cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
Inovasi Layanan Cetak Tiket Mandiri (CTM) di Stasiun Besar Kota Madiun Kharismadia Putra Ekinasmara
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Transportasi merupakan sarana pemenuh kebutuhan bagi masyarakat indonesia seperti bekerja, sekolah, maupun berpergian dengan keluarga. Dari berbagai jenis transportasi yang ada di Indonesia kereta api merupakan salah satu transportasi favorit bagi masyarakat dengan alasan sifatnya yang cepat, aman serta lebih fleksibel dalam melakukan perjalanan. PT. KAI (Persero) sebagai satusatunya penyelenggara transportasi kereta api di Indonesia, terus berbenah dalam melakukan pelayanan demi menciptakan sebuah pelayanan yang berkualitas. Salah satu inovasi yang diciptakan PT.KAI adalah layanan cetak tiket mandiri. Cetak tiket mandiri ini adalah layanan untuk mempermudah para penumpang untuk mencetak tiket yang telah mereka beli melalui channel resmi yang telah bekerja sama dengan PT.KAI. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mendeskripsikan inovasi layanan cetak tiket mandiri di Stasiun Besar Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah inovasi layanan cetak tiket mandiri menggunakan lima atribut inovasi yaitu : keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, kemudahan diamati. Lokasi penelitian yaitu Stasiun Besar Kota Madiun. Berdasarkan hasil paparan penelitian inovasi layanan cetak tiket mandiri sudah dapat dikataakan dengan baik. Hal itu terlihat dari atribut inovasi keunggulan relatif yaitu inovasi ini memiliki keunggulan yang berupa kecepatan waktu para penumpang untuk mencetak tiket, atribut kesesuaian yaitu inovasi ini sudah sesuai dengan kebutuhan penumpang yaitu proses administrasi yang cepat, mudah dan fleksibel, atribut Kerumitan yaitu bahwa dalam inovasi ini tidak adanya kerumitan yang signifikan karena prosedur dan mekanisme penggunaan layanan ini dapat diperoleh dengan mudah dengan bantuan petugas, atribut kemungkinan dicoba yaitu bahwa pada awal layanan ini diterapkan berupa dua unit mesin cetak tiket mandiri dan masih terjadi penumpukan karena penumpang mulai beralih menggunakan layanan ini, sehingga pihak stasiun meminta agar ditambah satu unit menjadi tiga, atribut kemudahan diamati yaitu terlihat dari fasilitas ruang tunggu yang berada di dekat loket dan mesin cetak tiket mandiri yang sudah tidak berfungsi karena semenjak adanya layaanan ini sudah jarang terlihat antrian. Adapun saran dari peneliti terhadap PT.KAI kususnya Stasiun Madiun yaitu memperluas proses sosialisasi kepada masyarakat akan penggunaan layanan cetak tiket mandiri ini, melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat operasional berupa layar, printer, serta jaringan internet untuk menghindari resiko yang mungkin merugikan penumpang dan yang terakir adalah pengkajian ulang terhadap sistem boking yang hanya bisa dimasukan satu kali untuk bisa dilakukan lebih dari satu kali untuk mencegah kerugian apabila tiket tidak tercetak. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Cetak Tiket Mandiri
PENGARUH FAKTOR TINGKAT PENDIDIKAN DAN USIA TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM RUMAH BAHASA (Studi Pada Rumah Bahasa Kota Surabaya) DWI OKTAVIANTI
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Kota Surabaya merupakan salah satu Kota yang meyiapkan beberapa aspek untuk kedatangan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean. Salah satu aspek yang perlu disiapkan yaitu pada sumber daya manusia. Walikota Surabaya telah berinisiatif membuat sebuah program Rumah Bahasa. Program Rumah Bahasa ini menempatkan masyarakat sebagai pihak utama dalam pengembangan. Masyarakat perlu berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan Program Rumah Bahasa. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi, jadi masalah dalam penelitian iniyakni “Apakah factor tingkat pendidikan dan usia terhadap partisipasi masyarakat dalam program rumah bahasa kota Surabaya?. Penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh factor tingkat pendidikan dan usia terhadap partisipasi masyarakat di Rumah Bahasa Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel, variable Usia (x1) dan variabel Tingkat Pendidikan (x2) terhadap Partisipasi Masyarakat (Y). Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui metode kuesioner terhadap 100 responden peserta di RumahBahasa Kota Surbaya dengan menggunakan metode probability sampling untuk mengetahui tanggapan reponden terhadap masing-masing variabel. Kemudian dilakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis lewat uji F dan uji t, serta uji analisis koefisien determinasi (r2). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang berfungsi untuk membuktikan hipotesis penelitian. Data-data yang telah memenuhi validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 25,569 + 0,543 (x1) + 2,487 (x2) Hasil analisis mendapatkan bahwa kedua factor usia dan tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa kedua variabel independent yang terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependent partisipasi masyarakat. Kemudian melalui uji F dapat diketahui bahwa variable Usia dan Tingkat Pendidikan tidak berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap partisipasi masyarakat. Angka Adjusted R Square sebesar 7% bias dijelaskan oleh kedua variabel independent yang digunakan dalam persamaan regresi. Sedangkan sisanya sebesar 93% dijelaskan oleh variable lain diluar kedua variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Kata kunci: usia, pendidikan, partisipasi.
MANAJEMEN STRATEGI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN (TTP) DI DESA BANYUBANG KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN FAJAR KHOIRUNNAS
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Taman Teknologi Pertanian (TTP) Banyubang merupakan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang di bangun pada tahun 2015 di Desa Banyubang Kecamatan Selokuro Kabupaten Lamongan.Secara konseptual Taman Teknologi Pertanian (TTP) adalah salah satu pilihan model yang dikembangkan Kementan untuk menumbukan klaster-klaster bisnis baru sebagai dampak dari difusi tektologi dan pengembangan kawasan yang dikelola bersama instansi terkait dan masyarakat atau kelompok tani setempat.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menjelaskan dan mendiskripsikan secara tertulis mengenai manajemen strategi Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Banyubang.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi.Pengolahan data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Taman Teknologi Pertanian (TTP) Desa Banyubang telah berhasil menerapkan Manajemen Strategi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Desa Banyubang dalam bidang pemberdayaan Petani, penyelenggaraan pelatihan atau kegiatan dan melakukan kemitraan dengan swasta. Serta fokus utama manajemen strategi pada keberlanjutan program TPP telah mampu mandiri tanpa bantuan anggaran dari pemerintah untuk mengelola operasional TTP Banyubang sesuai dengan Road Map yang menetapkan diakhir tahun 2017 atau 3 tahun setelah program berjalan. Meskipun telah berhasil, terdapat kendala dalam manajemen strategi tersebut.Kendala dalam manajemen strategi Taman Teknologi Pertanian di Desa Banyubang yaitu administrasi perumusan strategi, penyusunan program kerja, tidak adanya SOP (Standar Operasional Prosedur) organisasi dan kurangnya kerjasama dengan pihak akademisi atau perguruan tinggi (academician). Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Pertanian, Pemberdayaan
EVALUASI PERDA KABUPATEN BOJONEGORO NO. 9 TAHUN 2010 TENTANG DESA (STUDI EVALUASI KEBIJAKAN BUMDes DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN KEPOHBARU KABUPATEN BOJONEGORO BUDI UTOMO
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sugihwaras merupakan salah satu dari 21 BUMDes yang masih aktif di Kabupaten Bojonegoro. BUMDes di Desa ini memiliki 4 unit usaha yaitu unit usaha air bersih (Hippam), unit usaha simpan pinjam, unit usaha rumah bayar listrik, dan unit usaha toko pertanian. permasalahan yang terdapat pada BUMDes ini adalah BUMDes ini belum mampu mengoptimalkan pendapatannya dari keempat unit usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi Perda Kabupaten Bojonegoro No. 9 Tahun 2010 Tentang Desa (Studi Evaluasi Kebijakan BUMDes di Desa Sugihwaras Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Pendamping BUMDes di Desa Sugihwaras yang ditunjuk oleh BAPPEDA, Sekdes Desa Sugihwaras yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Desa Sugihwaras, dan sebagian masyarakat Desa Sugihwaras sebagai pengguna layanan BUMDes. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sugihwaras yang dilihat dari 6 indikator model evaluasi yang telah dikemukakan oleh William N. Dunn yaitu 1) efektivitas, BUMDes di Desa Sugihwaras belum mampu mencapai tujuan dari didirikannya BUMDes karena BUMDes belum mampu meningkatkan PADes yang didasari dari BUMDes ini terlalu fokus untuk membantu masyarakat tanpa memikirkan keuntungan, Untuk mengelola potensi desa hanya unit usaha air bersih (Hippam) yang dapat mencapainya sedangkan ketiga unit usaha yang lain belum mampu, dari segi menciptakan lapangan kerja BUMDes ini belum mampu menciptakan lapangan kerja karena ketidakmampuan pemerintah desa dalam menggaji pengurus BUMDes 2) efisiensi, yang terjadi dilapangan adalah biaya perawatan sarana dan prasana serta biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan yang didapat sehingga hampir tidak ada keuntungan, disamping itu gaji yang diterima pengurus BUMDes tidak sepadan dengan usaha yang telah dilakukan, 3) kecukupan, BUMDes di Desa Sugihwaras ini belum mampu memberikan kontribusi pada peningkatan PADes, unit usaha yang mampu mengoptimalkan potensi desa hanya unit usaha air bersih (Hippam) dari keempat unit usaha yang ada, dan juga BUMDes belum mampu menyediakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat Desa Sugihwaras dikarenakan gaji yang diberikan minim, 4) perataan, hanya unit usaha air bersih (Hippam) yang mampu menjangkau semua masyarakat Desa Sugihwaras, sedangkan ketiga unit usaha lainnya belum mampu melakukan hal tersebut, 5) responsivitas, dari keempat unit usaha yang dimiliki oleh BUMDes di Desa Sugihwaras hanya unit usaha air bersih (Hippam) yang mendapat respon yang baik dari masyarakat Desa Sugihwaras, 6) ketepatan, BUMDes ini belum tepat karena belum mampu meningkatkan PADes yang didasari dari kurangnya dukungan pemerintah desa untuk menaikkan tarif, unit usaha ini juga belum tepat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena unit usahanya bergerak dibidang jasa yang tidak melibatkan masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sugihwaras masih belum optimal, maka saran peneliti adalah 1) Perlu adanya kenaikan tarif pada pelayanan yang diberikan dengan mempertimbangkan masyarakat desa dan biaya operasional, 2) penghapusan unit usaha rumah bayar listrik karena sudah tidak efektif dan digantikan dengan unit usaha baru yang dapat merangkul masyarakat sehingga selain meningkatkan PADes juga meningkatkan pendapatan masyarakat, 3) Pekerjaan sebagai pengurus BUMDes diharapkan dapat menjadi pekerjaan utama, sehingga pengurus BUMDes fokus dalam mengelola dan mengembangkan BUMDes. Kata kunci : Evaluasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN DESA SEHAT DAN CERDAS (GDSC)  DI DESA BULU KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO  (STUDI PADA PARAMETER SEHAT INDIKATOR ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANGKA KEMATIAN BAYI) Intan Permata Sakti
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Selain itu pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai salah satu investasi dalam menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan program Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) berdasarkan Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 47 tahun 2014 Tentang Gerakan Desa/Kelurahan Sehat dan Cerdas (GDSC) yang mempunyai sasaran 430 Desa dan Kelurahan yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data yang mendalam dari para informan, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) di Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro (Studi Pada Parameter Sehat Indikator Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi) masih mengalami kendala didalam pelaksanaannya. Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis teori model implementasi menurut Daniel Van Metter dan Van Horn yang terdapat enam variabel didalamnya, dimana hasil tersebut menunjukkan bahwa kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak pelaksana kepada masyarakat mengenai standar, tujuan dan sasaran program Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), masalah sumber daya yang belum memadai sehingga menghambat terlaksananya program. Pada sumber daya manusia kurangnya tenaga dibidang kesehatan sekaligus penginputan data, tingkat pendidikan masyarakat dan pola pikir yang masih percaya dengan pengobatan alternatif, ekonomi yang rendah karena masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai buruh tani. Saran yang diberikan oleh peneliti, yaitu a) Adanya anggaran khusus pada program Angka Kematian Ibu dan Bayi yang diambilkan dari Anggaran Dana Desa (ADD) dari RPJMDes, b) Dibentuknya tim panitia pelaksana program untuk mensosialisasikan agar masyarakat mengenal program mengenai AKI dan AKB. c) Adanya tambahan tenaga kesehatan (perawat) untuk membantu bidan desa sekaligus untuk pengimputan data. Kata Kunci: Implementasi, Gerakan, Desa
KUALITAS PELAYANAN REFERENSI DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAR WAHYU LESTARI
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, informasi, dan lainnya. Dari beberapa kebutuhan yang telah disebutkan, salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia adalah kebutuhan pendidikan. Untuk memperoleh pendidikan, salah satu cara yang ditempuh yaitu melalui perpustakaan. Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur atau yang biasa disebut dengan Bapersip merupakan suatu instansi pemerintah yang melayani pelayanan publik di bidang pendidikan. Salah satu layanan penting yang ada di Bapersip adalah layanan referensi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas pelayanan referensi di Bapersip. Metode penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian ini yaitu kualitas pelayanan publik dalam pelayanan referensi di Bapersip dapat dikatakan sudah cukup baik yang dilihat dari dimensi tangibles yang meliputi tersedianya fasilitas yang cukup lengkap serta penampilan para pegawai yang sudah baik dan sopan, reliability menyangkut kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan yang akurat dan terpercaya, responsiveness menyangkut ketanggapan dan kepedulian para petugas dalam membantu pengunjung perpustakaan, assurance menyangkut sikap pegawai Bapersip, dan emphaty yang berkaitan dengan kepedulian petugas kepada pengunjung perpustakaan. Namun masih ditemukan beberapa yang perlu diperbaiki terkait dimensi tangibles (bukti langsung) dan pada dimensi reliability (kehandalan) terkait dengan kemampuan dan ketepatan waktu. Karena ini menyangkut dengan pelayanan publik, seharusnya pihak Bapersip harus memberikan perhatian lebih mengenai hal ini. Sehingga pengunjung perpustakaan merasa puas dan nyaman atas pelayanan yang diberikan oleh Bapersip. Kata Kunci: Referensi, Kualitas pelayanan
Implementasi Program Layanan Internet Anak-Anak Desa Tepian Hutan  (Literasi Hutan) Di Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun Septia Marda Syahputri
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif mengurangi rendahnya pengetahuan anak-anak desa tepian hutan tentang informasi dan teknologi, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun mengeluarkan program Layanan Internet Anak-anak Desa Tepian Hutan (Literasi Hutan). Program Literasi Hutan adalah program yang mengarah kepada peningkatan pengetahuan anak sekolah dasar akan teknologi informasi. Kelompok sasaran dalam program Layanan Internet Anak-anak Desa Tepian Hutan ini adalah siswa Sekolah Dasar yang ada di sekitar hutan. Kegiatan program Literasi Hutan seperti pengenalan IT, pengenalan komputer/notebook (Hardware), pengenalan internet, praktek internet, dan membuat kesimpulan terhadap pentingnya pemanfaatan internet yang sehat. Pada pelaksanaannya, anak-anak dan masyarakat belum paham tentang adanya program Layanan Internet Anak-anak Desa Tepian Hutan (Literasi Hutan) dan belum mencakup seluruh kelompok sasaran. Peneliti ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan (Dispotition) para pelaksana, komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, serta lingkungan ekonomi, sosial, dan politik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil peneliti menunjukkan ukuran dan tujuan kebijakan masih dalam tahap pengenalan intenet saja, Sumber daya masih kurang dari segi sumber dayanya manusianya, anggaran, serta sumber daya waktu, karakteristik agen pelaksana sudah memenuhi, sikap para pelaksana kebijakan sudah baik, komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksaan masih kurang, rendahnya dukungan ligkungan ekonomi dan sosial. Saran peneliti yaitu ukuran dan tujuan kebijakan sebaiknya lebih pada pemanfaatan layanan internet, menambah jumlah sumber daya manusia, anggaran, dan fasilitas layanan, meningkatkan komunikasi antar organisasi dengan pihak-pihak terkait, meningkatkan aktivitas pelayanan pada upaya pelaksanaan internet, bersinergi dengan pihakpihak terkait untuk meminimalisir masalah ekonomi dan sosial. Kata kunci : Implementasi, Literasi, Sekolah Dasar
IMPLEMENTASI PROGRAM (GENTASIBU) GERAKAN PENGENTASAN GIZI BURUK DI PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK Ega Rahmawati
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif penanggulangan gizi buruk di Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Puskesmas Tanjunganom menjalankan program Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (GENTASIBU). Program Gentasibu adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan status gizi masyarakat dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Kelompok sasaran dalam program Gentasibu adalah semua balita yang mempunyai indeks berat badan yang terlihat sangat kurus, untuk anak usia 6-59 bulan.Kegiatan program Gentasibu di pos pelayanan seperti pemeriksaan klinis dan pengobatan oleh dokter, pengukuran antroperi dan konseling oleh petugas gizi, pemberdayaan keluarga oleh Tim Penggerak PKK, pemberian makanan tambahan (PMT) dan vitamin, serta pendampingan orang tua balita oleh kader pendamping. Pada pelaksanaannya, masyarakat atau sasaran program sudah cukup paham tentang program Gentasibu tetapi kurangnya jumlah petugas gizi di Puskesmas Tanjunganom menjadikan tidak semua kelompok sasaran menerima konseling dengan efektif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sudah cukup baik sosialisasi yang dilakukan oleh pelaksana program kepada masyarakat. Dalam sosialisasi, penyampaian materi program Gentasibu kepada kelompok sasaran dapat diterima dengan baik. Sedangkan untuk konsistensi materi sudah cukup konsisten. Sumber daya manusia dalam pelaksanaan program Gentasibu masih kurang dalam segi jumlah petugas gizi Puskesmas. Dalam pelaksanaan program Gentasibu wewenang berada pada petugas gizi Puskesmas. Fasilitas atau sarana dan prasarana yang di dapatkan untuk sasaran program masih terbatas . Untuk aspek disposisi, sikap implementor program Gentasibu sudah cukup baik, dan adanya insentif yang diberikan untuk Kader Pendamping dan Orang Tua balita. Sedangkan dalam pelaksanaan program Gentasibu sudah sesuai dengan SOP. Saran peneliti yaitu penambahan petugas gizi Puskesmas, penambahan fasilitas pada pos-pos pelayanan, serta dilakukannya perbaikan dan renovasi dipos pelayanan kegiatan program Gentasibu. Kata Kunci : Implementasi, Gentasibu, Balita.
IMPLEMENTASI PENERBITAN PASPOR SECARA ONLINE DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TANJUNG PERAK SURABAYA Jani Ajeng Muzdalifah
Publika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n3.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan umum yang berkualitas dan bermutu tinggi menjadi perhatian utama dari organisasi publik.Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi telah memberikan sebuah pelayanan. Salah satunya adalah pelayanan dalam bidang keimigrasian di kantor imigrasi. Kantor Imigrasi merupakan kantor yang bergerak di dalam bidang keimigrasian salah satunya memberikan pelayanan pembuatan paspor keluar negeri bagi masyarakat yang akan pergi keluar negeri. Hasil pengamatan awal, kondisi dilapangan masih di temukan adanya beberapa permasalahan seperti halnya, terlihat antrian pemohon yang terlalu panjang untuk melakukan verifikasi pendaftaran paspor secara online, dikarenakan dalam melakukan verifikasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlepas dalam hal itu berdasarkan data statistik pada bulan januari 2017 telah menjadi peningkatan jumlah pemohon paspor secara signifikan. Paspor online sangat membantu masyarakat karena dengan adanya Penerbitan Paspor Online masyarakat tidak melakukan banyak antrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Pendaftaran Paspor Secara Online di Kantor imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi kebijakan oleh George C. Edward III, yang terdiri dari empat variabel yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil pnelitian menunjukkan bahwa kebijakan Paspor Online di KantorImigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya mendaptkan respon yang baik oleh masyarakat dalam pelaksanaan implementasinya, sebagai berikut a)komunikasi, pihak kantorimigrasi kelas I tanjung perak surabaya telah memberikan sosialisasi tentang pasporonlinekepada masyarakat.sosialisasi yang dilakukan yaitu berupa banner yang dipaparkan di depan kantor imigrasi b) sumberdaya, masih kurang jumlahnya loket maupun staff yang menangani, telah memberikan informasi yang jelas terhadap masyarakat, dan mengenai fasilitas yang dipeerlukan dalam pelaksanaan paspor online yaitu terdiri dari komputer, barcode scanner, printer, meja, kursi, kamera, fingerprint scanner untuk menunjang kebijakan Paspor Online, namun masih terdapat kendala terhadap jaringan atau koneksi serta kendala yang berupa kurangnyaloket untuk verifikasi data dan lahan parkir mobil. c) disposisi, petugas Paspor Online memberikan pemahaman kepada masyarakat, apabila masyarakat belum mengetahui tentang paspor online. d) struktur birokrasi, bentuk tanggungjawab pelaksana Paspor Online di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya berdasarkan SOP IMI-GR.01.01-1383 (Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Online Dalam Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT). Saran yang dapat diberikan kepada Pihak Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya adalah lebih memberikan sosialisasi sehingga masyarakat dapat mengetahui tenteng penerbitan paspor online. Untuk mengembangkan kinerja pelayanan, pegawai tetap melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur dan lebih mengutamakan keluhan masyarakat. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya diharapkan bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penambahan loket dan memperluas lahan parkir. Kata Kunci : Implementasi, Penerbitan, Paspor Online
EVALUASI KEBIJAKAN PONDOK KESEHATAN DESA (PONKESDES) DI DESA KEDUNG PELUK KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO Dita Luksiana Putri
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) merupakan salah satu kebijakan terkait layanan kesehatan yang disahkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pondok Kesehatan Desa di Jawa Timur. Adanya Ponkesdes di Jawa Timur bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat desa/kelurahan agar masyarakat dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang telah menerapkan Ponkesdes salah satunya adalah Desa Kedung Peluk. Ponkesdes Kedung Peluk telah berjalan selama 7 tahun, dan telah terdapat 7 jenis kegiatan dengan 38 indikator kinerja. Pada pelaksanaan kegiatan di Ponkesdes masih banyak ditemukan berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Kebijakan Pondok Kesehatan Desa di Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini dilihat dari 6 Indikator kriteria evaluasi kebijakan yang dikemukakan oleh William N. Dunn yaitu: Efektifitas, Efisiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsiveness, dan Ketepatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan.Pada kriteria efektifitas, setelah berjalan selama 7 tahun beberapa kegiatan di Ponkesdes Kedung Peluk masih banyak yang belum memenuhi target capaian kegiatan. Seperti kegiatan rumah sehat, Ibu hamil resiko tinggi, Neonatus Komplikasi, Pneumonia Pada Balita, TB Paru, Pemberian Kapsul Vitamin A biru pada bayi. Pada kriteria efisiensi Ponkesdes Kedung Peluk tidak memiliki anggaran dana yang dikelola sendiri, sehingga input untuk melaksanakan kegiatan diberikan pemerintah melalui alat – alat kesehatan dan obat - obatan, namun besarnya input belum bisa mengembangkan output kebijakan. Pada kriteria kecukupan ditemukan bahwa adanya kekurangan tenaga teknis pada Ponkesdes sehingga seluruh layanan kesehatan sangat terbatas. Pada kriteria kesamaan seluruh pelayanan belum dapat dirasakan karena adanya jarak Ponkesdes yang jauh sehingga pendistribusian layanan kesehatan tidak maksimal, serta adanya pemberian layanan kesehatan yang terbatas kepada masyarakat. Pada kriteria responsiveness ditemukan bahwa sebagian masyarakat berlaku pasif dalam partisipasi kegiatan Ponkesdes, sehingga program tidak dapat berjalan maksimal. Pada kriteria ketepatan peneliti menemukan bahwa dalam pelaksanaan Ponkesdes Kedung Peluk masih belum dibentuk kader – kader guna membantu pelaksanaan program kegiatan Ponkesdes.Saran peneliti untuk kebijakan Ponkesdes Kedung Peluk yakni : 1) pemerintah seharusnya memberikan anggaran 2) Ponkesdes harusnya membentuk kader khusus Ponkesdes untuk kualitas dan kuantitas pelaksanaan kegiatan, 3) Pengembangan layanan kesehatan dan jam operasional Ponkesdes Kedung Peluk, 4) Pemilihan langsung tenaga ahli Ponkesdes Kedung Peluk yang berdomisili di Desa Kedung Peluk. Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan, Pondok Kesehatan Desa

Page 69 of 129 | Total Record : 1286