cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 72 Documents clear
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
MEDIA SKENARIO SEJARAH UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN SEJARAH YANG MENYENANGKAN NUJUM AL WAHDANIYAH, NURUN; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dahulu hingga sekarang, sejarah memang menjadi salah satu kajian ilmu yang diajarkan di sekolah-sekolah maupun universitas-universitas di dunia. Di Indonesia, pembelajaran sejarah sudah mulai diajarkan sejak SD. Tentu bukan tanpa sebuah alasan mengapa pembelajaran sejarah diberikan utamanya di sekolah-sekolah. Melihat bahwa sejarah adalah sebuah peristiwa kompleks yang terjadi secara kontinuitas, menjadikan kita tahu bahwa menjadi penting belajar sejarah terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Seiring dengan perkembangan zaman, sejarah juga semakin menunjukkan eksistensi dan urgensinya di Indonesia. Terlebih ketika Pemerintah RI saat ini mencanangkan 9 agenda utama untuk Indonesia yang diberi nama Nawa Cita. Dalam Nawa Cita tersebut, satu dari sembilan poinnya adalah terdapat keinginan Jokowi melakukan revolusi mental dengan kebijakan penataan kurikulum pendidikan nasional yang memproporsionalkan pengajaran sejarah. Namun nampaknya, apa yang ada di lapangan justru berbeda dari apa yang seharusnya terjadi.Banyak sekali kekurangan-kekurangan yang masih harus dibenahi dalam pembelajaran sejarah. Mulai dari strategi pedagogis yang digunakan hingga kurikulum sejarah itu sendiri. Pembelajaran sejarah menjadi sebuah pembelajaran yang membosankan, monoton, hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya faktual. Sehingga, menyebabkan siswa mengagnggap pembelajaran sejarah tidak menyenangkan.Melihat realita tersebut, tentu kita semua akan berpikir bahwa mengembalikan pembelajaran sejarah pada semestinya adalah hal yang sangat perlu dilakukan. Jika pembelajaran sejarah tersebut terus-terusan diajarkan secara deskriptif, hanya berkutat pada tokoh dan kapan terjadinya suatu peristiwa, maka lambat laun akan muncul pertanyaan dibenak siswa ?mengapa saya harus belajar sejarah??. Berangkat dari situ, diciptakan lah media pembelajaran sejarah baru yang diberi nama ?Skenario Sejarah?. Media pembelajaran ini memanfaatkan keberulangan pola sejarah yang ada untuk melihat peristiwa sejarah yang lain, yang dikemas menggunakan teoeri Kontekstual Piaget. Tujuannya, untuk menciptakan pembelajaran sejarah yang menyenangkan menurut teori pembelajaran menyenangkan milik Indrawati dan Wawan. Subjek penelitiannya adalah siswa XI IPA 1 MA Islamiyah Ujungpangkah Gresik, dengan pengambilan datanya melalui kuisioner dan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah serangkaian proses penelitian dilakukan, mulai dari pengenalan Media Skenario Sejarah hingga praktiknya, pembelajaran sejarah di kelas XI IPA 1 MA Islamiyah Ujungpangkah Gresik yang semula tidak menyenangkan menjadi menyenangkan. Yang mana, indikatornya adalah adanya situasi belajar yang rileks, menarik, keterlibatan penuh siswa terhadap pembelajaran, serta perhatian siswa sepenuhnya tercurah pada pembelajaran.Kata Kunci: Media Skenario Sejarah, sejarah, pembelajaran yang menyenangkan.
TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN SALAFIYAH MENJADI SISTEM KHALAFIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NUR BULULAWANG MALANG TAHUN 1968-1973 RAVANA PUTRI, RISKA; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah pasca kemerdekaan atas penerapan pendidikan nasional mengharuskan pondok pesantren beradaptasi dengan sistem modern agar dapat bertahan menghadapi tantangan zaman. Transformasi sistem pendidikan tradisional menjadi modern dialami salah satunya oleh lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang. Perubahan sistem pendidikan tersebut ditandai dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah Agama Islam An-Nur pada tahun 1968. Kehadiran Madrasah Tsanawiyah An-Nur menjadi Madrasah Tsanawiyah pertama kali di Kabupaten Malang. Tentunya hal ini memberi corak keunikan sebagai dismilaritas pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang karena pada waktu itu hanya pondok pesantren An-Nur yang mempunyai sekolah umum.Berkaitan dengan pemaparan di atas peneliti mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: pertama, Mengapa Pondok Pesantren An-Nur sebagai pesantren Salafiyah berubah menjadi Khalafiyah?, kedua, Bagaimana penerapan sistem khalafiyah di lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?, dan ketiga, Bagaimana perkembangan setelah dilakukannya perubahan sistem pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelusuran pustaka dan wawancara. Adapun tahapan yang dilaksanakan ketika penelitian sejarah yaitu: 1. Heuristik (mengumpulkan sumber) sumber utama berupa wawancara dan dokumen arsip pondok pesantren, sumber pendukung berupa buku, jurnal dan penelitian terdahulu, 2. Kritik (menguji sumber), 3. Interpretasi (penafsiran fakta-fakta sejarah secara kronologi) dalam tahap ini peneliti melakukan analisis dan sintesa terhadap sumber yang telah didapat pada tahap sebelumnya untuk mendapatkan gambaran fakta sejarah, 4. Historiografi (penulisan).Melalui penelitian ini dapat diketahui Pondok Pesantren An-Nur Bululawang mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup signifikan. Perubahan terjadi pada sistem pendidikan dari sistem Salaf (Tradisional) yang menerapkan metode sorogan dan bandongan, kemudian lambat laun berubah menggunakan sistem Khalaf (Modern) yang menerapkan sistem madrasah. Pondok Pesantren An-Nur memutuskan mulai menerapkan sistem madrasah didasari oleh keinginan pengasuh untuk mengembangkan pondok pesantren dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. Penerapan sistem madrasah pada Pondok Pesantren An-Nur Bululawang yaitu menggunakan dua jenis model madrasah diantaranya ialah madrasah diniyah dan madrasah non diniyah. Awal pendirian lembaga pendidikan formal madrasah non diniyah terjadi pada tahun 1968 ditandai oleh berdirinya sekolah umum dibawah Departemen Agama. Pendirian sekolah umum terus berlanjut hingga tahun 1973 Pondok Pesantren An-Nur berhasil membangun empat lembaga pendidikan formal yang berdampak pada perkembangan pondok pesantren diantaranya meliputi kelengkapan fasilitas para santri, eksistensi pondok pesantren, kenaikan jumlah santri, hingga penghargaan yang diberikan oleh pemerintah sebagai sekolah percontohan dalam megelola sekolah agama di Kabupaten Malang.Kata Kunci: Transformasi, Salafiyah, Khalafiyah, Pondok Pesantren, An-Nur Bululawang
PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1960-1976 DI KABUPATEN LAMONGAN WAHYUNINGSIH, EFA; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dapat diterima oleh masyarakat dengan mudah karena Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang memiliki tujuan ingin mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah Lamongan lahir sekitar tahun 1926 yang kemudian baru eksis sekitar tahun 1950?an. Perdebatan masalah furu?iyah menyebabkan terbelahnya umat di desa-desa terutama pada tempat beribadah sekitar tahun 1960. Masa kepemimpinan R.H Moeljadi (1967-1976) yang merupakan mantan tokoh masyumi serta mantan Sekjen Gerakan Pemuda Ansor (Pemuda NU) membawa pengaruh besar terhadap Muhammadiyah Lamongan. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa yang melatar belakangi Muhammadiyah keluar dari desa dan mendirikan masjidnya sendiri pada tahun 1960, (2) Bagaimana perkembangan organisasi Muhamadiyah di kabupaten Lamongan tahun 1960-1976, (3) Bagaimana pengaruh perkembangan organisasi Muhammadiyah terhadap masyarakat Lamongan. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian sejarah, yang memiliki beberapa tahapan yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menambah kajian historis terutama tentang sosial keagamaan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada awal berdirinya organisasi Muhammadiyah tidak ada reaksi dari pihak lain karena sebagian besar dari perintis dan pemerkasa organisasi tersebut berlatar belakang dari kalangan NU. Muhammadiyah mengalami perkembangan yang cukup pesat pada saat Masyumi bubar tahun 1960. Konflik yang dipicu oleh sentiment lama ?masalah furu?iyah? menyebabkan terbelahnya umat di desadesa dalam hal tempat beribadah terutama di wilayah Sukodadi dan Pucuk. Pada periode kepemimpinan R.H. Moeljadi Muhammadiyah Lamongan memisahkan diri dari naungan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Bojonegoro. Serta mampu mengatasi konflik terkait masalah furu?iyah dengan bijaksana sehingga masa kritis tersebut terlewati dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Berdirinya organisasi Muhammadiyah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat Lamongan. Pemikiran Muhammadiyah yang terbuka mengubah masyarakat Lamongan dari masyarakat yang cendurung mengarah ke kegiatan bid?ah, khufarat, dan tahayul menjadi masyarakat muslim yang taat dan paham agama berdasaran Al-Qur?an dan Hadist. Serta mensejahterakan masyarakat dengan berdirinya berbagai amal usaha dalam berbagai bidang baik agama, sosial, maupun pendidikan. Kata Kunci: Muhammadiyah, Lamongan, Perkembangan, Pengaruh.
PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1960-1976 DI KABUPATEN LAMONGAN WAHYUNINGSIH, EFA; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dapat diterima oleh masyarakat dengan mudah karena Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang memiliki tujuan ingin mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah Lamongan lahir sekitar tahun 1926 yang kemudian baru eksis sekitar tahun 1950?an. Perdebatan masalah furu?iyah menyebabkan terbelahnya umat di desa-desa terutama pada tempat beribadah sekitar tahun 1960. Masa kepemimpinan R.H Moeljadi (1967-1976) yang merupakan mantan tokoh masyumi serta mantan Sekjen Gerakan Pemuda Ansor (Pemuda NU) membawa pengaruh besar terhadap Muhammadiyah Lamongan. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa yang melatar belakangi Muhammadiyah keluar dari desa dan mendirikan masjidnya sendiri pada tahun 1960, (2) Bagaimana perkembangan organisasi Muhamadiyah di kabupaten Lamongan tahun 1960-1976, (3) Bagaimana pengaruh perkembangan organisasi Muhammadiyah terhadap masyarakat Lamongan. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian sejarah, yang memiliki beberapa tahapan yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menambah kajian historis terutama tentang sosial keagamaan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada awal berdirinya organisasi Muhammadiyah tidak ada reaksi dari pihak lain karena sebagian besar dari perintis dan pemerkasa organisasi tersebut berlatar belakang dari kalangan NU. Muhammadiyah mengalami perkembangan yang cukup pesat pada saat Masyumi bubar tahun 1960. Konflik yang dipicu oleh sentiment lama ?masalah furu?iyah? menyebabkan terbelahnya umat di desadesa dalam hal tempat beribadah terutama di wilayah Sukodadi dan Pucuk. Pada periode kepemimpinan R.H. Moeljadi Muhammadiyah Lamongan memisahkan diri dari naungan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Bojonegoro. Serta mampu mengatasi konflik terkait masalah furu?iyah dengan bijaksana sehingga masa kritis tersebut terlewati dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Berdirinya organisasi Muhammadiyah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat Lamongan. Pemikiran Muhammadiyah yang terbuka mengubah masyarakat Lamongan dari masyarakat yang cendurung mengarah ke kegiatan bid?ah, khufarat, dan tahayul menjadi masyarakat muslim yang taat dan paham agama berdasaran Al-Qur?an dan Hadist. Serta mensejahterakan masyarakat dengan berdirinya berbagai amal usaha dalam berbagai bidang baik agama, sosial, maupun pendidikan. Kata Kunci: Muhammadiyah, Lamongan, Perkembangan, Pengaruh.
BOM BALI 2002 SYAIFUL IBAD, MUHAMMAD; NUGROHO AJI, THOMAS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Bom Bali 2002 telah menjadi sebuah peristiwa nasional, bahkan internasional, hal ini dikarenakan korban dari Bom Bali tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi berasal dari beberapa negara, Seperi Australia, dan Inggris. Dengan data korban yang mencapai 202 korban jiwa menjadikan peristiwa Bom Bali menjadi peristiwa terorisme terburuk sepanjang sejarah terjadinya aksi terorisme di Indonesia. Dengan sebelum terjadinya di dahului dengan peristiwa terorisme di Amerika, tepatnya di WTC (World Trade Center) padah tahun 2001 yang sangat menggemparkan dunia, karena 4 buah pesawat komersil telah dibajak oleh 19 orang teroris yang kemudian menabrakkan ke gedung WTC dan menelan korban 2.996 orang meninggal dunia. Penelitian ini memfokuskan untuk mencari tahu paham yang dianut oleh para pelaku Bom Bali, karena peneliti berasumsi paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman juga berperan besar dalam pelaksanaan pengeboman di Bali. Selain itu latar belakang, tujuan, kronologis pengeboman, hingga dampak dari sebuah peristiwa yang tergolong kejadian besar tentu akan menjadi hal yang menarik untuk di teliti. Dengan asumsi tersebut peneliti dapat merumuskan masalah, (1) Apakah latar belakang dan tujuan dari peristiwa bom Bali, (2) Bagaimana jalannya proses dan bagaimana dampak dari peristiwa pengeboman, (3) Apa paham yang di anut oleh para pelaku Bom Bali 2002 dan bagaimana asal muasal paham tersebut. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada orang yang terlibat dalam pengeboman yakni Umar Patek dan Ali Fauzi, serta dengan metode studi pustaka dari beberapa sumber, utamanya buku yang dituliskan oleh para pelaku Bom Bali, seperti buku Ali Imron dengan judul ?Ali Imron Sang Pengebom? Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keteguhan prinsip yang dipegang oleh para pelaku pengeboman menjadikan para pelaku Bom Bali berani melaksanakan aksi melukai orang lain, dengan latar belakang pernah mendapatkan pelatihan di Akademi Militer Mujahidiin Afghanistan membuat para pelaku sangat berempati apabila mendengar kabar tentang masyarakat muslim yang tertindas, dan akan berusaha untuk membalas apa yang telah diterima oleh masyarakat muslim yang di tindas.. Pengeboman ini memberikan dampak yang utamanya di sektor pariwisata di Indonesia, terutama di Bali. Paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman adalah paham Takfiri yang dimunculkan oleh kelompok Khawarij, hal ini didasarkan dari beberapa studi pustaka seperti yang berasal dari buku ?Ali Imron Sang Pengebom? yang di tulis oleh Ali Imron, buku ?Mengurai Benang Kusut Takfiri? dari penelitian tim BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan buku ?Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya? yang ditulis oleh Hasibullah Sastrawi.
BOM BALI 2002 SYAIFUL IBAD, MUHAMMAD; NUGROHO AJI, THOMAS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Bom Bali 2002 telah menjadi sebuah peristiwa nasional, bahkan internasional, hal ini dikarenakan korban dari Bom Bali tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi berasal dari beberapa negara, Seperi Australia, dan Inggris. Dengan data korban yang mencapai 202 korban jiwa menjadikan peristiwa Bom Bali menjadi peristiwa terorisme terburuk sepanjang sejarah terjadinya aksi terorisme di Indonesia. Dengan sebelum terjadinya di dahului dengan peristiwa terorisme di Amerika, tepatnya di WTC (World Trade Center) padah tahun 2001 yang sangat menggemparkan dunia, karena 4 buah pesawat komersil telah dibajak oleh 19 orang teroris yang kemudian menabrakkan ke gedung WTC dan menelan korban 2.996 orang meninggal dunia. Penelitian ini memfokuskan untuk mencari tahu paham yang dianut oleh para pelaku Bom Bali, karena peneliti berasumsi paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman juga berperan besar dalam pelaksanaan pengeboman di Bali. Selain itu latar belakang, tujuan, kronologis pengeboman, hingga dampak dari sebuah peristiwa yang tergolong kejadian besar tentu akan menjadi hal yang menarik untuk di teliti. Dengan asumsi tersebut peneliti dapat merumuskan masalah, (1) Apakah latar belakang dan tujuan dari peristiwa bom Bali, (2) Bagaimana jalannya proses dan bagaimana dampak dari peristiwa pengeboman, (3) Apa paham yang di anut oleh para pelaku Bom Bali 2002 dan bagaimana asal muasal paham tersebut. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada orang yang terlibat dalam pengeboman yakni Umar Patek dan Ali Fauzi, serta dengan metode studi pustaka dari beberapa sumber, utamanya buku yang dituliskan oleh para pelaku Bom Bali, seperti buku Ali Imron dengan judul ?Ali Imron Sang Pengebom? Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keteguhan prinsip yang dipegang oleh para pelaku pengeboman menjadikan para pelaku Bom Bali berani melaksanakan aksi melukai orang lain, dengan latar belakang pernah mendapatkan pelatihan di Akademi Militer Mujahidiin Afghanistan membuat para pelaku sangat berempati apabila mendengar kabar tentang masyarakat muslim yang tertindas, dan akan berusaha untuk membalas apa yang telah diterima oleh masyarakat muslim yang di tindas.. Pengeboman ini memberikan dampak yang utamanya di sektor pariwisata di Indonesia, terutama di Bali. Paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman adalah paham Takfiri yang dimunculkan oleh kelompok Khawarij, hal ini didasarkan dari beberapa studi pustaka seperti yang berasal dari buku ?Ali Imron Sang Pengebom? yang di tulis oleh Ali Imron, buku ?Mengurai Benang Kusut Takfiri? dari penelitian tim BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan buku ?Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya? yang ditulis oleh Hasibullah Sastrawi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IIS DI SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO AINI, NURUL; , RIYADI
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal penting dalam Kurikulum Nasional adalah pembelajaran abad ke-21 yaitu 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Harapannya agar peserta didik sungguh-sungguh siap untuk terjun ke tengah masyarakat global yang kompetitif. Penguasaan keterampilan ini dianggap penting dalam rangka berkompetisi di dunia yang berkembang dengan sangat cepat dan dinamis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan problem solving mata pelajaran sejarah kelas XI-IIS di SMAN 1 Sooko Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian pre-experimetal dengan one shoot case study design. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IIS 1 menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis sampling purposive. Berdasarkan hasil analisis uji regresi linier sederhana diketahui nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan taraf Sig. 0,05 sedangkan nilai Thitung dengan nilai 7,255 lebih besar dari nilai Ttabel yakni 2,045 dan nilai R Square sebesar 0,645. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 tertolak sedangkan Ha dapat diterima, dikarenakan terdapat pengaruh sebesar 64,5% antara model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan problem solving, sedangkan sisanya yakni 35,5% kemampuan problem solving peserta didik mendapatkan pengaruh variabel lainnya yang tidak diteliti. Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Kemampuan problem solving, Sejarah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IIS DI SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO AINI, NURUL; , RIYADI
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal penting dalam Kurikulum Nasional adalah pembelajaran abad ke-21 yaitu 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Harapannya agar peserta didik sungguh-sungguh siap untuk terjun ke tengah masyarakat global yang kompetitif. Penguasaan keterampilan ini dianggap penting dalam rangka berkompetisi di dunia yang berkembang dengan sangat cepat dan dinamis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan problem solving mata pelajaran sejarah kelas XI-IIS di SMAN 1 Sooko Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian pre-experimetal dengan one shoot case study design. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IIS 1 menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis sampling purposive. Berdasarkan hasil analisis uji regresi linier sederhana diketahui nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan taraf Sig. 0,05 sedangkan nilai Thitung dengan nilai 7,255 lebih besar dari nilai Ttabel yakni 2,045 dan nilai R Square sebesar 0,645. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 tertolak sedangkan Ha dapat diterima, dikarenakan terdapat pengaruh sebesar 64,5% antara model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan problem solving, sedangkan sisanya yakni 35,5% kemampuan problem solving peserta didik mendapatkan pengaruh variabel lainnya yang tidak diteliti. Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Kemampuan problem solving, Sejarah