cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 22 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) KECAMATAN GADINGREJO KOTA PASURUAN FADHYLAH MUHAMAD, NUR; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBayi berat badan lahir rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang umur kehamilan. Angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2500 gram. Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan disebut sebagai kecamatan yang memiliki angka BBLR tertinggi pada tahun 2017. Prevalensi angka BBLR di Kecamatan Gadingrejo sebesar 5,5 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur ibu, paritas, pendapatan, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, jarak kehamilan, perilaku ibu, pengetahuan ibu terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.Metode dalam penelitian ini yaitu survei analitik dengan rancangan case control yaitu setiap kasus BBLR dicarikan control bayi berat badan lahir rendah. Pengambilan sampel berdasarkan prevalensi BBLR dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan diperoleh 43 kasus BBLR dan dicarikan kontrol 43 bayi berat badan normal. Variabel yang dikendalikan adalah jarak rumah dengan puskesmas dan teknik analisis data dengan menggunakan chi-square, dan uji regresi logistic ganda.Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa umur ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,132 > ? (0,05), paritas tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,240 > ? (0,05), pendapatan tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 1,000 > ? (0,05), pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,115 > ? (0,05), pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,362 > ? (0,05), jarak kehamilan tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,518 > ? (0,05), perilaku ibu berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,038 < ? (0,05), pengetahuan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,081 > ? (0,05), sedangkan dengan menggunakan uji regresi logistik ganda menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR yaitu perilaku ibu dengan p = 0,018 < ? (0,05).Kata kunci: BBLR, case control
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN FISIK DAN SOSIAL BENCANA GEMPABUMI DI SEBAGAIAN SURABAYA BARAT FARISI Y, SALMAN; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempabumi. Keberadaan Ring of Fire mengakibatkan tingginya intensitas proses geologi yang dapat menghasilkan gempa bumi. Surabaya merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, terletak di jalur sesar kendeng. Jalur ini dikonfirmasi aktif dengan pergerakan 5 mm per Tahun. Intensitas dimungkinkan gempa mencapai M 6,5, hal ini perlu diwaspadai karena potensi korban di Kota Surabaya mencapai 2.917.618 Jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Tingkat kerentanan fisik di sebagian Surabaya Barat, 2) tingkat kerentanan sosial di sebagian Surabaya Barat.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah scoring, pembobotan dan overlay. Teknik pengumpulan data variabel kerentanan fisik dan sosial diperoleh dari penggunaan software ArcGis 10.2.2 menjadi data primer dan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai data sekunder. Penentuan tingkat kerentanan fisik diperoleh melalui penilaian terhadap indikator kepadatan bangunan, ketersediaan fasilitas umum, sistem jaringan jalan dan jarak dari sesar, sedangkan tingkat kerentanan sosial diperoleh melalui analisis penilaian terhadap kepadatan penduduk, persentase sex ratio, persentase umur rentan, persentase penduduk miskin dan persentase penduduk difabel.Hasil penelitian dengan peta skala 1 : 35.000 yang diperoleh: 1) Tingkat kerentanan fisik menunjukkan bahwa tingkat kerentanan fisik mencapai 18 % yaitu tinggi , sedang 34 % dan rendah 48 %. 2) Tingkat kerentanan sosial menunjukkan bahwa 46 % mencapai tingkat kerentanan sosial sedang dan 54% mencapai tingkat kerentanan sosial tinggiKata Kunci:Tingkat kerentanan fisik, Tingkat kerentaan sosial, gempa bumi, Scoring, pembobotan , overlay
PERSEPSI PENGUNJUNG TENTANG SARANA WISATA DI OBJEK WISATA PANTAI PULAU MERAH KABUPATEN BANYUWANGI ZANELA SAFITRI, AINUN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWisata Pantai Pulau Merah dikenal karena adanya bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Penurunan jumlah kunjungan yang terjadi dapat disebabkan beberapa faktor seperti fasilitas yang kurang memadai, sistem pengelolaan yang kurang baik, dan kurang gencarnya kegiatan pemasaran dan promosi serta pengemasan paket-paket wisata. Persepsi pengunjung tentang fasilitas yang ada bisa juga menjadi penyebab penurunan jumlah kunjungan, hal tersebut juga menyangkut hal kenyamanan berwisata masing-masing individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi pengunjung dan hubungan antara usia dan jenis kelamin pengunjung tentang sarana wisata di objek wisata pantai Pulau Merah Banyuwangi.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey yang nantinya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian, yaitu 100 wisatawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, kuisioner/angket, studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data skala Likert dan dilanjutkan dengan analisis data Uji Chi Square.Hasil skoring dari persepsi pengunjung terhadap sarana berwisata, yaitu sebesar 2814 yang artinya sarana pada objek wisata Pantai Pulau Merah tergolong baik. Tingkat kenyamanan berwisata juga akan berpengaruh, akan tetapi kamar mandi dan mushola diperlukan adanya tindakan perbaikan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Hasil penelitian dari uji Chi Square mengenai usia pengunjung, yaitu nilai p value atau signifikansi = 0,683 > 0,05 (?) menunjukkan tidak adanya hubungan mengenai karakteristik usia dengan tingkat persepsi penilaian fasilitas/sarana wisata. Hasil penelitian dari uji Chi Square mengenai jenis kelamin pengunjung, yaitu nilai p value atau signifikansi = 0,249 > 0,05 (?) menunjukkan tidak adanya hubungan mengenai jenis kelamin dengan tingkat penilaian fasilitas wisata.Kata Kunci: Persepsi pengunjung, sarana wisata, wisata Pantai Pulau Merah
PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA GEOGRAFI PADA MATERI PENGINDERAAN JAUH KELAS X UNTUK SMA/MA BAGUS SUPRAYOGI, MOHAMMAD; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu menggunakan media pembelajaran karena ruang lingkupnya sangat luas. Karakteristik pelajaran geografi adalah kajian tentang fenomena geosfer, dan kaitannya dengan manusia di permukaan bumi. Pemilihan media yang tepat untuk mengkaji tentang fenomena geosfer adalah diorama. Diorama sebagai media pembelajaran diharapkan dapat menimbulkan suasana belajar mengajar lebih menarik dan membantu suasana belajar yang menyenangkan serta lebih aktif. Proses pengambilan data diorama dalam penginderaan jauh, komponen penginderaan jauh, interaksi antara tenaga dan objek, sensor dan wahana, penggunaan data, semua yang berkaitan dengan penginderaan jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan media diorama geografi dan respon siswa dalam media pembelajaran pada materi penginderaan jauh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan bahan ajar media diorama. Model penelitiannya adalah pengembangan R&D (research and development) dengan model ADDIE. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Shot Case Study. Teknik pengumpulan daya menggunakan lembar validasi ahli media, ahli materi dan respon pengguna media. Analisis data menggunakan skoring, kemudian dipersentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Media diorama penginderaan jauh yang telah dikembangkan mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rata-rata nilai 85% dan dari ahli materi 81,7%, maka skor rata-rata yang diperoleh dari kedua validator sebesar 83,35%. Berdasarkan skala Likert nilai 83,35% termasuk dalam rentang X 81%, sehingga dikategorikan ?sangat layak?. 2) Respon siswa terhadap media diorama penginderaan jauh memperoleh nilai 92,5%, hasil tersebut adalah rekapitulasi dari penghitungan skala guttman yang berasal dari 20 respon siswa yang telah direkapitulasi menggunakan skala likert sehingga mendapat nilai rata - rata 92,5% bedasarkan skala likert nilai 92,5 dari rata rata tersebut berada dalam rentang 81% - 100% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Diorama, ADDIE, Penginderaan Jauh
EFEKTIVITAS PROGRAM ANGKOT GRATIS UNTUK PELAJAR DI KOTA KEDIRI LISTYO PRAHARI, AULIA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi adalah salah satu faktor penunjang perkembangan kota. Perkembangan moda transportasi umum di Kota Kediri khususnya angkot yang semakin lama semakin menurun eksistensinya. Pemerintah Kota Kediri yang bekerja sama dengan pihak DISHUBKOMINFO mengadakan program angkot gratis yang khusus untuk pelajar di Kota Kediri. Program angkot gratis ini belum diadakan evaluasi dari pemerintah karena banyak pelajar yang masih mengeluh tentang adanya beberapa sopir yang masih memungut biaya angkot. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi pelaksanaan program angkot gratis serta keefektifan program angkot gratis bagi pelajar di Kota Kediri.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey yang nantinya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar yang menggunakan jasa angkot gratis, yang sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik skoring.Hasil wawancara dengan pihak DISHUBKOMINFO Kota Kediri menjelaskan pelaksanaan angkot gratis di Kota Kediri ini di lelang dan dimenangkan oleh PT. TRANS SEMARANG. Kebijakan angkot gratis di Kota Kediri ini menggunakan subsidi BBM 6 liter dan perawatan armada angkot. Sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan melalui informasi yang tertera di papan informasi halte, radio lokal seperti Radio Bonanca dan Radio Andika. Sosialisasi juga dilakukan melalui media online, baik itu melalui website resmi Pemkot Kediri maupun media online swasta lainnya Kota Kediri yang dapat dikatakan efektif dapat dilihat dari hasil skoring. Hasil skoring menunjukkan kategori efektif dengan jumlah skor 4652, meliputi jumlah penumpang di layanan pagi dan siang hari, biaya, sosialisasi program, persebaran penempatan halte, efisiensi waktu, keterjangkauan, fasilitas angkot, fasilitas halte, sikap sopir, efisiensi waktu dan biaya, sesuai tujuan, dukungan dari sekolah, dan minat penumpang angkot yang diperoleh dari hasil kuisioer yang diisi oleh pelajar sebagai sasaran utama program angkot gratis.Kata Kunci: Efektivitas, Angkot gratis, Transportasi umum
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA GERAKAN TANAH DI DESA TERBIS KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK , ERNASARI; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek pernah mengalami bencana gerakan tanah pada tahun 2016, sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian pada rumah masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah telah berupaya melakukan relokasi dengan membuatkan rumah untuk masyarakat, akan tetapi masyarakat tetap memilih untuk bertahan di tempat tinggal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat terdampak bencana gerakan tanah berupa strategi adaptasi fisik dan strategi adaptasi sosial ekonomi 2) Faktor yang menyebabkan masyarakat tetap tinggal di lokasi bencana.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan 1) Strategi fisik berupa menggunakan kembali bahan-bahan bangunan yang telah rusak akibat dari bencana, kemudian melakukan gotong royong untuk memperbaiki fasilitas umum. 2) Strategi adaptasi sosial yang dilakukan masyarakat dalam menyikapi rasa trauma terhadap bencana gerakan tanah adalah menyembelih kambing hitam dan ayam cemani yang dikubur di Kali Sambeng. 3) Strategi adaptasi ekonomi yang digunakan pasca bencana adalah mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan hasil sumbangan kemudian mengolah kembali lahannya yang rusak. 4) Faktor yang mempengaruhi masyarakat tetap tinggal di lokasi terdampak bencana gerakan tanah adalah faktor ekonomi karena lahan pertanian mereka berada di lokasi bencana.Kata kunci: Gerakan Tanah, Strategi Adaptasi
PENGEMBANGAN MAKET 3D SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LIKUIFAKSI PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM KELAS XI IPS SMAN 3 KOTA MOJOKERTO LAILI PRIHATININGSIH, NUR; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengembangkan maket 3D sebagai media pembelajaran pada materi mitigasi bencana alam kelas XI IPS SMAN 3 Kota Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengembangkan media pembelajaran yang layak 2) Mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan maket 3D likuifaksi dan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Desain yakni Nonequivalent Control Grup Desain. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes dan dokumentasi. Instrumen yang dikembangkan antara lain lembar validasi media, lembar validasi materi pembelajaran, lembar angket respon peserta didik, lembar pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Validasi media mendapatkan persentase 81,25% dengan kriteria ?sangat layak?, sedangkan validasi materi mendapat presentase sebesar 92,5% dengan kriteria ?sangat layak?. 2) Penggunaan maket 3D likuifaksi juga mendapat repon peserta didik ?sangat layak? dengan presentase sebesar 98%. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dianalisis melalui Uji Independent Sample T-Test untuk kelas eksperimen yakni XI IPS 2 memperoleh nilai posttest rata-rata sebesar 78, sedangkan kelas kontrol yakni XI IPS 1 hanya memperoleh rata-rata nilai sebesar 67,8.Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Maket 3D Likuifaksi, Pengembangan Media.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DROP OUT AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS DUKUN, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN GRESIK OKTAVIA, STIVONI; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKData Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2018 menunjukkan bahwa Puskesmas Dukun di Kecamatan Dukunmerupakan penyumbang angka kejadian drop out akseptor KB tertinggi di Kabupaten Gresik yaitu sebesar 23,94%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur ibu, paritas, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, pendidikanibu, pendapatan keluarga, efek samping kontrasepsi, dukungan pasangan, sosial budaya terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi analitik dengan rancangan penelitian case control. Subyek kasusyaitu semua ibu akseptor KB drop out sejumlah 91 responden yang kemudian dicarikan kontrol yaitu semua ibu yangmenjadi akseptor KB aktif sejumlah 91 responden dengan matching jarak rumah responden dari Puskesmas Dukun.Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisisdata menggunakan chi square.Hasil uji chi square menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik adalah variabel umur ibu (p=0,000) denganodd ratio = 3,6. Variabel paritas ibu (p=0,000) dengan odd ratio = 6,4. Variabel pendidikan ibu (p=0,000) dengan oddratio = 3,2. Variabel efek samping kontrasepsi (p=0,010) dengan odd ratio = 0,4. Variabel sosial budaya (p=0,000)dengan odd ratio = 4,2.Kata kunci : Akseptor, Drop out, Keluarga Berencana.
STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI PADI DALAM MEMANFAATKAN AIR LIMBAH TAPIOKA UNTUK IRIGASI SAWAH DI DESA POHIJO KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KHOIROTUL MAZIDA, ISTANADA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat di desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati beradaptasi dengan cara menggunakan air yang tercemar limbah tapioka untuk digunakan sebagai pengairan sawah. Asal pengairan tanaman padi pada musim kemarau menggunakan air sumur dan air limbah tapioka, sedangkan pada musim penghujan menggunakan air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis 1) Aset penghidupan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik. 2) Strategi penghidupan yang dilakukan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari 1) Data primer yaitu hasil wawancara oleh informan. 2) Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait yang telah dikumpulkan dan telah terdokumentasikan oleh intansi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada informan. Perolehan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling yaitu perolehan sampel dengan cara informan dipilih berdasarkan rekomendasi dari orang ke orang yang tepat untuk dipilih sebagai sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model Miles and Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi konsolidasi (consolidation strategy) yaitu petani yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan atau mempunyai pekerjaan sampingan non pertanian namun dikelola oleh dirinya sendiri. Kelompok petani yang termasuk dalam strategi ini mampu memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder. 2) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu petani yang memiliki pekerjaan sampingan atau memiliki pekerjaan selain non pertanian yang sudah mempunyai pegawai yaitu seperti berdagang. Kelompok petani yang masuk dalam strategi ini tidak hanya mengandalkan pendapatan hanya dari satu pekerjaan saja akan tetapi dari beberapa pekerjaan. Kata Kunci: strategi penghidupan, limbah tapioka, petani padi
STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI PADI DALAM MEMANFAATKAN AIR LIMBAH TAPIOKA UNTUK IRIGASI SAWAH DI DESA POHIJO KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KHOIROTUL MAZIDA, ISTANADA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat di desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati beradaptasi dengan cara menggunakan air yang tercemar limbah tapioka untuk digunakan sebagai pengairan sawah. Asal pengairan tanaman padi pada musim kemarau menggunakan air sumur dan air limbah tapioka, sedangkan pada musim penghujan menggunakan air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis 1) Aset penghidupan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik. 2) Strategi penghidupan yang dilakukan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari 1) Data primer yaitu hasil wawancara oleh informan. 2) Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait yang telah dikumpulkan dan telah terdokumentasikan oleh intansi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada informan. Perolehan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling yaitu perolehan sampel dengan cara informan dipilih berdasarkan rekomendasi dari orang ke orang yang tepat untuk dipilih sebagai sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model Miles and Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi konsolidasi (consolidation strategy) yaitu petani yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan atau mempunyai pekerjaan sampingan non pertanian namun dikelola oleh dirinya sendiri. Kelompok petani yang termasuk dalam strategi ini mampu memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder. 2) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu petani yang memiliki pekerjaan sampingan atau memiliki pekerjaan selain non pertanian yang sudah mempunyai pegawai yaitu seperti berdagang. Kelompok petani yang masuk dalam strategi ini tidak hanya mengandalkan pendapatan hanya dari satu pekerjaan saja akan tetapi dari beberapa pekerjaan. Kata Kunci: strategi penghidupan, limbah tapioka, petani padi

Page 2 of 3 | Total Record : 22