik membuat terobosan kreatif mengenai Surat Izin Mengemudi (SIM), yaitu SIM Online. SIM Online dapat mempermudah masyarakat dalam perpanjangan SIM dan pendaftaran baru. Pelayanan SIM Online ditujukan untuk warga Surabaya maupun luar Kota Surabaya. Warga luar Kota Surabaya dapat memperpanjang SIM di Kota Surabaya tanpa harus kembali ke Daerah asalnya. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan sosialisasi yang terlihat dari masih adanya masyarakat yang kurang paham mengenai mekanisme SIM Online. Aplikasi yang kaku pada database juga menjadi kekurangan SIM Online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Surat Izin Mengemudi (SIM) Online Di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) Colombo Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi George C. Edward III, yang terdiri dari empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan SIM Online di Satpas Colombo Surabaya mendapatkan respon yang baik oleh masyarakat dalam pelaksanaan implementasinya, sebagai berikut 1) komunikasi, pihak Satpas Colombo Surabaya sudah melakukan sosialisasi tentang SIM Online kepada masyarakat. 2) sumber daya, masih kurangnya jumlah staff, telah memberikan informasi yang jelas terhadap masyarakat, dalam pelaksanaanya masih saja di jumpai oknum yang memberikan kemudahan, dan mengenai fasilitas peralatan sudah sangat lengkap dan siap menunjang kebijakan SIM Online, namun masih memiliki kendala terhadap jaringan atau koneksi serta kendala yang berupa renovasi gedung 3) disposisi, petugas SIM Online memiliki pemahaman yang tinggi terhadap keluhan masyarakat. 4) struktur birokrasi, bentuk tanggungjawab pelaksana SIM Online di satuan penyelenggara administrasi sim (SATPAS) berdasarkan perkap nomor 9 Tahun 2012 dan SOP SIM Online. Saran yang diajukan yaitu melakukan kerjasama dengan layanan provider untuk menstabilkan jaringan koneksi, menyiapkan ruangan khusus untuk pemohon SIM selama gedung direnovasi serta meningkatkan kualitas aplikasi. Kata kunci :Implementasi, Mengemudi, Online
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 1.1 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN GERAKAN TUNTAS PENANGANAN GIZI BURUK (RESTU IBU) (Studi Pada Program Gerakan Masyarakat Anti Gizi Buruk Di Puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi) DANANG SAGITA PUTRA
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif penanggulangan gizi buruk di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, Puskesmas Bringin mengeluarkan program Gerakan Masyarakat Anti Gizi Buruk (GEMATI GIBUR). Program Gemati Gibur adalah program yang mengarahkan perubahan status gizi pada balita dan merubah perilaku orang tua asuh balita. Kelompok sasaran dalam Program Gemati Gibur ini adalah balita yang berusia dua sampai lima tahun yang menderita gizi buruk yang berjumlah 12 anak. Kegiatan program Gemati Gibur seperti Pos Gizi Mandiri Masyarakat dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pada pelaksanaannya, masyarakat belum paham tentang program Gemati Gibur dan kurangnya jumlah staf gizi di Puskesmas Bringin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pelaksana program kepada masyarakat. Dalam sosialisasi, penyampaian materi program Gemati Gibur kepada kelompok sasaran kurang dapat diterima dengan baik. Sedangkan untuk konsistensi materi sudah cukup konsisten. Sumber daya manusia dalam pelaksanaan program Gemati Gibur masih kurang dalam segi jumlah petugas gizi Puskesmas. Informasi yang didapatkan oleh para pelaksana program Gemati Gibur sudah cukup baik. Dalam pelaksanaan program Gemati Gibur, wewenang berada pada staf gizi Puskesmas. Fasilitas bermain balita di Pos Gizi Masyarakat masih kurang. Untuk aspek disposisi, sikap implementor program Gemati Gibur sudah baik, tetapi tidak ada penambahan insentif untuk Kader Pendamping. Sedangkan dalam pelaksanaan program Gemati Gibur sudah sesuai dengan SOP. Saran peneliti yaitu dibutuhkan anggaran dana dari Pemerintah Daerah, penambahan jumlah staf gizi Puskesmas, menambah sarana bermain untuk balita di Pos Gizi, serta penambahan insentif bagi Kader Pendamping. Kata Kunci : Implementasi, Gemati Gibur, Balita.
INOVASI PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI LAYANAN SAMSAT MINI (SAMIN) DI KANTOR BERSAMA SAMSAT KABUPATEN BOJONEGORO Zaenal Mustofa
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Samsat singkatan dari Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap, yaitu suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri, Bapenda dan PT. Jasa Raharja (Persero). Samsat memberikan pelayanan untuk penerbitan STNK/TNK yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas Negara baik melalui PKB, BBN-KB dan SWDKLLJ dan dilaksanakan pada satu kantor yang diberi nama Kantor Bersama Samsat. Dalam upaya memberikan pelayanan tersebut khususnya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pihak Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bojonegoro membentuk inovasi layanan Samsat Mini (SAMIN). Hadirnya layanan Samsat Mini (SAMIN) disebabkan dari adanya prektek terselubung calo, joki, dan pungli serta masih banyaknya pengaduan masyarakat akan pelayanan yang dilakukan oleh Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi serta hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Melalui Layanan Samsat Mini (SAMIN) di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini didasarkan pada teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008:17) yang terdiri dari relative advantage, compatibility, complexity, triability, dan observability serta mendeskripsikan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan layanan Samsat Mini (SAMIN). Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Melalui Layanan Samsat Mini (SAMIN) di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa kekurangan dan hambatan yang terjadi. Kekurangan dari inovasi layanan Samsat Mini (SAMIN) dapat dilihat dari teori atribut inovasi yaitu triability (kemungkinan dicoba). Dalam atribut inovasi tersebut dapat dilihat bahwa uji coba pelayanan dan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bojonegoro yang kurang maksimal. Hal ini dapat ditunjukkan dengan jumlah laporan wajib pajak dalam layanan Samsat Mini (SAMIN) yang masih sedikit. Sedangkan untuk hambatan yang terjadi dalam inovasi layanan Samsat Mini (SAMIN) adalah ketika jaringan internet yang digunakan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor sedang trouble atau bermasalah serta banyak dari masyarakat selaku wajib pajak yang tidak mengetahui jadwal pelayanan Samsat Mini (SAMIN). Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan, Samsat Mini (SAMIN).
INOVASI PELAYANAN PROGRAM KERJA ONLINE MALAM (KOLAM) PADA KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT)  KABUPATEN NGANJUK Devi Rahma Katrina
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau SAMSAT merupakan suatu sistem kerja terpadu antara Badan Pendapatan Provinsi, Polri dan PT. Jasa Raharja. Samsat merupakan instansi penyelenggara Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Guna meningkatkan kualitas pelayanan dan komitmen untuk memperbaiki pelayanan yang ada, Kantor Bersama Samsat Nganjuk menciptakan suatu inovasi pelayanan yaitu Program Kerja Online Malam (KOLAM). Hal yang melatarbelakangi adanya program ini adalah banyaknya keluhan masyarakat pada saat membayar pajak kendaraan bermotor mereka di Samsat Keliling yang seringkali harus mengantri dan bahkan terlambat. Selain itu adalah untuk memberikan alternatif pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi para wajib pajak yang tidak bisa membayar pada saat jam kerja, karena Samsat KOLAM ini buka pada saat malam hari yaitu dari pukul 19.00 s/d 21.00. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mengetahui hambatan Inovasi Pelayanan Program KOLAM (Kerja Online Malam) pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Nganjuk. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada teori atribut inovasi menurut Rogers Suwarno (2008:17) yang terdiri dari Relative Advantage, compatibility, complexibility, triability, dan observability. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Pelayanan Program Kerja Online Malam (KOLAM) pada Samsat Nganjuk telah mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang dilakukan diluar jam kerja dan untuk mengatasi keterlambatan/antrian wajib pajak di Samsat Keliling sehingga memenuhi aspek Relative Advantage. Pada aspek Compatibility, Samsat KOLAM merupakan pengembangan dari Program Samsat Payment Point sehingga prosedur dan mekanisme tetap sama namun lagi melalui perbedaan jam pelayanan yang dimulai pada malam hari. Pada aspek Complexibility, Samsat KOLAM tidak terdapat kerumitan karena tidak ada perbedaan terkait prosedur dan mekanisme pembayaran pajak kendaraan bermotor yang membedakan hanyalah jam pelayanannya saja. Pada aspek Triability Samsat KOLAM telah melalui fase uji coba atau pengenalan melalui media massa seperti koran, radio dan banner/papan pengumuman. Dan yang terakhir adalah aspek Observability, Samsat KOLAM mudah diamati karena prosedur yang cukup jelas selain itu juga lokasi Loket yang strategis sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya wajib pajak. Kendala yang ada pada pelaksanaan Samsat KOLAM yaitu pada jaringan dan juga kurangnya sosialisasi dimana ada beberapa masyarakat yang kurang tahu mengenai adanya program Samsat KOLAM. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Samsat KOLAM secara garis besar telah berjalan dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala, sehingga peneliti menyarankan agar perbaikan pada jaringan lebih ditingkatkan lagi guna mendukung kelancaran pengolahan data wajib pajak. selain itu sosialisasi mengenai adanya Program Samsat KOLAM ini perlu ditingkatkan dengan memberikan brosur atau selebaran maupun pembuatan web untuk Samsat Nganjuk terutama untuk Program Kerja Online Malam (KOLAM) tersebut. Kata Kunci : Inovasi, Program, Kerja

Page 66 of 129 | Total Record : 1286