cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DAMPAK KEBERADAAN INDUSTRI AIR MINUM KEMASAN AQUA DAN AMSIL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN JATI ANOM DESA KARANGJATI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Widyanto, Ihda
Swara Bhumi Vol 5, No 03 (2017): vol 5 nomor 03 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Pandaan adalah daerah pusat perkembangan industri pabrik kemasan air mineral karena memiliki potensi lahan yang luas, dekat dengan sumber daya mata air dan strategis untuk dijangkau oleh para pekerja, maka dari itu wilayah ini dijadikan pusat kegiatan ekonomi pabrik kemasan air mineral. Industri air minum kemasan ini berdiri, menyebabkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat  terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keberadaan industri air minum kemasan terhadap kondisi sosial di Dusun Jati Anom Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dan untuk mengetahui dampak keberadaan industri air minum kemasan terhadap kondisi ekonomi di Dusun Jati Anom  Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah Dusun Jati Anom Desa Karangjati Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Subyek penelitian adalah masyarakat Dusun Jati Anom yaitu masyarakat sekitar Industri. Sumber data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan peneliti ini menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan Industri air minum kemasan Amsil dan Aqua mempunyai dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah peningkatan rasa kekeluargaan dari masing masing warga, peningkatan kondisi ekonomi setelah adanya keberadaan Amsil dan Aqua, membangunkan masjid, jalan dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan memberikan air bersih kestiap rumah warga Dusun Jati Anom, dampak negatif yang diberikan yaitu sungai yang terkena limbah menjadi tercemar (hilangkanya indikator bioslogis/lumut), tembok pembatas pabrik menjadi berlumut dan bau, kemacetan ruas jalan menuju RT 05 karena keluar masuknya truk pabrik, dan kebisingan dikarenakan galon berjatuhan dan mesin yang beroperasi. Kata kunci: dampak, sosial ekonomi,industri air minum kemasan.
TANGGAPAN RESPONDEN TERHADAP KEBERADAAN BUS TRANS SIDOARJO RORO WILIS, RIZKI
Swara Bhumi Vol 5, No 03 (2017): vol 5 nomor 03 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi atau pengangkutan merupakan bidang yang sangat penting dalam kehidupan terutama untuk menunjang kegiatan mobilitas masyarakat. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu daerah penyangga Kota Surabaya. Akses jalan dan sarana prasarana yang menghubungkan dua wilayah tersebut cukup memadai, hal ini menyebabkan tingkat mobilitas antar kota penduduk Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi. Upaya peningkatan layananan transportasi sekaligus untuk mengatasi masalah kemacetan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyediakan angkutan umum Bus Kota dan angkutan umum baru yaitu Bus Trans Sidoarjo dengan fasilitas yang lebih baik dari Bus Kota. Empat bulan setelah dioperasionalkan, keberadaan Bus Trans Sidoarjo tidak sesuai harapan karena tidak diminati. Masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan Bus Kota. Keberadaan Bus Trans Sidoarjo, hampir setiap perjalanan lebih banyak kursi yang kosong dari pada yang terisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap Bus Trans Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah survey. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang jalan dari terminal Porong ke terminal Bungurasih. Populasi penelitian ini adalah orang yang melakukan kegiatan mobilitas dari terminal Porong ke Kota Surabaya atau sebaliknya. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus populasi tak terhingga dan pemilihannya dilakukan menggunakan teknik accidental random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut responden Bus Trans Sidoarjo merupakan angkutan umum yang nyaman, aman, cepat, tepat waktu, dan harga tiket yang terjangkau tetapi mereka kurang berminat menggunakan jasa kendaraan tersebut. Faktor utama yang menyebabkannya adalah karena rute bus tersebut hanya sampai di Terminal Bungurasih. Pengguna angkutan umum dari  Sidoarjo sesampainya di terminal Bungurasih masih harus ganti kendaraan umum lainnya untuk meneruskan perjalanannya ke Kota Surabaya. Kata Kunci : Angkutan umum Bus Trans Sidoarjo.
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MIGRAN MASUK DI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO FATICH FUADDIN, MOCH
Swara Bhumi Vol 5, No 03 (2017): vol 5 nomor 03 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kawasan penyanggah dari kota Surabaya. Menurut data BPS tahun 2016 Kabupaten Sidoarjo mempunyai jumlah migran masuk sebanyak 13873 jiwa. Migran masuk di Kecamatan Candi berjumlah 1006 jiwa. Kecamatan Candi berada di urutan ke-4 jumlah pendatang terbanyak di Kabupaten Sidoarjo. Daya tarik yang besar terdapat pada sektor industri. Berdasarkan data BPS pada tahun 2016 kategori industri di Kecamatan Candi berjumlah 637 industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan migran masuk di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah survei. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Populasi sebanyak 1006 migran, sedangkan sampelnya sebanyak 100 responden. Variabel penelitian ini adalah faktor pendorong, faktor penarik, dan remitan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif menggunakan prosentase. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tentang faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan migran masuk di Kecamatan Candi diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Faktor pendorong: penghasilan di daerah asal rendah. Status pekerjaan migran di daerah asal mayoritas sudah bekerja. Gaji Rp 1.000.000-2.000.000. Lapangan pekerjaan bidang pertanian. Migran mempunyai saudara di daerah tujuan. (2) Faktor penarik : Migran menilai kondisi pekerjaan di daerah tujuan baik. Mayoritas saat migrasi sebagai buruh pabrik. Gaji migran saat melakukan migrasi Rp 2.000.000-3.000.000. Pengeluaran migran digunakan kebutuhan sehari-hari. Migran menilai akses pulang pergi mudah. Mayoritas menilai tingkat kesukaran mendapatkan pekerjaan mudah. (3) Remitan yang dikirimkan pelaku migran ke daerah asal adalah: Migran mengirimkan pendapatannya ke daerah asal. Jumlah uang yang dikirimkan migran ke daerah asal dibawah Rp 1.000.000.
DAMPAK PENAMBANGAN PASIR TERHADAP PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DI DESA SELOK AWAR – AWAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG PRATAMA, VIKY
Swara Bhumi Vol 5, No 3 (2017): volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian pengolahan dan pengusahaan mineral meliputi penyelidikan umum, ekploitasi, studi kelayakan, konstuksi penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan , serta kegiatan pasca tambang ( UU No 4 Tahun 2009).Dampak penambangan terhadap lahan pertanian yang dekat dengan penambangan pasir membuat lahan pertanian  mengalami perubahan dari kerusakan fisik lahan,kondisi ekonomi petani(pendapatan /penghasilan) dan kondisi sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak aktivitas penambangan pasir di muka pantai Watu Pecak terhadap kerusakan lahan pertanian di Desa Selok Awar – Awar Kecamatan Pasirian. Lokasi penelitian ini di Desa Selok Awar – Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang dengan menggunakan informan sebenyak 20 orang dalam mengumpulan data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara,dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat kaitan antara aktivitas penambangan pasir muka pantai terhadap kerusakan lahan pertanian di Desa Selok Awar – awar, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Aktivitas penambangan yang terjadi merupakan jenis penambangan rakyat dan ilegal karena penambang tidak memiliki izin penambangan rakyat yang sah. Para petani yang mengolah lahan di dekat lokasi penambangan pasir tersebut berasal dari beberapa wilayah di kecamatan Pasirian seperti desa Selok Awar-awar , desa Selok Anya , dan desa Bagu . Kata Kunci : penambangan, kerusakan lahan   Abstract Mining is part or all of the stage of activity in order research processing and operation mineral includes the investigation common feasibility study mining processing and purification transportation and sale and activities after mine law no 4 years 2009 . Mining can also in read in the excavation material mineral Coal oil and gas only one distinction the mines with the mining is mine is place while mining is the object their activities. The impact of mining to agricultural land close to mining sand make agricultural land has changed from physical damage  and condition of the community social. The purpose of this research is to find the impact of mining activity sand in the coastal watu pecak to destruction of farmland in the village selok awar - awar in sub pasirian. The this research in the village selok awar - awar in sub pasirian sub,  lumajang regency using informants As much as 20 people in data collection . The approach that was used in this research was a qualitative approach . Technique data collection was carried out by means of observation interview and documentation . Analysis Data used in this research was descriptive analysis qualitative . The results of research suggests that there is connection between mining activity sand the coast to destruction agricultural land in the village selok awar - awar, pasiririan sub , lumajang regency . Mining activity that occurs is the type of mining the people and illegal because miners do not have permission mining the people who valid . The farmers that process areas in sub pasirian such as selok awar-awar village , selok anyar village and bagu village.   Keywords : mining, damage land , and impact
ANALISIS BERBASIS CLUSTER TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI KABUPATEN KEDIRI Farid Zain, Muchammad
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan daerah yang maju. Karesidenan Kediri memiliki jumlah dispensasi kawin terbanyak diantara daerah lainya dengan jumlah 151 kasus di tahun 2016. Dispensasi kawin diberikan Pengadilan Agama kepada calon mempelai yang belum cukup umur untuk menikah atau laki-laki di bawah umur 19 tahun dan pihak wanita di bawah umur 16 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengelompokan faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan di bawah umur di Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ada 60 responden yang dibagi dalam 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri. Analisis penelitian menggunakan analisis cluster dengan 3 tingkat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan di Kabupaten Kediri terbagi menjadi 3 cluster yaitu cluster 1 dengan predikat cluster tinggi meliputi wilayah Kecamatan Semen, Kras, Ringinrejo, Wates, Ngancar, Puncu, Pagu, Gampengrejo, Banyakan, dan Grogol dengan variabel yang berpengaruh yaitu variabel Budaya. Cluster 2 dengan predikat cluster rendah meliputi wilayah Kecamatan Plosoklaten, Gurah, Kepung, Kayen Kidul, dan Tarokan dengan variabel yang berpengaruh yaitu Tingkat Pendidikan, Kondisi Ekonomi, Pengetahuan, Kondisi Sosial, Peran Orang Tua, Budaya, Agama, dan Media Massa. Cluster 3 dengan predikat cluster sedang meliputi wilayah Kecamatan Mojo, Ngadiluwih, Kandat, Kandangan, Pare, Badas, Kunjang, Plemahan, Purwoasri, Papar, dan Ngasem dengan variabel yang berpengaruh yaitu Kondisi Ekonomi, Pengetahuan, Kondisi Sosial, Pendidikan Orang Tua, Peran Orang Tua, Agama dan Media Massa. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan cluster-cluster di wilayah Kabupaten Kediri meliputi variabel Tingkat Pendidikan, Kondisi Ekonomi, Pengetahuan, Peran Orang Tua, Budaya, dan Media Massa. Variabel yang tidak berpengaruh signifikan yaitu Kondisi Sosial, Pendidikan Orang Tua, dan Agama. Kata kunci : Usia kawin, Pernikahan, Analisis cluster
PERSEPSI DAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT AREA TERDAMPAK PEMBANGUNAN WADUK DI DUSUN BENDO DESA NGINDENG KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO SETYO WIBOWO, ANANG
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ponorogo merupakan daerah kekurangan air terutama pada musim kemarau, baik untuk keperluan air irigasi maupun air baku untuk domestik dan industri. Salah satu alternatif untuk mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat adalah dengan membangun reservoir air berupa waduk atau bendungan. Pembangunan Waduk berlokasi di  Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Pembangunan waduk di samping mempunyai dampak positif juga mempunyai dampak negatif pada masyarakat yang tinggal di area terdampak pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Persepsi masyarakat yang akan dipindah terhadap keberlanjutan mata pencaharian penduduk Dusun Bendo yang lahannya ditinggalkan 2) Karakteristik sosial, dan ekonomi penduduk di Dusun Bendo yang terkena dampak relokasi pembangunan waduk 3) Keinginan masyarakat Dusun Bendo yang terkena dampak langsung pembangunan waduk. Jenis penelitian ini adalah penelitian Survey. Lokasi penelitian dilakukan di dusun Bendo Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di area terdampak pembangunan waduk yang lahan pemukimannya dialihfungsi kan untuk dijadikan waduk. Penentuan sampel dengan rumus slovin yaitu sebanyak 73 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi masyarakat yang akan dipindahkan terhadap keberlanjutan mata pencaharian penduduk Dusun Bendo yang lahannya ditinggalkan adalah memiliki persepsi tinggi sebesar 69,9%. Karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat Dusun Bendo yang tinggal di kawasan area terdampak pembangunan waduk bendo termasuk dalam kriteria usia produktif yaitu usia 26 – 65 sebesar 87,7%. Pendidikan rata – rata memliki tingkat pendidikan Tamat SD sebesar 68,6%. Masyarakat Dusun Bendo memiliki tingkat hubungan sosial yang tinggi yaitu sebesar 83,6%. Tingkat strata sosial masyarakat Dusun Bendo memiliki tingkat penghormatan yang tinggi yaitu sebesar 60,3 %. Mayoritas penduduk Dusun Bendo bekerja sebagai Petani 77%. Penghasilan masyarakat memiliki penghasilan berkisaran antara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.450.000 /bulan sebesar 56,2%. Keinginan masyarakat Dusun Bendo adalah segera untuk di relokasi dan mendapatkan ganti rugi yang sesuai dengan kepemilikan lahan dan modal alam (kekayaan) yang dimiliki. Keinginan warga setelah pemindahan penduduk nanti selesai pihak perhutani menyiapkan lahan siap tanam untuk masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setelah relokasi. Tersedianya alternatif pekerjaan sangat diperlukan oleh masyarakat sehingga menyebabkan persepsi perubahan pekerjaan setelah waduk selesai di bangun. Kata Kunci: Persepsi, Karakteristik , Keinginan, Masyarakat.
POTENSI USAHA TERNAK BEBEK PETELUR DI KAMPUNG BEBEK DESA KEBONSARI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO Aji Pamungkas, Putra
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Usaha ternak bebek petelur di Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan.pada tahun 1997 terdapat 50 peternak mampu menghasilkan produksi telur sebanya 67.500 butir per hari berkurang menjadi 27 peternak pada tahun 2016 rata-rata produktivitas 700 butir telur perhari. Penurunan ini dipicu oleh perubahan penggunaan lahan dari sawah menjadi permukiman dan dibangunya jalan luar lingkar timur Sidoarjo Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  potensi usaha ternak bebek melalui pola persebaran pendistribusiannya mengetahui kondisi sosial, ekonomi, dan geografis peternak bebek di kampung bebek desa kebonsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi peternak sejumlah 27 peternak. Variabel dalam penelitian ini yaitu pola persebaran, kondisi sosial, ekonomi dan kondisi geografis  Teknk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket (kuesioner). Analisis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang ada di kampung bebek sangat baik karena dilihat dari pola persebaran hasil pendistribusian perternakan di kampung bebek Desa Kebonsari menunjukkan angka di atas 70 %. Satu ekor bebek Setiap tahunnya bisa menghasilkan 200 – 300 butir telur untuk dijual di daerah luar sidoarjo. dilihat dari sosial dan ekonomi serta kondisi geografisnya seesuai oleh karena itu peternak di desa kebonsari mampu bersaing dengan daerah – daerah lainya seperti daerah Mojokerto, Pasuruan dan Blitar. Kata Kunci : Pola persebaran, hasil pendistribusian, kondisi sosial, kondisi ekonomi dan kondisi geografis.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBYEK WISATA PANTAI BALEKAMBANG DAN PANTAI NGLIYEP DI KABUPATEN MALANG Budiyasa, Fiqih
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan bagian dari sektor industri di Indonesia yang prospeknya cerah, dan mempunyai potensi serta peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Peranan pariwisata semakin terasa, karena pariwisata saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan setiap orang. Potensi pariwisata merupakan hal yang terpenting dalam hal kepariwisataan, potensi yang dimiliki suatu obyek wisata dapat menentukan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Berdasarkan data jumlah pengunjung yang diperoleh, menunjukkan bahwa perbedaan jumlah pengunjung antara Pantai Balekambang dengan Pantai Ngliyep sangat berbeda jauh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep dan untuk mengetahui kekurangan maupun kelebihan pengembangan antara Pantai Balekambang dengan Pantai Ngliyep. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 wisatawan Pantai Balekambang dan 50 wisatawan Pantai Ngliyep serta seluruh jumlah pengelola dan penjual yang ada di Pantai Balekambang maupun Pantai Ngliyep, sampel untuk wisatawan diambil secara accidental sampling. Data yang diperoleh berupa tingkat potensi dan pengembangan yang dimiliki Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi Pantai Balekambang dengan Pantai Ngliyep berbeda. Aksesibilitas yang dimiliki Pantai Balekambang termasuk dalam kategori baik sedangkan Pantai Ngliyep termasuk dalam kategori kurang baik, atraksi yang dimiliki Pantai Balekambang termasuk dalam kategori sangat menarik sedangkan Pantai Ngliyep termasuk dalam kategori menarik, fasilitas penunjang yang dimiliki Pantai Balekambang termasuk dalam kategori baik sedangkan Pantai Ngliyep termasuk dalam kategori kurang baik, sumber daya manusia yang dimiliki pengelola dan penjual yang ada di Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep termasuk dalam kategori baik dan sikap yang dimiliki pengelola dan penjual yang ada di Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep termasuk dalam kategori baik. Pengembangan Pantai Balekambang lebih baik dibanding dengan Pantai Ngliyep. Secara kuantitas Pantai Balekambang lebih baik daripada Pantai Ngliyep, semakin banyak pengelola yang ada di suatu objek wisata akan semakin cepat pula pengembangan yang dilakukan. Pantai Balekambang memiliki kekurangan yaitu kurang matangnya perencanaan awal dalam hal fasilitas bermain atv sehingga perlu adanya pengkajian ulang, dan untuk Pantai Ngliyep memiliki kekurangan belum tersedianya fasilitas bermain dan kurangnya tenaga pengelola untuk mengelola lokasi wisata Pantai Ngliyep. Hal yang harus dilakukan oleh pengelola kedua objek wisata pantai ini selalu senantiasa melakukan perawatan dan merenovasi fasilitas penunjang yang sudah tidak layak digunakan dan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu untuk mempermudah aksesbilitas untuk menuju lokasi wisata. Kata Kunci: jumlah pengunjung, wisata pantai, potensi, pengembangan selanjutnya.
BENCANA BANJIR DAN PENANGANANNYA MENURUT MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DI TANGGULREJO, KECAMATAN BABAT ADITIA, VITRA
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banjir yang terjadi di Tanggulrejo setiap tahun merupakan dampak dari dekatnya jarak antara Desa Tanggulrejo dengan Sungai Bengawan Solo. Permukiman di Tanggulrejo tiap tahun mengalami genangan air yang berlangsung 1 – 2 minggu. Masyarakat Tanggulrejo adalah subjek alam yang dalam tindakannya dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Pengaruh tersebut dapat muncul dalam pemaknaan banjir dan penanggulangan bantaran sungai oleh masyarakat Tanggulrejo. Penelitian dilaksanakan di Tanggulrejo, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Fokus penelitian adalah pemaknaan banjir dan penanggulangannya, serta penyebab masyarakat tinggal di lingkungan banjir. Subjek penelitian adalah masyarakat yang hidup di Tanggulrejo dengan jumlah informan 12 orang, terdiri dari 3 informan kunci dan 9 informan penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi yang mendalami pengalaman dari sudut pandang peneliti dan subjek yang diteliti. Teknik Pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan penggunaan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan, verifikasi, penarikan kesimpulan akhir. Keabsahan data yang digunakan adalah kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat determinisme alam pada masyarakat Tanggulrejo ditandai dengan ketidakberdayaan menghadapi banjir dan lebih pasrah menerima banjir. Tindakan yang terdapat di Tanggulrejo untuk penanggulangan banjir dari pandangan tersebut adalah peninggian rumah dan usaha untuk menaruh barang-barang lebih tinggi dari genangan air. Penanggulangan yang diharapkan meliputi 3 hal yaitu teknis, sosial, dan ekonomi. Persepsi yang muncul terhadap banjir dan penanggulangannya terbagi menjadi 3, yaitu cemas dan terganggu, tidak terganggu, serta biasa saja. Alasan-alasan yang muncul ketika memilih bertempat tinggal dilatarbelakangi oleh permasalahan sosial, ekonomi, dan aksesibilitas. Kata Kunci : Banjir, Penanggulangan, Tinggal, Makna, Fenomenologi   Abstract Floods occured in Tanggulrejo was the impact of the distance between Tanggulrejo Village with Bengawan Solo River. The puddle around the settlement lasted for 1-2 weeks each year. The Tanggulrejo community is a subject who are affected and affect the environment. These influences can give more meaning about flood near with river bank and how to handle this problem. The study was conducted in Tanggulrejo, Babat Village, Babat Sub-district, Lamongan. The purpose of study was the meaning of flood and way of handling, and reason why the people live in the flooded environment. The subject of this study were 12 people living in Tanggulrejo consisted of 3 key informants and 9 research informants. The study  was qualitative research method using phenomenology approach which tried to know more about the experience from the researcher and the perspective of subject. The data collection technique used were observation, interview, field notes, and document. The data analysis technique used were collecting data, reducting data, presenting data, conclusion, verification, and deciding last conclusion. The data validation used is trust, transparency, dependency, and certainty. Result of this study described that nature determinism in Tanggulrejo society was exist, proved by  how people were powerless to face flood and and surrendered in accepting it. Flood mitigation in Tanggulrejo was by enhancing floor of houses and putting their goods in the higher places than puddles. The expected handling consisted of 3 things, such as: technical, social, and economic. Perceptions to fight against floods and its handling were divided into 3, namely anxiety and interupted, uninterrupted, and not too interupted. The reason when choosing to live was motivated by social, economic, and accessibility issues.   Keywords: Flood, Countermeasures, Lives, Meanings, Phenomenologists
KONDISI EKONOMI DAN LINGKUNGAN KEBERADAAN PKL JALAN BENTENG PANCASILA KOTA MOJOKERTO R. G, Kurniawan.
Swara Bhumi Vol 5, No IV (2017): Volume 5 Nomer 4 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima merupakan sektor informal yang tidak lepas dari kegiatan ekonomi perkotaan. Pedagang kaki lima masih menjadi pilihan masyarakat dalam berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto dipilih pemerintah untuk mensetralkan pedagang kaki lima di Kota Mojokerto agar lebih tertata rapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi dan lingkungan  pedagang kaki lima di Jalan Benteng Pancasila.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif  dengan Pedagang kaki lima sebagai populasi dan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima di Jalan Benteng Pancasila dan pengunjung sebagai penguat. Pengambilan sampel menggunakan teknik insidental. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi ekonomi pedagang kaki lima yaitu ada berbagai jenis dagangan yang dijual oleh pedagang kaki lima dengan jenis dagangan pakaian dan makanan yang paling mendominasi. Lama waktu operasional pedagang dengan durasi hingga 12 jam sebesar 73% dan durasi tidak sampai 12 jam sebesar 27 %.Kondisi omset penjualan pedagang yang tidak mengalami penurunan sebesar 62% dan yang mengalami penurunan omset penjualan sebesar 38%. Pengunjung yang berasal dari luar Kota Mojokerto memiliki presentase sebesar 54%. Intesitas kemacetan di Jalan Benteng Pancasila terjadi tidak setiap hari yang lebih disebabkan oleh volume kendaraan. Kebersihan dan Tempat sampah di Jalan Benteng Pancasila presentase tertinggi dalam kategori baik dan kesigapan petugas kebersihan menurut responden sigap dengan presentase 95%.