cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM RAPOR ONLINE DI SMK NEGERI 1 SURABAYA KEVIN BAGUS RHESA FIRMANDA
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

IMPLEMENTASI PROGRAM RAPOR ONLINE DI SMK NEGERI 1 SURABAYA Kevin Bagus Rhesa Firmanda S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya kevinfirmanda@gmail.com Muhammad Farid Ma’ruf, S.Sos, M.AP S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya muhammadfarid@unesa.ac.id Abstrak Program rapor online merupakan sebuah inovasi dukungan pelayanan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam menyambut penerapan dari Kurikulum 2013 (K13). Dalam Kurikulum 2013 (K13) sendiri mengharuskan guru untuk merincikan lebih detail terkait dengan empat aspek penilaian. Salah satu sekolah yang menerapkan rapor online adalah SMK Negeri 1 Surabaya, dengan banyaknya jumlah murid yang ada maka rapor online diharapkan dapat membantu guru dalam menuliskan hasil belajar siswa. Masalah yang ada dalam implementasi program rapor online di SMK Negeri 1 Surabaya adalah adanya beberapa guru yang kurang paham mengenai teknologi informasi, lambatnya koneksi server rapor online, hingga pemahaman dari wali murid yang sama sekali kurang terhadap rapor online. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program rapor online di SMK Negeri 1 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program rapor online di SMK Negeri 1 Surabaya dengan menggunakan teori dari Geroge Edward III yang memiliki 4 indikator yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi program rapor online di SMK Negeri 1 Surabaya sudah berjalan baik namun masih terdapat beberapa kendala. Kendala yang dihadapi dari indikator komunikasi adalah kurang jelasnya penyampaian informasi mengenai kebijakan. Kemudian untuk indikator sumberdaya dapat dikatakan cukup baik, dilihat dari kuantitas serta kualitas sumber daya yang dimiliki. Selanjutnya dari indikator disposisi sudah terpenuhi mengingat adanya insentif yang diberikan kepada para guru, namun dari indikator struktur birokrasi masih terdapat kendala dari belum maksimalnya evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Dilihat dari permasalahan yang ada terdapat beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti yakni (1) Meningkatkan komunikasi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan pihak sekolah; (2) Perlu adanya pelatihan IT kepada guru-guru di SMK Negeri 1 Surabaya; (3) Pihak sekolah perlu meningkatkan sosialisasi kepada wali murid SMK Negeri 1 Surabaya; (4) Dinas Pendidikan Kota Surabaya perlu membuat SOP mengenai program rapor online. Kata Kunci : implementasi, kebijakan, rapor online
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (Studi Pada Kelompok Sasaran Keluarga Dengan Remaja di Dusun Waung Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk) ARIZQI ISTIADI
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (Studi Pada Kelompok Sasaran Keluarga Dengan Remaja di Dusun Waung Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk) Arizqi Istiadi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya Arizqi46@gmail.com Hj. Weni Rosdiana, S. Sos., M.AP. S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya wenirosdiana@unesa.ac.id Abstrak Program Kampung Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu inovasi program pemerintah dalam memperkuat program KKBPK dengan mempersempit ruang lingkup sasaran yaitu dalam tingkat wilayah atau desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator di dalam teori tersebut yaitu (1) komunikasi yang berisikan transmisi yang dilakukan dengan sosialisasi berupa undnagan sosialisasi di balai desa dan di berikan pembekalan, kejelasan informasi masih belum dipahami betul oleh masyarakat, dan konsistensi program Kampung KB di lakukan dengan berdasarkan Juknis Kampung KB (2) sumber daya yang berisikan sumber daya manusia dengan jumlah yang sudah mencukupi, anggaran yang didapatkan berasal dari BKKBN Provinsi, APBD, serta ADD, sementara fasilitas yang diberikan yaitu berupa tempat kegiatan dan juga tambahan buku binaan untuk para kader(3) dan struktur birokrasi yaitu terdapat SOP yang mana menggunakan Juknis Kampung KB sebagai pedoman prosedur pelaksanaan Kampung KB serta fragmentasi yang mana pembagian tugas yang dijalankan oleh Dinas PPKBD, UPT-PPKBD Kecamatan Prambon, PLKB, dan kader sudah sesuai dengan buku petunjuk teknis Kampung KB. Ketiga indikator tersebut sudah dikatakan berjalan sesuai dengan harapan. Bebeda dengan indikator lainnya, untuk indikator disposisi yang terdapat sikap dan juga insentif disini mengalami sebuah hambatan, dimana hambatan tersebut terletak pada disposisi sikap yang diberikan oleh implementor yaitu Kader yang kurang kompeten atau maksimal dalam pelaksanaan program Kampung KB, dan mengakibatkan terhambatnya program tersebut. Dari masalah yang muncul tersebut maka peneliti memberikan saran yaitu (1) meningkatkan metode penyampaian informasi dengan lebih jelas dan mudah dipahami (2) segera menjalankan program PIK dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah (3) Meningkatkan lagi kemampuan personal dari para kader dalam pemahaman, penyampaian dan pelaksanaan materi melalui pelatihan-pelatihan lagi. Kata Kunci : implementasi, kebijakan, Kampung KB
EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KASAWASAN AGROPOLITAN DI DESA MAYANGGENENG KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Lutfi Firnandi Rachman
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KASAWASAN AGROPOLITAN DI DESA MAYANGGENENG KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Lutfi Firnandi Rachman S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya lutfifirnandirachman@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos., M.Si., S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Kebijakan Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Mayanggeneng merupakan salah satu desa terpilih dalam mendukung jalannya program kebijakan yang menangani kesenjangan ekonomi berbasis pertanian dengan mensinergikan berbagai potensi yang ada, utuh dan meyeluruh, berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Evaluasi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari staff Bappeda Kabupaten Bojonegoro, staff Dinas Pertanian, staff Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, staff Desa Mayanggeneng, dan kelompok sasaran petani/masyarakat desa penerima kebijakan. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan evaluasi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yang dilihat dari 6 indikator model evaluasi menurut William N. Dunn yaitu efektivitas, belum bisa dikatakan efektif karena terkait bimbingan teknik budidaya jambu biji yang dianggap kurang, pelatihan pemasaran buah maupun hasil olahan masim minim dan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pihak terkait dalam pembangunan/perbaikan infrastruktur penunjang. Efisiensi, sudah cukup baik, dalam pelaksanaan program yang sumberdananya berasal dari APBD dan tersalurnya kegiatan dari Tim Pokja dalm mendukung PKA, serta hasil panen yang bagus lima kilo lebih perpohon. Kecukupan, kenyataan dilapangan dianggap belum optimal, dipengaruhi oleh hasil buah dari budidaya jambu yang yang tidak dapat berkembang dari hasil pertama panen, minimnya pengembangan hasil olahan dan pembangunan/perbaikan akses jalan belum terpenuhi, serta kurangnya komunikasi antara pelaksana dan sasaran dalam penyatuan komitmen. Perataan, ditunjukan dengan dana yang disalurkan melalui kegiatan-kegiatan yang berbeda dari Tim Pokja Agopolitan sesuai tugas fungsi masing-masing, walaupun dari Pemerintah Desa kurang mendukung. Responsivitas, terkait hasil dan pemenuhan kebutuhan sudah berjalan baik, namun respon dari petani dan pemerintah desa belum menyadari terkait kualitas tanaman jambu biji dan kurangnya penyatuan komitmen. Ketepatan, berdasarkan hasil temuan di lapangan dirasa sudah tepat. Didukung dengan potensi komoditas yang sudah berkembang, terjalinnya hubungan kemitraan dengan pihak ketiga, terbangunnya kebun/sentra produksi jambu biji, menumbuhkembangkan usaha tani agribisnis dan agrowisata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa evaluasi program pengembangan kawasan agropolitan di Desa Mayanggeneng sudah berjalan baik, namun belum sepenuhnya maksimal, maka saran peneliti adalah 1)Perlunya penambahan frekuensi bimbingan teknis terkait budidaya, pelatihan olahan buah jambu biji serta pemasaran, sehingga dalam usaha mendorong kegiatan agribisnis dan agrowisata dapat optimal. 2) Diadakannya penambahan pelatihan dengan mengundang lembaga THP (Teknologi Hasil Pertanian), dengan upaya mendorong pola pola pikir petani/masyarakat dalam mengelola hasil buah yang tidak terjual dengan bentuk olahan sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 3) Perlunya dukungan dari Pemerintah Desa dalam pelaksanaan program PKA, sehingga dalam pelaksanaan dapat bersinergi dan berjalan dengan baik. Kata kunci : Kebijakan, Pertanian, Agropolitan
KUALITAS PELAYANAN WADAH USULAN DAN KELUHAN (e-Wadul) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SURABAYA MAN ANGGA ANTONO
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

KUALITAS PELAYANAN WADAH USULAN DAN KELUHAN (e-Wadul) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SURABAYA Manangga Antono S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya email: mananggaa@gmail.com Indah Prabawati S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya email: prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Pelayanan publik yang berkualitas pada dasarnya harus memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dan dapat dipertanggung jawabkan oleh administrstor. Untuk melakukan hal tersebut pemerintah Kota Surabaya memberikan layanan pengaduan berbais IT bernama e-Wadulsebagai pertanggung jawbannya. Wadah usulan dan keluhan (e-Wadul) merupakan layanan pengaduan online yang mengadopsi sistem e-Government dengan tipe penerapan Government to Citizen (G2C). Upaya tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk warga Surabaya.Dalam penelitian ini untuk mencapai kepuasan dituntut kualitas pelayanan prima yang tercermin dari 6 hal yaitu transparansi, akuntabilitas, kondisional, pertisipatif, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan e-Wadul dilihat dari segi transparansi telah cukup baik yang dibuktikan dengan adanya sosialisasi dan keterbukaan pelayanan kepada semua masyrakat. Aspek akuntabilitas pelayanan e-Wadul berpedoman pada Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan dalam proses pelyanan berpedoman pada Sandard Operate Prosedure (SOP) dari SK Walikota Surabaya No 88.45/59/436.1.2/2015 telah diimplementasikan dengan baik. Aspek kondisional dalam memberikan pelayanan telah mendukung dimana kondisi sumber daya manusia yang berkopetensi dibidangnya serta ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk penyelenggaraan pelayanan publik. Dari keseluruhan 6 indikator kualitas pelayana prima dalam pelayanan e-Wadul telah menunjukkan hasil yang baik, namun masih dibutuhkan sosialisasi yang intensif dan flow up dari SKPD terkait kejelasan penyelesaian laporan. Kata Kunci:Pelayanan Publik, Pengaduan, e-Wadul
AKUNTABILITAS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (Studi Kasus Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik) RACHMAD FANANI ROIS
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Akuntabilitas merupakan salah satu prinsip pada Good Govenance yang memiliki pengertian suatu bentuk upaya pertanggung jawaban kepada publik atas segala aktifitas yang telah dilakukan oleh suatu instansi pemerintah. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah dapat bekerja secara efektif dan transparan didukung dengan komitmen yang telah terbentuk dalam pelaksanaanya. Pemerintah Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik adalah suatu instansi pemerintah yang mendukung terciptanya good governance khususnya akuntabilitas. Akuntabilitas tersebut diterapkan pemerintah Desa Pangkahkulon dalam pengelolaan dana desa yang ditujukan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Desa Pangkahkulon beserta perangkat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, masyarakat Desa Pangkahkulon. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Pangkahkulon telah menciptakan good governance sehingga akuntabilitas di pemerintahan Desa Pangkahkulon sudah berjalan dengan baik walaupun belum mempunyai sistem pengelolaan dana desa segala kegiatan dapat dipertanggung jawabkan sesuai peraturan yang sudah ditetapkan, tetapi masih ada kelemahan yang harus diatasi. Desa Pangkahkulon memfokuskan pelaksanaan dana desa dengan pembangunan infrastruktur desa, diamping itu kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak terlalu tampak dilaksanakan Pemerintah Desa Pangkahkulon sehingga sedikit manfaat yang dirasakan masyarakat.. Adanya pelatihan dan pembentukan suatu sistem yang diadakan untuk meningkatkan pengelolaan dana desa sangat dibutuhkan untuk lebih memaksimalkan kualitas pelaksanaan dana desa. Kata Kunci: Akuntabilitas, Good Governance, Dana Desa
PARTNERSHIP PEMERINTAH DAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN DI KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA RUMAH PINTAR MATAHARI) RAMADHAN N RIZAL
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Jumlah anak jalanan terus meningkat, Saat ini tercatat di Kementerian Sosial mencapai sekitar 4,1 jutapadatahun 2016. Pemerintah berpartnership dengan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan anak jalanan yang berada di Kecamatan Krembangan Kota Surabaya. Faktor keberhasilan partnership menurut America’s National Council on Public private Partnerhip yaitu Networking, Coordination, Cooperation, Willingness, Trust, Capability, A Conductive Environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Partnership pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan anak jalanan pada Rumah Pintar Matahari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini terdiri dari Dinas Sosial Kota Surabaya, Pengurus Rumah Pintar Matahari, warga sekitar Rumah Pintar Matahari, serta orang tua anak jalanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partnership pemerintah dan organisasi masyarakat dikatakan baik. Dari tujuh indikator faktor keberhasilan Partnership hanya terdapat dua kendala pada indikator Cooperation dan Coordination. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu pada aspek Cooperation lebih baik lagi dalam melakukan kerjasama. Sedangkan pada aspek coordination lebih baik untuk Rumah Pintar Matahari membuat tempat singgahnya sendiri dan tidak mengontrak lagi. Kata kunci: Partnership, pemberdayaan, anak jalanan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN SITUS SEJARAH KOTA SURABAYA MELALUI WISATA EDUKASI BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG LAWAS MASPATI SURABAYA Lutfia Nur Imanah
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang terdapat banyak bangunan dan situs bersejarah yang dilindungi dan harus dilestarikan. Partisipasi dari masyarakat dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk melestarikan situs sejarah karena sejauh ini kepedulian masyarakat terhadap situs peninggalan bersejarah dirasa masih rendah karena masih adanya bangunan bersejarah yang diruntuhkan atau dimusnahkan. Sebagai upaya untuk melindungi situs sejarah yang ada di Kota Surabaya khususnya yang ada di Kampung Maspati, pemerintah Kota Surabaya meresmikan Kampung Lawas Maspati menjadi kampung wisata edukasi berbasis masyarakat. Masyarakat dapat memberikan partisipasinya mulai dari sumbangan ide hingga sumbangan berupa harta benda. Sehingga dalam melestarikan situs sejarah yang ada di Kampung Lawas Maspati dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam melestarikan situs sejarah Kota Surabaya melalui wisata edukasi berbasis masyarakat di Kampung Lawas Maspati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Pengurus Kampung Lawas Maspati, warga Kampung Lawas Maspati, serta pengunjung Kampung Lawas Maspati. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam melestarikan situs sejarah Kota Surabaya melalui wisata edukasi berbasis masyarakat di Kampung Lawas Maspati Surabaya dapat dikatakan baik. Dari lima indikator jenis-jenis partisipasi menunjukkan bahwa terdapat satu kendala pada indikator partisipasi keterampilan dan kemahiran, yaitu kemahiran masyarakat Kampung Lawas Maspati dalam berbahasa asing masih kurang sehingga sering mengalami kesulitan pada saat kedatangan tamu asing. Akan tetapi masyarakat Kampung Lawas Maspati telah memberikan keterampilannya dalam bidang yang lain. Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu perlu adanya pelatihan atau pembelajaran mengenai bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sehingga masyarakat Kampung Lawas Maspati tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi wisatawan asing yang datang berkunjung. Kata kunci: Partisipasi, wisata, kampung
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) BIDANG PENDIDIKAN DI DESA KEDUNGROJO KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN Ganang Dibya Angkasa
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu program pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban merupakan salah satu desa yang mempunyai jumlah KSM yang cukup banyak dan adanya anak yang tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikannya serta adanya KSM yang masuk dalam kriteria peserta penerima bantuan namun tidak terdaftar sebagai peserta penerima dana bantuan PKH. Peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Bidang Pendidikan di Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Subyek penelitian ini terdiri dari Pendamping PKH Desa Kedungrojo, Guru, masyarakat penerima PKH di Desa Kedungrojo. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini dilihat dari enam variabel keberhasilan implementasi yaitu, standar, tujuan dan sasaran kebijakan sudah sesuai dengan standar, tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kedua untuk sumber daya manusia tidak terdapat hambatan, semua sudah ditetapkan dan difungsikan sesuai tugasnya masing-masing, untuk sumber daya finansial perlu adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum terdaftar menjadi peserta PKH, dan sumber daya waktu meliputi pencairan dana terdapat kendala yaitu sering mengalami keterlambatan dalam pencairan dana bantuan. Ketiga, karakteristik agen pelaksana sudah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Keempat, disposisi implementor adanya dukungan positif dari pelaksana program. Kelima, koordinasi yang dilakukan oleh para pelaksana program kurang berjalan baik serta komunikasi yang berjalan dari UPPKH maupun dari Pendamping kurang intensif dalam penyampaian pelaksanaan program. Keenam, lingkungan sosial dalam penelitian ini adalah respons positif yang diberikan oleh warga Desa Kedungrojo, lingkungan politik yaitu adanya dukungan dari Kepala Desa, Camat dan Bupati dan lingkungan ekonomi yang kurang kondusif dan sangat memberi pengaruh terhadap jalannya program. Saran pelaksana pusat UPPKH perlu memberlakukan pembaruan data yang jelas dan akurat dalam pemilhan calon peserta PKH, sehingga KSM terpilih menjadi peserta sesuai dengan sasaran yang dituju, perlu adanya penambahan dana tambahan supaya dapat mencukupi sejumlah KSM yang belum terdaftar menjadi peserta PKH, Pendamping dan pelaksana pusat UPPKH harus lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada peserta PKH yang kurang bijak dalam menggunakan dana bantuan, Koordinasi dan Komunikasi antara pusat UPPKH maupun Pendamping harus berjalan dengan baik agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan, serta peserta PKH khususnya masyarakat Desa Kedungrojo yang terdaftar harus lebih bijak dalam menggunakan dana bantuan yang diberikan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan dan Kesehatan yang sesuai dari tujuan program. Kata Kunci: Implemntasi, Program Keluarga Harapan, Pendidikan
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK PARIWISATA CAFE SAWAH (Studi Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang) winda ikke tantina
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Pariwisata saat ini tidak hanya menjadi sarana untuk berlibur, namun juga menjadi kebutuhan banyak orang, tidak heran jika perkembangan pariwisata menjadi sangat pesat bahkan sudah menjadi peluang untuk berbisnis yang menjanjikan. Banyak objek wisata baru yang ditemukan sehingga pengembangan wisata memang sangat diperlukan agar wisata tersebut dapat dikelola secara maksimal dan menjadi daya tarik wisatawan. Sektor pariwisata memerlukan suatu strategi pola pengembangan yang terencana dan tersususun agar potensi yang dimiliki dapat dikelola secara maksimal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan objek pariwisata Cafe Sawah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, kepala desa Pujon Kidul, Manager pengelola objek wisata Cafe Sawah, pedagang di sekitar area objek wisata, dan pengunjung yang dipilih menggunakan metode incidental sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan objek pariwisata Cafe Sawah yang dilakukan memiliki empat indikator, yaitu yang pertama mengembangkan industri pariwisata dengan mengembangkan usaha warung di area wisata dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pujon Kidul. Strategi kedua adalah mengembangkan destinasi pariwisata dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi kenyamanan pengunjung seperti kantin, toilet, mushola, area parkir, dan wahana permainan. Strategi ketiga adalah pemasaran dan promosi pariwisata dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram. Strategi keempat adalah pengembangan sumber daya pariwisata, yang dalam hal ini adalah pengembangan sumber daya manusia menjadi tenaga terampil dalam bidang pariwisata. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Pariwisata
INOVASI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN  PADA SISTEM UJI KIR (STUDI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SIDOARJO) PRATIWI DWI AGESTI
Publika Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Tuntutan masyarakat yang semakin cerdas dalam menilai pelayanan publik mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Seperti permasalahan banyaknya praktik percaloan dan pungli yang dilakukan oknum pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo untuk itu dibuat program inovasi dengan berbasis sistem dan komputerisasi. Penelitian yang dilakukan di Dinas Perghubungan Kabupaten Sidoarjo ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori inovasi manfaat teknologi informasi dan komunikasi Richard Heeks (2001:19). Penentuan informan menggunakan metode key informant yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan dalam manfaat pada tingkat pengelolaan tidak ada perbedaan dalam hal biaya karena sudah ketetapan dari pemerintah kemudian kurangnya sosialisasi dari pihak Dishub Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara peneliti dengan peserta uji kir. Kemudian dalam manfaat pada tingkat proses cukup maksimal dalam melaksanakan program inovasi peningkatan kualitas pelayanan pada sistem uji kir. Hal ini dibuktikan dengan perubahan pegawai dan peseta uji kir yang lebih baik sehingga program ini bisa tercapai sesuai misi Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo. Demi tercapainya tujuan utama program inovasi peningkatan kualitas pelayanan pada sistem uji kir yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat, maka berdasarkan hasil penelitian peneliti selama tiga bulan ini peneliti menyarankan bahwa perlu adanya sosialisasi yang lebih lanjut kepada masyarakat luas mengenai adanya program inovasi peningkatan kualitas pelayanan sistem uji kir di Dishub Sidoarjo, menyediakan K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang cukup baik karena di tempat pengujian kir banyak asap kendaraan membuat kesehatan petugas layak mendapat jaminan kesehatan khusus, rutin maintenance atau pemeliharaan serta perawatan mesin dan server yang digunakan untuk mencatat hasil uji kir secara berkala agar tidak terjadi trouble mendadak yang membuat pengujian menjadi ternganggu atau terhambat, dan membuat nama inovasi sebagai branding agar masyarakat lebih tertarik dan mudah diingat. Kata Kunci: Inovasi, Uji Kir.

Page 71 of 129 | Total Record : 1286