cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 19 Documents clear
TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM PERDESAAN DIKABUPATEN JOMBANG TAHUN 1997-2017 NUR PUTRIATI, TRI; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jombang, angkutan umum perdesaan salah satu transportasi umum yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mencapai tempat tujuan yang diinginkan. Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan, dengan 302 desa dan 4 kelurahan. Angkutan desa di Jombang pernah menjadi primadona pada tahun 1990 namun sekarang sejak tahun 2000 angkutan perdesaan di kabupaten Jombang semakin berkurang. Kemerosotan angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang dikarenakan banyaknya kendaraan pribadi dan saingan transportasi umum lainnya di kabupaten Jombang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana kebijakan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017? (2) Bagaimana manajemen pengelolaan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017? (3) Bagaimana dampak penurunan transportasi angkutan umum perdesaan terhadap pemilik dan pengoperasi transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017 ada Kebijakan Nasional tentang transportasi angkutan umum perdesaan antara lain Undang-Undang No. 14 tahun 1992 digantikan Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan sebagai acuan membuat kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang. Angkutan umum perdesaan dikabupaten jombang dioperasikan sesuai dengan rute trayek yang telah ditentukan dalam peraturan bupati No.57 tahun 2009 tentang jaringan trayek angkutan umum perdesaan dikabupaten Jombang. Tarif yang ditarik dari penumpang sesuai dengan peraturan bupati No.12 tahun 2015 tentang tarif dasar angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang. kehidupan pemilik dan pengoperasi transportasi angkutan umum perdesaan jauh dari kecukupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata Kunci : Angkutan Umum Perdesaan, Kabupaten Jombang, Tahun 1997-2017
MINAT TERHADAP PROFESI GURU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PUTRI ARIADIKA, JUNNYTA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mengenai profesi guru dan hal-hal yang mempengaruhi tingkat minat mahasiswa untuk menjadi guru jurusan Pendidikan Sejarah cukup menarik untuk diteliti karena dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan alasan-alasan yang berbeda dari mahasiswa untuk menjadi guru. Oleh karena itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa besar minat mahasiswa untuk menjadi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan nilai Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan menggunakan tabel dan presentase. Hasil penelitian data angket menunjukkan bahwa minat terhadap profesi guru pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya berada dalam kategori berminat dengan presentase 38,14%, sedangkan hasil penelitian data dari rekapitulasi nilai mata kuliah kependidikan berada dalam kategori baik dengan presentase 75,25%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya berminat untuk menjadi guru, karena memang dari awal mereka sudah menyukai profesi guru, sehingga mahasiswa juga memiliki persepsi yang baik terhadap profesi guru, yang kemudian mereka menunjukkan sikap apabila menjadi guru nantinya, setelah itu mereka dapat menguasai mata kuliah kependidikan yang sudah ditempuhnya. Kata Kunci: Minat, Profesi Guru
EKONOMI KREATIF SEPATU BORDIR DI SIDOARJO TAHUN 1995-2018 YUSVIANA ALFI, AINI; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidoarjo adalah kota dengan berbagai industri kecil yang berkembang. Banyak dari industri tersebut bersumberdari kreativitas masyarakatnya. Saat ini Sidoarjo tengah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayahnya, haltersebut dapat diketahui dengan adanya pengukuhan ?Sidoarjo Kreatif? serta didukung dengan banyaknya industri kreatifyang ada di sana. Salah satu produk ekonomi kreatif yang masih bertahan sampai saat ini di Sidoarjo adalah sepatu bordir,yang ada di tengah-tengah kampung batik Jetis. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yangberjudul ?Ekonomi Kreatif Sepatu Bordir di Sidoarjo Tahun 1995-2018?.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Mengapa muncul usaha sepatu bordir di Jetis Sidoarjo(2) Bagaimana kebijakan pemerintah Sidoarjo untuk mengembangkan usaha kreatif di Sidoarjo (3) mengapa usaha sepatubordir di Jetis Sidoarjo berpengaruh. Terkait dengan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti terdapat langkahlangkahmetode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik, interprestasi dan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Sidoarjo merupakan kota dengan potensi industri kecil kreatif yang cukupbesar. Salah satu potensinya adalah adanya ekonomi kreatif sepatu bordir di Jetis Sidoarjo yang berdiri sejak tahun 1995hingga sampai saat ini masih berpoduksi. Beberapa masalah yang dihadapi oleh pengusaha kreatif adalah modal, tenagakerja, bahan baku, serta peran pemerintah. Adanya usaha kreatif memberikan dampak bagi kehidupan perekonomianmasyarakat sekitar.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Sepatu Bordir, Sidoarjo.
BUDIDAYA UDANG DI TUBAN PADA MASA DRS. DJOEWAHIRI MARTOPRAWIRO 1985 – 1991 YUSUF, MUHAMMAD; , WISNU
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya udang di wilayah Indonesia telah menjadi hal yang menarik untuk mendapatkan perhatian. Sejak masakerajaan Majapahit, penduduk di pantai utara Jawa yang sekarang masuk dari wilayah Tuban telah melakukan kegiatanpenambakkan. Dalam hal budidaya udang windu mulai dikembangkan secara intensif pada tahun 1980-an, denganmenerapkan teknologi semi intensif dan intensif, Budidaya udang secara intensif yang sangat krusial bagi masyarakatTuban dan sebagai penyumbang devisa negara aktivitas ekspor keluar negeri dan merupakan komoditas yang sangatdiminati. Hal ini juga merupakan juga keputusan presiden No. 39 Tahun 1980. Walaupun surat keputusan presiden No.39 jatuh pada Tahun 1980. Namun hal ini benar ? benar dilaksanakan pada masa Drs. Djoewahiri yang membuat parainvestor china datang untuk pengembangan budidaya udang secara intensif.Rumusan Masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana budidaya udang sebelum masa Drs. DjoewahiriMartoprawiro ? (2) Bagaimana perkembangan budidaya udang masa Drs. Djoewahiri Martoprawiro serta profile Drs.Djoewahiri Martoprawiro. Tujuan Penelitian ini yaitu Untuk menjelaskan perkembangan budidaya udang sebelum danpada masa Drs. Djoewahiri Martoprawiro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah,dengan beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama adalah heuristic, tahap kedua adalah kritik, tahap ketiga adalah interprestasi,tahap keempat adalah hostoriografi. Bedasarkan hasil penelitian. Keberhasilan para petambak itu menjadi daya tarik dankemudian banyak yang berusaha di bidang budidaya tambak udang. Produksi budidaya udang di Kabupaten Tubanberkembang pesat mulai tahun 1984 dan mulai ada para petambak lokal yang bergerak di dunia budidaya udang secaraintensif. Udang menjadi primadona baru dalam industri budidaya tambak karena udang harganya mahal dan waktu panenyang tidak terlalu lama. Banyak petambak baru muncul atau petambakyang beralih profesi dari petambak garam atau ikanke petambak udang.Kata Kunci: Budidaya Udang, Tuban.
SENIMAN WARANGGANA TAYUB DI DUSUN NGRAJEK DESA SAMBIREJO KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK TAHUN 1980-2012 DILIANA SAGITA PUTRI, VICKY; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tari tayub merupakan kesenian yang pertunjukannya melibatkan penari dan penonton terutama laki-laki. Dikesenian tari tayub yang paling menonjol dari para senimannya adalah penari sekaligus merangkap menjadi penyanyi atau disebut juga sebagai waranggana. Waranggana merupakan sebutan yang diberikan untuk penari dan penyanyi perempuan dalam pertunjukan tayub di daerah Kabupaten Nganjuk. Rumusan Masalah penelitian ini yaitu 1.Bagaimana kehidupan sosial budaya, ekonomi waranggana di Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kec Tanjunganom Kabupaten Nganjuk pada tahun 1980-2012 ? 2.Mengapa peminat untuk menjadi waranggana pada tahun 2012 di Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk mulai menurun? Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menjelaskan kehidupan sosial-budaya ekonomi waranggana dan menurunnya minat untuk menjadi waranggana pada tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, dengan beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama adalah heuristik, tahap kedua adalah kritik, tahap ketiga adalah interprestasi, tahap keempat adalah hostoriografi. Bedasarkan hasil penelitiannya tahun 1980 sangat memprihatinkan, waranggana pada waktu itu dipandang negatif oleh masyarakat. Alasan masyarakat memandang negatif waranggana pada waktu itu adalah terjadinya adegan-adegan yang tidak sesuai dengan pakem tayub yang hanya menari bersama antara pengibing dan waranggana. Meskipun pada tahun 1987, waranggana sudah mendapat bimbingan dari pemerintah namun pandangan negatif mengenai waranggana masih belum hilang seakan sudah tertanam di masyarakat bahwa waranggana itu buruk. Kehidupan ekonomi waranggana setiap tahun meningkat dan hilangnya minat untuk menjadi waranggana karena ada beberapa faktor yang membuat masyarakat Dusun Ngrajek enggan menjadi waranggana yaitu adanya kontak budaya lain, sistem pendidikan yang maju, dan orientasi masa depan, tingkat kereligiusan yag mulai meningkat.Kata Kunci: Waranggana, Tayub
DAMPAK KEPARIWISATAAN DI DESA REJOSARI MOJOKERTO TAHUN 1998 – 2016 OKTAVIA PRATAMA, ANJAS; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata sangat diandalkan dan diprioritaskan dalam sektor ekonomi suatu daerah. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia No.9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan, hal ini merupakan langkah keseriusan pemerintah untuk lebih memajukan industri pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah Pariwisata pastilah memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat sekitar, hal itu juga dirasakan oleh masyarakat Desa Rejosari Mojokerto dikarenakan di desa tersebut mempunyai potensi pariwisata yang sangat potensial baik dari segi potensi alam maupun budaya.Berdasar latar belakang tersebut dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana perkembangan kepariwisataan di Desa Rejosari tahun 1998 - 2016?; (2) Bagaimana strategi pengelolaan kepariwisataan Desa Rejosari?; (3) Bagaimana dampak perkembangan kepariwisataan Desa Rejosari terhadap kehidupan sosial budaya ekonomi masyarakat Desa Rejosari?. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Hasil penilitian adalah bahwa setelah adanya krisis moneter di Indonesia, masyarakat Desa Rejosari mulai menggali potensi desa mereka di bidang pariwisata hingga pada tahun 2016 Desa Rejosari ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Wisata Desa Pinggiran oleh Kemendes. Untuk pengembangan kepariwisataan di daerahnya Pemerintah Desa Rejosari membuat strategi untuk lebih memenuhi kebutuhan wisatawan sehingga terus mengembangkan pelayanan yang ada dan memenuhi standar komponen pariwisata atau dikenal dengan ?4A? yakni: a) Attraction, b) Amenities, c) Acces, d) Ancillary service.Banyak dampak yang dirasakan oleh masyarakat Desa Rejosari dari adanya pengembangan potensi wisata di Desa Rejosari, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif. Dampak positif yang dirasakan yaitu munculnya lapangan kerja baru, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, akses jalan menjadi lebih mudah, pola pikir masyarakat lebih maju. Sedangkan dampak negatifnya adalah gaya hidup kebarat-baratan wisatawan yang ditiru oleh masyarakat, dan hilangnya mitos mitos suatu daerah serta hilangnya kesakralan suatu kesenian budaya dan berubah menjadi ajang komersil.Kata Kunci : Pariwisata, Potensi Wisata, Ekonomi, Sosial Budaya
TARI COKRONEGORO DALAM PERSPEKTIF HISTORIS KABUPATEN SIDOARJO MIRZA PRATAMA, DANI; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Cokronegoro merupakan sebuah karya tari yang diciptakan oleh seniman Munali Patah pada tahun 1975. Ide penciptaan tari Cokronegoro berawal dari keinginan Bupati Sidoarjo saat itu yaitu Kol. Soewandi. Kol. Soewandi ingin agar Kabupaten Sidoarjo memiliki tarian yang mencerminkan watak Sidoarjo dan bernuansa kepahlawanan. Nama Tari ini diambil untuk menghormati R.T.P Tjokronegoro I sebagai Bupati pertama Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ?Tari Cokronegoro Dalam Perspektif Historis Sidoarjo?.Berdasar latar belakang tersebut dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana ciri khas yang terdapat pada Tari Cokronegoro (2) Bagaimana makna yang terkandung dalam Tari Cokronegoro. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian berasal dari wawancara dengan keluarga, teman, serta murid Munali Patah, dari buku yang ditulis oleh Henri Nurcahyo, dkk berjudul Munali Patah Pahlawan Seni dari Sidoarjo, dari jurnal yang ditulis oleh Yahya Edo Wicaksono berjudul Semiotika Tari Cokronegoro Sebagai Tari Khas Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Cokronegoro memiliki ciri khas dan makna. Ciri khas tersebut terdapat pada gerakan tari dan kostum. Beberapa gerakan pada tari Cokronegoro dan kostum tari merupakan hasil refleksi atau meditasi Munali Patah selama sembilan hari. Makna yang terkandung dalam tari Cokronegoro muncul dalam filosofi tata busana, tata rias, properti yang digunakan hingga dalam setiap gerakan tari Cokronegoro. Makna dalam tari Cokronegoro dapat dipahami melalui gerak tari, pada gerak pendahuluan, isi, dan penutup. Problematika yang dihadapi tari Cokronegoro adalah minimnya perhatian serta promosi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Adanya perhatian serta promosi pada tari Cokronegoro akan berdampak pada lebih dikenalnya tarian ini di masyarakat Sidoarjo.Kata Kunci: Tari Cokronegoro, Perspektif Historis, Sidoarjo
PENGARUH METODE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 4 SIDOARJO JAKA PRATAMA, ARWINDA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah di dalam proses pembelajaran sejarah yang diterapkan disekolah masih belum memfasilitasi peserta didik untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah lemahnya proses pembelajaran dikelas masih menggunakan metode konvensional (ceramah). Jenis penelitian yang di lakukan oleh peneliti dalam penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Design, subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 1 menjadi kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI IPS 3 menjadi kelas kontrol. Hasil penelitian dengan lembar observasi metode Group Investigation di kelas eksperimen dapat melaksanakan metode Group Investigation dengan sangat baik hasil prosentase rata-rata 92,33%. Hasil penelitian dengan angket kemampuan berpikir kritis dapat dikatakan sangat kuat dengan rata-rata 84,2%. Hasil penelitian dengan metode tes uji statistik yang digunakan adalah hasil postest dengan rata-rata kelas eksperimen adalah 80,66 dan kelas kontrol adalah 74,33. Hasil penelitian dengan dengan uji statistik SPSS 25, untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan dilihat pada nilai R Square sebesar 0,848. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh metode Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah sebesar 84,8% sedangkan 15,2% kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak di teliti. Hasil penelitian dengan uji n-gain dapat diketahui pengaruh penerapan metode Group Investigation dalam bentuk persen (%). Dapat diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukan presentase nilai sebesar 59.4410% dibulatkan menjadi 59% pada kelas eksperimen, dan 44.8511% dibulatkan menjadi 45% pada kelas kontrol.Kata Kunci: Metode Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Pembelajaran Sejarah.
PENGARUH INDUSTRIALISASI TERHADAP PERSOALAN PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN DI KOTAMADYA SURABAYA TAHUN 1989-1994 LESTARI, LENNY; SATRIYA HERMAWAN, EKO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri merupakan salah satu tumpuan ekonomi bagi Surabaya. Di masa Orde Baru, pemerintah mengupayakan kemudahan bagi para investor untuk mengembangkan sektor industri, salah satunya di Surabaya. Industri di Surabaya semakin berkembang pada tahun 1989 hingga 1994 dengan meningkatnya jumlah industri dan tenaga kerja. Kondisi ini mempengaruhi arus urbanisasi dan meningkatnya jumlah penduduk Surabaya. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan jumlah tempat tinggal yang dibutuhkan. Permasalahan yang muncul ialah semakin banyak pemukiman liar, dan kumuh. Pemerintah Kotamadya Dati II Surabaya berusaha mengatasi masalah akibat industrialisasi tersebut dengan memenuhi kebutuhan perumahan dan pemukiman yang sebagian besar ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah.Rumusan masalah yang digunakan ialah (1) Bagaimana kondisi perindustrian Surabaya di tahun 1989-1994?; (2) Bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi kebijakan sektor perumahan dan pemukiman yang diambil Pemeritah Kotamadya Dati II Surabaya tahun 1989-1994?; dan (3) Bagaimana implementasi kebijakan di sektor perumahan dan pemukiman di Surabaya tahun 1989-1994? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Berdasarkan analisis terhadap sumber yang telah didapat, terdapat 2 usaha Pemerintah Kotamadya Surabaya untuk mengatasi permasalahan perumahan dan pemukiman. Yang pertama, Kampung Improvement Program (KIP) dengan merelokasi para pemukim liar ke rumah susun sewa yang dibangun pemerintah. Yang kedua dengan membangun Rumah Sederhana (RS), dan Rumah Sangat Sederhana (RSS). Pembangunan RS dan RSS ini dilakukan oleh PT. YKP, Perum Perumnas, dan para pengembang swasta. Dengan mengembangkan kawasan pinggiran Surabaya yang masih jarang penduduk, dan berpotensi untuk dilakukan pembangunan perumahan.Kata Kunci : Pengaruh, Industrialisasi, Perumahan, Surabaya

Page 2 of 2 | Total Record : 19