cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 26 Documents clear
DAMPAK PENUTUPAN TAMBANG BATU KAPUR TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN KORO DESA PONGPONGAN KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN PRASETIO WATI, DWI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Tuban adalah kabupaten yang banyak ditemukan batuan kapur. Batu kapur dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan baku semen. 70% dari jumlah seluruh kepala keluarga di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban bekerja sebagai penambang batu kapur. Dusun tersebut dikelilingi oleh lahan kapur milik Perhutani dan PT. Semen Indonesia. Lahan yang masyarakat garap sebagai lokasi pertambangan saat ini sudah ditutup secara permanen oleh pemerintah daerah. Penutupan tambang batu kapur mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Masyarakat beralih profesi sebagai petani dengan bertani di daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Tuban. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Lokasi penelitian di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Tuban. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Dusun Koro sebanyak 94 responden. Sumber data merupakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan tambang batu kapur memiliki pengaruh terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Perubahan terjadi pada mata pencaharian yang awalnya homogen sebagai penambang kapur sejumlah 100%, setelah adanya penutupan tambang batu kapur masyarakat beralih profesi sebagai petani sebesar 58,51% dan sisanya bekerja dalam bidang lain seperti buruh dan pedagang. Perubahan jumlah penurunan pendapatan masyarakat dikarenakan perubahan mata pencaharian barunya. Pendapatan paling banyak setelah adanya penutupan tambang batu kapur adalah Rp2.000.000,00-Rp3.000.000,00 dengan persentase sebesar 58,51%. Kata Kunci: penutupan tambang kapur, kondisi sosial, kondisi ekonomi
ANALISIS KUALITAS AIR DAN DISTRIBUSI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI SUNGAI MURONG KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG DIARI SANDI, RICHA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas air merupakan syarat utama dalam pemenuhan fungsi air untuk lingkungan dan kehidupan manusia. Penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah cair industri makanan ke sungai dapat mempengaruhi terjadinya pencemaran. Keadaan demikian terjadi pada Sungai Murong Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang yang mengalami penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair industri tahu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di aliran Sungai Murong Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah aliran Sungai Murong sebagai tempat pembuangan limbah cair industri tahu. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan pemilihan sampel bedasarkan pada kriteria jarak dan sumber polutan. Metode pengumpulan data dokumentasi, observasi, dan uji laboratorium. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada enam titik sampel yang diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air golongan III PP No. 82 Tahun 2001 air Sungai Murong mengalami pencemaran dimulai pada titik B2,B3,B4, dan C1. Titik tertinggi pencemaran terdapat pada titik B3 yang merupakan titik paling banyak mendapatkkan suplai limbah cair. Pencemaran yang tinggi ditandai dengan kadar BOD, COD, dan pH yang melampaui batas ambang baku mutu yaitu dengan kandungan pH mencapai angka 5,18, BOD 417,62 mg/l , dan COD 1087,24 mg/l. Kualitas air yang menurun mengakibatkan kerusakan pada lingkungan dan air sungai tidak dapat dimanfaatkan lagi khususnya untuk pemanfaatan air irigasi warga. Kata kunci: Kualitas Air, Pencemaran Air, Limbah Cair
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS LITERASI GEOGRAFI PADA KD 3.6 KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA UNTUK KELAS XI SMA ZAHROTUL MAGHFIROH, ALVIE; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud melakukan penelitian mengenai rendahnya faktor yang mempengaruhi literasi salah satunya adalah kekurangan bahan ajar yang beredar di Indonesia. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Literasi Geografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Kelayakan LKPD 2) Respon peserta didik terhadap LKPD 3) Keefektifan pengembangan LKPD berbasis literasi geografi pada KD 3.6 Keragaman Budaya Indonesia untuk kelas XI SMA ditinjau dari hasil belajar yang didukung menggunakan soal dengan indikator keterampilan berfikir kreatif. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan Research and Develompment (R&D) yang mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol di SMA Negeri 1 Badegan Kabupaten Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) LKPD berbasis Literasi Geografi layak digunakan sebagai bahan ajar pada Kompetensi Dasar Keragaman Budaya Indonesia dengan penilaian dari ahli materi sebesar 79,16% dan penilaian oleh ahli bahan ajar sebesar 82,5%. Penilaian perangkat pembelajaran oleh ahli pembelajaran atau guru geografi sebesar 89,28%. 2) Respon peserta didik di kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Literasi Geografi sebagain besar memberikan respon yang baik pada tiap kriteria. Penilaian pada kriteria kebahasaan sebesar 88,50%, kriteria tampilan 79,25%, kriteria isi LKPD 79%, kriteria manfaat LKPD sebesar 78,16% yang seluruh penilaannya termasuk dalam kategori layak. 3) Hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis menggunakan uji independent T test. Probabilitas signifikansi sebesar p = 0.024 < ? = 0.05 yang dapat diartikan ada perbedaan rata ? rata nilai posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu pada kelas eksperimen sebesar 81,56 dan kelas kontrol sebesar77,25. Kata Kunci: ADDIE, Kelayakan, Hasil Belajar, Respon, LKPD Berbasis Literasi Geografi
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVMENT DEVISION (STAD) DAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA KELAS XI MIPA MAN 2 GRESIK KIKI RISDIANTI RISDIANTI, KIKI; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHasil observasi awal bahwa hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik MAN 2 Gresik rendah, salah satunyapada materi Dinamika Kependudukan di Indonesia, setelah ditelusuri ternyata guru hanya menggunakan metodeceramah, menggugah peneliti untuk menerapkan model pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan hasil belajar dankeaktifan belajar peserta didik, peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan NHT untukmeningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan 1)Hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD, NHT dan Konvensional pada materi DinamikaKependudukan di indonesia kelas XI MIPA MAN 2 Gresik. 2) Keaktifan belajar dengan menggunakan modelpembelajaran STAD, NHT dan Konvensional pada materi Dinamika Kependudukan di indonesia kelas XI MIPA MAN2 Gresik. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 pada bulan Januari-Februari 2019.Subjek penelitian ini adalah kelas XI MIPA 3, 4 dan 5.Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,lembar observasi guru, keaktifan peserta didik serta instrumen tes. Teknik analisis data dengan Uji Normalitas, ujiHomogenitas dan Uji One-Way ANOVA.Hasil penelitian diperoleh: 1) Ada perbedaan hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran STAD,NHT dan konvensional dengan nilai p = 0,000 dan yang terbaik adalah model pembelajaran STAD. 2) Keaktifan belajarpeserta didik menggunkan model pembelajaran STAD dan NHT memperoleh hasil pada kelas eksperimen 1 rata-ratapresentase 78,4%, kelas eksperimen 2 memperoleh hasil rata-rata presentase 74,5% dan kelas kontrol memperoleh hasilrata-rata presentase 49%.Kata kunci: STAD, NHT , Hasil belajar, Keaktifan belajar
KAJIAN TENTANG KUALITAS AIR SUMUR DANGKAL SEBAGAI SUMBER AIR MINUM DI DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO YUNITA ROHMATIKA, SITI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir yang dikonsumsi manusia harus memenuhi syarat fisik dan kimia. Standart mutu air minum ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Sebagian masyarakat mengeluhkan air dari sumur dangkal kondisinya kurang baik. Dibuktikan apabila digunakan mandi dan mencuci, sabun dan detergen yang digunakan sulit mengeluarkan busa. Sebagian masyarakat belum memahami layak atau tidak air sumur dangkal tersebut untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui kualitas air sumur dangkal sebagai sumber air minum di Desa Sawohan berdasarkan persyaratan air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Teknik pengambilan sampel air sumur dangkal menggunakan Stratified Random Sampling. Menggunakan metode systematic grid untuk penentuan lokasi sumur yang digunakan sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh sumur dangkal ada di Desa Sawohan. Sampel dalam penelitian ini yaitu empat sampel air sumur dangkal. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan deskriptif komparatif yakni membandingkan antara hasil uji laboratorium dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel satu yang tidak memenuhi syarat yakni Jumlah Zat Padat Terlarut dan Warna. Sampel dua yang tidak memenuhi syarat yakni jumlah zat padat terlarut, kesadahan, mangan, khlorida, dan amonia. Sampel tiga yang tidak memenuhi syarat yakni jumlah zat padat terlarut, warna, kesadahan, khlorida, mangan. Sampel empat yang tidak memenuhi syarat yakni warna, jumlah zat padat terlarut, mangan, khlorida. Faktor penyebab tidak memenuhi syarat air sumur dangkal di lokasi penelitian disebabkan faktor lingkungan, geologi dan jenis tanah lokasi penelitian.Kata Kunci : Kualitas air, air sumur dangkal, parameter fisik dan kimia air minum.
PERSEBARAN TINGKAT KEBISINGAN KERETA API DAN UPAYA MASYARAKAT MENGHADAPI KEBISINGAN DI PERMUKIMAN REL KERETA API KELURAHAN KETINTANG GAYUNGAN KOTA SURABAYA MAHROINI, ZAHIDAH; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di Kota Surabaya yang tanpa diimbangi oleh perkembangan lahan menjadikan penduduk mendirikan rumah di pinggiran jalur rel kereta api dengan kondisi dimana hanya berjarak 2-5 meter dari rel kereta api maka akan terkena dampak suara bising dari kereta api. Data pra survei terdapat 34 kereta api melintas dalam setiap harinya di jalur tersebut dan menimbulkan tidak kenyamanan lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran kebisingan dan bagaimana upaya masyarakat mengantisipasi kebisingan tersebut.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Titik pengukuran yang diperhitungkan berjumlah 10 titik berlokasi di sepanjang permukiman pinggiran rel kereta dengan jarak 3 dan 9 meter disertai kondisi permukiman yang berbeda-beda. Pengukuran menggunakan alat Sound Level Meter. Teknik analisis data menggunakan rumus sesuai KEP- 48/MENLH/11/1996. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian persebaran tingkat kebisingan di waktu siang hari pada jarak 3 meter antara 74.42-72.06 dB (A) sedangkan pada jarak 6 meter antara 71.1-65.15 dB(A). Waktu malam hari pada jarak 3 meter antara 70.69-68.23 dB(A) sedangkan pada jarak 6 meter antara 67.69-61.59 dB(A). Upaya yang dilakukan oleh mayoritas responden adalah berhenti sejenak saat kereta melintas.Kata Kunci : Persebaran, Tingkat Kebisingan, Upaya Masyarakat
KAJIAN EKSISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA DI DUPAK MAGERSARI KELURAHAN JEPARA KECAMATAN BUBUTAN KOTA SURABAYA UTDWINATA, TETTY; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pekerjaan dalam sektor informal yang menjadi fenomena dilematis di suatu perkotaan adalah Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang kaki lima banyak dijumpai di tempat keramaian atau fasilitas publik seperti taman kota, trotoar jalan, terminal, jalur transportasi yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan. Salah satunya yakni pedagang kaki lima yang ada di Dupak Magersari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab eksisitensi pedagang kaki lima di Dupak Magersari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenalogi. Lokasi penelitian dilakukan di pinggir rel Dupak Magersari Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Kota Surabaya. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknis analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab eksistensi PKL di Dupak Magersari dari faktor sosial yakni adanya motivasi dari pedagang yang mengganggap letaknya strategis sebab berdekatan dengan pusat keramaian, motivasi dari pembeli yang menganggap harga jual barang di pasar tersebut murah. Faktor ekonomi biaya retribusi yang harus dibayarkan pedagang setiap harinya yakni hanya sebesar Rp 2000, selanjutnya mengenai harga barang yang dibandingkan dengan harga barang di pasar terdekat pembeli mengganggap lebih murah di Pasar Dupak, yang terakhir yakni ketersediaan bahan baku pedagang diperoleh dari pasar Keputran, Tembok dan Pabean. Faktor aksesibilitas yakni kemudahan pedagang dalam menjangkau pembeli dan jarak pasar Dupak Magersari dengan rumah menurut pembeli, karena letaknya yang dekat dengan pemukiman dan jarak menuju pasar Dupak yang lebih dekat dari rumah penduduk dari pada jarak ke pasar lainnya. Persebaran pembeli di pasar Dupak Magersari berasal dari Kelurahan Jepara, Bubutan dan Krembangan selatan. Kata kunci : Eksistensi, Sektor informal, PKL, Dupak Magersari
PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERENTANAN PENCEMARAN AIR BAWAH TANAH KARST RENGEL DI KABUPATEN TUBAN , YULINAR; PRASETYO, KETUT
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarst merupakan bentang alam yang luas berupa batuan gamping yang unik dan berbeda, karena bentukpermukaan yang keren dan spesifik tidak dapat di jumpai di kawasan morfologi lain. Batuan kapur atau gampingmempunyai sifat sensitif dan mudah larut dalam air sehingga topografi karst mempunyai sistem air bawah permukaanberupa ponor-ponor yang rentan terhadap degradasi karena aliran air yang sangat cepat sehingga mudah meloloskan airke bawah tanah. Air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di wilayah karst yang memiliki potensi air tanahcukup melimpah. Aktivitas manusia yang sangat padat akan menghasilkan limbah maupun polutan-polutan yangmenyebabkan air tanah di kawasan karst renten terhadap pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah karst berdasarkan data penginderaan jauh dan SIG diwilayah karst Rengel.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah karst Rengel diKabupaten Tuban. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik sampling berdasarkan indeks spekral daripopulasi data citra penginderaan jauh Landsat 8 OLI dan GDEM ASTER yang berupa piksel-piksel. Teknik analisis datadalam penelitian ini menggunakan interpretasi citra dan uji regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah karst Rengel tergolong rentan terhadap pencemaran. Citrapenginderaan jauh dan SIG sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah dikawasan karst. Pemanfaatan citra penginderaan jauh dan SIG ini disajikan sebagai informasi dalam betuk peta yangdapat dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kerentanan pencemaran air bawah tanah diwilayah karst sehingga masyarakat tahu dan lebih menjaga lingkungan wilayah karst terutama di kebutuhan air agartidak tercemar.Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Pencemaran, Air Tanah, Karst
ANALISIS POTENSI DAN INTERAKSI ANTAR OBJEK WISATA RELIGI DI KABUPATEN GRESIK ZULIANA, IIS; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProvinsi Jawa Timur sebagai salah satu tujuan wisata religi yang sangat besar, hal ini karena banyaknya peninggalan dari para Wali.Wisata religi di Jawa Timur masih menjadi destinasi favorit, hal ini karena faktor penduduk yang masih dikenal agamis. Kabupaten Gresik merupakan salah satu kota yang dijuluki sebagai kota para santri,seharusnya wisata religi lebih bisa dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wisata, promosi wisata dan interaksi antar lima objek wisata religi di Kabupaten GresikJenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Sunan Giri, Sunan Prapen, Situs Giri Kedaton, makam Poesponegoro Kabupaten Gresik. Subyek penelitian ini adalah wisatawan dan pengelola objek wisata, sedangkan objek penelitian ini adalah daya tarik, aksesibilitas, sarana prasarana, promosi dan interaksi antar objek wisata religi. Peneliti mengambil sampel sebanyak 150 responden dengan 30 responden pada setiap objeknya. Data yang diperoleh daya tarik wisata, aksesibilitas, sarana dan prasarana, promosi dan interaksi antar objek dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi lima wisata religi di Kabupaten Gresik memiliki kategori kelas sedang,pengelola tidak pernah melakukan promosi untuk setiap objek wisata religi, dan pergerakan wisatawan yang terjadi antar kelima objek wisata religi di Kabupaten Gresik terbesar terjadi pada makam Sunan Giri dan makam Maulana Malik Ibrahim. Hal ini diakibatkan karena potensi wisata yang ada pada kedua objek wisata tersebut memiliki pengelolaan yang lebih baikKata Kunci :potensi wisata, interaksi, promosi.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN DI JALAN SOEKARNO-HATTA DI DEPAN PASAR BUAH RANUYOSO DAN KLAKAH DI KABUPATEN LUMAJANG AVINDA YUNINGTYAS, BELLA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara berkembang yang memiliki beragam permasalahan, salah satu permasalahannya adalah kemacetan. Kemacetan terjadi karena tingginya jumlah penduduk, mobilitas penduduk serta kurangnya baiknya fasilitas jalan. Kemacetan yang terjadi di Kabupaten Lumajang yaitu di Jalan Soekarno-Hatta di Klakah dan di depan Pasar Buah Ranuyoso. Kemacetan diakibatkan oleh tingginya mobilitas penduduk untuk bekerja dan tingginya hambatan samping.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya Kapasitas Jalan, yang nantinya digunakan sebagai tolok ukur perhitungan untuk Satuan Mobil Penumpang dan Kajian Geografi yaitu Asal dan Tujuan (Origin Destination), Kebisingan dan Pola Kemacetan. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Soekarno-Hatta di Klakah dan di depan Pasar Buah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis data pengukuran, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas Jalan di ruas Klakah sebesar 2.119 unit/jam dan di depan Pasar Buah Ranuyoso 1.943 unit/jam. Hasil perhitungan ini menjadi patokan untuk perhitungan Satuan Mobil Penumpang (SMP), jika dalam perhitungan SMP melebihi Kapasitas Jalan maka pada ruas jalan tersebut terjadi kemacetan. Hasil penelitian Kajian Geografi adalah survey Asal dan Tujuan pengguna jalan menghasilkan terbanyak Kabupaten Lumajang dan untuk kegiatan yang dilakukan adalah bekerja 29% dan bekerja (muat pasir) 20%. Hasil survey kebisingan di Klakah sebesar 76,97 dB dan di depan Pasar Buah Ranuyoso sebersar 78,19 dB. Survey Pola Kemacetan menghasilkan pola kemacetan memanjang mengikuti ruas jalan. Kemacetan tertinggi di Klakah adalah 7,5 km dan terendah 2 km sedangkan di depan Pasar Buah Ranuyoso adalah tertinggi 8 km terendah 1,5 km.Kata Kunci : Analisis Faktor, Kemacetan, Ruas Jalan.

Page 1 of 3 | Total Record : 26