cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
STRATEGI DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DALAM MENINGKATKAN USAHA BATIK NGUNUT DI DESA NGUNUT KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO MEGA HARISTANTIKA
Publika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Hakikat dari suatu pembangunan adalah untuk mensejahterakan rakyat. Pembangunan memiliki konsep di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat yang multidimensional dengan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Salah satu upaya pemerintah dalam pembedayaan melalui UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Menurut undang- undang nomor 20 tahun 2008. Batik Ngunut merupakan batik yang mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri, selain itu batik inidikenal oleh masyarakat luar Bojonegoro akan tetapi tidak banyak juga masyarakat Bojonegoro yang mengetahui adanya Batik Ngunut tersebut ,sehingga hal itu menarik peneliti untuk melakukan penelitian serta keingin tahuan peneliti tentang daya tarik yang dimiliki oleh Batik Ngunut tersebut sekaligus strategi yang diterapkan dalam meningkatkan usaha Batik Ngunut oleh pihak-pihak yang terkait sehingga mampu menarik banyak konsumen baik dari Bojonegoro maupun luar pulau Jawa untuk itu peneliti tertarik mengangkat penelitian yang berjudul maka dapat disimpulkan bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai peranan penting dalam meningkatkan Usaha Batik Ngunut tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan usaha batik Ngunut di Desa Ngunut Kecamatan Dander. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori pengembangan Rencana Strategis menurut Kementrian UMKM yang meliputi strategi penguatan, strategi pemberdayaan, dan strategi perlindungan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro berusaha keras memaksimalkan kekuatan yang dimiliki berupa peningkatan penataan kelembagaan, permodalan, serta pemasaran bagi usaha untuk mencapai sasaran. Selain itu juga didukung dengan adanya pemberdayaan yang merupakan upaya mempersiapkan masyarakat agar mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu menambahkan intensitas pelaksanaan pelatihan serta inovasi – inovasi baru terhadap produk batik ngunut sehingga bukan hanya kuantitas operasionalnya tetapi kualitas juga perlu diperhatikan. Kata Kunci : Strategi, UMKM, Batik
ANALISIS KESIAPAN INOVASI E-TILANG  MELALUI CAMERACLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DI KANTOR KEPOLISIAN RESORT KOTA BESAR SURABAYA CORINA MILKA
Publika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tingginya angka pelanggaran lalu lintas khususnya diarea traffic light dan kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya melakukan upaya agar dapat mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yaitu dengan membuat Inovasi e-Tilang Melalui CCTV. Inovasi ini pertama dan satu–satunya yang ada di Indonesia dengan cara tilang melalui CCTV yang terpasang di area traffic light dan di pantau selama 24 jam nonstop dengan Tujuan untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas khususnya diarea traffic light dan kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah petugas Unit Tilang Satlantas Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya Bidang Lalu Lintas dan masyarakat pengguna jalan raya. Teknik pengumpulan data berupa teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kesiapan Inovasi e-Tilang Melalui CCTV di Kota Surabaya menurut Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 bahwa penerapan e-Government dapat sesuai dengan kerangka arsitektur analisis kesiapan yaitu: Pembuatan situs disetiap lembaga, dalam inovasi ini yang terlibat Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya sudah mempunyai aplikasi software IVMS-8600 yang berjalan dan terintegrasi dengan baik selain itu berkerjasama dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri akan tetapi masih belum berjalan karena belum ada legalitas produk hukum. Penyipan SDM, Satlantas Polrestabes Surabaya dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Bagian Lalu Lintas tidak ada pelatihan dan kompetensi yang khusus karena dirasa para pegawai sudah terbiasa menjalankan dan mengoprasikan inovasi ini. Penyiapan sarana akses yang mudah, sudah dibuat aplikasi software IVMS-8600 yang dapat diakses secara online 24 jam non stop baik online maupun offline. Sosialisasi situs informasi baik untuk internal maupun untuk publik, pemberian sosialisasi untuk internal cukup baik mudah dipahami dan dimengerti oleh para pegawai yang terkait sedangkan sosialisasi yang dilakukan untuk masyarakat masih belum efektif dan efisien, hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman dan cara mendapatkan IP publik untuk mengakses e-tilang CCTV. Saran dari pelaksanaan legalitas produk hukum yang mengatur aturan dan pengenaan biaya tilang yang dibebankan kepada pelanggar agar kerjasama dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri dapat seger terlaksana dan agar dapat dijadikan sebagai bahan percontohan penindakan tilang secara elektronik melalui CCTV di Indonesia Kata kunci : Analisis, Inovasi, e-tilang.
INOVASI PELAYANAN  SALAM 20 MENIT PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DAN KEMATIAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PONOROGO TOYIBATUR ROSIDAH
Publika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik di tingkat Kabupaten, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan berbagai upaya agar lebih cepat dalam pembuatan akta baik kelahiran maupun kematian yaitu dengan membuat Inovasi Pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian. Inovasi ini merupakan Inovasi pertama di Ponorogo dengan pengurusan Akta Kelahiran dan Kematian dengan mudah, cepat dan tanpa biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo, Kepala seksi kelahiran dan kematian, Kepala seksi perkawinan, perceraian, perubahan status anak dan pewarganegaraan dan Masyarakat Kabupaten Ponorogo yang menggunakan Inovasi pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian. Teknik analisis data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mendeskripsikan inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian dari 5 (Lima) Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin dalam Grisna dan Wawan (2013) yaitu 1) Leadership, pemimpin Dukcapil harus bisa teknologi, loyalitas, integritas yang tinggi , berinovasi, mempunyai sifat yang diktator sedikit dan untuk model kepemimpinan yang ada di Dukcapil yakni Top Down dan Bottom Up.2) Management/Organization, langkah untuk membuat inovasi salam 20 menit yakni pertama dengan proses persiapan tenaga, peralatan dan pelaksanaan.3) Risk Management, Semua risiko yang mungkin terjadi diberikan solusi yang baik untuk menjawab risiko tersebut, semua telah dimanajemen secara baik oleh pihak Dukcapil Dukcapil terutama dalam hal lobbying untuk akta kelahiran dan kematian ditolak dengan tegas oleh pihak Dukcapil. 4) Human Capital Kompetensi 44 pegawai Dukcapil dikatakan sangat baik. Untuk pelatihan yang dilakukan khusus yakni BIMTEK (Bimbingan teknis) untuk mengoperasikan aplikasi pelayanan.5) Technology, teknologi yang digunakan dalam pelayanan adalah aplikasi berbasis web. Dengan nama Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Untuk aplikasi berbasis sosmed yang dipakai Dukcapil yakni FB, Twitter, ig, fanspage dan juga web dari dukcapil itu sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian masih terdapat beberapa permasalahan dan belum sempurna, maka saran peneliti adalah menyempurnakan lagi Inovasi pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian agar bisa menjadi online, peremajaan dan penambahan alat-alat yang digunakan untuk Inovasi Pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian, menambahkan Pegawai pada Bidang Capil agar berjalan dengan baik dan lancar serta sebaiknya Dukcapil lebih gencar lagi dalam sosialisasi terkait Inovasi pelayanan Salam 20 Menit. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi.
PERAN DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL LANSIA (STUDI PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) GRIYA WREDHA JAMBANGAN KOTA SURABAYA Vita Putri Rahayu
Publika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan kesejahteraan sosial menjadi bagian integral dari pembangunan sosial dan merupakan upaya peningkatan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, kelompok dan masyarakat dalam kehidupan. Namun, pembangunan kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini masih menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pendekatan pembangunan yang didasari pada paradigma pertumbuhan dalam implementasinya lebih menekankan pada hasil material dan target akhir daripada proses bagaimana pembangunan tersebut dijalankan yang lebih mementingkan pada aspek manusianya. Sehingga ini menyebabkan proses pembangunan yang dilakukan tidak merata dan menciptakan kesenjangan sosial dan permasalahan sosial di masyarakat. Salah satunya penyandang masalah kesejahteraan sosial di masyarakat yaitu lansia. Peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia merupakan salah satu cara yang efektif. Dalam merealisasikan tujuan tersebut, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wredha pada Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai lembaga yang memberikan fasilitas dan pelayanan terhadap lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Peningkatan Kesejahteraan Lansia di Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wredha Jambangan Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wredha telah melakukan perannya dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Hal tersebut dapat diketahui melalui peran Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wredha dalam memberikan pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja, pelayanan pendidikan dan pelatihan, pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas sarana dan prasarana, pelayanan bantuan hukum, perlindungan sosial dan bantuan sosial. Namun dalam menjalankan peran tersebut terdapat beberapa kendala yaitu alat transportasi kesehatan ambulans, ketersediaan obat-obatan yang minim, dan kurangnya pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wredha Jambangan Kota Surabaya. Kata Kunci : Peran, Wredha, Lansia
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM DESA ATAU KELURAHAN TANGGUH BENCANA (DESTANA) DI DESA SUNGONLEGOWO KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK Syamsi Riyadhi
Publika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat menjadi syarat penting dalam proses berjalannya progam Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Destana merupakan program yang diberikan untuk wilayah atau daerah yang memiliki tingkat rawan bencana tinggi dan masyarakat yang memiliki komitmen tinggi dalam melaksanakan program Destana. Partisipasi masyarakat dapat mencakup keseluruhan aspek pengembangan mulai dari perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Dalam proses Destana di Desa Sungonlegowo dapat permasalahan yaitu kurangnya singkron atara tujuan progam dengan lokasi implementasi Progam Destana di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Sementara itu, fokus penelitian ini dilihat dari tahapan partisipasi masyarakat yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam kemanfaatan dan partisipasi dalam evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Masyarakat Dalam Progam Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik sudah cukup baik. Hal tersebut dapat diketahui dari keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, implementasi program Destana, pemanfaatan sebelum dan sesudah ada program Destana, serta evaluasi untuk program Destana. Namun dalam menjalankan program tersebut masih ditemui beberapa kendala yaitu sarana dan prasarana seperti perahu penyebrangan yang belum memadai, masyarakat kurang aktif dalam pengambilan keputusan dalam arti masyarakat mengikuti apa kata kepala desa atau ketua tim Destana itu sendiri. Kata Kunci: Partisipasi, Desa Tangguh Bencana, Desa Sungonlegowo
EFEKTIVITAS PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) MELALUI BANK SAMPAH DI KELURAHAN SURODINAWAN KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO Vivi Setya Puji Astuti
Publika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Bank Sampah diluncurkan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Mojokerto pada Desember 2016 sebagai upaya solutif meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembayaran PBB. Salah satu kelurahan yang memiliki partisipasi aktif dalam Pembayaran PBB melalui Bank Sampah adalah Kelurahan Surodinawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Efektivitas Pembayaran PBB melalui Bank Sampah di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitiannya adalah teori efektivitas menurut Sutrisno meliputi pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pembayaran PBB melalui Bank Sampah di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto dapat dikatakan efektif karena mampu menggerakkan masyarakat untuk sadar pajak tepat waktu, menggerakkan masyarakat yang menunggak membayar pajak untuk sadar pajak dibuktikan dengan penerimaan PBB melalui bank sampah sebesar Rp 14.708.013 setara dengan 86,49% serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan bank sampah yang berdampak positif pada aspek kesehatan, pendidikan dan sosial ekonomi. Akan tetapi, masih terdapat kendala dalam menentukan sasaran karena kurang kordinasinya BPPKA, kelurahan dengan bank sampah dalam pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan masih terbatasnya pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan akses pembayaran PBB melalui bank sampah sebesar 7,84% dari total 3.496 wajib pajak di Kelurahan Surodinawan. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran agar BPPKA terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat sehingga akan terbentuk bank sampah baru yang dapat dijadikan akses untuk membayar pajak serta terjalin koordinasi yang lebih baik antara BPPKA, kelurahan dan bank sampah dalam pendistribusian SPPT. Kata Kunci : Efektivitas, Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bank Sampah
IMPLEMENTASI PROGRAM PEDULI GIZI BALITA LAMONGAN (PELITA LA)  DI PUSKESMAS LAMONGAN KECAMATAN LAMONGAN  KABUPATEN LAMONGAN PATMAWATI
Publika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Program Peduli Gizi Balita Lamongan (PELITA LA) merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mengatasi masalah balita gizi buruk dan gizi kurang di Kabupaten Lamongan. Programini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Lamongan serta tercapainya derajat gizi yang optimal untuk balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi Program Peduli Gizi Balita Lamongan (PELITA LA) di Puskesmas Lamongan Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan.Pelaksana Program PELITA LA adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lamongan, dan Unit Pelaksana Teknis(UPT) Puskesmas di seluruh Kabaupaten Lamongan. Pelaksana di puskesmas adalah kepala puskesmas beserta seluruh staf terutama petugas gizi puskesmas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada implementasi Program Peduli Gizi Balita Lamongan (PELITA LA) di Puskesmas Lamongan Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Dengan menggunakan enam indikator yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap dan Kecenderungan para Pelaksana, Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana, dan Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan tujuan program sudah jelas dan belum semua tujuan tercapai. Tujuan yang belum tercapai adalah derajat gizi yang optimal untuk balita di Kabupaten Lamongan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi. Karakteristik agen pelaksana sudah cocok untuk melaksanakan program. Sikap dan kecenderungan pelaksana sudah baik dan tidak ada penolakan terhadap program tetapi dukungan masih kurang terlihat dari kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana sudah berjalan dengan baik dan lancar. Sumber daya manusia yang tersedia cukup untuk mendukung implementasi program tetapi pemahaman pelaksana terhadap program masih kurang, sedangkan sumber daya anggaran masih terbatas dan sumber daya waktu terbatas karena harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Lingkungan ekonomi dan sosial masih menghambat program yaitu kondisi ekonomi masyarakat yang menengah kebawah dan pemahaman masyarakat tehadap program masih rendah sedangkan lingkungan politik cukup mendukung program. Dengan demikian maka perlu ada sosialisasi kembali terutama pada masyarakat dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memperluas cakupan sasaran program didukung dengan sumber daya anggaran. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam implementasi Program Peduli Gizi Balita Lamongan di Puskesmas Lamongan Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Kata Kunci: Implementsi, Program, Gizi.
Implementasi Pelayanan Publik Berkas Mlaku Dewe (BMW) Di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo Putra Purboyo, Darma
Publika Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Tugas pokok dari pemerintah adalah menyediakan pelayanan publik untuk masyarakat. Untuk mencipktan atau mengimplementasikan pelayanan publik yang baik terdapat peran dari Aparatur Negara untuk menjadi implementornya. Kecamatan Sukodono yang mempunyai tugas, tanggung jawab dan kewenangan di bidang pelayanan umum dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi perizinan (Khususnya untuk masyarat di Kecamatan Sukodono yang indohoki77 adalah platform judi online yang sangat direkomendasikan bagi para pecinta judi di Indonesia tersebar pada 19 desa) melalui Electronic Government, Kecamatan Sukodono meluncurkan aplikasi berbasis elektronik yang bernama Berkas Mlaku Dewe (BMW). Dengan adanya inovasi Berkas Mlaku Dewe diharapkan dapat membuat ringkas alur pengurusan izin di Sub Bagian Pelayanan Umum dengan masyarakat yang mempuyai kepentingan(masyarakat) menjadi lebih ringkas, mudah dan dapat mengurangi potensi terjadinya pungutan liar.Penelitian terkait Berkas Mlaku Dewe menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Hardware (Perangkat Keras), Software (Perangkat Lunak), Sumber Daya Manusia, Data dan Informasi, Struktur Organisasi, Komunikasi, dan Sikap Pelaksana.Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dari penelitian terkait Berkas Mlaku Dewe menunjukkan implementasi pelayanan publik tersebut mendapatkan respon yang baik oleh masyarakat di Kecamatan Sukodono, dengan adanya infrastruktur yang memadai dengan baik dari segi Hardware dan Software akan membuat pelayanan BMW berjalan dengan optimal. Sumber Daya Manusia yang ada tidak berlatar belakang atau berlatar pendidikan dari ilmu teknologi tidak menjadi sebuah hambatan dari implementasi Berkas Mlaku Dewe, karena sumber daya manusia yang sudah ada telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menjalankan aplikasi BMW. Komunikasi antar instansi terjalin dengan baik antara pihak kecamatan, pihak desa dan pihak pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung implementasi BMW. Sumber Daya Manusia dari Kecamatan Sukodono memiliki Sikap yang dapat membuat nyaman masyarakat yang sedang mengurus perizinan. Kata Kunci: Implementasi, Pelayanan, BMW
Evaluasi Sistem Informasi Orang Terlantar  (SIM-LONTAR)  Melalui Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)  di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Muhammad Nurhuda SY
Publika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Teknologi mulai diterapkan di berbagai instansi pemerintahan seluruh Indonesia, salah satunya adalah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, pada prakteknya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur memadukan sistem informasi dengan sebuah layanan, layanan tersebut adalah Sistem Informasi Orang Terlantar (SIM-LONTAR). Layanan tersebut berfungsi untuk melayani orang terlantar di Jawa Timur, berfokus pada orang terlantar untuk kembali ke daerah asal dengan aplikasi. Sedangkan Tujuan penelitian ini adalah untuk deskripsikan tentang Evaluasi Sistem Informasi Orang Terlantar (SIMLONTAR) Melalui Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Dalam hal ini jenis penilitian yang digunakan untuk melakukan penelitian tentang Evaluasi Sistem Informasi Orang terlantar (SIM-LONTAR) di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menekankan proses analisis dari proses berpikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan senentiasa menggunakan logika ilmiah. Hasil penelitian dari Evaluasi SIM-LONTAR di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) Venkatesh et al (2003: 447) dapat diketahui bahwa dari model evaluasi tersebut penulis mendapati beberapa kesimpulan diataranya: (1). Harapan Kinerja pada proses pemulangan orang terlantar melalui aplikasi SIM-LONTAR dirasa sudah memenuhi harapan kinerja, tebukti ketika penerapan aplikasi tersebut terdapat penurunan jumlah orang terlantar yang dipulangkan mencapai 10% hingga 15% stelah aplikasi ini berjalan, (2) Harapan usaha, merupakan suatu bentuk usaha yang dilakukan untuk suatu tindakan yang memiliki tujuan, sedangkan tujuan dari SIM-LONTAR ini berupa perbaikan dari proses pemulangan orang terlantar sebelumnya, hingga aplikasi ini digunakan banyak data yang mulai terinegrasi dan terdata dengan baik, (3) Pengaruh sosial, Pengaruh sosial memberikan dampak bagi sekitar adapun dampak langsung dari aplikasi ini adalah dampak kemudahan penggunaan layanan pemulangan orang terlantar bagi Dinas Sosial Jawa Timur, selanjutnya adalah tingkat kepuasan pengguna layanan, dengan tingkap kepuasan 85% - 90% menyatakan puas setelah menggunakan layanan ini, (4) kondisi fasilitas untuk menunjang aplikasi SIM-LONTAR mulai dari pengadaannya yang menghabiskan APBD sebanyak Rp.43.000.000,- meliputi pemindai sidik jari, kamera dan Sistem Informasi Orang Terlantar / SIM-LONTAR. selain itu fasilitas penunjang lainnya seperti shelter/tempat istirahat dan konsumsi telah disediakan untuk fasilitas pemulangan orang terlantar. Kata Kunci: Teknologi, Evaluasi Sistem Informasi, dan Pelayanan
INOVASI PELAYANAN PROGRAM LEYEH-LEYEH SAMBIL PENGESAHAN (LESEHAN) PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) KABUPATEN NGANJUK AFIDA HASNA ADANI
Publika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Munculnya keluhan masyarakat atas jarak tempat tinggal mereka yang membutuhkan waktu tempuh ± 1,5 sampai 2 jam perjalanan sehingga dapat mencapai titik pelayanan Samsat memerlukan suatu inovasi pelayanan publik. Memiliki komitmen untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mendorong Kantor Bersama Samsat Nganjuk mengeluarkan Program LeyehLeyeh Sambil Pengesahan (Lesehan) Pajak Kendaraan Bermotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Program Leyeh-Leyeh Sambil Pengesahan (Lesehan) Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian mengacu pada teori Faktor-Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthew dan Irwin terdiri dari kepemimpinan, manajemen/organisasi, manajemen resiko, kemampuan sumber daya manusia, dan teknologi. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan diawali periode pengumpulan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Layanan Program Samsat Lesehan sudah memenuhi faktor kepemimpinan karena peran dan tanggung jawab pemimpin dapat membantu mewujudkan keberhasilan program. Faktor manajemen dan organisasi dengan menerapkan visi dan misi yang diwujudkan dalam bentuk strategi. Faktor manajemen resiko merupakan upaya penyelesaian atas permasalahan program. Faktor kemampuan sumber daya manusia terlihat dari kemampuan masing-masing petugas dalam memberikan pelayanan program. Serta faktor teknologi melalui pemanfaatan media berbasis online. Pelaksanaan program Samsat Lesehan sudah berjalan cukup baik meskipun terkadang masih muncul permasalahan, sehingga peneliti menyarankan agar diadakan penyuluhan khusus dan sosialisasi lebih mendalam dengan memanfaatkan sosial media berbasis online. Kata Kunci: Inovasi, Samsat, Lesehan

Page 74 of 129 | Total Record : 1286