cover
Contact Name
Duwi Purnama Sidik
Contact Email
jiwara.journal@gmail.com
Phone
+6285183177300
Journal Mail Official
jiwara.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Randu, Wirolegi, Sumbersari, Jember, East Java 68124, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga
ISSN : -     EISSN : 31642292     DOI : https://doi.org/10.66031/jiwara
Core Subject :
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan multidisipliner yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, systematic literature review, meta-analisis, dan studi kasus dalam bidang psikologi, kesehatan, dan olahraga. Jurnal ini berfokus pada kajian yang mengintegrasikan aspek psikologi, kesehatan, dan olahraga dalam mendukung kesehatan, kesejahteraan, kebugaran, performa, dan kualitas hidup manusia, meliputi psikologi olahraga, motivasi, regulasi emosi, aktivitas fisik, kebugaran, gizi, kesehatan fisik dan mental, kesejahteraan psikologis, perilaku kesehatan, gaya hidup, serta kajian interdisipliner terkait olahraga dan kesehatan. JIWARA menerima naskah berbahasa Indonesia dan Inggris yang memiliki kebaruan, metodologi yang jelas, dan kontribusi ilmiah, dengan ketentuan setiap naskah mengintegrasikan sekurang-kurangnya dua dari tiga bidang utama, yaitu psikologi, kesehatan, dan olahraga.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Strategi Efektif Smash dalam Bulutangkis: Kajian Psikologi Atlet Syahab Achmad; Jonathan Gemilang
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.559

Abstract

Smash merupakan teknik serangan utama dalam bulutangkis yang berkontribusi signifikan terhadap perolehan poin dan keberhasilan kompetitif atlet. Meskipun selama ini lebih banyak dikaji dari aspek biomekanik dan teknik, berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis dan kognitif turut menentukan efektivitas eksekusi smash. Artikel ini bertujuan mengkaji strategi efektif smash dalam bulutangkis melalui perspektif psikologi olahraga dengan menekankan peran motivasi, konsentrasi, regulasi emosi, kepercayaan diri, ketangguhan mental, resiliensi, dan fleksibilitas kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain literature review melalui analisis berbagai literatur yang membahas aspek teknis smash serta faktor psikologis dan kognitif yang memengaruhi performa atlet. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas smash merupakan konstruksi multidimensional yang terbentuk melalui interaksi faktor teknis, psikologis, dan kognitif. Motivasi, konsentrasi, regulasi emosi, kepercayaan diri, mental toughness, resiliensi, dan kesehatan mental berperan dalam menjaga konsistensi performa di bawah tekanan kompetitif. Selain itu, kemampuan pengambilan keputusan, antisipasi visual, dan fleksibilitas kognitif berkontribusi terhadap akurasi, ketepatan waktu, dan kualitas eksekusi smash. Temuan juga menegaskan pentingnya integrasi Psychological Skills Training (PST), pelatihan kognitif, pemanfaatan teknologi olahraga, serta dukungan pelatih dan lingkungan pembinaan yang kondusif. Kajian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka pembinaan smash yang holistik dan berbasis bukti sebagai landasan pengembangan program latihan atlet bulutangkis modern.
Pengaruh Kualitas Tidur dan Tingkat Kecemasan terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hamson Nurdin; Marcell Mubbin
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.560

Abstract

Tekanan darah pada lansia merupakan masalah kesehatan kronis yang dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis, termasuk kualitas tidur dan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas tidur dan tingkat kecemasan terhadap tekanan darah pada lansia menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kualitas tidur, skala kecemasan, serta pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur berhubungan signifikan dengan tekanan darah, terutama diastolik, sedangkan kecemasan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Namun, secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah, dengan kecemasan memiliki kontribusi lebih dominan dibandingkan kualitas tidur. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas tidur dan kecemasan berperan dalam dinamika tekanan darah lansia, sehingga diperlukan pendekatan holistik melalui intervensi nonfarmakologis seperti peningkatan kualitas tidur dan pengelolaan kecemasan untuk mengoptimalkan kontrol tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Analisis Stigma Sosial Terhadap Penderita Gangguan Jiwa Helma Aliasini; Chairul Lubis
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.564

Abstract

Stigma sosial terhadap penderita gangguan jiwa masih menjadi hambatan struktural utama dalam peningkatan kesehatan mental karena menurunkan kualitas hidup, membatasi akses layanan, melemahkan kepatuhan pengobatan, serta memperberat beban psikososial keluarga sebagai caregiver. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk stigma, faktor yang melatarbelakangi, serta implikasinya terhadap pemulihan dan integrasi sosial penderita gangguan jiwa. Metode yang digunakan literature review dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan artikel mengenai stigma, layanan kesehatan jiwa, peran keluarga, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan stigma bekerja multidimensional pada level individu, keluarga, dan komunitas. Pada individu, stigma menurunkan harga diri, meningkatkan isolasi sosial, dan melemahkan kepatuhan terapi; pada keluarga, meningkatkan beban pengasuhan dan menurunkan kualitas dukungan; sedangkan pada komunitas, menghambat akses serta pemanfaatan layanan kesehatan jiwa. Stigma berfungsi sebagai mekanisme eksklusi sosial yang membentuk siklus saling memperkuat antara perburukan kondisi klinis dan terhambatnya pemulihan serta reintegrasi sosial. Selain itu, Stigma perlu dipahami sebagai determinan struktural kesehatan publik yang mereproduksi ketidaksetaraan dalam sistem layanan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi komprehensif melalui peningkatan literasi kesehatan mental, penguatan kapasitas dan penerimaan keluarga, serta pengembangan dukungan komunitas inklusif sebagai bagian integral sistem kesehatan jiwa berkelanjutan berorientasi pemulihan dan martabat penderita.
Peran Nutrisi dan Kualitas Pelatihan Terhadap Peningkatan Performa Atlet Yanuar Candra Aditya; Nurwati Putri Solikah; Putri Dewi Satwika
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.565

Abstract

Performa atlet merupakan indikator utama keberhasilan olahraga prestasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama nutrisi dan kualitas pelatihan. Namun, kajian mengenai keterkaitan kedua faktor tersebut dalam mendukung peningkatan performa atlet masih tersebar pada berbagai penelitian dan konteks olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran nutrisi dan kualitas pelatihan terhadap peningkatan performa atlet. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan menelaah literatur yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan relevansi topik, ketersediaan teks lengkap, serta fokus kajian pada atlet atau olahraga prestasi. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola temuan dan hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa nutrisi berperan dalam mendukung ketersediaan energi, pemulihan, dan adaptasi fisiologis terhadap latihan, sedangkan kualitas pelatihan yang terstruktur dan progresif meningkatkan kapasitas fisik, kebugaran, serta kemampuan kompetitif atlet. Temuan secara konsisten menegaskan bahwa performa optimal dicapai melalui sinergi antara pengelolaan nutrisi yang tepat dan pelatihan yang berkualitas, sehingga keduanya menjadi faktor kunci dalam mendukung prestasi olahraga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan pembinaan olahraga yang mengintegrasikan strategi nutrisi dan pelatihan secara komprehensif menjadi kunci dalam meningkatkan performa dan pencapaian prestasi atlet secara berkelanjutan.
Identifikasi Tingkat Kelincahan Calon Mahasiswa Baru sebagai Dasar Pengembangan Program Pembinaan Kebugaran Dewi Makrifatul; Afaf Achmad; Putri Kumalasari
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.566

Abstract

Perubahan gaya hidup modern yang cenderung sedentari berpotensi menurunkan tingkat kebugaran jasmani, termasuk komponen kelincahan yang penting bagi kesiapan fisik mahasiswa baru dalam mengikuti aktivitas akademik dan pembelajaran berbasis praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kelincahan calon mahasiswa baru sebagai dasar pengembangan program pembinaan kebugaran yang lebih efektif dan terukur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei melalui tes Illinois Agility Test terhadap 76 calon mahasiswa baru yang terdiri atas 60 laki-laki dan 16 perempuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan persentase kategori kelincahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori buruk (57,9%), diikuti kategori sedang (28,9%) dan baik (13,2%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas calon mahasiswa baru memiliki tingkat kelincahan yang belum optimal dan menunjukkan variasi kemampuan fisik antarindividu. Kondisi tersebut menegaskan perlunya asesmen kebugaran jasmani sebagai langkah awal dalam penyusunan program pembinaan fisik di perguruan tinggi. Dengan demikian, identifikasi kelincahan menjadi dasar empiris penyusunan program pembinaan kebugaran yang terarah, adaptif, dan berbasis kebutuhan, sehingga institusi pendidikan perlu mengembangkan latihan sistematis untuk meningkatkan kelincahan guna mendukung kesiapan fisik mahasiswa secara berkelanjutan.
Peran Nutrisi Olahraga dalam Mengoptimalkan Kinerja, Adaptasi Latihan, dan Pemulihan Atlet Ricky Mahardika; Ardi Tarigan; Diky Manalu
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i2.573

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap peran nutrisi dalam peningkatan performa atlet, namun masih terdapat inkonsistensi bukti empiris serta dominasi pendekatan deskriptif-korelasional, khususnya pada konteks Indonesia, yang membatasi kekuatan inferensi kausal dalam pengembangan ilmu nutrisi olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran nutrisi dan kualitas pelatihan terhadap peningkatan performa atlet melalui sintesis literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) yang relevan dengan fokus pada nutrisi olahraga, adaptasi fisiologis, pemulihan, dan performa atlet. Hasil ini menunjukkan bahwa karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama melalui pemeliharaan glikogen otot pada aktivitas intensitas tinggi, sedangkan protein dan asam amino esensial berkontribusi terhadap sintesis protein otot, perbaikan jaringan, dan adaptasi latihan jangka panjang. Selain itu, hidrasi dan kualitas pola makan terbukti memengaruhi stabilitas fisiologis, komposisi tubuh, serta efektivitas pemulihan atlet. Selain itu, performa atlet merupakan hasil sinergi sistemik antara nutrisi dan kualitas pelatihan, di mana pelatihan bertindak sebagai stimulus adaptasi dan nutrisi sebagai determinan biologis yang memungkinkan terjadinya respons fisiologis optimal. Nutrisi merupakan determinan multidimensi performa atlet yang terintegrasi dengan kualitas pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan riset eksperimental dan longitudinal untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih presisi, berbasis bukti kuat, dan aplikatif dalam pembinaan prestasi olahraga.
Analisis Karakteristik Fisik dan Psikologis pada Masa Remaja Octaria Putri Irzani; Alifianti Alifianti; Erna Trianingsih
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i2.574

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan fisik dan psikologis yang berlangsung secara cepat dan saling memengaruhi. Perubahan tersebut berperan penting dalam pembentukan identitas diri, penyesuaian sosial, dan perkembangan kepribadian individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan psikologis pada masa remaja serta menjelaskan keterkaitan antara kedua aspek tersebut dalam proses perkembangan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (literature review) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dan buku yang relevan mengenai perkembangan remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik fisik remaja ditandai oleh terjadinya pubertas, percepatan pertumbuhan (growth spurt), pematangan organ reproduksi, dan munculnya karakteristik seksual sekunder. Sementara itu, karakteristik psikologis meliputi perkembangan identitas diri, perubahan emosi, peningkatan kebutuhan akan kemandirian, serta berkembangnya konsep diri dan citra tubuh. Selain itu, perubahan fisik yang terjadi selama pubertas berkontribusi terhadap kondisi psikologis remaja, terutama dalam pembentukan kepercayaan diri, penerimaan diri, dan penyesuaian sosial. Oleh karena itu, perkembangan remaja perlu dipahami secara holistik karena aspek fisik dan psikologis merupakan dimensi yang terintegrasi dalam menentukan kualitas perkembangan dan kesejahteraan individu.
Kesehatan Mental Remaja: Tantangan Psikososial, Determinan, dan Strategi Penguatan Resiliensi di Era Modern Fatqurhohman Fatqurhohman; Haerul Syam; Fathul Niam
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i2.593

Abstract

Kesehatan mental remaja semakin menjadi perhatian utama di era modern seiring meningkatnya kompleksitas tekanan psikososial yang bersumber dari interaksi antara faktor individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan digital, sehingga pendekatan reduksionis tidak lagi memadai untuk menjelaskan kerentanan psikologis yang bersifat dinamis dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai tantangan psikososial, determinan kesehatan mental, dan strategi penguatan resiliensi remaja dalam perspektif ekologi-sistemik. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan pendekatan sintesis tematik, mencakup aspek perkembangan remaja, determinan sosial, serta transformasi lingkungan digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja merupakan produk interaksi kompleks antara regulasi emosi individu, pola asuh keluarga, iklim sekolah, serta intensitas dan pola penggunaan media digital. Berbagai stresor seperti tekanan akademik, perundungan, dan perbandingan sosial digital saling berkelindan dalam memperkuat kerentanan psikologis, sementara resiliensi berperan sebagai mekanisme protektif yang dipengaruhi oleh dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang aman, dan literasi digital. Oleh karena itu, kesehatan mental remaja tidak dapat dipahami secara parsial, melainkan sebagai sistem yang saling terhubung, sehingga diperlukan pendekatan ekologi-sistemik lintas domain yang menempatkan penguatan resiliensi sebagai strategi utama promotif-preventif yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang cepat.
Dampak Psikososial Bullying terhadap Kesehatan Mental Anak dan Pencegahannya Asyifa Amaliani; Olivia Dwi Permatasari
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i2.594

Abstract

Bullying menjadi salah satu tantangan utama dalam lingkungan pendidikan karena berdampak langsung terhadap kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian pada tingkat individu, tetapi juga memengaruhi kualitas interaksi sosial dan iklim pendidikan secara keseluruhan. Meskipun telah banyak diteliti, kajian yang ada masih cenderung memisahkan aspek penyebab, dampak, dan pencegahan, sehingga pemahaman mengenai keterkaitan antarunsur tersebut belum sepenuhnya komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak psikososial perundungan terhadap kesehatan mental anak serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif berdasarkan sintesis literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah dan menganalisis secara kritis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying dipengaruhi oleh interaksi faktor individu, keluarga, sekolah, lingkungan sosial, dan ruang digital. Dampaknya mencakup kecemasan, stres, depresi, penurunan harga diri, isolasi sosial, gangguan relasi interpersonal, penurunan keterlibatan akademik, hingga peningkatan risiko perilaku menyakiti diri sendiri. Selain itu, efektivitas pencegahan bergantung pada keterpaduan sistem dukungan melalui penguatan iklim sekolah yang aman, pendidikan karakter, promosi kesehatan mental, keterlibatan keluarga, serta layanan psikososial yang responsif. Oleh karena itu, perlindungan kesehatan mental anak memerlukan pendekatan ekologis yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan pada berbagai level lingkungan sosial.
Peran Gizi dan Kesehatan dalam Perkembangan Anak Usia Dini Ramadini Ramadini; Olivia Yuliastri
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i2.599

Abstract

Gizi dan kesehatan merupakan determinan fundamental yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang bersifat kritis. Ketidakseimbangan asupan gizi tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, serta fungsi imun anak secara jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gizi dan kesehatan dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui pendekatan critical review dengan metode kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa status gizi optimal ditentukan oleh pola konsumsi pangan seimbang yang mencakup kecukupan makronutrien dan mikronutrien esensial, serta dipengaruhi oleh kualitas diet dan tingkat pengolahan pangan. Kecukupan gizi tersebut berperan dalam penguatan fungsi imun melalui mekanisme fisiologis langsung dan modulasi mikrobiota usus, yang selanjutnya memengaruhi kerentanan terhadap infeksi serta kualitas perkembangan anak. Selain itu, keterkaitan gizi, imun, dan perkembangan bersifat kuat dan saling terintegrasi lintas konteks. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tumbuh kembang anak memerlukan pendekatan intervensi yang komprehensif dan multisektoral, meliputi edukasi gizi keluarga, perbaikan pola konsumsi pangan, serta penguatan intervensi berbasis 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11