cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN FISIK DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KETERJANGKITAN ISPA DI KABUPATEN MOJOKERTO Fikri. F, Mohammad
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN FISIK DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KETERJANGKITAN ISPA DI KABUPATEN MOJOKERTO    Mohammad Fikri Fadholi Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya ffadholi17@gmail.com   Drs. Lucianus Sudaryono, M.S. Dosen Pembimbing Mahasiswa   Abstrak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah salah satu penyakit tertinggi yang diderita oleh masyarakat khususnya pada anak-anak yang sering terjadi di negara berkembang. Kondisi lingkungan yang buruk dan kondisi ekonomi menengah ke bawah merupakan faktor yang dapat berpengaruh terhadap tingginya keterjangkitan ISPA, disamping faktor lingkungan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang  paling berpengaruh terhadap keterjangkitan ISPA di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dijalankan menggunakan model analisis multivariat melalui uji regresi linier berganda. Data penelitian dikumpulkan dari 18 sampel yang berupa satuan-satuan wilayah tingkat kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Variabel-variabel yang diperhatikan yaitu: variabel tetap meliputi prevalensi ISPA dan variabel bebas meliputi persentase rumah sehat, persentase fasilitas kesehatan, curah hujan, persentase industri besar, kepadatan penduduk, persentase petani, tingkat pendidikan masyarakat dan PDRB perkapita. Hasil penelitian diperoleh variabel-variabel yang  memiliki  pengaruh signifikan meliputi persentase rumah sehat (p = 0,013), kepadatan penduduk (p = 0,004), dan persentase industri besar (p = 0,035). Berdasarkan variabel-variabel yang berpengaruh signifikan tersebut, peran pemerintah yang dapat dilakukan yaitu dengan penataan wilayah yang lebih teratur untuk daerah industri dan pemukiman agar kepadatan penduduk tersebar merata. Kata Kunci: Keterjangkitan ISPA, Kondisi Lingkungan Fisik dan Sosial Ekonomi, Potensi Daerah ISPA            Abstract Upper Respiratory Infection (URI) is one of the highest diseases suffered by people, especially  children in developing countries. Poor environmental conditions and lower economic conditions are factors that can affect the high infection of URI, as well as other environmental factors. The aim  purpose of this study to know the most influential factor on URI infection in Mojokerto Regency. This study used multivariate analysis model through multiple linear regression tests. The data were collected from 18 samples in the form of sub-district units in Mojokerto regency. The variables observed were fixed variable covering the prevalence of URI and independent variable including the percentage of the healthy house, the percentage of health facility, rainfall, the percentage of large industry, population density, the percentage of farmers, education level of society and per capita PDRB. The results gain variable-variables that have significant influence include percentage of healthy house (p = 0,013), population density (p = 0,004), and the big industry percentage (p = 0,035). Based on variable-variables that have significant influenc, the role of government is arranging a more regular area for industrial areas and settlements so that the population density is evenly distributed. Keywords: URI infection, Environmental Condition of Physical and Socioeconomic, Potential of URI Areas
ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA TELAGA NGEBEL KECAMATAN NGEBEL KABUPATEN PONOROGO GHULAM AHMAD, MIRZA
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN POTENSI WISATA PANTAI KABUPATEN TRENGGALEK MUZAKI, NASRULLOH
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                      Trenggalek,  one of districs  in East Java, has high tourism potential such as natural tourism, culuture and man made tourism. The existence of tourism is able to support the economic growth, regional income, empower the community, and extend job opportunities. The purpose of tourism developement is to increase the number of tourists visit. The number of tourists visit contributes to the tourism development. The problem is the number of  tourists’ visit decreased up to 12,1% in 2014, in addition the economic growth decreased up up to 9,6%. In 2015 number of tourists’ visit increased up to 15%, but was not followed by community economic increase where the economic growth of Trenggalek district in 2015 decreased up to 4,7% furthermore,  the number of poor people decreased up to 2,4% from 2014.                     This study was to examine the potential beach tourism object in Trenggalek district. The design of this research was quantitative research using Integrated Beach Value Index (IBVI) method, the parameters were Beach Index (BI), Knowledge Index (KI) and Monetary Index (MI). The research settings were in Tasikmadu village and Prigi beach in Watulimo subdistrict, Munjungan village and Blado beach in Munjungan subdistrict and also Wonocoyo village and Pelang beach in Panggul subdistrict. The population and sample of this research consisted of tourists and community around the beach tourism object. Sample of tourists was 102 tourists divided by three, they were : 34 tourists of Prigi beach, 34 tourists of Blado Beach and 34 tourists of Pelang Beach. The sample of community around the beach tourism object was 100 people of the vilage. Data anilysis techniques used disciptive quantitative and the data was collected by questionnaire and documentation.                 The research result shows that 1) the Prigi beach tourism object potency was categorized as medium by IBVI score was 0,74. The potency considered from Beach Index (BI) score was 0,80 that showed it was high potency, Knowledge Index (KI) and Monetary Index (MI) had a medium potency, each score was 0,67 and 0,75. 2) Blado beach ywas a beach that had a medium potency by the IBVI score was 0,69. BI score of Blado beach was 0,66 and KI score was 0,59, those score included into medium potency while MI score was 0,81 included into high potency. 3) The potency of Pelang beach included into medium potency, it had IBVI score 0,74. The score was considered from BI showed categorize as high potency by the score 0,82, while KI and MI score categorized into medium potency, KI score was 0,65 and MI score was 0,74. Keywords : beach tourism object, potency, beach index, knowledge index, monetary index Abstrak Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi wisata yang tinggi, mulai dari wisata alam, budaya hingga buatan manusia. Keberadaan obyek wisata mampu memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, memberdayakan masyarakat, dan memperluas lapangan pekerjaan. Tujuan utama pembangunan pariwisata yaitu untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Perkembangan jumlah kunjungan wisatawan memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata. Permasalahan yang mucul adalah adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan Kabupaten Trenggalek tahun 2014 sebesar 12,1%, selain itu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek menurun sebesar 9,6%. Pada tahun 2015 jumlah kunjungan wisatawan Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan sebesar 15%, namun peningkatan tersebut belum dibarengi dengan peningkatan kondisi ekonomi masyarakat, dimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2015 turun sebesar 4.7% ditambah lagi dengan jumlah penduduk miskin yang meningkat sebesar 2,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi obyek wisata pantai Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode Integrated Beach Value Index (IBVI) dengan parameter Beach Index (BI), Knowledge Index (KI) dan Monetary Index (MI). Lokasi penelitian adalah di Desa Tasikmadu dan Pantai Prigi di Kecamatan Watulimo, Desa Munjungan dan Pantai Blado di Kecamatan Munjungan dan Desa Wonocoyo dan Pantai Pelang di Kecamatan Panggul. Populasi dan sampel dalam penelitian ini terdiri dari wisatawan dan masyarakat di sekitar obyek wisata pantai. Jumlah sampel wisatawan sebanyak 102 wisatawan yang terbagi menjadi tiga yaitu 34 wisatawan pada masing masing obyek wisata pantai. Sampel masyarakat di sekitar obyek wisata sebanyak 100 orang pada masing masing desa dimana obyek wisata pantai berada. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Potensi obyek wisata Pantai Prigi tergolong sedang dengan nilai IBVI 0,74.  Potensi tersebut ditinjau dari segi Beach Index (BI) menunjukkan potensi tinggi dengan nilai 0,80, Knowledge Index (KI) dan Monetari Index (MI) pantai Prigi memiliki potensi yang sedang dimana nilai KI 0,67 dan nilai MI 0,75. 2) Pantai Blado merupakan pantai yang bisa dikategorikan memiliki potensi yang sedang dengan nilai IBVI adalah 0,69. Nilai BI Pantai Blado adalah 0,66, nilai KI adalah 0,59 dan nilai MI adalah 0,81. Nilai BI, KI obyek wisata pantai Blado termasuk dalam kategori potensi sedang, sedangkan nilai MI termasu kategori tinggi. 3) Potensi obyek wisata Pantai Pelang tergolong tinggi. Nilai IBVI Pantai Pelang adalah 0,74. Potensi tersebut ditinjau dari segi BI menunjukkan potensi tinggi dengan nilai 0,82, sedangkan ditinjau dari KI dan MI Pantai Pelang memiliki potensi yang sedang dimana nilai KI 0,65 dan nilai MI 0,74.   Kata kunci : obyek wisata pantai, potensi, beach index, knowledge index, monetary index
EKSISTENSI PETERNAKAN SAPI PERAH TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN LINGKUNGAN DI DESA TROPODO  KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO DE SAPUTRA, ARFIAN
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN KELAYAKAN POTENSI GOA NGERONG UNTUK TUJUAN WISATA SUSUR GOA DI OBYEK WISATA GOA NGERONG KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN Setiyawan, Dedi
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Goa merupakan salah satu ciri khas bawah permukaan karst yang memiliki nilai tinggi dan dapat dijadikan sebagai wisata minat khusus. Goa yang memiliki hiasan dinding (ornament) bagus akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Di Kabupaten Tuban terdapat banyak goa yang saat ini mulai gencar di kelola baik oleh masyarakat maupun pemerintah kabupaten. Salah satunya adalah Goa Ngerong yang berada di Kecamatan Rengel. Berdasarkan data kunjungan wisatawan di obyek wisata Goa Ngerong masih lebih sedikit dibandingkan Goa Akbar yang menjadi obyek wisata di Kabupaten Tuban. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui kelayakan Goa Ngerong untuk dijadikan sebagai obyek wisata susur goa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Goa Ngerong yang terletak di Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Subyek penelitian ini adalah Goa Ngerong dan obyek penelitiannya adalah potensi yang dimiliki Goa Ngerong meliputi daya tarik, sarana, aksesibilitas, dan keamanan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA). Goa Ngerong adalah obyek wisata goa yang masih menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang ke Kabupaten Tuban. Hasil perhitungan dapat diklasifiasikan bahwa Goa Ngerong memiliki potensi yang tinggi, dan potensi yang dimiliki Goa Ngerong sangat layak untuk di kembangan sebagai wisata susur goa dengan presentase kelayakan sebesar 84%. Goa Ngerong layak untuk di kembangkan sebagai wisata susur goa dan potensinya masih dapat di tingkatkan. Kata Kunci: Wisata susur goa,  Goa Ngerong,  pengembangan   Abstract The cave is one of the characteristic  karst subsurface that has high value to be specific interest. The cave that has a nice ornament will be the main attraction for tourists visiting. There are many caves in Tuban that are now starting to be intensively managed by both community and district government. One of them is Goa Ngerong located in Rengel subdistrict. Based on data visit tourism of Goa Ngerong, it more little than Goa Akbar as tourism at Tuban district. The purpose of this Research aimed to know the feasibility of Goa Ngerong to serve as caving tour attractions. This research includes was quantitative descriptive.The locatian of this research at Goa Ngerong, Rengel Subdistrict, Tuban district The subject of this research was Goa Ngerong and object of this research were the potential of Goa Ngerong  including its attraction facilities, , accommodations, accessibility, and security. This research uses Data collection technique used observation and documentation. Data analysis techniques  used scoring Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA).  Goa Ngerong  tourism still became the main destination for people in Tuban. The results of calculations showed that Goa Ngerong had high potential and was to be worthy as caving tour object with the feasibility of 84 percent. Goa Ngerong was possible to be developed as cave tourism caving and the potential will be increase. Keywords : Caving tourism, Goa Ngerong, development
ANALISIS USAHA TANI BUDIDAYA SEMANGKA DI DESA LATUKAN KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN WAHYU HIDAYAT, MUHAMMAD
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKSISTENSI HOME INDUSTRY KERIPIK KETELA DI KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO PUSPANGIRA, ANGKUNANTA
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meningkatnya intensitas pembangunan di Kecamatan Trawas mengakibatkan penurunan 33,3% ketersediaan lahan, hal tersebut memberi dampak pada aspek sosial dan ekonomi. Salah satunya adalah dampak terhadap aktifitas home industry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi pada home industry keripik ketela di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan skor yang diperoleh dari hasil wawancara.  Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap eksistensi dalam sebuah home industry adalah jumlah modal, bahan baku, jumlah tenaga kerja dan luas area pemasaran. Lokasi ini di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, subjek penelitian adalah pengusaha home industry keripik berjumlah 6 orang dan tenaga kerja sampel berjumlah 20 orang. Sumber datanya ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara dengan pedoman kuesioner kepada pengusaha dan tenaga kerja dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian eksistensi home industry keripik ketela yang diukur dari indikator sumber modal, ketersediaan bahan baku, ketersediaan tenaga kerja dan pemasaran sebesar 58.3% yang berada pada kategori eksistensi tinggi yang dipersepsikan aman untuk eksis keberadaan home industry keripik ketela di wilayah desa Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Keberadaan home industry keripik ketela di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto masih tetap bertahan sampai saat ini dan di masa yang akan datang, hal ini ditunjukkan dari penilaian eksistensi home industry keripik ketela yang diukur dari indikator sumber modal, ketersediaan bahan baku, ketersediaan tenaga kerja dan pemasaran yang berada pada kategori eksistensi tinggi yang dipersepsikan aman untuk eksis keberadaan home industry keripik ketela di wilayah desa Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.   Kata Kunci :  Eksistensi, Home industry, Modal.                                                                     Abstract The increased intensity of construction in Trawas Sub-District 33,3% decresed land availabiity, it could be effect on social and economic dimension. One of the impact on home industry activity. The purpose of this study was to determine the existence of cassava chips home industry in Trawas Sub-District Mojokerto District. This study used quantitative descriptive based on the score by result of interview. Variables that influenced to the existence of home industry were capital resources, raw materials, labour power and range of marketing area. The setting of this study was in Trawas Sub-District, Mojokerto District. The subject of this research were 6 owners of home industry and 20 labours. The data consisted of primary and secondary data. The data were collected using interview that based on questionnaire given to owner and labour, and documentation. The results of this study showed that the assessment of the existence of cassava chips home industry measured by its capital resources indicator, the availability of raw materials, the availability of labor power and marketing was 58.3% categorized as high and considered as perceived safe to exist the existence of cassava chips home industry in the village area around Trawas Sub-District, Mojokerto District. Home industry is able to survive until today and in the future referred to capital resources, the availability of raw materials, the availability of labour power and marketing was categorized as high and considered as perceived safe to exist the existence of cassava chips home industry in the village area around Trawas Sub-District, Mojokerto District.   Keywords: Existence, Home industry, Capital.
DAMPAK BEROPERASINYA JEMBATAN PAPAR TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT  KECAMATAN NGRONGGOT , KABUPATEN NGANJUK Yulianto,
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The operation of the Papar bridge will facilitate transportation and impact the movement of people and goods. Papar bridge will stimulate economic activity, cultivate business in agriculture, industry, services, and the increasing flow of goods entering or leaving from Ngronggot subDistrict. The researcher wants to find out how the impact of bridge to the social condition of the community around Ngronggot Sub-district, Nganjuk District? Ho impact of bridg to the economic condition of the community around Ngronggot Sub-district, Nganjuk Regency ?. The type of research in this study is descriptive quantitative by using percentage analysis . This study took 3 urban villages from 13 urban villages with population of 5288 families. Sample of 100 families were chosen, using slovin formula with random sampling The result of this study were divided into two Social Condition;job type and accessibility. The type of job such as private employee that was initially from 20 to 17 decreased 15%, farmers who were  initially from 56 to 46 decreased 18%, traders from 5 to 18  increased 72%. The Accessibility of the asphalt road form was initially from 96 to 46 that decreased 52%, the land was initially from 4 to 1 decreased 75%, the condition of the road  was initially from 8 to 99 that increased 90%, the ordinary one was initially from 81 to 1 that decreased 98%. The operation of bridges effected the economic conditions of the community Ngronggot sub district Nganjuk District that were income and family needs, The income of the community above UMR which was initially from 40 to 56 that decreased 26% less or equal to UMR which was  initially 60 to 44 that decreased 39%, the needs of the family was initially from 6 to 74 that increased 91%, that meet 84 before to 26 that increased 22%, mobility of private vehicles from 77 to 99, which experienced an increase of 21%, public transportation which was initially 16 to 1,decreased 93%. Keywords: Attractiveness, Promotion, Connectivity, Heritage Tourism Abstrak Beroperasinya Jembatan Papar akan memperlancar transportasi dan akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun barang. Jembatan Papar akan merangsang kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian, industri, jasa, dan meningkatnya arus barang yang masuk atau keluar dari Kecamatan Ngronggot.Bagaimana dampak beroperasinya jembatan Papar terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar Kecamatan Ngronggot , Kabupaten Nganjuk ? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis prosentase. Penelitian ini mengambil 3 kelurahan dari 13 kelurahan dengan populasi 5.288 kk, dengan menggunakan rumus slovin diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah 100 kk dengan  pengambilan sampel secara random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah Kondisi Sosial ini terdiri dari jenis pekerjaan dan aksesibilitas. Jenis pekerjaan pegawai swasta yang semula 20 menjadi 17 yaitu mengalami penurunan 15%, petani yang awalnya 56 menjadi 46 yaitu mengalami penurunan 18%, pedagang yang semula 5 menjadi 18 yaitu mengalami kenaikan 72%. Aksesbilitas bentuk jalan aspal yang semula 96 menjadi 46 yaitu mengalami penurunan 52%, Aksesbilitas bentuk jalan tanah yang awalnya 4 menjadi 1 yaitu mengalami penurunan 75%,kondisi jalan ramai yang semula 8 menjadi 99 yaitu mengalami kenaikan 90%, biasa yang awalnya 81 menjadi 1 yaitu mengalami penurunan 98%. Kondisi Ekonomi Dampak beroperasinya jembatan Papar terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk terdiri dari Pendapatan dan kebutuhan keluarga. Pendapatan masyarakat di atas UMR yang semula 40 menjadi 56 yaitu mengalami penurunan 26%, kurang atau sama dengan UMR yang awalnya 60 menjadi 44 yaitu mengalami penurunan 39%, kebutuhan keluarga sangat memenuhi yang semula 6 menjadi 74 yaitu mengalami kenaikan 91%, memenuhi yang awalnya 84 menjadi 26 yaitu mengalami kenaikan 22%, mobilitas dengan kendaraan pribadi yang semula 77 menjadi 99 yaitu mengalami kenaikan 21%, angkutan umum yang awalnya 16 menjadi 1 yaitu mengalami penurunan 93%. Kata Kunci : Jembatan Papar, kondisi sosial, kondisi ekonomi
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TOPI DI DESA PUNGGUL KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN SIDOARJO QUROTUL AINI, RIZKYANTI
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN KARAKTERISTIK MOBILITAS NON PERMANEN DESA SEDURI KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO SEPTIAN TRI WAHANA, HENDY
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Seduri Kecamatan Mojosari adalah desa yang memiliki pola penggunaan lahan yang lebih didominasi oleh kegiatan perdagangan daripada sektor industri dengan jumlah lapangan pekerjaan yang sedikit dan jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada. Jumlah penduduk yang besar dan lapangan kerja yang sedikit menyebabkan sebagian besar penduduk di Desa Seduri mencari pekerjaan di luar wilayah Mojosari tetapi mereka tidak menetap di wilayah tempat mereka bekerja dan mempengaruhi mobilitas penduduk di Desa Seduri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik migran non permanen di Desa Seduri dan mengetahui faktor penarik dan faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya mobilitas non permanen di Desa Seduri Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Lokasi penelitian dipilih secara purposive area yaitu pemilihan secara sengaja dengan maksud menemukan sebuah daerah yang relevan dengan tujuan penelitian. Penelitian dilakukan di Desa Seduri dikarenakan penduduk di Desa Seduri banyak melakukan mobilitas non permanen. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penduduk Desa Seduri yang melakukan mobilitas non permanen didominasi oleh migran laki-laki dengan rata-rata dominan berumur 20-35 tahun, rata-rata dominan pendidikan terakhir adalah SMA, pekerjaan yang diminati adalah sebagai buruh pabrik, dan kurangnya pilihan lowongan pekerjaan sesuai dengan riwayat pendidikan terakhir. Mojosari merupakan daerah perdagangan sehingga lebih dominan lowongan pekerjaan sebagai pegawai toko. Pendapatan bekerja di daerah Mojosari lebih rendah daripada di daerah lain di luar wilayah Mojosari (faktor pendorong). Beban tanggungan keluarga yang banyak membuat penduduk di daerah Mojosari bekerja di luar daerah Mojosari yang gajinya lebih besar (faktor penarik). Kurangnya industri maupun perkantoran di daerah Mojosari menyebabkan lowongan kerja tidak luas dan lebih banyak perdagangan daripada perkantoran dan industri. Kata Kunci: Karakteristik mobilitas non permanen, Desa Seduri Kecamatan Mojosari Abstract Seduri village in Mojosari is a village with more land use pattern dominated by trade activities than industrial sector. The number of employment in Seduri village in Mojosari is small and the number of population which is not proportional to the number of employment available. The biggest job of Seduri Village is private employees, so it is not surprising that most residents in Seduri Village prefer to seek employment outside Mojosari area but they do not live in the area where they work, so this may affect the mobility of the people in Seduri Village. The purpose of this research is to know the characteristics of non-permanent migrants in Seduri Village, Mojosari, Mojokerto, and to know the pull factor and the push factor causing non-permanent mobility in Seduri Village, Mojosari, Mojokerto. The type of this research is qualitative research using case study method. The location of this research was chosen by purposive sampling area that is deliberate selection to find an relevant area with the purpose of research. This research was conducted in Seduri Village because the population in Seduri Village did a lot of non permanent mobility. The procedure of data retrieval is done by observation, in-depth interview, and documentation.  The results of this study indicate that the characteristics resident of Seduri village who do non-permanent mobility dominated by male migrants with dominant average age 20-35 years, the dominant average of the last education is Senior High School, jobs are demand as factory workers, and lack of choice job vacancies is according to recent education history. Mojosari is the trading area so it is more dominant job vacancy as shop clerk. Revenues working in the Mojosari area are lower than in other areas outside the Mojosari region (pushing factor). Have some many families makes the inhabitants of Mojosari work outside the Mojosari region with a larger salary (pulling factor). Keywords: Non permanent mobility characteristic, Seduri Village in Mojosari